cover
Contact Name
Dina Kartika Maharani
Contact Email
dinakartika@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ujc@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Unesa Journal of Chemistry
  • unesa-journal-of-chemistry
  • Website
ISSN : -     EISSN : 22528180     DOI : -
UNESA Journal of Chemistry is published online by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia. 60231. Published 3 times a year (January, May and September) Aims and Scope: UNESA Journal of Chemistry is online Journal covering all aspects of Chemistry. The journal publishes original research paper and review articles.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Number 3, 2014" : 30 Documents clear
PENGGUNAAN TEPUNG KULIT PISANG DALAM PEMBUATAN BEKASAM DENGANKULTUR STARTER LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765THE USING OF BANANA PEEL FLOUR IN MAKING BEKASAM WITH STARTER CULTURE AZIZAH, NURUL
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Number 3, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap mutu produk bekasamikan bandeng menggunakan tepung kulit pisang (TKP) sebagai sumber karbohidrat dan Lactobacillusplantarum B1765 sebagai kultur starter. Bekasam ikan bandeng dengan nasi sebagai sumber karbohidratdan Lactobacillus plantarum B1765 sebagai kultur starter digunakan standar pembanding. Kultur starteryang diinokulasikan sebesar 106 CFU/g. Mutu produk yang dianalisis meliputi mutu mikrobiologi (totalBakteri Asam Laktat (BAL) dan Coliform), mutu kimia (pH, kadar nitrogen amina, Total Volatile Base(TVB), kadar glukosa dan kadar air) dan mutu organoleptik (aroma, tekstur dan rasa). Berdasarkan analisissecara statistik dengan signifikasi p<0,05 diperoleh hasil bahwa waktu fermentasi berpengaruh terhadapmutu mikrobiologi, kimia dan organoleptik bekasam. Diperoleh jumlah BAL maksimal sebesar 8,5x108CFU/g dengan pH terendah 5,34 pada hari ketiga, penghambatan Coliform sampai dengan 2,8x103 CFU/gdan penurunan nilai TVB (22,09 mgN/100g) ditunjukkan pada hari kelima. Degradasi protein terjadi sampaihari ketujuh dengan nitrogan amina 20,54%, kadar glukosa menurun hingga 0,94 mg/g dengan kadar air60,27%, sedangkan aroma, tekstur dan rasa paling disukai pada fermentasi hari ketiga. Hasil pengujianmenunjukkan kualitas mutu mikrobiologi dan kimia bekasam masih di bawah standar , sedangkan mutuorganoleptik menunjukkan hasil yang lebih baik daripada standar .Kata kunci: bekasam, fermentasi ikan, tepung kulit pisang, kultur starterAbstract. This research aims to determine the effect of fermentation time on product quality of milkfishbekasam using banana peel flour as carbohydrate source and Lactobacillus plantarum B1765 as starterculture. Bekasam with rice and Lactobacillus plantarum B1765 was used as standar t comparison. Startercultures were inoculated at 106 CFU/g. Quality product analyzed include microbiological quality (total ofLactic Acid Bacteria (LAB) and Coliform), chemical quality (pH, Nitrogen amine levels, Total Volatile Base(TVB), glucose levels and water content), and sensory quality (aroma, texture, and flavour). Based onstatistical analyze with significance p<0.05, was obtained the results that the fermentation time effect ofmicrobiological, chemical and sensory quality of bekasam. Maximum number of LAB obtained 8,5x108CFU/g with the lowest pH 5.34 on the third day, Coliform inhibition up to 2,8x103 CFU/g and decrease ofTVB’s value (22.09 mgN/100g) are shown on the fifth day. Protein degradation occurs until the seventh daywith the Nitrogen amine 20.54%, glucose levels decreased to 0.94 mg/g with 60.27% water content, whilethe most favored of aroma, texture and flavour on the third day. The test results demonstrate themicrobiological and chemical quality still under standar, while the sensory quality showed better thanstandar .Keywords: bekasam, fish fermentation, banana peel flour, starter culture
ENKAPSULASI PIRAZINAMID MENGGUNAKAN ALGINAT DAN KITOSANENCAPSULATION OF PYRAZINAMIDE USING ALGINATE AND CHITOSAN FINDIA U, PUPUH
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Number 3, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang enkapsulasi pirazinamid yang merupakan obat primerbagi penderita tuberkulosis dengan menggunakan polimer alginat dan kitosan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi alginat terhadap efisiensi enkapsulasi danmengetahui karakteristik hasil enkapsulasi menggunakan spektrofotometer FT-IR dan PSA (ParticleSize Analyzer). Enkapsulasi pirazinamid dilakukan dengan menggunakan polimer alginat dan kitosandengan CaCl2 sebagai agen pengikat silang dengan memvariasi konsentrasi alginat. Konsentrasialginat yang digunakan yaitu 0,5%; 1,0%; 1,5%; 2,0%; 2,5%; dan 3,0% (b/v). Penelitian inimenggunakan teknik pembentukan droplet gel alginat-CaCl2 dengan metode ekstruksi. Pirazinamidterenkapsulasi alginat-kitosan diukur efisiensi enkapsulasinya dengan spektrofotometer UV, yangmenunjukkan nilai efisiensi enkapsulasi tertinggi pada penggunaan alginat 2,0% (b/v) dan terendahpada alginat 3,0% (b/v), masing-masing sebesar 82,51 % dan 58,94 %. Hasil enkapsulasi dengannilai efisiensi enkapsulasi tertinggi dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FT-IR dan PSA.Hasil analisis gugus fungsional menunjukkan bahwa terdapat interaksi polielektrolit antara guguskarboksil dari alginat dan gugus amina dari kitosan yang ditunjukkan adanya vibrasi pada bilangangelombang 1497,91 cm-1. Hasil analisis PSA menunjukkan bahwa pirazinamid terenkapsulasi alginatkitosanmempunyai distribusi ukuran partikel pada rentang 68,06 nm sampai 295,30 nm.Kata Kunci: Enkapsulasi, Pirazinamid, Kitosan, Alginat.Abstract. Has done research on encapsulation pyrazinamide which was the primary drug fortuberculosis patients by using alginate and chitosan polymers. This study aimed to determine effect ofalginate concentration on encapsulation efficiency and investigated the characteristics ofencapsulation results using FT-IR spectrophotometer and PSA (Particle Size Analyzer).Encapsulation pyrazinamide performed using alginate and chitosan polymers with CaCl2 as acrosslinking agent based on types of alginate concentrations. The variations of concentrations thatused were 0,5%; 1,0%; 1,5%; 2,0%; 2,5%; and 3,0% (w/v). This study used the technique of dropletformation of alginate-CaCl2 gel with extrusion method. Encapsulated pyrazinamide in alginatechitosanwere analyzed for efficiency encapsulation by UV spectrophotometer, which showed thehighest encapsulation efficiency values on the use of alginate 2,0% (w/v) and the lowest in thealginate 3,0% (w/v), respectively by 82,51% and 58,94%. Encapsulation resulted with the highestencapsulation efficiency values were characterized uses FT-IR spectrophotometer and PSA. Theanalysis resulted of functional group indicated that there is interaction between the carboxyl groupsof the polyelectrolyte alginate and the amine group of chitosan indicated the presence of vibration inwave number 1497,91 cm-1. PSA analysis results showed that pyrazinamide encapsulated in alginatechitosanhas a particle size distribution in the range of 68,06 nm to 295,30 nm.Keywords: Encapsulation, Pyrazinamide, Alginate, Chitosan.
SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK DIKLOROMETANA KULITBATANG BAKAU MERAH (RHIZOPHORA STYLOSA)SECONDARY METABOLITES FROM DICHLOROMETHANE EXTRACT OF REDMANGROVE’S STEM BARK (RHIZOPHORA STYLOSA) ROFIDA MUKHARROMAH, RIZA
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Number 3, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan struktur molekul senyawa metabolit sekunderdari ekstrak diklorometana kulit batang tumbuhan bakau merah (Rhizophora stylosa). Isolasi dimulai dariekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut berturut-urut n-heksana dan diklorometana.Fraksinasi ekstrak diklorometana menggunakan metode kromatografi cair vakum (KCV) yang dimonitormelalui kromatografi lapis tipis (KLT), pemisahan menggunakan metode kromatografi kilat dan pemurnianmenggunakan metode rekristalisasi menghasilkan isolat serbuk tak berwarna seberat 0,0623 gram dengantitik leleh 136-137 oC. Penentuan struktur molekul isolat dengan spektroskopi UV-Vis, IR dan GC-MS. Hasiluji kualitatif dari isolat dengan reagen Liebermann-Burchard menunjukkan warna biru kehijauan yangmengindikasikan bahwa isolat merupakan senyawa steroid. Berdasarkan analisis data spektroskopi, isolatmengandung 3 campuran senyawa steroid, terdiri dari kampesterol, stigmasterol, dan β-sitosterol.Kata-kata kunci: Rhizophora stylosa, ekstrak diklorometana, kampesterol, stigmasterol, β-sitosterol.Abstract. The aims of this research is to determine the molecular structure of secondary metabolites fromdichloromethane extract of red mangrove’s stem bark (Rhizophora stylosa). Isolation was started byextraction using maseration method, successively with n-hexane and dichloromethane. Fractionation ofdichloromethane extract were conducted by vacuum liquid chromatography (VLC) monitored by thin layerchromatography (TLC), separation using flash chromatography method and purification by recrystallizationmethod gained colorless powder isolates with 0,0623 gram in weight with melting point of 136-137 oC. Thedetermine molecular structure of isolate by UV-Vis, IR and GC-MS. The results of qualitative test of isolatewith Liebermann-Burchard reagent showed greenish-blue colour indicating that isolate was steroidcompound. According to spectroscopic analysis, isolate contains 3 mixture compounds of steroid consistingof campesterol, stigmasterol and β-sitosterol.Keywords: Rhizophora stylosa, dichloromethane extract, campesterol, stigmasterol, β-sitosterol
PENENTUAN MASSA DAN WAKTU KONTAK OPTIMUM ADSORPSI KARBONGRANULAR SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT PB(II) DENGAN PESAINGION NA+DETERMINATION OF OPTIMUM MASS AND THE TIME CONTACT OF THEGRANULAR ACTIVATED CARBON ADSORPTION USED FOR ADSORBENTTO REMOVAL HEAVY METAL PB(II) WITH COMPETITOR ION NA+ PUTRI ANJANI, RIZKY
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Number 3, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui massa dan waktu kontak optimum adsorpsi karbongranular terhadap logam berat Pb(II) dengan pesaing ion Na+. Dalam penelitian ini metode yang digunakanadalah Adsorpsi. Pada tahap pertama dilakukan optimalisasi daya serap karbon aktif granular terhadaplarutan Pb(NO3)2 dengan variasi massa adsorben (0,5; 1; 1,5; 2; dan 2,5 gram). Pada tahap keduadilakukan optimalisasi waktu kontak terhadap larutan Pb(NO3)2 dengan variasi waktu kontak (10, 30, 60dan 90 menit). Hasil penelitian menunjukkan massa karbon aktif granular optimum pada 2 gram dengan%Pb Teradsorpsi 86,059% sedangkan untuk penentuan waktu kontak optimum pada menit ke 60 dengan%Pb Teradsorpsi 93,191%.Kata kunci: adsorpsi, karbon aktif granular, logam PbAbstract. This study aims to determine the mass and time contact of the granular activated carbonadsorption of heavy metal Pb(II) with Na+ ions competitors. In this study the method used adsorption. Thefirst step is the optimalitation of granular activated carbon adsorption of the solution of Pb(NO3)2 with thevariation of the mass of adsorbent (0,5; 1; 1,5; 2; and 2.5 gram). The second step is the optimalitation ofgranular activated carbon adsorption of the solution of Pb(NO3)2 with the variation of the contact time (10,30, 60 and 90 minutes). The results showed the optimum mass of granular activated carbon at 2 grams with%Pb Adsorbed 86,059% while for the optimum contact time in the 60 minute with %Pb Adsorbed 93,191%.Keywords: Adsorpstion, granular activated carbon, lead
PENGGUNAAN KARBON AKTIF GRANULAR SEBAGAI ADSORBEN LOGAM CU(II)DI AIR LAUT KENJERANGRANULAR ACTIVATED CARBON USED AS ADSORBENT FOR REMOVALCOPPER METAL IN KENJERAN SEAWATER NURUL ISLAMIYAH, SITI
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Number 3, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui massa dan waktu kontak optimum, model isothermadsorpsi serta efisiensi adsorpsi karbon aktif granular sebagai adsorben logam Cu(II) di Air Laut Kenjeran.Metode yang digunakan adalah post test only control group design. Analisis kuantitatif terhadap konsentrasiCu, diperoleh menggunakan alat Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) tipe AAnalyst 100. Hasil yang diperolehmenunjukkan bahwa kondisi optimum massa sebesar 1 gram dan waktu kontak 60 menit digunakan untukmengetahui kadar logam Cu(II) di air laut Kenjeran. Menggunakan model isoterm Langmuir diperolehkapasitas adsorpsi sebesar 0,177 mg/g, konstanta Langmuir sebesar 171,2 mg/L-1 dengan efisiensi adsorpsisekitar 63-85%.Kata kunci:adsorpsi, karbon aktif granular, logam CuAbstract. The aims of this research were to know the optimum of mass, contact time, adsorption isotherm modelsand eficiency of granular activated carbon used as adsorbent for removal copper metal in Kenjeran seawater.The post test only control group design was used as the research method. Atomic Absorption Spectrophotometry(AAS) type AAnalyst 100 was used to quantitive analysis of copper concentration. The results showed optimumcondition of mass was 1 gram with contact time in the 60th minute used to adsorb Cu (II) in the Kenjeranseawater. Respectively using Langmuir isotherm models the adsorption capacity was 0.177 mg/g, Langmuirequilibrium constant was 171,2 mg/L-1 with adsorption efficiency 63-85%.Keywords:Adsorption, granular activated carbon, copper
PENGARUH KOMPOSISI LARUTAN CETAK (PVDF/NMP/PEG) DAN NONPELARUT (H2O/CH3OH) TERHADAP KINERJA MEMBRAN PVDFDALAM PEMISAHAN PEWARNA INDIGOTHE EFFECT OF CASTING SOLUTION COMPOSITION (PVDF/NMP/PEG)AND NON SOLVENT (H2O/CH3OH) ON PVDF MEMBRANESPERFORMANCE IN THE INDIGO DYE SEPARATION MARGIYANI, TRI
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Number 3, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penggunaan pewarna indigo pada industri tekstil yang semakin besar menimbulkandampak negatif, yakni semakin besarnya pencemaran air. Hal ini karena akumulasi dari limbahpewarna indigo dalam konsentrasi besar dapat menghalangi sinar matahari menembus dasarperairan, sehingga mengakibatkan terganggunya kehidupan biota air. Salah satu bentuk teknologipengolahan limbah adalah menggunakan membran PVDF. Pada penelitian ini dilakukan variasikomposisi larutan cetak dan non pelarut yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisilarutan cetak yang mengandung aditif PEG (PVDF/NMP/PEG) dan larutan non pelarut(H2O/CH3OH) terhadap karakteristik mekanik dan kinerja (fluks dan rejeksi) membran PVDF yangdihasilkan dari metode preparasi secara inversi fasa dengan teknik perendaman-pengendapan.Membran PVDF padat kemudian diuji kinerja dan kekuatan mekaniknya, serta uji morfologi padamembran terbaik. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu membran pada komposisi 14/84/2(PVDF/NMP/PEG) dengan non pelarut 100% H2O memiliki nilai fluks paling besar yaitu 3330 Lm-2jam-1. Membran pada komposisi 16/84/0 (PVDF/NMP/PEG) dengan non pelarut 100% CH3OHmemiliki nilai rejeksi maksimum sebesar 94,66% dan memiliki nilai modulus young maksimumsebesar 2575 N/m2. Berdasarkan nilai rejeksi dan fluks membran, diperoleh membran PVDFdengan komposisi terbaik yaitu pada komposisi 14/84/2 (PVDF/NMP/PEG) dengan non pelarut50% H2O : 50% CH3OH. Pada komposisi tersebut nilai fluks, koefisien rejeksi, dan nilai modulusyoung berturut-turut adalah 1837 Lm-2jam-1, 93,59%, dan 983 N/m2.Kata Kunci: membran PVDF, PEG, kinerja, karakteristik mekanik, pewarna indigo.Abstract. The use of indigo dye a large amount in the textile industry have a negative impact, onincreasing of water pollution. The reason is the accumulation of indigo dye wastewater in largeconcentrations can block sunlight to penetrate the water base, so it causes aquatic life disruption.One form of wastewater treatment technology is using PVDF membrane. In this research, variationsin composition of casting solution and non-solvent aims to determine these effect which containingPEG additives (PVDF/NMP/PEG) and non-solvent solution (H2O/CH3OH) on the mechanical andperformance characteristics (flux and rejection) PVDF membrane is resulted by on phase inversionpreparation methods with immersion-precipitation technique. Then solid PVDF membrane is testedthe performance, mechanical strength, and the morphology test on the best membrane. The resultsobtained on this research are the membrane composition of 14/84/2 (PVDF/NMP/PEG) with a nonsolventof 100% H2O has the highest flux value is 3330 Lm-2hours-1. Moreover, membrane on thecomposition of 16/84/0 (PVDF/NMP/PEG) with a 100% non-solvent CH3OH has a maximumrejection value is 94.66% and has a maximum modulus young value is 2575 N/m2. Based on therejection value and flux membranes, PVDF membrane was obtained by the best composition is inthe composition of 14/84/2 (PVDF/NMP/PEG) with a non-solvent 50% H2O: 50% CH3OH. In thatcomposition of the flux value, rejection coefficient, and modulus young value respectively are 1837Lm-2hours-1, 93,59%, dan 983 N/m2.Keywords: PVDF membrane, PEG, performance, mechanical characteristics, indigo dye.
AKTIVITAS BAKTERI AMILOLITIK YANG DIISOLASI DARI SUMBER AIRPANAS SINGGAHAN, TUBANACTIVITY OF AMILOLYTIC BACTERIA ISOLATED FROM HOT SPRING OFSINGGAHAN, TUBAN PRATAMI PUTRI, UNIQUE
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Number 3, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak kasar amilase dan mengetahui spesiesisolat aktivitas amilase tertinggiyang telah diisolasi dari Sumber Air Panas Singgahan, Tuban. Berdasarkanpenelitian sebelumnya, diperoleh 51 isolat yang telah positif menghasilkan amilase ditunjukkan denganclear zone. Lima puluh satu isolat tersebut diuji aktivitasnya menggunakan metode Miller (1959) denganreagen 3,5-Dinitrocalycilic acid (DNS). Diperoleh hasil isolat ST-21 memiliki aktivitas amilase tertinggiyaitu sebesar 1,4413 U/mL. Berdasarkan uji morfologi dan fisiologi isolat ST-21 menunjukkan spesiesBacillus amylolifaciens.Kata kunci:bakteri amilolitik termofilik, pati, aktivitas amilaseAbstract. This research aims tofound out amylase crude extract activity and found out species of isolates thathave highest activityisolated from hot spring Singgahan, Tuban. Building on last research, obtained 51isolates that positive produced amylase based on clear zone. One and fifty isolates tested their activity usedMiller metode (1959) with 3,5-Dinitrocalycilic acid (DNS) reagent. Obatained that isolate ST-21 that havethe highest amylaseactivityis 1,4413 U/mL. Based on morphology and phisiology ST-21 isolate shownspeciesBacillus amylolifaciens.Keywords:amylolytic thermophilic bacteria, starch, amylase activity
AKTIVITAS BAKTERI AMILOLITIK YANG DIISOLASI DARI SUMBER AIRPANAS SINGGAHAN, TUBANACTIVITY OF AMILOLYTIC BACTERIA ISOLATED FROM HOT SPRING OFSINGGAHAN, TUBAN PRATAMI PUTRI, UNIQUE
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Number 3, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak kasar amilase dan mengetahui spesiesisolat aktivitas amilase tertinggiyang telah diisolasi dari Sumber Air Panas Singgahan, Tuban. Berdasarkanpenelitian sebelumnya, diperoleh 51 isolat yang telah positif menghasilkan amilase ditunjukkan denganclear zone. Lima puluh satu isolat tersebut diuji aktivitasnya menggunakan metode Miller (1959) denganreagen 3,5-Dinitrocalycilic acid (DNS). Diperoleh hasil isolat ST-21 memiliki aktivitas amilase tertinggiyaitu sebesar 1,4413 U/mL. Berdasarkan uji morfologi dan fisiologi isolat ST-21 menunjukkan spesiesBacillus amylolifaciens.Kata kunci:bakteri amilolitik termofilik, pati, aktivitas amilaseAbstract. This research aims tofound out amylase crude extract activity and found out species of isolates thathave highest activityisolated from hot spring Singgahan, Tuban. Building on last research, obtained 51isolates that positive produced amylase based on clear zone. One and fifty isolates tested their activity usedMiller metode (1959) with 3,5-Dinitrocalycilic acid (DNS) reagent. Obatained that isolate ST-21 that havethe highest amylaseactivityis 1,4413 U/mL. Based on morphology and phisiology ST-21 isolate shownspeciesBacillus amylolifaciens.Keywords:amylolytic thermophilic bacteria, starch, amylase activity
AKTIVITAS BAKTERI PROTEOLITIK YANG DIISOLASI DARI SUMBER AIR PANASSINGGAHAN, TUBANPROTEOLYTIC MICROORGANISMS ACTIVITY ISOLATD FROM HOT SPRINGSINGGAHAN, TUBAN NUR RUSDWITASARI, YENI
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Number 3, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri penghasil protease termostabil dari sumber airpanas Singgahan, Tuban (Jawa Timur) serta menentukan aktivitas protease isolat. Isolasi bakteri dilakukanmenggunakan media Luria Bertani (LB). Penapisan dilakukan menggunakan media skim milk agar.Pengujian aktivitas proteolitik secara kuantitatif dilakukan dengan metode kolorimetri menggunakan reagenFolin Ciocalteu. Diantara 75 isolat yang diperoleh dari hasil isolasi, 27 isolat bakteri mampu tumbuh padamedia skim milk agar pada suhu inkubasi 53?C dan memiliki potensi sebagai penghasil protease denganindeks proteolitik (IP) 1.8-9. Isolat dengan nilai indeks proteolitik relatif besar kemudian diuji aktivitasproteolitik secara kuantitatif dengan metode kolorimetri. Aktivitas protease kasar tertinggi dimiliki oleh ST-30 yaitu sebesar 0.2520 U/mL dengan nilai IP 9 serta mampu bertahan sampai suhu 75?C.Kata-kata kunci: Bakteri termofilik, indeks proteolitik, aktivitas proteolitikAbstract. This research aim to got thermostable bacteria producing protease from hot spring Singgahan,Tuban (Jawa Timur) and determined the protease activity. Isolation was carried out using Luria Bertany(LB) medium while the screening using skim milk agar medium. Proteolytic activity quantitatively done withcolorimetric method using Folin Ciocalteau. Total of 75 strains of thermophilic bacteria were isolated and27 isolate bacteria grew well at skim milk agar medium in high temperature (53?C) and have potential asprotease producing bacteria with proteolytic index (PI) of 1.8-9. Isolate with high relative proteolytic indextested with colorimetric method. Crude protease ST-30 had the highest activity that was 0.2520 U/mL, PI 9and had ability to endure temperature until 75?C.Keywords : Thermophile bacteria, proteolytic index, proteolytic activity
SCREENING BAKTERI TERMOFILIK PENGHASIL ENZIM AMILASE DARISUMBER AIR PANAS SINGGAHAN TUBAN, JAWA TIMURSCREENING THERMOPHILIC BACTERIA OF AMYLASE ENZYME FROMSINGGAHAN HOT SPRINGS TUBAN, JAWA TIMUR EVA NOVITASARI, YULIANA
Unesa Journal of Chemistry Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Number 3, 2014
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bakteri termofilik yang menghasilkan amilase darisumber air panas singgahan di Tuban berdasarkan clear zone dan menentukan spesies bakteri yangmempunyai indeks amilolitik tertinggi. Diperoleh 103 isolat dan 51 isolat menunjukkan aktivitas amilasedengan terbentuknya zona bening disekitar koloni pada media padat yang mengandung 1% pati. Indeksamilolitik tertinggi ditunjukkan oleh isolat ST-32 sebesar 3,8 mm. Berdasarkan uji morfologi dan fisiologiisolat ST-32 menunjukkan spesies Thermoactinomyces saachari.Kata kunci: bakteri termofilik, amilase, pati, zona beningAbstract. This research aims to obtain thermophilic bacteria produced amylase from Singgahan hot springin Tuban based on clear zone and determine species of bacteria that have highest amylolytic index. It wasobtained 103 isolates and 51 isolates showed amylase activity with formation clear zone around the colonyin medium containing 1 % starch. The highest amylolytic index was showed by ST-32 isolate is 3.8 mm.Based on morphology and phisiology ST-32 isolates shown species Thermoactinomyces saachari.Keywords: thermophilic bacteria, amylase, starch, clear zone

Page 1 of 3 | Total Record : 30