cover
Contact Name
Dina Kartika Maharani
Contact Email
dinakartika@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ujc@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Unesa Journal of Chemistry
  • unesa-journal-of-chemistry
  • Website
ISSN : -     EISSN : 22528180     DOI : -
UNESA Journal of Chemistry is published online by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia. 60231. Published 3 times a year (January, May and September) Aims and Scope: UNESA Journal of Chemistry is online Journal covering all aspects of Chemistry. The journal publishes original research paper and review articles.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Number 1, 2014" : 17 Documents clear
PENGARUH ASAM SITRAT DAN FITASE BACILLUS SUBTILIS HG PADA JAGUNG (ZEA MAYS L) TERHADAP BIOAVAILABILITAS MINERAL CA (IN-VITRO) THE EFFECT OF CITRIC ACID AND PHYTASE’S BACILLUS SUBTILIS HG IN CORN (ZEA MAYS L) TOWARDS THE BIOAVAILABILITY OF THE MINERAL CA (IN-VITRO) RATRI KURNIAWATI, YULIA
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Number 1, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asam sitrat dan fitase Bacillus subtilis HG pada jagung (Zea mays L) terhadap bioavilabilitas mineral Ca (in-vitro). Enzim fitase yang digunakan merupakan ekstrak kasar dari isolat Bacillus subtilis HG. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap. Tahap I adalah penentuan perlakuan terbaik dalam penurunan kadar asam fitat pada jagung 1) dengan variasi lama perendaman dan konsentrasi asam sitrat, 2) dengan variasi konsentrasi enzim fitase terhadap hasil tahap I.1. Tahap II adalah penentuan bioavailabilitas mineral Ca secara in-vitro. Data dianalisis secara berurutan pada tahap I.1 dan I.2 melalui anova dua arah dan anova satu arah, sedangkan pada tahap II dengan anova satu arah (α = 0,05). Hasil penelitian: 1) diperoleh perlakuan terbaik penurunan kadar asam fitat pada perendaman jagung dengan asam sitrat 9% selama 12 jam sebesar 32,45, sedangkan pada variasi konsentrasi enzim 250µL/50mL sebesar 50,09%. 2) bioavailabilitas mineral Ca secara in-vitro tertinggi sebesar 56,880% dari perlakuan perendaman jagung dengan asam sitrat 9% selama 12 jam dengan penambahan enzim fitase 250µL/50mL.   Kata kunci: asam fitat, asam sitrat, bioavailabilitas mineral Ca, fitase     Abstract. The purpose of the research is to know the effect of citric acid and phytase’s Bacillus subtilis HG in corn (Zea mays L) towards the bioavailability of the mineral Ca (in-vitro). Phytase enzyme used in this research is the extract of the Bacillus subtilis HG isolate. This research consists of two steps. The first step is determining the best treatment to reduce the amount of phytase enzyme in corn, 1) with the variation of  the submersion duration and the citric acid concentrate, 2) with the variation of the phytase enzyme concentrate towards the result of the step I.I. The second step is to determining the bioavailability of mineral Ca through in-vitro process. The data is analized consecutively in step I.1 and I.2, using two way anova and one way anova, whereas in step II using two way anova (α = 0,05) . The result of the research: 1) the best treatment to reduce the phytate acid is found in the immersion of corn with 9% citric acid for 12 hours in the amount of 32,45%, whereas in the variation of the concentration of enzyme 250µL/50mL in the amount of 50.09%. 2) The highest bioavailability of mineral Ca  through in-vitro is in the amount of 56.880% with 9% citric acid for 12 hours and with the increment of phytase enzyme 250µL/50mL.   Keyword: phytic acid, citric acid, bioavailability of mineral Ca, phytase.             
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIKANKER EKSTRAK METANOL TUMBUHAN PAKU ADIANTUM PHILIPPENSIS L. ANTIOXIDANT AND ANTICANCER ACTIVITIES OF METHANOL EXTRACT OF THE ADIANTUM PHILIPPENSIS L. FERN AYU RISKY, TIKA
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Number 1, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tumbuhan paku Adiantum philippensis L (kamuding) merupakan salah satu tumbuhan paku famili Adiantaceae yang telah dikenal dan dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Namun demikian kandungan kimia dan bioaktivitas tumbuhan tersebut belum banyak dilaporkan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak metanol bagian aerial tumbuhan paku Adiantum philippensis L. serta menentukan aktivitas antioksidan dan antikanker ekstrak tersebut. Uji kandungan kimia dilakukan dengan menggunakan peraksi Mayer, Dragendorf, dan Wagner untuk uji alkaloid, pereaksi FeCl3 untuk senyawa fenolik, tes Shinoda untuk flavonoid, dan tes Forth untuk saponin. Aktivitas antioksidan dan aktivitas antikanker ekstrak masing-masing ditentukan dengan metode DPPH dan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa ekstrak metanol bagian aerial tumbuhan paku Adiantum philippensis  mengandung senyawa metabolit sekunder golongan fenolik, flavonoid, dan alkaloid.  Ekstrak metanol bagian aerial tumbuhan paku Adiantum philippensis menunjukkan aktivitas antioksidan pada uji DPPH dengan harga IC50 sebesar 191,224 ppm dan menunjukkan aktivitas antikaker  pada uji BSLT dengan LC50 sebesar 401,556 ppm. Dengan demikian ekstrak metanol tersebut berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan antioksidan dan antikanker alami. Kata-kata kunci : Adiantum philippensis L., aktivitas antioksidan, aktivitas antikanker.   Abstract. Adiantum philippensis L. fern (kamuding fern) is one of the fern  in Adiantaceae’s family which is already known and used as ornamental plant. Therefore its chemical constituents and its bioactivity  were still not widely reported. The aims of this research are to know the group of compound contained in the methanol extract of Adiantum philippensis’ aerial parts and to determine its antioxidant and anticancer activities.  The chemical constituents test were conducted using Mayer, Dragendorf, and Wagner reagents for alkaloids, FeCl3 reagent for fenolic compounds, Shinoda test for flavonoids, and Forth test for saponin. Antioxidant and anticancer activity of extract were  determined by DPPH method and Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). The results of qualitative test  showed that methanol extract of Adiantum philippensis’ aerial parts contained secondary metabolites  of fenolic compounds, flavonoid, and alkaloid. Methanol extract of Adiantum philippensis’ aerial parts showed  antioxidant activity at DPPH test with IC50 of 191.224 ppm and anticancer activity at BSLT  with LC50 ­ of 401.556 ppm. Thus methanol extract of Adiantum philippensis have potency to develope as natural antoxidant and anticancer agents. Keywords : Adiantum philippensis L., antioxidant activity, anticancer activity
UJI AKTIVITAS NANOGOLD SEBAGAI PEREDAM RADIKAL BEBAS 1,1-DIFENIL-2-PIKRILHIDRAZIL (DPPH)  DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI TIGA PANJANG GELOMBANG SCAVENGING ACTIVITY TEST  OF 1,1-DIFENIL-2-PIKRILHIDRAZIL (DPPH) FREE RADICAL BY NANOGOLD WITH SPECTROPHOTOMETRY METHODS SUDHANA, ISRAWAN
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Number 1, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi nanogold terhadap peredaman radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil dengan pengukuran tiga panjang gelombang, serta untuk mengetahui berapa besar konsentrasi efektif nanogold yang dapat meredam 50% DPPH (EC50). Konsentrasi larutan nanogold yang digunakan adalah 5 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm yang masing-masing konsentrasi diambil 0,3 ml kemudian ditambahkan DPPH sampai 3 ml sehingga konsentrasi masing-masing menjadi 0,5 ppm, 1,0 ppm, 2,0 ppm, 3,0 ppm, 4,0 ppm. Penelitian ini menggunakan spektrofotometer UV-Vis merk Shimadzu tipe 1800 pada tiga panjang gelombang yaitu 497,83 nm, 517,39 nm, 536,96 nm dengan interval waktu 3; 10; 20 menit. Nilai EC50 masing-masing pada interval waktu 3; 10; 20 menit berturut-turut adalah 3,26 ppm, 2,5 ppm, dan 2,18 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi nanogold semakin besar pula persen peredaman terhadap senyawa DPPH.   Kata kunci: nanogold, antioksidan,DPPH, tiga panjang gelombang      Abstract. The purpose of this research is to find out the influence of the activity of nanogold as free radicals scavengers 1,1-diphenyl-2-pikrilhidrazyl using three wavelengths of spectroscopy method, and also to find out the effective concentration of nanogold that can reduced 50% of DPPH (EC50). Nanogold concentration used was 5 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm, which had been taken 0,3 ml and then added by DPPH up to 3 ml for each concentration, so the final concentration becomes 0,5 ppm, 1,0 ppm, 2,0 ppm, 3,0 ppm, 4,0 ppm. The experiment used Shimadzu’s spectrophotometer UV-Vis 1800 on  three wavelengths are 497,83 nm, 517,39 nm, 536,96 nm with time interval 3; 10; 20 minutes respectively. The value of EC-50 at 3; 10; 20 minutes are 3,26 ppm, 2,5 ppm, and 2,18 ppm. The result shows that the higher the concentration nanogold, the higher its capacity to reduce the free radicals.   Keywords: nanogold, antioxidant, DPPH, three wavelengths.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KITOSAN-CA-ALGINAT PREPARATION AND CHARACTERIZATION OF CHITOSAN-CA–ALGINATE MEMBRANE NIKMAH, FARIDATUN
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Number 1, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan membran kitosan - Ca - alginat dan pemanfaatannya sebagai penyaring fosfat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik membran serta aplikasi membran sebagai penyaring fosfat. Membran kitosan – Ca - alginat dibuat dengan cara mencampurkan larutan kitosan dan larutan alginat dengan perbandingan 3;1 (v/v) pada pH 4,92, sedangkan konsentrasi kalsium divariasi, yaitu 0; 0,05; 0,1; dan 0,2 M. Membran kitosan – Ca - alginat dilakukan karakterisasi fisika dan kimia meliputi uji sifat mekanik menggunakan autograph, uji kemampuan mengembang (swelling), analisis morfologi dan ukuran pori membran menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM), analisis gugus fungsional menggunakan Spektrofotometri FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat mekanik membran dipengaruhi oleh penambahan kalsium, semakin tinggi konsentrasi kalsium dalam membran, maka nilai modulus young juga semakin tinggi. Pada uji swelling dihasilkan bahwa semakin tinggi konsentrasi kalsium dalam membran maka kemampuan mengembang semakin kecil. Hasil dari SEM menunjukkan membran kitosan – Ca - alginat dengan penyaringan dan penambahan kalsium 0,1 M (MKCA-P 0,1) termasuk dalam rentang membran ultrafiltrasi, sedangkan membran kitosan - alginat (MKA) dan membran kitosan – Ca – alginat dengan penyaringan dan penambahan kalsium 0,05 M (MKCA-P 0,05) termasuk dalam rentang membran mikrofiltrasi. Analisis gugus fungsional berdasarkan spektra IR menunjukkan bahwa adanya pergeseran, kenaikan dan penurunan intensitas untuk serapan pada vibrasi ulur –OH, ulur C=O sym, ulur -C-O dan Na-O, terdapat tumpang tindih serapan pada vibrasi tekuk –NH dan ulur C=O asym, serta hilangnya serapan vibrasi ulur –CH.   Kata-kata kunci: Membran, Kitosan –Ca - Alginat, Fosfat.   Abstract.  The research about syntesis chitosan–Ca–alginate membrane and its utilization as phosphate filter has been done. The purpose of this study was to determine the characteristics of chitosan – Ca – alginate membrane and applications as a phosphate filter.  Chitosan - Ca - alginate membrane preparated ??by mixing chitosan solution and alginate solution with ratio of chitosan and algnate 3:1 (v/v) at pH 4.92, while the calcium concentration was varied, which is 0 ; 0.05, 0.1, and 0.2 M. Chemical and physical characterization of chitosan – Ca – alginate membrane included mechanical properties test using autographs, test capability expands (swelling test), analysis of morphology and pore size of the membrane using Scanning Electron Microscopy (SEM), and analysis of functional groups using FTIR (Fourier Transform Infra Red) spectrophotometry. The results showed that the mechanical properties of membrane is affected by the addition of calcium, the higher the concentration of calcium in the membrane, then the value of modulus young is also higher. In the swelling test result that the higher the concentration of calcium in the membrane expands the ability of the smaller. The results of SEM showed chitosan - Ca - alginate membrane with filtering and addition of 0.1 M calcium (MKCA - P 0.1) are included in the range of ultrafiltration membrane, while the chitosan - alginate membrane (MKA) and chitosan - Ca - alginate membrane with filtering and the addition of 0.05 M calcium (MKCA - P 0.05) are included in the range of microfiltration membrane. Analysis of functional groups by IR spectra indicate that the shift, the increase and decrease in the intensity of absorption for the vibration –OH stretching, C=O sym stretching, -CO stretching and Na-O, there is overlap in the absorption for the vibration -NH bending and C=O asym stretching, as well as the loss in the absorpsi of vibration -CH stretching.   Keywords : Membrane, Chitosan - Ca - Alginate, Phosphate.
EFFECT OF TEMPERATURE AND PH ON SWEET POTATO STARCH RESIDUE FERMENTATION TO PRODUCE BIOHYDROGEN THROUGH DARK­-FERMENTATION USING YEAST ANDARU P, FAJAR
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Number 1, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur fermentasi dan pengaruh pH fermentasi terhadap produksi biohidrogen melalui dark-fermentation dengan substrat limbah padat tapioka menggunakan kultur ragi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fermentasi dalam sistem batch dimana biohidrogen hasil fermentasi diukur melalui metode analisis kromatografi gas. Variabel yang diujikan adalah temperatur ruang, 30 oC, 35 oC, 40 oC, dan 45 oC untuk pengaruh temperatur dan pH 4,0; 5,0; 6,0; dan 7,0 untuk pengaruh pH. Hasil uji statistik anova satu jalur menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan pada perlakuan temperatur (p = 0,000 < 0,05) dan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan pada perlakuan pH (p = 0,022 < 0,05). Dapat diartikan bahwa temperatur dan pH mempengaruhi produksi biohidrogen melalui fermentasi gelap. Temperatur optimum untuk memproduksi gas biohidrogen adalah 27 oC dengan perolehan sebesar 16,4230% dan pH optimum 5,0 dengan perolehan 7,1458%. Kata kunci: dark-fermentation, hydrogen, limbah padat tapioka, ragi   Abstract. Effect of fermentation temperature and fermentation pH on sweet potato residue fermentation using yeast by dark fermentation to produce biohydrogen was conducted. This experiment used fermentation method in batch system and the produced hydrogen measured by gas chromatography analysis method. The variable tested was room temperature, 30 oC, 35 oC, 40 oC, and 45 oC to investigate the effect of temperature and pH 4,0; 5,0; 6,0; dan 7,0 to investigate the effect of fermentation pH. Statistical test result showed that there was a significant difference in temperature variations (p = 0,000 < 0,05) and there was a significant difference in pH variations (p = 0,022 < 0,05). Temperature and pH affecting biohydrogen production through dark fermentation. The optimum temperature to product biohydrogen was 27 oC (16,4230% biohydrogen yield) and optimum pH at 5,0 (7,1458% biohydrogen yield). Keywords: dark-fermentation, hydrogen,  potato starch residue, yeast
PENGARUH PENAMBAHAN ADITIF ALKIL NITRAT YANG DISINTESIS DARI BIODIESEL MINYAK BIJI KAPUK (CEIBA PENTANDRA) TERHADAP KENAIKAN ANGKA SETANA SOLAR THE EFFECT OF ADDITION ADDITIVE ALKYL NITRATE SYNTHESIZED BIODIESEL VALUE OF KAPUK SEEDS OIL (CEIBA PENTANDRA) INCREASE OF CETANE NUMBER OF SOLAR CAHYONO, EKO
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Number 1, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik Alkil nitrat yang disintesis dari biodiesel minyak biji kapuk serta pengaruh penambahannya terhadap kenaikan angka setana solar. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu: 1) Tahap sintesis alkil nitrat dari biodiesel minyak biji kapuk. Pembuatan biodiesel minyak biji kapuk sesuai dengan penelitian [1], sedangkan sintesis aditif alkil nitrat dilakukan dengan cara menambahkan biodiesel minyak biji kapuk ke dalam campuran pereaksi asam nitrat dan asam sulfat selama 4 jam  pada temperatur 10-15 oC. Karakterisasi gugus fungsinya menggunakan instrument Fourier Transform Infrared (FTIR) dan dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan data FTIR metil ester sebelum nitrasi dan sesudah nitrasi 2) Peningkatan angka setana solar setelah  penambahan alkil nitrat  dengan variasi volume  alkil nitrat terhadap solar sebesar 0%, 0,5%, 1%, 1,5% dan  2% dianalisis menggunakan  analisis varian satu arah. Karakteristik alkil nitrat diketahui mengandung gugus nitro dan nitrat yang ditunjukkan oleh spektrum serapan pada bilangan gelombang 1545 cm-1 dan 1638 cm-1. Peningkatan angka setana solar setelah penambahan alkil nitrat sebanyak  0%, 0,5%, 1%, 1,5%, 2%, berturut-turut ialah 0; 1,18; 2,01; 2,62; 3,46. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa: 1) Karakteristik gugus fungsi alkil nitrat menunjukkan adanya gugus nitro dan nitrat, 2) Penambahan alkil nitrat pada solar berpengaruh signifikan terhadap kenaikan angka setana solar.   Kata Kunci: alkil nitrat, biodiesel minyak biji kapuk, angka setana   Abstract. Research has been conducted in order to determine the characteristics of alkyl nitrate synthesized from cotton seed oil biodiesel as well as the effect of the addition to the increase in diesel cetane numbers. The study consisted of two phases: 1) Phase synthesis of alkyl nitrates from cotton seed oil biodiesel. Manufacture of cotton seed oil biodiesel according to research [1], while the additive synthesis of alkyl nitrates is done by adding cotton seed oil biodiesel into the reactant mixture of nitric acid and sulfuric acid for 4 hours at a temperature of 10-15 oC. Characterization of the instrument cluster functions using Fourier Transform Infrared (FTIR) and analyzed descriptively by comparing FTIR methyl ester of data before and after nitration. 2) Increasing the cetane number of diesel after the addition of alkyl nitrates with alkyl nitrates volume variation of the solar at 0%, 0.5%, 1%, 1.5% and 2% were analyzed using one-way analysis of variance. Characteristics of alkyl nitrate is known to contain nitro groups and nitrate indicated by the absorption spectra in the wave number 1545 cm-1 and 1638 cm-1. Increasing cetane number of diesel after the addition of alkyl nitrates as 0%, 0.5%, 1%, 1.5%, 2%, a row is 0; 1.18; 2.01; 2.62; 3.46. Based on the results of data analysis found that: 1) Characteristics of alkyl groups showed nitrate and nitrate nitro groups, 2) Addition of alkyl nitrate in diesel significant effect on the increase in cetane number of diesel.   Keywords: alkyl nitrate, synthesized biodiesel value of kapuk seeds oil, cetane number
PENGARUH SUHU KALSINASI TERHADAP UKURAN KRISTAL DAN ENERGI CELAH PITA KOMPOSIT TIO2-SIO2 THE EFFECT OF CALCINATION TEMPERATURE ON THE CRYSTAL SIZE AND THE BAND GAP ENERGY TIO2-SIO2 COMPOSITES YUSEFAH, DIAN
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Number 1, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pengaruh suhu kalsinasi terhadap ukuran kristal dan energi celah pita pada komposit TiO2-SiO2 telah dilakukan pada penelitian ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu kalsinasi terhadap fasa, komposisi, dan ukuran kristal serta energi celah pita komposit TiO2-SiO2. Sintesis komposit dilakukan dengan metode sol gel menggunakan natrium silikat dan TiO2 standar sebagai prekursor yang diikuti dengan perlakuan kalsinasi pada suhu 300o, 400o, dan 500oC. Komposit TiO2-SiO2 yang telah dibuat dikarakterisasi dengan difraksi sinar-X (XRD), spektrofotometri difusi reflaktansi UV-Vis (SDR UV-Vis), dan spektrofotometri fourier transform infrared (FTIR). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa komposit yang dikalsinasi pada suhu 400oC memiliki karakteristik terbaik yaitu dengan komposisi fasa anatase 84,6481%%, rutil 0,4746%, dan brookite 14,8773%. Ukuran kristal komposit TiO2-SiO2 yang disintesis pada suhu kalsinasi 300o, 400o, dan 500oC masing-masing sebesar 23,6464 nm, 22,8582 nm, dan 20,7802 nm. Energi celah pita yang dihasilkan komposit  TiO2-SiO2 yang disintesis pada suhu kalsinasi 300o, 400o, dan 500oC masing-masing sebesar 3,1533 eV, 3,1694 eV, dan 3,1623 eV.   Kata Kunci: Komposit TiO2-SiO2, metode sol gel, natrium silikat,  ukuran kristal dan energi celah pita.   Abstract. Effect of calcination temperature on the crystal size and the band gap energy of TiO2-SiO2 composites have been conducted in this study. The purpose of this research to determine the effect of calcination temperature on the phase, composition, size of crystal, and the band gap energy TiO2-SiO2 composite. The synthesis was conducted by sol gel method using sodium silicate and TiO2 standard as precursors followed by calcination treatment at 300o, 400o, dan 500oC. The results of the synthesis TiO2-SiO2 composite were characterized by X-ray diffraction (XRD), UV-Vis diffuse refflectance spectrophotometry (DRS UV-Vis), and fourier transform infrared spectrophotometry (FTIR). The characterization shows that TiO2-SiO2 photocatalyst in the calcination temperature of 400oC has optimum is anatase phase composition 84,6481%%, rutil 0,4746%, dan brookite 14,8773%. The crystallite size of TiO2-SiO2 photocatalyst in the calcination temperature 300o, 400o, dan 500oC with each 23,6464  nm, 22,8582 nm, dan 20,7802 nm. The bandgap  energy of TiO2-SiO2 photocatalyst in the calcination temperature 300o, 400o, dan 500oC with each 3,1533 eV, 3,1694 eV, dan 3,1623 eV.   Keywords: TiO2-SiO2 composite, methode sol gel, sodium silicate, crystallite size  dan band gap energy.
PEMBUATAN ELEKTRODA PASTA KARBON TERMODIFIKASI BENTONIT UNTUK ANALISIS  KADMIUM (II) DENGAN ION PENGGANGGU ALUMINIUM (III) DAN TEMBAGA (II) SECARA VOLTAMETRI MANUFACTURE OF BENTONITE MODIFIED CARBON PASTE ELECTRODE FOR THE ANALYSIS OF CADMIUM (II) ION DISRUPTOR WITH ALUMINUM (III) AND COPPER (II) IN VOLTAMMETRY SULIANA, AYU
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Number 1, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan komposisi karbon, parafin, bentonit yang terbaik, menentukan kondisi pH optimum dan menentukan pengaruh ion logam Al(III) dan Cu(II) terhadap selektivitas elektroda pasta karbon termodifikasi bentonit pada analisis Cd(II). Elektroda pasta karbon termodifikasi bentonit (EPKB) yaitu dibuat dari sejumlah komposisi tertentu yaitu karbon, parafin, dan bentonit yang dicampurkan hingga menjadi pasta, digunakan perbandingan masing-masing 4:4:2, 3:4:3, 2:4:4, dan 1:4:5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EPKB terbaik adalah perbandingan 1:4:5 dengan dihasilkan puncak yang cukup baik, hal ini ditunjukkan dengan nilai regresi linier sebesar 0,97954. Setelah diperoleh elektroda pasta karbon dengan variasi komposisi yang terbaik, dilakukan pengukuran untuk mengetahui kondisi pH optimum, yaitu dengan penambahan larutan buffer sitrat pH 3, 4, 5, dan 6. Kondisi pH optimum yang diperoleh dari pengukuran Cd(II) dengan larutan buffer sitrat adalah pH 6. Interferensi dari logam penganggu Cu(II) dan Al(III) mempengaruhi arus puncak Cd(II), arus puncak menurun setelah ditambahkan logam pengganggu. Kata Kunci: Elektroda pasta karbon termodifikasi bentonit, Kadmium (II), Ion pengganggu, Voltametri   Abstract.This research aims to know the influence of carbon composition comparison, paraffin, bentonite, determining the best conditions of pH and determine the influence of optimum metal ion Al (III) and Cu (II) against a carbon paste electrode selectivity of bentonite modified on Cd (II) analysis. Modified carbon paste electrodes bentonite (EPKB) which is made up of a number of specified composition which are carbon, bentonite, and paraffin together into a paste, used a comparison of each of the 4: 4: 2, 3: 4: 3, 2: 4: 4, and 1: 4: 5. The results showed that the best EPKB is the ratio 1: 4: 5 with obtained right peak, this is indicated by the value of the linear regression of 0,97954. After the carbon paste electrode obtained by variations of the best compositions, performed measurements to determine the optimum pH conditions, i.e. with the addition of citrate buffer solution pH of 3, 4, 5, and 6. The optimum pH conditions obtained from the measurement of Cd (II) citrate buffer solution with pH was 6. Interference from metal disruptor Cu(II) and Al(III) influence the peak current of Cd(II) descend after added metal disruptor.   Keywords: Bentonitemodifiedcarbon paste electrode, Cadmium (II), Ion disruptor, Voltammetry
AKTIVASI KULIT PISANG KEPOK (MUSA ACUMINATE L.) DENGAN H2SO4 DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN ION LOGAM CR(VI) ACTIVATION OF BANANA PEEL (MUSA ACUMINATE L.) WITH H2SO4 AND APPLICATION AS ADSORBENT METAL ION CR(VI) SHERLY, ANTINTIA
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Number 1, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang kulit pisang kepok teraktivasi H2SO4 yang diaplikasikan untuk mengadsorpsi ion logam CrVI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kulit pisang kepok, konsentrasi H2SO4 optimum yang digunakan untuk aktivasi dan kapasitas adsorpsi ion logam Cr(VI) oleh kulit pisang kepok. Penelitian ini diawali dengan pembuatan adsorben kulit pisang kepok dengan ukuran 100 mesh. Selanjutnya kulit pisang kepok dikarakterisasi dengan spektrofotometer FTIR untuk mengidentifikasi gugus-gugus fungsional dan Gas Sorption Analyzer (GSA)  untuk menentukan luas permukaan. Kulit pisang kepok yang didapat diaktivasi pada berbagai konsentrasi H2SO4 dan untuk diuji kemampuan adsorpsinya terhadap ion logam Cr(VI). Hasil penelitian ini menunjukkan kadar air kulit pisang kepok sebesar 16,69%. Karakterisasi dengan FTIR menunjukkan munculnya spektra pada bilangan gelombang 3434,51 cm-1 yang merupakan vibrasi ulur –OH, vibrasi regangan –C=N pada bilangan gelombang 2346,42 cm-1, vibrasi –NH tekuk pada bilangan gelombang 1637,26 cm-1, dan vibrasi regangan –C-O pada bilangan gelombang 1064,16 cm-1. Luas permukaan kulit pisang kepok sebesar 0,43 m2/g, setelah diaktivasi meningkat sebesar 16,53 m2/g. Aktivasi kulit pisang kepok dengan H2SO4 mencapai optimum pada konsentrasi 2 M dengan ion logam Cr(VI) yang terserap sebesar 3,94 x 10-1 mol/g.   Kata Kunci: kulit pisang kepok, konsentrasi H2SO4, ion logam Cr(VI).   Abstract.  It had been done a research about application of banana peel activated by H2SO4 for adsorption the metal ion Cr(VI). The aim of this research to investigate the characteristic of banana peel, optimum concentration H2SO4 that used to activation, and adsorption capacity metal ion Cr(VI) by banana peel. The research started with powdered banana peel size of 100 mesh. Furthermore banana peel characterized by FTIR spectrophotometer to identifyed functional groups and Gas Sorption Analyzer (GSA) to determine the surface area. Banana peels obtained activated at various concentration H2SO4 and tested adsorption capacity to metal ion Cr(VI). The result of the research showed that banana peel water content was equal to 16.69%. Characterization by FTIR showed that the spectra of banana peels appears some wave number at 3434.51 cm-1 wich was the –OH stretching vibration, -C=N stretching vibration in 2346.42 cm-1, -NH bending vibration in 1637.26 cm-1, and –C-O stretching vibration in 1064.16 cm-1. Banana peel surface area was equal to 0.43 m2/g, and after activated was equal to 16.53 m2/g. The banana peel activated by H2SO4 held optimum at concentration 2 M with metal ion Cr(VI) adsorbed was equal to 3.94 x 10-1 mol/g.   Keywords: banana peel, concentration H2SO4, metal ion Cr(VI).
KINETIKA ADSORPSI ION LOGAM NI(II) OLEH HIBRIDA AMINO SILIKA DALAM LARUTAN YANG MENGANDUNG ION LOGAM PESAING CR(III) ADSORPTION KINETICS OF  NI(II) METAL ION BY  SILICA AMINO HYBRID  IN  SOLUTION  CONTAINING CR(III) METAL ION COMPETITORS MEI WULANDARI, ANITA
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Number 1, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang adsorpsi Ni(II) oleh hibrida amino silika dalam larutan yang mengandung ion logam pesaing Cr(III) telah dilakukan. Hibrida amino silika disintesis dengan dua proses yaitu sol gel dan  grafting. Tujuan penelitian ini untuk 1)mengetahui gugus fungsional hibrida amino silika dari kedua proses, 2) pengaruh pH sistem, dan 3) model kinetikanya. Konsentrasi  ion logam Ni(II) sisa pada percobaan pengaruh pH sistem diukur dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Penelitian ini mengikuti metode eksperimental. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: 1) gugus fungsional hibrida amino silika proses sol gel dan grafting yang dikaji dengan spektra inframerah menunjukkan adany serapan pada 1641, 86 dan 1643,73 cm-1 yang menunjukkan vibrasi tekuk –NH2 serta 2937,88 dan 2931, 42 cm-1 yang menunjukkan vibrasi ulur –CH2-  dari aminopropil, 2) Adsorpsi ion logam Ni(II)  terjadi secara maksimum  pada pH 6 yaitu 46,3512 % untuk hibrida amino silika proses sol gel dan 66,5932% untuk hibrida amino silika proses grafting, adsorpsi ion logam Ni(II) dalam larutan yang mengandung ion logam pesaing Cr(III) terjadi secara maksimum  pada pH 5 yaitu 13,1833% untuk hibrida amino silika proses sol gel dan 48,7998% untuk hibrida amino silika proses grafting, adanya ion Cr(III) membuat jumlah Ni(II) yang teradsorpsi sedikit berkurang, 3) Model kinetika yang sesuai untuk adsorpsi ion logam Ni(II) tanpa dan dengan ion logam pesaing Cr(III) oleh hibrida amino silika adalah orde satu mencapai kesetimbangan.   Kata Kunci: adsorpsiNi(II), hibrida amino silika, sol gel, grafting,             Abstract.  The research of adsorption Ni(II) metal ion by silica amino hybrid in  solution containing Cr(III) metal ion competitors has been done. Silica amino hybrid was made in two processes, sol gel and grafting. The purposes of this research was 1) to determine the functional group of silica amino hybrid from the two processes by, 2)the influence of pH system and 3) its kinetic model. The remains concentration of Ni(II) in the experimental influence of pH system was measured by Atomic Absorption Spectrophotometer. This research follows experimental method. The results obtained are: 1) the functional groups of silica amino hybrid sol-gel and grafting indicated that there were an  uptake in 1641, 86 and 1643,73 cm-1 indicate the bending vibration of –NH2 and also 2937, 88 and 2931, 42 cm-1 indicate the stretching vibration of –CH2- from aminoprophyl, 2) adsorption Ni(II) metal ion by silica amino hybrid occurring maximum at pH 6 is 46,3512 % for silica amino hybrid sol gel process; 66,5932% for silica amino hybrid grafting process,  adsorption Ni(II) metal ion with Cr(III) metal ion competitors occurring maximum at pH 5 13,1833% for silica amino hybrid sol gel process; 48,7998% for silica amino hybrid grafting process, the present of ion Cr(III) reduced the number of Ni(II) adsorbed, and 3) adsorption Ni(II) with and without metal ion competitors follow first order reached equilibrium.   Keywords: adsorption Ni(II), silica amino hybrid, sol gel, grafting

Page 1 of 2 | Total Record : 17