cover
Contact Name
Dina Kartika Maharani
Contact Email
dinakartika@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ujc@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Unesa Journal of Chemistry
  • unesa-journal-of-chemistry
  • Website
ISSN : -     EISSN : 22528180     DOI : -
UNESA Journal of Chemistry is published online by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia. 60231. Published 3 times a year (January, May and September) Aims and Scope: UNESA Journal of Chemistry is online Journal covering all aspects of Chemistry. The journal publishes original research paper and review articles.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Number 2, 2014" : 10 Documents clear
UJI BIOINSEKTISIDA DAN FRAKSI NON-POLAR EKSTRAK KLOROFORM KULIT BATANG TUMBUHAN NYIRI BATU (XYLOCARPUS MOLUCCENSIS) BIOINSECTICIDES TEST OF ISOLATES AND NON-POLAR FRACTION OF CHLOROFORM  EXCTRACT PLANT BARK NYIRI BATU (XYLOCARPUS MOLUCCENSIS) DWI SETYORAHAYU, YUNITA
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Number 2, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian mengenai uji bioinsektisida isolat dan fraksi non-polar ekstrak kloroform kulit batang tumbuhan nyiri batu (Xylocarpus moluccensis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioaktivitas insektisida isolat dan fraksi non-polar ekstrak kloroform kulit batang tumbuhan nyiri batu (Xylocarpus moluccensis) terhadap hewan uji ulat grayak (Spodoptera littura) pada instar ketiga. Isolat yang didapatkan merupakan senyawa scopoletin yang akan digunakan untuk uji bioinsektisida terhadap aktivitas ulat grayak. Pengujian bioinsektisida untuk isolat dari ekstrak kloroform kulit batang tumbuhan nyiri batu (IKNB) menggunakan 6 variasi (2, 4, 8, 16, 32 dan 64 mg/L) dan untuk pengujian bioinsektisida fraksi non-polar dari ekstrak kloroform kulit batang tumbuhan nyiri batu (FNPKNB)menggunakan 6 variasi (20, 40, 80, 160, 320 dan 640 mg/L) yang diamati selama 3 hsp, memberikan nilai LC50 pada 3 hsp masing-masing adalah 856,931 dan 106,834 mg/L. Kata kunci: bioinsektisida, fraksi non-polar, isolat, nyiri batu.  Abstract. Research has been conducted on the test isolates bioinsecticide and non-polar fraction of chloroform exctract plant bark nyiri batu (Xylocarpus moluccensis). This research aims determine the bioactivity of insecticide isolates and non-polar fraction of chloroform exctract plant bark nyiri batu (Xylocarpus molucccensis) to test animals armyworm (Spodoptera littura). Isolates that have been obtained are compounds scopoletin which will be used to test bioinsecticide against armyworm activity. Bioinsecticide testing for isolates from nthe chloroform extract of the stem bark nyiri batu (IKNB) using 6 variations (2, 4, 8, 16, 32 dan 64 mg/L)  and for testing bioinsecticide non-polar fraction of the chloroform exctract of the stem bark nyiri batu plants (FNPKNB) using 6 variations (20, 40, 80, 160, 320 and 640 mg/L) were observed during 3 hsp giving LC50 values at each are 856,931 and 106,834 mg/L. Keyword: bioinsecticide, isolates, non-polar fraction, nyiri batu.
FITOKIMIA DAN UJI BIOINSEKTISIDA ISOLAT DARI EKSTRAK KULIT BATANG TUMBUHAN NYIRI BATU TERHADAP ULAT GRAYAK PHYTOCHEMICAL AND BIO-INSECTICIDES TEST ISOLATES FROM STEM BARK OF NYIRI BATU PLANTS EXTRACT AGAINST ARMYWORM (SPODOPTERA LITURA) AINI, NURUL
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Number 2, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang uji fitokimia dan uji bioinsektisida isolat dari ekstrak kulit batang tumbuhan nyiri batu (Xylocarpus moluccencis) terhadap ulat grayak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia kulit batang tumbuhan nyiri batu serta untuk mengetahui  potensi isolat kloroform  sebagai insektisida nabati yang dapat membunuh ulat grayak Spodoptera litura. Kandungan kimia yang diuji pada penelitian ini meliputi alkaloid, steroid/triterpenoid, flavonoid, tanin, saponin, fenolik, dan aromatik. Sementara untuk uji bioinsektisida jenis ulat grayak yang digunakan yaitu Spodoptera litura instar ketiga. Pada uji bioinsektisida ini menggunakan 7 variasi konsentrasi (0, 2, 4, 8, 16, 32 dan 64 mg/L) yang diamati selama 3 hari. Nilai LC50 ditentukan dengan analisis probit menggunakan program Minitab versi 14. Hasil penelitian untuk uji fitokimia  menunjukkan bahwa kulit batang tumbuhan nyiri batu mengandung komponen kimia yakni steroid, fenolik, flavonoid, saponin, dan tanin. Kemudian hasil penelitian untuk uji bioinsektisida isolat  kloroform nyiri batu dapat mematikan ulat grayak Spodoptera litura instar ketiga dengan nilai LC50 sebesar 98,6339 mg/L. Kata kunci: fitokimia, bioinsektisida, nyiri batu, ulat grayak.   Abstract. Research on   phytochemicals  and bioinsecticide test isolates  from the stem bark extract of the plant nyiri batu has been done. Research aimed  to determine the chemical constituents of the plant bark and nyiri batu chloroform isolate potential as natural  insecticide that can kill armyworms. Chemical content was tested in this research including alkaloids, steroidal, triterpenoid, flavonoids, tannins, saponins, phenolic and aromatic. While of bioinsecticide test for assay of Armyworm used is Spodoptera litura third instar. On this bioinsecticide test used 7 variations of concentration (0, 2, 4, 8, 16, 32 and 64 mg/L) observed for 3 days. LC50 values determined by the probit analysis using Minitab program version 14. Results of the reserarch to phytochemicals  test showed that plants contain chemical components such as steroids, saponins, flavonoids, phenolic and tannin. Then the results of the research  to bioinsecticide test  isolates of chloroform nyiri batu can cause deadly Armyworm Spodoptera litura third instar with LC50 values of 98,6339 mg/L. Keyword: bioinsecticides,  nyiri batu, phytochemicals,  Spodoptera litura.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN KONSENTRASI BIBIT KEFIR TERHADAP MUTU KEFIR SUSU SAPI THE EFFECT OF FERMENTATION AND CONCENTRATION OF KEFIR GRAINS OF QUALITY OF COW’S MILK KEFIR HAFIDZOH YUSRIYAH, NURIL
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Number 2, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dan konsentrasi bibit kefir terhadap mutu kimia, mutu mikrobiologi, dan organoleptik dari kefir susu sapi. Fermentasi dilakukan pada waktu fermentasi 24 jam, 48 jam, dan 72 jam, serta konsentrasi 1%, 3%, dan 5% (b/v). Mutu kimia yang diuji pada penelitian ini meliputi pH, total asam, jumlah degradasi protein, dan kadar alkohol. Mutu mikrobiologi yang diteliti meliputi jumlah bakteri asam laktat dan mutu organoleptik yang diteliti meliputi rasa, aroma, warna, dan kekentalan kefir susu sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi dan konsentrasi bibit kefir berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap mutu kimia, mikrobiologi, dan organoleptik. pH terendah diperoleh pada fermentasi 72 jam dengan konsentrasi 5%, kadar asam tertinggi pada fermentasi 48 jam dengan konsentrasi 5%, jumlah degradasi protein tertinggi diperoleh pada fermentasi 72 jam dengan fermentasi 5%, dan kadar alkohol tertinggi diperoleh pada fermentasi 24 jam dengan konsentrasi 5%. Pada pengujian mutu mikrobiologi, total BAL tertinggi sebesar 2,4 x 107 CFU/g pada jam ke-24 dengan konsentrasi 5%. Rasa dan kekentalan kefir susu sapi yang paling disukai adalah dari kefir yang dibuat dengan waktu fermentasi 24 jam dan konsentrasi 3%. Sedangkan  warna dan aroma kefir susu sapi yang paling disukai adalah dari kefir yang dibuat dengan waktu fermentasi 24 jam dan konsentrasi 1%.   Kata Kunci: kefir, starter bibit kefir   Abstract. This study aims to determine the effect of fermentation time and concentration on the quality of kefir seeds microbiological, chemical, and organoleptic characteristics of milk kefir. Fermentation is done at the time of fermentation 24 hours, 48 hours, and 72 hours, and the concentration of 1 %, 3 %, and 5 %. The results showed that the fermentation time and the concentration of kefir grains was highly significant ( P < 0.05 ) on the quality of chemical, microbiological and organoleptic. In the microbiological quality testing, the highest total BAL by 2,4 x 107 CFU/g at the 24th hour with a concentration of 5 %. Chemical quality tested in this study include pH, total acid  the amount of degradation of proteins, and alcohol content. lowest pH was obtained at 72 hours of fermentation with a concentration of 5 %, the highest acid levels at 48 hours of fermentation at a concentration of 5 %, the highest amount of protein degradation was obtained at 72 hours of fermentation the fermentation of 5%, and the highest alcohol content was obtained at 24 hours of fermentation at a concentration of 5 %. Taste and viscosity of cow's milk kefir is the most preferred of kefir made ??with 24 hours of fermentation time and the concentration of 3 %. While the color and aroma of cow's milk kefir is the most preferred of kefir made ??with a fermentation time of 24 hours and a concentration of 1 %.   Keywords: kefir, starter kefir grains
“ANGBI PENCASE” KOTAK PENSIL ANGRY BIRD BERBAHAN DASARLIMBAH KERTAS“ANGBI PENCASE” ANGRY BIRD PENCIL CASE MADE FROMWASTE PAPER RACHMAWATI, NOVIA
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Number 2, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kertas biasa dijumpai dan karena relatif mudah untuk mendapatkannya, 1 rimkertas setara dengan 1 pohon berumur 5 tahun. Banyaknya penggunaan kertas yangtidak dipakai akan banyak menimbulkan sampah dan Salah satu bentuk daur ulang kertasyaitu dengan cara membuatnya menjadi bubur kertas yang kemudian dapat dimanfaatkankembali untuk membuat kertas baru atau beberapa jenis karya yang bernilai ekonomis.Salah satunya yaitu dengan menjadikannya kotak pensil yang umumnya digemari olehpelajar khususnya anak-anak, yaitu dengan membuat “Angbi Pencase” yaitu kotak pensil“angry bird”. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan usaha pembuatan kotakpensil sebagai peluang bisnis dan inovasi produk daur ulang kertas, menumbuhkan jiwakewirausahaan dan peduli lingkungan di kalangan mahasiswa, berorientasi pada profit.Pembuatan kotak pensil dari limbah kertas dapat dikembangkan menjadi suatu usahayang memberikan keuntungan cukup besar. Kotak pensil ini aman digunakan karenamenggunakan bahan dasar limbah kertas yang di daur ulang dan bahan-bahan alamiuntuk perwarnaannya serta untuk menciptakan serat-serat kertas yang unik. Sehinggadengan dibuatnya “Angbi Pencase” tersebut memotivasi masyarakat agar peduliterhadap lingkungan dengan mengolah limbah kertas menjadi kotak pensil yang bernilaiekonomis dan menjadikannya sebagai peluang bisnis serta inovasi produk dari daurulang kertas.Kata Kunci: kertas, kotak pensil, Angby PancaseAbstract Paper is common because it is relatively easy to get, one ream of paper isequivalent to 5 years old tree. The amount of paper that not used will cause a lot of trashand one recycling paper form by making it into a pulp which can then be reused to makenew paper or some kind of valuable works. One of them is by making pencil boxes aregenerally favored by students, especially children, to make "Angbi Pencase" angry birdpencil case. The purpose of this study is to develop the business of making pencil boxes asbusiness opportunities and innovation recycled paper products, foster the entrepreneurialspirit and environmental awareness among students, a profit-oriented. Making pencilcase from waste paper could be developed into a business that provides a large enoughprofit. Pencil cases are safe to use because it uses basic ingredients of waste paperrecycled and natural materials for coloring and the fibers to create unique paper. So thatwith the establishment of "Angbi Pencase" motivates people to care about theenvironment by processing waste paper into economically valuable pencil box and makeit as a business opportunity and innovation of recycled paper products.Keywords: paper, pencil boxes, Angby Pancase
PENENTUAN UKURAN CLUSTER NANOPARTIKEL EMAS MENGGUNAKAN MATRIKGLISERIN DENGAN INSTRUMEN ZETASIZER NANODETERMINATION OF THE CLUSTER SIZE GOLD NANOPARTICLES USESA GLYCEROL MATRIX WITH ZETASIZER NANO INSTRUMENTS TAMAM, NASRUL
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Number 2, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang penentuan ukuran cluster dari sintesis nanopartikelemas menggunakan matrik gliserin dengan instrumen zetasizer nano. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui penentuan ukuran cluster yang dominan dari variasi konsentrasi sintersisnanopartikel emas menggunakan gliserin teraktivasi sebagai matrik dengan intrumen ZetasizerNano. Sintesis nanopartikel emas dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pembuatan larutaninduk HAuCl4, mereduksi larutan HAuCl4 melalui proses bottom-up yaitu dengan caramereduksi ion logam (Au3+) menjadi logam yang tidak bermuatan (Au0) yang ditandai denganperubahan warna dari kuning menjadi merah anggur, selanjutnya penentuan ukuran cluster darisintesis nanopartikel emas menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan Zetasizer Nano.Berdasarkan hasil penelitian, Sintesis nanopartikel emas dilakukan berbagai variasi konsentrasilarutan HAuCl4 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm, 25 ppm dan 30 ppm berturut-turut memilikiukuran cluster emas ukuran cluster emas 8.96nm, 24.99nm, 55.69nm, 68.49nm, 55.16nm dan69.44nm pada spektrofotometer UV-Vis sedangkan hasil pada instrumen Zetasizer Nano adalah607.5nm, 404.1nm, 52.35nm, 76.39nm, 45.04nm dan 61.98nm.Kata Kunci: Sintesis, Nanogold emas, Gliserin,Ukuran cluster, instrumen Zetasizer Nano.Abstract. Research has been done about the determination of the cluster size from goldnanoparticles synthesis using a Glycerin matrix with zetasizer nano instruments. This researchaims to know the dominant cluster size determination from variations in the concentration of goldnanoparticles synthesis using Glycerin activated as a matrix with the Zetasizer Nano instruments.Synthesis of gold nanoparticles is conducted through several stages, namely making the parentsolution of HAuCl4, the reduction of HAuCl4 solution through a bottom-up process that is by wayof the metal ions reduction (Au3+) into a foreshadow not metal (Au0) marked with a colourchange from yellow to red wine, then the determination of the cluster size from goldnanoparticles synthesis using spektrofotometer UV-Vis and Zetasizer Nano instrumen. Based onthe results of the study, the gold nanoparticles synthesis carried out different variations of theHAuCl4 solution concentration 5 ppm, 10 ppm 15 ppm, 20 ppm, 25 ppm and 30 ppm in a row hasa cluster size of gold 8.96nm, 24.99nm, 55.69nm, 68.49nm, 55.16nm dan 69.44nm onspektrofotometer UV-Vis while the results at Zetasizer Nano respectively is 607.5nm, 404.1nm,52.35nm, 76.39nm, 45.04nm dan 61.98nm.Keywords: Synthesis, Gold Nanoparticles, Glycerine, Cluster size and Zetasizer Nano
SINTESIS DAN KARAKTERISASI PADATAN SILIKA-ALUMINA DENGAN VARIASI SUHU KALSINASI SEBAGAI PENDUKUNG KATALIS CAMPURAN OKSIDA LOGAM CU/ZN SYNTHESIS AND CARACTERIZATION OF SILICA-ALUMINA WITH CALCINATION TEMPERATURE VARIATION AS MATRIX CU/ZN MIXED METAL OXIDE CATALYST NUR KHOLILUR ROHMAN, MUHAMMAD
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Number 2, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi padatan silika-alumina sebagai pendukung katalis campuran oksida logam Cu/Zn untuk konversi gas buang CO. Padatan silika-alumina dipreparasi dengan metode sol-gel dan dikalsinasi pada suhu 550, 650 dan 750 oC. Katalis campuran oksida logam Cu/Zn/SA disintesis dengan metode impregnasi. Padatan pendukung hasil sintesis dikarakterisasi dengan XRD dan FTIR serta katalis Cu/Zn/SA dianalisa dengan XRD, FTIR, dan BET. Hasil difraksi sinar-X padatan pendukung menunjukkan SA 750 memiliki kristalinitas yang lebih baik dibandingkan SA 550 dan SA 650. Analisa gugus fungsional menunjukkan silika-alumina didominasi oleh gugu-gugus OH, Si-OH dan Al-OH. Hasil difraksi sinar-X ketiga padatan silika-alumina setelah impregnasi menunjukkan puncak utama karakteristik CuO pada 2θ 35,5o dan 38,7o serta puncak karakteristik ZnO pada 2θ 68o. Hasil analisa dengan metode BET menunjukkan luas permukaan spesifik padatan katalis Cu/Zn dengan pendukung silika-alumina 550, 650, dan 750 berturut-turut adalah 136,070; 136,713; dan 104,819 m2/g. Hasil analisa dengan FTIR pada katalis Cu/Zn/SA750 menunjukkan pita vibrasi ulur oksida logam M-O yang sangat dominan, yang berarti bahwa oksida logam CuO dan ZnO yang terbentuk pada padatan silika-alumina terdapat dalam jumlah yang tinggi. Kata kunci : Sintesis, silika-alumina, oksida logam Abstract. Synthesis and characterization of a silica-alumina as matrix of Cu/Zn mixed metal oxide catalyst for the conversion of CO exhaust gases has been done. The solid silica-alumina was prepared by sol-gel method and calcined at 550, 650, and 750 oC. The Cu/Zn/SA mixed metal oxide catalyst was synthesized by impregnation method. The solid support synthesis results were characterized by XRD and FTIR, and the Cu/Zn/SA catalyst was analyzed by XRD, FTIR, and BET. The results of X-ray diffraction showed solid support SA 750 has better crystallinity than the SA 550 and SA 650. The functional group analysis showed silica-alumina was dominated by -OH, Si-OH and Al–OH groups. The results of X-ray diffraction of silica-alumina solid third after impregnation showed a major peak characteristic of CuO at 2θ 35,5o and 38,7o and the peak chaaracteristic of ZnO at 2θ 68o. The results of the analysis with BET method showed that specific surface area of the catalyst Cu/Zn with matrix silica-alumina 550, 650, and 750 were 136.070; 136.713; and 104.819 m2/g, respectively. The results of the FTIR analysis on a mixed metal oxides Cu/Zn/SA750 showed stretching vibration bands of metal oxide M-O has much dominant, which means that the metal oxides of CuO and ZnO are formed on silica-alumina solids present in high quantities.Keywords: Synthesis, silica-alumina, metal oxide
PELET TANIN-ALGINAT SEBAGAI ADSORBEN ION PB2+ TANNIN-ALGINATE PELLET TO ADSORBENT PB2+ IONS ISNANTO, JEPI
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Number 2, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Senyawa tanin dan alginat telah banyak diteliti sebagai adsorben ion logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gugus fungsional pelet tanin-alginat sebelum dan sesudah digunakan sebagai adsorben ion Pb2+, serta untuk mengetahui kemampuan adsorpsi pelet tanin-alginat terhadap ion Pb2+. Pelet tanin-alginat dibuat dengan cara meneteskan larutan tanin-alginat kedalam larutan CaCl2 0,2 M. Butiran gel yang terdapat dalam larutan disimpan pada suhu 3 oC selama 24 jam kemudian disaring dan dikeringkan pada suhu ruang. Karakterisasi gugus fungsional pelet tanin-alginat sebelum dan sesudah digunakan sebagai adsorben ion Pb2+ menggunakan spektrofotometer inframerah. Penentuan kemampuan adsorpsi pelet tanin-alginat menggunakan variasi konsentrasi ion Pb2+ 60, 80, 100, 120, 140, dan 160 ppm. Karakteristik gugus fungsional pelet tanin-alginat sesudah digunakan sebagai adsorben ion Pb2+ menunjukkan terjadinya pergeseran bilangan gelombang dan perubahan puncak yaitu pada vibrasi tekuk C-O-H dan vibrasi ulur -OH. Waktu kontak optimum adsorpsi yang diperoleh yaitu 30 menit. Adsorpsi tanin-alginat terhadap ion Pb2+ mengikuti pola adsorpsi isotherm Langmuir dengan nilai kapasitas adsorpsi 12,5 mg/g, energi adsorpsi sebesar 28,151 kJ.mol-1, dan nilai konstanta Langmuir sebesar 89406 (mol/L)-1. Kata kunci: Tanin-alginat, gugus fungsional, kapasitas adsorpsi, energi adsorpsi.   Abstract. Tannin and alginate had been widely studied as an adsorbent to heavy metal ions. This study aimed to investigate the characteristic of functional group tannin-alginate pellet before and after used as an adsorbent ion Pb2+, and to investigate the adsorption ability of tannin-alginate pellet. Tannin-alginate pellet was prepared by dropped a solution of tannin-alginate into a CaCl2 0,2 M solution. Gel granule contained in the solution was stored at a temperature of 3 °C for 24 hours, then filtered and dried at room temperature. Characterization of functional groups tannin-alginate pellet before and after used as an adsorbent ion Pb2+ were characterized used infrared spectrophotometer. Determination of adsorption capacity of tannin-alginate pellet used the variation concentration of Pb2+ ion were 60, 80, 100, 120, 140, and 160 ppm. Characterization functional group of tannin-alginate pellet after used as adsorbent Pb2+ ion showed the movement of wavelength number and the friction of peak, that were stretching -OH and bending C-O-H. Adsorption contact time maximum was 30 minutes. Adsorption of tannin-alginate for ion Pb2+ fitted well to Langmuir isotherm model. Capacity and energy of adsorption of ion Pb2+ were 12, 5 mg/g and 28,151 kJ.mole-1 with constant of Langmuir was 89406 (mole/L)-1. Keywords: Tannin-alginate, functional group, capacity of adsorption, energy of adsorption.
KARAKTERISASI HASIL DAN PENENTUAN LAJU REAKSI HIDROLISIS PATI BONGGOL PISANG ( MUSA PARADISIACA LINN.) MENJADI SIRUP GLUKOSA SECARA ENZIMATIS CHARACTERIZATION RESULTS AND DETERMINATION OF STARCH HYDROLYSIS REACTION RATES BANANA WEEVIL (MUSA PARADISIACA LINN.) INTO GLUCOSE SYRUP ENZYMATICALLY AYU SRI M, ANNISYA
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Number 2, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.   Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik hasil dan laju reaksi hdrolisis pati bonggol pisang pisang (Musa paradisiaca Linn.) menjadi sirup glukosa. Pembuatan sirup glukosa mengacu pada prinsip hidrolisis sakarifikasi dengan menggunakan enzim amiloglukosidase (AMG) sebagai katalis. Sakarifikasi dengan amiloglukosidase dilakukan pada variasi waktu 2, 4, 6, 8, dan 10 jam. Sirup glukosa yang diperoleh selanjutnya dikarakterisasi kadar air, kadar abu, kandungan gula pereduksi, dan nilai Dextrose Equivalent (DE) berdasarkan Standart Nasional Indonesia SNI No. 01-2978-1992. Data karakteristik sirup glukosa dianalisis secara statistik deskriptif, sedangkan penentuan laju reaksi hasil hidrolisis pati bonggol pisang menjadi sirup glukosa dianalisis melalui metode grafik. Didapatkan karakteristik sirup glukosa pada waktu interaksi 2, 4, 6, 8, dan 10 jam berturut-turut, 18,4246%; 17,4643%; 16,9248%; 15,7451%;  dan 15,2217%. Kadar abu, 0,5031%; 0,5751%; 0,5980%; 0,6176%; dan 0,6407%. Kandungan gula pereduksi, 2,9850x102 mg/L; 4,4750x102 mg/L; 7,0100x102 mg/L; 7,8175x102 mg/L; dan 9,8150x102 mg/L. dan nilai DE,  27,9240; 34,0931; 36,7107; 41,8360; dan 55,5555   yang memenuhi SNI-01-2978-1992, sedangkan laju reaksi sakarifikasi dekstrin pati  bonggol pisang pisang (Musa paradisiaca Linn.) menjadi sirup glukosa mengikuti persamaan laju reaksi orde satu , dengan nilai konstanta laju  (k) sebesar 0,079.   Kata Kunci: Pati bonggol pisang (Musa paradisiaca Linn.), Sirup Glukosa, Sakarifikasi Dekstrin.   Abstract. Research has been conducted in order to determine the characteristics and the results of the reaction rate hdrolisis starch banana weevil ( Musa paradisiaca Lin. ) Into glucose syrup . Making reference to the principle of glucose syrup by using enzyme hydrolysis saccharification amiloglukosidase ( AMG ) as a biocatalyst . Saccharification with amiloglukosidase done on time variation of 2 , 4 , 6 , 8 , and 10 hours . Glucose syrup were then characterized moisture content , ash content , reducing sugar content , and the value of Dextrose Equivalent ( DE ) by the Indonesian National Standard No. ISO . 01-2978-1992 . Glucose syrup characteristic data were statistically analyzed descriptively , while the determination of the reaction rate of starch hydrolysis into glucose syrup banana weevil analyzed through a graphical method . Characteristics of glucose syrup obtained interaction during 2 , 4 , 6 , 8 , and 10 hours, respectively , 18.4246 % ; 17.4643 % ; 16.9248 % ; 15.7451 % ; and 15.2217 % . Ash content , 0.5031 % ; 0.5751 % ; 0.5980 % ; 0.6176 % ; and 0.6407 % . Reducing sugar content ,  2,9850 x 102 mg / L ;  4,4750x102 mg / L ;  7,0100x102 mg / L ;  7,8175x102 mg / L ;  and 9,8150 x102 mg / L. and the value of DE , 27.9240 ; 34.0931 ; 36.7107 ; 41.8360 ; and 55.5555 that meet the SNI -01- 2978-1992 , while the rate of starch dextrin saccharification reaction banana weevil ( Musa paradisiaca Linn . ) into glucose syrup followed the first order reaction rate equation , the value of rate constant  ( k ) of 0,079 .   Keywords:banana weevils (Musa paradisiaca Linn.) tubers, dextrin saccharification, glucose syrup.
MODELING HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR DAN AKTIVITAS (HKSA) PINOCEMBRIN DAN TURUNANNYA SEBAGAI ANTI KANKERMODELLING A QUANTITATIVE STRUCTURE AND ACTIVITY RELATIONSHIP (QSAR) IN PINOCEMBRIN AND ITS DERIVATIVE AS THE ANTI-CANCER DATU NINDITA, LOITA
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Number 2, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan prediksi modelling hubungan kuantitatif struktur dan aktivitas (HKSA) dari 10 senyawa pinocembrin dan turunannya sebagai anti kanker.Perhitungan komputasi kimia dengan metode ab initio dengan basis set STO-3G. Penggambaran model senyawa menggunakan software gabedit 2.2.12, perhitungan deskriptor fisikokimia menggunakan software mpqc 2.3.1-6, penentuan nilai 5 deskriptor fisikokimia yang lain dihitung menggunakan software Marvin Sketch 5.5, dan perhitungan statistik dilakukan berdasarkan metode regresi linier berganda dengan menggunakan paket program SPSS 20.0 for Windows. Analisis statistik dilakukan berdasarkan persyaratan statistik dari beberapa model persamaan sehingga didapatkan prediksi model persamaan terbaik yang secara signifikan mampu menggambarkan hubungan sifat fisikokimia senyawa dan aktivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi model persamaan terbaik HKSA dari 10 senyawa pinocembrin dan turunannya adalah sebagai berikut: Log P = -4.149 -1.101*EHOMO + 2.446*ELUMO - 0.151*α + 0.547*MR - 0.022*PSA - 0.117*V. Model persamaan yang diperoleh selanjutnya digunakan dalam modifikasi sifat fisikokimia untuk meningkatkan aktivitas 10 senyawa pinocembrin dan turunannya sebagai anti kanker. Kata kunci : Senyawa Pinocembrin dan turunannya, Anti kanker, HF, HKSA, Regresi linier berganda. Abstract. A modelling has been carried out in predicting the quantitative structure and activity relationship (QSAR) of 10 Pinocembrin compounds and their derivatives as the anti-cancer. The chemistry computation was calculated using ab initio method with STO basis set. The compound model was drawn using gabedit 2.2.12 software. The physicochemical descriptors were calculated using mpqc 2.3.1-6 software and the determination of other 5 physicochemical descriptors values were calculated using Marvin Sketch 5.5 software. Moreover, the statistical calculation was performed by multiple linier regression method using SPSS 20.0 package program for windows. The statistical analysis was performed based on statistical requirements of some equation models to obtain the best prediction of equation models that significantly can describe the relationship between physicochemical characteristics of the compound and its activity. The result showed that the best QSAR equation model prediction of 10 pinocembrin compounds and their derivatives was as follows: Log P =-4.149-1.101*EHOMO + 2.446*ELUMO - 0.151*α + 0.547*MR - 0.022*PSA - 0.117*V. Then the equation model was used in the modification of physicochemical characters to increase the activity of 10 pinocembrin compounds and their derivatives as the anti-cancer. Kata kunci : Pinocembrin compound and its derivatives, Anti-cancer, HF, QSAR, Multiple linier regression
KAJIAN TEORITIS UNTUK MENENTUKAN CELAH ENERGI KOMPLEKS 8-HIDROKSIQUINOLIN TERKONJUGASI LOGAM BESI DENGAN MENGGUNAKAN TEORI KERAPATAN FUNGSIONAL A THEORETICAL STUDIESTO DETERMINE BAND GAP OF 8-HYDROXYQUINOLINE COMPLEXES WITH IRON METAL BY USING DENSITY FUNCTIONAL THEORY SWAZTYANT SAPUTRA, ALDO
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Number 2, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan kajian teoritis untuk menentukan celah energi dari senyawa kompleks 8-hidroksiquinolin terkonjugasi logam besi (Fe). Metode komputasi yang digunakan adalah secara Ab-Initio dengan menggunakan teori fungsional kerapatan (DFT) dengan basis set 6-31G*/B3LYP. Celah energi 8-hidroksiquinolin terkonjugasi logam Feditentukan melalui selisih antara energi HOMO dan LUMO, celah energi yang kecil atau mendekati 1 eV (Eg ~ 1.1 eV) akan mencerminkan kemudahan dalam proses terjadinya eksitasi elektron sehingga sifat kepekaannya terhadap cahaya (fotosensitivitas) akan cenderung lebih kuat, sehingga senyawa kompleks 8-hidroksiquinolin terkonjugasi logam Feberpotensi menjadi detektor inframerah organik. Hasil penelitian menunjukkan celah energi 8-hidroksiquinolin terkonjugasi logam Fe adalah1.090003 eV. Oleh karena itu senyawa kompleks Fe-8HQ berpotensi untuk dijadikan detektor (sensor) inframerah yang baik. Spektra Inframerah dari senyawa kompleks Fe-8HQ telah dipelajari pada wilayah panjang gelombang 3600-400 cm-1 dan itu menunjukan bahwa kompleks Fe-8HQ telah terbentuk dengan semua puncak telah teramati. Dan spektra UV-Vis 8-hdroksiquinolin terkonjugasi logam besi memiliki panjang gelombang di daerah inframerah dengan panjang gelombang maksimum (lmax) 1764.39 nm. Kata Kunci:  8-hidroksiquinolin, Ab-Initio, DFT, HOMO, LUMO, celah energi   Abstract. The optical sensors theoretical characterization of 8-hydroxyquinoline complex compound conjugated with an iron metal (Fe) have performed. Density Functional Theory (DFT) with basis set 6-31G*/B3LYP was used in computational method. Band gap of conjugated 8-hydroxyquinoline with Fe metal is determined by the energy difference between the HOMO and LUMO, a small band gap or close to 1 eV (Eg ~ 1.1 eV) will reflect the ease of the process of excitation of electrons so that properties of its sensitivity to light (photosensitivity) will tend to be stronger, so that the complex compound conjugated 8-hydroxyquinoline with Fe are potential to become an organic infrared detectors. The result showed band gap of 8-hydroxyquinoline is 1.090003 eV. Therefore, Fe-8HQ complex compounds have the potential to be used as a good detector (sensor) infrared. The infrared spectra of Fe-8HQ complex compounds have been studied in the wavelength region 3600-400 cm-1 and it shows that the Fe-8HQ complex has been formed with all the peaks have been observed. The UV-Vis spectra show 8-hidroxyquinoline conjugated iron metal has a wavelength in the infrared region with the maximum wavelength (lmax) 1764.39 nm. Keywords: 8-hydroxyquinoline, DFT, HOMO, LUMO, band gap

Page 1 of 1 | Total Record : 10