cover
Contact Name
Dina Kartika Maharani
Contact Email
dinakartika@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ujc@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Unesa Journal of Chemistry
  • unesa-journal-of-chemistry
  • Website
ISSN : -     EISSN : 22528180     DOI : -
UNESA Journal of Chemistry is published online by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia. 60231. Published 3 times a year (January, May and September) Aims and Scope: UNESA Journal of Chemistry is online Journal covering all aspects of Chemistry. The journal publishes original research paper and review articles.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018)" : 7 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK REBUNG SEBAGAI SUPLEMEN BIOFERTILIZER TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) EFFECT OF THE ADDITION OF BAMBOO SHOOTS EXTRACT AS BIOFERTILIZER SUPPLEMENT ON PLANT GROWTH DIAN ERLITA PUTRI, NAZTITI; AGUSTINI, RUDIANA
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak rebung sebagai suplemen biofertilizer terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Tahap- tahap penelitian ini meliputi sterilisasi alat, peremajaan kultur mikroba, formulasi biofertilizer, penanaman dan pengaplikasian biofertilizer. Komposisi biofertilizer ini terdiri dari Rhizobium sp, Azotobacter sp, Azospirillum sp, dan Aspergillus niger, ekstrak rebung, abu serabut kelapa dan Yeast Hydrolysate Enzymatic (YHE) yang kemudian diujikan pada tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.). Dosis ekstrak rebung yang ditambahkan pada biofertilizer terdiri dari berbagai variasi volume yaitu sebanyak 30 ml, 40 ml, 50 ml, 60 ml, 70 ml. Parameter yang diuji dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman dan luas daun tanaman sawi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh dari penambahan ekstrak rebung pada formulasi biofertilizer pada tanaman sawi. Rata- rata tertinggi tinggi tanaman yaitu 28,10 cm dan rata- rata jumlah daun tertinggi yaitu 13,20 dengan hasil terbaik pada penambahan ekstrak rebung sebanyak 50 ml dan 60 ml. Kata Kunci: Ekstrak rebung, biofertilizer, sawi hijau, yeast hydrolysate enzymatic, abu serabut .kelapa, pertumbuhan tanaman Abstract. This research aims to determine the effect of bamboo shoot extract as a biofertilizer supplement to the growth of mustard plants. The steps of research include tools sterilization, rejuvenate microbial culture, biofertilizer formulation, planting and application of biofertilizer. The composition of this biofertilizer consists of rhizobium sp, Azotobacter s., Azospirillum sp, Aspergillus niger, bamboo shoot extract, coconut fiber ash and yeast hydrolysate enzymatic (YHEthat have been tested to mustard (Brassica juncea L.). The dosage of bamboo shoot extract added to the biofertilizer consisted of various variations of volume of 30 ml, 40 ml, 50 ml, 60 ml, 70 ml. Parameters tested in this research include plant?s height and amount leaf of mustard plants. The results of this research show that there is an effect of addition bamboo shoot extract on biofertilizer formulation on mustard plant. The Highest of plant?s height is 28,10 cm and the highest average amount leaf is 13,20 with best result on addition of 50 ml and 60 ml bamboo shoot extract. Keywords: Bamboo shoot extract, biofertilizer, mustard, Yeast Hydrolysate Enzymatic, coconut fiber ash, plant growth
PENENTUAN AKTIVITAS EKSTRAK KASAR ENZIM INULINASE HASIL PURIFIKASI DARI BAKTERI LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765 ACTIVITY OF INULINASE ENZYME FROM LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765 NABILA, LUKIA; RETNO WIKANDARI, PRIMA
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

bakteri Lactobasillus plantarum B1765. Bakteri Lactobasillus plantarum B1765 ditumbuhkan dalam media MRS yang diperkaya dengan inulin 3% untuk kemudian ditentukan kurva pertumbuhan dalam menentukan waktu inkubasi optimum dalam produksi enzim inulinase. Ekstrak enzim yang diperoleh diuji dengan metode Nelson-Somogyi untuk mengetahui besar aktivitas enzim. Penelitian yang telah dilakukan memberikan hasil bahwa waktu optimum untuk menghasilkan enzim inulinase yang maksimal adalah waktu inkubasi selama 18 jam dengan aktivitas enzim inulinase sebesar 0,047 Unit/ml. Kata Kunci: enzim inulinase, waktu inkubasi, aktivitas enzim. Abstract. Researches to know activity of inulinase enzyme was isolated from Lactobacillus plantarum B1765 bacteria. Lactobacillus plantarum B1765 was inoculated onto MRS medium containing of 3% inulin. Then, determine the growth curve of Lactobacillus plantarum B 1765 for inulinase production. The activity of extract inulinase enzyme was determined by quantifying the reducing sugar with Nelson-Somogyi method. Based on experiment Lactobacillus plantarum B1765 produced with the highest enzymatic activity (0,047 Unit/ml) at 18 h. Key words: inulinase enzyme, incubation time, enzymatic activity.
PENGARUH KONSENTRASI ABU SABUT KELAPA DENGAN PENAMBAHAN BIOFERTILIZER TERHADAP SERAPAN KALIUM PADA TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) EFFECT OF COCONUT BALANCE CONCENTRATION WITH ADDITION OF BIOFERTILIZER ON PEPPER PLANT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) RIZKI, ULFATIKHAH; AGUSTINI, RUDIANA
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Abu sabut kelapa mengandung 20-30% kalium sehingga dapat digunakan untuk membantu memenuhi unsur hara makro yang dibutuhkan dan diserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+. Dalam penelitian ini, abu sabut kelapa ditambahkan dengan biofertilizer yang memiliki komposisi yeast hydrolysate enzymatic dan rebung serta mengandung mikroba seperti Azotobacter sp, Azospirillum sp, Aspergilus niger dan Rhizobium sp untuk menunjang pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum Frutescens L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi abu sabut kelapa dengan penambahan biofertilizer terhadap searapan kalium pada tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) sebagai tanaman uji. Variasi jumlah penambahan abu sabut kelapa yang digunakan yaitu 0, 5, 10, 20, 30 dan 40 gram yang kemudian diaplikasikan pada tanah di polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh dari variasi konsentrasi abu sabut kelapa terhadap serapan kalium pada tanaman cabai rawit . Penambahan abu sabut kelapa dengan biofertilizer yang terbaik yaitu pada konsentrasi abu sabut kelapa 20 g dengan penyerapan kalium pada tanaman sebesar 1,198%. Kata Kunci: Abu sabut kelapa, biofertlizer, kalium, Capsicum Frutescens L. Abstract. The coconut fiber?s ash contains 20-30% potassium so it can be used to supply the macro nutrients that plant?s need in the form of K+ ions. In this research, coconut fiber?s ash was added with biofertilizer which has yeast hydrolysate enzymatic composition and bamboo shoots and contains microbes such as Azotobacter sp, Azospirillum sp, Aspergilus niger and Rhizobium sp to support the growth of cayenne pepper (Capsicum Frutescens L.). This research aims to determine the effect of coconut ash concentration variation with the addition of biofertilizer to potassium sake in Rawit (Capsicum Frutescens L.) plant as a test plant. The variation of coconut fiber?s ash amount used is 0, 5, 10, 20, 30, and 40 gram then applied to the soil in polybag. The results showed that there was an influence of coconut fiber?s ash concentration variation on potassium uptake in cayenne pepper. The addition of coconut fiber?s ash with biofertilizer is best at the concentration of coconut fiber?s ash 20 gram with potassium absorption in plants 1,198%. Keywords: coconut husk ash, biofertlizer, potassium, Capsicum Frutescens L.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI HIDROKSIAPATIT-KOLAGEN-KITOSAN SEBAGAI BAHAN MATERIAL BONEGRAFT MENGGUNAKAN METODE EX-SITU SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF HYDROXYAPATITE-COLLAGEN-CHITOSAN AS BONEGRAFT MATERIALS USING EX-SITU METHODS ILHAM FADILA RAMADHAN, MUHAMAD; EDI CAHYANINGRUM, SARI
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Komposit hidroksiapatit-kolagen-kitosan sebagai bahan material bonegraft telah berhasil disintesis menggunakan metode ex-situ. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposit terhadap karakteristik kimia dari komposit. Komposit disintesis dengan perbandingan massa 7:2:1. Perbandingan tersebut disesuaikan dengan komposisi tulang manusia. Karakterisasi kimia dilakukan dengan uji FTIR yang menunjukan gugus OH-, PO43-, dan CO32- yang berasal dari hidroksiapatit, serta ?NH2, C=O dan C-H yang berasal dari kolagen dan kitosan beserta pergeserannya serta menggunakan XRD yang menujukan fasa hidroksiapatit, fasa apatit karbonat dan kitosan pada komposit. Fasa kolagen tidak dapat teramati karena tumpang tindih dengan fasa kitosan. Kata Kunci : Hidroksiapatit,kolagen,kitosan, FTIR, XRD Abstract composite of hydroxyapatite-collagen-chitosan as bone graft materials has been synthesized used ex-situ method. The main of this reason is to determine the chemical characteristics and physics characteristics from the composites. The composites being synthetized with mass comparison 7:2:1. The mass comparsion is adjusted with human bone composition. The chemical characteristics using FTIR indicates ribbon adsorption OH-, PO43- and carbonate from hydroxyapatite, also ?NH2, C=O and C-H from collagen and chitosan along with the peak shifting. Also instrument XRD indicates phase hydroxyapatite, apatite carbonate and chitosan from composite. The collagen phase cannot be identified because it is overlapping with chitosan. Keywords : Hydroxyapatite ,collagen ,chitosan, FTIR, XRD
PEMBUATAN ELEKTRODA KERJA GRAPHENE OXIDE UNTUK ANALISIS PARASETAMOL SECARA SIKLIK VOLTAMETRI MAY LUKMANA, KUMININGSIH; SETIARSO, PIRIM
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, Graphene oxide dibuat dengan menggunakan metode Improved Hummer untuk deteksi parasetamol secara siklik voltametri. Alasan utama menggunaka elektroda Graphene oxide untuk deteksi parasetamol adalah sifat konduktor dari Graphene oxide. Puncak arus katodik pada elektroda Graphene Oxide memiliki nilai lebih sensitive dibandingan elektroda pasta karbon. Pengukuran deteksi parasetamol secara siklik voltametri memiliki beberapa factor yang digunakan untuk mendeteksi parasetamol secara tepat. Factor yang dapat berpengaruh yaitu komposisi elektroda, pH larutan, waktu deposisi, dan laju pindai. Pada penelitian ini deteksi parasetamol menggunakan elektroda Graphene oxide memiliki komposisi elektroda optimum pada perbandingan Graphene oxide dengan paraffin yaitu 8:2. pH larutan optimum untuk deteksi parasetamol yaitu 6, waktu deposisi 5 detik dan laju pindai 200 mV/detik. Elektroda Graphene oxide memiliki limit deteksi hingga 0,494 ppm atau 0,00327 mM (3,27 nM) dengan recovery 99,615%. sensor yang diusulkan menunjukkan selektivitas yang baik, sensitivitas, pengulangan yang stabil dan presisi. Kata kunci: Graphene oxide, siklik voltametri, parasetamol. Abstract . In this study, Graphene oxide was made by using Improved method Hummer for paracetamol detection by cyclic voltammetry. The main reason for using Graphene oxide electrode for paracetamol detection is the conductive nature of Graphene oxide . The cathodic current peak in the Graphene Oxide electrode has a more sensitive value than the carbon paste electrode. Paracetamol detection of cyclic voltammetric detection has several factors used to accurately detect paracetamol. Factors that can affect the electrode composition, the pH of the solution, the deposition time, and the scan rate. In this study, paracetamol detection using Graphene oxide electrode has the optimum electrode composition in the ratio of Graphene oxide with paraffin 8: 2. pH of optimum solution for detection of paracetamol 6, 5-second deposition time and scan rate 200 mV / sec. Graphene oxide electrode has a detection limit of up to 0.494 ppm or 0.00327 mM (3.27 ?M) with recovery 99.615% . the proposed sensor shows good selectivity, sensitivity, stable repetition and precision. Keywords: Graphene oxide , cyclic voltammetry, paracetamol.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANO TIO2 DENGAN METODE SOL-GEL SEBAGAI AGEN SELF-CLEANING PADA KAIN KATUN SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF NANO TIO2 WITH SOL-GEL METHOD AS SELF-CLEANING AGENT ON COTTON FABRICS TUTIK ALAWIYAH, SITI; KARTIKA MAHARANI, DINA
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Material self-cleaning adalah material yang mampu mendegradasi senyawa organik dan anorganik. Logam oksida TiO2 memiliki sifat fotokatalis, sifat ini sangat bermanfaat dalam proses degradasi senyawa organik dan anorganik. Nano partikel TiO2 dapat digunakan sebagai material self-cleaning dengan bantuan radiasi sinar matahari atau sinar UV pada kain katun. Logam oksida TiO2 memiliki energi band gap 3,2 ev yang mampu menyerap sinar UV. Proses sintesis nano partikel TiO2 menggunakan metode sol-gel dengan prekusor Titanium Tetraisopropoksida. Dalam penelitian ini dilakukan sintesis dengan perbandingan volume etanol:asam asetat: TTIP adalah 5 : 0,2 : 3,1 mL. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensintesis nano partikel TiO2 sebagai material self-cleaning pada kain katun dengan komposisi yang paling tepat. Hasil yang diperoleh dari sintesis nano partikel TiO2 diuji dengan FTIR dan muncul pada puncak 596.02 cm-1 dan 1421.58 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus TiO2. Selain itu, juga dilakukan karakterisasi menggunakan XRD yang menghasilkan fasa kristal anatase dari TiO2 sebesar 29,12 % ; Rutil 28,29% dan brookit 42,59% dengan ukuran kristal sebesar 20,16 nm. Kata kunci : nano TiO2, sol-gel, FTIR, XRD Abstract. Self-cleaning material is a capable of degrading organic and inorganic compounds. Metal oxide TiO2 has photocatalyst properties, this property is very useful in the process of degradation of organic and inorganic compounds. Nano particles TiO2 can be used as a self-cleaning material with the aid of solar radiation or UV rays on cotton fabric. TiO2 metal oxide has a 3.2 ev band gap energy capable of absorbing UV rays. The nanoparticle synthesis process of TiO2 particles uses a sol-gel method with a Titanium Tetraisopropoxide as a precursor. In this research, synthesis was done with ratio of ethanol volume: acetic acid: TTIP was 5: 0,2: 3,1 mL. The purpose of this research is to synthesize nano particles TiO2 as a self-cleaning material on cotton fabric with the most appropriate composition. The results obtained from nanoparticle synthesis of TiO2 are characterized by FTIR and appeared at peaks of 596.02 cm-1 and 1421.58 cm-1 showing the presence of the TiO2 group. In addition, characterization using XRD also resulted in anatase crystalline phase of TiO2 of 29.12%; Rutil 28.29% and brookite 42.59% with a crystal size of 20.16 nm. Key words : nano TiO2, sol-gel, FTIR, XRD
AKTIVITAS SELF CLEANING PADA KAIN KATUN TERLAPISI TIO2 DENGAN BINDER ASAM OKSALAT SELF CLEANING ACTIVITIES ON COTTON FABRIC COATED TIO2 WITH BINDER OXALIC ACID DWI YUNIANTO, ANGGA; KARTIKA MAHARANI, DINA
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas self cleaning pada kain katun yang terlapisi TiO2 dengan binder asam oksalat. Kain katun dilapisi binder asam oksalat dengan variasi konsentrasi 25%, 30%, 35%, dan 40%. Kain yang telah terlapisi binder asam oksalat kemudian dilapisi dengan TiO2 menggunakan metode pad-dry-cure. Karakterisasi kain terlapisi TiO2 dan binder asam oksalat menggunakan SEM-EDX serta pengujian aktivitas self cleaning menggunakan uji ketuaan warna. Pengujian aktivitas self cleaning terbaik dihasilkan pada kain terlapisi TiO2 menggunakan binder asam oksalat 25% dengan aktivitas self cleaning 10,7. Hasil tersebut juga didukung dengan data SEM dimana ditunjukan morfologi kain yang terlapisi partikel Ti yang seragam dan hasil EDX menunjukkan lebih banyak Ti yang teremban pada kain dari pada tanpa menggunakan binder. Kata Kunci : self cleaning, binder asam oksalat, TiO2 Abstract. The purpose of this research is to know self cleaning activity on TiO2 coated cotton fabric with oxalic acid binder. Cotton fabric coated oxalic acid binder with variation concentration 25%, 30%, 35%, and 40%. The coated fabric of the oxalic acid binder is then coated with TiO2 using a pad- dry-cure method. Characterization of TiO2 coated fabrics and oxalic acid binder using SEM-EDX as well as self cleaning activity test using color aging test. Testing of the best self-cleaning activity produced on TiO2 coated fabrics using 25% oxalic acid binder with self-cleaning activity 10.7. The results are also supported by SEM data which shows the morphology of fabric coated with good Ti particles and EDX results show more Ti bonded to the fabric than without binders. Keywords: self cleaning, binder oxalic acid, TiO2

Page 1 of 1 | Total Record : 7