cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LATERNE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA DOLAR DENGAN MATERI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA JERMAN SMA NURAENI, NENI
LATERNE Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Jerman sebagai salah satu bahasa asing menjadi tuntutan pada era saat ini. Bahasa Jerman memegang peranan penting dalam memajukan pendidikan di era digital. Namun, pembelajaran bahasa Jerman yang ada di sekolah menengah masih terdapat permasalahan terkait kurangnya media dalam penguasaan dan pemahaman materi yang diajarkan kepada peserta didik dalam mempelajari bahasa Jerman terutama pembelajaran keterampilan menyimak. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk memasukkan materi pembelajaran Keterampilan Menyimak Bahasa Jerman melalui Media Dolar untuk SMA Kelas X semester 2. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan pengembangan Punaji (2013) dan Sadiman (2012) dengan melalui tahapan-tahapan yaitu analisis kebutuhan peserta didik, merumuskan tujuan khusus, mengembangkan bahan atau materi, mengembangkan dan menyusun draft media. Pertama, analisis kebutuhan melalui angket hasinya menunjukkan 88,9% peserta didik membutuhkan media pembelajaran pendukung untuk melatih kemampuan dalam bahasa jerman khususnya keterampilan menyimak. Kedua, merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan KD.3.5 dan 4.5 dengan tema Gegenstände in der Schule. Ketiga, mengembangkan bahan atau materi dari buku Deutsch ist Einfach, Kontakte Deutsch, dan Studio D dihasilkan materi 18 Gegenstände in der Schule sesuai Redemittel, Ausdruck, dan Grammatik yang akan dimasukkan pada Media Dolar. Terakhir, meyusun draft media Dolar. Sehingga dari analisis tersebut menunjukkan bahwa media Dolar yang berisi materi Gegenstände in der Schule dapat digunakan dalam pembelajaran menyimak bahasa Jerman SMA. Kata kunci : Pengembangan Materi Pembelajaran, Media Dolar. Keterampilan Menyimak.
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA PESERTA DIDIK KELAS X SEMESTER 1 SMA NEGERI 1 TAMAN DENGAN METODE STATIONENLERNEN SURYANA, LILIS
LATERNE Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat permasalahan pada peserta didik ketika pembelajaran bahasa Jerman di SMA Negeri 1 Taman, antara lain keberanian untuk berbicara yang masih kurang dan ketidaktepatan pengucapan. Hal tersebut dikarenakan belum diterapkannya metode pembelajaran variatif dan interaktif yang khusus memberikan peserta didik latihan dalam keterampilan berbicara. Metode Stationenlernen menawarkan suatu proses pembelajaran yang menyenangkan dan melibatkan peserta didik secara penuh, sehingga setiap peserta didik memiliki kecenderungan untuk belajar secara aktif dan menyenangkan (Permana, 2011). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah hasil belajar keterampilan berbicara peserta didik kelas X semester 1 SMA Negeri 1 Taman dengan metode Stationenlernen. Hasil belajar yang dimaksud didapat melalui penilaian unjuk kerja (Kunandar, 2014:263). Penilaian tersebut disesuaikan dengan aspek Ausdrucksfähigkeit, Aufgabenbewältigung, Formale Richtigkeit, Aussprache und Intonation (Reinmann, 1998:74). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian uji coba. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X Bahasa SMA Negeri 1 Taman. Sedangkan data yang digunakan dalam penelitian ini didapat dari hasil observasi dan penilaian unjuk kerja pada tahap presentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil belajar yang diperoleh peserta didik rata-rata mendapat skor 3 dan 4 dalam setiap aspek penilaian keterampilan berbicara. Skor 3 dikategorikan baik dan skor 4 dikategorikan sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan hasil belajar peserta didik setelah menggunakan metode Stationenlernen dalam proses pembelajaran terdapat perubahan yang lebih baik. Peserta didik menjadi lebih aktif, mandiri, dan terampil dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Kata Kunci : Hasil Belajar, Keterampilan Berbicara, Metode Stationenlernen
PENERAPAN STRATEGI CIRC (COOPERATIVE, INTEGRATED, READING, AND COMPOSITION) UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBACA KELAS XI SMAN 1 DRIYOREJO ERFAN MAULANA, MUHAMMAD
LATERNE Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan membaca adalah suatu kegiatan interaktif untuk memetik serta memahami arti yang terkandung di dalam bahan tulis. Mempelajari membaca sangat dibutuhkan untuk mempelajari bahasa, tetapi sebagian peserta didik kurang berminat terhadap keterampilan membaca dan belum dijadikan kebiasaan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Pembelajaran keterampilan membaca di SMAN 1 Driyorejo sering digunakan. Namun berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, peserta didik masih mengalami kesulitan dalam pelafalan maupun memahami bacaan, menjawab pertanyaan berdasarkan bacaan, dan penggunaan metode pembelajaran dalam keterampilan membaca kurang bervariasi. Strategi pembelajaran CIRC merupakan salah satu strategi pembelajaran yang tepat untuk mempermudah peserta didik meningkatkan keterampilan membaca bahasa jerman dan memahami bacaan serta menjawab pertanyaan berdasarkan bacaan, dan membaca pemahaman dibutuhkan untuk memudahkan peserta didik memahami bacaan. Strategi pembelajaran ini merupakan strategi pembelajaran kooperatif yang berkontribusi positif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ?Bagaimana respon peserta didik kelas XI semester 1 SMAN 1 Driyorejo dalam pembelajaran keterampilan membaca bahasa jerman dengan strategi pembelajaran CIRC?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil respon peserta didik terhadap penerapan strategi pembelajaran CIRC untuk keterampilan membaca bahasa jerman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif berbentuk deskriptif. Data diperoleh dari hasil tangapan angket. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran CIRC mendapatkan respon positif atau sangat baik dari peserta didik. Hasil dari penelitian berupa angket respon belajar peserta didik terhadap proses pembelajaran setelah diberikan strategi pembelajaran CIRC. Peserta didik merespon kegiatan pembelajaran dengan strategi pembelajaran CIRC, pada pernyataan nomer 1,3,5,7,9,11,13,15,17, dan 19 pilihan Sangat Setuju sebanyak 51, Setuju 267, Tidak Setuju 39, dan Sangat Tidak Setuju 3. Sedangkan pada pernyataan nomer 2,4,6,8,10,12,14,16,18, dan 20 sebanyak 40 Sangat Tidak Setuju, 279 Tidak Setuju, 37 Setuju, dan 4 Sangat Setuju. Berdasarkan analisis data hasil respon belajar peserta didik, respon positif yang diberikan peserta didik sesuai dengan strategi pembelajaran CIRC untuk pembelajaran keterampilan membaca. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran CIRC dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami bacaan peserta didik kelas XI IPA 4 SMAN 1 Driyorejo
MATERI PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN UNTUK KETERAMPILAN MENYIMAK MELALUI MEDIA PODCAST DINDA AYU SUPARNO, MOULIDYA
LATERNE Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dan penting serta harus dikuasai peserta didik. Namun terkadang dalam pelaksanaan pembelajaran keterampilan menyimak masih dilakukan sebatas guru membacakan bahan simakan dari buku atau peserta didik yang membacakan teks untuk teman-temannya. Penyampaian materi pembelajaran menyimak sebaiknya dilakukan dengan cara efektif dan menyenangkan dan dapat dilakukan menggunakan media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi perekaman seperti podcast. Podcast dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran untuk keterampilan menyimak karena podcast kini mulai disukai masyarakat Indonesia serta dapat diakses secara mudah dimana saja dan kapan saja. Tujuan penelitian ini adalah memasukkan materi pembelajaran bahasa Jerman keterampilan menyimak untuk kelas XII semester 2 berdasarkan kurikulum 2013 dalam media podcast berbentuk teks deskriptif bertema Reisen. Penelitian ini menggunakan teori gabungan dari pendapat ahli yakni terkait pemilihan bahan ajar, keterampilan menyimak, serta media podcast audio. Pemilihan materi pembelajaran bahasa Jerman untuk keterampilan menyimak yang dapat dimasukkan dalam podcast memperhatikan beberapa hal penting yakni kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran, indikator belajar, serta tingkatan bahasa sesuai peserta didik kelas XII berdasarkan silabus kurikulum 2013. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif jenis studi pustaka dan menggunakan analisis isi. 6 sumber data digunakan dalam penelitian ini. Setelah dilakukan analisis, dihasilkan 8 materi yang dapat digunakan sebagai materi pembelajaran bahasa Jerman untuk keterampilan menyimak yang dapat dimasukkan dalam podcast. 8 materi tersebut kemudian diunggah ke dalam media podcast. Nama channel podcast dalam penelitian ini adalah Podsen. Podsen merupakan singkatan dari ?Podcast über Reisen? yang berarti podcast tentang wisata. Kata Podsen diambil dari gabungan kata podcast dan Reisen. Nama tersebut disesuaikan dengan tema materi ajar yang digunakan yakni wisata atau ?Reisen?. Podsen dapat diakses di Anchor, Spotify, dan Google Podcast.
GAME FUN EASY LEARN DEUTSCH UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN KELAS XI AMALIA TRISNA PUTRI, CINDY
LATERNE Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Jerman adalah salah satu bahasa asing yang diajarkan di Indonesia. Dalam Kurikulum 2013 bahasa Jerman di Indonesia diajarkan pada jenjang pendidikan menengah atas. Dalam proses pembelajarannya, kesulitan dialami oleh peserta didik karena setiap kata benda dalam bahasa jerman memiliki jenis kelamin atau artikel yang tidak bisa diubah. Selain itu peserta didik sekarang hampir semua sudah membawa telepon genggam ke sekolah. Alangkah baiknya jika telepon genggam tersebut dimanfaatkan sebagai alat untuk belajar bahasa dengan menggunakan permainan edukasi bernama Fun Easy Learn Deutsch. Belajar bahasa dengan bermain akan membuat peserta didik lebih mudah memahami materi serta peserta didik tidak akan merasa bahwa mereka sedang belajar (Ariani dan Haryanto, 2010:30). Game Fun Easy Learn Deutsch adalah aplikasi permainan edukasi yang digunakan untuk belajar bahasa, dalam hal ini bahasa Jerman. Game ini dapat menjadi alternatif untuk membantu pendidik dalam menyampaikan materi bagi peserta didik dengan tingkat kesukaran mudah dan dapat membantu peserta didik dalam memahami materi baru dalam pembelajaran secara mudah dan menyenangkan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana penggunaan game Fun Easy Learn Deutsch dalam pembelajaran Bahasa Jerman kelas XI. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan jenis studi pustaka. Data dikumpulkan dengan cara analisis. Teknik analisis dilakukan untuk mengetahui apakah game ini sesuai dengan syarat dan kriteria sebagai media pembelajaran dan bagaimana penggunaan game Fun Easy Learn Deutsch dalam pembelajaran Bahasa Jerman dengan materi yang sesuai dengan kurikulum 2013 kelas XI semester 1. Hasil penelitian mengahsilkan game Fun Easy Learn Deutsch dalam penggunaannya dapat pada awal pembelajaran sebagai pengantar materi awal serta mengetahui pengetahuan awal peserta didik dalam suasana menyenangkan karena mengenalkan materi dengan cara bermain melalui telepon genggam.
DONGENG DIE STERNTALER SEBAGAI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA JERMAN SMA ROSYIIDAH, FIRIYAL
LATERNE Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 memasukkan sastra ke dalam pembelajaran Bahasa Jerman untuk SMA. Namun pada praktiknya penggunaan teks sastra dalam pengajaran Bahasa Jerman di SMA masih jarang. Terutama penggunaan teks dongeng yang cukup dihindari karena dongeng identik dengan tingkat bahasa yang cukup sukar untuk digunakan pada pembelajar pemula. Dengan tujuan untuk mendobrak tembok batas kesukaran bahasa tersebut terdapat aturan Leichte Sprache yang memungkinkan pembelajar bahasa asing pemula untuk memahami teks bahasa asing dengan tingkat kemampuan yang dimilikinya. Leichte Sprache merupakan bentuk khusus dari Bahasa Jerman yang menjamin keterbacaan dan kemudahan untuk memahami isi suatu teks. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran keterampilan membaca dengan menggunakan teks dongeng Die Sterntaler yang telah disederhanakan berdasarkan aturan ýang terdapat pada ?Regeln für Leichte Sprache? untuk pembelajaran Bahasa Jerman di SMA. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif pengembangan yang tergolong ke dalam jenis studi pustaka. Dongeng Die Sterntaler sebagai data yang digunakan dalam penelitian merupakan hasil penelitian Becker yang berjudul ?Grimms Märchen in Leichter Sprache?. Dalam penelitian ini dianalisis proses pembelajaran keterampilan membaca untuk pemahaman menggunakan dongeng berdasarkan Koppensteiner, Bühlmanns dan Fearns, Westhoff, dan Kann Beschreibung des GERs. Dan melalui analisis tersebut dihasilkanlah langkah-langkah yang terbagi ke dalam tiga fase yaitu Vorbereitungsphase, Präsentation und Textarbeit, dan Erweiterungsphase. Melalui tahap-tahap tersebut langkah yang dilakukan dalam pembelajaran adalah (1) membuat Assoziogramm, (2) mendeskripsikan gambar, (3) memformulasikan judul, (4) menggarisbawahi kata-kata yang belum dipahami, (5) menemukan kata kunci, (6) membuat judul (headline), (7) membaca teks secara keseluruhan, (8) membuat sketsa cerita (Skizzen anfertigen), dan (9) menjawab pertanyaan tentang teks. Peserta didik mendapatkan teks dongeng secara bertahap dari bagian-perbagian, lalu mengerjakannya dalam beberapa langkah. Untuk langkah pendalaman peserta didik diminta untuk mengerjakan beberapa latihan soal seperti (1) mengurutkan pokok pikiran dari setiap bagian dongeng, (2) menentukan pernyataan yang benar dan salah, dan (3) menjawab pertanyaan mengenai isi teks. Kata Kunci : Dongeng, Pembelajaran Keterampilan Membaca, Die Sterntaler
MATERI PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN KELAS X SEMESTER 1 DALAM APLIKASI GERMAN FOR KIDS AYU KIRANA PUTRI, DENITA
LATERNE Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Kunci : Materi Pembelajaran, Pembelajaran Bahasa Jerman, Aplikasi ??German for Kids?? Beberapa SMA/SMK/MA di Indonesia menempatkan bahasa Jerman sebagai mata pelajaran wajib kedua setelah bahasa Inggris. Peserta didik yang baru mempelajari bahasa asing khususnya bahasa Jerman akan merasa kesulitan, oleh karena itu penggunaan media yang menarik sangat membantu untuk mempermudah peserta didik dalam proses pembelajaran. Aplikasi German for Kids merupakan media pembelajaran sederhana yang mudah dipahami, namun materi yang disajikan belum mencakup subtema Begrü?ung untuk kelas X semester 1. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah materi pembelajaran bahasa Jerman apa sajakah yang dapat digunakan untuk pembelajaran bahasa Jerman peserta didik kelas X semester 1 melalui aplikasi German for Kids. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan materi ajar bahasa Jerman kelas X semester 1 subtema Begrü?ung yang dapat dimasukkan ke dalam aplikasi German for Kids. Penelitian ini termasuk pendekatan kualitatif dalam bentuk studi pustaka. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku Studio D A1, Netzwerk A1, dan internet. Data berupa materi pembelajaran bahasa Jerman dengan subtema Begrü?ung, kemudian dianalisis sesuai dengan KD 3.1 dan 4.1, indikator capain peserta didik, dan karakteristik materi berdasarkan teori dari Widodo dan Jasmadi yang tercantum dalam Lestari (2013: 2). Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada 26 materi yang dapat dimasukkan ke dalam aplikasi German for Kids yaitu Hallo, guten Morgen, guten Tag, guten Abend, gute Nacht, Moin, auf Wiedersehen, tschü?, bis morgen, bis dann, bis später, ciao, bis bald, auf Wiederhören, danke, danke sehr, danke schön, vielen Dank, danke Vielmals, entschuldigung, entschuldigen Sie, tut mir leid, es tut mir leid, wie geht?s? Danke, sehr gut, wie geht es Ihnen? Danke, gut, wie geht es dir? Es geht. Kemudian juga dibuat game berupa latihan soal. Dan terakhir adalah menyusun tata cara penggunaan aplikasi German for Kids dalam pembelajaran bahasa Jerman.
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MEMBACA DENGAN METODE KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION PESERTA DIDIK SMAN 1 WARU KELAS XI SEMESTER I ROMI LALO, VENANSIUS
LATERNE Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Kunci :Hasil Belajar, Keterampilan Membaca, Metode Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization. Kemampuan membaca bahasa jerman siswa SMAN 1 Waru masih dikategorikan kurang,Salah satu penyebab masalah tersebut adalah penggunaan metode yang masih tradisional dan terkesan membosankan, dimana siswa hanya mendengar dan mencatat materi yang dijelaskan oleh guru sehingga menyebabkan siswa cenderung tidak akan memperhatikan guru di depan. Hal lain yang menjadi permasalahan dalam proses pembelajaran adalah kurangnya kegiatan diskusi yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran untuk memecahkan masalah. Oleh karena itu dibutuhkan metode yang dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa. Metode TAI (Team Assisted Individualization) merupakan metode yang berbasis pemecahan masalah dalam sebuah kelompok, dimana siswa diberikan masalah dan didiskusikan dalam kelompok. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana hasil belajar keterampilan membaca dengan metode kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) peserta didik SMAN 1 Waru kelas XI semester I. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil belajar keterampila nmembaca dengan metode kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) peserta didik SMAN 1 Waru kelas XI semester I..Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari siswa SMAN 1 Waru kelas XI. Sedangkan data yang dianalisis merupakan hasil belajar yang diperoleh melalui tes keterampilan membaca. Penelitian ini dilakukan sebanyak 3 pertemuan, dimana pada pertemuan pertama belum menerapkan metode TAI dalam proses pembelajaran. Hal ini untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang belum memahami teks bacaan. Nilai tes pada pertemuan pertama masih dikategorikan kurang. Sedangkan pada pertemuan kedua metode TAI diterapkan dalam pembelajaran bahasa jerman namun tidak menggunakan tes pada akhir pertemuan. Pada pertemuan ketiga diterapkan kembali metode TAI dan diakhir pembelajaran peserta didik diberikan tes untuk mengetahui hasil belajar setelah menggunakan metode TAI. Hasil tes tersebut menunjukkan adanya peningkatan nilai dibandingkan dengan hasil tes pada pertemuan sebelumnya dengan nilai rata-rata kelas masing-masing yaitu pada tes I 69,93 dan pada tes II 82. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan membaca bahasa jerman peserta didik mengalami peningkatan setelah digunakan metode kooperatif tipe TAI. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) dapat diterapkan dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan membaca bahasa jerman.
PENYUSUNAN LATIHAN KETERAMPILAN MEMBACA KELAS XI SEMESTER 1 BERBASIS GAME CAR RACING YOLANDA BR SEMBIRING, EKA
LATERNE Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang penting serta harus dikuasai peserta didik. Namun pandangan orang akan kegiatan membaca merupakan keterampilan yang mudah serta tidak memerlukan olah pikir yang mendalam. Pada kenyataannya proses dalam keterampilan membaca memerlukan pengetahuan, pemikiran, serta daya konsentrasi yang mendalam. Proses pembelajaran keterampilan membaca di sekolah ataupun Lembaga Pendidikan di Indonesia cenderung membosankan dan kurang menarik, sehingga kemampuan membaca pelajar di Indonesai kurang baik. Oleh karena itu perlu ditingkatkan kualitas Pendidikan yang sesuai dengan Kurikulum 2013 dimana pendidik dan peserta didik dituntut untuk menguasai IPTEK sesuai dengan perkembangannya. Terdapat banyak cara meningkatkan keterampilan membaca salah satunya adalah melalui latihan. Maka dalam penelitian ini akan disusun latihan untuk keterampilan membaca yang memanfaatkan IPTEK yaitu game Car Racing melalui aplikasi Microsoft Powerpoint. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk latihan keterampilan membaca kelas XI semester 1 yang berbasis game Car Racing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk latihan keterampilan membaca kelas XI semester 1 yang berbasis game Car Racing. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teori gabungan dari pendapat para ahli yakni terkait aspek-aspek dalam keterampilan membaca, bentuk-bentuk latihan membaca, Game Car Racing, serta Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari buku pelajaran Bahasa Jerman kelas XI, yaitu Deutsch ist einfach 2 dan internet. Analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis kriteria-kriteria berdasarkan aspek-aspek dalam keterampilan membaca pemahaman, aspek-aspek latihan dengan bentuk soal pilihan berganda, kurikulum 2013 yang dijabarkan ke dalam indikator-indikator pencapaian kompetensi membaca sesuai dengan tema, dan juga aspek-aspek dalam template game Car Racing. Dalam penelitian ini dihasilkan bentuk latihan keterampilan membaca berbasis game Car Racing dengan tema die Familie, yaitu: teks pendek/ wacana sederhana, dialog interpersonal, gambar/bagan silsilah keluarga, dan juga dalam bentuk surat/e-mail.
PENGEMBANGAN TES SUMATIF BAHASA JERMAN SEMESTER GANJIL KELAS X SMA NEGERI 1 TAMAN ULIATUL HIKMAH, MAS
LATERNE Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi merupakan proses pengumpulan data untuk memberikan gambaran perkembangan belajar peserta didik. Untuk mencapai tujuan dalam evaluasi, maka diperlukan suatu instrumen yang tepat karena intrumen evaluasi yang kurang baik akan mengakibatkan hasil penilaian menjadi tidak sesuai dengan realita. Evaluasi pembelajaran bahasa Jerman di SMA Negeri 1 Taman salah satunya adalah tes sumatif yang dilaksanakan tiap akhir semester. Dalam mengembangkan tes yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan, maka perlu dianalisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan efektivitas distraktor (Nurgiyantoro, 2010). Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk tes sumatif bahasa Jerman kelas X SMA Negeri 1 Taman yang sesuai kriteria. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan tes sumatif bahasa Jerman kelas X SMA Negeri 1 Taman yang sesuai kriteria. Kriteria yang telah ditetapkan adalah a) butir soal yang dikembangkan valid, b) butir soal yang dikembangkan reliabel, c) tingkat kesukaran ketegori sedang d) daya pembeda butir soal minimal cukup, dan e) distraktor pada soal efektif. Dari kriteria tersebut, butir soal dapat diterima apabila memenuhi minimal tiga kriteria termasuk validitas dan reliabilitas. Butir soal ditolak apabila tidak memenuhi semua kriteria. Untuk mengembangkan instrumen evaluasi perlu melalui serangkaian langkah-langkah pengembangan tes sumatif yang telah ditetapkan. Sehingga dapat diperoleh instrumen evaluasi tes sumatif yang dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian uji coba. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas peserta didik XI SMA Negeri 1 taman yang menempuh mata pelajaran bahasa jerman sebagai lintas minat maupun pelajaran wajib. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Taman. Hasil dari penelitian ini adalah kisi-kisi tes sumatif pilihan ganda berdasarkan kurikulum 2013 dan taksonomi bloom revisi aspek kognitif dan aspek psikomotor. Dari 50 butir soal yang telah dikembangkan, analisis kuantitatif tes tersebut menunjukkan sebanyak 20 butir tes dapat diterima karena memenuhi kriteria yaitu nomor 1, 3, 4, 6, 11, 12, 14, 16, 17, 19, 21,23, 24, 31, 32, 33, 40, 44, 47, dan 48. Dan sebanyak 30 butir soal ditolak karena tidak memenuhi kriteria yaitu nomor 2, 5, 7, 8, 9, 10, 13, 15, 18, 20, 22, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 41, 42, 43, 45, 46, 49, 50. Kata Kunci : Pengembangan Tes, Tes Sumatif Bahasa Jerman, Semester Ganjil

Page 1 of 18 | Total Record : 180