cover
Contact Name
Dina Kartika Maharani
Contact Email
dinakartika@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ujc@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Unesa Journal of Chemistry
  • unesa-journal-of-chemistry
  • Website
ISSN : -     EISSN : 22528180     DOI : -
UNESA Journal of Chemistry is published online by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia. 60231. Published 3 times a year (January, May and September) Aims and Scope: UNESA Journal of Chemistry is online Journal covering all aspects of Chemistry. The journal publishes original research paper and review articles.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomer 2, 2017" : 8 Documents clear
KAJIAN DAYA SERAP AIR (SWELLING) PUPUK UREA SLOW RELEASE FERTILIZER (SRF) MENGGUNAKAN MATRIKS KITOSAN-ZEOLIT Novan, Arif
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomer 2, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pupuk urea Slow Release Fertilizer (SRF) merupakan pupuk urea yang mampu melepaskan nutrisinya lebih lambat dari pupuk urea konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya serap air (swelling) pupuk urea Slow Release Fertilizer (SRF). Muatan-muatan positif pada kitosan terprotonasi dan berinteraksi dengan muatan-muatan negatif pada permukaan zeolit dan membentuk linkage antara kitosan dan zeolit sehingga kitosan dapat menempel dan menutupi permukaan zeolit. Berdasarkan hasil uji daya serap air (swelling) didapatkan hasil yang menyatakan bahwa semakin besar konsentrasi zeolit dalam kitosan maka semakin baik persentase daya serap air (swelling).  Kata Kunci: Pupuk urea SRF, daya serap air (swelling)   Abstract. Urea Slow Release Fertilizer (SRF) is a urea fertilizers which are able to release the nutrients more slowly than conventional urea fertilizer. This study aims to determine water absorption (swelling) of urea SRF. Positive charges on the chitosan protonated and interact with the negative charges on the surface of the zeolite and establish linkage between chitosan and zeolite that chitosan can be attached and cover the surface of the zeolite. Based on the results of water absorption (swelling) assays showed that states that the greater the concentration of zeolite in chitosan, the better percentage of water absorption (swelling).
PENGARUH LAMA FERMENTASI BAKTERI ASAM LAKTAT LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765 TERHADAP MUTU PIKEL UMBI YAKON (SMALLANTHUS SONCHIFOLIUS) Rocky Maulana Rafsanjani, Ega
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomer 2, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi Lactobacillus plantarum B1765 terhadap mutu (kimia dan mikrobiologi) pikel umbi yakon Smallanthus sonchifolius. Pikel umbi yakon dibuat dengan menambahkan 10% bakteri asam laktat pada potongan umbi yakon yang direndam larutan garam 1%. Lama fermentasi pada penelitian ini adalah 0, 3, 24, dan 48 jam. Mutu kimia pikel umbi yakon meliputi pH dan Total Asam Tertitrasi (TAT), sedangkan mutu mikrobiologi pikel umbi yakon yakni total Bakteri asam laktat (BAL). Hasil uji mutu kimia dan mikrobiologi dianalisis menggunakan ANOVA satu arah. Pada hasil statistik yang didapat menunjukkan adanya pengaruh pada uji pH, TAT, dan total BAL hingga lama fermentasi 48 jam dengan nilai signifikan P<0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan nilai pH pikel umbi yakon dari pH awal 6,15 hingga mencapai pH 3,28 di lama fermentasi 48 jam. Pada uji total asam mengalami kenaikan dari TAT awal sebesar 0,044% menjadi 0,452%. Kenaikan nilai TAT diikuti dengan bertambahnya jumlah total BAL pikel umbi yakon selama lama fermentasi, dari 1,12x106 menjadi 3,25x108.   Kata kunci: pikel umbi yakon, lama fermentasi, Lactobacillus plantarum B1765, mutu kimia, mutu mikrobiologi . Abstract. This study aims to determine the effect of Lactobacillus plantarum fermentation B1765 on the quality (chemical and microbiological) yacon roots Smallanthus sonchifolius pickle. Yacon roots pickle made by adding 10% of lactic acid bacteria on the roots pieces were soaked yacon 1% salt solution. Fermentation time in this study were 0, 3, 24, and 48 hours. Chemical quality yacon roots pickle include pH and Total Acid titration (TAT), while the microbiological quality of the yacon roots pickle that the total lactic acid bacteria (LAB). The results of quality test chemical and microbiological analyzed using one-way ANOVA. In the statistical results obtained show the influence of the pH test, TAT, and total BAL until fermentation time of 48 hours with a significant P value <0,05.Hasil research shows that a decline in pH value yacon roots pickle of initial pH 6.15 up to pH 3.28 in 48-hour fermentation period. In total acid test increased from initial TAT of 0.044% to 0.452%. The increase in the value of TAT followed by increasing the total number of LAB yacon roots pickle during the fermentation period, from 1,12x106  to be 3,25x108.   Keyword: yacon roots pickles, fermentation time, Lactobacillus plantarum B1765, chemical quality, microbiological quality.
KITIN DARI CANGKANG RAJUNGAN YANG DIPEROLEH SECARA ENZIMATIK PADA TAHAP DEPROTEINASI AMEILIA, ISTIVA
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomer 2, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kitin dapat diisolasi dari cangkang rajungan melalui tahap demineralisasi dan deproteinasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kitin dan enzim yang optimum dalam menghidrolisis protein pada kitin. Penentuan perbandingan kitin dan enzim dilakukan dengan cara memvariasaikan enzim dan kitin yang digunakan. Jumlah protein yang terhidrolisis ditentukan dengan menggunakan metode Kjeldahl. Kitin yang diperoleh berwarna putih. Perbandingan enzim dan kitin yang optimum adalah 1:10 (b/v) dengan kadar N-total sebesar 3,02%. Kitin yang diperoleh menunjukkan gugus fungsi O-H, N-H, C-H, C-N, C=O, C-O.   Kata Kunci: Kitin, Kadar N-total, deproteinasi   Abstract. Chitin can be isolated from the shells of crabs through the demineralization and, deproteination. The aim of this experiment were to know the optimum of chitin and enzyme ratio to hrdrolyze proteins on chitin. Determination the optimum of chitin and enzyme ratio was done at variation of chitin and enzymes ratio that used. Analysis of protein concentration is done by using the Kjeldahl method. The result showed that the optimum ratio of chitin and enzyme is 1:10 (w/v) with N-total is 3,02%. Chitin obtained showed the functional groups O-H, N-H, C-H, C-N, C = O, C-O.   Key words: Chitin, N-total concentration, deproteination
UJI FITOKIMIA EKSTRAK METANOL KULIT BATANG TUMBUHAN JAMBU BOL (SYZYGIUM MALACCENSE) MEI SANTI, AYU
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomer 2, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuikandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada kulit batang tumbuhan Syzygium malaccense.Metabolit sekunder adalah senyawa metabolit yang tidak esensial bagi pertumbuhan organisme yang memiliki aktifitas biologis, contohnya dapat bertindak sebagai anti kanker, antioksidan, anti bakteri.Penelitian ini diawali dengan mengekstrak serbuk kulit batang tumbuhan Syzygium malaccense dengan maserasi menggunakan methanol. Ekstrak metanol yang didapat dilakukan uji fitokimia yaitu uji alkaloid, steroid, fenolik, flavonoid tannin, saponin dan terpenoid. Hasil uji fitokimia diperoleh informasi bahwa ekstrak metanol kulit batang Syzygium malaccensepositif mengandung alkaloid, steroid, fenolik, flavonoid tannin dan saponin sedangkan pada terpenoid diperoleh hasil negatif.   Kata kunci: Syzygium malaccense, metabolit sekunder, fitokimia, ekstrak metanol.     Abstract. The aims of this research is to determine the content of secondary metabolites found in the stem bark of Syzygium malaccense. Secondary metabolites are metabolites which are not essential for the growth of organisms that have biological activity, for example, as anti-cancer, antioxidant, anti-bacterial. This research was begun by extracting the stem bark powder of Syzygium malaccense with maceration using methanol. The methanol extracts tested phytochemical tests are alkaloids, steroids, phenolics, flavonoids, tannins, saponins and terpenoids tests. The results of phytochemical tests obtained information that the methanol extract of stem bark of Syzygium malaccensepositive contains alkaloids, steroids, phenolics, flavonoids, tannins and saponins while on terpenoids obtained negative results. Keywords: Syzygium malaccense, secondary metabolites, phytochemicals, methanol extract
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT HIDROKSIAPATIT-KITOSAN-KOLAGEN SEBAGAI BIOMATERIAL BONE GRAFT LAILATUL ARIFAH, SITI
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomer 2, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tulang merupakan komposit alami yang terdiri dari 70% material anorganik berupa hidroksiapatit dan 30% material organik yang terdiri dari kolagen, proteoglikan dan glikoprotein. Pada penelitian ini hidroksiapatit dikompositkan dengan kitosan dan kolagen diharapkan dapat memberikan komposisi yang sama dengan tulang. Kitosan dan kolagen digunakan sebagai matriks organik karena sifatnya yang biokompatibel, tidak toksik, bioaktif dan osteokonduktif. Pada penelitian ini komposit hidoksiapatit-kitosan-kolagen disintesis menggunakan metode ex-situ . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi komposit terhadap karakteristik fisika dari komposit hidroksiapatit-kitosan-kolagen. Komposit A (7:2:1) memberikan sifat fisik dengan serabut berongga yang paling sedikit dan memiliki kekuatan tekan sebesar 155,31 kPa. Pada komposit B (7:1,5:1,5) memiliki serabut berongga yang lebih banyak dari komposit A dan memiliki kekuatan tekan yang paling tinggi yaitu sebesar 219,77 kPa. Komposit C (7:1:2) memiliki serabut berongga yang paling banyak dan memiliki kekuatan tekan yang paling rendah yaitu 100,53 kPa. Komposisi komposit mempengaruhi sifat fisik pada komposit dan komposit dengan kekuatan tekan terbaik yaitu komposit dengan komposisi 7:1,5:1,5 (komposit B). Kata Kunci: komposit, hidroksiapatit, kitosan, kolagen, bone graft.   Abstract. Bone is a natural composite which consists of 70% inorganic material such as  hydroxyapatite and 30% organic material composed of collagen, proteoglycans and glycoproteins. In this study, hydroxyapatite was combined with chitosan and collagen is expected to give a similar composition to the bone. Chitosan and collagen were used as an organic matrix because it is biocompatible, non-toxic, bioactive and osteoconductive. In this study, composite hidoksiapatit-chitosan-collagen was synthesized using ex-situ methods. the purpose of this study is to determine the effect on the composite composition about physical characteristics of hydroxyapatite-chitosan-collagen composite. Composite A (7: 2: 1) give physical properties has least hollow fibers and has a compressive strength of 155.31 kPa. In composite B (7: 1,5: 1,5) has hollow fibers more than composite A and has a compressive strength is highest in the amount of 219.77 kPa. Composite C (7: 1: 2) has highest hollow fibers and has smallest of compressive strength in the amount of 100.53 kPa. Composite composition affects the physical properties of the composites and composite with the best compressive strength is composite with the composition 7: 1,5: 1,5 (Composite B).   Keywords:  composite, hydroxyapatite, chitosan, collagen, bone graft .
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK METANOL KULIT BATANG TUMBUHAN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) RAHMAWATI, MEITA
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomer 2, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa hasil isolasi dari ekstrak metanol kulit batang tumbuhan Mengkudu (Morinda citrifolia L.). Penelitian ini diawali dengan mengekstrak serbuk kulit batang tumbuhan Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan maserasi menggunakan metanol. Ekstrak metanol selanjutnya dipartisi menggunakan n-heksana dan kloroform. Ekstrak metanol yang telah dipartisi selanjutnya dilakukan pemisahan menggunakan Kromatografi Kolom Gravitasi (KKG) dan selalu dipantau dengan KLT. Isolat yang berupa kristal  kuning  dianalisis dengan spektroskopi UV-Vis, FTIR dan GC-MS. Hasil menunjukkan bahwa isolat yang diperoleh diduga adalah senyawa Digitoksigenin. Digitoksigenin merupakan salah satu senyawa steroid pada tumbuhan dalam bentuk kardenolida atau γ-lakton.   Kata kunci: Morinda citrifolia L., Senyawa Metabolit Sekunder, Isolasi, Identifikasi, Steroid, Digitoksigenin.   Abstract. The aims of this research is to identify the isolate from methanol extract of the stem bark of Morinda citrifolia L. This research was begun by extracting the stem bark powder of Morinda citrifolia L with maceration using methanol. The methanol extract was then partitionated technique using n-hexane and chloroform. The methanol extract from partition was then separated with Gravitational Column Chromatography (GCC) and always monitored by TLC-analysis. A yellow crystal isolates was then analyzed using UV-Vis, FTIR and GC-MS spectroscopy. The results showed that the isolate was Digitoksigenin. Digitoksigenin is the steroidal compounds of the plant in the form of cardenolide or γ-lactones.   Keywords: Morinda citrifolia L., Secondary Metabolites Compounds, Isolation, Identification, Steroidal, Digitoxigenin.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI HIDROKSIAPATIT DARI CANGKANG TELUR AYAM RAS (GALLUS GALLUS) MENGGUNAKAN METODE PENGENDAPAN BASAH WIANA PUSPITA, FENTY
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomer 2, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Limbah cangkang telur ayam ras memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3), magnesium karbonat (MgCO3), kalsium fosfat (CaPO4), magnesium fosfat (MgPO4). Cangkang telur ayam ras digunakan sebagai precursor kalsium pada sintesis Hidroksiapatit. Hidroksiapatit ini memiliki sifat biocompatible (tidak menyebabkan reaksi penolakan dari system kekebalan tubuh), bioactive (membentuk ikatan dengan tulang), osteoconduktive (tempat untuk pertumbuhan sel tulang baru). Hidroksiapatit dapat disintesis menggunakan prekursor kalsium dan prekusor fosfat. Prekursor kalsium CaOH2 sedangkan prekursor fosfat H3PO4. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakterisasi fisika (fasa dan morfologi permukaan) dan kimia (gugus fungsional) cangkang telur ayam ras yang telah dikalsinasi dan yang dihasilkan menggunakan instrumen SEM (Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray) , FT-IR (Fourier Transform Infrared), dan XRD (X-Ray Diffraction). Sintesis Hidroksiapatit ini dilakukan dengan metode pengendapan basah dengan variasi suhu sintering diantaranya yaitu tanpa sintering (TS), 800oC, 900oC, 1000oC. Kemudian dikarakterisasi menggunakan instrumen SEM, FT-IR, dan XRD. Hasil karakterisasi HAp-TS memiliki kristalinitas 97,487%. HAp-8 dengan kristalinitas 95,821%. HAp-9 dengan kristalinitas 98,004%. HAp-10 memiliki kristalinitas 98,080%. HAp memiliki bentuk bongkahan tidak beraturan dengan gugus fungsional –OH, -(PO4)32-, dan -CO32-. Suhu sintering berpengaruh pada sintesis HAp.   Kata Kunci: Cangkang telur ayam ras, Hidroksiapatit, Karakterisasi, Suhu sintering, Kristalinitas.   Abstract: Waste of race chicken eggs shells contain calcium carbonate (CaCO3), magnesium carbonate (MgCO3), calcium phosphate (CaPO4), magnesium phosphate (MgPO4). Race chicken eggs shells used as a precursor in the synthesis of calcium hydroxyapatite. The properties of hydroxyapatite are biocompatible (does not cause rejection reactions of the immune system), bioactive (forming a bond with the bone), osteoconductive (place for the growth of new bone cells). Hydroxyapatite can be synthesized using precursors of calcium and phosphate precursors. Precursor is CaOH2 whereas calcium phosphate precursor is H3PO4. CaOH2 can be used as a precursor of calcium while H3PO4 can be used as a precursor phosphate. The purpose of this study to determine the characterization of physics (phase and surface morphology) and chemical (functional group) shell eggs that have been calcined and produced using instruments SEM (Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray), FT-IR (Fourier Transform Infrared) and XRD (X-Ray Diffraction). Synthesis of hydroxyapatite is done by a wet deposition method with sintering temperature variations among which 800oC, 900oC, 1000oC and without sintering (TS). Then the results were characterized using SEM instrument, FT-IR, and XRD. The characterization results HAp-TS has a 97.487% crystallinity. HAp-8 with 95.821% crystallinity. HAp-9 with 98.004% crystallinity. HAp-10 has a 98.080% crystallinity. HAp has a boulder irregular shape with functional groups -OH, - (PO4)32-, and -CO32-. Temperature sintering effect on the synthesis of HAp.   Keywords: eggs race chicken, Hydroxyapatite, characterization, temperature sintering, crystallinity
UJI ANTIOKSIDAN DAN IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF DARI EKSTRAK KLOROFORM DAUN TANAMAN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA L.). NAFISAH, MINHATUN
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomer 2, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang uji antioksidan dan identifikasi senyawa aktif dari ekstrak kloroform daun tanaman beluntas (Pluchea indica L). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak kloroform dan metanol daun tanaman beluntas sebagai antioksidan yang dapat meredam radikal DPPH. Kandungan kimia yang terdapat dalam daun tanaman beluntas meliputi alkaloid, fenolik, saponin, dan steroid. Pada uji aktivitas antioksidan menggunakan 5 variasi konsentrasi (10, 20, 30, 40, dan 50 ppm) yang diamati dengan spektofotometer UV-Vis. Nilai IC50 dari isolat kloroform sebesar 107 ppm. Senyawa aktif yang terdapat dalam isolat kloroform ialah Phenol, 3,5-bis(1,1-dimethylethyl). Kata kunci : Beluntas, antioksidan, DPPH.  Abstract It had been done a research antioxidant test and identification of active compounds from chloroform extract of  beluntas (Pluchea indica L) leaf. This research  aims to determine the active compounds contained in extracts of chloroform and methanol beluntas leaf as antioxidants, which can reduce DPPH radical. The chemical contents presenting in the leaf include alkaloids, phenolics, saponins and steroids. The test of antioxidant activity using 5 various concentrations (10, 20, 30, 40, and 50 ppm) were observed by UV-Vis spectrophotometer. IC50 value of isolates from choloform 107 ppm. The active compounds found in isolates of chloroform are phenol, 3,5-bis (1,1-dimethylethyl chloroform). Key words : Beluntas, Antioxidant, DPPH

Page 1 of 1 | Total Record : 8