cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
ANALISIS RANTAI PASOK RAJUNGAN (Portunus pelagicus) PT PHILLIPS SEAFOODS INDONESIA DI PEMALANG, JAWA TENGAH Pamuji, Lestiana Dwi; Mudzakir, Abdul Kohar; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Phllips Seafood Indonesia (Pemalang plant) selalu berupaya untuk memenangkan persaingan salah satunya dengan pengelolaan rantai pasok yang baik agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pasok Rajungan (Portunus pelagcus) dan efisiensi rantai pasok Rajungan (Portunus pelagicus). Metode yang digunakan pada penelitian ini metode analisis deskriptif untuk mengetahui anggota rantai pasok daging Rajungan (Potunus pelagicus) dengan wawancara 35 nelayan, 6 bakul dan 13 miniplant dan menganalisis efisiensi rantai pasok berupa analisis margin pemasaran dan penentuan pasokan daging Rajungan. Hasil dari penelitian yaitu saluran distribusi Rajungan (Portunus pelagicus) adalah nelayan – bakul – miniplant – PT Phillips Seafoods Indonesia – agen luar negeri – Phillips Seafoods store – konsumen. Miniplant yang memasok daging Rajungan (Portunus pelagicus) di PT Phillips Seafoods Indonesia (Pemalang plant) berasal dari 13 miniplant. Pada perusahaan terdapat 19 saluran pemasaran daging Rajungan (Portunus pelagicus), dari hasil perhitungan margin pemasaran, saluran pemasaran biaya operasional terkecil adalah saluran 7 dengan biaya Rp. 913 dan biaya operasional terbesar saluran 19 dengan biaya Rp. 2100. Sedangkan, dari hasil perhitungan biaya transportasi, diketahui bahwa kebutuhan minimal produksi perusahaan diperoleh dengan biaya transportasi minimal yang dikeluarkan adalah senilai Rp. 113.425.000. Kesimpulan yang diperoleh perusahaan dapat meminimumkan biaya transportasi dengan tetap memenuhi jumlah minimum pasokan harian.
ANALISIS BIOEKONOMI SUMBERDAYA IKAN PARI (Dasyatis sp.) DI PERAIRAN REMBANG Amir, Mohammad Faisal; Wijayanto, Dian; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Pari (Dasyatis sp.) merupakan salah satu komoditas yang mempunyai nilai ekonomis penting untuk daerah pemasaran pada skala lokal sebagai komoditi hasil perikanan laut. Kulit ikan Pari dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan dompet, tas, dan lain-lain, sehingga penangkapan ikan Pari meningkat pada beberapa tahun terakhir. TPI Tanjungsari selalu menghasilkan produksi ikan pari setiap tahunnya, sehingga perlu diadakan pengawasan terhadap sumberdaya ikan pari apakah telah terjadi overfishing atau belum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek bioekonomi, tingkat pemanfaatan dan tingkat pengupayaan sumberdaya ikan Pari di Perairan Rembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus dengan mengambil 19 nelayan cantrang sebagai responden. Kondisi bioekonomi sumberdaya ikan pari di perairan Rembang belum mengalami kondisi overfishing. Nilai catch dalam Maximum Suistainable Yield (MSY) adalah 83.842 Kg dengan jumlah trip penangkapan sebanyak 43.795, sedangkan nilai catch dalam Maximum Economic Yield (MEY) adalah 82.852 Kg dengan jumlah trip penangkapan sebanyak 39.037, sedangkan nilai catch dalam Open Acces Equilibrium (OAE) adalah 32.474 Kg dengan jumlah trip penangkapan sebanyak 78.074. Tingkat pemanfaatan rata-rata sumberdaya ikan Pari di perairan Rembang adalah 60,9%, tingkat pengupayaan rata-rata sumberdaya ikan Pari di perairan Rembang adalah 39,1%. Nilai Pemanfaatan sumberdaya ikan pari masih dapat ditingkatkan untuk mencapai tingkat pemanfaatan yang optimal.
EVALUASI TATA LETAK FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG KABUPATEN KENDAL Mumtazah, Lina Asna; Boesono, Herry; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan memiliki potensi dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat nelayan. Pelabuhan Perikanan ditujukan sebagai tempat kegiatan perikanan yang terdiri dari produksi perikanan, pengendalian dan pengawasan sumberdaya ikan, serta pemasarannya. Pengembangan pada Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang bergantung pada tingkat usaha perikanan pada masyarakat. Tata letak fasilitas sangat mempengaruhi aktivitas kegiatan perikanan di PPP Tawang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi tata letak fasilitas di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang. Metode analisis yang digunakan adalah Peta Keterkaitan Kegiatan (ARC) dan menggunakan metode tingkat pemanfaatan. Hasil penelitian diketahui bahwa tingkat pemanfaatan Tingkat pemanfaatan fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang didapatkan hasil, pemanfaatan kedalaman alur pelayaran atau kolam pelabuhan sebesar 95%, panjang dermaga sebesar 89%, dan Tempat Pelelangan Ikan sebesar 19%, terdapat adanya fasilitas yang tidak sesuai dengan peletakkan lokasi terhadap fungsi, derajat kedekatannya dan efisiensi jarak. Jenis fasilitas yang tidak sesuai dengan letaknya antara lain adalah Instalasi Air, Dermaga Istirahat, Dermaga Muat, Dermaga Bongkar dan Tempat Sampah yang harus diperbaiki lokasinya. Perbaikan dalam perencanaan ulang tata letak fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang diperlukan berdasarkan derajat kedekatannya, fungsi yang sesuai, dan efisiensi jarak.
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI HASIL TANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP GILLNET DI PERAIRAN KEBUMEN Kusumasuci, Woro; Sardiyatmo, Sardiyatmo; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penangkapan ikan memerlukan faktor-faktor produksi untuk memperoleh hasil tangkapan yang maksimal. Oleh karena itu dalam penelitian ini perlu diketahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil tangkapan Gillnet di perairan Kebumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang mempengaruhi hasil tangkapan nelayan gillnet, yang terdiri atas jumlah setting (X1), panjang jaring (X2), pengalaman nelayan (X3) dan konsumsi BBM (X3); menganalisis faktor produksi yang paling berpengaruh dan seberapa besar pengaruh faktor produksi terhadap hasil tangkapan nelayan gillnet; menganalisis perbedaan banyaknya hasil tangkapan antara gillnet 2 inchi dan gillnet 5 inchi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang bersifat deskriptif dan metode pengambilan sampel purposive sampling dengan 50 orang nelayan sebagai sampel dari total populasi 89 orang nelayan. Metode analisis yang digunakan berupa uji asumsi klasik dan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan hubungan faktor-faktor produksi dengan produksi hasil tangkapan dapat direpresentasikan dalam model fungsi Cobb-Douglas, yaitu: Ln Y = 0,33 + 0,55 ln X1 + 0,17 ln X2 – 0,06 ln X3 + 0,36 ln X4 untuk gillnet 2 inchi dan Ln Y = -2,87 + 0,21 ln X1 + 0,50 ln X2 + 0,24 ln X3 + 0,42 ln X4 untuk gillnet 5 inchi, sedangkan faktor-faktor yang berperan nyata pada unit penangkapan gillnet di perairan Kebumen adalah jumlah setting (X1), panjang jaring (X2), pengalaman nelayan (X3) dan Konsumsi BBM (X4). Serta nilai return to scale (skala hasil) alat tangkap gillnet 5 inchi yaitu 1,37 lebih besar daripada nilai return to scale (skala hasil) alat tangkap gillnet 2 inchi yaitu 1,02.
ANALISIS KINERJA KUD MINA MISOYO MAKMUR DALAM USAHA PERMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PEMALANG JAWA TENGAH Utami, Nadya Damayanti; Mudzakir, Abdul Kohar; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.714 KB)

Abstract

Analisis kinerja KUD Mina Misoyo Makmur sangat penting dalam pelayanan kepada anggotanya. Koperasi juga memiliki peranan penting dalam perekonomian rakyat, sebagai sarana untuk mewujudkan kesejahteraan bagi nelayan. Untuk mengetahui apakah suatu koperasi sudah baik maka koperasi tersebut perlu dilihat kinerjanya. Tujuan ini adalah untuk menganalisis kinerja usaha KUD Mina Misoyo Makmur dalam usaha simpan pinjamnya dan menganalisis kinerja KUD Mina Misoyo Makmur perspektif pelanggan dan anggota KUD dengan analisis Balanced Score Card (BSC). Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode studi kasus untuk menilai kinerja KUD. Alat analisis menggunakan Balanced Score Card (BSC) dengan 4 perspektif yaitu perspektif keuangan, perfsfektif pelanggan, perspektif bisnis internal serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Perspektif keuangan dihitung menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas. Metode pengambilan sample untuk angota KUD menggunkan metode quota sampling dan karyawan KUD menggunkan metode purposive sampling. Berdasarkan dari hasil penilaian kinerja KUD Mina Misoyo Makmur dengan BSC dapat diketahui total score yaitu 87,93% , nilai tersebut menunjukkan bahwa kinerja KUD Mina Misoyo Makmur termasuk ke dalam kategori baik. Dalam perspektif keuangan dengan rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas didapatkan total skor 17,5% kemudian perspektif pelanggan 25,59%, bisnis internal 25,34% dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan 19,5%. Hal ini menunjukkan bahwa KUD Mina Misoyo Makmur telah memberikan pelayanan terbaik terhadap anggotanya.
ANALISIS BIOEKONOMI MODEL GORDON-SCHAEFER SUMBERDAYA PENANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp) DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Agustakristi, Ribka Elda; Mudzakir, Abdul Kohar; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lobster (Panulirus sp) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Kabupaten Gunungkidul. Upaya penangkapan yang terus meningkat menyebabkan munculnya masalah mengenai terancamnya kelestarian stok sumberdaya lobster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan sumberdaya lobster di Kabupaten Gunungkidul dengan indikator MSY, MEY, OAE. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dan metode analisis data yang digunakan adalah bioekonomi Gordon-Schaefer. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data produksi selama 10 tahun dari tahun 2007-2016 sebagai data sekunder dan data trip penangkapan, data harga, dan biaya sebagai data primer. Hasil analisa bioekonomi model Gordon-Schaefer pada sumberdaya lobster (Panulirus sp) menunjukkan hasil sebagai berikut: nilai CMSY sebesar 52.938 kg dengan jumlah trip sebanyak 27.500 trip/tahun, nilai CMEY sebesar 47.734 kg dengan trip sebanyak 18.878 trip/tahun dan nilai COAE sebesar 45.575 kg dengan trip sebanyak 37.756 trip/tahun. Rata -rata keuntungan per tahun yang dihasilkan adalah Rp. 17.293.774,-. Secara biologi dan secara ekonomi, sumberdaya lobster ( Panulirus sp) di Kabupaten Gunungkidul dalam keadaan overfishing
ANALISIS HASIL TANGKAPAN PER UPAYA PENANGKAPAN DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN SUMBERDAYA IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) YANG DIDARATKAN DI PPN BRONDONG, LAMONGAN, JAWA TIMUR Azkia, Lana Izzul; Fitri, Aristi Dian Purnama; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.897 KB)

Abstract

Kakap Merah (Lutjanus sp.) merupakan komoditas ekspor yang memiliki harga rata-rata tertinggi dibandingkan ikan lainnya di PPN Brondong. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil tangkapan per upaya penangkapan sumberdaya Kakap Merah yang didaratkan di PPN Brondong dan menganalisis pola musim penangkapan sumberdaya ikan Kakap Merah yang didaratkan di PPN Brondong. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey dan deskriptif. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 90 orang responden. Metode analisis data yang digunakan untuk mengetahui hasil tangkapan per upaya penangkapan adalah analisis CPUE dan standarisasi alat tangkap sedangkan untuk mengetahui pola musim penangkapan digunakan metode rata-rata bergerak. Hasil penelitian menunjukkan nilai Hasil tangkapan per upaya penangkapan atau CPUE (Catch Per Unit Effort) sumberdaya Kakap merah yang didaratkan di PPN Brondong tahun  2008-2014 berfluktuasi dan cenderung mengalami penurunan dengan nilai rata-rata CPUE sebesar 3511,40 kg/trip/tahun. Berdasarkan nilai IMP diketahui bahwa musim puncak penangkapan Kakap merah terjadi pada bulan November.   Red snapper (Lutjanus sp.) is export comodity had the highest average price from the other fishes in Brondong Arcipelagic Fishing Port. The purpose of this research to analyze Catch Per Unit Effort of red snapper resources landed in Brondong Archipelagic Fishing Port, Lamongan and analyze fishing season pattern of red snapper resources landed in Brondong Archipelagic Fishing Port, Lamongan. The method in this research was survey and descriptive method. The sampling method was purposive sampling with 90 respondent. Data Analysis to know Catch Per Unit Effort used CPUE analysis and fishing gear standaritation method, while data analysis to know fishing season pattern used moving average method. The result showed that Catch Per Unit Effort of red snapper resources landed in Brondong Archipelagic Fishing Port, Lamongan have fluctuation and inclined to be down. Based on the index was known that the peak fishing season fishing occurs in November.
ANALISIS PENANGANAN (HANDLING) HASIL TANGKAPAN KAPAL PURSE SEINE YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) BAJOMULYO KABUPATEN PATI Hastrini, Ria; Rosyid, Abdul; Riyadi, Putut Har
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.291 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo adalah salah satu Pelabuhan Perikanan yangterletak di Provinsi Jawa Tengah. Purse seine merupakan alat tangkap dominan di TPI unit II PPPBajomulyo. Jumlah ikan layang (Decapterus spp) mencapai 86% dari seluruh hasil tangkapanpurse seine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan jenis hasil tangkapan kapalpurse seine, menganalisis penanganan dan kualitas hasil tangkapan kapal purse seine, danmenganalisis perbandingan jenis pengawetan freezer dan es yang digunakan kapal purse seine.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat studi kasus dengananalisa laboratorium. Hasil penelitian menujukkan bahwa nilai organoleptik sampel ikan layangpada kapal purse seine freezer sebesar 7.45    7.63 dan 7.51    7.76 dan kapal purse seinees sebesar 6.87    7.04 dan 6.88    7.07 . Pengujian formalin secara kualitatif terhadapkeempat sampel ikan layang menunjukkan hasil negatif yang berarti ikan tersebut tidakmengandung formalin. Nilai Angka Lempeng Total (ALT) sampel ikan dari kapal purse seinefreezer 55 dan 113 GT yaitu sebesar 9,3 x 103 dan 7,6 x 103 col/gram, lebih sedikit dibandingdengan es 49 dan 95 GT, yaitu 1,6 x 104 dan 1,1 x 104 col/gram, keempat sampel ikan layangtersebut masih dalam batas ambang SNI ALT yaitu dibawah 5 x 105 col/gram. Dari analisalaboratorium tersebut menunjukkan bahwa penanganan dengan jenis pengawetan freezer dankualitas ikan layang lebih baik jika dibandingkan dengan jenis pengawetan es.
ANALISIS KERAMAHAN LINGKUNGAN BUBU RAJUNGAN MODIFIKASI CELAH PELOLOSAN DI PERAIRAN KABUPATEN REMBANG Ummaiyah, Chahyawati; Fitri, Aristi Dian Purnama; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.432 KB)

Abstract

Kajian mengenai keramahan lingkungan perlu dilakukan pada semua alat penangkap ikan, agar tercipta alat tangkap yang ramah lingkungan, yaitu alat tangkap yang tidak merusak lingkungan dan sumberdaya ikan, sehingga akan terwujud perikanan tangkap yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian adalah menentukan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bubu modifikasi. Penelitian dilakukan pada bulan November 2016 di Perairan Rembang. Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental fishing dengan penambahan celah pelolosan dengan ukuran P x L yaitu 10 cm x 2 cm pada bubu rajungan A1 (tanpa celah), bubu A2(1 celah pelolosan), dan bubu A3 (2 celah pelolosan)   pada bubu rajungan. Hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) 236 ekor (65%), dan hasil tangkapan sampingan Kroyo (Paratelphusa maculata) 40 ekor (11%), Kerapu Macan (Ephinephelu fuscoguttatus) 20 ekor (6%), Keong Macan (Babylonia spirata) 68 ekor (18%). Ukuran rajungan yang telah matang gonad  CW (carapace weigth) 10,56 cm. Berdasarkan proporsi jumlah tangkapan (ekor) dan segi bobot tangkapan bubu A1, A2, dan A3 > 60%, maka dapat dikatakan ramah lingkungan, sedangkan hasil tangkapan sampingan (HTS) bubu ini A1, A2, dan A3 ramah lingkungan karena  > 60%. Berdasarkan data Lm (length at first maturity) rajungan, bubu A1 ramah lingkungan karena persentase jumlah tangkapan Lm > 10 cm, sedangkan bubu A2 dan A3 tidak ramah lingkungan karena Lm < 60%. 
PENGARUH PERBEDAAN TRANSPARANSI BUBU DAN UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN WADER (Rasbora argyrotaenia) DI RAWA JOMBOR, KABUPATEN KLATEN Norfahronni, Rizky Muhammadin; Asriyanto, -; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.469 KB)

Abstract

Kabupaten Klaten mempunyai banyak tujuan wisata budaya maupun alam. Salah satu obyek wisata yang terdapat dalam wilayah Klaten adalah obyek wisata Waduk Jombor atau lebih dikenal dengan sebutan Rawa Jombor. Rawa ini memiliki luas 198 ha dengan kedalaman mencapai 4,5 m dan memiliki daya tampung air 4 juta m3. Di Rawa Jombor sendiri ikan wader termasuk ikan yang memiliki nilai jual yang tinggi sebesar Rp.20.000,- perkilonya. Nelayan setempat biasanya menggukan alat tangkap bubu botol untuk proses penangkapan wader. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perbedaan trasparansi bubu, menganalisis pengaruh perbedaan pemberian umpan dan menganalisis ada tidaknya interaksi antara faktor transparansi bubu dan perbedaan umpan terhadap jumlah (ekor) dan berat (gram) hasil tangkapan ikan wader (Rasbora argyrotaenia). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental fishing. Berdasarkan hasil penelitian,  adanya pengaruh perbedaan antara transparansi bubu dengan hasil tangkapan bubu transparan 244 ekorseberat 1600 gram dan bubu tidak transparan 101 ekor seberat 660 gram, adanya pengaruh perbedaan permberian umpan dengan hasil tangkapan menggunakan umpan pelet 286 ekor seberat 1895 gram, terasi 59 ekor seberat 265 gram dan tanpa umpan kosong, serta tidak adanya interaksi antara faktor transparansi bubu dan perbedaan umpan dilihat dari nilai F sebesar 53,342 dan nilai probabillitasnya 0.086. Klaten has many cultural and natural tourist destinations. One of the tourism site that is exist with in the city is Jombor Reservoir or renowned as Rawa Jombor. The marsh has an area of 198 hectares with 4.5 meters depth and has capacity of 4 million m3 water. Wader fish on the marsh has economical value, each of them can be sold approximately Rp. 20.000,- /kg. Local fishermen usually use bottle traps as fishing gear to catch fishes. The purpose of this study was analyzing the effect of differences the effect of different bait, connection between the trap transparancy factor and differences between various baits to the amount and weight of cought wader fish (Rasbora argyrotaenia). This study used experimental fishing method. According to the result of the research, there were differences between trap transparancy with catching result. The results of transparancy trap were 244 fishes with 1600 grams weight and the traps are not transparent were 101 fishes with 660 grams weight and the effect of different bait with catching result using pellets bait were 286 fishes with 1.895 grams weight, shrimp were 59 fishes with 265 grams weight and without bait has no result, and there is no relation between trap transparancy and different bait according to F value of 53,342 and probability value is 0.086.

Page 1 of 38 | Total Record : 373