cover
Contact Name
Dina Kartika Maharani
Contact Email
dinakartika@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ujc@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Unesa Journal of Chemistry
  • unesa-journal-of-chemistry
  • Website
ISSN : -     EISSN : 22528180     DOI : -
UNESA Journal of Chemistry is published online by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia. 60231. Published 3 times a year (January, May and September) Aims and Scope: UNESA Journal of Chemistry is online Journal covering all aspects of Chemistry. The journal publishes original research paper and review articles.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomer 1, 2018" : 7 Documents clear
ANALISIS KOMPOSISI UNSUR PUPUK LEPAS LAMBAT KITOSAN-SILIKA-GLUTARALDEHIDELEMENT COMPOSITION ANALYSIS CHITOSAN-SILICA-GLUTARALDEHYDE SLOW RELEASE FERTILIZER Tarida Savana, Raisza
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomer 1, 2018
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi serapan nitrogen pada tanaman adalah dengan membuat pupuk dalam bentuk lepas lambat. Pupuk lepas lambat dapat dibuat dengan melapisi pupuk tersebut dengan matriks. Pupuk lepas lambat dalam penelitian ini dibuat dengan cara mencampurkan pupuk urea dan matriks kitosan-silika kemudian direndam dengan glutaraldehid 1% (v/v). Analisis komposisi unsur dilakukan dengan menggunakan SEM-EDX dengan perbesaran 2000x pada pupuk lepas lambat kitosan-silika-glutaraldehid 1% (v/v) dan pupuk urea sebagai pembanding. Hasil analisis SEM-EDX menunjukkan adanya unsur N, O, dan C pada pupuk urea dan unsur N, O, C dan Si pada pupuk lepas lambat kitosan-silika-glutaraldehid 1% (v/v). Kata kunci : pupuk slow release, kitosan-silika, glutaraldehid, SEM-EDX Abstract. One effort to increase the efficiency of nitrogen uptake in plants is to make slow-release fertilizer. Slow-release fertilizer can be made by coating the fertilizer with a matrix. Slow-release fertilizer in this research was made by mixing urea fertilizer and chitosan-silica matrix then soaked on glutaraldehyde 1% (% v / v). Analysis of elemental composition was done by using SEM-EDX with 2000x magnification on chitosan-silika-glutaraldehyde 1% (%v/v) slow-release fertilizer and urea fertilizer as comparison. The result of SEM-EDX analysis shows the presence of N, O, and C elements in urea and N, O, C and Si in chitosan-silika-glutaraldehyde 1% (%v/v) slow-release fertilizer.Key words : slow release fertilizer, chitosan-silica, glutaraldehid, SEM EDX
ISOLASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK N-HEKSANA DAUN TUMBUHAN MAJAPAHIT (CRESCENTIA CUJETE)ISOLATION OF SECONDARY METABOLITES FROM N-HEXANE EXTRACT OF MAJAPAHIT LEAF (CRESCENTIA CUJETE) Fardilla, Intan
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomer 1, 2018
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan struktur molekul senyawa metabolit sekunder dari ekstrak n-heksana daun tumbuhan majapahit (Crescentia cujete). Isolasi menggunakan metode ekstraksi dengan cara maserasi dengan pelarut n-heksana dan diuapkan dengan rotary vacuum evaporator. Fraksinasi ekstrak n-heksana menggunakan metode kromatografi cair vakum (KCV) dan kromatografi kolom gravitasi (KKG) yang dimonitor melalui kromatografi lapis tipis (KLT), pemurnian melalui rekristalisasi. Penentuan struktur molekul menggunakan spektrokopi UV-Vis, IR, dan GC-MS. Hasil skrinning uji fitokimia postif mengandung steroid dan tannin. Rekristalisasi menghasilkan serbuk putih sebanyak 33 mg dengan titik leleh 141-142oC. Hasil uji kualitatif isolat menunjukkan warna biru kehijauan yang mengidentifikasi bahwa isolat merupakan golongan steroid. Berdasarkan analisis data UV-VIS, FT-IR, dan GR-MS, senyawa yang terkandung diduga stigmasta-5,22-dien-3-? ol. Kata Kunci: Crescentia cujete, ekstrak n-heksana, steroid, stigmasta-5,22-dien-3-???ol. Abstract. The aim for this research is to determine the molecular structure of secondary metabolites from n-hexane extract of majapahit leaf (Crescentia cujete). Isolation was used extraction method using maseration with n-hexane and evaporated by rotary vacuum evaporator. Fractionation of n-hexane extract were conducted by vacuum liquid chromatography (VLC) and column chromatography gravity (CCG) monitored by thin layer chromatography (TLC), purification by recrystallization method. The determine molecular structure of isolates by UV-VIS, IR, and GC-MS. The phytochemical screening result positive contains steroid and tannin. Recrystallization gained colorless powder as much 33 mg with melting point 141-142oC. The result of qualitives test of isolate showed greenish-blue colour indicating that isolate was steroid. According to analysis UV-Vis, FT-IR, and GC-MS, isolate was expected stigmasta-5,22-dien-3-? ol. Keywords: Crescentia cujete, n-hexane extract, steroid, stigmasta-5,22-dien-3-??ol
PENENTUAN WAKTU PRODUKSI OPTIMUM BAKTERIOSIN ASAL LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765 BERDASARKAN AKTIVITAS PENGHAMBATANNYA TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUSDETERMINATION OF OPTIMUM BACTERIOCIN PRODUCTION TIME FROM LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765 BASED ON ANTIMICROBIAL ACTIVITY AGAINST STAPHYLOCOCCUS AUREUS HASAN, ALFIYANA
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomer 1, 2018
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui waktu produksi optimum bakteriosin dari Lactobacillus plantarum B1765 berdasarkan aktivitas penghambatannya terhadap Staphylococcus aureus. Uji aktivitas dilakukan menggunakan metode difusi kertas cakram pada setiap fase pertumbuhan, dimana fase pertumbuhan ditentukan dengan mengukur tingkat kekeruhan suspensi bakteri menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ 560 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lactobacillus plantarum B1765 mengalami tiga fase dalam pertumbuhannya selama 48 jam, yaitu fase lag pada jam 0-6, fase log pada jam 6-18, dan fase stasioner pada jam 18-48. Waktu produksi optimum diidentifikasi sebagai waktu bagi Lactobacillus plantarum B1765 dalam memproduksi senyawa antimikroba bakteriosin secara optimal, yakni ditentukan berdasarkan besarnya zona bening yang terbentuk di sekitar kertas cakram yang berisi supernatan bebas sel Lactobacillus plantarum B1765. Produksi bakteriosin dari Lactobacillus plantarum B1765 dilakukan pada waktu inkubasi 26 jam, dimana terbentuk zona bening dengan diameter terbesar sebesar 13,1375 mm. Sehingga diperoleh aktivitas penghambatan sebesar 2062,259 AU/mL. Kata kunci : Bakteriosin, Lactobacillus plantarum B1765, Staphylococcus aureus Abstract. The aim of this study was to determine the optimum bacteriocin production time of Lactobacillus plantarum B1765 based on its inhibitory activity against Staphylococcus aureus. The activity test was done by disc diffusion method at each growth phase, wherein the growth phase was determined by measuring the turbidity of bacterial suspension using UV-Vis spectrophotometer at λ 560 nm. The results showed that Lactobacillus plantarum B1765 had three phases in its growth for 48 hours, the lag phase at 0-6 hours, the log phase at 6-18 hours, and the stationary phase at 18-48 hours. The optimum production time was identified as the time for Lactobacillus plantarum B1765 to produce an optimal bacteriocin antimicrobial compound, determined based on the clear zone formed around the disk-paper was containing cell-free supernatant of Lactobacillus plantarum B1765. Production of bacteriocin from Lactobacillus plantarum B1765 was done at incubation time 26 hours, which formed the largest clear zone at 13,1375 mm. Thus, the value of inhibition activity is 2062,259 AU/mL. Keywords : Bacteriocin, Lactobacillus plantarum B1765, Staphylococcus aureus
APLIKASI KARBON AKTIF TEMPURUNG KELUWAK (PANGIUM EDULE) SEBAGAI ADSORBEN UNTUK PEMURNIAN JELANTAHAPLICATION OF ACTIVATED CARBON FROM KELUWAK SHELL (PANGIUM EDULE) AS ADSORBEN FOR WASTE COOKING OIL PURIFICATION CAHYA PUSPITA, KURNIA
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomer 1, 2018
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan karbon aktif tempurung keluwak sebagai adsorben jelantah dan model kinetika adsorpsi yang dihasilkan. Tahap pertama penelitian ini adalah pembuatan karbon aktif, kedua adalah persiapan sampel minyak goreng dan ketiga adalah proses pemurnian jelantah dengan karbon aktif tempurung keluwak. Tahap pembuatan karbon aktif tempurung keluwak diawali dengan proses dehidrasi, kemudian karbonisasi pada suhu 700 ºC selama 1 jam dan dilanjutkan proses aktivasi dengan aktivator H3PO4 9%. Persiapan sampel minyak goreng diawali dengan pemanasan minak selama 30, 60, 90, 120, 150, dan 300 menit setelah itu diadsorpsi dengan karbon aktif tempurung keluwak selama waktu interaksi 20 menit sampai 200 menit. Kualitas jelantah hasil pemurnian dapat dilihat dari hasil persentase penurunan bilangan asam dan bilangan peroksida pada berbagai waktu interaksi untuk jelantah hasil pemanasan 30 menit sebesar 50% dan 74.2%, waktu interaksi 60 menit sebesar 66.67% dan 84.6%, waktu interaksi 90 menit sebesar 74.77% dan 90.5%, waktu interaksi 120 menit sebesar 80.71% dan 93%, waktu interaksi 150 menit sebesar 85.08% dan 94.2%, waktu interaksi 300 menit menghasilkan penurunan sebesar 92.05% dan 96.15%. Model kinetika adsorpsi yang sesuai yaitu orde satu mencapai kesetimbangan dengan konstanta laju sebesar 0.0162 g/mol.min.Kata Kunci: jelantah, karbon aktif, adsorpsi Abstract. This research aims were to know ability of activated carbon from keluwak shells as adsorben of wasted cooking oil and the step adsorption kinetics model. The first step was production activated carbon, the second step was sample preparation of cooking oil and the third step was wasted cooking oil purification process with activated carbon from keluwak shell. Production of activated carbon from keluwak shell were began with the dehydration process, continued with carbonization at 700 ºC for 1 hour, and activation process with H3PO4 9% activator. Sample preparation of cooking oil were began with heating for 30, 60, 90, 120, 150, and 300 minutes after that activated carbon keluwak shells was adsorbed during interaction time 20 until 200 minutes. The result of refined cooking oil can be seen from the percentage decrease of acid number and peroxide value at various interaction times for heated cooking 30 is 50% and 74.2%, interaction times 60 minutes is 66.67% dan 84.6%, interaction times 90 minutes is 74.77% and 90.5% , interaction times 120 minutes is 80.71% and 93%, interaction times 150 minutes is 85.08% and 94.2%, and interaction times 300 minutes is 92.05% dan 96.15%. Adsorption kinetics model was suitable for both the first order reach equilibrium with rate constans adsorption amount of 0.0162 g/mol.min.Key words: wasted cooking oil, activated carbon, adsorption.
PENENTUAN DAYA PENYERAPAN AIR (SWELLING) PUPUK UREA (SLOW RELEASE FERTILIZER) DALAM MATRIKS KITOSAN – ASAM HUMATDETERMINATION SWELLING OF UREA FERTILIZER (SLOW RELEASE FERTILIZER) IN THE MATRIX OF CHITOSAN – HUMIC ACID MANGGALA VIRGA ANDIKA, PUMA
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomer 1, 2018
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya penyerapan air (swelling) pada sampel pupuk. Pupuk ini dibuat dengan cara melapisi pupuk urea dengan matriks kitosan – asam humat yang dibuat dalam variasi konsentrasi 2% dan 4% dengan cara menyiapkan sebanyak 2 gram dan 4 gram asam humat dan dilarutkan dalam 100mL kitosan 1% menggunakan magnetic stirrer selama 2 jam . Pengujian daya serap air (swelling) yang paling besar ditunjukkan pada sampel pupuk KAHU 4% dengan persentase sebesar 81,39%. Hasil tersebut dapat diindikasikan, semakin besar konsentrasi matriks kitosan – asam humat, maka semakin besar daya penyerapan air (swelling).Kata Kunci : pupuk urea slow release, daya penyerapan air (swelling) Abstract. This research aims to know swelling in samples of fertilizers. This fertilizer is made by way coating of urea fertilizer with a matrix of chitosan – humic acid made in the variation of concentration of 2% and 4% with prepare as much as 2 grams and 4 grams of humic acid and dissolved in 100mL of chitosan (1%) using magnetic stirrer for 2 hours. Swelling in samples of KAHU 4% fertilizer with the percentage of 81,39% showed the greatest results. Those result can be indicated, the greater concentration matrix of chitosan – humic acid, then the greater of swelling.Keywords: urea slow release fertilizer, water absorption (swelling)
STUDY KOMPUTASI AKTIVITAS SENYAWA TURUNAN MANGIFERIN SEBAGAI ANTI DIABETES TIPE 1 MENGGUNAKAN METODE HKSA (HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR DAN AKTIVITAS) DAN PENAMBATAN MOLEKULCOMPUTATIONAL STUDY OF MANGIFERIN COMPOUND AND ITS DERIVATE AS AN ANTI DIABETIC TYPE 1 USING QSAR (QUANTITATIVE STRUCTURE AND ACTIVITY RELATIONSHIP) METHOD AND MOLECULAR DOCKING Sealy Ananta Dewi, Navy
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomer 1, 2018
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian aktivitas senyawa turunan mangiferin sebagai anti diabetes tipe 1 menggunakan metode HKSA dan penambatan molekul pada protein CD4. Pemodelan molekul dilakukan dengan cara optimasi geometri melalui metode Hartree-Fock (HF) dalam software Avogadro pada basis 6-31G, untuk menstabilisasi struktur dengan tingkatan energi yang paling minim. Untuk perhitungan deskriptor elektronik, sterik, dan hidrofobik menggunakan software NWchem, Swiss ADME, dan ChemDraw 15.0 dengan teori HF. Perhitungan statistik berdasarkan metode regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 20.0 for Windows. Analisis statistik dilakukan berdasarkan persyaratan statistik dan kelengkapan prediktor Hansch dari beberapa model persamaan sehingga didapatkan model persamaan terbaik. Penambatan molekul senyawa mangiferin dan turunannya dengan protein CD4 menggunakan software Autodock Tool 4.2, ChemBio 3D, dan Pymol 4.0. Hasil penelitian dari pemodelan berdasarkan HKSA menunjukkan bahwa model persamaan terbaik adalah sebagai berikut:LogP = -33.320 – (19.8699)*EHOMO + (0.6745)*dipol – (12.8913)*surfaces + (22.1723)*volume – (0.2885)*ELUMO – (0.0003)*Ehidrasi (n = 10 ; m = 6 ; R = 0,993 ; R2 = 0,987 ; Adj R2 = 0,961 ; SEE = 0,21989 ; rasio Fhitung/Ftabel = 8,94)Dari jumlah total 10 deskriptor, terdapat 6 deskriptor yang memengaruhi aktivitas anti diabetes tipe 1 senyawa mangiferin dan turunannya. Model persamaan digunakan untuk meningkatkan aktivitas 10 senyawa mangiferin dan turunannya. Hasil penambatan molekul menunjukkan bahwa senyawa yang memiliki afinitas peningkatan dan konstanta penghambatan terbaik masing – masing sebesar -4,25 Kcal/mold an 770,56 nM senyawa tersebut adalah homomangiferin.Kata kunci : Diabetes Tipe 1, Senyawa Mangiferin dan Turunannya, HKSA, HF, Penambatan Molekul, Regresi Linier Berganda, dan Score Docking. Abstract. The research of the activity in mangiferin compound and its derivate and an anti diabetic type 1 using QSAR method and molecular docking at CD4 protein. Molecular docking has been done by optimizing geometry using Hartree-Fock method in Avogadro program in 6-31G basis, for stabilizing structure with lowest level energy. For calculation of electronic descriptor, steric and hydrophobic is using program NWchem, Swiss ADME and ChemDraw 15.0 with HF theory. Stasitic calculation based on multiple linier regression method using SPSS 20.0 for Windows program. Statistic analysis has been done based on statistic condition and Hansch’s predictor completeness from some of equation models so it obtained the best equation model. Molecular docking of mangiferin compound and its derivate with CD4 protein using Autodock Tool 4.2 program, ChemBio 3D and Pymol 4.0. The result of the research on modeling based on QSAR showed that the best equation model as follow.LogP = -33.320 – (19.8699)*EHOMO + (0.6745)*dipol – (12.8913)*surfaces + (22.1723)*volume – (0.2885)*ELUMO – (0.0003)*Ehidrasi (n = 10 ; m = 6 ; R = 0,993 ; R2 = 0,987 ; Adj R2 = 0,961 ; SEE = 0,21989 ; rasio Fhitung/Ftabel = 8,94)The sum of 10 descriptor, there are 6 descriptor are found that effecting the activity of anti diabetic type 1 of mangiferin compound and its derivate. The equation model is used for increasing 10 activity of mangiferin and its derivate. The result of molecular docking showed that compound which has the best increasing of affinity and inhibitor constant is homomangiferin that has a value -4,25 Kcal/mold and 770,56 nM, respectively.Keyword : Type 1 Diabetic, Mangiferin compounds and its derivatives, QSAR, HF, Multiple Linear Regression, Molecular Docking, Docking Score.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI BONE GRAFT DARI KOMPOSIT HIDROKSIAPATIT/KOLAGEN/KITOSAN (HA/COLL/CHI) DENGAN METODE EX-SITU SEBAGAI KANDIDAT IMPLAN TULANGSYNTHESIS AND CHARACTERITATION OF BONE GRAFT FROM HYDROXYAPATITE/COLLAGEN/CHITOSAN (HA/COLL/CHI) COMPOSITE BY EX-SITU METHOD AS A BONE IMPLANT CANDIDATES Khoiriyah, Muslimatul
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomer 1, 2018
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kasus cacat/kerusakan pada tulang (fraktur) semakin hari semakin meningkat. Namun, bone graft yang digunakan untuk kasus-kasus fraktur tidak dapat memenuhi kebutuhan bone graft yang terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat bone graft yang dapat digunakan sebagai implan tulang dari komposit HA/Coll/Chi dengan variasi komposisi yang sesuai pada tulang manusia yaitu 7:1:2 ; 7:1,5:1,5 dan 7:2:1. Bone graft hasil sintesis kemudian dikarakterisasi sifat fisika dan kimianya yaitu gugus fungsi (FTIR), morfologi permukaan (SEM), fasa, ukuran kristal dan derajat kristalinitas (XRD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kimia yang meliputi gugus fungsi dari ketiga komposit HA/Coll/Chi menunjukkan bahwa ketiga komposit yang dihasilkan memiliki gugus fungsional –OH, -PO43- dan –CO32- yang merupakan gugus khas milik hidroksiapatit serta gugus –NH2 dan C=O dari kitosan dan kolagen, hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi ikatan antara hidroksiapatit, kolagen dan kitosan. Hasil karakterisasi dengan menggunakan XRD menunjukkan bahwa fasa dari ketiga komposit yang dihasilkan berupa hidroksiapatit, apatit karbonat tipe-A (AKA) dan apatit karbonat tipe-B (AKB). Karakteristik fisika dari komposit HA/Coll/Chi yang berupa morfologi permukaan menunjukkan bahwa ketiga komposit berupa butiran halus dan mengandung pori-pori dengan bentuk bulat dengan ukuran yang tidak sama dan terdistribusi tidak merata. Komposit HA/Coll/Chi dengan perbandingan komposisi massa 7:1:2 memiliki derajat kristalinitas terendah yaitu 70,4417%, dengan ukuran rata-rata kristal 46,9950 nm. Komposit HA/Coll/Chi dengan perbandingan komposisi massa 7:1,5:1,5 memiliki derajat kristalinitas 89,2244% dengan ukuran rata-rata kristal 46,1548 nm sedangkan komposit HA/Coll/Chi dengan perbandingan komposisi massa 7:2:1 memiliki derajat kristalinitas tertinggi yaitu 92,2250% dengan ukuran rata-rata kristal 61,3035 nm.Kata kunci : Komposit Hidroksiapatit/Kolagen/Kitosan, bone graft, ex-situ. Abstract. Defect or damage on bone cases ( fracture ) increases day by day. However, bone graft which is used as bone material substitution to resolve fracture can not suffice the increasing needs. Aim of this research is to make bone graft which can be used as implant bone from composite HA/Coll/Chi with appropriate human bone composition variations 7:1:2; 7:1.5:1.5 and 7:2:1. Bone graft synthesis was results characterized with group function (FTIR), morphology surface (SEM), phase , crystal size and crystallinity (XRD). The results showed that chemical characteristics which is group function from three composite, HA/Coll/Chi, showed that were have functional group -OH, -PO43- and -CO32- which is typically property group of hydroxyapatite and -NH2 and C=O from chitosan and collagen. It shows that there has been bond between hydroxyapatite, collagen and chitosan. Characterization result by XRD showed the phase from three resulting composite are hydroxyapatite, apatite carbonate type-A (AKA) and apatite carbonate type-B (AKB). Physically characteristics which is morphology surface from composite HA/Coll/Chi showed that the three composite form smooth granules and contain pores with round shape with different sizes and deos not distributed equally. Composite HA/Coll/Chi with mass composition comparison 7:1:2 has the lowest crystallinity, it is 70.4417% and 46.9950 nm of average size of crystal. Composite HA/Coll/Chi with mass composition comparison 7:1.5:1.5 has 89,2244% of crystallinity and average size of crystal is 46,1548 nm, while composite HA/Coll/Chi with comparison composition mass 7: 2: 1 has highest crystallinity, it has 92.2250% and average size of crystal is 61.3035 nm.Keywords: Composite Hydroxyapatite/Collagen/Chitosan, bone graft, ex-situ

Page 1 of 1 | Total Record : 7