cover
Contact Name
Saleha Sungkar
Contact Email
salehasungkar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejki.fkui@ui.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
eJurnal Kedokteran Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 23501426     EISSN : 23386037     DOI : 10.23886
Core Subject : Health,
Elektronik Journal Kedokteran Indonesia (eJKI) is a peer-reviewed and open access journal that prioritize the publication manuscript of students (medical education program, magister/specialist, doctoral). This journal publishes editorial, research article, reviews, evidence-based case report, and also interesting case reports/case study. eJKI published three times a year (April, August, December) and published by Faculty of Medicine Universitas Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019): Vol 7, No. 2 (2019): Agustus" : 12 Documents clear
Hubungan Tingkat Stres dan Intensitas Dismenore pada Mahasiswi di Sebuah Fakultas Kedokteran di Jakarta Yenny Rusli; Yohanna Angelina; Hadiyanto Hadiyanto
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Vol 7, No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore merupakan salah satu gangguan ginekologis yang paling sering dialami perempuan. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya dismenore adalah stres. Penelitian potong lintang dilakukan terhadap mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya angkatan 2015- 2017 (n=228). Penelitian dilakukan Januari-Februari 2018. Tingkat stres ditentukan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Intensitas dismenore ditentukan dengan kuesioner Visual Analogue Scale (VAS) dan Verbal Multidimensional Scoring system (VMS). Persentase responden yang mengalami stres adalah 32,9%. Persentase responden yang mengalami dismenore adalah 68,9% (VAS) dan 63,2% (VMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dan intensitas dismenore (p<0,001) dengan korelasi cukup, baik berdasarkan VAS (koefisien korelasi=0,327) maupun VMS (koefisien korelasi=0,323). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dan intensitas dismenore pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya angkatan 2015-2017. Kata kunci: Stres, dismenore, mahasiswi kedokteran. The Association between Stress Level and Dysmenorrhea Intensity among Female Students in One Medical Faculty in Jakarta Abstract Dysmenorrhea is one of the most common gynecological disorders. One factor that can increase the risk of dysmenorrhea is stress. A cross sectional study was conducted on female medical students of Atma Jaya Catholic University of Indonesia class of 2015-2017 (n=228). Stress level was determined by Depression Anxiety Stress Scale (DASS) questionnaire. Dysmenorrhea intensity was determined by Visual Analogue Scale (VAS) and Verbal Multidimensional Scoring system (VMS) questionnaire. There were 32,9% respondents experienced stress. Respondents who experienced dysmenorrhea were 68,9% (VAS) and 63,2% (VMS). The result showed there was significant association between stress level and dysmenorrhea intensity (p<0,001), either based on VAS (correlation coefficient=0,327) or VMS (correlation coefficient=0,323). The conclusion is there was significant association between stress level and dysmenorrhea intensity among female medical students of Atma Jaya Catholic University of Indonesia class of 2015-2017. Keywords: Stress, dysmenorrhea, female medical students.
Leech Therapy for a Non-Surgical Method of Flap Salvaging after a Free Flap Transfer Parintosa Atmodiwirjo; Indri Aulia
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Vol 7, No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leech therapy has been accepted in clinical settings to salvage a flap with vein congestion. We did leech therapy for 7 days with 10 days broad-spectrum prophylaxis antibiotics and applied 2 leeches with gradual decrement of frequency. The patient got vital fibular flap with partial necrotized distal part of skin paddle. The clinical question is how leech therapy can be applied in vein congestion or venous compromised after free flap transfer. Articles search was conducted on October 28th, 2014, in PubMed, using &ldquo;leech therapy AND flap&rdquo; as keywords. Initial search discovered 95 articles. A total of 4 articles that emphasized flap salvaging were included. Following outcomes: frequency and duration, number of leeches, sucked blood volume, antibiotics prophylaxis during therapy, and complications, were extracted and analyzed. Leech therapy is an alternate method for salvaging a flap without any secondary invasive and complex procedure. Leech therapy can be used 2-12 times in 24 hours for 3-10 days. A leech can suck 2.45-8 ml blood. Board spectrum antibiotic has been used for prophylaxis, however infection of Aeromonas hydrophilia is recorded during the application. Further study is needed to give stronger evidences and explanations in using this method in clinical application. Keywords: Leech therapy, flap salvaging, vein congestion. Terapi Lintah sebagai Tata Laksana Non-Operatif Penyelamatan Flap Pasca Pemindahan Flap Bebas Abstrak Terapi lintah sudah diterima sebagai tatalaksana penyelamatan flap dengan kongesti vena. Peneliti melakukan terapi lintah selama 7 hari dengan penggunaan antibiotic spektrum luas selama 10 hari dan menggunakan 2 ekor lintah dengan frekuensi yang diturunkan bertahap. Pasien yang terpilih memiliki fibular flap yang vital dengan bagian nekrosis di distal. Pertanyaan klinis riset ini adalah bagaimana terapi lintah dapat digunakan untuk kongesti vena setelah pemindahan flap bebas. Pencarian artikel dilakukan pada 28 Oktober 2014 di PubMed dengnan kata kunci &ldquo;leech therapy AND flap&rdquo;. Terdapat 95 artikel pada awal pencarian. Total 4 artikel yang membahas tentang penyelamatan flap dimasukkan kedalam studi ini. Data seperti frekuensi, durasi, jumlah lintah, volume darah terhisap, antibiotik profilaksis dan komplikasi dikumpulkan dan dianalisis lebih lanjut. Terapi lintah menjadi pilihan tatalaksana untuk penyelamatan flap tanpa adanya tindakan sekunder yang invasif dan kompleks.Terapi lintah bisa dilakukan 2-12 kali dalam 24 jam untuk 3-10 hari perawatan. Seekor lintah bisa menghisap 2,45-8 ml darah. Profilaksis antibiotik spektrum luas dipergunakan selama penelitian, namun masih terdapat infeksi Aeromonas hydrophilia. Riset lebih lanjut diperlukan untuk memberikan bukti dan penjelasan lebih kuat mengenai penggunaan tatalaksana ini di praktik klinis. Kata kunci: Terapi lintah, penyelamatan flap, kongesti vena.
Kepadatan Aedes sp. dan Hubungannya dengan Faktor Habitat di Kelurahan Patunas, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Nurhadi Eko Firmansyah; Agus Aulung; Rizal Subahar; Heri Wibowo; Nadar Sukri
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Vol 7, No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Habitat larva Aedes sp. di setiap wilayah mempunyai karakteristik berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan larva Aedes sp. dan hubungannya dengan faktor habitat. Penelitian cross sectional ini dilakukan pada bulan Oktober&ndash;November 2017 di Kelurahan Patunas, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Larva diambil dari kontainer air yang terdapat di dalam dan luar rumah dengan metode single larvae. Larva yang dikoleksi digunakan untuk menghitung house index (HI), container index (CI), breteau index (BI), dan density figure (DF). Pada pemeriksaan 100 rumah, diperoleh 163 kontainer yang berisi larva Aedes sp. dan paling banyak ditemukan di drum daripada kontainer lain. Diperoleh HI=59%, CI=34%, BI=163, dan density figure (DF)=8. Letak, warna, kondisi kontainer, sumber air, volume air, dan pemberian larvasida berhubungan dengan kepadatan larva Aedes sp. (p<0,05). Bahan kontainer dan pemeliharaan ikan tidak berhubungan dengan kepadatan larva Aedes sp. (p>0,05). Diperoleh DF 8 yang menunjukkan kepadatan larva Aedes sp. yang tinggi sehingga Kelurahan Patunas berisiko dalam penularan DBD. Kata kunci: Demam berdarah dengue (DBD), Jambi, kontainer, larva Aedes sp. Density of Aedes sp. and its Relationship to Habitat Factors in Patunas Village, Tungkal Ilir Subdistrict, Tanjung Jabung Barat District Abstract Habitat of Aedes sp. larvae in each region has different characteristics. This study aims to determine the density of Aedes sp. larvae and its relationship to habitat factors. The study was conducted in October- November 2017 in Patunas Village, Tungkal Ilir Subdistrict, Tanjung Jabung Barat District, Jambi Province. Larvae were collected from water containers in the indoor and outdoor using the single larvae methods. The collected larvae were used to calculate the value of House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI), and Density Figure (DF). There were 163 containers containing Aedes sp. larvae and the most are found in drums rather than other containers. HI=59%, CI=34%, BI=163, and density figure (DF)=8. Location, color, condition of container, source of water, volume of water, and larvacide are related with density of Aedes sp. larvae (p<0.05). Container material and fish are not related to the density of Aedes sp. larvae (p>0.05). Density of Aedes sp. larvae have a high DF so that the Patunas Village is at risk in dengue transmission. Keywords: Dengue hemorraghic fever (DHF), Jambi, container, Aedes sp. Larvae.
Efek Protektif Kombinasi Minyak Jintan Hitam dan Madu terhadap Hepatotoksisitas pada Tikus Akibat Sisplatin Syarif Luthfil Fadhli Alkadri; Muhammad In’am Ilmiawan; Mitra Handini
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Vol 7, No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sisplatin merupakan agen antikanker dengan berbagai efek samping, terutama hepatotoksisitas. Minyak jintan hitam (MJH) dan madu (M) merupakan bahan alam yang kaya akan antioksidan dan memiliki efek hepatoprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek protektif kombinasi minyak jintan hitam dan madu pada jaringan hepar tikus yang diberi pajanan sisplatin Penelitian merupakan studi in vivo dengan pendekatan eksperimental yang menggunakan 30 tikus yang dibagi menjadi 10 kelompok, yaitu kelompok kontrol (K), kelompok tunggal MJH dosis I (1 mL/kgBB) (P1), MJH dosis II (2 mL/kgBB) (P2), M dosis I (3,7 mL/ kgBB) (P3), M dosis II (7,4 mL/kgBB) (P4), kelompok kombinasi MJH dosis I dan M dosis I (P5), MJH dosis I dan M dosis II (P6), MJH dosis II dan M dosis I (P7), MJH dosis II dan M dosis II (P8) serta kelompok sisplatin (C). Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmakologi dan Farmasi Klinis dan Laboratorium Mikroskopik Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura pada bulan April-Desember 2017. Minyak jintan hitam dan madu diberikan secara oral selama 21 hari. Pada hari ke-18, semua kelompok, kecuali kelompok kontrol, diberi sisplatin 8 mg/ kgBB secara intraperitoneal. Organ hepar diambil pada hari ke-22 untuk pembuatan preparat dan dilakukan penilaian histopatologi. Analisis data menggunakan Compusyn dan IBM SPSS v.24 dengan Uji One-Way Anova dilanjutkan Uji LSD. Didapatkan gambaran kerusakan hepatosit yang lebih ringan pada semua kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok sisplatin (p<0,05). Kelompok kombinasi (P5-P8) menunjukkan nilai CI <1 yang mengindikasikan efek protektif yang sinergis. Kombinasi minyak jintan hitam dan madu menghasilkan efek protektif yang sinergis terhadap jaringan hepar tikus yang diberi pajanan sisplatin. Kata Kunci: Antioksidan, minyak jintan hitam, madu, sisplatin, sinergis. Protective Effect of Commercial Black Seed Oil and Honey Combination against Cisplatin-Induced Hepatotoxicity in Rat Abstract Cisplatin is one of anticancer agents that has various side effect, mainly hepatotoxicity. It is known that black seed oil (BSO) and honey (H) are natural ingredients rich in antioxidants and have hepatoprotective effect. To assess the protective effect of the combination of black seed oil and honey on liver histopathology tissue of rats induced with cisplatin This study used a randomized post-test only control group experimental design. Thirty rats were divided into 10 groups: control group; single-treatment groups which were given BSO dose I (1 ml/kgBW) (P1), BSO dose II (2 mL/kgBW) (P2), H dose I (3.7 mL/kgBW) (P3), H dose II (7.4 mL/kgBW) (P4); combination groups which were given BSO dose I and H dose I (P5), BSO dose I and H dose II (P6), BSO dose II and H dose I (P7), BSO dose II and H dose II (P8); and cisplatin group (C). Black seed oil and/or honey were given orally for 21 days. On the 18th day, cisplatin group and all treatment groups were given cisplatin 8 mg/kgBB intraperitoneally. On the 22nd day, the livers were dissected for histopathologic preparations and scoring. Statistical analysis was done by One-Way Anova and LSD Test. Combination index was analyzed by using Compusy.There were significantly reduced damage of hepatocytes in all treatment groups compared to cisplatin groups (p<0.05). The combination groups (P5-P8) showed CI value of less than 1 that indicated synergistic protective effect.Combinations of black seed oil and honey exert a synergistic protective effect on rats liver tissue that is induced with cisplatin. Keywords: Antioxidant, black seed oil, honey, cisplatin, synergism
Peran Ultrasonografi dalam Diagnosis Pneumotoraks pada Kasus Henti Jantung: Laporan Kasus Susilo Chandra
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Vol 7, No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin ultrasonografi (USG) saat ini telah berkembang menjadi lebih ringkas dan mudah dibawa sehingga membuat evaluasi cepat pada pasien dengan keadaan tidak stabil lebih mudah dilakukan. USG memiliki sensitivitas tinggi dibandingkan foto polos toraks dalam deteksi pneumotoraks. Pada laporan kasus ini yang terjadi di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Cipto Mangunkusumo pada bulan November 2018 hendak menggambarkan peran penting USG dalam deteksi dini pneumotoraks. Bayi laki-laki berusia 4 bulan dengan tumor di regio palatum dijadwalkan untuk menjalani eksisi tumor elektif. Pasien memiliki riwayat code blue karena trakeostomi yang bergeser. Pasien mengalami desaturasi intraoperatif dari 100% hingga 80% hingga bradikardia dan akhirnya henti jantung. Dengan menggunakan USG yang diletakkan di hemitoraks kanan dan kiri dapat menemukan bahwa lung sliding tidak ada di paru sebelah kanan. Dengan keadaan pasien yang tidak stabil, dilakukan needle thoracosyntesis dengan jarum 14 Gauge pada celah interkostae kedua sejajar garis midklavikula. Sirkulasi spontan kembali dan saturasi oksigen meningkat hingga 100%. Kata kunci: Ultrasonografi, pneumotoraks, hemitoraks The Role of Ultrasound in Pneumothorax Diagnosis in Cardiac Arrest Patient Abstract As ultrasound machines have become more portable and easier to use, thus allows a rapid evaluation of an unstable patient, at the bedside. Ultrasound has a higher sensitivity than the traditional upright anteroposterior chest radiography for the detection of a pneumothorax. In this report which happened on November 2018 in Cipto Mangunkusumo Hospital would like to highlight the use of ultrasound to detect pneumothorax. A four-months old baby boy with tumor in palatum region was scheduled to undergo elective tumor excision. This patient also with history of code blue because of tracheostomy displacement. After surgery the patient&rsquo;s oxygen saturation gradually decreased from 100% into the low 80s until bradycardia and cardiac arres. Using ultrasound, the right and left hemithoraces were examined. The ultrasound probe was placed on the anterior chest wall at multiple intercostal spaces. Lung sliding was demonstrated on the left lung after the exam, but not on the right lung. Because of the patient&rsquo;s unstable condition, a 14-gauge intravenous catheter was placed superior to the rib at the second intercostal space along the midclavicular line. An immediate return of spontaneous circulation resulted. A chest tube was placed, and the patient&rsquo;s oxygen saturation returned to 100%. Keywords: Ultrasound machines, pneumothorax, hemithorax.
Peran Ekstrak Sargassum duplicatum terhadap Penurunan Edema Sendi Pergelangan Kaki Tikus dengan Artritis Ajuvan yang Terpajan Stresor Dingin Fitri Handajani; SULISTIANA PRABOWO
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Vol 7, No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stresor dingin meningkatkan proses peradangan karena peningkatan produksi reactive oxygen species (ROS). Sargassum duplicatum mengandung antioksidan seperti polifenol (flavonoid dan florotanin) dan fukosantin. Tujuan penelitian ini mengetahui peran ekstrak S.duplicatum (ESD) dalam mengurangi edema dan menghambat ekpresi MMP-3 di sendi pergelangan kaki tikus dengan artritis ajuvan (AA) yang terpajan stresor dingin. Penelitian dilakukan pada bulan Januari - Februari tahun 2017 di Laboratorium Biokimia unit hewan coba Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, Malang. Digunakan 30 tikus AA jantan usia 10-12 minggu yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok yang tidak mendapat perlakuan, kelompok yang dipajankan stresor dingin, dan kelompok yang diberi ekstrak ESD 400 mg/kg BB/hari per oral selama 21 hari serta dipajankan stresor dingin. Tebal sendi pergelangan kaki tikus diukur dengan kaliper dan ekspresi MMP-3 dengan metode imunohistokimia. Hasil uji anova menunjukkan kelompok tikus yang mendapatkan stresor dingin mengalami ketebalan sendi yang berbeda bermakna dengan kelompok tikus tanpa perlakuan (p=0,042) dan pemberian S. duplicatum menurunkan edema kaki tikus (p=0,001) secara bermakna jika dibandingkan kelompok yang hanya mendapat stresor dingin. S. duplicatum menurunkan secara bermakna jumlah sel yang mengekspresi MMP-3 di sendi pergelangan kaki tikus yang mendapatkan stresor dingin (p=0,001). Stresor dingin dapat menimbulkan edema di pergelangan kaki tikus model AA dan pemberian ekstrak S. duplicatum menurunkan edema secara bermakna serta menghambat ekspresi MMP-3 pada tikus model AA Kata kunci: Sargassum duplicatum, artritis ajuvan, MMP-3, stresor dingin. The Role of Sargassum duplicatum Extract to Inhibit Ankle Joint Edema in Adjuvant Arthritic Rat Exposed to Cold Stress Abstract Cold stress increase inflammatory process caused by increasing reactive oxygen species (ROS) production. S. duplicatum contains antioxidants, e.g. polyphenols (flavonoids and phlorotannin). The aim of this research was to show the role of S. duplicatum extract (ESD) to decrease ankle joint edema and inhibit MMP-3 expression in adjuvant arthritic rats (AA) exposed to cold stress. This research was conducted on January - April 2017 in Experimental Animal Unit, Biochemistry Laboratory, Faculty of Mathematics and Science, Brawijaya University, Malang. Thirty male AA rats were used and divided into three groups, i.e group without treatment, group exposed to cold stress, and group that was given ESD 400 mg/kgbw/day per oral for 21 days and exposed to cold stress. The thick of rat&rsquo;s ankle joint was measured by caliper and MMP-3 expression was measured by immunohistochemistry. The results of anova test showed that there was significant different the thick of rat&rsquo;s ankle joint between group of rats received cold stress and group of rats without treatment (p=0,042), and giving S. duplicatum reduced rat&rsquo;s ankle edema significantly (0,001) compared to group of rats that only exposed to cold stress. S. duplicatum reduced significantly the sum of cells that expressed MMP-3 in rat&rsquo;s ankle joint exposed to cold stress (p=0,001). Cold stress caused rat&rsquo;s ankle joint edema in rat AA model and S. duplicatum administration reduced edema and inhibited MMP-3 expression significantly in rat AA model. Keywords: Sargassum duplicatum, adjuvant arthritis, MMP-3, cold stress.
Hubungan Tipe Motivasi terhadap Kejadian Burnout pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada Masa Transisi dari Pendidikan Preklinik ke Klinik Tahun 2018 Nurita Adha Dianti; Ardi Findyartini
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Vol 7, No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa kedokteran mengalami berbagai tahap transisi, salah satunya transisi dari tahap pendidikan preklinik ke klinik yang memberikan tantangan dan tekanan serta mengakibatkan stres bagi mahasiswa. Bila mahasiswa tidak memiliki mekanisme coping yang baik, akan terjadi distress yang menyebabkan depresi, burnout, dan kecemasan. Motivasi adalah faktor penting agar mahasiswa dapat menghadapi stres dan burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan tipe motivasi dengan burnout pada mahasiswa tahap transisi preklinik ke klinik. Penelitian ini dilakukan di FKUI menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan mahasiswa tahun pertama transisi dari preklinik ke klinik. Mahasiswa dibagi empat tipe motivasi berdasarkan analisis motivasi intrinsik dan terkontrol menggunakan kuesioner academic motivation scale. Tipe motivasi mahasiswa dinilai hubungannya dengan komponen burnout. Burnout dinilai dengan kuesioner Maslach Burnout Inventory HSS. Sebanyak 164 mahasiswa diikutsertakan sebagai responden penelitian. Hasilnya didapatkan bahwa tipe motivasi mahasiswa adalah tipe termotivasi minat-status 79,2% (n=130), termotivasi minat 13,41% (n=22), termotivasi rendah 6,09% (n=10), dan termotivasi status 1,2% (n=2) dari populasi. Mahasiswa dengan tipe termotivasi minat memiliki komponen persepsi terhadap prestasi yang lebih tinggi (p=0,03) dan depersonalisasi lebih rendah (p<0,026) dibandingkan tipe termotivasi minat-status. Tipe termotivasi minat berhubungan dengan rendahnya kemungkinan burnout yang ditunjukkan dengan rendahnya depersonalisasi dan tingginya kepuasan terhadap prestasi diri selama pendidikan. Kata kunci: Burnout, FKUI, mahasiswa tahap transisi preklinik ke klinik, tipe motivasi. The Relationship between Type of Motivation and Burnout in Medical Student during Transition from Preclinical to Clinical Stages in Universitas Indonesia 2018 Abstract Medical students should undergo several stages in their education, one of them is transition from preclinical to clinical year. This transition introduces new challenges, environment, and pressures that can cause stress for medical students. If stress cannot be overcome properly, it may cause depression, burnout, and anxiety. Motivation is important for student to cope with stress and burnout. This study hence aimed to assess the relationship between type of motivation and burnout in medical student during the transition period from preclinical to clinical phases. This study was cross-sectional and conducted in FMUI, among medical students in the first year of transition from preclinical to clinical year. Students were categorized into four subgroups through analysis of intrinsic and controlled motivation using Academic Motivation Scale. Group membership is used as an independent variable to assess burnout components. Burnout was measured using Maslach Burnout Inventory. A total of 164 students participated in the study. Four groups were identified: students who were interest-status motivated (n=130, 79,2%), interest-motivated students (n=22, 13.41%), low motivated students (n=10, 6,09%), and status-motivated students (n=2, 1.2%). Interest-motivated students had higher personal accomplishment (p=0.03) and lower depersonalization (p=0.026) compared to interest-status motivated students. The present study shows that students with interest-motivated profile is associated with low burnout which is reflected from low depersonalization and high personal accomplishment in medical training. Keywords: Burnout, FMUI, type of motivation, student, transition from preclinical to clinical year.
Profile of Hypertensive Patients in Indonesia National Referral Hospital Lucky Aziza Bawazier
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Vol 7, No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension as a prevalent chronic disease requires lifelong therapy and cost inefficiency. Nephrology and hypertension department outpatient clinic in national referral hospital is often burdened with overwhelming number of patients. This study is aimed to identify the rate of controlled blood pressure and related factors of patients in dr. Cipto Mangunkusumo National Hospital (CMNH). A cross-sectional study was conducted in CMNH. Data were obtained from medical record of patients admitted for hypertension on May to July 2018. Data reviewed include blood pressure, sociodemographic, medication history, comorbidities, and supporting examinations. Among 301 medical record of patients admitted with hypertension, 37.5% of those patients have uncontrolled hypertension. Chi-square test reveals grade II hypertension (OR: 5.46 95% CI 3.03&mdash;9.83), low adherence (OR: 2.94 95% CI 1.46&mdash;5.92), combination of 3 drugs (OR: 4.80 95% CI 1.18&mdash;19.415), CKD grade IIIa (OR: 0.33 95% CI 0.10&mdash;1.01), grade IV (OR: 0.22 95% CI 0.80&mdash;0.61), and grade V (OR: 0.25 95% CI 0.08&mdash;0.70) to be significant difference. Multivariate analysis showed that on linear regression model, grade II hypertension is an independent variable to uncontrolled blood pressure while higher eGFR is a strong predictor of controlled blood pressure. Keywords: Indonesia, hypertension, national referral hospital. Profil Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Rujukan Nasional Indonesia Abstrak Hipertensi sebagai penyakit kronik membutuhkan pengobatan seumur hidup dan biaya. Klinik rawat jalan nefrologi dan hipertensi di rumah sakit rujukan nasional sering dibebani dengan jumlah pasien yang sangat banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tekanan darah terkontrol dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pasien di RS Pusat Rujukan Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Studi cross-sectional dilakukan di RSCM dengan sumber data dari rekam medis pasien hipertensi yang datang berobat pada bulan Mei hingga Juli 2018 meliputi tekanan darah, sosiodemografi, riwayat pengobatan, komorbiditas, dan pemeriksaan penunjang. Dari 301 catatan medis pasien hipertensi, sebanyak 37,5% pasien menderita hipertensi tidak terkontrol. Uji chi-square menunjukkan perbedaan bermakna pada hipertensi derajat II (OR: 5,46 95% CI 3,03-9,83), kepatuhan rendah (OR: 2,94 95% CI 1,46-55,92), kombinasi 3 obat (OR: 4,80 95% CI 1,18&mdash;19,415), CKD derajat IIIa (OR: 0,33 95% CI 0,10-1,01), derajat IV (OR: 0,22 95% CI 0,80-0,61), dan derajat V (OR: 0,25 95% CI 0,08-0,70). Analisis multivariat menunjukkan bahwa pada model regresi linier, hipertensi derajat II merupakan variabel independen terhadap tekanan darah yang tidak terkontrol dan eGFR yang lebih tinggi merupakan prediktor kuat pada tekanan darah terkontrol. Kata kunci: Indonesia, hipertensi, rumah sakit rujukan nasional.
Model Rekayasa Iptekdokkes: Penanganan Dini Cerebral Small Vessel Disease serta Aplikasinya pada Multiorgan dan Sistem Tubuh sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia Salim Haris
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Vol 7, No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

No abstract
The Potential of Hibiscus sabdariffa Linn. for Treatment of Obesity: Focus on FGF21 in Liver and Adipose Tissue Neng Tine Kartinah; Nisa Kartika Komara; Imelda Rosalyn Sianipar; Nuraini Diah Noviati
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Vol 7, No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesity is one of the health problems associated with FGF21 resistance. FGF21 is a hormone secreted in the liver and plays a role in energy homeostasis in adipose tissue. FGF 21 is used as an alternative for treating obesity. While the potential of H. sabdariffa for weight loss has been acknowledged, H. sabdariffa&rsquo;s ability to handle FGF 21 is still unknown. This study aims to determine the potential of H. sabdariffa in FGF 21 resistance by measuring FGF 21 in adipose and liver tissue. This study was conducted at Biochemistry Animal House Laboratory at Faculty of Medicine Universitas Indonesia in January until May 2019. This experimental studies using 24 male rats for 6-10 weeks were divided into four groups, namely the normal control group (N), the obese control group (Ob), the obese group with H. sabdariffa dose 200 mg/kgBW/day (Ob-Hib 200), and obese groups with H. sabdariffa dose 400 mg/kgBW/day (Ob-Hib 400). H. sabdariffa is given every day for 5 weeks in a row. Examination of FGF21 protein in white adipose tissue and liver using the ELISA test. ANOVA test results showed an increase in FGF21 levels in adipose tissue in obese rats given H. sabdariffa extract dose of 400 mg/kgBW/day (p<0.05) and even significantly different than normal conditions (p<0.05). The results showed that a dose of 400 mg/kgBW had the potential to increase FGF21 levels in the liver (p<0.05). In conclusion, giving extract of H. sabdariffa has the potential for handling FGF21 resistance because H. sabdariffa is able to increase FGF 21 levels in adipose and liver tissue. Keywords: FGF21, H. sabdariffa, obese. Potensi Hibiscus Sabdariffa untuk Mengobati Obesitas: Fokus pada FGF21 di Jaringan Hati dan Adiposa Abstrak Obesitas berhubungan dengan resistensi FGF21. FGF21 merupakan hormon yang disekresikan oleh hati dan berperan dalam homeostasis energi di jaringan adiposa. FGF21 digunakan sebagai alternatif dalam penanganan obesitas, namun potensi H. sabdariffa dalam menurunkan berat badan belum pernah dilakukan dan potensinya dalam pengaturan FGF21 juga belum diketahui. Penelitian bertujuan mengetahui potensi H. sabdariffa dalam mengatasi resistensi FGF21 melalui pengukuran kadar FGG21 di jaringan adiposa dan hati. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hewan Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada bulan Januari-Mei 2019. Studi eksperimental ini menggunakan 24 tikus jantan 6-10 minggu yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok normal (N), kelompok kontrol obese (Ob), kelompok obese dengan pemberian H. sabdariffa 200 mg/kgBB/hari (Ob-Hib 200), dan kelompok obese dengan pemberian H. sabdariffa 400 mg/kgBB/hari (Ob-Hib 400). H. sabdariffa diberikan selama 5 minggu berturut-berturut sehari sekali. Pemeriksaan protein FGF21 di jaringan adiposa dan hati menggunakan metode ELISA. Uji ANOVA menunjukkan peningkatan FGF21 di jaringan adiposa pada tikus obese yang diberikan H. sabdariffa dengan dosis 400 mg/kgBB (p<0,05) dan memiliki perbedaan signifikan dengan kelompok normal (p<005). Selain itu, pemberian H. sabdariffa dengan dosis 400 mg/kg BB pada jaringan hati meningkatkan kadar FGF21 (p<0,05). Disimpulkan H. sabdariffa memiliki potensi untuk mengatasi resistensi FGF21 karena meningkatkan kadar protein FGF21 baik di jaringan adiposa maupun hati. Kata kunci: FGF21, H. sabdariffa, obesitas.

Page 1 of 2 | Total Record : 12