cover
Contact Name
Saleha Sungkar
Contact Email
salehasungkar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejki.fkui@ui.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
eJurnal Kedokteran Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 23501426     EISSN : 23386037     DOI : 10.23886
Core Subject : Health,
Elektronik Journal Kedokteran Indonesia (eJKI) is a peer-reviewed and open access journal that prioritize the publication manuscript of students (medical education program, magister/specialist, doctoral). This journal publishes editorial, research article, reviews, evidence-based case report, and also interesting case reports/case study. eJKI published three times a year (April, August, December) and published by Faculty of Medicine Universitas Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2013): Desember" : 12 Documents clear
Pelaksanaan Internsip di Indonesia Dimas Priantono
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 3 (2013): Desember
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat Pengetahuan Murid Sekolah di Kecamatan Bayah Mengenai Pertolongan Pertama Pada Malaria setelah Mendapat Penyuluhan Kartika Hajarani; Saleha Sungkar
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 3 (2013): Desember
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang dapat menimbulkan kematian. Untuk menurunkan angka kematian,masyarakat perlu mengetahui pertolongan pertama pada malaria, salah satunya lewat penyuluhan.Setelah mendapat penyuluhan dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan pertolonganpertama malaria. Penelitian dilakukan pada murid Madrasah Tsanawiyah, Kecamatan Bayahdengan desain cross sectional. Data diambil 16-18 Oktober 2009 dengan mewawancarai respondenmenggunakan kuesioner.Hasilnya menunjukkan responden perempuan sebanyak 60 orang (56,6%)dan laki-laki 46 orang (43,4%), usia <12 tahun 41,5% dan >12 tahun 58,5 %. Tingkat pengetahuanmurid yang tergolong baik 22 orang (20,8%), cukup 44 orang (41,5%), dan kurang 40 orang (37,7%).Umumnya murid mendapat informasi dari 3 sumber (21,7,8%) dan sumber informasi paling berkesanadalah petugas kesehatan (57,5%). Kegiatan murid sehari-hari setelah sekolah adalah pengajian(50,9%). Murid yang tidak memiliki riwayat menderita malaria 79,2%. Pada uji chi-square tidak adaperbedaan bermakna (p>0,05) antara tingkat pengetahuan dengan jenis kelamin, jumlah sumberinfromasi, sumber informasi paling berkesan, dan riwayat menderita malaria dalam keluarga, tetapiberbeda bermakna (p<0,05) dengan kelompok usia dan kegiatan sehari-hari. Disimpulkan tingkatpengetahuan murid mengenai pertolongan malaria tergolong cukup, berhubungan dengan usia danjumlah sumber informasi, tetapi tidak berhubungan dengan jenis kelamin, kegiatan sehari-hari, sumberinformasi paling berkesan, dan riwayat menderita malaria.Kata kunci: tingkat pengetahuan, malaria, pertolongan pertama, murid sekolah
Prevalence and Seven-day Observation of Critically Ill Patients in Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta: A Preliminary Study Tommy Supit; Meliani Anggreni; Riyadh Firdaus
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 3 (2013): Desember
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Current medical record system in Cipto Mangunkusumo Hospital (RSCM) does not allow up-to-dateidentification for patients with critical condition. As an effort on improving the rapid response of themedical team, this study aims to determine the number of critically ill patients and the incidence ofemergency activation (code blue) during the study period. A longitudinal study was conducted for allinpatients that were critically ill in RSCM ward from 19th to 26th April 2013. Via consecutive sampling,critically ill patients were selected based on the code blue criteria. Selected patients were then observedfor seven days to determine the incidence of cardiopulmonary arrest and their 24-hour survival. Outof 428 patients who were treated in the hospital ward on 19th April 2013, 13 patients (3%) were incritical condition. Primary diagnoses of the critically ill patients varied from infections, auto-immune tomalignancies. Four deaths occurred with three emergency activations; 1 central and 2 regional. Threepercent of all the inpatients treated in the hospital ward were critically ill. Thirty percent of those patientexperienced cardiac arrests. All four arrests resulted in deaths, including two do not resuscitate patients.Data obtained from this study are preliminary and has identified existing problems that requires furtherstudies for confirmation. This study also illuminate the importance of integrated-electrical medicalrecord system.Keywords: prevalence, critically ill, inpatients, Cipto Mangunkusumo Hospital
Hubungan Kecukupan Asupan Energi dan Makronutrien dengan Status Gizi Anak Usia 5-7 Tahun di Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur Tahun 2012 Evan Regar; Rini Sekartini
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 3 (2013): Desember
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi merupakan parameter yang dapat mengetahui masalah kesehatan di suatu daerah ataunegara. Hingga saat ini prevalensi masalah gizi di Indonesia masih cukup tinggi dan masalah gizi kronisakan menimbulkan komplikasi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungankecukupan asupan energi dan makronutrien dengan status gizi pada anak usia 5-7 tahun. Desainpenelitian ini adalah observasional-analitik potong lintang menggunakan data sekunder. Status giziditentukan dengan indeks berat badan menurut usia (BB/U) dan tinggi badan menurut usia (TB/U).Data yang dianalisis adalah data yang memenuhi kelengkapan tanggal lahir, pengukuran antropometri,serta analisis food recall 24 jam. Besar sampel penelitian ini adalah 122 anak. Analisis statistik yangdigunakan adalah metode Fisher. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antarakecukupan asupan protein dengan status gizi (indeks BB/U: p=0,024; indeks TB/U: p=0,037). Tidakterdapat perbedaan bermakna antara kecukupan asupan energi dengan status gizi (indeks BB/U:p=0,358; indeks TB/U: p=0,733), kecukupan asupan lemak dengan status gizi (indeks BB/U: p=1,000;indeks TB/U: p=1,000), dan kecukupan asupan karbohidrat status gizi (indeks BB/U: p=0,462; indeksTB/U: p=1,000). Disimpulkan asupan energi dan makronutrien berhubungan dengan status gizi anak.Kata Kunci: asupan energi, makronutrien, status gizi
Peran Indeks Massa Tubuh, Tanda Vital dan Sosiodemografi terhadap Kebugaran Peserta Klub Jantung Sehat, Jakarta Timur Antari R. Harmani; Muchtaruddin Mansyur
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 3 (2013): Desember
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkankelelahan yang berarti. Banyak faktor yang berperan terhadap tingkat kebugaran jasmani antara lainsosiodemografi dan status gizi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran faktor-faktor tersebutterhadap tingkat kebugaran seseorang. Desain penelitian ini adalah potong lintang dengan respondenpeserta senam Klub Jantung Sehat Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Data diambil padabulan Juli 2009; 41 orang responden dipilih dengan convenient sampling. Tingkat kebugaran dinilaidengan nilai prediksi VO menggunakan six minutes walk test dan kuesioner. Berdasarkan statusgizi dan tanda vital responden, didapatkan rerata frekuensi nadi 79,59x/menit (&plusmn;7,8), sebanyak 15orang (36,6%) memiliki kategori IMT obesitas I, 25 orang (61,0%) memiliki tekanan darah pretesttidak normal, 27 orang (65,9%) memiliki tekanan darah posttest tidak normal. Disimpulkan mayoritaspeserta klub jantung sehat memiliki tingkat kebugaran rendah (70,7%), serta terdapat hubungan negatifantara VO2max2max responden dengan usia (r=-0,325; p=0,038) dan hubungan positif dengan frekuensi nadi(r=0,343; p=0,028). Variabel lain seperti jenis kelamin, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, dan IMTtidak berhubungan dengan nilai prediksi VO.Kata kunci: tingkat kebugaran, indeks massa tubuh, frekuensi nadi, tekanan darah
Efektivitas Penyuluhan terhadap Tingkat Pengetahuan Guru SD di Jakarta Mengenai Pencegahan Cacingan, Tahun 2011 Danny Surya; Saleha Sungkar
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 3 (2013): Desember
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cacingan merupakan masalah kesehatan di Indonesia terutama pada anak. Pengetahuan mengenaipencegahan berperan penting dalam menanggulangi cacingan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuiefektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan guru sekolah dasar (SD) mengenai cacingan.Penelitian menggunakan desain penelitian eksperimental dengan metode pre-post study. Pengambilandata dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 12 Oktober 2011 terhadap 67 orang guru SD yang dimintauntuk mengisi kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Kuesioner berisi lima pertanyaan mengenaipencegahan infeksi A. lumbricoides, T. trichiura dan O. vermicularis. Dari penelitian ini diperoleh hasilbahwa sebelum penyuluhan guru yang mempunyai tingkat pengetahuan baik adalah 12 orang (17,9%),cukup 21 orang (31,3%), dan kurang 34 orang (50,7%). Setelah penyuluhan, guru dengan tingkatpengetahuan baik adalah 39 orang (58,2%), cukup 24 orang (35,8%), dan kurang 4 orang (6,0%).Sebelum penyuluhan, pertanyaan yang paling banyak tidak dimengerti responden adalah kapan waktumemberikan obat cacing (hanya 6% yang menjawab benar). Berdasarkan uji marginal homogeneitydidapatkan perbedaan bermakna (p<0,01) pada tingkat pengetahuan guru sebelum dan sesudahpenyuluhan kesehatan. Disimpulkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuanguru SD mengenai pencegahan cacingan.Kata kunci: cacingan, penyuluhan, guru SD, tingkat pengetahuan, pencegahan
Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah Susun dengan Prevalensi Penyakit Respirasi Kronis di Jakarta Wanda Gautami; Elisna Syahruddin
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 3 (2013): Desember
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit respirasi kronis seperti asma, pneumonia, tuberkulosis, dan penyakit paru obstruktif kronis(PPOK) merupakan penyebab mortalitas yang tinggi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan rumah terhadap prevalensi penyakit respirasikronis yaitu PPOK, batuk kronis, TB paru, asma, pneumonia dan infeksi fungal pada penghuni rusundi Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan alat ukur berupa kuesioner.Penelitian dilakukan terhadap 120 keluarga yang tinggal di rusun menengah kebawah di Jakarta padatahun 2012. Variabel lingkungan yang diteliti meliputi ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian, saranasanitasi, suhu udara, dan kelembaban udara. Dari 120 keluarga, didapatkan 513 data penghuni rusundengan prevalensi penyakit respirasi secara total sebesar 41,9%, secara rinci yaitu prevalensi TBparu sebesar 7,6%, PPOK sebesar 1,8%, asma sebesar 1%, infeksi fungal sebesar 0,8%, pneumoniasebesar 0,2%, batuk kronis sebesar 0,6%, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebesar 32,9%.Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara prevalensi penyakit respirasi kronis denganventilasi rusun (p=0,042) , dan dengan pencahayaan dalam rusun (p=0,003). Penyakit respirasi kronismemiliki hubungan dengan keadaan lingkungan yaitu ventilasi dan pencahayaan pada penghuni rusundi Jakarta.Kata kunci: penyakit respirasi kronis, kondisi lingkungan, rumah susun
Pengaruh Induksi Hipoksia Hipobarik Intermiten pada Aktivitas Spesifik Manganese Superoxide Dismutase dan Kadar Malondialdehyde Ginjal Tikus Dimas Priantono; Wawan Mulyawan; Novi Silvia Hardiany; Septelia Inawati Wanandi
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 3 (2013): Desember
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipoksia hipobarik merupakan kondisi yang sering dialami penerbang angkatan udara. Pengenalanhipoksia hipobarik intermiten dapat memicu mekanisme adaptasi untuk mengurangi efek buruk hipoksiahipobarik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh induksi hipoksia hipobarik intermiten terhadapstres oksidatif dan antioksidan serta hubungan keduanya di jaringan ginjal tikus. Sebanyak 25 ekor tikusjenis wistar dibagi menjadi lima kelompok: kelompok kontrol dan kelompok terpajan hipoksia hipobarikintermiten 1x, 2x, 3x dan 4x, dengan interval 7 hari antar pajanan. Tiap kelompok ditempatkan dalamhypobaric chamber dan dipajankan kondisi hipoksia hipobarik dengan berbagai ketinggian. Tikusdimatikan dan sampel jaringan ginjal diambil untuk diukur enzim manganese superoxide dismutase(MnSOD) dan malondialdehyde (MDA). Aktivitas enzim MnSOD tidak menunjukkan perubahanbermakna pada induksi hipoksia hipobarik 1x, 2x, 3x dan 4x dibandingkan kontrol (p>0,05). KadarMDA pada kelompok dengan perlakuan 2x hipoksia hipobarik meningkat bermakna (p<0,05). Padakelompok induksi 3x dan 4x, kadar MDA ginjal turun secara bermakna dibandingkan kelompok 2xperlakuan (p<0,05). Tidak terdapat korelasi aktivitas MnSOD dan kadar MDA (p>0,05). Setelah induksi3x, mulai terjadi adaptasi terhadap stres oksidatif. Adaptasi tersebut kemungkinan juga melibatkanantioksidan yang lain pada ginjal, seperti katalase. Dengan demikian induksi hipoksia hipobarikintermiten tampaknya dapat memberikan efek protektif pada jaringan ginjal tikus.Kata kunci: hipoksia hipobarik intermiten, stres oksidatif, manganese superoxide dismutase, malondialdehyde
Efektivitas Vasopresin dan Norepinefrin dalam Memperbaiki Fungsi Ginjal pada Pasien Syok Sepsis yang Disertai Acute Kidney Injury Hardian Gunardi
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 3 (2013): Desember
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan norepinefrin sebagai standar dalam penatalaksanaan syok sepsis pada pasien denganacute kidney injury (AKI) masih kontroversial karena dapat berdampak buruk bagi ginjal. Padakeadaan sepsis, terjadi deplesi vasopresin sehingga pemberian vasopressin menjadi salah satu pilihandalam meningkatkan tekanan darah pada syok sepsis, khususnya untuk pasien AKI. Pada makalahini, dibandingkan penggunaan vasopresin dengan norepinefrin dalam memperbaiki fungsi ginjal padapasien syok sepsis yang disertai AKI. Pencarian bukti ilmiah dilakukan melalui Pubmed, Embasedan Cochrane dengan kata kunci acute kidney injury, vasopressin, norepinephrine, dan septic shock.Didapatkan dua bukti ilmiah yang dilaporkan oleh Lauzier et al dan Gordon et al, kemudian ditelaahvaliditas, importancy, dan kemungkinan aplikasinya. Hasilnya menunjukkan bahwa vasopressinlebih superior dibandingkan norepinefrin dalam meningkatkan fungsi ginjal. Lauzier et al melaporkanvasopresin meningkatkan creatinine clearance secara bermakna dalam 24 jam pertama. Gordon etal melaporkan pada kategori Risk (kriteria RIFLE) vasopresin lebih baik karena mengurangi progresirenal Failure atau Loss dan menurunkan kreatinin serum lebih besar dibandingkan norepinefrin. Tidakditemukan perbedaan bermakna pada kategori Injury, Failure, Loss, atau End-stage. Disimpulkanpada pasien AKI dengan kategori Risk disertai syok sepsis, penggunaan vasopresin lebih superiordibandingkan norepinefrin dalam memperbaiki fungsi ginjal.Kata kunci: acute kidney injury, vasopresin, norepinefrin, syok sepsis
Perkembangan Mutakhir Vaksin Demam Berdarah Dengue Hilman Zulkifli Amin; Saleha Sungkar
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 3 (2013): Desember
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia dengan 100 jutapenderita setiap tahunnya. Agar tidak berlanjut, diperlukan upaya pencegahan DBD yang optimal.Selama ini, upaya pencegahan berupa pemberantasan vektor namun belum memberikan hasil yangmemuaskan sehingga diperlukan inovasi intervensi berupa vaksin dengue. Perkembangan vaksindengue telah mengalami kemajuan pesat dalam 10 tahun terakhir. Terdapat empat jenis vaksin yaituLAV, vaksin chimera, vaksin DNA dengue, dan vaksin DENV terinaktifasi. Vaksin tersebut mampumenghasilkan respons imunitas yang protektif terhadap ke-4 tipe DENV, sehingga efektif untukmencegah DBD. Uji klinis masih terus dilakukan untuk menyempurnakan vaksin. Pada tahun 2015,LAV akan selesai dan siap dipasarkan. Untuk optimalisasi pencegahan DBD, selain penggunaanvaksin, diperlukan pendekatan terintegrasi berupa pemberantasan vektor, manajemen lingkungan dankesehatan, penyusunan program pencegahan DBD yang optimal, dan penelitian terkait.Kata kunci: pencegahan DBD, vaksin dengue

Page 1 of 2 | Total Record : 12