cover
Contact Name
Saleha Sungkar
Contact Email
salehasungkar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejki.fkui@ui.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
eJurnal Kedokteran Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 23501426     EISSN : 23386037     DOI : 10.23886
Core Subject : Health,
Elektronik Journal Kedokteran Indonesia (eJKI) is a peer-reviewed and open access journal that prioritize the publication manuscript of students (medical education program, magister/specialist, doctoral). This journal publishes editorial, research article, reviews, evidence-based case report, and also interesting case reports/case study. eJKI published three times a year (April, August, December) and published by Faculty of Medicine Universitas Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
Jamu, Obat Tradisional Asli Indonesia: Pasang Surut Pemanfaatannya di Indonesia Ernie H. Purwaningsih
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi Stem cell untuk Infark Miokard Akut Hilman Zulkifli Amin
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infark miokard masih merupakan penyebab utama gagal jantung kongestif dan kematian (5,1%). Penyakit tersebut mengakibatkan kerusakan miokard yang progresif dan irreversible, sehingga pengobatan konvensional seperti terapi reperfusi tidak dapat mengatasi secara sempurna. Oleh karena itu, diperlukan terapi yang dapat meregenerasi jaringan yang dapat dicapai melalui aplikasi stem cell secara klinis. Stem cell memiliki kemampuan meregenerasi sel lain melalui dua mekanisme yaitu, diferensiasi sel dan sekresi sitokin serta faktor pertumbuhan. Stem cell yang paling banyak digunakan pada terapi infark miokard adalah derivat sumsum tulang. Sel tersebut memiliki tingkat aplikabilitas yang tinggi, tidak membutuhkan ekspansi secara in vitro, dan yang terpenting mampu berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel. Metode aplikasi yang paling sesuai ialah melalui pendekatan transvaskuler sesuai hasil studi yang telah dilakukan berupa perbaikan anatomis serta peningkatan fungsi jantung jauh di atas terapi konvensional. Meskipun demikian, masih perlu dilakukan studi yang mendalam terkaitoptimalisasi terapi stem cell di masa yang akan datang.Kata kunci: infark miokard, terapi stem cell
Hantaran Sinyal Leptin dan Obesitas: Hubungannya dengan Penyakit Kardiovaskuler David Limanan
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diperkirakan saat ini jumlah orang dengan obesitas melebihi 250 juta orang, yaitu 7% dari populasi orang dewasa di dunia. Mortalitas obesitas erat hubungannya dengan sindrom metabolik yang merupakan kelainan metabolik meliputi obesitas, resistensi insulin, gangguan toleransi glukosa, abnormalitas trigliserida dan hemostasis, disfungsi endotel dan hipertensi. Leptin dihasilkan adiposit dan merupakan anggota dari adipositokin; berperan dalam hantaran sinyal hormon jaringan adiposa. Kelainan leptin maupun reseptornyadapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas, metabolik sindrom, diabetes dan penyakit kardiovaskuler. Kompleks leptin-reseptor mengaktifkan sistem transduksi sinyal, yang paling dominan adalah jalur janus kinase-signal transducer and activator of transcription-3 (JAK-STAT3), kemudian phospatidyl inositol 3- kinase (PI3K), mitogen-activated protein kinase (MAPK), 5’adenosine monophosphate-activated protein kinase (AMPK), dan mammalian target of rapamycin (mTOR). Jalur leptin-associated PI3K dengan ERK cascade berperan penting dalam proliferasi kardiomiosit dan melindungi jantung dari ischemia reperfusion injury. ERK1/2 mengaktifkan target gen seperti c-fos dan egr-1 yang berperan dalam proliferasi dan diferensiasi. Nuclear factor κB diduga sebagai target jalur p38 dan JNK MAPK. Faktor transkripsi inu berperan pentingdalam mengatur transkripsi sitokin proinflamasi seperti tumor necrosis factor (TNF)-α dan interleukin (IL)-1β. Leptin dapat meningkatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS) sel endotel pembuluh darah dan menstimulasi sekresi TNF-α dan IL-6 yang merupakan promotor hipertensi dan aterosklerosis.Kata Kunci: obesitas, leptin, sistem kardiovaskuler
Bilateral Spermatic Vein Microligation and Human Chorionic Gonadotropin and Recombinant Folicle Stimulating Hormone Combination Therapy in Patient with Azoospermia Gampo A. Irdam
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Azoospermia, the absence of spermatozoa in ejaculate due to testicular failure or reproductive tract obstruction, is the most unfavorable form of male infertility and is found in approximately 15% of infertile men. We report a 34 years old man with primary infertility for 4 years due to azoospermia. There were bilateral varicoceles grade 2, low level of serum testosterone and luteinizing hormone and normal level of serum folicle stimulating hormone (FSH) on the low margin. The patient underwent sperm extraction (PESA and TESEmethod) with result there were no motile spermatozoa. On the spermatogenesis examination, it was revealed that the spermatogenesis process stopped on the spermatid phase. We decided to perform bilateral spermatic vein microligation followed by hormonal injection (HCG and FSH recombinant) for 4 months. On the evaluation, there was motile spematozoa on the left PESA. This finding suggested the effectiveness of the therapy, there was a spermatogenesis on this patient after bilateral spermatic vein microligation and combination hormonal therapy of HCG and FSH recombinant for 4 months.Keywords: primary infertility, azoospermia, HCG, recombinant FSH, spermatic vein microligation
Effects of High-sugar and High-fat Diet on Fat Deposition and Blood Vessel Wall on Sprague Dawley Rats Liver Vera Citra Setiawan Hoei
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

People nowadays tend to consume more fast food and sweetened beverages. These foods usually contain high amount sugar and fat that have effects on the body including liver.This study was conducted to explore the effects of extensive intake of sugar and fat on blood glucose and cholesterol level as well as changes in liver. Research was conducted with experimental method using 20 Sprague Dawley rats which were divided into 4 groups; 2 controls and 2 treatments. Rats were given 5 ml sugar or lard alternatively every 2 consecutive days for 1-month and 2-month respectively. Data was retrieved include blood glucose and cholesterol level, fatty liver percentage and blood vessel thickening after intervention through HE staining. The results showed that both 1-month and 2-month intervention group has significant increase in blood glucose and cholesterol level. However, the enhancement of fatty liver percentage and number of thickened blood vessels (p<0.05) were only foundsignificant (p<0.05) in 1-month intervention group. We concluded that high intake of sugar and fat within 1-monthintervention have significant effects on the rat body including liver. Nevertheless, it was not found significant in 2-months intervention. Further studies are still needed to analyze this incongruent result.Key words: high-sugar diet, high-fat diet, fatty liver, atherosclerosis
Maternal Anaemia and Neonatal Outcomes I.A. Deswanto
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This cross-sectional study aims to determine whether maternal anaemia would affect birth outcome &ndash; birth weight and length &ndash; of the baby and compare this with that of non-anaemicmothers. We used secondary data from Puskesmas Kecamatan Ciracas medical records. Alldelivery records from October &ndash; November 2012 were collected and analysed; samples weredivided into two group: Group 1 included anaemic pregnant women and Group 2 non-anaemicpregnant women. Inclusion criteria was all pregnant women 16 years and older and a singletonpregnancy with a complete medical record. All women with a past history of preterm delivery,obstetrical complications or any medical illness, except anaemia, were excluded from the study inorder to control for the confounding factors. Out of one hundred and one records, 79 non anaemicsubjects and 22 anaemic subjects, were included for the analysis. No significant difference wasfound in both groups in terms of baby&rsquo;s birth weight and birth length.Keywords: maternity anaemia, birth weight, birth length
Pengetahuan dan Perilaku Pengunjung Puskesmas dan Tenaga Kesehatan terhadap Penggunaan Antibiotik pada ISPA Anissa Swastinitya
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) menempati urutan pertama dari 10 penyakit rawat jalan tersering pada tahun 2010- 2011. Antibiotik hanya perlu diberikan pada 20% kasusISPA, namun penggunaan antibiotik pada ISPA seringkali tidak rasional. Perilaku tidak rasional dipengaruhi oleh pengetahuan dan perilaku masyarakat baik tentang ISPA maupun antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku pengunjung puskesmas dantenaga kesehatan Puskesmas Kelurahan Rawamangun terhadap penggunaan antibiotik pada ISPA. Studi ini menggunakan desain potong lintang. Pengumpulan data dilakukan tanggal 2229 Mei 2013 melalui wawancara terpimpindengan menjawab 11 pertanyaan yang tertera padakuesioner. Responden adalah 83 pengunjung puskesmas dan 7 responden tenaga kesehatan. Didapatkan hasil pengetahuan dan perilaku responden pengunjung puskesmas terhadap penggunaan antibotik pada ISPA buruk, sedangkan pengetahuan dan perilaku petugas kesehatan ik. Perlu penyuluhan kepada masyarakat tentang penggunaan antibotik yang tepat.Kata Kunci: ISPA, antibiotik, pengetahuan, perilaku, pengunjung puskesmas dan tenaga kesehatan
Hubungan Penyuluhan dengan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu Hamil tentang HIV dan Program Voluntary Counseling and Testing S Tjan
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan menyebabkan Acquired Immuno-Deficiency Sindrome (AIDS) hingga kematian. Indonesia termasuk negara di Asia yang mengalami epidemi HIV-AIDS dengan prevalensi yangmeningkat setiap tahunnya. Salah satu metode pencegahan transmisi tersebut adalah dengan metode konseling dan tes HIV melalui program VCT (Voluntary Counseling and Testing). Di Indonesia program ini tergolong baru sehingga sosialisasi kepada masyarakat masih sangat kurang. Puskesmas Pulo Gadung merupakan salah satu tempat yang memiliki pelayanan VCT sejak Januari 2013. Studi ini mengenai efektifitas penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan,sikap, dan perilaku ibu hamil mengenai HIV dan VCT. Penelitian ini berdesain potong lintang. Pengumpulan data dilakukan pada 28 November 2013 di Puskesmas Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur melalui kuesioner pada 38 responden. Dari 38 responden, sebanyak 13 respondentidak diikutsertakan dalam analisis karena data yang tidak lengkap. Mayoritas responden (76%) berusia di antara 20-35 tahun, 52% berpendidikan tamat SMA dan 88% berpendapatan di bawah Rp 3.000.000 per bulan. Sebanyak 80% responden tidak bekerja, dengan jumlah anak mayoritassebanyak 1 orang (40%). Terdapat hubungan bermakna antara penyuluhan dengan tingkat pengetahuan dan sikap mengenai HIV, serta tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai VCT, dan tidak terdapat hubungan bermakna dengan perilaku mengenai HIV. Kata Kunci: Penyuluhan, tingkat pengetahuan, sikap, perilaku, HIV, VCT.
Efek Neuroprotektif Ekstrak Akar Acalypha indica 500 mg/kgBB terhadap Perubahan Inti Sel Saraf Hipokampus Pascahipoksia Serebri Herliani Dwi Putri Halim
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan manifestasi klinis gangguan sirkulasi darah di otak yang menyebabkan defisit neurologis. Delapan puluh persen stroke merupakan stroke non-hemoragik akibat oklusi pembuluh darah otak sehingga terjadi kerusakan sel saraf yang diinduksi oleh hipoksia. Kerusakan tersebut dapat dicegah oleh tanaman akar kucing (Acalypha indica) yang mengandung antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek neuroprotektif ekstrak akar A. indica terhadap hipokampus sprague dawley pascahipoksia. Terdapat tiga kelompok yaitu (1) kontrol negatif dengan akuades, (2) kontrol positif dengan vitamin B1 dosis 30 mg/kgBB, dan (3) kelompok perlakuan dengan ekstrak akar A. indica dosis 500 mg/kgBB. Setelah tujuh hari perlakuan,dilakukan ligasi arteri karotis komunis sprague dawley selama satu jam untuk menciptakan kondisi hipoksia. Selanjutnya, dibuat sediaan hipokampus untuk menghitung jumlah sel normal. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan uji One Way Anova. Hasil uji One Way Anova menunjukkan rerata persentase jumlah sel normal tidak berbeda bermakna terhadap CA1 (p=0,343), CA3 (p=0,174), lapisan dalam girus dentatus (p=0,270), dan lapisan luar girus dentatus (p=0,422) pada ketiga kelompok. Namun secara kuantitatif, rerata persentase jumlah sel normal paling banyak ditemukan pada kelompok yang mendapatkan ekstrak akar A indica.Kata kunci: Acalypha indica, efek neuroprotektif, hipokampus, hipoksia
The Effectiveness of Health Education to Increase Knowledge on Life Cycle of A. lumbricoides among Orphans in Lubang Buaya Village, East Jakarta Celestina Apsari
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The prevalence of ascariasis in Indonesia remains high, especially in children who live in crowded area. Knowledge on A. lumbricoides is the key in preventing ascariasis. The purpose ofthis research is to know the effectiveness of health education in increasing the knowledge on thelife cycle of A. lumbricoides among the orphans. This experimental study (pre-post study) wasconducted at orphanage in Lubang Buaya Village, East Jakarta. The data was taken on June, 122012 by handing out questionnaires about the life cycle of A.lumbricoides to the subjects before andafter health education. All orphans who gathered were becoming the research subjects. Data wasprocessed using SPSS 11.5 and tested with marginal homogeneity. The results show the numbersmale subjects and female subjects are 59 (41.5%) and 83 (58.5%), 78 primary school (54.9%),55 junior highschool (38.7%), and 9 senior highschool students(6.4%). Before health education,the numbers of respondents with good, fair, and poor knowledge level of A. lumbricoides were 1(0.7%), 11 (7.7%), 130 subjects (91.6%). After education, the number of subjects with good andfair knowledge increased to 8 (5.6%) and 50 subjects (35.2%), while poor knowledge decreasedto 84 (59.2%). Marginal homogeneity test showed a significant difference (p<0.001) between theorphans&rsquo; knowledge before and after health education. In conclusion, health education is effectiveto increase knowledge of A. lumbricoides in orphans.Keywords: knowledge level, health education, orphans, ascariasis.

Page 1 of 29 | Total Record : 287