cover
Contact Name
Dina Kartika Maharani
Contact Email
dinakartika@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ujc@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Unesa Journal of Chemistry
  • unesa-journal-of-chemistry
  • Website
ISSN : -     EISSN : 22528180     DOI : -
UNESA Journal of Chemistry is published online by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia. 60231. Published 3 times a year (January, May and September) Aims and Scope: UNESA Journal of Chemistry is online Journal covering all aspects of Chemistry. The journal publishes original research paper and review articles.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomer 1, 2017" : 14 Documents clear
PEMANFAATAN NANOSILVER SEBAGAI ANTIBAKTERI DALAM SEDIAAN FARMASI KRIM PELEMBAB MATA ARFI, KHIMAYATURROSYIDA
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomer 1, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanosilver merupakan partikel silver berukuran nano (1-100 nm) yang memiliki kemampuan antibakteri yang baik dan dapat diaplikasikan dalam bidang kosmetik sehingga diprediksi mampu menjadi antibakteri maupun kandidat zat pengawet dalam sediaan krim pelembab mata yang bersifat biocompatible. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik fisika dari hasil sintesis nanosilver 20 ppm menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dan TEM serta mengetahui aktivitas antibakterinya dalam sediaan krim pelembab mata. Variasi penambahan nanosilver 20 ppm ke dalam sediaan krim pelembab mata yaitu 10%, 15% dan 20%. Hasil karakterisasi menggunakan Spektrofotometer UV-Vis yaitu  nanosilver 20 ppm tetap stabil dalam rentang ukuran nanometer selama waktu simpan 2 bulan dengan ukuran cluster pada hari ke 0, 30 dan 60 secara berturut-turut 16,62 mm; 16,69 mm; 16,78 mm. Hasil karakterisasi menggunakan TEM menunjukkan nanosilver 20 ppm berukuran nanometer. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram dan menggunakan bakteri uji Staphylococcus aureus. Hasil pengujian aktivitas antibakteri nanosilver 20 ppm dengan kadar 10%, 15% dan 20% dalam sediaan krim pelembab mata menghasilkan zona bening secara berturut-turut yaitu  11,05 mm, 16,57 mm dan 19,38 mm dengan kategori respon hambat bakteri kuat. Nilai KHM (Konsentrasi hambat minimum) nanosilver 20 ppm dalam sediaan krim pelembab mata pada penelitian ini adalah 10%.   Kata Kunci: Nanosilver 20 ppm, Karakterisasi, Sediaan farmasi krim pelembab mata, Bakteri Staphylococcus aureus.   Nanosilver is a nano-sized silver particles (1-100 nm) which has a good antibacterial capabilities and can be applied in the field of cosmetics which is predicted to become a candidate antibacterial and preservative in cream moisturizing eye that is biocompatible. The purpose of this research is to determine the physical characteristics of synthesis product of nanosilver 20 ppm using a UV-Vis spectrophotometer and TEM and determine antibacterial activity in moisturizing eyes cream. Variations addition of nanosilver 20 ppm in moisturizing eyes cream is 10%, 15% and 20%. The results of characterization using UV-Vis Spectrophotometer is nanosilver 20 ppm remain stable in the nanometer size range for storage time of 2 months with the cluster size on days 0, 30 and 60 consecutively is 16.62 mm; 16.69 mm; 16.78 mm. The results of characterization using TEM shows nanosilver 20 ppm has nanometer-sized. Antibacterial activity test carried out by disc diffusion method and using test bacteria Staphylococcus aureus. Results of testing the antibacterial activity of the nanosilver20 ppm with concentration 10%, 15% and 20% in the moisturizing eyes cream are clear zone that are formed consecutively is 11.05 mm, 16.57 mm and 19.38 mm with a strong bacterial inhibitory response categories. MIC (minimum inhibitory concentration) of nanosilver 20 in moisturizing eyes cream in this research was 10%.   Keywords: Nanosilver 20 ppm, Characterization, Pharmaceutical preparations moisturizing eye cream, Staphylococcus aureus bacteria.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN IDENTIFIKASI SENYAWA HASIL ISOLASI DARI EKSTRAK METANOL TANAMAN EUPHORBIA HIRTA MASRUROH, ELI
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomer 1, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kandungan senyawa  pada isolat daun tanaman Euphorbia hirta. Uji aktivitas antioksidan pada isolat menggunakan metode DPPH dan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil uji aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 30,02 ppm untuk isolat  dan 18,33 ppm untuk vitamin C. Hal ini menunjukkan isolat dan vitamin C memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat karena nilai IC50 <50 ppm. Melalui analisis UV-Vis, IR dan GC-MS menunjukkan senyawa yang mempunyai aktivitas antioksidan adalah senyawa methyl-3- (3,5-ditertbutyl-4-hydroxyphenyl) propionate.    Kata kunci: Euphorbia hirta, antioksidan,  isolat   Abstract. The aim of the research is to determine antioxidant activity and to identify compounds of isolates from methanol plant Euphorbia hirta leaf. Test for showed antioxidant activity of isolates from methanol using DPPH method and vitamin C as a positive control. The test results showed antioxidant activity with IC50 value of 30.02 ppm for isolates and 18,33 ppm for vitamin C. It means that  isolates and vitamin C have antioxidant activity with a very strong for (IC50< 50 ppm). Through UV-Vis, IR, and GC-MS analysis showed the compound has antioxidant activity is methyl-3- (3,5-ditertbutyl-4-hydroxyphenyl) propionate. Keyword: Euphorbia hirta, antioxidant, isolates
SINTESIS DAN KARAKTERISASI CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) DARI SELULOSA ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) MAHENDRA, ADIS
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomer 1, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini tentang sintesis CMC dari variasi jenis pelarut selulosa masih belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik CMC yang dihasilkan dari variasi jenis pelarut selulosa yang merupakan bahan dasar sintesis CMC. Penelitian ini terdiri dari 4 tahap, tahap pertama adalah persiapan sampel, tahap kedua adalah isolasi selulosa, tahap ketiga adalah sintesis CMC, dan tahap keempat adalah karakterisasi CMC . Preparasi sampel dilakukan dengan cara eceng gondok dibersihkan, dipotong, dan dikeringkan. Isolasi selulosa dilakukan dengan cara dewaxing, delignifikasi I, dehemiselulosa, delignifikasi II. Sintesis CMC dilakukan dengan cara alkalisasi, karboksimetilasi, netralisasi, dan pengeringan. Karakterisasi CMC dilakukan dengan uji warna, uji kadar air, uji DS, uji pH, uji kadar NaCl, dan uji kemurnian CMC. Karakteristik CMC terbaik diperoleh dari CMC dengan variasi jenis pelarut selulosa dengan H2O2 karena memiliki warna yang lebih putih (cerah) dibandingkan dengan CMC dari jenis pelarut selulosa yang lain, memiliki kadar air terendah sebesar 8,6625%, memiliki nilai DS terbaik 0,95, memiliki nilai pH yang mendekat netral sebesar 7,79, memiliki kadar NaCl yang mendekati CMC standar sebesar 1,2859%, dan memiliki kemurnian yang mendekati mutu 1 SNI sebesar 98,7141%.   Kata Kunci: Eceng Gondok, Isolasi Selulosa, Sintesis CMC, Karaketerisasi   Abstract. The research of CMC synthesis by variations type of cellulose solvent was rarely found. This research aim to investigate the CMC characteristics as the result from variation type of cellulose solvent which were the basic ingredient of CMC synthesis. The research was consists of four stages, the first stage was the preparation of samples, the second phase was cellulose insulation, the third stage was the synthesis of CMC, and the fourth stage was the characterization of CMC. Sample preparation was done by cleaning, cutting and drying the water hyacinth. Cellulose insulation was done by dewaxing, delignification I, dehemicellulose, delignification II. Synthesis CMC was done by alkalization, carboxymethylation, neutralization, and drying. Characterization of CMC was done by color test, water content test, DS test, pH test, NaCl content test, and purity of the CMC test. The best characteristic of CMC was obtained by using H2O2 as variation type of cellulose solvent because it produced a white color (brighter) of CMC than any other type of cellulose solvent, the lowest water content which is 8.6625%, the best DS value which is 0.95, pH value approach  neutral 7.79, NaCl content 1.2859% which approach to CMC standard, and purity 98.7141% which approach  SNI quality 1.     Keywords: Water Hyacinth, Cellulose Insulation, CMC Synthesis, Characterization
PENGARUH VARIASI LAMA PEREBUSAN DAN KADAR ASAM KLOROGENAT DAUN YAKON TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAHRATTUS NORVEGICUS Fajar Fahrobi, Alfian
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomer 1, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi lama perebusan dan kadar asam klorogenat daun yakon terhadap kadar glukosa darah Rattus norvegicus. Desain penelitian yang digunakan adalah only posttest factorial design. Analisis data menggunakan ANAVA dua arah. Variasi lama perebusan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0 menit, 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Variasi kadar asam klorogenat daun yakon sebesar 1 mM, 2,5 mM, dan 4 mM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak daun yakon yang direbus maka semakin besar kadar asam klorogenat yang terlarut dalam air. Pada lama perebusan yang berbeda, perebusan akan melarutkan asam klorogenat lebih banyak, akan tetapi semakin lama waktu yang digunakan dalam perebusan, rata-rata penurunan kadar glukosa darah semakin menurun yang dikarenakan terdekomposisinya asam klorogenat. Berdasarkan hasil uji ANAVA dua arah (α = 0,05), terdapat perbedaan yang signifikan antar variasi lama perebusan dan antar variasi kadar asam klorogenat, serta terdapat interaksi antara variasi lama perebusan dengan kadar asam klorogenat dalam menurunkan kadar glukosa darah Kata Kunci: lama perebusan, kadar asam klorogenat, daun yakon. Abstract. The main of this research is to know the effect of variation boiling time and chlorogenic acid levels of yacon leaves towards decrease blood glucose levels of rattus norvegicus. Research design was used only posttest factorial design. Data analysis used in this research was two way ANAVA. Variation of boiling time in this research was 0 minute, 5 minute, 10 minute, and 15 minute. Variation of chlorogenic acid levels of yacon leaves was 1 mM 2,5 mM, and 4 mM. The results showed that the more yacon leaves are boiled, the greater levels of chlorogenic acid are dissolved in water. On a different boiling time, boiling will dissolved more chlorogenic acid, but the longer it is used in boiling, the average of reduction in blood glucose levels decrease because chlorogenic acid decomposes. Based on the results of the two way ANAVA (α = 0,05), there are significant differences between boiling time variation and between variation of chlorogenic acid levels, and there is interaction between boiling time and chlorogenic acid levels to decrease blood glucose levels.Keywords: boiling time, chlorogenic acid levels, yacon leaves
PENGARUH KONSENTRASI YEAST HYDROLYSATE ENZIMATIC (YHE) SEBAGAI SUPLEMEN MEDIA KULTUR UNTUK  PERTUMBUHAN LACTOBACILLUS BULGARICUS Yulia Wardani, Rozamela
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomer 1, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS DAN FT-IR DARI SENYAWA HASIL ISOLASI EKSTRAK KLOROFORM KULIT BATANG TUMBUHAN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) NURLAILA, ELA
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomer 1, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui golongan senyawa dari hasil isolasi ekstrak kloroforom kulit batang tumbuhan salam  menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan FT-IR. Setelah dilakukan isolasi dan dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FT-IR, pada spektrofotometer UV-Vis menunjukkan adanya serapan pada 217nm yang merupakan gugus kromofor (C=C) dan pada 270 nm yang menunjukkan adanya ikatan rangkap C=O. Hal ini didukung oleh hasil spektrofotometer FT-IR yang menunjukkan gugus fungsi –OH,=C-H (aromatik), C=O, C=C (aromatik). Golongan senyawa yang terdapat pada isolat adalah senyawa golongan fenolik.  Kata kunci: Syzygium polyanthum, Spektrofotometri UV-Vis, Spektrofotometri FT-IR, fenolik.  Abstract. The purpose of this research is to determine the compounds of the isolated from chloroform extract of plant salam bark using UV-Vis and FT-IR spectrophotometry. After isolation and analyzed by using the UV-Vis, and FT-IR spectrophotometry, the UV-Vis spectrophotometry showing absorption at 217 nm which is a chromophore group (C=C), and 270 nm indicating  a double bond C=O. There are supported by the result of FT-IR spectrophotometry showing the functional groups  –OH,=C-H (aromatic), C=O, C=C (aromatic). The compound found in isolate salam predicted to be is phenolic compounds.  Keyword:Syzygium polyanthum,UV-Vis spectrophotometry, FT-IR spectrophotometry, phenolic.
UJI BIOLARVASIDA NYAMUK AEDES AEGYPTY DARI HASIL ISOLASI EKSTRAK METANOL TANAMAN SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA NESS) IMANTA, ELASTI
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomer 1, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan struktur molekul senyawa hasil isolasi ekstrak metanol daun tanaman sambiloto (Andrographis panuciulata) serta menguji aktivitas biolarvasida isolat dari ekstrak metanol daun tanaman sambiloto (Andrographis panuciulata) terhadap larva nyamuk Aedes aegypty. Penentuan struktur molekul dilakukan dengan menggunakan metode isolasi dan identifikasi. Metode isolasi didahului dengan proses ekstraksi serbuk kering daun tanaman sambiloto menggunakan pelarut metanol. Fraksinasi dan isolasi ekstrak metanol dilakukan menggunakan metode Kromatografi Kolom Gravitasi dan Kromatografi Lapis Tipis. Identifikasi isolat dilakukan secara fisika dan kimia. Uji secara fisika dilakukan dengan mengukur titik leleh isolate menggunakan Imelting Point Apparatus. Uji secara kimia dengan melakukan uji fitokimia isolat. Analisis isolat dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, IR dan GC-MS.  Berdasarkan hasil identifikasi, isolat diduga senyawa golongan terpenoid dengan titik leleh sebesar 86-87oC. Hasil analisis  spektrofotometer UV-Vis menghasilkan serapan panjang gelombang 215 nm dan 270 nm. Hasil Spektrofotometer IR menunjukkan gugus fungsi –OH (melebar), C-H (alkana), C-H (alkena), C=O , C-O dan –C=C- (alkena) serta didukung dengan hasil spektrofotometer massa yang menunjukkan bahwa isolat memiliki m/z 335 [M]+. Berdasarkan hasil analisis senyawa hasil isolasi diduga merupakan senyawa 14-deoxyandrographolide. Uji aktivitas biolarvasida isolat terhadap larva nyamuk Aedes aegypty dilakukan menggunakan 6 konsentrasi dengan 3 kali pengulangan. Konsentrasi yang digunakan untuk isolat dan larvasida sintetik  sebesar 0, 10, 20, 30, 40 dan 50 ppm. Berdasarkan uji biolarvasida, nilai LC50 ditentukan dengan menggunakan analisis probit. Hasil uji biolarvasida memberikan nilai LC50 untuk isolat dan larvasida sintetik “Abate” berturut-turut adalah  35,53 ppm dan 12,03 ppm.   Kata kunci : isolasi, identifikasi, biolarvasida, Aedes aegypty, Andrographis paniculata Ness     Abstrak. The aim of this research is to detemine molecular structure of biolarvaside and to know the larvasidal bioactivity of isolat from leaves Andrographis paniculata. Determination of the molecular structure has beeen done by a series of isolation and identification methods. Isolation was carried out with extraction on dried leaves Andrographis paniculata by using methanol. The methanol extract was fractinated by Gravitational Column Chromatography (GCC) and Thin Layer Chromatography (TLC). Identification of isolated compound was determinated by physical test, chemical test. Physical test was determinated by melting point using Meltig Point Apparatus. Chemical test was determinated by phytochemical. Analysisof  isolate is done by spectroscopic UV-Vis, IR and GC-MS. The results of the analysis isolate, isolate is terpenoids with a melting point of 86-87oC. The results of the analysis of UV-Vis spectrophotometer produce absorption wavelength 216 nm and 271 nm, IR spectrophotometer showed the results of functional groups OH (wide), C-H (alkana), C-H (alkena), C=O , C-O dan –C=C- (alkena) andsupported  result spectrophotometer  mass  if isolate has m/335 [M]+. Based on identification of isolate, the isolate as 14-deoxyandrographolide.  An other  hand, methanol extract and isolate were also tested the larvacidal bioctivity. The larvacidal bioactivity test used six various of concentration and was triple replicates. Concentration for isolate and syntethic larvacide are 0, 10, 20, 30, 40 dan 50 ppm. Based on larvacidal bioactivity, LC50 value was determinated by probit analysis. Larvacidal bioactivity test gave the LC50 for isolate and synthetic larvacide “Abate” are 35,53 ppm dan 12,03 ppm.   Keywords: Andrographis paniculata, Isolate, Biolarvacide, Terpenoids
PENGIKATAN GARAM EMPEDU OLEH BEKASAM BANDENG (CHANOS CHANOS) YANG DIFERMENTASI DENGAN LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765 SECARA IN VITRO LAILATUL KHOIRIYAH, IKA
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomer 1, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan bekasam bandeng (Chanos chanos) yang difermentasi menggunakan kultur starter Lactobacillus plantarum B1765 dalam mengikat garam empedu (in vitro). Lactobacillus plantarum B1765 diketahui memiliki aktivitas proteolitik yang dapat mendegradasi protein pada bekasam bandeng menjadi peptida yang diharapkan mampu memberi efek pengikatan pada garam empedu. Jumlah garam empedu yang terikat diukur menggunakan Total Bile Acid (TBA) kit. Bekasam bandeng yang difermentasi pada lama waktu yang berbeda memberikan hasil pengikatan garam empedu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pengikatan garam empedu terbesar diberikan oleh bekasam bandeng dengan lama waktu fermentasi selama 5 hari, yakni sebesar 27,29%. Untuk lama fermentasi 0, 3, 7, dan 10 hari juga memberikan efek pengikatan pada garam empedu namun dengan persentase yang lebih kecil dibandingkan ekstrak bekasam bandeng yang difermentasi selama 5 hari, yakni 23,17% untuk lama fermentasi 0 hari, 20,28% untuk lama fermentasi 3 hari, 19,88% untuk lama fermentasi 7 hari dan 14,64% untuk lama fermentasi 10 hari.  Kata Kunci: Bekasam bandeng, Lactobacillus plantarum B1765, peptida, garam empedu  Abstract. This study is determine the ability of bekasam bandeng (Chanos Chanos) fermented by Lactobacillus plantarum B1765 to binding bile salts (in vitro). Lactobacillus plantarum B1765 known to have proteolytic activity that degrades the protein in bekasam into peptides that are expected to give binding effect on bile salts. The amount of bile salt bound was measured using the Total Bile Acids (TBA) kits. Bekasam fermented at different lengths give results different binding bile salts. The results show the ability of the binding of bile salts by bekasam largest with a long fermentation time for 5 days, which is equal to 27.29%. For a long fermentation 0, 3, 7, and 10 days also give binding effect on bile salts, but by a smaller percentage than bekasam with fermentation time for 5 days, which is 23.17% for 0-day fermentation period, 20.28% for long fermentation 3 days, 19.88% for long fermentation 7 days and 14.64% for the length of fermentation 10 days.  Keywords: Bekasam bandeng, Lactobacillus plantarum B1765, peptides, bile salts
PENGARUH LAMA PEREBUSAN DAUN YAKON (SMALLANTHUS SONCHIFOLIA) TERHADAP KADAR KOLESTEROL MENCIT (MUS MUSCULUS) FITROTUN NISA, RIZYA
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomer 1, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian untuk menentukan pengaruh lama perebusan daun yakon (Smallanthus sonchifolia) terhadap penurunan kolesterol mencit (Mus musculus). Penelitian ini mengguakan metode spektroskopi UV-Vis dengan reagen Pb(CH3COO)2.PbO.3H2O untuk menentukan Kadar asam klorogenat pada daun yakon. Uji aktifitas dilakukan secara in vivo melalui mencit yang dibuat hiperlipidemia, sedangkan uji kadar kolesterol dilakukan dengan metode CHOD-PAP sehingga diketahui nilai penurunan kolesterol total darah mencit. Semakin lama perebusan, kadar asam klorogenat yang larut dalam air semakin banyak, hal ini dibuktikan dengan ujikuantitatifmenggunakan spektroskopi UV-Vis dengan λ 324 nm. Semakin banyak asam klorogenat dalam larutan uji yang diinduksikan pada mencit hiperkolesterol menyebabkan nilai penurunan kolesterol semakin besar. Hal ini disebabkan karena asam klorogenat menghambat enzim HMG-KoA reduktase sehingga pembentukan mevalonat dan sintesis kolesterol menjadi berkurang. Kata-kata kunci: Smallanthus sonchifolia, asam klorogenat, lama perebusan, kadar kolesterol Abstract. Research was conducted to determine the effects of long boiling the leaves yakon (Smallanthus sonchifolia) to decrease cholesterol mice (Mus musculus). This study uses the UV-Vis spectroscopy method with reagent Pb(CH3COO)2.PbO.3H2O to determine the levels of chlorogenic acid in the leaves yakon. Test carried out in vivo activity in mice created through hyperlipidemia, while cholesterol tests conducted by CHOD-PAP method that is known the value decrease blood total cholesterol in mice. The longer boiling, the levels of chlorogenic acid which dissolves in water more and more, this is evidenced by quantitative assay using a UV-Vis spectroscopy with λ 324 nm. More and more of chlorogenic acid in a test solution which is induced in mice with hypercholesterol cause the value of the greater cholesterol reduction. This is due to chlorogenic acid inhibits the enzyme HMG-CoA reductase so that the formation of mevalonate and cholesterol synthesis is reduced.  Keywords: Smallanthus sonchifolia, chlorogenic acid, long boiling,  cholesterol levels
RESISTENSI ANTIBIOTIK AMOKSISILIN PADA STRAIN LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765 SEBAGAI KANDIDAT KULTUR PROBIOTIK KONGKO KARTIKA YUDHA SUJADMIKO, WIJO
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Nomer 1, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Probiotik merupakan bakteri yang mampu memberikan pengaruh baik terhadap kesehatan dengan membentuk kolonisasi pada saluran pencernaan inangnya. Konsumsi antibiotika secara oral dapat mengancam kelestarian hidup probiotik di dalam usus. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat resistensi Lactobacillus plantarum B1765 sebagai kandidat kultur probiotik terhadap antibiotik jenis amoksisilin klavulanat generik dengan metode difusi kertas cakram. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa strain L.plantarum B1765 resisten pada konsentrasi amoksisilin 50ppm (v/v), bersifat intermediet pada 125/250 ppm (v/v), dan sensitif terhadap 500 ppm (v/v) amoksisilin dengan diameter zona hambat yang terbentuk secara berurutan yaitu 0 mm; 12.8 mm; 18.0mm; dan 24,9mm. Kemampuan resistensi L.plantarum B1765 terhadap antibiotik amoksisilin klavulanat generik ditunjukkan hanya sebatas konsentrasi 50ppm (v/v). Kata kunci: Probiotik, Resistensi, Amoksisilin, Lactobacillus plantarum B1765  Abstract. Probiotics are bacteria that give good influence on health by forming colonization in digestive tract of its host. Consumption of antibiotic orally can intimidate survival of the probiotics in the gut. This study aims to determine the level of resistance Lactobacillus plantarum B1765 as a candidate probiotic cultures to antibiotics type of amoxycillin clavulanate generic with paper disc diffusion method. Based on the results of study mentioned that L.plantarum B1765 strains resistant to amoxycillin concentration of 50ppm (v/v), are intermediates at 125/250 ppm (v/v), and are sensitive to 500 ppm (v/v) amoxycillin with a diameter of inhibition zone formed sequentially is 0 mm; 12.8 mm; 18.0mm; and 24,9mm. The ability of the resistance from L.plantarum B1765 to the antibiotic of amoxycillin clavulanate generic are shown limited only to concentration of 50ppm (v/v). Keywords: Probiotic, Resistance, Amoxycillin, Lactobacillus plantarum B1765

Page 1 of 2 | Total Record : 14