cover
Contact Name
Dina Kartika Maharani
Contact Email
dinakartika@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ujc@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Unesa Journal of Chemistry
  • unesa-journal-of-chemistry
  • Website
ISSN : -     EISSN : 22528180     DOI : -
UNESA Journal of Chemistry is published online by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia. 60231. Published 3 times a year (January, May and September) Aims and Scope: UNESA Journal of Chemistry is online Journal covering all aspects of Chemistry. The journal publishes original research paper and review articles.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 17 Documents clear
ISOLASI SENYAWA FENOLIK DARI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BATANG BIDARA (ZIZIPHUS MAURITIANA LAMK) DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIJAMUR CANDIDA ALBICANS NAFSIYAH ROKHMANIA, SITI; HIDAJATI, NURUL
Unesa Journal of Chemistry Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan struktur molekul senyawa hasil isolasi dari ekstrak etil asetat kulit batang bidara (Ziziphus mauritiana Lamk) serta untuk mengetahui aktivitasnya sebagai antijamur terhadap Candida albicans. Isolasi senyawa dilakukan secara bertahap diawali dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi, ekstrak yang dihasilkan diuji fitokimia, pemisahan dilakukan dengan metode kromatografi cair vakum (KCV) dan kromatografi kolom gravitasi (KKG) yang dimonitoring dengan kromatografi lapis tipis (KLT), pemurnian senyawa dilakukan dengan metode rekristalisasi, dan penentuan struktur molekul menggunakan metode spektroskopi UV-Vis, FT-IR, dan GC-MS, serta pengujian aktivitas antijamur dengan metode difusi cakram. Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya kandungan senyawa golongan alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Hasil analisis data spektroskopi UV-Vis, FT-IR, dan GC-MS menunjukkan isolat yang diperoleh diduga merupakan senyawa 2,4-di-tert-butilfenol. Hasil uji aktivitas antijamur terhadap Candida albicans menunjukkan isolat dengan konsentrasi 0,9% tidak memiliki aktivitas antijamur, pada konsentrasi 2,6%, 5,2%, 7,6%, dan 9,8% diperoleh diameter zona hambat berturut-turut sebesar 0,5 mm, 1 mm, dan 2,125, dan 3,25 mm yang termasuk dalam kategori lemah dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans.Kata kunci:Ziziphus mauritiana Lamk, etil asetat, 2,4-di-tert-butilfenol, aktivitas antijamur.
UPAYA PENINGKATAN KEMURNIAN BIOETANOL PATI SINGKONG KARET DENGAN ADSORPSI SOLIHAH, FAIZATUS; , AMARIA
Unesa Journal of Chemistry Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai upaya peningkatan kadar etanol pati singkong karet dengan adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kadar etanol sebelum dan setelah adsorpsi pada berbagai variasi ukuran partikel adsorben CaO. Variasi ukuran partikel adsorben yang digunakan yaitu 60, 80, 100, dan 120 mesh. Penelitian dilakukan dengan tiga proses yaitu pembuatan serbuk CaO, pembuatan bioetanol dan upaya peningkatan kemurnian bioetanol. Serbuk CaO dibuat melalui kalsinasi batu kapur. Pembuatan bioetanol terdiri dari 4 tahap yaitu pretreatment, hidrolisis, fermentasi dan distilasi. Upaya peningkatan kemurnian bioetanol dilakukan dengan adsorpsi berbagai variasi ukuran serbuk CaO. Hasil penelitian menunjukkan kadar etanol pati singkong karet sebesar 33% mengalami peningkatan dan penurunan saat berinteraksi dengan serbuk CaO 60, 80, 100, dan 120 mesh berturut-turut sebesar 33,333%; 36,667%; 43,333% dan 25%. Data kadar dan pH etanol hasil adsorpsi dianalisis menggunakan Uji Kruskal Wallis, Uji Duncan dan Wilcoxon. Hasil Uji Kruskal Wallis menyatakan bahwa terdapat pengaruh nyata kadar etanol pada variabel bebas ukuran partikel sebuk CaO; Uji Duncan menyatakan terdapat perbedaan bermakna kadar etanol pada interaksi 100 dan 120 mesh, sedangkan perbedaan tidak bermakna pada 60 dan 80 mesh; dan Wilcoxon menyatakan adanya perbedaan pH sebelum dan setelah adsorpsi. Bersadarkan uji tersebut peningkatan kadar etanol maksimum didapatkan saat berinteraksi dengan adsoben CaO 100 mesh.Kata kunci: Kemurnian etanol pati singkong karet, adsorpsi, CaO, ukuran partikel adsorben, mesh.
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK DIKLOROMETANA KULIT BATANG TUMBUHAN JAMBU SEMARANG (SYZYGIUM SAMARANGENSE) AL HAFIZH, IDO; , TUKIRAN
Unesa Journal of Chemistry Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Skrining fitokimia ini bertujuan untuk memberikan gambaran kandungan senyawa dalam ekstrak diklorometana kulit batang tumbuhan jambu semarang (Syzygium samarangense) sebelum dilakukan isolasi, karakterisasi senyawanya dan uji bioaktivitas lainnya. Hasil uji pendahuluan nantinya akan diketahui secara kualitatif senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak diklorometana kulit batang jambu semarang yang meliputi uji alkaloid, uji steroid dan terpenoid, uji tanin, uji fenolik, uji flavonoid dan uji saponin. Hasil Skrining fitokimia terhadap ekstrak diklorometana kulit batang tumbuhan jambu semarang (Syzygium samarangense) yakni memiliki kandungan senyawa steroid, tannin, saponin, fenolik dan terpenoid. Kata kunci : Fitokimia, Senyawa Metabolit Sekunder, Syzygium samarangense
PERBEDAAN KARAKTERISTIK NANOSILVER HASIL SINTESIS MENGGUNAKAN EKSTRAK LENGKUAS MERAH DAN LENGKUAS PUTIH KARIMAH, IFFAH; GUSTI MADE SANJAYA, I
Unesa Journal of Chemistry Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang sintesis nanosilver ekstrak lengkuas merah . Sintesis ini menggunakan ekstrak tumbuhan sebagai pereduksi. Hal ini disebut dengan metode sintesis ramah lingkungan, karena prinsip sintesis ini adalah memanfaatkan tumbuhan sebagai agen pereduksi. Nanosilver dapat disintesis melalui reaksi redoks (reaksi oksidasi reduksi) yaitu memanaskan aquademin sampai mendidih lalu di reaksikan dengan larutan AgNO3 dan ekstrak lengkuas merah. Ekstrak lengkuas merah sebagai pereduksi dari Ag+ menjadi Ag0. Hal ini dikarenakan kandungan dari ekstrak tersebut mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid. Hasil dari nanosilver ini memiliki panjang gelombang maksimal sekitar 410 nm sampai 420 nm. Didapatkannya panjang gelombang maksimal secara stabil, sehingga didapatkan diameter cluster sebesar 16 nm. Kata kunci: nanosilver, lengkuas merah, flavonoid
PENGARUH LAMA FERMENTASI EKSTRAK UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS) DENGAN LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765 TERHADAP MUTU MINUMAN FERMENTASI JUNAIDI, AHMAD; RETNO WIKANDARI, PRIMA
Unesa Journal of Chemistry Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) memiliki beberapa potensi dalam bidang pangan, salah satunya sebagai media fermentasi karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sekitar 20,1%. Kombinasi ekstrak ubi jalar ungu dan probiotik Lactobacillus plantarum B1765 diharapkan dapat menjadi minuman fermentasi berbasis non susu yang baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi ekstrak ubi jalar ungu dengan Lactobacillus plantarum B1765 terhadap mutu minuman fermentasi. Mutu yang diamati adalah mutu mikrobiologi dan mutu kimia dengan variasi waktu fermentasi 0, 12, 24, 36 dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lama fermentasi ekstrak ubi jalar ungu dengan Lactobacillus plantarum B1765 terhadap mutu minuman fermentasi. Mutu mikrobiologi terbaik ada pada lama fermentasi 12 jam dengan nilai total bakteri asam laktat mencapai 1,86 × 109 CFU/mL. Variasi waktu fermentasi 12 hingga 48 jam telah memenuhi standar mutu kimia dengan nilai total asam tertitrasi 0,240 ? 0,630 dan pH 3,9 ? 3,4. Kata Kunci : Minuman Fermentasi, Ubi Jalar Ungu, Lactobacillus plantarum B1765, Mutu Mikrobiologi dan Kimia
PENGGUNAAN ANTIOKSIDAN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGHAMBAT PROSES OKSIDASI BIOETANOL DARI SINGKONG KARET (MANIHOT GLAZIOVII) DIAS ANDANA, AGNESYA; , AMARIA
Unesa Journal of Chemistry Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penggunaan antioksidan sebagai upaya menghambat proses oksidasi bioetanol singkong karet (Manihot glaziovii). Bioetanol bersifat mudah menguap, dapat bercampur dengan air, dan mengalami oksidasi. Proses oksidasi bioetanol mengakibatkan etanol berubah menjadi aldehid, dan oksidasi lebih lanjut akan berubah menjadi asam karboksilat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi antioksidan Tersier Butil Hidroksi Quinolin (TBHQ) terhadap kadar dan pH bioetanol hasil sintesis. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap yaitu 1) pembuatan bioetanol dari singkong karet 2) penambahan antioksidan TBHQ dengan konsentrasi 0%; 0,03%; 0,05%; 0,07%; dan 0,1% ke dalam bioetanol hasil sintesis, dan 3) analisis data kadar bioetanol dengan uji Kruskall-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kadar etanol hasil sintesis sebesar 47% dan pH etanol hasil sintesis sebesar 6,51 2) bioetanol hasil sintesis yang tidak ditambah antioksidan TBHQ mengalami penurunan kadar menjadi 37% dan penurunan pH menjadi 5,38, sedangkan kadar bioetanol hasil sintesis yang ditambah antioksidan TBHQ sebanyak 0,03%; 0,05%; 0,07%; 0,1% berturut-turut mengalami penurunan kadar menjadi 45%; 45%; 46,5%; 46% serta penurunan pH menjadi 6,48; 6,46; 6,45; 6,41 dan 3) hasil uji Kruskall-Wallis menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada berbagai variasi kadar antioksidan TBHQ. Bioetanol hasil sintesis dapat disimpan dengan penambahan antioksidan TBHQ dengan kadar 0,03%. Kata kunci: Bioetanol, oksidasi, antioksidan
PEMBUATAN ELEKTRODA KERJA KOMPOSIT GRAPHENE OXIDE ZEOLITE UNTUK ANALISIS ASPIRIN SECARA SIKLIK VOLTAMETRI INGGRIANI, FIRMA; SETIARSO, PIRIM
Unesa Journal of Chemistry Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elektroda kerja komposit Graphene oxide Zeolite diguanakan untuk analisis aspirin secara siklik voltametri. Graphene oxide disintesis dengan metode improved hummer dan dipilih karena sifat konduktornya yang mudah menghantarkan listrik. Zeolite disintesis dengan metode mechanical ball milling dan dipilih karena sifat absorbennya yang dapat meningkatkan sensitivitas dari elektroda. Pengukuran aspirin dengan voltametri dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu komposisi elektroda kerja dan pH . Penentuan komposisi elektroda kerja menggunakan perbandingan GO:paraffin: zeolite dengan perbandingan yaitu 3:2:5; 3:3:4; 3:4:3; 3:5:2. Penentuan pH optimum dilakukan dengan variasi pH larutan buffer sitrat pada pH 2,3,4,5,6,7. Hasil penelitian elektroda kerja komposit Graphene oxide zeolite memiliki komposisi terbaik pada perbandingan 3:2:5 dengan pH optimum larutan 4.Persen perolehan data kembali didapatkan hasil sebesar 99,612 %. Elektroda komposit Graphene oxide zeolite menunjukan sensitivitas dan selektivitas yang baik.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI GRAPHENE OXIDE-NANOZEOLIT SEBAGAI ELEKTRODA KERJA DALAM SIKLIK VOLTAMETRI ERLITA PUTRI, PUPUT; SETIARSO, PIRIM
Unesa Journal of Chemistry Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, graphene oxide disintesis menggunakan metode improved hummer sedangkan nanozeolit disintesis menggunakan metode top down dengan alat ball mill sebagai elektroda kerja untuk analisis asam salisilat secara siklik voltametri. Graphene oxide perlu dimodifikasi untuk meningkatkan sensitivitasnya terhadap analit sehingga elektroda kerja graphene oxide dimodifikasi dengan modifier yaitu nanozeolit. Komposit graphene oxide-nanozeolit dikarakterisasi menggunakan FTIR, XRD dan PSA. Faktor yang mempengaruhi hasil arus puncak dalam analisis secara siklik voltametri salah satunya adalah komposisi elektroda dan pH larutan. Arus puncak anodik pada elektroda kerja graphene oxide-nanozeolit memiliki nilai yang lebih tinggi dari pada elektroda kerja graphene oxide tanpa modifikasi, sehingga elektroda kerja graphene oxide-nanozeolit memiliki sensitivitas yang lebih baik dibandingkan dengan elektroda kerja graphene oxide. Pada penelitian ini, analisis asam salisilat menggunakan elektroda kerja graphene oxide-nanozeolit memiliki komposisi terbaik dengan perbandingan graphene oxide:parafin:nanozeolit yaitu 3:2:5 dan pH larutan optimum yaitu 2. Kata Kunci : graphene oxide, nanozeolit, siklik voltametri.
ISOLASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN TANAMAN PECUT KUDA (STACHYTARPHETA JAMAICENSIS) DANY RIZALDY, MOCHAMMAD; HIDAJATI, NURUL
Unesa Journal of Chemistry Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini yakni untuk menentukan struktur molekul senyawa yang dominan hasil isolasi ekstrak etil asetat daun tanaman pecut kuda (S. Jamaicensis) dan aktivitasnya sebagai antijamur. Tahap awal dari penelitian ini adalah ekstraksi dengan metode maserasi dan partisi. Kemudian dilakukan proses isolasi dengan metode KCV (Kromatografi Cair Vakum) dan KKG (Kromatografi Kolom Gravitasi) serta dimonitoring menggunakan KLT dengan perbandingan eluen diklorometan : etil asetat (8:1) hingga didapatkan isolat murni. Identifikasi senyawa pada isolat murni menggunakan metode uji fitokimia dan instrumen UV-VIS, FT-IR dan GC-MS. Perolehan ekstrak etanol sebanyak 104,12 gram dan hasil partisi etil asetat sebanyak 12,6 gram. Isolat hasil KKG berupa serbuk berwarna hijau. Serbuk tersebut direkristalisasi yang bertujuan untuk memurnikan isolat, sehingga didapatkan isolat murni berwarna hijau sebesar 36,3 mg. Senyawa hasil isolasi dari pengujian UV-VIS, FT-IR, dan GC-MS adalah 2,4-ditert-butil-fenol yang termasuk golongan fenolik. Kata kunci: Ekstraksi, etil asetat, Stachytarpheta Jamaicensis, isolasi, 2,4-ditert-butil-fenol. Abstract. The purpose of this research was to determine the molecular structure of the dominant compound from the isolation of ethyl acetate extract from the leaves of the whip horse plant (S. Jamaicensis) and its activity as an antifungal. The initial stage of this research is extraction by maceration and partitioning methods. Then the isolation process was carried out with the KCV (Vacuum Liquid Chromatography) and KKG (Gravity Column Chromatography) methods and monitored using TLC with dichloromethane: ethyl acetate (8: 1) eluent ratio until pure isolates were obtained. Identification of compounds in pure isolates using phytochemical test methods and UV-VIS, FT-IR and GC-MS instruments. The acquisition of ethanol extract was 104.12 grams and the result of ethyl acetate partition was 12.6 grams. KKG isolates in the form of green powder. The powder was recrystallized which aims to purify the isolate, to obtain pure green isolate of 36.3 mg. The isolated compound from UV-VIS, FT-IR, and GC-MS testing is 2,4-ditert-butyl-phenol which is a phenolic group. Key words: Extraction, ethyl acetate, Stachytarpheta Jamaicensis, isolation, 2,4-ditert-butil-fenol.
PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM UNTUK MENINGKATKAN KEMURNIAN BIOETANOL DARI SINGKONG KARET (MANIHOT GLAZIOVII) ISVANDIARY, SORAYA; , AMARIA
Unesa Journal of Chemistry Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioetanol (C2H5OH) merupakan bahan bakar alternatif ramah lingkungan hasil proses fermentasi glukosa yang dilanjutkan dengan proses pemurnian. Bioetanol dapat dibuat dari tanaman yang mengandung karbohidrat, contohnya singkong karet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar etanol yang dihasilkan dari berbagai variasi waktu adsorpsi. Penelitian dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu 1) pembuatan bioetanol dari pati singkong karet; 2) adsorpsi etanol hasil distilasi dengan zeolit alam; 3) analisis data kadar etanol hasil adsorpsi dengan uji Kruskal-Wallis. Pemanfaatan zeolit alam dalam meningkatkan kemurnian bioetanol dilakukan dengan adsorpsi pada berbagai variasi waktu. Variasi waktu adsorpsi yang digunakan yaitu 2, 4, 6 dan 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar yang dihasilkan dari proses pembuatan bioetanol adalah 45%. Kadar bioetanol mengalami peningkatan saat berinteraksi dengan zeolit pada variasi waktu 2, 4, 6 dan 8 jam berturut-turut sebesar 50%; 66,67%; 58,3% dan 54,16%. Kadar tertinggi didapatkan saat interaksi bioetanol dengan zeolit selama 4 jam sebesar 66,67%. Uji Kruskal-Wallis menyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan antar variasi waktu adsorpsi.

Page 1 of 2 | Total Record : 17