cover
Contact Name
Dina Kartika Maharani
Contact Email
dinakartika@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ujc@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Unesa Journal of Chemistry
  • unesa-journal-of-chemistry
  • Website
ISSN : -     EISSN : 22528180     DOI : -
UNESA Journal of Chemistry is published online by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia. 60231. Published 3 times a year (January, May and September) Aims and Scope: UNESA Journal of Chemistry is online Journal covering all aspects of Chemistry. The journal publishes original research paper and review articles.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Volume 2, Number 2, 2013" : 9 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN ION LOGAM K + TERHADAP AKTIVITAS ENZIM PAPAIN (THE ADDITION EFFECT OF THE METAL ION K+ ON THE PAPAIN ENZYME ACTIVITIES) Soda, Fransiska Nay; Agustini, Rudiana
Unesa Journal of Chemistry Volume 2, Number 2, 2013
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penambahan ion logam K+terhadap aktivitas enzim papain. Penentuan pengaruh penambahan ion logam dilakukan denganmengukur aktivitas enzim tanpa penambahan ion logam K+ (0 mM) dan aktivitas enzim setelahditambah ion logam K+ dengan variasi konsentrasi 0,5 mM, 1 mM, 1,5 mM dan 2 mM. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ion logam K+ dapat meningkatkan aktivitas enzim papain dimanakonsentrasi optimum pada konsentrasi 1 mM dengan aktivitas sebesar 1,977 unit/mL. Padakonsentrasi 0, 5 mM, 1,5 dan 2 mM masing-masing dapat meningkatkan aktivitas enzim papainsebesar 1,131unit/mL, 1,552 unit/mL dan 1,043 unit/mL.Kata Kunci : Aktivator, Enzim papain, ion logam K+Abstract. This study aimed to describe the effect of the addition of metal ion K+ to papain enzymeactivity. Determination of the effect of the addition of metal ion is done by measuring the enzymeactivity without the addition of metal ion K+ (0 mM) and enzyme activity after addition of metalion with a variety of K+concentration of 0.5 mM, 1 mM, 1.5 mM and 2 mM. The results showedthat the metal ions K+ can increase the activity of the enzyme papain which the optimumconcentration at a concentration of 1 mM to the activity of 1,977 units /mL. At concentrations of0, 5 mM, 1.5 and 2 mM each of which can increase the activity of the enzyme papain 1,131 units/ mL, 1,552units /mL and 1,043 units /mL.Keywords : Activators, papain enzyme,, metal ion K+
PEMANFAATAN ARANG AKTIF KULIT BUAH COKLAT (THEOBROMA CACAO L.) SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT CD (II) DALAM PELARUT AIR (UTILIZATION OF (THEOBROMA CACAO. L) CACAO SKIN FOR ACTIVATED CARBON AS ADSORBENT CADMIUM (II) IN SOLUTION) Masitoh, Yana Fuad; Sianita, Maria Monica
Unesa Journal of Chemistry Volume 2, Number 2, 2013
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik arang aktif kulit buah coklatyang digunakan sebagai adsorben Cd (II), waktu kontak optimum, dan massa adsorben maksimum yangdiperlukan untuk mengadsorpsi Cd (II). Metode yang digunakan berdasarkan metode isoterm Langmuirdengan menggunakan Spektroskopi Serapan Atom (SSA). Preparasi arang aktif dari kulit buah coklatdilakukan dengan cara karbonisasi pada temperatur 500oC. Pengaktifan arang dilakukan denganmenggunakan ZnCl2 9% selama 16 jam pada pemanasan 300oC dan 600oC. Adsorpsi dilakukan denganwaktu kontak 20, 40, 60, 80, dan 100 menit dan massa adsorben 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8 dan 10 gr. Hasil arangaktif yang terbaik diperoleh pada suhu 600oC dengan kadar air 5,863%, kadar abu 9,863%, zat yangmudah menguap 8,356%, dan daya serap terhadap iod 816,583 mg/g. Kapasitas adsorpsi arang aktifterhadap Cd (II) adalah 94,075% dengan massa adsorben 6 gram dan waktu kontak optimum 60 menit.Kata kunci : adsorpsi, arang aktif, kulit buah coklat, logam kadmium(II)Abstract. The purpose of this research was to determine the characteristics of activated carbon fromcacao skin used as adsorbent of Cd (II), the optimum contact time, and the maximum mass of adsorbentrequired to adsorb the heavy metal Cd (II). The method used is based on the Langmuir isotherm methodand using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Preparation of activated carbon from cacao skin wasconducted by carbonization at 500oC. Activation of carbon was conducted using ZnCl2 9% for 16 hours at300oC and 600oC. The Adsorption was conducted with contact time using of 20, 40, 60, 80, and 100minutes and adsorbent mass of 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8 and 10 gr. The best result of activated carbon was obtainat 600oC with water content 5,863%, ash content 9,863%, volatile substances 8,356%, and the absorptionof iodine 816.583 mg/g. The adsorption capacity of activated carbon of Cd (II) was 94,075% using 6grams of adsorbent mass and optimum contact time of 60 minutes.Keywords : adsorption, activated carbon, (Theobroma cacao. L) cacao skin , cadmium(II)
PENGARUH JENIS BAKTERI SELULOTIK TERHADAP EFISIENSI SEL BAKAR MIKROBA (EFFECT OF THE SPESIES OF CELLULOTIC BACTERIA TO EFFICIENCY OF MICROBIAL FUEL CELL) Sanjaya, I Gusti Made; Kurniawati, Laili
Unesa Journal of Chemistry Volume 2, Number 2, 2013
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi jenis bakteri selulotik yangberasal dari feses sapi terhadap besarnya efisiensi sel bakar mikroba. Penelitian dilakukan melalui ujilaboratorium terhadap voltase sel bakar mikroba menggunakan avometer. Metode yang digunakanadalah mengalirkan substrat berupa larutan feses sapi ke dalam ruang anoda sel bakar sedangkanaquades digunakan untuk mengisi ruang katoda. Elektroda karbon aktif digunakan sebagai anoda danseng sebagai katoda. Kemudian ditambahkan bakteri selulotik dari feses sapi pada ruang anoda. Jenisbakteri selulotik yang digunakan adalah Pseudomonas sp., Cellulomonas sp., dan Cellvibrio sp.Bakteri selulotik melakukan metabolisme terhadap substrat di anoda dan mengubahnya menjadienergi listrik. Elektron mengalir melalui sirkuit luar menuju ke katoda sehingga menimbulkan aruslistrik. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa bakteri selulotik dari jenis Pseudomonas sp.menghasilkan efisiensi tertinggi yaitu 68,4%. Sedangkan bakteri Cellulomonas sp. dan Cellvibrio sp.menghasilkan efisiensi sebesar 62,9% dan 63,6%.Kata kunci: Sel bakar Mikroba, Bakteri Selulotik, Efisiensi.Abstract. The purpose of this research is to know the effect of variations spesies in cellulotic bacteriathat derived from cow feces to microbial fuel cells efficiency. The research was conducted throughlaboratory testing of microbial fuel cell voltage using avometer. The method that used is by flowingsubstrate from cow feces solution into the fuel cell anode chamber, while water is used to fill thecathode chamber. Activated carbon electrode used as anode, while zinc used as cathode. Thus, addedcellulotic bacteria from cow feces at anode chamber. Cellulotic bacteria spesies used werePseudomonas sp., Cellulomonas sp., and Cellvibrio sp. Cellulotic bacteria do metabolism processconcern the substrate at anode and convert it into electrical energy. Electrons through external circuitto the cathode, so giving rise to electric current. The result showed that cellulotic bacteria ofPseudomonas sp. produce the highest efficiency is 68.4%. While the bacteria Cellulomonas sp. andCellvibrio sp. produce efficiency is 62.9% and 63.6%.Keywords: Microbial Fuel Cell, Cellulotic Bacteria, Efficiency.
FILTRASI LOGAM CR(VI) DENGAN MENGGUNAKAN MEMBRAN KITOSAN-SILIKA-SORBITOL FILTRATION OF CR(VI) METAL ION USING CHITOSAN-SILICA-SORBITOL MEMBRANE Sari, Septiana Purwita; Maharani, Dina Kartika
Unesa Journal of Chemistry Volume 2, Number 2, 2013
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan membran kitosan-silika-sorbitol untuk filtrasi ion logam Cr(VI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia membran kitosan-silika-sorbitol dan kinerja membran sebagai filter ion logam Cr(VI) dalam larutan K2Cr2O7. Penelitian terdiri dari tiga tahapan yaitu: (1). Pembuatan membran kitosan-silika dengan penambahan plastisizer pada berbagai konsentrasi sorbitol 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%. (2). Karakterisasi kimia membran kitosan-silika-sorbitol yaitu analisa gugus fungsional membran kitosan-silika-sorbitol menggunakan FTIR. (3). Uji filtrasi ion logam Cr(VI) menggunakan alat dead-end pada membran kitosan-silika-sorbitol. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa analisa gugus fungsional menggunakan spektra FTIR pada membran kitosan-silika-sorbitol 2% terdapat gugus fungsional NH2 pada daerah 1634,97 cm-1, gugus OH pada daerah 3448,14 cm-1, dan pada bilangan gelombang 901,47 cm-1 dan 1044,87 cm-1 yang merupakan gugus Si-OH dan gugus               Si-O-Si. Membran kitosan-silika-sorbitol 2% mampu menyaring ion logam Cr(VI) dengan nilai koefisien rejeksi yang tertinggi yaitu 38,40% dengan konsentrasi awal ion logam Cr(VI) sebesar 15 ppm.   Kata kunci: membran kitosan-silika-sorbitol, ion logam Cr(VI), filtrasi, koefisien rejeksi Abstract. The research of preparation of chitosan-silica-sorbitol membrane for metal ion Cr(VI) filtration has been done. The purpose of this research was to know the chemical characteristics of the chitosan-silica-sorbitol membrane and its ability to filter metal ions Cr (VI) in a K2Cr2O7 solution. The research consists of three step: (1) Preparation of chitosan-silica membrane with the addition of sorbitol plastisizer concentration vary at 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; and 2%. (2) Chemical characterization of chitosan-silica-sorbitol membrane functional groups using FTIR. (3) The filtration of Cr (VI) ion solution was done using dead-end method. The FTIR spectra of chitosan-silica-sorbitol membrane showed that there are absorption of functional group NH2 in the number of waves at 1634,97 cm-1, OH at 3448,14 cm-1, Si-OH at 901,47 cm-1, and Si-O-Si at 1044,87 cm-1. The filtration process showed that rejection coefficient of the chitosan-silica-sorbitol membrane for filtration metal ion Cr (VI) was 38,40% with the first concentration solution of metal ion Cr (VI) 15 ppm.   Keywords: Chitosan-silica-sorbitol membrane, Cr (VI) metal ions, filtration, coefficients of rejection
ANALISIS GUGUS FUNGSI DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI FT-IR DARI VARIASI KITIN SEBAGAI SUBSTRAT KITINASE BAKTERI PSEUDOMONAS SP. TNH-54 ANALYSIS FUNCTIONAL GROUPS USING FT-IR SPECTROSCOPY OF CHITIN VARIATION AS PSEUDOMONAS SP. TNH Tamimi, Mizan; Herdyastuti, Nuniek
Unesa Journal of Chemistry Volume 2, Number 2, 2013
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pada penelitian ini dilakukan variasi jenis kitin sebagai substrat enzim kitinase bakteri Pseudomonassp. TNH-54 yang divariasi dalam bentuk koloidal dengan penambahan HCl pekat dan superfine yang dilarutkan dalam metanol yang dijenuhkan dengan CaCl2. Karakterisasi berdasarkan hasil analisis spektra IR dari masing-masing substrat menunjukkan bahwa kitin memiliki daerah serapan gugus fungsi yang khas yaitu gugus ?OH pada daerah pada daerah 3400 cm-1, pada daerah 3200 cm-1 dan 1500 cm-1 gugus -NH, daerah 1600 cm-1 gugus C-O, dan daerah 1070 cm-1 gugus C=O, kecuali pada sepktra IR superfine yang menunjukkan hilangnya serapan pada daerah fingerprint 1316-1317  cm-1 yang merupakan gugus C-N. Hasil uji aktivitasnya terhadap enzim kitinase bakteri Pseudomonasp. TNH-54 menunjukkan bahwa substrat koloidal memiliki nilai aktivitas yang paling tinggi bila dibandingkan dengan substrat kitin dan kitin superfine yaitu sebesar 0,847 U/mL. Berdasarkan analisis spektra IR dari substrat yang telah diinteraksikan dengan enzim kitinase selama 24 jam tidak menunjukkan pergeseran atau pun penghilangan gugus fungsi akibat degradasi enzim kitinase, hanya terjadi penurunan intensitas relatif (%T) dari gugus fungsi ?OH, -NH, C-O, dan C=O pada spektra IR kitin serta kitin koloidal dan kenaikan %T pada gugus fungsi yang sama pada spektra IR superfine dibandingkan dengan spektra IR substrat sebelum mengalami degradasi enzimatik. Kata kunci: aktivitas kitinase, gugus fungsi, kitin   Abstract. This research was conducted on variation of chitin as a substrate of the chitinase enzyme from bacteria Pseudomonassp. TNH-54 that varied in colloidal form by the addition of concentrated HCl and superfine form which is dissolved in methanol saturated with CaCl2. Characterization by IR spectra based on the results of each substrate indicated that chitin has the typical functional groups i.e. ?OH groups on the area 3400 cm-1, in the area of 3200 cm-1 and 1500 cm-1 ?NH groups, the 1600 cm-1 C-O groups, and 1070 cm-1 C=O groups, except in superfine?s IR sepectra showed the absence of absorption in the fingerprint 1316-1317 cm-1, which loss the C-N groups. The result of chitinase activity assay from bacteria Pseudomonas sp. TNH-54 show that colloidal chitin has the highest activity compare with chitin and superfine chitin activity which the values is 0.847 U/mL. Based on the anlysis of IR spectra from the substrate that have interacted with enzyme for 24 H it doesn?t show the shift of spectra or removal of functional groups due to degradation process of chitinase enzyme, but decrease in relative intensity (%T) in spectra of common functional groups such as ?OH, -NH, C-O, and C=O for chitin and colloidal chitin spectra?s and increase of %T from the same functional groups for superfine spectra which compare with spectra of each substrate before enzymatic degradation.   Keywords: chitin, chitinase activity, functional group
OPTIMASI PERTUMBUHAN ISOLAT KITINOLITIK LA 21 YANG DIISOLASI DARI TAMBAK UDANG DI LAMONGAN OPTIMIZATION OF GROWTH LA 21 ISOLATES CHITINOLYTIC ISOLATED FROM SHRIMP FARMS IN LAMONGAN Wulandari, Hasti Apriliana; Herdyastuti, Nuniek
Unesa Journal of Chemistry Volume 2, Number 2, 2013
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Isolat kitinolitik LA 21 adalah bakteri kitinolitik yang diisolasi dari Tambak Udang di Lamongan. Untuk mendapatkan isolat kitinolitik LA 21 yang menghasilkan enzim kitinase dalam jumlah yang besar, maka harus dilakukan optimasi kondisi kultur, seperti konsentrasi substrat, pH, dan waktu inkubasi. Enzim kitinase dapat dihasilkan dari isolasi isolat kitinolitik LA 21 dengan cara menumbuhkan pada media LB cair yang mengandung kitin sebagai substrat dan penginduksi kitinase, pH, dan diinkubasi pada waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan mendapatkan kondisi kultur terbaik bagi isolat kitinolitik LA 21, meliputi konsentrasi kitin koloidal, pH, dan waktu inkubasi. Jumlah mikroorganisme yang terbentuk ditentukan berdasarkan uji Optical Density (OD) dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 660 nm. Berdasarkan variasi konsentrasi kitin koloidal 0,2-1,4 % menunjukkan bahwa konsentrasi kitin koloidal 0,6 % menghasilkan jumlah mikroba terbanyak. Isolat kitinolitik LA 21 mampu tumbuh dengan baik pada pH 7 dengan jumlah OD 0,707 dan pada waktu inkubasi selama 72 jam, isolat kitinolitik LA 21 menghasilkan jumlah sel terbanyak pada waktu inkubasi 48 jam dengan OD 1,748. Kata kunci: bakteri kitinolitik, kitin koloidal, kondisi kultur, Optical Density (OD). Abstract. LA 21 chitinolytic isolates is chitinolytic bacteria isolated from shrimp farms in Lamongan. To get LA 21 chitinolytic isolates that produce chitinase enzyme in large quantities, it must be optimized culture conditions, such as substrate concentration, pH, and incubation period. Chitinase enzyme can result from isolation LA 21 chitinolytic isolates by growing on medium LB liquid containing chitin as a substrate and inducer of chitinase, pH, and incubated at a particular time. This study aims to get the best culture conditions for LA 21 chitinolityc isolates, include colloidal chitin concentration, pH, and incubation period. Number of microorganisms that from determined by testing the Optical Density (OD) using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelenghth of 660 nm. By varying the colloidal chitin concentration 0,2-1,4 % showed that the colloidal chitin concentration 0,6 % produced the highest number of microbes. LA 21 chitinolityc isolates were able to grow well at pH 7 with 0,707 OD and the amount of time during the 72 hours incubation, LA 21 chitinolytic isolates produced the highest cell number at 48 hours of incubation with 1,748 OD. Keywords: chitinolytic bacteria, colloidal chitin, culture conditions, Optical Density (OD)
PEMANFAATAN LIMBAH PADAT PROSES SINTESIS PEMBUATAN FURFURAL DARI SEKAM PADI SEBAGAI ARANG AKTIF (UTILIZATION OF SOLID WASTE OF FURFURAL SYNTHESIS PROCESS FROM RICE HUSK AS CARBON ACTIVE) Safi'i, Farhan Fikri; Mitarlis, Mitarlis
Unesa Journal of Chemistry Volume 2, Number 2, 2013
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik arang aktif dari limbahpadat proses sintesis furfural berbahan dasar sekam padi. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap,tahap pertama adalah persiapan limbah padat, tahap kedua adalah pembuatan dankarakteristik arang aktif. Persiapan limbah padat dilakuakan dengan cara mensintesis furfuraldari sekam padi dengan metode refluks. Pembuatan arang aktif dilakukan dengan karbonasipada suhu 300OC dan aktivasi menggunakan H2SO4, HCl dan H3PO4. Karaktersitik arangaktif dilakukan dengan uji kadar air, kadar abu, daya adsorpsi terhadap I2 dan penentuangugus fungsi menggunakan FT-IR, hasil yang diperoleh dibandingan dengan SNI No. 06-3730-1995 dan teori. Dari uji karakteristik diperoleh % kadar air arang aktif tanpa aktivator5,06%, dengan aktivator H2SO4, HCl dan H3PO4 masing-masing 4,75; 0,687%; dan 0,42%.% Kadar abu arang aktif tanpa aktivator 62,1%, dengan aktivator H2SO4, HCl dan H3PO4masing-masing 41,5%; 29,6%; dan 60,56%. Daya adsorbsi arang aktif I2 tanpa aktivator dandengan aktivator H2SO4, HCl dan H3PO4 masing-masing 105,82mg/g; 219,120mg/g;225,660mg/g; dan 207,311mg/g. Hasil spektra FT-IR arang aktif yang dhasilkan memilikispektra yang hampir mirip dengan teori yaitu pada arang aktif terdapat pita serapan padabilangan gelombang 3434,05-3424,51 cm-1 muncul vibrasi ulur pada gugus O-H. Vibrasi inididukung pita serapan pada bilangan gelombang 1620,52-1630,15 cm-1 merupakan vibrasiC=C. Pada bilangan gelombang 1696,66-1099,39 cm-1 merupakan vibrasi C-O. Dari hasilpenelitian karakter yang sesuai dengan SNI No. 06-3730-1995 hanyalah kadar air. Nilai kadarabu dan daya adsorpsi terhadap I2 belum sesuai dengan SNI, dikarenakan masih banyaknyapengotor berupa senyawa anorganik pada arang aktif yang dihasilkan.Kata kunci: karakteristik arang aktif, limbah padat furfural, sekam padiAbstract. The aim of this research is to know the characteristic of active carbon from solidwaste of furfural synthesis process from rice husk as raw materials. This research concis oftwo processes. The first process is solid waste preparation while the second process is makingand defining the characteristic of active carbon. Solid waste preparation was done bysynthesizing furfural from the rice husk by reflux method. Active carbon making was doneby carbonating with temperature of 300oC and activating using H2SO4, HCl and H3PO4.Defining of carbon active characteristic was done by water percentage test, ash percentage, I2adsorption capacity and functional groups determination using FT-IR. The result wasobtained was compared with theory and SNI No. 06-3730-1995. Characteristic result wasobtained the active carbon water percentage without activator is 5,06%, while using H2SO4,HCl and H3PO4 activator is 4,75; 0,687%; and 0,42%. Ash percentage without activator was 62.1%, while using H2SO4, HCl and H3PO4 activator were 41,5%; 29,6%; and 60,56%. I2adsorption capacity without and using HCl, H2SO4 and H3PO4 activator were 105,82mg/g;219,120mg/g; 225,660mg/g; and 207,311mg/g. The result of FT-IR carbon active spectra wassimilar with theory that is at the carbon active spectra has absorption band at the wavelength3434,05-3424,51 cm-1 occur stretching vibration. This vibration is supported with absorptionband at the wavelength 1620.52-1630.15 cm-1 was C=C vibration. At the wavelength1696.66-1099.39 cm-1 was C-O vibration. From the result of this research, the characteristicthat appropriating with SNI No. 06-3730-1995 is the percentage of water only. The value ofash percentage and I2 adsoprtion capacity is not appropriate with SNI yet, caused by thepresence of polluter as anorganic substance in the caron active roduced.Keywords: carbon active, furfural solid wate, rice husk
PENGARUH NANOGOLD TERHADAP ORGAN JANTUNG MENCIT (MUS MUSCULUS) AKIBAT PEMAPARAN MERKURI NANOGOLD (EFFECT AT CARDIAC OF MUS MUSCULUS INTO MERCURY EXPOSURE) Budi Yono, Ery Rahmad; Ismono, Ismono
Unesa Journal of Chemistry Volume 2, Number 2, 2013
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemulihan nanogold terhadap organ jantungMus musculus yang sebelumnya terpapar merkuri. Jenis penelitian ini adalah true experiment. Metode yangdigunakan adalah voltametri dan histokimia dari jantung Mus musculus yang dibagi menjadi 4 kelompokperlakuan yaitu kelompok kontrol, merkuri, nanogold, dan kelompok pemulihan dengan nanogold selama 4minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol, merkuri, dan nanogold memiliki kadarmerkuri sebesar 0.00521%, 0.00154 % dan 0.00095% , serta kelompok pemulihan nanogold 10 ppm yangdiberikan kepada Mus musculus selama 4 minggu memiliki potensi menurunkan kadar merkuri dengan nilaiberturut-turut 0,00306%, 0,00305%, 0,00229 dan 0,00159%. Hasil histokomia menunjukkan adanya pengaruhpemberian nanogold terhadap kuantitas sel dan pemulihan organ jantung yang rusak oleh paparan merkuri. Olehkarena itu, nanogold berpotensi untuk menurunkan kadar merkuri dalam jantung Mus musculus.Kata kunci: nanogold, merkuri, histokimia, voltametri, jantungAbstract. Purpose of this research is know the effect of nanogold to mercury levels in cardiac of Musmusculus. Type of this purpose is true experiment. Voltammetry and histology chemistry into cardiac of Musmusculus is used in this method, which divided into four group treatment was control, mercury exposure,nanogold, and recovery with nanogold for four weeks. The result of this research showed that the mercurygroup, control group, and nanogold group has mercury levels is 0.00521%, 0.00154 % and 0.00095% , while forrecovery nanogold group is given Mus musculus as long as 4 weeks has the potential to reduce levels ofmercury, respectively with the value 0.00306%, 0.00305%, 0.00229% and 0.00159%. The results of histologychemistry indicate the effect of nanogold to the quantity of cells and damaged cardiac restored by mercuryexposure. Therefore, the nanogold has potential to reduce levels mercury in cardiac of Mus musculus.Keywords: nanogold, mercury, histology chemistry , voltammetry, cardiac
HUBUNGAN ANTARA WAKTU PENYIMPANAN DAN NILAI VISKOSITAS BIODIESEL MINYAK BIJI KAPUK RELATIONSHIP BETWEEN TIME OF STORAGE AND VISCOSITY BIODIESEL VALUE OF KAPUK OIL SEEDS Tjahjani, Siti; Aini, Fasihatul
Unesa Journal of Chemistry Volume 2, Number 2, 2013
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui hubungan waktu penyimpanan terhadap nilai viskositas biodiesel minyak biji kapuk. Penentuan nilai viskositas mengacu pada prinsip viskositas kinematik dengan menggunakan viskometer ostwold sebagai alat ukur. Pada proses penyimpanan, biodiesel minyak biji kapuk disimpan di dalam botol gelas transparan kemudian ditentukani nilai viskositas pada rentang waktu dua minggu selama 24 minggu. Penyimpanan dilakukan hingga didapatkan nilai viskositas pada batas maksimum yaitu sebesar 6 cSt. Data nilai viskositas yang diperoleh dianalisis dengan uji regresi linear sederhana menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution). Berdasarkan hasil analisis dapat didapatkan bahwa perubahan nilai viskositas terhadap waktu penyimpanan membentuk pola linear dengan persamaan Y = 4,654 + 0,054X.  Kata kunci: Biodiesel Minyak Biji Kapuk, Viskositas Kinematik, Penyimpanan.Abstract. Research has been done with the purpose to determine the relationship of storage time on viscosity biodiesel value of kapuk seeds oil. Determination of the viscosity value refers to the kinematic viscosity principle using a ostwold viscometer as  measuring tool. In the storage process, kapuk seeds oil biodiesel is stored in a transparent glass bottle then the viscosity value is determined in the span of two weeks for 24 weeks. Storage is conducted until obtained viscosity value at maximum value that is equal to 6 cSt. Viscosity value data obtained were analyzed by simple linear regression using SPSS (Statistical Product and Service Solution). Based on the analysis result can be found that the change in the value of viscosity against storage time forming linear patterns with equations Y = 4,654 + 0,054X.   Keywords: Kapuk Seed Oil Biodiesel, Kinematic Viscosity, Storage.

Page 1 of 1 | Total Record : 9