cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
publikasi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/inovisi/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Inovisi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : -     DOI : -
INOVISI Jurnal Teknk Industri published by Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul. This journal is an open access, peer-reviewed, this journal dedicated to the publication of research in all aspects of regional dan urban planning scopes. Jurnal INOVISI is published two times a year and accepts original research articles featuring well-designed studies with clearly analyzed and logically interpreted results.
Articles 127 Documents
USULAN PERBAIKAN MENGURANGI JUMLAH CACAT PADA PRODUK TANGKI AIR TB 55 DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT Y
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 16, No 01 (2020): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produsen tangki air saat ini berkembang pesat karena banyaknya permintaan berbagai macam ukuran tangki, untuk pasokan rumah tangga, industri, dan real estate. Hal ini menyebabkan banyaknya persaingan perusahaan tangki air, dimana perusahaan tersebut dituntut untuk memberikan produk yang berkualitas agar sesuai dengan permintaan pasar. Sehingga perusahaan tersebut dapat bertahan dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia serta menjadi salah satu produsen tangki terbaik di Indonesia. Dalam pembuatan tangki air pada PT Y ditemukan beberapa cacat produk seperti produk Bergelembung, Warna tidak sesuai, Flashing, Flowmark, Ketebalan. Untuk meningkatakan kualitas dan kuantitas produk tangki air pada PT Y maka diperlukan langkah perbaikan terhadap cacat produk yang terjadi. Salah satu program perbaikan kualitas yang berkesinambungan adalah metode six sigma. Six sigma merupakan metode yang diterapkan untuk mengatasi cacat produk yang terjadi dengan tahapan DMAIC. Pada tahap Define identifikasi menggunakan diagram SIPOC diketahui pada proses produksi Rotational molding dan mengidentifikasi jenis cacat produk dengan CTQ terdapat 5 jenis cacat produksi. Measure dilakukan menggunakan peta kendali,  pengukuran pada nilai sigma selama bulan  Agustus – Desember 2018 yaitu 3.17. Tahap analyze dengan menggunakan Diagram Pareto terdapat jenis cacat produk tertinggi yaitu bergelembung dengan presentase 34% dan dengaan Diagram Fishbone diketahui 5 faktor penyebab terjadinya bergelembung yaitu faktor manusia, faktor mesin, faktor material, faktor metode, dan faktor lingkungan. Improve dengan menggunakan FMEA (Failure mode and effects analysis) salah satu penyebab cacat adalah operator salah dalam menyeting setelan temperatur dan putaran dengan RPN 126 dengan Recommended Action; bagian QC melakukan penilaian terdapa kinerja operator dalam hal settingan temperatur untuk setiap tahapan secara berkala berupa pengisian form performansi operator. Tahap terakhir adalah control yang mencoba menjaga konsistensi perbaikan yang sudah dilakukan serta pengukuran hasil yang didapat setelah perbaikan dan usaha perbaikan dengan cara Check Sheet serta mengusulkan untuk menggunakan alat bantu thermometer digital serta indikator lampu dan timer untuk memudahkan operator dalam setting temperatur Rotational molding.Kata kunci: DMAIC, cacat produk, kualitas, manufacturing, six sigma, tangki air, upaya perbaikan, zero defect.
USULAN PERBAIKAN KESEIMBANGAN LINI PADA LINE 2 PRODUK SEPATU X DI PT. XYZ MENGGUNAKAN METODE RANKED POSITIONAL WEIGHT, MOODIE-YOUNG, DAN DISCRETE-EVENT SIMULATION
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 16, No 01 (2020): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi berbagai macam merk sepatu, diantaranya sepatu X. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, maka perlu dilakukan perancangan lini produksi yang efektif dan efisien. Masalah yang dialami perusahaan adalah tidak tercapainya target produksi yang telah ditetapkan yaitu sebesar 80 pasang perjam. Output perhari yang tercapai kurang dari target produksi yang telah ditetapkan sehingga perlu dilakukan analisa keseimbangan lini. Tujuan dilakukannya analisa tersebut adalah untuk mengetahui penyebab tidak tercapainya target produksi, untuk mengetahui nilai line efficiency, balanced delay, dan smoothness index setiap metode dan mendapatkan usulan yang tepat untuk perusahaan. Penelitian dilakukan dengan cara menggambarkan precedence diagram dan mengumpulkan data waktu dari setiap elemen kerja kemudian melakukan pengujian dan perhitungan waktu baku, berikutnnya dilakukan penyeimbangan lini dengan menggunakan metode Ranked Positional Weight, Moodie-young, dan Discrete-Event Simulation. Dari hasil perhitungan didapatkan hasil keseimbangan lini yang lebih baik dengan menggunakan metode Moodie-young yaitu, peningkatan line efficiency sebesar 27,45% dari 57,67% menjadi 85,12%, penurunan balanced delay sebesar 25,09% dari 39,97% menjadi 14,88%, dan penurunan smoothness index sebesar 39,55 dari 62,62 menjadi 23,08. Selain itu, terjadi penurunan jumlah operator yang bekerja sebanyak 2 orang, dari 16 operator menjadi 14 operator dan pengurangan stasiun kerja yang ada sebanyak 4 stasiun kerja, dari 12 stasiun kerja menjadi 8 stasiun kerja. Kata kunci: Keseimbangan Lini, Ranked Positional Weight, Moodie-young, Discrete-Event Simulation, Line Efficiency, Balanced Delay, Smoothness Index
PENERAPAN VALUE STREAM MAPPING DAN PROCESS ACTIVITY MAPPING UNTUK IDENTIFIKASI DAN MINIMASI 7 WASTE PADA PROSES PRODUKSI SEPATU X DI PT.PAI
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 16, No 01 (2020): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.PAI merupakan sebuah industri padat karya yang bergerak di bidang industri sepatu olahraga. PT.PAI memiliki karakteristik make to order dalam proses produksinya. Pada proses produksi sepatu X ditemukan beberapa pemborosan, sehingga untuk mengetahui dan memperbaikin pemborosan tersebut digunakan Tools Value Stream Mapping dan Proscess Activity Mapping. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memperbaiki pemborosan (waste) pada proses produksi sepatu X. Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh beberapa waste pada proses produksi sepatu X diantaranya yaitu waiting, motion, dan transportation. Dari hasil perbaikan didapat peningkatan aktivitas value added sebesar 44.29%, dan necessary but non value added mengalami penurunan sebesar 44.29%. Untuk persentase waste waiting mengalami penurunan 98.5 %, waste motion tidak mengalami penurunan, dan waste transportation mengalami penurunan sebesar 22%. Usulan perbaikan yang diberikan untuk meminimasi adanya waste waiting dengan cara melakukan 2nd process yang dilakukan oleh vendor, sedangkan untuk waste transportation dilakukan perbaikan dengan cara mengganti alat transportasi dari trolley manual menjadi motor trolley. Kata Kunci: Lean Manufacturing, VSM, Value Stream Mapping, PAM, Process ActivityMapping
ANALISIS POSTUR KERJA OPERATOR WASHING DENGAN METODE NORDIC BODY MAP DAN REBA PADA PT. XYZ
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 16, No 01 (2020): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan di bidang otomotif dengan produk utama perakitan mesin mobil dan machining dari beberapa bagian mobil. Operator washing melakukan pekerjaan dengan postur kerja tidak ergonomis yang bisa menimbulkan keluhan fisik dari operator tersebut seperti tubuh yang terlalu membungkuk, pegal-pegal dan rasa sakit pada punggung, bahu, dan tangan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis postur kerja operator dengan metode Nordic Body Map (NBM)dan REBA dan membuat rekomendasi perbaikan terhadap postur kerja tersebut.. Dari hasil nordic body map, sikap kerja secara manual, dan sikap memindahkan beban yaitu handling palet ke troli dengan posisi membungkuk merupakan sikap kerja yang menimbulkan rasa sakit dibeberapa bagian tubuh para pekerja, dimana punggung dan pinggang menjadi presentase tertinggi yaitu 100%, posisi kerja tidak baik juga cepat membuat kelelahan dan dapat menimbulkan cedera otot muscolosceletal. Hasil penilaian metode REBA, postur tubuh fase pertama yaitu proses mengangkat palet masih dalam batas normal karena ada di skor risiko 2 yang berarti tidak perlu dilakukan perbaikan, Postur tubuh fase kedua sangat berbahaya karena mendapatkan skor risiko 9 yang berarti harus dilakukan perbaikan sekarang juga. Rekomendasi perbaikan dengan membuat troli baru untuk meringankan beban operator saat meletakan palet ke troliKata Kunci : Postur, Kerja, Nordic, REBA
ANALISIS WASTE PADA GUDANG MATERIAL PADA PABRIK KOMPONEN OTOMOTIF MENGGUNAKAN VALUE STREAM MAPPING
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 16, No 01 (2020): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi waste yang terjadi di gudang material dengan menggunakan metode value stream mapping. Penelitian ini dilakukan di sebuah pabrik komponen otomotif yang terletak di Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode value stream mapping, yaitu melalui langkah-langkah: 1) membuat current state map; 2) menghitung process cycle efficiency (PCE) pada kondisi current state; 3) membuat process activity mapping; 4) mengidentifikasi waste; 5) merencanakan konsep perbaikan; 6) membuat future state map; dan 7) menghitung kembali PCE pada kondisi future state. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis pemborosan pada value stream, yaitu excess processing, inventory, waiting dan not utilizing employees knowledge, skills and abilities. Keempat waste tersebut menyebabkan efisiensi proses pada value stream menjadi sangat rendah. Eliminasi terhadap aktivitas tersebut sangat diperlukan sehingga akan membuat value stream menjadi lebih ramping (lean). Kata Kunci : material buangan, PCE, efisiensi
PENERAPAN KONSEP LEAN MANUFACTURING UNTUK PERBAIKAN PROSES PRODUKSI INNER TUBE PRODUK HYDRAULIC FILTER DI PT.SS
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 15, No 2 (2019): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aims to identify the waste that occurs in the production process of inner tube components from hydraulic filter products at PT.SS and determine corrective actions to reduce wastethat occurs in the production process of inner tube components from hydraulic filter products at PT.SS. This research uses a non-experimental quantitative method, in the form of descriptive analysis. Field observations are carried out directly to serve real conditions in the company, such as production processes, scheduling systems, raw material conditions, employee work methods, and known problems. Observations are made through communication and learning of existing historical data.From the results of the research conducted, it was found that the manufacturing process of the inner tube perforating component at PT.SS for 1 (one) roll of coil which produced an average of 50 pcs of perforating inner tube components, several results were obtained, including: a total time of 50174.4933 seconds consisting of a cycle time of 13.9374 hours and a lead time of 2, 7892 days, the dominant activity is in Operation activity of 66.4940% and Delay activity of 29.4840%, the dominant waste is in the waste motion type with a percentage of 79.2018% which has a total of 33 activities with a total time of 20103.7038 seconds, there are 64 activities consisting of 14 Value Added (VA) activities with a percentage of 62.7735% with a total time of 42802.2045 seconds, for Necessary but Non Value Added (NNVA) activities there are 20 activities with a percentage of 19.9636% with a total time of 13612.1755 seconds, and for Non Value Added Activity (NVA) there are 30 activities with a percentage of 17.2629% with a total time of 1 1770,726 seconds. Keywords: lean manufacturing, value stream mapping, VSM, waste  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemborosan yang terjadi pada proses produksi komponen inner tube dari produk hydraulic filter di PT.SS dan menentukan tindakan perbaikan untuk mengurangipemborosanyang terjadi pada proses produksi komponen inner tube dari produk hydraulic filter di PT.SS.Rancangan penelitian ini menggunakan metoda kuantitatif non-experiment, berupa analisis deskriptif. Observasi lapangan dilakukan secara langsung untuk mengamati kondisi nyata di perusahaan, seperti proses produksi, sistem penjadwalan, kondisi bahan baku, cara kerja karyawan, dan permasalahan yang sering dihadapi. Observasi dilakukan melalui komunikasi dan mempelajari data-data historis yang telah ada. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh pada proses pembuatan komponeninner tube perforating di PT.SS untuk 1 (satu) gulung coilan yang menghasilkan rata-rata 50 pcs komponeninner tube perforating, diperoleh beberapa hasil, antara lain: total waktu sebesar 50174,4933 detik yang terdiri dari waktu siklus sebesar 13,9374 jam dan lead time sebesar 2,7892 hari, aktivitas yang dominan terdapat pada aktivitas Operation sebesar 66,4940% dan aktivitas Delay sebesar 29,4840%, waste yang dominan terdapat pada jenis waste motion dengan persentase sebesar 79,2018% yang memiliki jumlah aktivitas sebanyak 33 aktivitas dengan waktu total sebesar 20103,7038 detik, terdapat 64 aktivitas yang terdiri dari 14 aktivitas Value Added (VA) dengan persentase sebesar 62,7735% dengan total waktu sebesar 42802,2045 detik, untuk aktivitas Necessary but Non Value Added (NNVA) terdapat 20 aktivitas dengan persentase sebesar 19,9636% dengan total waktu sebesar 13612,1755 detik, dan untuk aktivitas Non Value Added Activity (NVA) terdapat 30 aktivitas dengan persentase sebesar 17,2629% dengan total waktu sebesar 11770,726 detik. Kata kunci : lean manufacturing, value stream mapping, VSM, pemborosan
PENGHITUNGAN NILAI TAMBAH KERAJINAN SULAMAN (STUDI KASUS SULAMAN BUKITTINGGI)
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 15, No 2 (2019): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractEmbroidery as a product of micro-scale handicraft businesses makes a major contribution to improving the community's economy. Bukittingi embroidery which is applied to various materials for clothing such as scarves and clothes has a relatively high economic appeal. The purpose of this study is to identify the profile and structure of the embroidery craft and to calculate the added value of the embroidery craft business. The object of the research is the Kapalo Samek embroidered shawl which is produced by the handicraft business in Bukittinggi. The method used is descriptive analysis of the supply chain for the embroidery craft business, the calculation of income and the added value of suelendang Kapalo Samek embroidery. The structure of the embroidery craft business, formed a supply chain where the owner of the funds is the party who determines the design, cost components, selling price and added value. The calculation of added value uses the Hayami method. The added value of the handicraft business for the production of embroidered shawls shows an added value of 0.97% with an added value composition of 0.87% for business owners. Efforts to increase added value can be done by increasing the number of sales and increasing the quality and uniqueness of the embroidery design. Keywords: added value, sulaman, hayami, Bukittinggi AbstrakSulaman sebagai produk usaha kerajinan skala mikro memberikan kontribusi besar dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Sulaman Bukittingi yang diaplikasikan pada berbagai bahan untuk pakaian seperti selendang dan baju memiliki daya tarik dengan nilai ekonomi relatif tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi profil dan struktur kerajinan sulaman serta melakukan perhitungan nilai tambah dari usaha kerajinan sulaman. Objek peneltian adalah selendang sulaman kapalo samek yang diproduksi oleh usaha kerajinan di Bukittinggi. Metode yang digunakan dengan analisis deskriptif pada rantai pasok usaha kerajinan sulaman, perhitungan pendapatan dan nilai tambah suelendang sulaman kapalo samek. Usaha kerajinan sulaman tersebar cukup banyak di daerah Bukittinggi. Metode produksi menggunakan sulaman tangan (hand made) yang diaplikasikan pada berbagai jenis bahan. Struktur pelaku usaha kerajinan sulaman membentuk rantai pasok dimana pemilik dana adalah pihak yang menentukan desain, komponen biaya, harga jual dan nilai tambah. Perhitungan nilai tambah menggunakan metode Hayami. Nilai tambah usaha kerajinan untuk produksi selendang sulaman menunjukkan nilai tambah sebesar 0,97 % dengan komposisi nilai tambah sebesar 0,87% bagi pemilik usaha, Upaya meningkatkan nilai tambah dapat dilakukan dengan meningkatkan jumlah penjualan dan meningkatkan mutu dan keunikan desain sulaman. Kata kunci: nilai tambah, sulaman, hayami, Bukittinggi
PERANCANGAN MODEL KINERJA RANTAI PASOK AGROINDUSTRY KAKAO UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI DAN KEBERLANJUTAN KAKAO INDOENSIA
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 15, No 2 (2019): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIndonesia is the 3rd largest cocoa producer in the world, 94.01% of its plantations are cultivated through smallholder plantations, so that cocoa farmers in Indonesia have the opportunity to obtain high welfare. The reality in the field shows that the level of welfare has not been enjoyed or the level of welfare of cocoa farmers is still below the poverty line. This is evidenced by the land conversion carried out by farmers to switch to other more profitable crops. To solve this problem, this research was conducted with the aim of helping improve farmer welfare through improved performance in the supply chain for the cocoa agorindustry in Larompong District, South Sulawesi. The method used is value chain analysis using the performance measurement of value added analysis using the Hayami model. Based on the results of calculations using the Hayami model, it is known that farmers will get an added value increase of 29% when implementing GAP activities and selling cocoa to UPH farmer groups. The initial added value received by farmers for each production of 1,520 kg of cocoa is Rp. 473.55. Keywords : cacao, supply chain performance, sustainability AbstrakIndonesia merupakan produsen kakao ke-3 terbesar di dunia, dimana 94.01% perkebunannya diusahakan melalui perkebunan  rakyat, sehingga petani kakao di Indonesia mempunyai peluang untuk memperoleh kesejahteraan yang tinggi. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tinkgat kesejahteraan tersebut belum dapat dinikmatinya karena tingkat kesejahteraan petani kakao masih di bawah garis kemiskinan. Hal ini terbukti dengan adanya konversi lahan yang dilakukan petani untuk berpindah ke tanaman lainnya yang lebih menguntungkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani melalui perbaikan kinerja pada rantai pasok agorindustri kakao di Kecamatan Larompong Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah analisa rantai nilai dengan menggunakan pengukuran kinerja analisa nilai tambah menggunakan model Hayami Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan model hayami diketahui bahwa  petani  akan memperoleh peningkatan nilai tambah sebesar 29% bila mengimplementasikan aktivitas GAP dan penjualan kakao ke kelompok tani UPH.  Nilai tambah awal yang diterima petani setiap kali produksi 1.520 kg kakao adalah sebesar Rp. 473.55. Kata kunci : kakao, kinerja rantai pasok, keberlanjutan
ANALISIS INFRASTRUKTUR DALAM RANGKA MENDUKUNG KETAHANAN AIR DI PROVINSI BANTEN
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 15, No 2 (2019): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractWater security is a very important aspect in the development of an area, because water is a major need for humans, the water currently used by humans is mostly surface water originating from rivers, although in some areas there is groundwater utilization. The aspect of water resistance is one of the important prerequisites for regional development. Banten Province as a supporting area for the capital city of DKI Jakarta is experiencing a fairly rapid regional development. Therefore we need a good water security concept for the province. This study aims to identify the existing water resource infrastructure in Banten province which is then linked to water security in the Banten province. The results of this study identified that at this time the condition of water resistance in Banten Province was in poor condition, especially at certain times. Based on the results of the GAP analysis, it shows that Banten Province is experiencing water deficiency, while the existing infrastructure is not yet able to function optimally to accommodate water. Although in fact the potential for the river area in Banten province is very abundant. In terms of quantity, water resistance in Banten Province is actually quite good, but in some parts of the watershed in Banten Province there are some water that is not of good quality, thus reducing the availability of clean water for Banten Province. The suggestions that can be made based on this research are to increase the water reservoir and then maximize the potential of the existing reservoir, then ensure the flow of water that is stored up to residential areas is of good quality. Keywords: water security, infrastructure, GAP analysis AbstrakKetahanan air merupakan aspek yang sangat penting dalam pengembangan sebuah wilayah, karena air merupakan kebutuhan utama bagi manusia, air yang saat ini dimanfaatkan oleh manusia sebagian besar merupakan air permukaan yang berasal dari sungai meskipun pada beberapa wilayah terdapat pemanfaatan air tanah. Aspek ketahanan air merupakan salah satu prasyarat penting dalam pengembangan kewilayahan. Provinsi Banten sebagai wilayah pendukung ibukota DKI Jakarta mengalami perkembangan wilayah yang cukup pesat. Oleh karena itu diperlukan sebuah konsep ketahanan air yang baik untuk provinsi tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi infrastruktur sumber daya air yang ada di provinsi banten yang kemudian dikaitkan dengan ketahanan air pada provinsi banten. Hasil penelitian ini teridentifikasi bahwa pada saat ini kondisi ketahanan air pada Provinsi Banten berada pada kondisi yang kurang baik, terutama pada waktu-waktu tertentu. Berdasarkan hasil GAP analisis menunjukkan bahwa Provinsi Banten mengalami defisi air, sementara infrastruktur yang ada saat ini belum dapat berfungsi secara maksimal untuk menampung air. Meskipun sebetulnya potensi wilayah sungai pada provinsi banten sangat berlimpah. Secara kuantitas ketahanan air pada provinsi banten sebetulnya cukup baik namun pada beberapa bagian DAS yang ada di Provinsi Banten terdapat beberapa air yang memiliki kualitas tidak baik sehingga mengurangi ketersediaan air bersih untuk Provinsi Banten. Adapun usulan yang dapat dilakukan berdasarkan penelitian ini adalah menambah tampungan air dan kemudian memaksimalkan potensi tampungan yang sudah ada sebelumnya, kemudian memastikan aliran air yang tertampung sampai kepada permukiman penduduk dengan kualitas yang baik. Kata kunci: ketahanan air, infrastruktur, GAP analisis
RANCANGAN ALAT PENGHEMAT BAHAN BAKAR MINYAK KENDARAAN BERMOTOR DENGAN MENGGUNAKAN AIR SEBAGAI SUPLEMENNYA
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 15, No 2 (2019): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractTransportation equipment in the form of motor vehicles is one of the largest fossil FUEL consumption in Indonesia. Various efforts are made to reduce the FUEL consumption rate, so that FUEL saving equipment that can be easily installed in a motor vehicle at an affordable price is one solution to improve FUEL consumption efficiency. The research aims to produce a FUEL-saving equipment design for motor vehicles, using the Brown water Electrolisa process as well as Mayer's injection method through the modification of material use and the form of various components of the tool design to get the most optimal Brown gas bubble. The optimal Gas produced causes a more perfect combustion process so that the results are cleaner and environmentally friendly. The design-forming component uses material that is easily obtained domestically. Through 2 (two) tests on the progress of 70% of this first year of research was achieved that: first, some metal material on the Electroliser device proved to be not made of stainless steel as expected so rusty. Secondly, there are 5 (five) variables and 12 (twelve) attributes that affect the amount of Brown gas that can be produced in the FUEL saving device for motor vehicles that use water as its supplies. The research was continued to acquire the most optimal variable and attribute combinations of drafts. Keywords: electrolisa water, brown gas, water for fuel cell AbstrakAlat transportasi berupa kendaraan bermotor merupakan salah satu pengkonsumsi BBM fosil terbesar di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk dapat mengurangi tingkat konsumsi BBM tersebut, maka alat penghemat BBM yang dapat dengan mudah dipasang di kendaraan bermotor dengan harga terjangkau merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi konsumsi BBM. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan alat penghemat BBM bagi kendaraan bermotor, dengan menggunakan proses elektrolisa air Brown serta metode injeksi Mayer melalui modifikasi penggunaan material maupun bentuk berbagai komponen rancangan alatnya untuk mendapatkan gelembung Brown gas yang paling optimal. Gas optimal yang.dihasilkan menyebabkan proses pembakaran yang lebih sempurna sehingga hasil pembakarannya pun menjadi lebih bersih dan ramah lingkungan. Komponen pembentuk rancangan menggunakan material yang mudah didapat di dalam negeri. Melalui 2 (dua) kali pengujian pada progres 70 % penelitian ditahun pertama ini diperoleh hasil bahwa: Pertama, beberapa material logam pada perangkat elektroliser ternyata terbukti tidak terbuat dari stainless steel seperti yang diharapkan sehingga berkarat. Kedua, ada 5 (lima) variable dan 12 (dua belas) atribut yang berpengaruh terhadap banyaknya gas Brown yang dapat di produksi Perangkat Penghemat BBM Kendaraan Bermotor yang menggunakan air sebagai supplemennya ini. Penelitian dilanjutkan untuk memperoleh kombinasi variable dan atribut yang paling optimal dari draft rancangan yang dibuat. Kata kunci : elektrolisa air, brown gas, water for fuel cell

Page 1 of 13 | Total Record : 127