cover
Contact Name
Saleha Sungkar
Contact Email
salehasungkar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejki.fkui@ui.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
eJurnal Kedokteran Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 23501426     EISSN : 23386037     DOI : 10.23886
Core Subject : Health,
Elektronik Journal Kedokteran Indonesia (eJKI) is a peer-reviewed and open access journal that prioritize the publication manuscript of students (medical education program, magister/specialist, doctoral). This journal publishes editorial, research article, reviews, evidence-based case report, and also interesting case reports/case study. eJKI published three times a year (April, August, December) and published by Faculty of Medicine Universitas Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 2, No. 1 (2014): April" : 11 Documents clear
Prevalensi Skabies dan Faktor-faktor yang Berhubungan di Pesantren X, Jakarta Timur Amajida Fadia Ratnasari; Saleha Sungkar
eJournal Kedokteran Indonesia Vol. 2, No. 1 (2014): April
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit yang banyak ditemukan di lingkungan padat penghuni seperti pondok pesantren. Karakteristik santri diduga berperan terhadap kejadian skabies. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi skabies dan hubungannya dengan jenis kelamin dan tingkatpendidikan santri Pesantren X, Jakarta Timur. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dan data diambil pada tanggal 10 Juni 2012 dengan melakukan anamnesis dan pemeriksaan dermatologi terhadap semua santri (192 orang). Data diolah menggunakan program SPSS versi 20.0 dan dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi skabies 51,6% (laki-laki 57,4% dan perempuan 42,9%; tsanawiyah 58,1% dan aliyah 41,3%) dengan lokasi lesi skabies terbanyak di bokong (33,8%) dan di sela jari tangan (29,2%). Uji chi square menunjukkan perbedaan bermakna pada prevalensi skabies berdasarkan jenis kelamin (p=0,048) dan tingkat pendidikan (p=0,023). Disimpulkan prevalensi skabies di Pesantren X, Jakarta Timur adalah51,3% dan berhubungan dengan jenis kelamin dan tingkat pendidikan.Kata kunci: skabies, prevalensi, santri, jenis kelamin, tingkat pendidikan
Prediksi Angka Kekambuhan pada Pasien Skizofrenia Episode Pertama dengan Kepatuhan Berobat Rendah dalam Waktu Tiga Tahun Ayudhia Kartika; Beladenta Amalia; Faathimah M. Ismail; Rian Septian; Rido P. Eled; Julie D. Barliana
eJournal Kedokteran Indonesia Vol. 2, No. 1 (2014): April
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekambuhan pada pasien dengan riwayat skizofrenia episode pertama dapat meningkatkan morbiditas penderita, mulai dari penurunan produktivitas sehari-hari, respons pengobatan yang buruk, hingga biaya pengobatan yang tinggi. Seringkali pengobatan yang diberikan dokter untuk mencegah kekambuhan, tidak dipatuhi pasien. Tujuan studi kasus ini adalah mendapatkan angka kekambuhan dalam jangka waktu 3 tahun pada pasien dewasa yang memiliki riwayat skizofrenia episode pertama dengan kepatuhan berobat rendah. Pencarian dilakukan di PubMed dan Scopus. Setelah dilakukan skrining judul dan abstrak dari 143 artikel menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 4 artikel. Setelah seluruh teks dibaca, didapatkan 2 artikel relevan, kemudian dilakukan telaah kritis. Angka kekambuhan pasien dewasa yang memiliki riwayat skizofrenia episode pertama dengan kepatuhan pengobatan rendah dalam jangka waktu 3 tahun pada dua studi tersebut adalah 57% (95% CI: + 21,2%) dan 93,8% (95% CI: + 3,7%). Disimpulkan kedua studi menunjukkan angka kekambuhan yang tinggi selama 3 tahun pada pasien dewasa skizofreniaepisode pertama dengan kepatuhan pengobatan rendahKata kunci: skizofrenia episode pertama, angka kekambuhan, kepatuhan pengobatan.
The Usage of Oral Anti Hyperglycemic Agent in Gestational Diabetes: Pros and Cons Bram Pradipta; M. Andalas
eJournal Kedokteran Indonesia Vol. 2, No. 1 (2014): April
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The prevalence of gestational diabetes mellitus (GDM) is increasing as the pregnant population becomes older and more obese. Fifteen percent of GDM patients require medical intervention. Insulin is still the drug of choice because it has not been implicated as a teratogen in human pregnancies.Insulin has its disadvantages such as the need for injections, the risk of hypoglycaemia, excessive weight gain and the costs. The use of oral anti hyperglicemic agent (OAHA), traditionally contraindicated, now can be considered as an alternative for insulin which can be beneficial in developing countries. From four groups of OAHA, sulfonylurea and biguanides can be used during pregnancy. Studies and randomized controlled trial (RCT) have been done and most summarized that it does not increase any maternal and perinatal morbidity. Most data also show that thereare also no differences in glycemic control or pregnancy outcomes compared with insulin. There are conflicting data shows metformin increase prevalence of preeclampsia patient and perinatal morbidity. OAHA usage, although not yet recommended internationally, can be considered in GDMpatients with uncontrolled blood sugar levels that require medical intervention but can not use insulin. Wellconducted, prospective, controlled studies regarding itsfeasibility in pregnant women with diabetes are still needed.Keywords:oral antihyperglycemic agent, gestational, diabetes
Determination of Genotype of Dengue Virus Serotype 1 by Using Primer Design Cita Christine Mayorita; Beti Ernawati Dewi
eJournal Kedokteran Indonesia Vol. 2, No. 1 (2014): April
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue fever has become a worldwide health problem. This disease occurs more and more frequently and often cause death, especially in some Asian countries including Indonesia. The purpose of this study was to determine the genotype of dengue virus serotype 1 in Indonesia by using primer design as a base to take part in the development of diagnostics and vaccines of the dengue virus. This research consisted of 100 respondents; male and female aged 14-60 years. All samples were selected by consecutive sampling and dengue viruses used in this study were randomly selected in March-December 2010. The next step was sequencing process in January-October 2011 in the Department of Microbiology FKUI by using cross sectional design. The result of this study was dengue virus serotype 1 strains from Indonesia belonged to genotype 4. Keywords: genotype of dengue virus serotype 1, Indonesia, diagnostic, vaccine
Hubungan Ukuran Lingkar Lengan Atas Ibu Hamil dengan Risiko Kejadian Persalinan Preterm di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur AR Fitri; CPZ Lang; D Framitasari; F Ratnasari; FMS Ringgo; H Hadiansyah; K Sumapraja
eJournal Kedokteran Indonesia Vol. 2, No. 1 (2014): April
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelahiran prematur tetap menjadi salah satu penyebab terbesar mortalitas dan morbiditas perinatal di seluruh dunia. Persalian preterm biasanya sangat berhubungan dengan kejadian infeksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan ukuran lingkar lengan atas < 23 cm pada ibu hamil trimester pertama dengan resiko terjadinya persalinan preterm. Hal ini akan coba diteliti mengingat kelahiran preterm cenderung berkaitan dengan bayi BBLR danstatus nutrisi ibu yang buruk. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan jumlah total sampel sebanyak 105 yang dibagi ke dalam 2 kelompok kasus dan kontrol. Data yang digunakan berupa data sekunder, yaitu rekam medis pasien yang menjalani persalinan dan asuhanantenatal di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati dalam rentang waktu Januari hingga Desember 2013. Data dianalisis dengan uji hipotesis Chi-Square (p<0,05) dan didapatkan rasio odds untuk setiap kelompok dengan menggunakan spss 11.5 for Windows. Dari analisis terhadap 105 sampel didapatkan hasil tidak terdapat hubungan antara LILA < 23 cm dengan resiko terjadinya persalinan preterm (p= 0,256). Odds rasio untuk kelompok kasus dan kontrol adalah 1,8 (95%CI 0,6-4,8). Karena CI melewati angka 1 maka tidak terdapat hubungan antara LILA < 23 cm dengan persalinanpreterm. Penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara lingkar lengan atas kurang dari 23 cm dengan resiko kejadian persalinan preterm.Kata kunci: Persalinan, Preterm, LILA
Peran Glutathion pada Kegagalan Terapi Klorokuin Ika Puspa Sari
eJournal Kedokteran Indonesia Vol. 2, No. 1 (2014): April
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria adalah penyakit tropik mematikan dan mengancam 200-300 juta jiwa di dunia. WHO menyatakan, terdapat lebih dari 2 juta kematian akibat malaria setiap tahunnya. Walaupun insiden malaria cenderung menetap sejak akhir tahun 1990, resistensi obat antimalaria akibat penggunaanberlebihan menjadi masalah global. Penelitian terakhir menyatakan bahwa mekanisme resistensi antimalaria dipengaruhi peningkatan glutation intra-eritrosit di eritrosit yang terinfeksi. Peran glutathion pada Plasmodium terhadap resistensi klorokuin penting diketahui, terutama untuk dijadikan sebagai prospek target obat dalam eradikasi malaria. Pengetahuan akan karakteristik dan peran glutathion diharapkan dapat menjelaskan informasi penting mengenai fungsi dan hubungan antara glutathion dengan parasit malaria. Kata kunci: malaria, Plasmodium, resistensi, glutathion
Harapan Baru Penyandang Diabetes Mellitus pada Era Jaminan Kesehatan Nasional 2014 Pradana Soewondo
eJournal Kedokteran Indonesia Vol. 2, No. 1 (2014): April
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

...
Perbandingan Rumus Johnson-Tohsach dengan Rumus South Africa Dalam Menentukan Taksiran Berat Janin di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur Randy S.N. Rusdy; Farah A. Yasmin; Lia A.T. Putri; Oktrian Oktrian; Benedicte L.F; Arietta Pusponegoro
eJournal Kedokteran Indonesia Vol. 2, No. 1 (2014): April
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akurasi dari estimasi berat janin merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan perencanaan dan manajemen proses persalinan sehingga klinisi dapat memprediksi komplikasi yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan membandingkan akurasi rumus Johnson-Toshach dengan rumus taksiran berat janin yang diperoleh Buchmann,et al pada populasi di Afrika Selatan dalam memprediksi taksiran berat janin pada bayi yang lahir di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo pada tahun 2013 dengan desain cross-sectional dan menggunakan data sekunder. Total sampel sebanyak 161 subyek. Hasil perbandingan didapatkan taksiran berat janin kedua rumus memiliki hubungan bermakna dengan berat aktual bayi dengan korelasi positif kuat. Pada beratbayi normal, rumus Johnson-Toshach dapat memprediksi berat janin lebih mendekati berat aktual bayi, sedangkan rumus Buchmann cenderung overestimasi terhadap TBJ. Kata kunci: taksiran berat janin (TBJ), berat lahir bayi, Johnson-Tohsach, Buchmann et al
Hubungan Faktor Individu dan Lingkungan dengan Kejadian Malaria di Desa Sungai Ayak 3 Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau Santy Santy; Agus Fitriangga; Diana Natalia
eJournal Kedokteran Indonesia Vol. 2, No. 1 (2014): April
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor individu dan faktor lingkungan dengan kejadian malaria di Desa Sungai Ayak 3 Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau.Rancangan penelitian adalah analitik observasional yaitu studi kasus-kontrol. Data diambil dengan kuesioner dan observasi ke rumah responden dan dianalisis dengan uji chi-square.Jumlah sampel penelitian adalah 132 responden yang terdiri atas 66 kasus dan 66 kontrol. hasil penelitian menunjukkan kebiasaan pemakaian kelambu (p=0,005), kebiasaan pemakaian obat anti nyamuk (p=0,041) dan kebiasaan beraktivitas di luar rumah malam hari (p<0,001) memilikihubungan dengan kejadian malaria. Kejadian malaria tidak berhubungan dengan pengetahuan (p=0,176), sikap (p=0,559) dan keberadaan tempat perindukan nyamuk (p=0,141). Faktor risiko kejadian malaria adalah kebiasaan tidak memakai kelambu, tidak memakai obat anti nyamuk dan beraktivitas di luar rumah pada malam hari.Kata kunci: malaria, pengetahuan, sikap, perilaku, lingkungan
Treatment Failure in Tuberculosis Patient: The Role of Smoking Habit AP Susanto; AA Sani; T Supit; NH Utama; R Andika; TH Arista; F Moegni
eJournal Kedokteran Indonesia Vol. 2, No. 1 (2014): April
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia faces high burden of Tuberculosis (TB) each year. At the same time, smoking is considered to be common, especially in men. A number of TB patients, who receive standard regimen of TB therapy, would not easily give up on smoking, despite extensive advices from healthcare providers. This report aims to show evidence whether cigarette smoking increases the rate of treatment failure of standard anti-TB regiment in patients with pulmonary TB. Systematic search was done in two databases: Medline and Scopus. Cohort studies were selected as appropriate study design to answer a prognosis question. Two cohort studies are found to berelevant with this report. Treatment failures upon standard regimen of TB therapy are 6.9% and &reg; 1.7% in both studies. Smoking habit has been demonstrated to increase the likelihood of treatment failure with OR 2.37 (95% CI: 1.24 &ndash; 4.54) and 7.489 (95% CI: 0.93 &ndash; 60.30). In conclusion,treatment failure in standard TB therapy is small. Smoking habit increases the treatment failure of standard anti-TB regiment in patients with pulmonary TB. Keywords: smoking, tuberculosis, treatment failure

Page 1 of 2 | Total Record : 11