cover
Contact Name
Dina Kartika Maharani
Contact Email
dinakartika@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ujc@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Unesa Journal of Chemistry
  • unesa-journal-of-chemistry
  • Website
ISSN : -     EISSN : 22528180     DOI : -
UNESA Journal of Chemistry is published online by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia. 60231. Published 3 times a year (January, May and September) Aims and Scope: UNESA Journal of Chemistry is online Journal covering all aspects of Chemistry. The journal publishes original research paper and review articles.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 8 Documents clear
PEMBUATAN ELEKTRODA KERJA GRAPHENE OXIDE-PARAFFIN UNTUK ANALISIS LOGAM CD MENGGUNAKAN CYCLIC VOLTAMMETRY MAKING OF GRAPHENE OXIDE-PARAFFIN WORKING ELECTRODE FOR ANALYSIS OF CD USING CYCLIC VOLTAMMETRY HIDAYATULLOH, TAUFIK; SETIARSO, PIRIM
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Graphene Oxide (GO) merupakan turunan alotrop karbon yang dapat dimanfaatkan sebagai elektroda secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil karakterisasi dan hasil analisis Cd(II) dari Graphene Oxide-Paraffin yang akan digunakan sebagai elektroda kerja pada Cyclic Voltammetry (CV) dengan kondisi optimum. GO disintesis dari grafit dengan metode Improved Hummer kemudian dilakukan karakterisasi untuk memastikan bahwa sudah terbentuk GO. GO yang dihasilkan dilakukan dua jenis karakterisasi meliputi karakterisasi fisika dan kimia. Karakterisasi fisika menggunakan PSA untuk mengetahui ukuran partikelnya, menggunakan XRD untuk mengetahui puncak difraksi dua tetha kemudian dibandingkan dengan spektrum XRD referensi dan karakterisasi kimia menggunakan FTIR untuk mengetahui gugus fungsinya. Hasil analisis spektrum FTIR pada GO menunjukkan gugus -OH pada bilangan gelombang 3314 cm-1, ikatan C=C pada panjang gelombang 1632 cm-1 dan ikatan C-O pada panjang gelombang 1383 dan 1092 cm-1. Hasil analisis XRD pada GO menunjukkan puncak difraksi 2? pada 11,53o. Hasil analisis voltametri menunjukkan komposisi elektroda GO-paraffin yang menghasilkan voltamogram terbaik adalah komposisi dengan perbandingan 8:2. Kondisi pH optimum untuk analisis Cd(II) menggunakan elektroda GO-paraffin adalah pada pH 6,5. Elektroda GO-paraffin menghasilkan kurva linier pada larutan Cd(II) dengan linieritas 0,98992. Analisis CV dengan menggunakan elektroda GO-paraffin pada kondisi optimum menghasilkan rata-rata % recovery 97,64 % lebih baik dibandingkan dengan analisis instrumen AAS sebesar 86,32 %. Kata Kunci : Graphene Oxide, Cyclic Voltammetry, Kadmium Abstract. Graphene Oxide (GO) is a carbon allotropic derivative that can be used as an electrode. This study aims to determine the results of the characterization and results of the analysis of Cd (II) from Graphene Oxide-Paraffin which will be used as a working electrode on Cyclic Voltammetry (CV) with optimum conditions. The GO was synthesized from graphite using the Improved Hummer method and characterization was carried out to ensure that the GO was formed. The resulting GO is carried out by two types of characterization including physical and chemical characterization. Physical characterization using PSA to determine the particle size, using XRD to determine the diffraction peaks of two tetha then compared with the reference XRD spectrum and chemical characterization using FTIR to determine its function group. The results of FTIR spectrum analysis on GO showed the -OH group at wave number 3314 cm-1, C=C bond at a wavelength of 1632 cm-1 and the C-O bond at a wavelength of 1383 and 1092 cm-1. The results of XRD analysis on GO showed a diffraction peak of 2? at 11.53o. The results of voltammetric analysis showed that the composition of GO-paraffin electrodes which produced the best voltammogram was a composition with a ratio of 8: 2. The optimum pH condition for Cd (II) analysis using GO-paraffin electrode is at pH 6.5. GO-paraffin electrodes produce linear curves in Cd (II) solution with linearity of 0.98992. CV analysis using GO-paraffin electrodes at optimum conditions resulted in an average recovery of 97.64% better than the analysis of AAS instruments of 86.32%. Keywords : Graphene Oxide, Cyclic Voltammetry, Cadmium
PENGARUH BLANCHING TERHADAP MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK UMBI YAKON (SMALLANTHUS SONCHIFOLIUS) NUGRAHANI, SAMSRIATI
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh blanching terhadap mutu kimia (aktivitas antioksidan dan kandungan fruktooligosakarida) dan organoleptik (tekstur dan warna) umbi yakon. Dalam penelitian ini digunakan umbi yakon dengan ketebalan irisan 0,5 cm, proses blanching dengan suhu 90oC selama 3, 5, dan 7 menit. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah spektrofotometer UV-Vis (uji aktivitas antioksidan), HPLC (uji kandungan fruktooligosakarida), texture analyzer, dan colour reader. Hasil menunjukkan bahwa proses blanching memberi pengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kecerahan umbi yakon, menurunkan nilai aktivitas antioksidan, dan tekstur. Blanching tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kandungan fruktooligosakarida dalam umbi yakon. Berdasarkan hasil uji kesukaan, panelis lebih menyukai umbi yakon dengan perlakuan blanching selama 3 menit untuk tekstur dan 7 menit untuk warna. Kata Kunci : blanching, antioksidan, fruktooligosakarida, tekstur, warna Abstract. The aim of this study was to determine the effect of blanching on chemical (antioxidant activity and fructooligosaccharide content) and organoleptic (texture and color) quality of yacon tubers. In this study yacon tubers were used with a slice thickness of 0.5 cm, temperature of blanching process was 90 oC for 3, 5, and 7 minutes. The instruments used in this study were UV-Vis spectrophotometer (antioxidant activity), HPLC (fructooligosaccharide), texture analyzer, and color reader. The results showed that the blanching process had a significant influence in increasing the brightness of yacon tubers, decreasing the value of antioxidant activity, and texture. Blanching did not significantly affect the fructooligosaccharide content in yacon tubers. Based on the preference test, panelists chose yacon tubers with blanching treatment 3 minutes for texture and 7 minutes for color. Keywords : blanching, antioxidant, fructooligosaccharide, texture, color
UJI TOKSISITAS SENYAWA HASIL ISOLASI DARI EKSTRAK DAUN PURING (CODIAEUM VARIGATUM L. BI.) TERHADAP ARTEMIA SALINA JAMILATUL INAYAH, RISMA; HIDAJATI, NURUL
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan struktur molekul serta mengetahui tingkat toksisitas senyawa hasil isolasi dari ekstrak daun puring (Codiaeum varigatum L. BI.) terhadap larva Artemia salina. Penentuan struktur molekul dilakukan dengan metode isolasi dan identifikasi. Isolasi dilakukan dengan metode ekstraksi, pemisahan dilakukan dengan metode KCV dan KKG, serta pemurnian dilakukan dengan metode rekristalisasi. Identifikasi dilakukan dengan spektrofotometri UV ? VIS, FTIR, dan GCMS. Uji tingkat toksisitas senyawa hasil isolasi dilakukan dengan metode BSLT. Pada proses ekstraksi dihasilkan ekstrak kental sebanyak 7,096 gram. Selanjutnya, pada proses isolasi daun puring menghasilkan isolat yang berupa kristal berwarna putih sebanyak 0,7219 gram. Berdasarkan hasil identifikasi, isolat yang dihasilkan merupakan dua senyawa yaitu terpenoid dan steroid dengan titik leleh 252 ? 2530C. Hasil spektrofotometri UV ? VIS menunjukkan serapan maksimum pada panjang gelombang 210 nm. Sementara hasil spektrofotometri FTIR menunjukkan adanya gugus OH pada bilangan gelombang 3433,41 cm-1. Regang C-H alkil pada bilangan gelombang 2958,90 dan 2868,24 cm-1, adanya serapan lemah yang menunjukkan gugus C = C pada bilangan gelombang 1660,77 dan 1639,55 cm-1. Adanya gugus tekuk C ? H pada bilangan gelombang 1062,81 cm-1, adanya gugus C ? C pada bilangan gelombang 1022,31 cm-1, adanya gugus metil (CH3) pada bilangan gelombang 1381,08 cm-1. Berdasarkan hasil spektrofotometri GCMS, menunjukkan bahwa isolat merupakan senyawa Lupeol dengan m/z 426 [M+] dan senyawa ? Sitosterol dengan m/z 414 [M+]. Tingkat toksisitas senyawa hasil isolasi dari ekstrak daun puring (Codiaeum varigatum L. BI.) terhadap Artemia salina memiliki tingkat toksisitas sangat toksik dengan nilai LC50 sebesar 66,33 ?g/mL. Kata kunci : Isolasi, uji toksisitas, Artemia salina, Codiaeum varigatum L. BI. Abstract. This research aims to determine the molecular structure and to determine the toxicity of the isolated compound from Puring (Codiaeum varigatum L. BI.) leaves extract to Artemia salina larvae. In this research, determine the molecular structure is done by isolation and identification methods. The isolation was done by extraction method, the separation was done by vacuum liquid chromatography (KCV) and column gravity chromatography (KKG), and purification was done by recrystallization method. Identification was done by UV ? VIS, FTIR, and GCMS spectroscopy. While the toxicity level test of the isolated compound was done by BSLT method. In the extraction process resulting viscous extract as much as 7,096 grams. Then, on isolation process of Puring?s leaf resulting isolates in the form white crystal as much as 0,7219 grams. Based on the identification results, the isolates produced were estimated mixed compounds terpenoid and steroids with melting point of 252 - 2530C and is a white crystalline. UV - VIS spectrophotometry results show maximum absorption at 210 nm wavelength. While the result of IR spectrophotometry showed the presence of OH group at wave number 3433,41 cm-1. Strain C-H alkyl on wave number 2958,90 and 2868,24 cm-1, weak absorption showed C = C group at wave number 1660,77 and 1639,55 cm-1. The presence of a C - H buckling group in the wave number 1062.81 cm-1, the presence of C - C groups in the wave number 1022.31 cm-1, the presence of methyl group (CH3) at wave number 1381,08 cm-1. Based on MS spectrophotometry results, the isolates were Lupeol compounds with m / z 426 [M+] and ?-Sitosterol compounds with m / z 414 [M+]. The level of toxicity of the isolated compound of Lupeol and ? - Sitosterol from puring leaf extract (Codiaeum varigatum L. BI.) to Artemia salina by BSLT method has very toxic with LC50 value of 66,33 ?g / mL.Keywords : Isolation, toxicity test, Artemia salina, Codiaeum varigatum (L.) BI.
PEMANFAATAN NANOSILVER SEBAGAI ANTIBAKTERI DALAM FORMULASI WHITENING CREAM TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS ERLITA DAMAYANTI, NURMA; TAUFIKUROHMAH, TITIK
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan sintesis nanosilver dengan metode reduksi kimia. Larutan induk ion perak direduksi dengan natrium sitrat dan penstabil PVP 3%. Karakterisasi menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada ?maks 414 ? 418,3 nm dihasilkan koloid perak berukuran nanometer yang relatif stabil selama masa penyimpanan 60 hari. Hasil uji TEM diperoleh bentuk klaster dominan adalah spherical dengan ukuran nanopartikel berkisar antara 18,60 ? 42,97 nm. Nanosilver hasil sintesis diaplikasikan ke dalam variasi formulasi whitening cream F1 (10%), F2 (15%), dan F3 (20%) b/v dan uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menghasilkan rata-rata diameter daerah hambat masing-masing sebesar 7,36 ± 1,72 mm; 12,43 ± 2,43 mm; dan 19,26 ± 2,23 mm. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) adalah 10% yakni formulasi whitening cream dengan kandungan nanosilver terendah yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri dengan kategori respon hambat sedang. Uji statistic (p ? 0,05) menunjukkan variasi penambahan nanosilver dalam whitening cream berpengaruh terhadap daya hambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kata kunci: nanosilver, PVP, aktivitas antibakteri, whitening cream. Abstract. The synthesis of nanosilver has been carried out by chemical reduction method. The solution of silver ions is reduced with sodium citrate and 3% PVP as stabilizer. Characterization using UV-Vis spectrophotometer at ?max 414 ? 418,3 nm produced silver colloid in nanometer size which was relatively stable during the storage period of 60 days. TEM images show that the nanoparticles are dominant spherical in shape with ~ 18,60 ? 42,97 nm dimensions. Synthesized nanosilver is applied to a variety of whitening cream formulations as an antibacterial. Antibacterial activity test on Staphylococcus aureus on formula F1 (10%), F2 (15%), and F3 (20%) w / v resulted in a mean local diameter of antibacterial inhibition of 7.36 ± 1.72 mm ; 12.43 ± 2.43 mm; and 19.26 ± 2.23 mm. The Minimum Inhibition Concentration (MIC) is 10%, namely the whitening cream formulation with the lowest nanosilver level that can help the growth of bacteria with a medium inhibitory response category. The statistical test (p ? 0,05) show that the addition of variations in the formulation of nanosilver in whitening cream had an effect on the inhibition of the bacterial growth. Keywords: nanosilver, PVP, antibacterial activity, whitening cream.
PEMANFAATAN BATU KAPUR SEBAGAI BAHAN BAKU HIDROKSIAPATIT ERIN WARDIANA, APRITA; EDI CAHYANINGRUM, SARI
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu kapur memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3) yang tinggi, sehingga tepat digunakan sebagai prekursor kalsium pada sintesis Hidroksiapatit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap karakteristik fisika (kemurnian fasa dan kristalinitas) dari hidroksiapatit hasil sintesis. CaO diperoleh dari hasil kalsinasi batu kapur pada suhu 900°C selama 4 jam, hasil analisis menggunakan XRF menghasilkan kandungan CaO sebesar 99,75%. Hidroksiapatit dapat disintesis dengan mereaksikan CaO sebagai prekursor kalsium dan H3PO4 sebagai prekursor fosfat menggunakan metode sol gel dnegan variasi pH 9, 10, dan 11. Kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa sintesis hidroksiapatit dengan pH 10 merupakan pH optimum dengan kristalinitas sebesar 91,27% dan kemurnian 83%. Kata Kunci: Batu kapur, hidroksiapatit, sol gelAbstract. Limestone has a high content of calcium carbonate (CaCO3), so it is rightly used as a calcium precursor in hydroxyapatite synthesis. This research conducted to know the effect of pH on physical characteristics (phase purity and crystallinity). CaO obtained from the calcination of limestone at 900°C for 4 hours, the results of analysis using XRF produced a CaO content of 99,75%. Hydroxyapatite can be synthesied by reacting CaO as a precursor of calcium and H3PO4 as phosphate precursors using the sol gel method with variations in pH 9, 10, and 11. Then the results were characterized using XRD. The characterization results that hydroxyapatite synthesis with pH 10 was the optimum pH with crystallinity of 91,27% and purity of 83%. Key words: Limetone, hydroxyapatite, sol gel
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL KULIT BATANG TUMBUHAN JAMBU BOL (SYZYGIUM MALACCENSE) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI OKTAVIA PUTRI, DWITA; , TUKIRAN
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat ekstrak metanol kulit batang jambu bol (Syzygium malaccense) terhadap bakteri Eschercia coli. Penelitian ini menggunakan metode uji antibakteri difusi cakram dengan 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Pada pengujian awal yaitu uji fitokimia ekstrak positif terdapat senyawa tanin, steroid, fenolik dan flavonoid. Konsentrasi ekstrak yang diujikan antibakteri yaitu 40%, 60%, 80% dan 100%. Ekstrak kulit batang Syzygium malaccense dengan konsentrasi 40% termasuk dalam antibakteri lemah terhadap karena menghasilkandiameter zona hambatan <5mm yaitu 1,83 mm. Ekstrak dengan konsentrasi 60% menghasilkan 7 mm sehingga termasuk dalam antibakteri sedang karena termasuk dalam range diameter zona hambat 6-10 mm. sedangkan ekstrak 80% dan 100% termasuk kuat karena menghasilkan 11,8 mm dan 13,33 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak meningkat bersamaan dengan diameter zona hambat yang terbentuk. Kata Kunci : Aktivitas antibakteri , Syzygium malaccense, Difusi cakramAbstract..The purpose of this study was to determine the inhibitory power of methanol extract of guava stem bark (Syzygium malaccense) against Eschercia coli bacteria.This study used an antibacterial disc diffusion test method with 4 treatments and 3 repetitions. In the initial test, the phytochemical test, positive extracts contain positively tannins, steroids, phenolics and flavonoids. The concentration of antibacterial extracts were 40%, 60%, 80% and 100. Syzygium mallacense stem bark extract with a concentration of 40% had potential antibacterial with weak because it produced a diameter zone of <5 mm which was 1.83 mm. The extract with a concentration of 60% produces 7 mm with medium antibacterial because of showing the range diameter of the inhibition zone of 6-10 mm. while extracts are 80% and 100% revealing strong because they produce 11.8 mm and 13.33 mm.The results showed that the concentration of extract was increased coincide with the diameter of the inhibitory zone formed. Keywords : Antibacterial activity, Syzygium mallacense, Disc diffusion
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L.) DAN KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNI NEES EX BL.) AYU PRAHASTI, ERRIKA; HIDAJATI, NURUL
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol kayu secang dan kayu manis, aktivitas antioksidan kayu secang, kayu manis, dan kombinasi keduanya serta kadar kombinasi ekstrak etanol kombinasi kayu secang dan kayu manis yang memberikan aktivitas antioksidan tertinggi. Pada penelitian ini sampel di ekstraksi dengan cara maserasi, kemudian dilakukan uji fitokimia, uji pendahuluan antioksidan, uji aktivitas antioksidan tunggal, dan uji aktivitas antioksidan kombinasi. Uji fitokimia ekstrak etanol kayu secang memberikan hasil positif mengandung senyawa flavonoid, fenolik, tanin, dan triterpenoid, sedangkan ekstrak etanol kayu manis memberikan hasil positif mengandung senyawa flavonoid, saponin, fenolik, dan tanin. Uji kuantitatif aktivitas antioksidan kayu secang dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-pikrilhydrazil) menunjukkan nilai IC50 sebesar 164,782 ppm dan kayu manis sebesar 193,139 ppm. Uji aktivitas antioksidan kombinasi kayu secang dan kayu manis dengan variasi perbandingan 1:3, 2:2, 3:1 berturut-turut yaitu sebesar 423,820 ppm, 246,692 ppm, 182,352 ppm dandapatdisimpulkanbahwaekstraketanolkayusecangdankayumanisserta kombinasi kayu secang dan kayu manis dengan variasi perbandingan 2:2 dan 3:1 dikategorikan mempunyai aktivitas antioksidan yang secang karena nilai IC50 berada pada rentang 100-250 ppm, sedangkan untuk kombinasi kayu secang kayu manis dengan perbandingan 1:3 dikategorikan mempunyai aktivitas antioksidan yang lemah karena nilai IC50 berada pada rentang 250-500 ppm. Kata kunci: Aktivitas antioksidan, ekstrak etanol, kayu secang, kayu manis.Abstract. Theeaim of the research is to determine the secondary metabolite content of ethanol extract from secang wood and cinnamon, the antioxidant activity of secang wood, cinnamon and the combination of both and the combination of ethanol extract of secang wood and cinnamon which gives the highest antioxidant activity. In this research sample is extracted by means of maceration, then phytochemical test, preliminary test the antioxidant activity, single antioxidant activity test, and combination antioxidant activity test.Phytochemical test of ethanol extract of secang wood gave positive result containing flavonoid, phenolic, tannin, and triterpenoid compounds, while ethanol extract of cinnamon gave positive result containing flavonoid, saponin, phenolic, and tannin. Quantitative test antioxidant activity of secang wood by using DPPH method (2,2-diphenyl-1-picrilhydrazil) showed the result with IC50 value of 164,782 ppm and cinnamon 193,139 ppm. The combination test of antioxidant activity of secang wood and cinnamon with variation ratio off1:3, 2:2, 3:1 respectively that is equal to 423,820 ppm, 246,692 ppm, 182,352 ppm and it can be concluded that ethanol extract of secang wood and cinnamon and combination of secang wood and cinnamon with variation ratio of 2:2 and 3:1 be categorized has antioxidant activity medium because IC50 value being in a range 100-250 ppm, while for combination of secang wood and cinnamon with variation ratio 1:3 be categorized has antioxidant activity weak because IC50 value being in a range 250-500 ppm. Keywords: Antioxidant activity, ethanol extract, secang wood, cinnamon.
PENGEMBANGAN MODEL KOMPOSIT DARI GRAPHENE DENGAN POLIETILENA SEBAGAI BAHAN DASAR ROMPI ANTI PELURU MELALUI METODE KOMPUTASI WIELIYANI, ARI; GUSTI MADE SANJAYA, I
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model komposit dari graphene dan polietilena serta mengetahui kekuatannya terhadap peluru. Pemodelan komposit menggunakan perangkat lunak AVOGADRO dan untuk perhitungan komputasi terhadap model menggunakan perangkat lunak SIESTA. Simulasi ketahanan terhadap peluru dilakukan dengan menggunakan sub software dari ANSYS. Hasilnya menunjukan bahwa model komposit yang mampu bertahan dari tembakan peluru adalah graphene 60% dan graphene 70%. Simulasi dilakukan dengan ketebalan komposit awal 1 mm dengan peluru berkecepatan awal 600 m/s dan bermassa 50 gram. Selanjutnya dilakukan variasi dengan ketebalan 4, 7, 10, dan 13 mm pada model komposit dan digunakan peluru berkecepatan 1200 m/s dengan massa 50 gram. Hasil menunjukan bahwa model komposit dengan ketebalan 13 mm dapat menahan peluru dengan kecepatan 1200 m/s. Kata Kunci : Graphene, Polietilena, AVOGADRO, SIESTA, ANSYS Abstract The purposes of this research is model composite development from graphene and polyethylene as well as knowing it?s strength against bullets. Modelling of composite used AVOGADRO software and for computational calculation used SIESTA software. Bullets resistance simulation performed by ANSYS software. Results showed the composite model that withstand from bulletshot is graphene 60 % and graphene 70%. Simulation perfromed used 1 mm thickness of composite with 600 m/s bullets speed and 50 gram mass. Then simulation performed by used thickness variation 4, 7, 10, 13 mm to composite model and used 1200 m/s bullets velocity with 50 gram mass. results showed the composite model with 13 mm thickness can withstands the bullets. Keywords : Graphene, Polyethylene, AVOGADRO, SIESTA, ANSYS

Page 1 of 1 | Total Record : 8