cover
Contact Name
Dina Kartika Maharani
Contact Email
dinakartika@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ujc@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Unesa Journal of Chemistry
  • unesa-journal-of-chemistry
  • Website
ISSN : -     EISSN : 22528180     DOI : -
UNESA Journal of Chemistry is published online by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia. 60231. Published 3 times a year (January, May and September) Aims and Scope: UNESA Journal of Chemistry is online Journal covering all aspects of Chemistry. The journal publishes original research paper and review articles.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2018)" : 8 Documents clear
KARAKTERISTIK KIMIAWI YHE (YEAST HYDROLYSATE ENZYMATIC) DITINJAU DARI KANDUNGAN KROMIUM (III) CHEMICAL CHARACTERISTICS (YEAST HYDROLYSATE ENZYMATIC) REVIEWED FROM THE CONTENT OF CHROMIUM (III) Andriani, Lupita; Agustini, Rudiana
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini telah dilakukan tentang karakteristik kimia pada Yeast HydrolysateEnzymatic (YHE) berdasarkan variasi media fermentasinya. Media fermentasi yang digunakanadalah tepung beras putih, tepung beras merah dan tepung beras hitam. Prosedur yang dilakukanmeliputi tahap persiapan sampel, tahap fermentasi, tahap pembuatan crude nanas, tahap hidrolisisenzimatis. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran kadar kromium (III) menggunakan metodevoltametri. Hasil pengamatan pada produk YHE dari Yeast yang ditumbuhkan dalam variasimedia pertumbuhan memiliki nilai kadar kromium (III) yang berbeda. Hasil kadar kromium (III)terendah yaitu pada produk YHE beras putih yang bernilai sebesar 32 x 10-5 %, sedangkan padaproduk YHE beras merah sebesar 37 x 10-5 % dan beras hitam sebesar 40 x 10-5 %. YHE berasmerah dan beras hitam memiliki nilai yang sama tinggi, hal ini menunjukkan bahwa YHE berasmerah dan beras hitam memiliki kemampuan untuk mengikat kromium (III) lebih besar daripadaYHE beras putih.Kata kunci: Media fermentasi, Yeast Hydrolysate Enzymatic (YHE), Kromium (III)Abstract. This research has been done on chemical characteristics of Yeast Hydrolysate Enzymatic(YHE) based on the variation of the fermentation substrate. Fermentation substrate was used whiterice flour, red rice flour and black rice flour. The procedures performed include multiple stagessample preparation, fermentation, pineapple crude manufacture stage, enzymatic hydrolysis. In thisresearch, the measurement of chromium (III) using voltametri method. Observation result on YHEproduct from Yeast grown in varied growth media have different chromium (III) levels. The resultsof the lowest chromium (III) content on YHE products of white rice are valued at 32 x10-5%, whileon the YHE product of red rice is 37 x 10-5 % and of black rice is 40 x 10-5%. YHE bred rice andblack rice have the same high value, this indicates that YHE red rice and black rice have the abilityto bind chromium (III) greater than YHE white.Keywords: Fermentation substrate, Enzymatic hydrolyzate of yeast, Chromium (III)
PENGARUH KONSENTRASI HISTIDIN DAN WAKTU INKUBASI TERHADAP PENGHAMBATAN ENZIM L-HISTIDIN DEKARBOKSILASE PEMBANTUK HISTAMIN THE EFFECT OF HISTIDINE SUBSTRATE CONCENTRATION AND TIME OF INCUBATION ON INHIBITION OF ENZYME L-HISTIDINE DECARBOXYLASE PRODUCING HI Puspitasari, Dewi; Herdyastuti, Nuniek
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Histamin merupakan senyawa bioamin yang bersifat toksik yang dapat dihasilkan dariproses dekarboksilasi histidin oleh enzim L-Histidin dekarboksilase. Kadar histamin tersebut dapatditurunkan dengan ekstrak daun teh hijau. Ekstrak daun teh hijau banyak mengandung senyawaflavonoid yang dapat menurunkan kadar histamin yang diproduksi oleh enzim L-Histidindekarboksilase dengan cara menghambat aktivitas enzim tersebut dalam menghasilkan histamin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi substrat histidin terhadap aktivitasenzim L-Histidin dekarboksilase yang telah ditambahkan ekstrak daun teh hijau dan mengetahuipengaruh waktu inkubasi enzim L-Histidin dekarboksilase. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasisubstrat histidin terbaik yaitu 0,07 M dengan penurunan aktivitas enzim sebesar 79,444 U/mL danwaktu inkubasi enzim terbaik yaitu 60 menit dengan penurunan aktivitas enzim sebesar 61,111 U/mL.Ekstrak daun teh hijau dapat menurunkan kadar histamin lebih dari 50%.Kata kunci: ekstrak daun teh hijau, enzim L-Histidin dekarboksilase, histamin.Abstract. Histamine is a bioamine compound is toxic produced from the histidine decarboxylationprocess by the L-Histidine decarboxylase enzyme. The histamine levels may be lowered by green tealeaf extract. Green tea leaf extract contains many flavonoid compounds thah can decrease histaminelevels produced by L-Histidine decarboxylase enzyme by inhibiting the enzyme activity in producinghistamine. This study aims to determine the effect of histidine substrate concentration of the activity ofL-Histidine decarboxylase enzyme which has added green tea leaf extract and to know the effect ofincubation time of enzyme L-Histidine decarboxylase. The results showed the best histidine substrateconcentration is 0,07 M with decreasing enzyme activity equal to 79,444 U/mL and .time of the bestenzyme inquasion is 60 minutes with decrease enzyme activity of 61,111 U/mL. Green tea leaf extractcan lower histamine levels by more than 50%.Keywords: Green tea leaf extract, L-Histidine decarboxylase enzyme, Histamine.
PEMBUATAN BIOETANOL DARI RUMPUT TEKI (CYPERUS ROTUNDUS L.) DENGAN METODE SSF (SIMULTANEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION) MAKING OF BIOETHANOL FROM GRASS TEKI (CYPERUS ROTUNDUS L.) BY SSF METHOD (SIMULTANEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION) Asfiyah, Sofi Nur; Sanjaya, I Gusti Made
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian pembuatan bioetanol dari rumput teki (Cyperus rotundusL.) dengan menggunakan metode SSF (Simultaneous Saccharification and Fermentation)untuk mengetahui pengaruh waktu sakarifikasi dan fermentasi rumput teki (Cyperus rotundusL.) terhadap kadar bioetanol. Pembuatan bioetanol meliputi pretreatment, sakarifikasi,fermentasi, dan pemisahan. Waktu sakarifikasi dan fermentasi yang digunakan antara lainselama 2, 4, 6, dan 8 hari. Hasil ini menunjukkan bahwa waktu sakarifikasi dan fermentasioptimum untuk kadar bioetanol adalah 6 hari, dengan kadar 12,5%.Kata Kunci : bioetanol, rumput teki, SSF, Saccharomyces cerevisiae, sakarifikasi, fermentasiAbstract. A research on bioethanol from grass teki (Cyperus rotundus L.) was finished byusing SSF (Simultaneous Saccharification and Fermentation) method to determine the effect ofsaccharification time and fermentation of grass teki (Cyperus rotundus L.) to the content ofbioethanol. Synthesis bioethanol covers pretreatment, saccharification, fermentation, andseparation. The saccharification and fermentation time used for 2, 4, 6, and 8 days. The resultshows that time of saccharification and fermentation optimum for bioethanol content is 6 days,with 12,5% content.Keywords : bioethanol, grass teki, SSF, Saccharomyces cerevisiae, saccharification,fermentation.
AKTIVITAS PENGHAMBATAN SENYAWA N-ASETIL GLUKOSAMIN TERHADAP ENZIM TIROSINASE DALAM PEMBENTUKAN MELANIN THE ACTIVITY OF THE INFLUENCE OF N-ASETY GLUCOSAMIN COMPOUND TO TIROSINASE ENZYME ACTIVITY IN MELANIN FORMATION Imma, Maghfirotul; Herdyastuti, Nuniek
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Enzim tirosinase pada manusia berperan penting dalam pembentukan melanin pada kulit.Pembentukan melanin yang berlebih dapat menyebabkan kulit terjadinya hiperpigmentasi. SenyawaN-asetil glukosamin merupakan salah satu inhibitor yang dapat menghambat terbentuknya melanindengan cara menghambat aktivitas enzim tirosinase. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh konsentrasi N-asetil glukosamin terhadap aktivitas penghambatan enzimtirosinase. Enzim tirosinase diperoleh dari jamur kancing (Agaricus bisporus) yang telah dimurnikanparsial melalui pengendapan ammonium sulfat (0-75%). Hasil fraksinasi dengan aktivitas spesifikyang paling tinggi terdapat pada tingkat kejenuhan 35-55%. Senyawa N-asetil glukosamin dapatberpengaruh terhadap aktivitas penghambatan enzim tirosinase pada konsentrasi 2,5 mg/mL, danmenunjukkan nilai persen inhibisi sebesar 34,738% serta nilai IC50 sebesar 14,773 mg/mL.Kata Kunci : Enzim Tirosinase, N-asetil Glukosamin, Persen Inhibisi, IC50Abstract. Human tyrosinase enzymes play an important role in the formation of melanin in the skin.Excessive formation of melanin can cause skin hyperpigmentation. N-acetyl glucosamine compound isone inhibitor that can inhibit the formation of melanin by inhibiting the activity of tyrosinase enzyme.The purpose of this study was to determine the effect of N-acetyl glucosamine concentration on theinhibition activity of tyrosinase enzyme. The tyrosinase enzyme is obtained from button mushrooms(Agaricus bisporus) which have been partially purified by the deposition of ammonium sulfate(0-75%). Fractionation with the highest specific activity is found at 35-55% saturation level. TheN-acetyl glucosamine compound can affect the inhibition activity of tyrosinase enzyme atconcentration 2,5 mg/mL, and show the percent of inhibition value equal to 34,738% and IC50 valueequal 14,773 mg/mL.Keywords: Enzyme Tyrosinase, N-Acetyl Glucosamine, Percent Inhibition, IC50
PEMBUATAN ELEKTRODA GRAPHENE OXIDE UNTUK ANALISIS LOGAM FE2+ DENGAN ION PENGGANGGU CD2+ DAN ZN2+ SECARA SIKLIK VOLTAMETRI MANUFACTURE OF GRAPHENE OXIDE ELEKTRODE FOR THE ANAYSISI OF FE2+ WITH INTERFERENCE ION CD2+ AND ZN2+ IN CYCLIC VOLTAMMETRY Perdana, Raga Agung; Setiarso, Pirim
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Graphene oxide dibuat dengan mensintesis grafit menggunakan metode ImprovedHummer untuk menganalisis logam Fe2+ secara siklik voltametri. Penggunaan Graphene Oxidesebagai elektroda karena sifat konduktor dari Graphene Oxide. Nilai arus yang dihasilkan EGOlebih besar dibandingkan elektroda pasta karbon. Pengukuran Fe2+ menggunakan EGOdipengaruhi beberapa faktor antara lain yaitu komposisi elektroda, pH. Pada penelitian ini untukmendeteksi Fe2+ dengan EGO memiliki komposisi optimum 8:2 (Graphene Oxide : parafin),dengan pH optimum 6,5 untuk analisis Fe2+. EGO memiliki batas deteksi 0,4501 ppm denganpersen perolehan kembali 98,87% yang menunjukan bahwa EGO memiliki sensitivitas yang baik.Elektroda Graphene Oxide juga diuji selektivitas dengan penambahan ion logam pengangguberupa Cd2+ dan Zn2+. Penambahan ion logam pengganggu dapat mempengaruhi deteksi ionlogam Fe2+ yang ditandai dengan perubahan nilai puncak arus yang lebih besar.Kata kunci: Graphene Oxide, siklik voltametri , sensitivitas, Fe2+Abstract. Graphene oxide was prepared by synthesizing graphite using Improved Hummermethod to analyze Fe2+ metal by cyclic voltammetry. The Used of Graphene Oxide as an electrodedue to the conductive nature of Graphene Oxide. The result of EGO current value was greater thanthe carbon paste electrode. Fe2+ measurements using EGO were influenced by several factors,such as electrode composition, pH. The factor for detecting Fe2+ with EGO has a 2: 8 (paraffin:Graphene Oxide) optimum composition, with optimum pH of 6.5 for Fe2+ analysis. GrapheneOxide (EGO) electrode has a detection limit of 0.4501 ppm with a recovery percentage of 98.87%indicated that EGO has good sensitivity. The Graphene Oxide electrode was also tested forselectivity by the addition of distorting metal ions in the form of Cd2+ and Zn2+. The addition ofdistorting metal ions may affect the detection of Fe2+ metal ion characterized by the change of alarger peak.Keywords: Graphene Oxide, cyclic voltammetry, sensitivity, Fe2+
PENGARUH KOMPOSISI HIDROKSIAPATIT/KITOSAN/KOLAGEN TERHADAP KARAKTERISTIK BONEGRAFT THE INFLUENCE OF HYDROXYAPATITE/CHITOSAN/COLLAGEN COMPOSITION ON THE BONEGRAFT CHARACTERISTICS Lindawati, Zeti; Cahyaningrum, SAri Edi
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Komposit hidroksiapatit-kitosan-kolagen (HAp-kitosan-kolagen) sebagai materialsubtitusi tulang yang disintesis dengan metode ex-situ. Untuk mendapatkan komposit yang samadengan struktur dan komposisi dari tulang alami maka untuk fabrikasi material berpori digunakanmetode freeze-drying. Pada penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi HAp,kitosan, kolagen terhadap karakteristik kimia dari komposit HAp-kitosan-kolagen. Hasilkarakteristik kimia menggunakan FTIR menunjukkan bahwa telah terjadi interaksi antar materialpenyusun komposit ditandai dengan munculnya gugus-gugus khas dari HAp, kitosan, dan kolagenseperti ?OH, PO43-, CO32-, C=O, dan NH2.Kata kunci: Komposit HAp-kitosan-kolagen, HAp, Kitosan, Kolagen.Abstract. Composite hydroxyapatite-chitosan-collagen (HAp-chitosan-collagen) as bonesubstitution material synthesized by ex-situ method. To obtain the same composite as the structureand composition of the natural bone then for the fabrication of porous material used freeze-dryingmethod. In this study, aims to determine the effect of composition of HAp, chitosan, collagen onchemical characteristics of the composite. The results of chemical characteristics using FTIRindicate that interaction between composite materials has been characterized by the presence ofdistinctive groups of HAp, chitosan, and collagen such as -OH, PO43-, CO32-, C=O, and NH2.Keywords: Composite HAp-chitosan-collagen, HAp, Chitosan, Collagen.
PENGGUNAAN GRAPHENE OXIDA (GO) SEBAGAI ELEKTRODA KERJA UNTUK ANALISIS FENOL SECARA CYCLIC VOLTAMMETRY GRAPHENE OXIDE (GO) AS WORK ELEKTRODE FOR CYCLIC VOLTAMMETRY FENOL ANALYSIS Mulyono, Dymarda Indra Santoso; Setiarso, Pirim
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Penelitian penggunaan graphene oksida (Go) sebagai elektroda kerja untuk analisis fenolsecara cyclic voltammetry bertujuan untuk mengentahui kondisi optimum yang meliputi komposisielektroda, pH, waktu deposisi, dan laju pindai. Perbandingan komposisi elektroda parafin : GO yaitu5:5; 4:6; 3:7; 2,5 : 7,5; 2:8. Pengujian menggunakan variasi pH 5; 5,5; 6; 6,5. Waktu deposisi yangdigunakan adalah 5, 10, 30, 60, dan 100 detik. Laju pindai yang digunakan sebesar 100, 200, 300,400 500 mV/detik. Hasil penentuan komposisi optimum didapat 8:2 dengan nilai Ipc sebesar -0.0013271 A. Penentuan pH optimum didapat 6,5 dengan nilai Ipc sebesar -0.00146 A. Penentuanwaktu deposisi optimum didapat 5 detik dengan nilai Ipc sebesar -0.00069 A. Penentuan laju pindaioptimum didapat 500 mV/detik dengan nilai Ipc sebesar -0.00133 A. Perbandingan hasil %recoveryfenol menggunakan elektroda GO menggunakan metode cyclic voltametry lebih besar yaitu 94,861%dibanding menggunakan HPLC yaitu 83.06%.Kata Kunci : Fenol, Graphene Oksida, VoltametriAbstract.Research on the graphene oxide (Go) as working electrode for phenol analysis cyclicvoltammetry aims to determine the optimum conditions which include electrode composition, pH,deposition time, and scan rate. Comparison of paraffin electrode composition: GO 5: 5; 4: 6; 3: 7;2.5: 7.5; 2: 8. Tests using pH variation 5; 5.5; 6; 6.5. The deposition time used is 5, 10, 30, 60, and100 seconds. Scan speed used is 100, 200, 300, 400, 500 mV / sec. The result of determination ofoptimum composition obtained 8: 2 with the value of Ipc of -0.0013271 A. Determination of pHoptimum obtained 6.5 with the value of Ipc -0.00146 A. Determination of optimum deposition timeobtained 5 seconds with the value of Ipc -0.00069 A. Determination of the optimum scan rateobtained 500 mV / sec with the value of ipc -0.00133 A. Comparison of recovery results of phenolusing GO electrode using cyclic voltametry method is greater that 94.861% compared to using HPLCis 83.06%.Keywords:Phenol, Graphene Oxide, Voltammetri
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI CAMPURAN KULIT DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR.) DAN BUAH BINTARO (CERBERRA ODOLLAM G.) SEBAGAI BAHAN BAKAR BRIKET PRODUCTION AND CHARACTERIZATION PEEL OF DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR.) AND BINTARO (CERBERRA ODOLLAM G.) MIXTURE Fardani, Atifatur Rahma; Tjahjani, Siti
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik terbaik dari briket campuran kulitdurian dan buah bintaro dengan perekat biji durian meliputi kadar air, kadar abu, kadar zatmenguap dan nilai kalor. Tahap pembuatan briket meliputi tahap karbonasi menggunakan kilndrum, tahap pembuatan briket dengan penambahan perekat biji durian dan terakhir yakni tahapkarakterisasi sesuai standart mutu briket SNI 01-6235-2000. Syarat mutu briket sesuai SNI ialahkadar air dan kadar abu < 8%, kadar zat menguap <15% dan nilai kalor > 5000 kal/gram. Padapenelitian ini menggunakan perbandingan antara kulit durian : buah bintaro : perekat. Terdapat 3perbandingan yaitu 70:10:20 , 60:20:20 dan 50:30:20. Hasil analisis karakterisasi briketdidapatkan perbandingan terbaik yaitu 50:30:20 dengan nilai kadar air terendah 7,3%, kadar abuterendah 10,14 %, kadar zat menguap terendah 89,75% dan nilai kalor tertinggi 5721 kal/gram.Kata kunci: Briket, kulit durian, bintaro, pati biji durian.Abstract. The purpose of this research was to know the best characteriztics peel of durian andbintaro mixtures with durian seeds including water level, ash level, volatille metter and colorificvalue. The briquette making stage includes carbonation stage that using kiln drum, making briquettestage with addition of durian seed adhesive and the last is characterization stage according to thestandard of SNI 01-6235-2000 briquette. Quality requirement of SNI briquette was water level andash level < 8%, volatille metter <15% and colorific value > 5000 cal/g. In this research used acomparision between durian peel : bintaro : adhesive. There are 3 comparisons : 70:10:20,60:20:10 dan 50:30:20. The result of briquette characterization analysis was found the bestcomparison was 50:30:20 with the lowest water level of 7.3%, the lowest ash level of 10.14%, thelowest volatille metter was 89.75% and the highest calorific value of 5721 cal/gram.Keywords: briquette, durian peel, bintaro, starch of durian seeds.

Page 1 of 1 | Total Record : 8