cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN" : 16 Documents clear
PROSES DENITRIFIKASI DENGAN SISTEM BIOFILTER UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH YANG MENGANDUNG NITRAT Herlambang, Arie
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i1.272

Abstract

Industri yang mengeluarkan limbah amoniak merupakan jenis industri yangcukup banyak keberadaannya di Indonesia, oleh sebab itu suatu penelitian dan pengkajian pengolahan limbah amoniak akan bermanfaat untuk memberi masukan pada pihak pemerintah maupun pihak industri dalam menjaga kelestarian liangkungan perairan. Penelitian dan pengkajian pengolahan limbah amoniak konsentrasi tinggi telah dilakukan dengan cara biologis menggunakan reaktor biofilter tercelup. Pemilihan sistem ini karena telah diketahui cara biologis adalah cara yang paling ekonomis dan reaktor biofilter tercelup merupakan sistem yang mudah dioperasikan dengan hasil yang cukup optimal. Pengolahan limbah amoniak dilaksanakan melalui dua proses yaitu proses nitrifikasi dan proses denitrifikasi. Pada percobaan terdahulu telah dilakukan percobaan penurunan amonia dengan proses nitrifikasi dan berhasil baik, dan percobaan kali ini prosesnya adalah denitrifikasi. Proses denitrifikasi bertujuan untuk menghilangkan senyawa nitrit dan nitrat, sehingga pada akhirnya hasil olahan air limbah yang keluar telah bebas dari senyawa nitrat dan selanjutnya dapat dibuang ke perairan umum. Hasil percobaan proses denitrifikasi menghasilkan penurunan rata-rata nitrit 100% dan nitrat 99%, dengan volume reaktor 45 liter, kapasitas maximum 4,8 liter/jam dan waktu tinggal 72 jam. Kemampuan optimal biofilter dalam menurunkan nitrat adalah 5351 mg/liter/m3 media biofilter, dengan waktu tinggal optimal 3 hari.
GUMUK PASIR PARANGTRITIS KONVERSI VERSUS KONSERVASI ( SEBUAH TINJAUAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN MODEL DINAMIK) Widodo, Lestario
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i1.268

Abstract

Tulisan ini mencoba mengulas tentang adanya fenomena alam yang sangatlangka dan unik berupa gumuk pasir tipe "barchan", yang terbentuk sebagaiakibat adanya ekosistem Parangtritis yang khas. Pantai Parangtritis khususnya dan pantai selatan Yogyakarta umumnya saat ini telah berkembang sangat cepat di dalam pemanfaatan potensi sumber daya alam di lahan pesisir sehingga banyak pihak berkeinginan untuk memanfaatkan lahan pantai berbagai keperluan, sehingga mengancam keberadaan gumuk pasir. Dengan segala keunikan, karakteristik dan potensi pantai yang khas tersebut, maka potensi terjadinya konflik kepentingan antar sektor akan semakin besar. Gambaran konflik dan akibat yang akan ditimbulkan apabila terus dibiarkan dapat mengancam kelestarian gumuk pasir di Parangtritis tersebut. Dengan model sistem dinamik maka upaya untuk melestarikan keberadaan gumuk pasir dapat dimungkinkan melalui skenario pembangunan berkelanjutan yaitu menyeimbangkan atau mengendalikan laju pengurangan lahan dengan laju penambahan wilayah gumuk.
DAMPAK INDUSTRI PENGECORAN LOGAM TERHADAP KUALITAS GAS NO2 DALAM UDARA AMBIEN DI DAERAH CEPER Prayudi, Teguh
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i1.269

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dampak industri pengecoranlogam terhadap tingkat pencemaran udara di wilayah industri dan sekitarnya, khususnya terhadap penurunan kualitas gas NO2. Melalui penelitian ini diharapkan dapat dikaji kebijakan teknologi pengelolaan lingkungan yang terkait dengan proses industri pengecoran logam, sebagai upaya pencegahan dini tehadap timbulnya pencemaran udara dimasa depan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gas NO2 di wilayah inimasih dibawah nilai ambang batas yang diperbolehkan. Namun demikian,untuk mengantisipasi perkembangan industri dimasa depan, khususnyayang berkaitan dengan meningkatnya emisi gas NOx, direkomendasikanadanya modifikasi teknologi yang digunakan untuk menekan jumlah emisiNOX yang dihasilkan.
ANALISIS VEGETASI HUTAN DI DESA SALUA DAN KADUWAA TAMAN NASIONAL LORE LINDU, SULAWESI TENGAH Mansur, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i1.265

Abstract

Guna mengetahui struktur dan komposisi vegetasi hutan di Taman NasionalLore Lindu Sulawesi Tengah telah di laksanakan pada bulan Mei 2002. Studi dilakukan di 2 lokasi yakni desa Salua (0,5 ha pada 550-640 m dpl.),kabupaten Donggala, and desa Kaduwaa (0,5 ha pada 1100-1150 m dpl),kabupaten Poso. Penelitian dengan “Quadrate-methode” ini mengungkapkan bahwa vegetasi hutan di Salua memiliki jumlah pohon, spesies, jenis dan famili lebih besar daripada di Kaduwaa; namun demikian kepadatan di Salua lebih rendah daripada di Kaduwaa. Vegetasi tersebut di Salua didominasi oleh Palaquium obtusifolium, Toona sureni, Pterospermum celebicum, dan Canarium hirsutum; sedangkan di Kaduwaa oleh Santiria laevigata, Ficus sp., Cryptocarya tomentosa, Semecarpus longifolia, dan Syzygium operculata. Selanjutnya penelitian ini mengungkapkan bahwa komposisi vegetasi pohon di Salua dan Kaduwaa adalah berbeda, tetapi memiliki struktur yang relative sama. Dan akhirnya diungkapkan bahwa komunitas tumbuhan di dua lokasi penelitian adalah berbeda (Indeks kesamaan Sorensen 19).
DINAMIKA KUALITAS DAN KELAYAKAN AIR WADUK SEI HARAPAN UNTUK BAHAN BAKU AIR MINUM Soetrisno, Yudhi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i1.270

Abstract

Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih yang sangat besar untukpembangunan P. Batam, Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau(OPDIP) Batam telah membangun 6 buah waduk untuk menampung air hujan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas air dan kelayakan salah satu waduk tersebut yakni waduk Sei Harapan untuk menjadi bahan baku air bersih. Penelitian ini mengungkapkan bahwa mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.20 tahun 1990 tentang pengendalian pencemaran air; maka air waduk Sei Harapan termasuk masuk sumber air “golongan B” yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk diolah sebagai air minum dan keperluan rumah tangga. Air tersebut tidak dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan lebih dahulu (Golongan A) karena beberapa konsentrasi parameter logam berat, terutama kromium (Cr); kadmium (Cd); dantimbal (Pb) pernah termonitor lebih besar dari baku mutu air golongan A pada PP tersebut diatas. Guna menghindari dampak negatif dari logam-logam berat tersebut diatas maka disarankan agar sumber-sumber yang menjadi penyebabnya dikaji, dan kemudian dipikirkan cara menanganinya. Pengelola unit pengolahan air perlu memberi perhatian khusus pada logam-logam berat tersebut sehingga hasil pengolahan benar-benar bebas dari logam tersebut.
TEKNOLOGI KONSERVASI UNTUK PENANGANAN KAWASAN RESAPAN AIR DALAM SUATU DAERAH ALIRAN SUNGAI Wibowo, Mardi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i1.266

Abstract

Perkembangan pembangunan dan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat mengakibatkan kebutuhan akan air juga akan meningkat. Kebutuhan air bersih saat ini umumnya dipenuhi dari air tanah, padahal jumlah air tanah relatif tetap dan cenderung menurun karena berkurangnya resapan air ke dalam air tanah, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pemasukan dengan pengambilan air tanah. Untuk itulah perlu dilakukan usaha-usaha untuk meningkatkan pemasukan (recharge) air tanah. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah dengan menetapkan kawasan-kawasan resapan air sebagai kawasan lindung selain itu perlu dikembangkan pula berbagai macam teknologi konservasi yang lebih pro- aktif baik yang bersifat vegetatif maupun non-vegetatif. Beberapa alternatif teknologi konservasi untuk meningkatkan imbuhan/resapan air ke dalam tanah adalah :1. Melakukan upaya rehabilitasi lahan dan konservasi tanah baik secara vegetatif seperti : reboisasi, hutan kemasyarakatan, strip cropping system, tumpangsari, dll; maupun secara mekanis/teknis seperti : terasering, saluran/parit jebakan, bangunan bendung penahan, dll2. Melakukan imbuhan buatan, dengan cara sistem imbas, injeksi, ditch and forrow dan spreading recharge.3. Pembuatan sistem peresapan air hujan seperti sumur resapan atau parit resapan.
PENGARUH LOGAM DAN KONSENTRASI SUBSTRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN AKTIVITAS BAKTERI PROTEOLITIK PADA PROSES DEPROTEINASI CANGKANG RAJUNGAN Susanto, Joko Prayitno
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i1.271

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruhpenambahan ion-ion logam di dalam media padat terhadap pertumbuhanbakteri protease, serta pengujian pengaruh konsentrasi substrat protein dalam media cair terhadap aktivitas proteolitik bakteri. Penambahan ion logam Mn, Co, Cu dan Zn ke dalam media padat telah mampu meningkatkan pertumbuhan bakteri protease yang ditunjukkan melalui peningkatan jumlah produksi enzim ekstraseluler disekitar tempat tumbuh isolat. Diantara ion-ion logam yang digunakan, ion Mn memberikan hasil yang sangat baik dibanding dengan ion-ion lainnya. Penambahan konsentrasi substrat protein pada media cair sebanyak 24%~40% telah mampu meningkatkan aktivitas protease bakteri, sedangkan penambahan 8%~16% substrat ini justru menghambat aktivitas bakter. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengoptimalkan proses pembuatan chitin dengan bahan baku limbah cangkang rajungan secara biologis, yang dipandang sebagai proses yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan proses secara kimiawi.
PENGOLAHAN RAW DATA PARAMETER PERAIRAN LAUT MENJADI USABLE DATA DALAM UPAYA DISEMINASI DATA KELAUTAN SEAWATCH INDONESIA purwanta, wahyu
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i1.267

Abstract

Antara tahun 1996 sampai dengan 2000, sistem Seawatch Indonesia telahberhasil mengukur berbagai parameter kelautan baik fisik oceanografi maupunkimia biologis khususnya dibeberapa perairan terpilih di Indonesia. Data-data initerkumpul melalui perangkat pengukuran yang near real time dengan buoy dansensor sebagai ujung tombak kolektor data. Keseluruhan data yang terkumpulharus diolah agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan baik sektorkelutan, lingkungan hidup maupun iptek kelautan itu sendiri. Tulisan inimemaparkan aspek latar belakang sistem Seawatch sekaligus langkah-langkahpengolahan data menjadi data yang siap didiseminasi dengan menggunakanMATLAB dan ORIGIN.
ANALISIS VEGETASI HUTAN DI DESA SALUA DAN KADUWAA TAMAN NASIONAL LORE LINDU, SULAWESI TENGAH Muhammad Mansur
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i1.265

Abstract

Guna mengetahui struktur dan komposisi vegetasi hutan di Taman NasionalLore Lindu Sulawesi Tengah telah di laksanakan pada bulan Mei 2002. Studi dilakukan di 2 lokasi yakni desa Salua (0,5 ha pada 550-640 m dpl.),kabupaten Donggala, and desa Kaduwaa (0,5 ha pada 1100-1150 m dpl),kabupaten Poso. Penelitian dengan “Quadrate-methode” ini mengungkapkan bahwa vegetasi hutan di Salua memiliki jumlah pohon, spesies, jenis dan famili lebih besar daripada di Kaduwaa; namun demikian kepadatan di Salua lebih rendah daripada di Kaduwaa. Vegetasi tersebut di Salua didominasi oleh Palaquium obtusifolium, Toona sureni, Pterospermum celebicum, dan Canarium hirsutum; sedangkan di Kaduwaa oleh Santiria laevigata, Ficus sp., Cryptocarya tomentosa, Semecarpus longifolia, dan Syzygium operculata. Selanjutnya penelitian ini mengungkapkan bahwa komposisi vegetasi pohon di Salua dan Kaduwaa adalah berbeda, tetapi memiliki struktur yang relative sama. Dan akhirnya diungkapkan bahwa komunitas tumbuhan di dua lokasi penelitian adalah berbeda (Indeks kesamaan Sorensen 19).
TEKNOLOGI KONSERVASI UNTUK PENANGANAN KAWASAN RESAPAN AIR DALAM SUATU DAERAH ALIRAN SUNGAI Mardi Wibowo
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i1.266

Abstract

Perkembangan pembangunan dan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat mengakibatkan kebutuhan akan air juga akan meningkat. Kebutuhan air bersih saat ini umumnya dipenuhi dari air tanah, padahal jumlah air tanah relatif tetap dan cenderung menurun karena berkurangnya resapan air ke dalam air tanah, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pemasukan dengan pengambilan air tanah. Untuk itulah perlu dilakukan usaha-usaha untuk meningkatkan pemasukan (recharge) air tanah. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah dengan menetapkan kawasan-kawasan resapan air sebagai kawasan lindung selain itu perlu dikembangkan pula berbagai macam teknologi konservasi yang lebih pro- aktif baik yang bersifat vegetatif maupun non-vegetatif. Beberapa alternatif teknologi konservasi untuk meningkatkan imbuhan/resapan air ke dalam tanah adalah :1. Melakukan upaya rehabilitasi lahan dan konservasi tanah baik secara vegetatif seperti : reboisasi, hutan kemasyarakatan, strip cropping system, tumpangsari, dll; maupun secara mekanis/teknis seperti : terasering, saluran/parit jebakan, bangunan bendung penahan, dll2. Melakukan imbuhan buatan, dengan cara sistem imbas, injeksi, ditch and forrow dan spreading recharge.3. Pembuatan sistem peresapan air hujan seperti sumur resapan atau parit resapan.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2003 2003


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue