cover
Contact Name
Dina Kartika Maharani
Contact Email
dinakartika@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ujc@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Unesa Journal of Chemistry
  • unesa-journal-of-chemistry
  • Website
ISSN : -     EISSN : 22528180     DOI : -
UNESA Journal of Chemistry is published online by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia. 60231. Published 3 times a year (January, May and September) Aims and Scope: UNESA Journal of Chemistry is online Journal covering all aspects of Chemistry. The journal publishes original research paper and review articles.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Volume 1, Number 2, 2012" : 14 Documents clear
PEMANFAAATAN PIROPILIT TERAKTIVASI ASAM SULFAT (H2SO4) SEBAGAI ADSORBEN PADA PROSES PENJERNIHAN PELUMAS BEKAS (UTILIZATION OF ACTIVATED PIROPILIT BY SULFURIC ACIDS AS ADSORBEN AT CLEARED USED LUBRICANT PROCESS) ISTIYORINI, NUNUNG
Unesa Journal of Chemistry Volume 1, Number 2, 2012
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : Penuruan kadar logam Al, Ca, Fe, Pb dan Zn dan air dalam pelumas bekas. Penelitian ini termasuk jenis penelitian the solomon four -group design. Adsorpsi menggunakan adsorben piropilit teraktivasi H2SO4 dengan variasi massa 2,004 g; 3,006 g; 4,006; 5,005 g; 6,006 g; 7,006 g. Masing-masing ditambahkan pada 100 ml pelumas bekas. Kadar logam  maksimal dalam pelumas bekas yang teradsorpsi oleh piropilt teraktivasi di uji dengan menggunakan Spektrofotometer X-ray Fluororesensi sedangkan untuk uji penurunan kadar air menggunakan Mettle Toledo Karlficher di Laboratorium Pertamina Perak. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa penurunan   kadar logam paling banyak dalam pelumas bekas pada penambahan massa sebesar 7,006 gr yaitu untuk logam Al 24,92%, Ca 46,06%, Fe 84,31%, Pb 62,42%, Zn 72,05% dan untuk kadar air pada penambahan massa 7,004 gr  sebanyak 5,62%. Kata kunci : Adsorben, piropilit, pelumas bekas. Abstract. This study aims was determine: decreased levels of metals Al, Ca, Fe, Pb and Zn. And the water content in used oil. This research included in the type of research the Solomon four-group design. Adsorption by piropilit activated by H2SO4 by mass 2,004 . 3,006. 4, 006.  5,005.6 ,006. 7006 gr.Each of the add in 100 ml of used oil . Maximum levels of metals in used lubricating piropilit adsorbed on the activation test using spectroscopy XR-Fluororesensi. while to test the moisture content using a Mettle Toledo Karlfificher laboratory at Pertamina Perak. Based on the results of data analysis can be seen that the decrease of The greatest metal content in used oil by the addition of a mass of 7.006 g was for Al 24,92%.  Ca 46,01%. Fe 84,31%.  Pb 62,41%.  Zn 72,05% and water content in addition to the mass of 7.004 g of as much as 5.62%. Keywords : adsorption, piropilit, used lubricating
SINTESIS DAN PEMANFAATAN KITOSAN - ALGINAT SEBAGAI MEMBRAN ULTRAFILTRASI ION K+ (SYNTHESIS AND UTILIZATION OF CHITOSAN - ALGINATE AS MEMBRANE ULTRAFILTRATION ION K+) YANRITA EVAANI, DUMA Yanrita
Unesa Journal of Chemistry Volume 1, Number 2, 2012
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Sintesis membran kitosan - alginat dibuat dengan berbagai perbandingan komposisi kitosan dan alginat, yaitu 1:3, 1:2, 1:1, 2:1, dan 3:1 (v/v). Membran yang dihasilkan hanya dilakukan pada membran dengan komposisi perbandingan 1:1, 2:1, dan 3:1. Karakterisasi fisik dan kimia membran kitosan - alginat meliputi uji sifat mekanik, uji kemampuan mengembang, analisis morfologi permukaan, analisis gugus fungsional, serta aplikasi membran kitosan - alginat dalam kemampuannya menyaring ion K+. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai modulus young yang diperoleh pada membran kitosan - alginat 1:1, 2:1, dan 3:1 masing-masing sebesar 18,33 N/mm2; 16,13 N/mm2; dan 7,75 N/mm2. Pada uji swelling dihasilkan bahwa semakin tinggi konsentrasi kitosan dalam membran maka kemampuan mengembang semakin kecil. Hasil dari SEM menunjukkan membran kitosan - alginat termasuk dalam rentang membran ultrafiltrasi dan membran mikrofiltrasi. Analisis gugus fungsional berdasarkan spektra IR menunjukkan bahwa adanya pergeseran, kenaikan, penurunan intensitas dan tumpang tindih. Membran kitosan - alginat diaplikasikan pada alat uji ?dead-end? untuk proses ultrafiltrasi ion K+ dengan variasi konsentrasi kalium dan pada tekanan 1 bar. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa membran kitosan - alginat dengan perbandingan 3:1 mampu menyaring kalium hingga 5,51 mmol/L dan membran kitosan - alginat dengan perbandingan 2:1 hanya mampu menyaring kalium sebesar 4,76 mmol/L. Kata kunci: Membran Kitosan - Alginat, Ultrafiltrasi, Kalium. Abstract. Synthesis membrane of chitosan - alginate made with different composition ratio of chitosan and alginate, were 1:3, 1:2, 1:1, 2:1, and 3:1 (v/v). The resulting membrane is only performed on the membrane with the composition ratio of 1:1, 2:1, and 3:1. Physical and chemical characterization membrane of chitosan - alginate included mechanical properties test, test capability expands, the surface morphology analysis, analysis of functional groups, and application membrane of chitosan - alginate ion K+ in the filter ability. The results showed that the modulus young values ??obtained in the membrane of chitosan - alginate 1:1, 2:1, and 3:1 respectively by 18.33 N/mm2; 16.13 N/mm2; and 7.75 N/mm2. In the swelling test result that the higher concentration of chitosan in the membrane expands the ability of the smaller. Results of SEM showed membrane of chitosan - alginate including the range ultrafiltration membrane and microfiltration membrane. Functional group analysis by IR spectra show that the shift, increase, decrease in intensity and overlap. Membrane of chitosan - alginate was applied to test tools "dead-end" for the ultrafiltration process ion K+ with a variety of potassium concentrations at a pressure of 1 bar. The results obtained show that the membrane of chitosan - alginate 3:1 can filtered of potassium up to 5.51 mmol/L and then membrane of chitosan - alginate 2:1 is only capable of filtered of potassium 4.76 mmol/L. Key words: Membrane of Chitosan - Alginate, Ultrafiltration, Potassium.
PENENTUAN MASSA FOTOKATALIS DAN SUHU OPTIMUM PADA PROSES FOTODEGRADASI ZAT WARNA RHODAMIN B MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TIO2(DETERMINATION OF OPTIMUM TEMPERATURE AND PHOTOCATALYST MASS OF RHODAMINE B PHOTODEGRADATION PROCESS BY TIO2 PHOTOCATALYST) ARVIAN D, RIZZHA Arvian
Unesa Journal of Chemistry Volume 1, Number 2, 2012
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang penentuan massa fotokatalis dan suhu optimum pada proses fotodegradasi zat warna Rhodamin B menggunakan fotokatalis TiO2. Massa fotokatalis dan suhu optimum pada proses fotodegradasi zat warna Rhodamin B ditentukan dengan variasi massa 0 mg sampai 100 mg dan variasi suhu 30 oC sampai 60 oC. Fotodegradasi dilakukan dalam reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV. Konsentrasi zat warna yang tersisa setelah fotodegradasi diukur dengan spektrofotometer UV-Vis. Kondisi maksimum pengukuran adalah pada panjang gelombang 553,40 nm.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa massa fotokatalis optimum pada proses fotodegradasi zat warna Rhodamin B sebesar 70 mg dan suhu optimum pada 50 oC. Kata kunci: massa fotokatalis, suhu larutan, Rhodamin B, TiO2. Abstract The determination of optimum temperature and photocatalyst mass of Rhodamine B photodegradation process was studied using TiO2 as catalyst. Optimum temperature and photocatalyst mass of Rhodamine B photodegradation process was determined by variation of mass 0 mg to 100 mg and variation of temperature at 30 oC to 60 oC. Photodegradation carried out in a closed reactor completed with UV lamp. The remaining of Rhodamine B concentration after photodegradation was measured by UV-Vis spectrophotometer. Maximum condition of measurement was at wavelength of 553,40 nm. The result showed that optimum photocatalyst mass of Rhodamine B photodegradation process was 70 mg and optimum temperature was 50 oC. Key Words: photocatalyst mass, solution?s temperature, Rhodamine B, TiO2
PENGEMBANGAN FORMULA INSEKTISIDA NABATI DARI BAHAN AKTIF EKSTRAK N-HEKSANA KULIT BATANG TUMBUHAN PANCAL KIDANG (AGLAIA ODORATISSIMA BLUME)(IMPROVEMENT OF BIOINSECTISIDAL FORMULAE N-HEXANE EXTRACT THE STEM BARK OF PANCAL KIDANG (AGLAIA ODORATISSIMA BLUME) AMELIA EKAWATI, RISKI Amelia
Unesa Journal of Chemistry Volume 1, Number 2, 2012
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui hasil uji bioaktifitas EHPK terhadap ulat grayak (Spodoptera litura Fabr), (2) Mengetahui hasil pengembangan formula insektisida nabati EHPK dalam bentuk sediaan yang mempunyai aktifitas yang tinggi terhadap ulat grayak, (3) Mengetahui hasil uji semilapang efikasi formula insektisida nabati terhadap ulat grayak, yang terbuat dari bahan aktif ekstrak n-heksana kulit batang pancal kidang (Aglaia odoratissima Blume). Dalam penelitian ini ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi menggunakan pelarut n-heksana, dilanjutkan dengan proses penguapan dengan vacuum rotary evaporator. Ekstrak n-heksana Pancal Kidang (EHPK) selanjutnya diuji kandungan kimia meliputi alkaloid, steroid dan terpenoid, fenolik, flavonoid, dan saponin. EHPK diuji bioaktivitasnya terhadap ulat grayak instar II dan dianalisis Probit untuk mendapatkan nilai LC50. Pengaruh konsentrasi larutan EHPK terhadap mortalitas ulat grayak dianalisis dengan analisis one-way anava untuk berat ulat grayak. Pada pengujian semilapang efikasi EHPK 10 EC populasi ulat yang hidup dianalisis dengan two-way anava dan nilai EI dihitung dengan menggunakan rumus Abbot. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai LC50 EHPK adalah 11583,78 mg/L, nilai LC50 formula EHPK 10 EC 10620,86 mg/L, nilai EI pengujian semilapang efikasi formula EHPK 10 EC Spodoptera adalah 38,70% dengan pembanding Neemazal 1 EC 30,10%, sehingga formula EHPK 10 EC dapat dikatakan efektif. Kata kunci: Aglaia odoratissima Blume., bioaktifitas, ekstrak n-heksana, spodoptera litura Fabr.   Abstract. The aim of this research is to (1) know the result of bioactivity test against Spodoptera litura Fabr., (2) know the result of  bioactivity test of the formulated hexana extracts of the plant toward Spodoptera litura Fabr.,and (3)  know the result of semifield bioactivity of EHPK 10 EC. In this study, the extraction was done by macerations method using hexana solvent followed by evaporation. Hexana extract obtained was tested by chemical test including alkaloid, steroid and triterpenoid, flavonoid, and saponin. The ability of hexana extracts bioinsectisida activity was tested with instar caterpillars Spodoptera litura Fabr II. Concentration EHPK toward mortality of Spodoptera litura Fabr II was analyzed by probit analysis to determine LC50. With the same manner, the results of bioactivity test of the formulae EHPK was analyzed by one-way analysis of variance to heavy of Spodoptera litura Fabr, and probit analysis to determine the value of LC50. The result of semifield bioactivity of  EHPK 10 EC was analyzed by two-way analysis. Based on the results can be concluded that bioinsectisida activity LC50 of EHPK is 11583.78 mg/L, bioinsectisida activity LC50 of formulae EHPK is 10620.86 mg/L, EI point of  formulae EHPK 10 EC is 38.70% and Neemazal 1 EC is 30.10%. Thus the formula EHPK 10 EC can be said to be effective. Keywords : Aglaia odoratissima Blume., bioactivity, hexana extract, Spodoptera litura Fabr.
PEMANFAATAN KULIT BUAH SIWALAN (BORASSUS FLABELLIFER L.) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN FURFURAL(UTILIZATION RIND OF SIWALAN FRUIT (BORASSUS FLABELLIFER L.) AS BASIC MATERIAL FOR MAKING FURFURAL) ARDIANA, RENA
Unesa Journal of Chemistry Volume 1, Number 2, 2012
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mencari rendemen furfural tertinggi dari kulit buah siwalan. Prosedur penelitian menggunakan refluk pada variasi konsentrasi asam sulfat 0,75M; 1,125M; 1,5M; dan 1,875M dengan lama pemanasan 5 Jam. Proses pembuatan furfural melalui beberapa tahap yaitu hidrolisis pentosan oleh katalis asam sulfat, dehidrasi, dan siklodehidrasi membentuk furfural. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif meliputi uji warna menggunakan anilin-asetat, penentuan ideks bias, spektrofotometer UV-Vis, dan Spektrofotometer FT-IR. Hasil analisis menunjukan bahwa kulit buah siwalan dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan furfural dengan rendemen furfural tertinggi adalah 4,743% untuk konsentrasi asam sulfat 1,5M. Kata kunci: Kulit buah Siwalan, Konsentrasi asam sulfat, Rendemen Furfural Abstract. The aim of this research is determine the maximum furfural rendement of rind  of siwalan. The procedure  used reflux condenser with heating time of 5 hours and sulfuric acid concentration 0,75; 1,125; 1,5 M; and 1,875 M. Furfural production used some steps including hydrolysis of pentosan by sulfuric acid catalyst, dehydration, and siklodehidration form furfural. The date analyze has been taken as a qualitative and quantitative. The qualitative analysis using color test with aniline-acetic, determination of the refractive Index, UV-Vis spectrophotometer, and FT-IR spectrophotometer. The Result of analysis show that rind of furfural can be used as a raw material of furfural and the maximum furfural rendement was 4,793% for sulfuric acid concentration 1,5M. Keyword: Rind of Siwalan fruit, Sulfuric acid, and furfural rendement.
PEMANFAATAN EKSTRAK KLOROFORM KULIT BATANG TUMBUHAN NYIRI BATU (XYLOCARPUS MOLUCCENSIS (LAMK) M. ROEM.) (MELIACEAE) SEBAGAI BIOINSEKTISIDA(UTILIZATION CHLOROFORM EXTRACT OF PLANT NYIRI BATU BARK (XYLOCARPUS MOLUCCENSIS (LAMK) M. ROEM.) (MELIACEAE) FOR B NURDIANA, RATNA
Unesa Journal of Chemistry Volume 1, Number 2, 2012
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan nyiri batu (Xylocarpus moluccensis (Lamk) sebagai bioinsektisida. Pemanfaatan tumbuhan ini diamati melalui pengujian bioaktivitas insektisida terhadap ekstrak kloroform kulit batang tumbuhan tersebut. Uji ini menggunakan 7 variasi konsentrasi (0, 200, 400, 800, 1600, 3200, dan 6400 mg/L) dan dilakukan 4 kali pengulangan menggunakan ulat grayak (Spodoptera littura Fabr.). Nilai LC50 ditentukan dengan analisis probit menggunakan program Minitab version 14 for windows. Hasil analisis uji bioinsektisida terhadap larutan uji memberikan nilai LC50 untuk 1, 2, dan 3 hari setelah perlakuan (hsp) berturut-turut adalah 15292,9 ; 10445,0; dan 3894,04 mg/L. Kata kunci : Bioaktivitas, kloroform, nyiri batu   Abstract. The aims of the research is to know utilization plant nyiri batu (Xylocarpus moluccensis (Lamk) for bioinsecticide. Utilization this plants observed through test bioactivity insecticide of chloroform extract of plant nyiri batu bark. The test used 7 concentrations (0, 200, 400, 800, 1600,  3200,  dan  6400  mg/L)  and  repetitions  was  performed  4  times, with  larva  Spodoptera litura as  the  target  insect. Value  LC50 was  determined  by  using  probit  analysis program  minitab  14  for  windows  and  resulted  value  LC50 for  1, 2,  and 3  hours  after treatment  is 15292,9 ; 10445,0; dan 3894,04 mg/L. Key words : bioactivity, chloroform, nyiri batu
MODIFIKASI SILIKA GEL SEKAM PADI DENGAN 8-HIDROKSIQUINOLIN SEBAGAI ADSORBEN NI(II) DALAM MEDIUM AIR(MODIFICATION OF RICE HUSK SILICA GEL WITH 8-HYDROXYQUINOLINE AS AN ADSORBENT NI(II) IN AQUEOUS MEDIUM) DJATMIKO, RAHMAD
Unesa Journal of Chemistry Volume 1, Number 2, 2012
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian adsorpsi terhadap Ni(II) oleh hibrida silika gel sekam padi hidroksiquinolin (SGSPHQ) telah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gugus fungsional adsorben SGSPHQ, pH optimum adsorpsi, dan kapasitas adsorpsi SGSPHQ. Penelitian ini mengikuti rancangan eksperimental. Parameter-parameter yang diteliti adalah 1)identifikasi gugus fungsional SGSPHQ; 2)penentuan pH optimum adsorpsi; dan 3)penentuan kapasitas adsorpsi. Identifikasi gugus fungsional adsorben SGSPHQ dilakukan secara spektroskopi inframerah (IR). Konsentrasi Ni(II) di dalam larutan diukur menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Kapasitas adsorpsi (b) dianalisis dengan model isotherm adsorpsi Langmuir dan Freundlich. Hasil-hasil penelitian yang diperoleh adalah: 1) identifikasi spektroskopi inframerah SGSPHQ menunjukkan bahwa terdapat beberapa daerah serapan karakteristik dari silika gel, aminopropiltrietoksisilan dan formil-8-hidroksiquinolin. Bilangan gelombang  1095,7 cm-1; 3389,3 cm-1; 1614,9-1470 cm-1; dan 1150 cm-1 masing-masing menunjukkan  gugus fungsional Si-O-Si, ?OH fenolik, N-heterosiklik aromatik, dan Si-O-C2H5; 2) adsorpsi Ni(II) oleh SGSPHQ terjadi secara maksimum pada pH 7 sebesar 3,6352 mg/g, sedangkan oleh SGSP terjadi adsorpsi maksimum pada pH 5 sebesar 0,6591 mg/g, 3) Kapasitas adsorpsi (b) SGSPHQ dan SGSP terhadap Ni(II) masing-masing sebesar 1,3440x10-4mol/g dan  1,2545x10-4mol/g, mengikuti isoterm adsorpsi Langmuir. Kata Kunci: Adsorpsi, silika gel sekam padi, 8-hidroksiquinolin, Ni(II)   Abstract. The study of adsorption of Ni(II) by silica gel rice husk hidroksiquinolin hybrid (SGSPHQ) has been performed. The purpose of this study  to determine the functional groups, pH optimum adsorption, and adsorption capacity of adsorbent SGSPHQ. This study followed the experimental design. The  parameters studied were 1) the identification of functional groups SGSPHQ, 2) determination of optimum pH of adsorption, and 3) the determination of adsorption capacity. Identification of functional groups of the adsorbent SGSPHQ carried by infrared spectroscopy. Concentration of Ni(II) in solution was measured using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Adsorption capacity (b) were analyzed by the adsorption isotherm models of Langmuir and Freundlich. The results were observed that: 1) Infrared spectra of SGSPHQ show that many specific wave number of  silica gel, aminopropyltriethoksisilane and formil-8-hydroxyquinoline. Wave number for each functional groups were 1095,7 cm-1; 3389,3 cm-1; 1614,9-1470 cm-1; dan 1150 cm-1 for Si-O-Si, ?OH phenolic, N-aromatic heterocyclic, and  Si-O-C2H5 respectively. ; 2) maximum adsorption Ni(II) was occurred at pH 7 by SGSPHQ, equal to 3,6352 mg/g, while by SGSP was accured at pH 5, equal to 0,6591 mg/g, 3) The value of adsorption capacity (b) on SGSPHQ was 1,3440x10-4mol/g, while those on SGSP was 1,2545x10-4mol/g respectively, .following Langmuir adsorption isotherm. Keywords: adsorption, rice husk silica gel,8-hydroxyquinoline, Ni(II)
PEMBUATAN MEMBRAN KOMPOSIT KITOSAN-PVA DAN PEMANFAATANNYA PADA PEMISAHAN LIMBAH PEWARNA RHODAMIN B (THE MANUFACTURE OF CHITOSAN-PVA COMPOSITE MEMBRANE AND APPLIANCE IN WASTE RHODAMIN-B SEPARATION) FAJARWATI FARHA, INDAH
Unesa Journal of Chemistry Volume 1, Number 2, 2012
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The manufacturing of chitosan-PVA composite membrane and its appliance in dye waste Rhodamin-B separation has been done. The purpose of this research was to determine membrane composition which have the best mechanical propertie, surface morphology, and poresite membrane. To meansure mechanical strength have done straight and strain tested membrane using autograph. Whereas to determine membrane performance, have done flux and rejection test using ?dead end? membrane test using variated pressure range 1-4 kg/cm2. To determine morphologi surface and membrane pore has done analyzed using Scanning Electron Microscopy (SEM). The best result with 75%:25% has the best mechanical strenght 36.926 kgf. Its membrane has pore size denser approximately 0.01-0.15 µm, whereas the best flux get in membrane with ratio 50%:50% 21,544 l/m2.hour use pressure 4 kg/cm2. The best result of rejection test is 87.029% result by membrane has ratio 75%:25% use pressure 1 kg/cm2.   Keyword : Membrane, Flux, Rejection, Rhodamin-B   Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan membran komposit kitosan-pva dan pemanfaatannya pada pemisahan limbah pewarna rhodamin-B. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi membran yang memiliki sifat mekanik terbaik, tekanan yang dapat memberikan kinerja terbaik, serta morfologi permukaan dan ukuran pori membran. Untuk mengukur kekuatan mekanik membran, dilakukan uji tarikan dan regangan membran dengan menggunakan Autograph. Sementara untuk mengetahui kinerja membran, dilakukan uji fluks serta rejeksi menggunakan alat uji membran ?dead-end? dengan tekanan operasional yang divariasikan pada rentang 1-4 kg/cm2. Selain itu, untuk mengetahui morfologi permukaan dan pori membran, dilakukan analisa menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Membran dengan perbandingan 75%:25% memiliki kekuatan mekanik terbaik yaitu sebesar 36,926 kgf. Membran dengan perbandingan tersebut memiliki ukuran pori yang lebih rapat yaitu berkisar 0,01-0,15 µm. Dan fluks terbaik terdapat pada membran dengan perbandingan 50%:50% yaitu mencapai 21,544 l/m2.jam dengan menggunakan tekanan 4 kg/cm2. Sedangkan rejeksi terbaik yaitu sebesar 87,029% yang dihasilkan oleh membran dengan perbandingan 75%%:25% menggunakan tekanan 1 kg/cm2. Kata Kunci:     Membran, Fluks, Rejeksi, Rhodamin B
KARAKTERISASI PIROPILIT TERAKTIVASI ASAM SULFAT DAN PENETAPAN TITIK JENUH ADSORPSI ASAM LEMAK BEBAS DAN BILANGAN PEROKSIDA (PIROPILIT CHARACTERIZATION AND DETERMINATION OF SULPHATE ACID ACTIVATED SATURATION POINT ADSORPTION OF FREE FATTY ACIDS & PEROXIDE) DWI ANGGRAINI, KURNIA Dwi
Unesa Journal of Chemistry Volume 1, Number 2, 2012
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakterisasi piropilit sebelum dan sesudah teraktivasi H2SO4 dan titik jenuh pada adsorpsi asam lemak bebas dan bilangan peroksida minyak jelantah dengan piropilit teraktivasi H2SO4 1,2 M. Penelitian yang dilakukan: 1) Karakterisasi piropilit sebelum dan sesudah aktivasi, 2) Adsorpsi asam lemak bebas dan bilangan peroksida minyak jelantah dengan piropilit teraktivasi H2SO4 1,2 M. Tahap 1) Karakterisasi piropilit sebelum dan sesudah aktivasi H2SO4 1,2 M dengan rancangan penelitian the one group pretest-postest design dan dilakukan analisis gugus fungsional menggunakan spektrofotometer. Luas permukaan, volume pori, dan jari-jari pori menggunakan surface analyzer area. 2) Adsorpsi asam lemak bebas dan bilangan peroksida minyak jelantah menggunakan piropilit teraktivasi H2SO4 1,2 M dengan rancangan penelitian pre post test control group design. Hasil penelitian: 1) Piropilit sebelum teraktivasi H2SO4 1,2 M serapan IR pada bilangan gelombang 3667,9 cm-1 untuk gugus aktif OH gibbsite dan sesudah aktivasi menjadi 3664,8 cm-1; luas permukaan, volume pori dan jari jari pori sebelum diaktivasi berturut-turut 3,493 m2/g; 0,01381 ml/g; 1,20918 Å dan sesudah diaktivasi H2SO4 1,2 M menjadi 35,447 m2/g; 0,02112 ml/g dan 7,79472 Å. 2) Didapatkan titik jenuh asam lemak bebas dan bilangan peroksida pada waktu penggorengan 105 menit.   Kata kunci: piropilit, minyak jelantah, asam lemak bebas, bilangan peroksida. Abstract. The study aims to determine the characterization of activated piropilit before and after the H2SO4 and the saturation point on the adsorption of free fatty acid and peroxide numbers of activated piropilit cooking oil with H2SO4 1,2 M Research conducted: 1) Characterization piropilit before and after activation, 2) adsorption of free fatty acid and peroxide numbers of activated piropilit cooking oil with H2SO4 1,2 M Phase 1) Characterization piropilit before and after activation of H2SO4 1,2 M with the study design the one-group pretest postest design and functional group analysis was performed using a spectrophotometer. Surface area, pore volume and pore radius using a surface area analyzer. 2) Adsorption of free fatty acid and peroxide numbers used cooking oil using H2SO4 1,2 M piropilit activated with the study design pre-post test control group design. Results of the study: 1) Piropilit before H2SO4 1,2 M activated IR absorption at wavenumber 3667.9 cm-1 for gibbsite OH active groups and after activation to be 3664.8 cm-1; surface area, pore volume and pore radius before activated in succession 3.493 m2 / g; 0.01381 ml / g; 1.20918 Å and 1.2 M H2SO4 are activated after a 35.447 m2 / g; 0.02112 ml / g and 7.79472 Å. 2) Obtained saturated free fatty acid and peroxide numbers on the frying time 105 minutes. Key words: piropilit, cooking oil, free fatty acids, peroxide number.
PENGARUH PEMBERIAN TEH KOMBUCHA TERHADAP KESTABILAN PH SERUM DARAH RATTUS NORVEGICUS (THE EFFECT OF GIVING KOMBUCHA TEA ON STABILITY OF BLOOD SERUM PH OF RATTUS NORVEGICUS) RIZQYAH UTAMI, ETIKA Rizqyah
Unesa Journal of Chemistry Volume 1, Number 2, 2012
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian teh kombucha terhadap kestabilan pH darah pada serum darah tikus putih Rattus norvegicus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experiment). Metode yang digunakan dalam analisis kadar pH darah adalah pengukuran menggunakan pH meter dari serum darah Rattus norvegicus yang diperlakukan dengan dosis asupan teh kombucha masing-masing dilakukan terhadap 4 kelompok dengan dosis 0 ml/hari, 5 ml/hari, 8 ml/hari, dan 11 ml/hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teh kombucha yang diberikan kepada Rattus norvegicus dengan dosis asupan 5 ml/hari, 8 ml/hari, dan 11 ml/hari memiliki potensi menstabilkan kadar pH darah dengan nilai berturut-turut 3,77%, 5,06%, dan 3,60%. Berdasarkan hasil anava satu arah yang dilanjutkan dengan uji LSD dalam Post Hoc Test menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian teh kombucha terhadap kestabilan pH darah pada serum darah  Rattus norvegicus dan semua dosis memiliki p < 0,05 terhadap kontrol. Kata kunci : teh kombucha, pH darah, Rattus norvegicus   Abstract. The purpose of this research was to determine the effect of giving kombucha tea  on stability of blood pH in the blood serum of Rattus norvegicus. This type of research was real experimental research ( true experiment). The method used in the analysis of blood pH is using pH meter from the blood serum of Rattus norvegicus treated with a kombucha tea intake dose performed on four groups  with a dose of 0 ml /day, 5 ml /day, 8 ml /day, and 11 ml /day. These result indicate that kombucha tea which given to Rattus norvegicus with intake dose of 5 ml /day, 8 ml /day, and 11 ml /day has the potential to stabilize of  blood pH with value  3.77%, 5.06%, and 3.60%. Based on the  one way ANAVA result followed by LSD test in Post Hoc Test showed that the effect of giving kombucha tea on stability of blood pH in the blood serum of Rattus norvegicus and all doses have p < 0,05 against control. Key words: kombucha tea, blood pH, Rattus norvegicus

Page 1 of 2 | Total Record : 14