cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1" : 24 Documents clear
PENGEMBANGAN CATATAN KUMULATIF  MELALUI MEDIA WEB SERVER UNTUK SISWA SMA LACKSANA, INDRA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum pemberian layanan yang diberikan guru BK akan efektif jika didasarkan data yang akurat atau data dari asesmen, ada berbagai macam jenis asesmen yang bisa digunakan untuk memperlancar pemberian layanan, akan tetapi jika data dari asesmen tersebut ketika dibutuhkan saat pemeberian layanan sulit dicari artinya guru BK lupa menyimpan dimana atau bisa jadi hilang. Hal tersebut akan menghambat kinerja guru BK dalam menangani masalah siswa. Dengan adanya pengembangan catatan kumulatif melalui media web server ini diharapkan pelayanan yang diberikan guru BK bisa berjalan lancar dan tanpa mengalami hambatan Penelitian ini mengambil model Borg dan Gall (1983) yang telah disederhanakan menjadi lima tahap oleh Tim Puslitjaknov (2008), yaitu: (1) analisis produk yang akan dikembangkan (need assesment), (2) mengembangkan produk awal, (3) konsultasi dengan ahli media, (4) Uji validasi ahli, (5) Uji validasi pengguna Hasil penelitian yang diperoleh dari dua ahli bimbingan dan konseling sebesar 87,08% dengan presentase kriteria kegunaan 90,63 %, kelayakan 87,5 %, ketepatan 85,94 %, kepatutan 83,33 %. Sedangkan berdasarkan uji pengguna guru BK SMAN 1 Cerme diperoleh kriteria kegunaan 87,5%, kelayakan 85,71%,  kepatutan 83,33%, ketepatan 84,38%. Dengan demikian pengembangan catatan kumulatif melalui media web server memenuhi kriteria kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan     Kata Kunci : Catatan Kumulatif, media Web Server
PENGEMBANGAN MEDIA KRR (KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA) BERBASIS SOFTWARE DALAM LAYANAN INFORMASI BIMBINGAN KONSELING SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA AYUDHA MAHARANI, ROSITA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMP Negeri 12 Madiun, SMPN 1 Takeran, SMPN 10 Madiun, dan SMPN 3 Madiun, peneliti menyimpulkan bahwa siswa SMP membutuhkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Di sekolah tersebut ditemukan siswa yang menderita penyakit menular seksual seperti raja singa dan siswa yang melakukan perilaku seks meyimpang dengan pacarnya seperti kissing, petting, dan necking. Guru BK menyadari informasi kesehatan reproduksi remaja sangat penting bagi siswa, namun karena keterbatasan sumber dan media dalam pemberian layanan informasi, hal tersebut tidak berjalan dengan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) berbasis  delphi 2010 dalam layanan informasi bimbingan konseling siswa sekolah menengah pertama yang memenuhi kriteria kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan dengan menggunakan model penelitian dan pengembangan Borg &  Gall (1983) yang telah disederhanakan oleh tim Puslijaknov. Produk yang dihasilkan ada dua yaitu media KRR berbasis software dan buku panduan aplikasi KRR. Hasil uji validasi ahli bimbingan dan konseling diperoleh rata-rata prosentase aspek kegunaan media KRR sebesar 81,25%, aspek kelayakan sebesar 84,375%, aspek ketepatan sebesar 83,34%, dan aspek kepatutan sebesar 85%. Hasil uji coba calon pengguna guru BK SMPN 12 Madiun diperoleh prosentase aspek kegunaan sebesar 100%, aspek kelayakan sebesar 100%, aspek ketepatan sebesar 100%, dan aspek kepatutan sebesar 100%. Sedangkan hasil uji validasi ahli bimbingan dan konseling pada buku panduan aplikasi KRR berdasarkan sistematikanya sebesar 88,75%. Hasil uji coba calon pengguna guru BK SMPN 12 Madiun pada buku panduan aplikasi KRR sebesar 98,75%. Keseluruhan prosentase hasil uji validasi dan uji coba calon pengguna jika dibandingkan dengan kriteria akseptabilitas menurut Mustaji (2005) adalah sangat baik dan tidak perlu revisi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa media KRR berbasis software memenuhi kriteria akseptabilitas.   Kata kunci : Media, Kesehatan Reproduksi Remaja.
PENERAPAN KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY TEKNIK DIALOG SOCRATES DAN SELF-DISCLOSURE UNTUK MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI SISWA KELAS XI SMAN 1 MENGANTI   CHOIRUN NISA, WINDA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan diri merupakan aspek penting dalam diri individu khususnya remaja untuk memperoleh kehidupan yang utuh. Penerimaan diri dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah perspektif diri. Dalam perspektif diri sangat dipengaruhi oleh keyakinan dan pemikiran individu itu sendiri dalam menerima keadaan diri secara objektif. Berdasarkan wawancara dan pengamatan didapatkan fakta mengenai rendahnya penerimaan diri siswa di SMAN 1 Menganti. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kasus siswa yang suka menyendiri, kurang percaya diri, dan mudah tersinggung dengan kritikan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan layanan konseling rational emotive behavior therapy teknik dialog Socrates dan self-disclosure yang digunakan untuk meningkatkan penerimaan diri siswa kelas XI SMAN 1 Menganti, sehingga siswa dapat memiliki keyakinan rasional terhadap dirinya melalui konseling rational emotive behavior theraphy teknik dialog Socrates dan self-disclosure. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian one grup   pre-test and post-test design.   Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 siswa kelas XI yang memiliki penerimaan diri rendah. Teknik analisis analisis data yang digunakan adalah uji tanda. Hasil analisis uji tanda menunjukkan bahwa tanda positif (+) berjumlah 5. Berarti N  (banyaknya tanda  yang  lebih  sedikit)  adalah  0.  Kemudian dikonsultasikan dengan  tabel  tes  binomial  dengan ketentuan N=5 dan x=0 dengan α = 5% maka diperoleh ρ = 0,031, maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,031 < 0,05 dengan demikian H0  ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa ada perbedaan jumlah skor yang diperoleh siswa yang memiliki penerimaan diri rendah sesudah diberikan konseling rational emotive behavior therapy teknik dialog Socrates dan self-disclosure pada siswa kelas XI SMAN 1 Menganti.   Kata Kunci: Konseling rational emotive behavior, Teknik dialog Socrates dan self-disclosure, dan Penerimaan diri  
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ANDINI, LINA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya permasalahan yang dihadapi siswa dalam hal penyesuaian diri siswa di sekolah. Permasalahan penyesuaian diri yang sering dihadapi siswa di sekolah yaitu dengan guru, mata pelajaran, teman sebaya, dan peraturan sekolah. Adanya permasalahan yang dihadapi siswa di sekolah membutuhkan suatu pemecahan masalah. Yang dibutuhkan seorang siswa dalam memecahkan masalah adalah keterampilan mengidentifikasi sebuah masalah, menemukan berbagai kemungkinan solusi yang ada, dan memutuskan pilihan. Oleh karena itu, salah satu cara untuk membantu siswa agar mampu memecahkan masalah secara mandiri adalah melalui sebuah media cetak yang berupa buku panduan. Pengembangan buku panduan kemampuan prolem solving untuk siswa sekolah menengah pertama merupakan pengembangan media bimbingan dan konseling dalam layanan bimbingan kelompok. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg & Gall yang terdiri dari 10 langkah utama, namun telah disederhanakan oleh peneliti menjadi 8 tahap dalam penelitian pengembangan ini, yakni hanya sampai tahap prodak akhir. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan sebuah produk berupa buku panduan kemampuan problem solving untuk siswa sekolah menengah pertama yang memenuhi kriteria akseptabilitas yaitu kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku panduan kemampuan problem solving untuk siswa sekolah menengah pertama memenuhi kriteria akseptabilitas. Nilai yang diperoleh dari validator uji ahli BK yaitu 90%, kategori “sangat baik, tidak perlu direvisi”, validator uji calon pengguna produk (konselor) yaitu 89,7%, kategori “sangat baik, tidak perlu direvisi”, dan menurut validator uji ahli media sebagai reviwer dalam pengembangan ini menyatakan secara keseluruhan buku panduan bagus, menarik, dan desain sesuai dengan usia siswa sekolah menengah pertama. Secara keseluruhan, buku panduan kemampuan problem solving memperoleh prosentase nilai 89,9%, kategori “sangat baik, tidak perlu direvisi”. Maka, dapat disimpulkan dari hasil penilaian tersebut, buku panduan kemampuan problem solving untuk siswa sekolah menengah pertama dapat digunakan di sekolah menengah pertama.   Kata Kunci : Pengembangan, Buku Panduan, Problem Solving, Penyesuaian Diri.
PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 1 MOJOWARNO JOMBANG HIKMATUL ILMI, TRI
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan diri merupakan aspek penting dalam diri individu khususnya remaja untuk memperoleh kehidupan yang utuh. Penerimaan diri dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah perspektif diri. Dalam perspektif diri sangat dipengaruhi oleh keyakinan dan pemikiran individu itu sendiri dalam menerima keadaan diri secara objektif. Berdasarkan wawancara dan pengamatan didapatkan fakta mengenai rendahnya penerimaan diri siswa di SMAN 1 Menganti. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kasus siswa yang suka menyendiri, kurang percaya diri, dan mudah tersinggung dengan kritikan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan layanan konseling rational emotive behavior therapy teknik dialog Socrates dan self-disclosure yang digunakan untuk meningkatkan penerimaan diri siswa kelas XI SMAN 1 Menganti, sehingga siswa dapat memiliki keyakinan rasional terhadap dirinya melalui konseling rational emotive behavior theraphy teknik dialog Socrates dan self-disclosure. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian one grup   pre-test and post-test design.   Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 siswa kelas XI yang memiliki penerimaan diri rendah. Teknik analisis analisis data yang digunakan adalah uji tanda. Hasil analisis uji tanda menunjukkan bahwa tanda positif (+) berjumlah 5. Berarti N  (banyaknya tanda  yang  lebih  sedikit)  adalah  0.  Kemudian dikonsultasikan dengan  tabel  tes  binomial  dengan ketentuan N=5 dan x=0 dengan α = 5% maka diperoleh ρ = 0,031, maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,031 < 0,05 dengan demikian H0  ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa ada perbedaan jumlah skor yang diperoleh siswa yang memiliki penerimaan diri rendah sesudah diberikan konseling rational emotive behavior therapy teknik dialog Socrates dan self-disclosure pada siswa kelas XI SMAN 1 Menganti.   Kata Kunci: Konseling rational emotive behavior, Teknik dialog Socrates dan self-disclosure, dan Penerimaan diri  
STUDI TENTANG PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SE-KECAMATAN PRAJURIT KULON KOTA MOJOKERTO SERTA PENANGANAN OLEH GURU BK Widya Ningrum, Anindita
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku bullying pada siswa sekolah menengah pertama se-kecamatan Prajurit kulon kota Mojokerto guna mendapatkan data sebagai bahan dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. Dalam penelitian ini, subyeknya yakni siswa SMP A, SMP B, SMP C dan SMP D kota Mojokerto yang terdiri dari dua macam informan yaitu, informan utama yang merupakan siswa-siswa terkait perilaku bullying di sekolah dan informan pendukung yang merupakan guru BK dan teman siswa yang mengenal baik siswa terkait perilaku bullying di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini adalah analisis penelitian deskriptif kualitatif Miles dan Huberman.  Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini terkait gambaran perilaku bullying di sekolah yaitu faktor perilaku bullying yang terjadi pada siswa meliputi faktor keluarga yaitu kurangnya kasih sayang orang tua, perceraian orang tua, hubungan orang tua dan anak yang buruk dan faktor individu yaitu menyerang terlebih dahulu dan bersikap agresif dan negatif, sebelumnya pelaku bullying berasal dari korban yang pernah mengalami perilaku bullying, dan memicu orang lain untuk melakukan perilaku bullying pada siswa. Ciri-ciri perilaku bullying terjadi karena adanya ketidakseimbangan kekuatan antara pihak yang terlibat, dapat terjadi dalam bentuk fisik, verbal dan psikologis, dan dilakukan secara berulang-ulang hingga menyebabkan ketakutan dan kecemasan. Bentuk perilaku bullying yang didapatkan dari hasil penelitian yakni bullying verbal, bullying fisik, bullying elektronik dan bullying relasional. Bullying verbal mencakup mengejek, mengolok-olok kekurangan fisik siswa lain dan menggunakan kata-kata yang tidak menyenangkan, bullying fisik seperti memukul, menendang, mendorong dan mengambil  paksa milik orang lain. Dampak yang terjadi pada siswa ialah menurunnya kesejahteraan psikologis dan penyesuaian sosial yang buruk yaitu merasakan banyak emosi negatif seperti marah, dendam, kesal, tertekan, malu, sedih, tidak nyaman, dan terancam namun tidak berdaya untuk menghadapinya, memungkinkan siswa merasakan tidak nyaman dan prestasi akademis akan terganggu karena kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Lalu usaha-usaha yang sudah dilakukan oleh guru bimbingan konseling dalam menangani perilaku bullying yakni preventif seperti memberikan layanan informasi baik kepada siswa maupun orang tua, kuratif berupa menyelesaikan perilaku bullying mulai dari pelaku hingga korban melalui layanan mediasi serta memberikannya sanksi sesuai tata tertib sekolah yang berlaku, preservatif seperti layanan individu baik pada korban maupun pelaku.   Kata kunci : Perilaku Bullying di Sekolah
PENGEMBANGAN COMPUTER ASSISTED INFORMATION (CAI) SEBAGAI MEDIA LAYANAN INFORMASI PILIHAN STUDI LANJUT UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Febri Indartiana, Arista
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena salah jurusan di perguruan tinggi masih banyak dijumpai. Hal ini dapat dilatarbelakangi oleh kebimbangan yang terjadi saat proses penentuan pilihan, khususnya yang menyangkut masa depan karier dan kelanjutan studi bagi anak SMA. Berbagai informasi diperlukan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Sebagai dasar pijakan, layanan informasi tentang pilihan studi lanjut ini didasarkan pada teori Tipologi Kepribadian Karier Holland yang dapat disampaikan melalui media Computer Assisted Information (CAI). Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa Computer Assisted Information (CAI) sebagai media layanan informasi pilihan studi lanjut yang memenuhi aspek kelayakan. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari model pengembangan Borg & Gall (1983) yang disederhanakan menjadi lima tahap. Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan yaitu studi pendahuluan serta pengumpulan data, melakukan perencanaan, pengembangan produk, uji lapangan, serta evaluasi dan revisi. Berdasarkan hasil uji validasai ahli materi bimbingan dan konseling diperoleh rerata presentase kelayakan sebesar 91,87%. Hasil uji validasi terhadap ahli media menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 91%. Sedangkan hasil penilaian dari uji coba calon pengguna yaitu guru BK SMAN 1 Driyorejo, Gresik, menunjukkan tingkat kelayakan produk sebesar 85,94%. Sehingga diperoleh rerata hasil penilaian dari para ahli adalah sebesar 89,6%. Keseluruhan persentase hasil uji validasi jika dibandingkan dengan kriteria kelayakan produk menurut Mustaji (2005) adalah sangat baik, dan tidak diperlukan revisi. Sehingga media Computer Assisted Information (CAI) sebagai media layanan informasi pilihan studi lanjut memenuhi kriteria kelayakan produk. Simpulan hasil penelitian ini adalah dihasilkan produk berupa media Computer Assisted Information (CAI) sebagai media layanan informasi pilihan studi lanjut untuk siswa sekolah menengah atas. Media tersebut telah memenuhi kriteria kelayakan produk berdasarkan uji ahli dan calon pengguna.   Kata Kunci: Computer Assisted Information (CAI), layanan informasi, studi lanjut, Tipologi Kepribadian Holland.
PENERAPAN TEKNIK EXPRESSIVE WRITING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGELOLAAN EMOSI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 JOMBANG INTAN NUR RAHMAWATI, AJENG
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik Expressive Writing untuk menigkatkan kemampuan penngelolaan emosi siswa kelas VIII tahun pelajaran 2015-2016 SMPN 4 Jombang. Jenis peneltian ini adalah penelitian kuantitaif dengan metode penelitian eksperimen. Bentuk desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pre test-post test design. Alat pengumpul data yang dipakai adalah angket keterampilan pengelolaaan emosi untuk mendapatkan data tingkat pegelolaan emosi siswa dan dokumentasi sebagai alat pelengkap. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic non parametric dengan menggunakan analisis uji tanda. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai ρ = 0,031 lebih kecil dari α = 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tingkat keterampilan pengelolaan emosi antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan teknik Expressive Writing. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Hipotesis penelitian ini yang berbunyi “Penerapan teknik Expressive Writing dapat meningkatkan pengelolaan emosi pada siswa kelas VIII A SMPN 4 Jombang” dapat diterima
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK GROUP EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN HUBUNGAN INTERPERSONAL SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN AKOMODASI PERHOTELAN DI SMKN 1 SURABAYA KRISNAWATI, ERNA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya beberapa permasalahan siswa terkait dengan rendahnya tingkat hubungan interpersonal antar siswa, seperti bullying, perkelahian dan pengucilan. Hubungan interpersonal sangat dibutuhkan untuk siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dikarenakan mereka disiapkan untuk dapat siap bekerja. Hubungan interpersonal sangat dibutuhkan dalam menciptakan kerjasama tim dan situasi kerja yang kondusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bimbingan kelompok degan teknik group exercise  untuk membantu meningkatkan hubungan interpersonal siswa kelas X AP-2 SMKN 1 Surabaya. Aspek Hubungan interpersonal yang digunakan dalam penelitian ini meliputi inisiatif, pengungkapan diri dan dukungan emosi pada orang lain. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre-eksperimen design dengan rancangan penelitian pre-test post-test one group design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket hubungan interpersonal yang terdiri dari 52 item. Subjek penelitian ini adalah 10 siswa kelas X AP-2 SMKN 1 Surabaya yang terdiri dari 6 siswa dengan skor hubungan interpersonal rendah, 2 siswa dengan skor sedang dan 2 siswa dengan skor tinggi. Teknik analisis data yang digunakan adalah yang digunakan adalah statistic non parametric dengan menggunakan uji tanda dapat diketahui dalam tabel tes binomial dengan ketentuan N = 10 dan x =  0 (z), maka diperoleh 15ρ"> (kemungkinan harga di bawah H0) = 0,001.bila dalam ketetapan α (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,001 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikannya bimbingan. Berdasarkan perhitungan rata-rata pre-test 149, rata-rata post-test 179,6 dan perbedaan antara rata-rata pre-test dan post-test sebesar 30,6. Dengan demikian H0 ditolak Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok teknik group exercise dapat meningkatkan hubungan interpersonal siswa kelas X AP- SMKN 1 Surabaya.      Kata Kunci: bimbingan kelompok group exercise, hubungan interpersonal  
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN MONOPOLI PERCAYA DIRI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 WONOAYU yuono, christianto
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percaya diri sangat dibutuhkan dalam kehidupan siswa sebagai salah satu modal dalam kehidupan yang harus ditumbuhkan pada diri setiap siswa agar kelak mereka dapat menjadi manusia yang mampu mengontrol berbagai aspek yang ada pada dirinya, dengan kemampuan tersebut siswa akan lebih jernih dalam mengatur tujuan dan sasaran pribadi yang jelas. Siswa yang memiliki rasa kurang percaya diri akan menghambat tumbuh kembang anak tersebut dalam beraktifitas dilingkungan sekitar yang dia tempati, baik disekolah, keluarga maupun masyarakat. Salah satu upaya yang dapat diberikan untuk membantu meningkatkan percaya diri adalah permainan monopoli sebagai salah satu media bimbingan dan konseling dalam bentuk permainan yang dapat dimanfaatkan oleh konselor dan siswa. Permainan monopoli merupakan media yang mudah digunakan dan menarik minat siswa dalam mengikuti proses bimbingan dan konseling. Tujuan pengembangan media ini adalah menghasilkan suatu produk dalam bentuk monopoli untuk mendukung proses bimbingan dan konseling, khususnya dalam membantu meningkatkan percaya diri. Dalam proses pengembangannya, pengembang menggunakan model pengembangan menurut Borg & Gall (1983) dalam (Setyosari, 2012). Analisis data yang digunakan untuk mengolah hasil validasi dari ahli bimbingan dan konseling, reviewer media dan ahli praktisi adalah prosentase. Hasil pengembangan media ini memperoleh skor 82,19% berkategori sangat baik dan tidak perlu direvisi menurut kriteria penilaian Mustaji (2005). Dengan demikian produk telah memenuhi kriteria keberterimaan.   Kata Kunci : media permainan monopoli, percaya diri 

Page 1 of 3 | Total Record : 24