cover
Contact Name
Dina Kartika Maharani
Contact Email
dinakartika@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ujc@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Unesa Journal of Chemistry
  • unesa-journal-of-chemistry
  • Website
ISSN : -     EISSN : 22528180     DOI : -
UNESA Journal of Chemistry is published online by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia. 60231. Published 3 times a year (January, May and September) Aims and Scope: UNESA Journal of Chemistry is online Journal covering all aspects of Chemistry. The journal publishes original research paper and review articles.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2019)" : 9 Documents clear
IDENTIFIKASI KANDUNGAN SERAT KASAR TOTAL YHE (YEAST HYDROLISATE ENZIMATIC) DARI YEAST YANG DITUMBUHKAN DENGAN MEDIA TEPUNG BERAS MERAH Nurlarasati, Filla Qodaria; Agustini, Rudiana
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. YHE (Yeast Hydrolisate Enzimatic) merupakan ekstrak sel yeast dari pasta fermentasi yang diperoleh melalui proses lisis sel dan dihidrolisis menggunakan enzim proteolitik. Digunakan yeast sebagai bahan untuk pembuatan YHE (Yeast Hydrolisate Enzimatic) yang ditumbuhkan dalam media yang mengandung karbohidrat sederhana. Pada penelitian ini, bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan serat kasar pada YHE (Yeast Hydrolisate Enzimatic) dari yeast yang ditumbuhkan dengan media tepung beras merah. Hasil pengujian kadar serat kasar total menggunakan metode Van Soest pada yeast beras merah sebesar 14,88%, sedangkan pada YHE beras merah sebesar 6,77%. Kata kunci: YHE (Yeast Hydrolisate Enzimatic), serat kasar total.   Abstract. YHE (Yeast Hydrolisate Enzimatic) is a yeast cell extract from fermented pasta obtained through cell lysis and hydrolyzed using proteolytic enzymes. Yeast is used as an ingredient for making YHE (Yeast Hydrolisate Enzymatic) which is grown in media containing simple carbohydrates. In this study, the aim was to identify the crude fiber content in YHE (Yeast Hydrolisate Enzymatic) from yeast grown with brown rice flour media. The results of testing of total crude fiber content using the Van Soest method on brown rice yeast were 14.88%, while for YHE brown rice was 6.77%.   Keywords: YHE (Yeast Hydrolisate Enzimatic), total crude fiber.
PROFIL PRODUKSI SHORT CHAIN FATTY ACIDS DAN ASAM LAKTAT DARI FERMENTASI YAKON (SMALLANTHUS SONCHIFOLLIUS) DENGAN BAKTERI KULTUR STARTER LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765 Suryono, Ifan Akbar; Wikandari, Prima Retno
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Yakon dapat difermentasi dengan bakteri kultur starter Lactobacillus plantarum B1765 menghasilkan SCFA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi yakon terhadap total BAL, pH, dan profil produksi SCFA dan asam laktat, dan waktu fermentasi optimum dalam menghasilkan SCFA dan asam laktat. Dalam penelitian ini, dilakukan pengujian Total BAL menggunakan metode Total Plate Count, pengujian pH menggunakan pH meter, pengujian SCFA menggunakan metode HPLC, dan penentuan titik optimum fermentasi. Perlakuan fermentasi yaitu 3 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, 60 jam, dan 72 jam. Rata-rata Total BAL berturut-turut adalah 24,09.107 CFU / mL, 12,70.108 CFU / mL, 21,56.108 CFU / mL, 26,77,108 CFU / mL, 36,35.108 CFU / mL, 39,54.108 CFU / mL, dan 47,81.108 CFU / mL. pH yang didapatkan berturut-turut adalah 4.33, 3.66, 3.54, 3.45, 3.35, 3.12, dan 2,48. Hasil fermentasi selama 3 jam, 24 jam, 48 jam,dan 72 jam menghasilkan asam asetat 335,71 ppm, 81,029 ppm, 102,466 ppm, 90,67 ppm, asam propionat 30,165 ppm, 60,047 ppm, 83,368 ppm, dan 85,354 ppm, asam butirat 1004,72 ppm, 0 ppm, 2235,38 ppm, dan 85,354 ppm, asam laktat 200,082 ppm, 536,762 ppm, 662,792 ppm, dan 550,653 ppm. Kata kunci : yacon, Lactobacillus plantarum B1765, scfa, asam asetat, asam propionat, asam butirat, dan asam laktat.   Abstract. Yacon can be fermented with culture starter of bacteria Lactobacillus plantarum B1765 to produce SCFA. The purpose of this study was to determine the effect of yacon fermentation time on total BAL, pH, and production profile of SCFA and lactic acid, and optimum fermentation time in producing SCFA and lactic acid. In this research, total BAL testing was conducted using the Total Plate Count method, pH testing using a pH meter, SCFA testing using the HPLC method, and determining the optimum point of fermentation. The fermentation treatments are 3 hours, 12 hours, 24 hours, 36 hours, 48 ??hours, 60 hours and 72 hours. The average total BAL in a row is 24.09.107 CFU / mL, 12.70.108 CFU / mL, 21.56.108 CFU / mL, 26.77.108 CFU / mL, 36.35.108 CFU / mL, 39.54.108 CFU / mL , and 47,81,108 CFU / mL. The pH obtained were 4.33, 3.66, 3.54, 3.45, 3.35, 3.12, and 2.48. Fermentation results for 3 hours, 24 hours, 48 ??hours, and 72 hours produced 335.71 ppm acetic acid, 81.029 ppm, 102.466 ppm, 90.67 ppm, propionic acid 30.165 ppm, 60.047 ppm, 83.386 ppm, and 85.335 ppm, acid butyrate 1004.72 ppm, 0 ppm, 2235.38 ppm and 85.335 ppm, lactic acid 200.082 ppm, 536.762 ppm, 662.792 ppm and 550.665 ppm Keywords : yacon, Lactobacillus plantarum B1765, scfa, acetic acid, propionic acid, butyric acid, lactic acid.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL KULIT BATANG TUMBUHAN MATOA (POMETIA PINNATA) NABILAH, AMALIA; , SUYATNO
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tumbuhan matoa (Pometia pinnata) dikenal senagai tanaman khas dari Papua danamenjadiaflora identitasaProvinsi Papua Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidanaekstrak metanol dari kulit batang matoa. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode penangkapann radikal bebas DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol kulit batang matoa tergolong kuat dengan harga IC-50=70,93 ppm Kata kunci: Pometia pinnata, aktivitas antioksidan, ekstrak metanol, DPPH. Abstract. Matoa (Pometia pinnata) is known as a typical plant of Papua and became the identity flora of West Papua Province. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of the methanol extract of matoa?s stem bark. Extraction was conducted by maceration method while antioxidant activity test was carried out using DPPH free radical scavenging method. The result showed that antioxidant activity of methanol extract of matoa stem bark was strong category with IC50 value of 70.93 ppmKey words: Pometia pinnata, antioxidant activity, methanl extract, DPPH.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI HIDROKSIAPATIT DARI BATU KAPUR DENGAN METODE PENGENDAPAN BASAH , INSIYAH; Cahyaningrum, Sari Edi
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak. Sintesis hidroksiapatit dilakukan dengan metode pengendapan basah dari batu kapur sebagai sumber kalsium dan asam fosfat sebagai sumber fosfat. Asam fosfat ditambahkan dengan metode wise drop dan single drop. Kalsinasi batu kapur pada suhu 900°C selama 4 jam menghasilkan CaO sebesar 99,78% yang diperoleh dari uji XRF. Sintesis hidroksiapatit dengan metode wise drop menghasilkan pH 9 pada akhir penambahan asam fosfat, sedangkan metode single drop menghasilkan pH 5 pada akhir penambahan asam fosfat. Pada metode single drop terjadi penurunan pH yang signifikan dibandingkan metode wise drop. Persen hasil hidroksiapatit dengan metode wise drop lebih besar dibandingkan metode single drop. Persen hasil hidroksiapatit dengan metode wise drop sebesar 99,10%, sedangkan persen hasil hidroksiapatit dengan metode single drop sebesar 83,77%. Kata kunci: batu kapur, hidroksiapatit, pengendapan basah, wise drop, single drop.     Abstract. Hydroxyapatite synthesis has been carried out by wet precipitation method of limestone as a source of calcium and phosphoric acid as a phosphate source. Phosphoric acid is added by the wise drop and single drop method. Calcination of limestone at 900 ° C for 4 hours resulted 99.78% of CaO obtained from the XRF test. The hydroxyapatite synthesis by the wise drop method produces pH 9 at the end of phosphoric acid addition, while the single drop method produces pH 5 at the end of the addition of phosphoric acid. In the single drop method there was a significant decrease in pH compared to the wise drop method. The percentage of hydroxyapatite with the wise drop method is greater than the single drop method. Percentage of hydroxyapatite yield using wise drop method is 99.10%, while the percentage of hydroxyapatite yield with single drop method is 83.77%. Keywords: limestone, hydroxyapatite, wet precipitation, wise drop, single drop. 
PENGARUH VARIASI LAMA PENYIMPANAN UMBI YAKON (SMALLANTHUS SONCHIFOLIUS) TERHADAP KEMAMPUAN TOKSISITAS PADA LARVA UDANG ARTEMIA SALINA LEACH INDAH WIJI ASIH, NUR; Yuanita, Leny
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi lama penyimpanan umbi yakon terhadap kadar senyawa flavonoid dan kemampuan toksisitas. Digunakan variasi lama penyimpanan 1, 6, dan 13 hari. Isolasi umbi yakon menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Uji kadar senyawa flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan metode kolorimetri, sedangkan uji kemampuan toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethlity Test (BSLT) dengan hewan coba larva udang Artemia salina Leach. Hasil menunjukkan bahwa kadar senyawa flavonoid mengalami penurunan selama proses penyimpanan dan bersifat toksik. Berdasarkan hasil ANOVA One Way menunjukkan berpengaruh nyata lama penyimpanan umbi yakon terhadap kematian larva udang pada lama penyimpanan 1 hari, namun pada lama penyimpanan 6 dan 13 hari tidak berpengaruh nyata. Kata Kunci : Umbi yakon, lama penyimpanan, kadar senyawa flavonoid, toksisitas   Abstract. The study aims to determine the effect of variations in storage time of flavonoid contents and toxicity of yacon tubers. The variations of storage time 1, 6, and 13 days. Isolation of yacon tubers using maceration method with ethanol solvent. Flavonoid compounds test with UV-Vis spectrofotometry, while the toxicity test the Brine Shirmp Lethlity Test (BSLT) uses experiment animals Artemia salina Leach shrimp larvae. The results showed that the levels of flavonoid compounds decreased during the storage process and toxic. The results of one-way ANOVA showed a significant effect on the storage of yacon tubers to the death of shirmp larvae of 1 day, but at 6 and 13 days had no significant effect. Keywords : Yacon tuber, storage time, flavonoid compounds, toxicity 
PENENTUAN KAPASITAS ADSORPSI KARBON AKTIF SEBAGAI ADSORBEN LOGAM TEMBAGA DALAM LIMBAH LABORATORIUM PUTRA DHARMAWAN, ANGGI; HERDYASTUTI, NUNIEK
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kadar logam tembaga yang terbuang dari hasil kegiatan di laboratorium dengan kadar yang tinggi dapat mencemari lingkungan, oleh sebab itu perlu dilakukan upaya untuk menurunkan kadar logam tembaga, salah satunya melalui adsorpsi menggunakan karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi dan identifikasi gugus fungsi karbon aktif sebelum dan sesudah diinteraksikan dengan limbah. Hasil yang diperoleh menunjukkan efisiensi adsorpsi (%) logam tembaga dalam limbah dengan konsentrasi limbah 100 ppm sebesar 99,75%. Kapasitas adsorpsi logam tembaga dalam limbah laboratorium menggunakan karbon aktif mengikuti pola isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi (b) sebesar 0,0000426 mol/g dan nilai regresi (R2) sebesar 0,986. Hasil identifikasi gugus fungsi menunjukkan adanya gugus fungsi C-O, C=C aromatik, dan PO42-. Perbedaan gugus fungsional antara karbon aktif sebelum dan sesudah interaksi dimana terjadi pergeseran bilangan gelombang dan perubahan intensitas pada gugus fungsi C-O dan PO42-. Kata kunci: Adsorpsi, Karbon Aktif, Tembaga, Limbah Laboratorium Abstract. High copper metal content wasted from laboratory can pollute the environment, therefore it is necessary to make efforts to reduce copper metal, one of which is through adsorption using activated carbon. This research intend to determine adsorption capacity and identification of activated carbon functional groups before and after interaction with waste. The results of this research showed the adsorption (%) efficiency of copper metal in optimum laboratory wastes on 100 ppm concentration with adsorption efficiency of 99,75%. Copper metal adsorption capacity in laboratory wastes using activated carbon follows the Langmuir ishoterm with adsorption capacity (b) of 0,0000426 mol/g and the regression value (R2) is 0,986. Characterization of functional group identification shows the presence of functional grup C-O, C=C aromatic, and PO42-. There are differences in functional groups between activated carbon before and after interactions where there is a shift in wave number and change in intensity in the functional groups C-O and PO42-. Keywords: Adsorption, Activated Carbon, Copper Metal, Laboratory Waste
IDENTIFIKASI KANDUNGAN SERAT KASAR TOTAL YHE (YEAST HYDROLISATE ENZIMATIC) DARI YEAST YANG DITUMBUHKAN DENGAN MEDIA TEPUNG BERAS MERAH QODARIA NURLARASATI, FILLA; AGUSTINI, RUDIANA
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. YHE (Yeast Hydrolisate Enzimatic) merupakan ekstrak sel yeast dari pasta fermentasi yang diperoleh melalui proses lisis sel dan dihidrolisis menggunakan enzim proteolitik. Digunakan yeast sebagai bahan untuk pembuatan YHE (Yeast Hydrolisate Enzimatic) yang ditumbuhkan dalam media yang mengandung karbohidrat sederhana. Pada penelitian ini, bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan serat kasar pada YHE (Yeast Hydrolisate Enzimatic) dari yeast yang ditumbuhkan dengan media tepung beras merah. Hasil pengujian kadar serat kasar total menggunakan metode Van Soest pada yeast beras merah sebesar 14,88%, sedangkan pada YHE beras merah sebesar 6,77%. Kata kunci: YHE (Yeast Hydrolisate Enzimatic), serat kasar total. Abstract. YHE (Yeast Hydrolisate Enzimatic) is a yeast cell extract from fermented pasta obtained through cell lysis and hydrolyzed using proteolytic enzymes. Yeast is used as an ingredient for making YHE (Yeast Hydrolisate Enzymatic) which is grown in media containing simple carbohydrates. In this study, the aim was to identify the crude fiber content in YHE (Yeast Hydrolisate Enzymatic) from yeast grown with brown rice flour media. The results of testing of total crude fiber content using the Van Soest method on brown rice yeast were 14.88%, while for YHE brown rice was 6.77%. Keywords: YHE (Yeast Hydrolisate Enzimatic), total crude fiber.
SINTESIS GARAM GLUTAMAT DARI AMPAS TAHU SECARA ENZIMATIS SYNTHESIS GLUTAMATE SALT FROM TOFU DREGS BY ENZYMATIC SETYAWATI, NOVA; HERDYASTUTI, NUNIEK
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Proses produksi tahu menghasilkan hasil samping berupa limbah cair maupun limbah padat yang disebut dengan ampas tahu. Ampas tahu umumnya hanya dibuang begitu saja, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan di sekitarnya. Permasalahan tersebut mulai diatasi dengan memanfaatkan ampas tahu sebagai hidrolisat protein karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi. Hidrolisat protein berguna pada berbagai industri pangan salah satunya sebagai garam glutamat. Asam glutamat yang terbentuk dari proses hidrolisis dengan menggunakan enzim bromelin direaksikan dengan NaOH untuk membentuk garam glutamat. Asam glutamat yang terbentuk memiliki kadar sebesar 522,94 ppm pada konsentrasi enzim 50% dan menunjukkan puncak yang sama dengan asam glutamat standar. Hasil identifikasi asam glutamat menunjukkan puncak yang sama pada panjang gelombang 570 nm dan KLT pada Rf 0,33. Sintesis garam glutamat diperoleh suatu serbuk berwarna putih dengan pH 9,1 dan titik leleh 285 oC. Kata Kunci : Ampas tahu, enzim bromelin, KLT, garam glutamat Abstract. The process production of tofu result waste in the form of liquid and solid called tofu dregs. Tofu dregs is generally just thrown away, so that cause pollution of the surrounding environment. These problems began to be overcome by use tofu dregs as a protein hydrolyzate because of its high protein content. Hydrolysate protein is useful in various food industries, one of which is glutamate salt. Glutamic acid formed from the hydrolysis process use the bromelin enzyme is reacted with NaOH to form glutamate salts. Glutamic acid formed has a concentration of 522.94 ppm at 50% enzyme concentration and shows the same peak as standard glutamic acid. The results of identification of glutamic acid showed the same peak at a wavelength of 570 nm and TLC at Rf 0.33. The synthesis of glutamate salt was obtained by a white powder with a pH of 9.1 and a melting point of 285 oC. Keywords : Tofu dregs, bromelin enzymes, TLC, glutamate salt
PENGARUH JENIS YEAST HYDROLYSATE ENZYMATIC (YHE) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN BERAT BADAN MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG TERINDIKASI DIABETES MELLITUS TIPE II NABILAH, SALMA; AGUSTINI, RUDIANA
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Diabetes mellitus tipe II merupakan penyakit yang mengganggu fungsi kerja insulin, umumnya terjadi pada penderita obesitas, obesitas terjadi akibat komposisi makanan dan diet tinggi lemak. Peran kunci dari kromium dalam tubuh berhubungan erat dengan kontrol glukosa darah, kromium dapat ditemukan dalam YHE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis YHE terhadap kadar glukosa darah dan berat badan pada mencit, penelitian ini juga dibandingkan dengan kontrol normal, kontrol negatif, dan kontrol positif. Jenis YHE yang digunakan adalah YHE beras putih, YHE beras merah, dan YHE beras hitam. YHE dengan berbagai jenis sebanyak 1 mL diberikan kepada mencit dengan cara disonde selama 1 minggu, pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital dan pengukuran kadar glukosa darah menggunakan glukometer (Freestyel Optium). Hasil rata-rata penurunan kadar glukosa darah pada YHE beras putih 87 mg/dL, YHE beras merah 138 mg/dL, dan YHE beras hitam 103 mg/dL, sedangkan hasil rata-rata pengukuran berat badan pada YHE beras putih sebesar 5 gram, YHE beras merah 6 gram, dan YHE beras hitam 7 gram. YHE dari berbagai jenis memiliki pengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah dan kenaikan berat badan mencit yang terindikasi diabetes mellitus tipe II. Dan yang memiliki potensi penurunan terbaik adalah YHE beras merah, sehingga baik digunakan sebagai anti diabetes mellitus tipe II. Kata kunci: Diabetes mellitus tipe II, Jenis Yeast Hydrolysate Enzymatic (YHE), Berat badan, Kadar glukosa darah, dan Kromium. Abstract. Diabetes mellitus type II is a disease that interferes the function of insulin, commonly it occurs in obesity people, obesity occurs due to food composition and high-fat diets. The important role of chromium in the body closely relates to blood glucose control, chromium can be found in the YHE. This research aims to determine the influence of YHE type on blood glucose levels and weight in mice, the research is also compared to normal control, negative control, and positive control. YHE type used is YHE white rice, YHE red rice, and YHE black rice. YHE with a range of 1 ml was given to rats via gastric catheter for 1 weeks, the weight measurement uses digital scales and the blood glucose level measurement uses glucometer (Freestyel Optium). The average yield reduction in blood glucose levels in the YHE white rice is 87 mg/dL, YHE red rice 138 mg/dL, and YHE black rice 103m/dL, whereas the average result of weight measurement in a row is the YHE white rice 5 grams, YHE red rice 6 grams, and YHE black rice 7 grams. YHE of various types have an influence on decreasing blood glucose levels and increasing weight mice indicated type II diabetes mellitus. And that has the best reduction potential is YHE red rice, so it is used as anti-diabetes mellitus type II. Keywords: Diabetes mellitus type II, Type Yeast Hydrolysate Enzymatic (YHE), Weight, Blood glucose levels, and Chromium.

Page 1 of 1 | Total Record : 9