cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN" : 16 Documents clear
KETERKAITAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN DAN PENYEDIAAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN Mukaryanti, Mukaryanti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i2.277

Abstract

Sejauhmana masyarakat, termasuk industri menggunakan teknologi lingkungan yang tersedia terkait erat dengan tingkat kesadaran dan kepedulian (awareness) masyarakat terhadap lingkungan. Salah satu penyebab keterbatasan penggunaan teknologi lingkungan di Indonesia saat ini adalah pengetahuan dan kepedulian masyarakat (public awareness) terhadap lingkungan yang masih sangat kurang. Oleh sebab itu, penyediaan teknologi lingkungan perlu didukung oleh penyelenggaraan pendidikan lingkungan secara intesif. Demikian pula dalam proses terjadinya perubahan pola perlakuan masyarakat terhadap lingkunga sebagai dampak kenerhasilan penyelenggaraan pendidikan lingkungan, maka diperlukan dukungan ketersediaan teknologi lingkungan yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan-tindakan penyelesaian masalah lingkungan yang dihadapi. Terbentuknya keterkaitan antara kedua aspek tersebut diharapkan dapat memebrikan kontribusi yang berarti dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Pembahasan berikut merupakan ulasan berdasarkan referensi dan pengamatan kondisi penyediaan teknologi lingkungan dan pendidikan lingkungan di Indonesia saat ini.
MODIFIKASI DAN PENINGKATAN KINERJA UNIT SARPALAM KAPASITAS 5 LITER/DETIK, DI DESA SOMBA, KECAMATAN SENDANA, KABUPATEN MAJENE, SULAWESI SELATAN Herlambang, Arie
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i2.273

Abstract

Slow Sand Filter Technology is very common water technology that is used inmany villages in Indonesia, because very simple, low operating and lowinvestment cost. Sarpalam is the acronym of Saringan Pasir Lambat (Slow SandFilter). For optimal process, the system should meet with the standard design forSlow Sand filter. Somba is one village that is situated in Northern Part of SouthSulawesi. In that village there is a Slow Sand Filter with 5 l/s capacity to servearound 5.000 people. The problem is the quality of water is very low, turbid andsmell. The source of water come from the hill, in the eastern part (around 3 kmup hill). After investigation founded that, the system is not meet with standardSlow Sand filter and need modification for increasing the quality of product water. There are some constrain in the modification of the system, namely : existing construction, lack of space in the hill, stability of land, and quality of product water.
TEKNOLOGI USAHATANI KONSERVASI TERPADU KONSEP PEMBANGUNAN BERBASIS KESERASIAN LINGKUNGAN Sudaryono, Sudaryono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i2.278

Abstract

Sebagian besar sumber daya lahan di Indonesia merupakan lahan kering yang memiliki potensi untuk usaha pertanian. Pada umumnya kawasan lahan kering tersebut memiliki topografi dari landai sampai terjal, sehingga apabila dimanfaatkan untuk usahatani sangat rentan terhadap erosi. Tingkat erosi yang tinggi merupakan masalah serius terhadap kelestarian sumberdaya lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) dibagian hulu, dan menimbulkan pengaruh negatif di DAS bagian hilir.Usahatani pada lahan kering menghadapi problema yang sangat kompleks,beragam dan beresiko tinggi, oleh karena itu diperlukan penelitian dengan strategi pendekatan pengelolaan secara terpadu. Penelitian dan pengembangannya melibatkan berbagai disimplin ilmu (interdisipliner). institusi (interinstitusi) dan petani sebagai pengelola utamanya.Pengembangan sistem usaha tani konservasi terpadu pada sub DAS Prambanan hulu dengan tujuan mencari solusi pengembangan teknologi alternatif serta upaya mengendalikan erosi, ternyata telah mendapat respon positif baik oleh petani binaan maupun non-binaan.
TANAMAN POTENSIAL PENYERAP LIMBAH STUDI KASUS DI PULAU BATAM Tjokrokusumo, Sabaruddin Wagiman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i2.274

Abstract

Industrial development has resulted in increasing population growth and their activities in Batam Island. Increasing growth of industrial activities and human population has a direct impact on increasing water demand and water pollution, especially on surface water resource degradation. However control on this type of problem has not been done properly due to lack of awareness and environmental knowledge. To protect and conserve water resources from pollution and degradation, some activities have to be done in the future to protect water quality and quantity. Aquatic plants have ability to improve water quality to assimilate and transform pollutants into plant tissue and sedimentation process. Based on flora and fauna biological survey, the recent study found that some aquatic plants were observed has a potential and ability to absorb and uptake nutrient and pollutants. Those important plants are Rynchospora sp., Scleria sp., Cyperus sp., Hypolythrum sp., and Fimbristylis sp.
PROSES PEMBENIHAN (SEEDING) DAN AKLIMATISASI PADA REAKTOR TIPE FIXED BED Indriyati, Indriyati
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i2.279

Abstract

Proses pembenihan (seeding) dan aklimatisasi menggunakan reactor lekatdiam terendam menggunakan media cincin keramik yang menggunakansubstrat limbah cair pabrik permen, memperlihatkan aktivitas bekteri semakinstabil pada hari ke 91 sampai hari ke 99. hal tersebut dapat dilihat daripenyisihan COD sebesar 82 – 86 % konsentrasi gas metan berkisar antara 62 –69 %, rentang pH 6,8 – 7,23 dan bakteri sudah melekat.
APLIKASI TEKNOLOGI OSMOSIS BALIK UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR MINUM DI KAWASAN PESISIR ATAU PULAU TERPENCIL Said, Nusa Idaman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i2.275

Abstract

Teknologi pengolah air asin menjadi air tawar ada bermacam-macam jenisnya. Saat ini untuk mengolah air asin dikenal dengan cara destilasi, pertukaran ion, elektrodialisis, dan osmosa balik. Masing-masing teknologi mempunyai keunggulan dan kelemahan. Pemanfaatan teknologi pengolahan air asin harus disesuaikan dengan konsidi air baku, biaya yang tersedia, kapasitas dan kualitas yang diinginkan oleh pemakai air. Di antara berbagai macam teknologi tersebut yang banyak dipakai adalah teknologi destilasi dan osmosa balik. Teknologi destilasi umumnya banyak dipakai ditempat yang mempunyai energi terbuang (pembakaran gas minyak pada kilang minyak), sehingga dapat menghemat biaya operasi dan skala produksinya besar (>500 m3/hari). Sedangkan teknologi osmosa bali banyak dipakai dalam skala yang lebih kecil. Keunggulan teknologi membran osmosa balik adalah kecepatannya dalam memproduksi air, karena menggunakan tenaga pompa. Kelemahannya adalah penyumbatan pada selaput membran oleh bakteri dan kerak kapur atau fosfat yang umum terdapat dalam air asin atau laut. Untuk mengatasi kelemahannya pada unit pengolah air osmosa balik selalu dilengkapi dengan unit anti pengerakkan dan anti penyumbatan oleh bakteri. Sistem membran reverse yang dipakai dapat berupa membran dan mampu menurunkan kadar garam hingga 95-98%. Air hasil olahan sudahbebas dari bakteri dan dapat langsung diminum.
PENGARUH APLIKASI KONSORSIUM MIKROBA PENITRIFIKASI TERHADAP KONSENTRASI AMONIA (NH3) PADA AIR TAMBAK Komarawidjaja, Wage
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i2.280

Abstract

An experiment on the utilization of nitrifying bacteria in shrimps pond ecosystemwas conducted in the village of Grinting, Brebes Regency. This experiment hastwo treatment ponds. Pond A was put nitrifying bacteria on as a treatment andpond B was without its treatment. The impact of the treatment was indicated by ammonia concentration measured, in which pond A was lower than pond B. In other words proved that nitrification process in pond A ecosystem was accelerated by the addition of nitrifying bacteria.
PENANGGULANGAN BANJIR DENGAN JARING PENGAMAN SOSIAL SUMUR RESAPAN DI JAKARTA DAN SEKITARNYA Indriatmoko, Robertus Haryoto
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i2.276

Abstract

Banjir tanggal 11 Februari 2002 mengejutkan banyak pihak karenadatangnya tiba-tiba dan tidak terduga besarnya, sehingga hampir 30% wilayah Jakarta tergenang air , transportasi lumpuh , dan memakan korban jiwa akibat tanah lingsor, tenggelam, hanyut dan tersengat aliran listrik. Total aliran air permukaan diperkirakan mencapai 70 juta meter kubik, dimana jumlah tersebut tidak dapat tertampung oleh badan-badan sungai yang ada dan meluap menggenangi daerah dataran banjir sungai (floodplain area) yang saat ini banyak ditempati oleh pemukiman penduduk. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Kelompok Pengkajian Sitem Pengelolaan Air (BPPT) dalam Studi Studi Model Optimisasi Pengelolaan Air Tanah Jakarta, maka besarnya imbuhan buatan yang harus dimasukkan kembali kedalam akuifer dangkal untuk daerah seluas 25 km2 berkisar antara 1.082.419- 54.120.960 m3/tahun atau antara 1,08 - 54,12 m3/tahun/m2. Lokasi imbuhan buatan dapat dilihat pada Peta Lokasi Imbuhan Buatan Berdasarkan Hasil Optimisasi Pengelolaan Air Tanah. Jika diasumsikan 1 (satu) sumur resapan dengan diameter 0,8 meter, lebar bidang resapan 1 meter pada tanah dengan permeabilitas rendah (0,00105 m/hari), maka kapasitas sumur resapan adalah 0,592 m3/tahun/unit. Dengan demikian untuk daerah Jakarta dan sekitarnya dibutuhkan kurang lebih 2 juta sumur resapan. Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. Walaupun sudah ada Surat Keputusan GubernurDKI yang mengatur tentang sumur resapan, pelaksanaan dilapangan masihsulit pengawasannya. Dalam kondisi krismon ini perlu langkah terobosan untuk membuat sumur resapan dengan program jaring pengaman sosial, dengan demikian pemerintah membuka lapangan pekerjaan bersamaan dengan perbaikan lingkungan.
MODIFIKASI DAN PENINGKATAN KINERJA UNIT SARPALAM KAPASITAS 5 LITER/DETIK, DI DESA SOMBA, KECAMATAN SENDANA, KABUPATEN MAJENE, SULAWESI SELATAN Arie Herlambang
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i2.273

Abstract

Slow Sand Filter Technology is very common water technology that is used inmany villages in Indonesia, because very simple, low operating and lowinvestment cost. Sarpalam is the acronym of Saringan Pasir Lambat (Slow SandFilter). For optimal process, the system should meet with the standard design forSlow Sand filter. Somba is one village that is situated in Northern Part of SouthSulawesi. In that village there is a Slow Sand Filter with 5 l/s capacity to servearound 5.000 people. The problem is the quality of water is very low, turbid andsmell. The source of water come from the hill, in the eastern part (around 3 kmup hill). After investigation founded that, the system is not meet with standardSlow Sand filter and need modification for increasing the quality of product water. There are some constrain in the modification of the system, namely : existing construction, lack of space in the hill, stability of land, and quality of product water.
TANAMAN POTENSIAL PENYERAP LIMBAH STUDI KASUS DI PULAU BATAM Sabaruddin Wagiman Tjokrokusumo
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v4i2.274

Abstract

Industrial development has resulted in increasing population growth and their activities in Batam Island. Increasing growth of industrial activities and human population has a direct impact on increasing water demand and water pollution, especially on surface water resource degradation. However control on this type of problem has not been done properly due to lack of awareness and environmental knowledge. To protect and conserve water resources from pollution and degradation, some activities have to be done in the future to protect water quality and quantity. Aquatic plants have ability to improve water quality to assimilate and transform pollutants into plant tissue and sedimentation process. Based on flora and fauna biological survey, the recent study found that some aquatic plants were observed has a potential and ability to absorb and uptake nutrient and pollutants. Those important plants are Rynchospora sp., Scleria sp., Cyperus sp., Hypolythrum sp., and Fimbristylis sp.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2003 2003


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue