cover
Contact Name
Dina Kartika Maharani
Contact Email
dinakartika@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ujc@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Unesa Journal of Chemistry
  • unesa-journal-of-chemistry
  • Website
ISSN : -     EISSN : 22528180     DOI : -
UNESA Journal of Chemistry is published online by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia. 60231. Published 3 times a year (January, May and September) Aims and Scope: UNESA Journal of Chemistry is online Journal covering all aspects of Chemistry. The journal publishes original research paper and review articles.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomer 3, 2017" : 10 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN NANOSILVER TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NANOGOLD DALAM MEREDAM RADIKAL BEBAS Hesti Kurnia, Nita
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomer 3, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang aktivitas antioksidan nanogold dan nanosilver telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan nanosilver terhadap aktivitas antioksidan dari nanogold dan mengetahui konsentrasi terbaik untuk penambahan nanosilver yang mendukung aktivitas antioksidan nanogold. Konsentrasi nanogold yang digunakan adalah 20 ppm dan nanosilver konsentrasi 5 sampai 25 ppm. Aktivitas antioksidan ditentukan dari nilai persentase peredaman radikal bebas dengan metode DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nanosilver pada nanogold memberi pengaruh dalam meningkatkan aktivitas antioksidan atau persen peredaman dari nanogold 20 ppm. Nilai persen peredaman radikal rata-rata dari nanogold 20 ppm tanpa penambahan nanosilver adalah 35,78. Sedangkan nanogold 20 ppm yang diberi tambahan nanosilver berbagai konsentrasi 5 sampai 25 ppm yaitu 48.98; 65.80; 53.40; 40.34 dan 35.56 persen. Aktivitas antioksidan tidak meningkat sebanding dengan peningkatan konsentrasi nanosilver. Berdasarkan penelitian, penambahan nanosilver dengan konsentrasi 10 ppm memiliki hasil peredaman radikal bebas yang paling baik untuk mendukung aktivitas antioksidan nanogold yaitu sebesar 65,80 % . Kata Kunci: Nanogold, Nanosilver, Aktivitas antioksidan, DPPH
UJI SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK METANOL KULIT BATANG TUMBUHAN KLAMPOK WATU(SYZYGIUM LITORALE) PHYTOCHEMICAL SCREENING ON METHANOL EKSTRAK FROM STEAM BARK KLAMPOK WATU(SYZYGIUM LITORALE) Arista Setiabudi, Dian
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomer 3, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tumbuhan klampok watu (Syzygium littorale) merupakan tumbuhan dalam family Myrtaceae. Sejauh ini, hanya sedikit penelitian terkait dengan tumbuhan klampok watu (Syzygium littorale) baik pada daun, buah, kulit batang atau bagian lainnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan zat aktif (Alkaloid, saponin, tannin, fenolik, terpenoid, steroid dan flavonoid) yang ada pada kulit batang tumbuhan Klampok watu (Syzygium litorale). Ekstraksi sampel dilakukan dengan teknik maserasi menggunakan pelarut metanol, hasil maserasi dilakukan partisi menggunakan pelarut n-heksana dan kloroform. Uji fitokimia ekstrak metanol kulit batang  klampok watu (Syzygium litorale)  hasil partisi diketahui terdapat kandungan senyawa metabolit sekunder golongan saponnin,  terpenoid, tannin, flavonoid dan fenolik.   Kata kunci: Fitokimia, Klampok watu, Syzygium litorale.
KARAKTERISASI LIMBAH CANGKANG UDANG YANG TELAH DIMODIFIKASI DAN APLIKASINYA SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI KITINOLITIK CHARACTERIZATION OF SHRIMP SHELL WASTE HAS BEEN MODIFIED AND APLICATIONS AS A GROWTH MEDIA OF CHITINOLITIC BACTERIA FIRDAUSIA, SYAMROTUL
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomer 3, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan limbah cangkang udang menjadi kitin sebagai media pertumbuhan bakteri kitinolitik melalui perlakuan kimia dan perlakuan fisik. Perlakuan fisik yang diberikan terhadap limbah cangkang udang meliputi pemanasan menggunakan microwave, penyangraian, pemanasan menggunakan oven, serta pemanasan dibawah sinar matahari. Serbuk cangkang udang yang telah diberikan perlakuan fisik maupun kimia menunjukkan hasil yang berbeda. Hasil analisis menggunakan surface area analyzer menunjukkan bahwa serbuk cangkang udang dengan perlakuan kimia dan microwave mempunyai ukuran pori yaitu 18,44 Å dan 117,8 Å. Hasil tersebut didukung dengan hasil analisis morfologi menggunakan SEM bahwa serbuk cangkang udang hasil perlakuan kimia dan microwave mempunyai struktur yang berongga dibandingkan yang lain. Serbuk cangkang udang yang mengandung kitin hasil modifikasi dengan perlakuan kimia dan microwave dapat digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri kitinolitik.   Kata Kunci: Limbah cangkang udang, kitin, perlakuan fisik dan kimia.   Abstract. Researches to utilization of shrimp shell waste to be chitin as a growth media of chitinolitic bacteria through chemical treatment and physical treatments. Physical treatments that given to shrimp shell waste is heating using microwave, roasting, oven, and drying under the sun. Shrimp shell powder that has been given physical and chemical treatment showed different results. The results of the analysis using surface area analyzer showed that shrimp powder with chemical treatment and microwave have pore size is 18,44 Å and 117,8 Å. The results are supported by morphological analysis using SEM that shrimp shell powder that given by chemical treatment and microwave has a more crude structure than others. Shrimp shell powder containing modified chitin by chemical and microwave treatments can be used as a growth media for chitinolytic bacteria.   Key words: Shrimp shell waste, chitin, physical and chemical treatments
PENENTUAN AKTIVITAS SENYAWA TURUNAN MANGIFERIN SEBAGAI ANTIDIABETES PADA DIABETES MELLITUS TIPE 2 SECARA IN SILICO DETERMINATION OF MANGIFERIN DERIVED COMPOUNDS AS ANTIDIABETIC FOR TYPE 2 DIABETES MELLITUS WITH IN SILICO Wahyu Pujiastuti, Muazah
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomer 3, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Target molekular yang banyak diteliti saat ini sebagai antidiabetes pada diabetes mellitus tipe 2 dalam menstimulasi translokasi GLUT4 ke membran sel adalah PTP 1B ( Protein Tyrosine Phosphatase-1b). PTP1B merupakan regulator negatif pada sinyal insulin yang dapat mendefosforilasi insulin reseptor dan berakibat pada resistensi insulin sehingga harus dilakukan penghambatan terhadap aktifitasnya. Mangiferin mempunyai efek antidiabetes tipe 2 sehingga dilakukan penambatan molekul pada 10 senyawa mangiferin dan turunannya terhadap PTP-1B. Penambatan Molekular merupakan metode komputasi yang bertujuan meniru peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya pada uji in-vitro. Penambatan molekul senyawa mangiferin dan turunannya dengan PTP-1B menghasilkan nilai score docking dan konstanta inhibitor. Software yang digunakan pada penambatan molekul yaitu Autodock Tool 4.2, Chem Bio 3D dan Pymol 4.0. Hasil penambatan molekul dari 10 senyawa mangiferin dan turunannya menunjukkan bahwa senyawa mangiferin memiliki afinitas pengikatan dan konstanta penghambatan masing –masing sebesar -4,6 Kkal/mol dan 423,81 mM. Nilai afinitas yang rendah membuktikan bahwa senyawa mangiferin dapat berikatan dengan sisi aktif PTP-1B dan menghambat aktivitasnya walaupun ikatan yang dihasilkan kurang stabil sehingga perlu dilakukan sintesis turunan mangiferin yang dapat menambah kestabilan pengikatan dan penghambatan terhadap PTP-1B. Pada senyawa mangiferin terjadi interaksi melalui ikatan hidrogen dengan residu asam amino dari PTP-1B yaitu GLN-78, ARG-79 dan LYS-73. Residu asam amino tersebut merupakan daerah katalitik pada protein PTP-1B. Kata kunci : Senyawa mangiferin dan turunannya, Penambatan Molekul, PTP1B   Abstract. Many studied of molecular target today as antidiabetic of type 2 diabetes mellitus in stimulating GLUT4 translocation to cell membranes is PTP 1B (Protein Tyrosine Phosphatase-1B). PTP1B is a negative regulator of insulin signals that can dephosphorylated insulin receptors and result in insulin resistance and should be inhibited against its activity. Mangiferin has the effect of type 2 antidiabetes so that molecular docking is done on 10 mangiferin compounds and their derivatives to PTP-1B. Molecular docking is a computational method that aims to mimic the interaction event of a ligand molecule with a protein targeted for in vitro tests. The molecular docking of the mangiferin compounds and their derivatives with PTP-1B results in a score of docking and inhibitor constants. Software used in molecular docking is Autodock Tool 4.2, Chem Bio 3D and Pymol 4.0. The molecular docking results of the 10 mangiferin compounds and their derivatives show that mangiferin compounds having the bonding affinity and inhibitory constants respectively of -4,6 Kkal / mol and 423,81 mM. The low affinity value proves that the mangiferin compound can bind to the active side of PTP-1B and inhibit its activity even if the resulting bond is less stable so it is necessary to synthesize mangiferin derivatives which can increase the stability of binding and inhibition of PTP-1B. The low affinity value in the mangiferin compound there is interaction through hydrogen bonds with amino acid residues of PTP-1B ie GLN-78, ARG-79 and LYS-73. The amino acid residue is the catalytic region of the PTP-1B protein Keywords: Mangiferin compounds and their derivatives, Molecular Docking, PTP1B
IDENTIFIKASI LIMBAH SERBUK INDUSTRI BAN Chandrasa Wirasadewa, Yudo
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomer 3, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Limbah serbuk industri ban merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari proses industri ban. Tiap tahun, produksi limbah kian meningkat seiring peningkatan produksi ban. Selama ini, limbah tersebut hanya ditampung dan belum dimanfaatkan karena tidak diketahui komposisi limbah dan manfaat yang mampu dihasilkan oleh limbah tersebut. Penelitian ini terfokus pada identifikasi unsur yang terdapat dalam limbah. Hasil karakterisasi SEM-EDX menunjukkan limbah tersusun dari 82,83% karbon, 0,55% sulfur, 3,35 seng dan 13,27% oksigen. Karakterisasi FTIR menunjukkan limbah mengandung gugus regang OH, regang CH alkana, regang CH alkena, dan regang C=O.   Kata Kunci: limbah, ban, SEM-EDX   Abstract.Waste powder from tire industry is one of the waste generated from tire industry process. Each year, waste production is increasing as tire production increases. During this time, the waste is only accommodated and has not been utilized because of unknown composition of waste and the benefits that can be generated by the waste. This study focuses on identifying the elements contained in the waste. The SEM-EDX characterization results show that the waste composed of 82.83% carbon, 0.55% sulfur, 3.35 zink and 13,27% oxygen. FTIR characterization refers to the waste containing OH stretching, CH alkana stretching, CH alkene groups stretching, and C=O stretching.   Key words: waste, tire, SEM-EDX
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK METANOL KULIT BATANG TUMBUHAN GOWOK (SYZYGIUM POLYCEPHALUM) ACTIVITY ANTIOXIDANT TEST FROM METHANOL EXTRACT OF THE STEM BARK GOWOK PLANT (SYZYGIUM POLYCEPHALUM) Mujiati,
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomer 3, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak metanol kulit batang tumbuhan gowok (Syzygium polycephalum). Gowok (Syzygium polycephalum) adalah salah satu pohon anggota suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari Indonesia terutama daerah Jawa dan Kalimantan. Pada penelitian ini diawali dengan preparasi sampel dengan cara maserasi dan partisi menggunakan n-heksana dan kloroform. Selanjutnya dilakukan uji pendahuluan antioksidan dengan metode KLT autografi dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH.  Uji pendahuluan menunjukkan bahwa ekstrak positif memiliki aktivitas antioksidan.  Hasil uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 99,862 ppm. Aktivitas antioksidan tersebut termasuk ke dalam kategori antioksidan kuat.   Kata Kunci: Gowok, Syzygium polycephalum, Aktivitas Antioksidan, DPPH   Abstract. The aims of this research is to determine activity antioxidant in the stem bark of gowok plant (Syzygium polycephalum). Gowok (Syzygium polycephalum) is a one of the tree members of the tribe or Myrtaceae tribe originating from Indonesia, especially Java and Kalimantan. In this research begins with sample preparation by maceration and partition using n-hexane and chloroform. Further antioxidant preliminary test with TLC autography method and antioxidant activity test uses DPPH method. The preliminary test showed that the positive extract had antioxidant activity. The antioxidant activity test by DPPH method showed that the extract had antioxidant activity with IC50 value of 99.862 ppm. These antioxidant activities into the category of strong antioxidants.   Keywords: Gowok, Syzygium polycephalum, Antioxidant activity, DPPH
KARAKTERISASI KITOSAN DARI CANGKANG KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) CHARACTERIZATION CHITOSAN FROM THE SHELLS OF BLOOD CLAMS (ANADARA GRANOSA) Masindi, Tiki
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomer 3, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kitosan dapat diisolasi melalui tahap demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi. Tujuan dari penelitan ini adalah mengetahui karakterisasi kitosan cangkang kerang darah yang menggunakan enzim papain pada proses deproteinasi. Pada tahap deproteinasi dilakukan variasi jumlah enzim dan waktu inkubasi untuk memperoleh kadar nitrogen terendah yang ditentukan melalui metode Kjeldahl. Karakterisasi kitosan yang dilakukan meliputi kadar air, kadar abu serta analisis gugus fungsi menggunakan spektroskopi FTIR. Hasil karakterisasi kitosan diperoleh kadar air sebesar 1,16%, kadar abu 1,25%, derajat deasetilasi 91,7% serta memiliki gugus fungsi kitosan yang spesifik yaitu –OH, -NH, -CH, -CN, and -CO.   Kata Kunci: Enzimatis, karakterisasi, kitosan.   Abstract. Chitosan can be isolated through the demineralization, deproteination and deacetylation. The aim of this experiment were to know the chitosan characterization from the shells of blood clams  which used papain enzyme on deproteination phase. In the deproteination phase was done enzyme volume and incubation time variation to get the lower total nitrogen which using Kjeldahl method. Chitosan characterization through the involve water, ash content, and functional group using FTIR spectroscopy. The characterization result of chitosan was showed the involve water is 1,16%, ash content is 1,25%, deacetylation degrees is 91,7% and have the  specific functional groups of chitosan is –OH, -NH, -CH, -CN, and -CO.   Key words: Enzymatically, characterization, chitosan.
PENGARUH PENAMBAHAN YEAST HYDROLYSATE ENZYMATIC (YHE) PADA FORMULASI PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN THE EFFECT OF THE ADDITION OF YEAST HYDROLYSATE ENZYMATIC (YHE) TO BIOFERTILIZER FORMULATION ON PLANT GROWTH ANDHIKA, PUTRI
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomer 3, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SINTESIS DAN KARAKTERISASI HIDROKSIAPATIT DARI CANGKANG KEPITING (SCYLLA SERRATA) DENGAN METODE PENGENDAPAN BASAH SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF HYDROXYAPATITE OF CRABS SHELL (SCYLLA SERRATA) BY WET APPLICATION METHOD SUPANGAT, DICKY
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomer 3, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Hidroksiapatit dapat disintesis dengan sumber kalsium berasal dari cangkang kepiting dengan metode penambahasan fosfat secara single drop. Cangkang kepiting yang dikalsinasi pada suhu 1000 oC selama 5 jam dari hasil analisis menggunakan XRD menghasilkan fasa utama berupa Ca(OH)­2. Larutan H3PO4 ditambahkan kedalam larutan (CaOH)2 secara single drop. Dilakukan aging selama 24 jam dan digunakan suhu sintering 900oC selama 2 jam. Hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan XRD menghasilkan fasa utama berupa hidroksiapatit dengan kristanilitas sebesar 83.98%. Analisis dengan FTIR menunjukan gugus utama hiroksiapatit hasil sintesis berupa PO43-. Analisis dengan SAA menunjukan luas permukaan hidroksiapatit sebesar 0,50 m2/g, ukuran pori sebesar 123,20 nm, dan volume pori sebesar 31,02 mm3/g. Analisis dengan SEM menunjukan morfologi hidrosiapatit berupa bongkahan dengan pori yang tersebar merata dan hasil uji tekan menunjukan kekauatan tekan Hidroksiapatit sebesar 56,92 Mpa. Kata Kunci: hidroksiapatit, cangkang kepiting,  single drop.   Abstract. Hydroxyapatite can be synthesized with a calcium source derived from a crab shell with a single drop phosphate method. The calcined crab shell at 1000 oC for 5 hours from the analysis using XRD resulted in the main phase of Ca (OH)2. H3PO4 solution is added to solution (CaOH) 2 in single drop. Conducted aging for 24 hours and used sintering temperature 900 oC for 2 hours. The synthesized results were characterized using XRD resulting in a hydroxyapatite main phase with crystallinity of 83.98%. The analysis with FTIR shows the main hieroxyapatite group of synthesized form of PO43-. Analysis with SAA showed a hydroxyapatite surface area of ??0.50 m2 / g, a pore size of 123.20 nm, and a pore volume of 31.02 mm3/ g. The analysis with SEM shows the hydroxyapatite morphology in the form of chunks with uniformly distributed pores and the result of the compressive test shows a hydroxyapatite compressive strength of 56.92 MPa. Key words: hydroxyapatite, crab shell, single drop.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI NANOSILVER TERHADAP MUTU FISIK SEDIAAN FARMASI KRIM PELEMBAB WAJAH (MOISTURIZING CREAM) SILVER NANOPARTICLES (NANOSILVER) ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST OF THE PHARMACEUTICAL MOISTURIZING CREAM PREPARATIONS PHYSICAL QUALITY Yuli Rahmawati, Wilda
Unesa Journal of Chemistry Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomer 3, 2017
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Nanosilver merupakan partikel silver dengan ukuran interval 1-100 nm. Nanosilver dapat diaplikasikan ke dalam kosmetik sehingga dimungkinkan mampu sebagai zat antibakteri pengganti yang bersifat biocompatible dalam sediaan krim pelembab wajah, yang memiliki aktivitas  setara atau melebihi zat pengawet konvensional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri nanosilver konsentrasi 20 ppm berbagai variasi kadar penambahan (%v/b) yaitu 10%, 15% dan 20%, dalam sediaan  farmasi krim pelembab wajah. Nanosilver 20 ppm dikarakterisasi menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dan TEM. Hasil karakterisasi menggunakan Spektrofotometer UV-Vis yaitu  nanosilver 20 ppm tetap stabil dalam rentang ukuran nanometer selama waktu simpan 2 bulan  dengan ukuran  kluster pada hari ke-0  yaitu 16,62 mm dan hari ke-60 yaitu 16,78 mm. Hasil karakterisasi menggunakan TEM memiliki diameter kluster yang bervariasi mulai dari 16–24 nm hingga berukuran besar yaitu 38–42 nm, menunjukkan nanosilver 20 ppm masih berukuran nanometer. Pengujian aktivitas  antibakteri  nanosilver 20 ppm dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan bakteri uji Staphylococcus aureus. Pengujian nanosilver 20 ppm dengan kadar 10%, 15% dan 20% dalam sediaan krim pelembab wajah  menghasilkan zona hambat  10% yaitu 10,47 mm, 15% yaitu 11,97 mm, dan 20% yaitu 13,33 mm, dengan kategori respon hambat bakteri kuat. Selain itu juga dilakukan  uji organolaptis kepada 20 panelis untuk mengetahui mutu fisik krim pelembab wajah terhadap tingkat kesukaan. Data yang diperoleh menunjukkan tingkat kesukaan paling stabil dari segi bau, warna dan tekstur terdapat pada sediaan farmasi krim pelembab wajah dengan kadar (%v/b) nanosilver 20%.   Kata Kunci: Nanosilver, Krim Pelembab Wajah, Metode Difusi Cakram, bakteri Staphylococcus aureus, Uji Organolaptis.   Abstract. Nanosilver is a silver particle with interval size 1-100 nm. Nanosilver can be applied in cosmetics so as to be capable of as a biocompatible substitute antibacterial agent in a facial moisturizing cream, which has activity equal to or exceeds conventional preservatives. The purpose of this study was to investigate the antibacterial activity of nanosilver concentration of 20 ppm in various variations in the addition (% v / b) content of 10%, 15% and 20%, in pharmaceutical preparations of facial moisturizing cream. Nanosilver 20 ppm was characterized using UV-Vis and TEM Spectrophotometers. The characterization result using UV-Vis Spectrophotometer is 20 ppm nanosilver remained stable in the nanometer size range for 2 months with cluster size on day 0 which is 16.62 mm and day 60 that is 16.78 mm. The characterization results using TEM possess varying cluster diameters ranging from 16-24 nm to large sizes of 38-42 nm, showing nanosilver 20 ppm still nanometer-sized. The tests of 20 ppm nanosilver antibacterial activity were performed using disc diffusion method with Staphylococcus aureus test bacteria. Testing of nanosilver 20 ppm with content of 10%, 15% and 20% in facial moisturizing cream creates 10% inhibition zone is 10.47 mm, 15% is 11.97 mm, and 20% is 13.33 mm, with response category strong bacterial inhibitors. In addition, the organolaptis with to 20 panelists to know the physical quality of face moisturizing cream on the level of favorite. The obtained data showed the most stable level of preferences in terms of odor, color and texture is found in the pharmaceutical preparation of facial moisturizing cream with 20% (% v / b) nanosilver content.   Keywords: Nanosilver, Moisturizing Facial Cream, Disc Diffusion Method, Staphylococcus aureus bacteria, Organolaptis Test

Page 1 of 1 | Total Record : 10