cover
Contact Name
Siti Mutrofin
Contact Email
sitimutrofin@ft.unipdu.ac.id
Phone
+6287852416880
Journal Mail Official
teknologi@ft.unipdu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Sistem Informasi, Unipdu Kompleks Ponpes Darul 'Ulum Peterongan, Jombang, Jawa timur, 61481
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
ISSN : 20878893     EISSN : 25273671     DOI : -
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi published by the Department of Information Systems Unipdu Jombang. TEKNOLOGI published twice a year, in January and July, TEKNOLOGI includes research in the field of Information Technology Design and Development of Information Systems; Business intelligence; Functions and Organization Management Information Systems; and others. Editors invite lecturers researchers, reviewers, practitioners, industry, and observers to contribute to this journal. The language used in the form of Indonesian and English. TEKNOLOGI is the national scientific journals are open to seeking innovation, creativity and novelty. Either in the form of letters, research notes, Articles, supplemental Articles Articles or reviews in the field of information systems and information technology. TEKNOLOGI aims to achieve state-of-the-art in the theory and application of this field. TEKNOLOGI provide a platform for scientists and academics across Indonesia to promote, share, and discuss new issues and the development of information systems and information technology.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2011): July" : 14 Documents clear
SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT INFEKSI TROPIS DENGAN MENGGUNAKAN FORWARD DAN BACKWARD CHAINING Satyareni, Diema Hernyka
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 1, No 2 (2011): July
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.571 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v1i2.50

Abstract

ABSTRAK Terminologi Sistem Pakar diartikan sebagai sistem komputer yang dapat melakukan penghampiran terhadap logika pengambilan keputusan dari manusia pakar. Dengan menggunakan logika inferensi forward untuk membuat diagnosis awalnya dan backward chaining digunakan untuk proses konsultasi diharapkan dapat dibangun sebuah sistem pakar yang berbasis teknologi informasi untuk membuat diagnosis penyakit infeksi tropis. Hasil aplikasi yang telah dibuat mendekati hasil diagnosis yang dibuat seorang dokter penyakit infeksi tropis. Kata kunci : penyakit infeksi tropis, inferensi forward dan backward  chaining ABSTRACT Expertise system in terminology is a computer system aiming for closest estimation trough the decision making logical from the expert. Using “forward inference” logical for initial diagnosis and “backward chaining” for consulting processes, hopefully an information technology expertise system could be built to diagnose the tropical infection diseases and the result is as close as the expert, in this case a specialist doctor for tropical infection diseases, made. Key words: tropical infection diseases, forward and backward chaining inference
SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT INFEKSI TROPIS DENGAN MENGGUNAKAN FORWARD DAN BACKWARD CHAINING Satyareni, Diema Hernyka
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 1, No 2 (2011): July
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v1i2.50

Abstract

ABSTRAK Terminologi Sistem Pakar diartikan sebagai sistem komputer yang dapat melakukan penghampiran terhadap logika pengambilan keputusan dari manusia pakar. Dengan menggunakan logika inferensi forward untuk membuat diagnosis awalnya dan backward chaining digunakan untuk proses konsultasi diharapkan dapat dibangun sebuah sistem pakar yang berbasis teknologi informasi untuk membuat diagnosis penyakit infeksi tropis. Hasil aplikasi yang telah dibuat mendekati hasil diagnosis yang dibuat seorang dokter penyakit infeksi tropis. Kata kunci : penyakit infeksi tropis, inferensi forward dan backward  chaining ABSTRACT Expertise system in terminology is a computer system aiming for closest estimation trough the decision making logical from the expert. Using “forward inference” logical for initial diagnosis and “backward chaining” for consulting processes, hopefully an information technology expertise system could be built to diagnose the tropical infection diseases and the result is as close as the expert, in this case a specialist doctor for tropical infection diseases, made. Key words: tropical infection diseases, forward and backward chaining inference
VIRTUAL CLASS SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS STUDENT-CENTERED LEARNING DI PERGURUAN TINGGI Prassida, Grandys Frieska; Muklason, Ahmad
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 1, No 2 (2011): July
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.322 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v1i2.55

Abstract

ABSTRAK Metode pembelajaran berpusat pada siswa (Student-Centered Learning) memberikan ruang gerak lebih bagi mahasiswa untuk dapat berpartisipasi aktif dalam aktivitas perkuliahan di Perguruan Tinggi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Melalui penerapan Student-Centered Learning ini maka mahasiswa dapat mengoptimalkan kemampuannya dalam belajar kreatif dan mandiri sehingga peran dosen dalam proses pembelajaran lebih diarahkan sebagai pendamping dan fasilitator belajar mahasiswa. Untuk mendukung penerapan Student-Centered Learning ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT) dalam berbagai macam strategi pembelajaran, salah satunya adalah dengan mengimplementasikan konsep kelas virtual (Virtual Class). Kata kunci : student-centered learning, information and communication technology, strategi pembelajaran, virtual class ABSTRACT Student Centered Learning (SCL) gives students some extra space for actively participating in every learning activity in the university according to their aiming competence. In this SCL application, student hopefully could optimize their ability in creative and self study learning so that lecturers are just stay as their study supervisor and facilitator. Information and Communication Technology (ICT) is then used to draw on this as a SCL booster in every learning strategy, such as implementing Virtual Class. Key words : student centered learning, information and communication technology, learning strategy, virtual class
VIRTUAL CLASS SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS STUDENT-CENTERED LEARNING DI PERGURUAN TINGGI Prassida, Grandys Frieska; Muklason, Ahmad
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 1, No 2 (2011): July
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v1i2.55

Abstract

ABSTRAK Metode pembelajaran berpusat pada siswa (Student-Centered Learning) memberikan ruang gerak lebih bagi mahasiswa untuk dapat berpartisipasi aktif dalam aktivitas perkuliahan di Perguruan Tinggi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Melalui penerapan Student-Centered Learning ini maka mahasiswa dapat mengoptimalkan kemampuannya dalam belajar kreatif dan mandiri sehingga peran dosen dalam proses pembelajaran lebih diarahkan sebagai pendamping dan fasilitator belajar mahasiswa. Untuk mendukung penerapan Student-Centered Learning ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT) dalam berbagai macam strategi pembelajaran, salah satunya adalah dengan mengimplementasikan konsep kelas virtual (Virtual Class). Kata kunci : student-centered learning, information and communication technology, strategi pembelajaran, virtual class ABSTRACT Student Centered Learning (SCL) gives students some extra space for actively participating in every learning activity in the university according to their aiming competence. In this SCL application, student hopefully could optimize their ability in creative and self study learning so that lecturers are just stay as their study supervisor and facilitator. Information and Communication Technology (ICT) is then used to draw on this as a SCL booster in every learning strategy, such as implementing Virtual Class. Key words : student centered learning, information and communication technology, learning strategy, virtual class
PENGARUH MODEL JARINGAN TERHADAP OPTIMASI ROUTING OPEN SHORTEST PATH FIRST (OSPF) Moonlight, Lady Silk; Suhardi, Suhardi
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 1, No 2 (2011): July
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.937 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v1i2.56

Abstract

ABSTRAK Routing merupakan proses mengirim data dari satu network ke network lain. Dengan dynamic routing maka mekanisme routing dilakukan secara dinamis dengan menentukan jarak terpendek secara cepat dan akurat antara peralatan pengirim dan penerima. Open Shortest Path First (OSPF) merupakan salah satu protokol dynamic routing yang menggunakan algoritma link-state untuk membangun dan menghitung jalur terpendek ke semua tujuan yang diketahui. OSPF mendistribusikan informasi routing antara router-router autonomous system (AS). OSPF memiliki titik berat pada kinerja processor, kebutuhan memori dan konsumsi bandwidth. Oleh karena itu perlu mengoptimalkan kinerja protokol routing OSPF terutama masalah pengaruh bandwith dengan menentukan model dan area jaringan routing OSPF. Kata kunci : routing, rynamic routing, OSPF ABSTRACT Data sending processes from one to the other networks is called to be Routing. Using the dynamic routing, the routing mechanism is dynamically done by swiftly and accurately determining the shortest route between sender and receiver. One of the dynamic routing protocols is the Open shortest path first (OSPF) using link-state algorithm to build and count the shortest route to the all known destination. OSPF distributes routing information between system autonomous routers (AS). The focus of OSPF is in the processor activity, memory needs and bandwidth consumption.  There are needs to optimize OSPF routing protocol activity by determining OSPF routing network area and model especially to the bandwidth influence. Key words: routing, dynamic routing, OSPF
PENGARUH MODEL JARINGAN TERHADAP OPTIMASI ROUTING OPEN SHORTEST PATH FIRST (OSPF) Moonlight, Lady Silk; Suhardi, Suhardi
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 1, No 2 (2011): July
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v1i2.56

Abstract

ABSTRAK Routing merupakan proses mengirim data dari satu network ke network lain. Dengan dynamic routing maka mekanisme routing dilakukan secara dinamis dengan menentukan jarak terpendek secara cepat dan akurat antara peralatan pengirim dan penerima. Open Shortest Path First (OSPF) merupakan salah satu protokol dynamic routing yang menggunakan algoritma link-state untuk membangun dan menghitung jalur terpendek ke semua tujuan yang diketahui. OSPF mendistribusikan informasi routing antara router-router autonomous system (AS). OSPF memiliki titik berat pada kinerja processor, kebutuhan memori dan konsumsi bandwidth. Oleh karena itu perlu mengoptimalkan kinerja protokol routing OSPF terutama masalah pengaruh bandwith dengan menentukan model dan area jaringan routing OSPF. Kata kunci : routing, rynamic routing, OSPF ABSTRACT Data sending processes from one to the other networks is called to be Routing. Using the dynamic routing, the routing mechanism is dynamically done by swiftly and accurately determining the shortest route between sender and receiver. One of the dynamic routing protocols is the Open shortest path first (OSPF) using link-state algorithm to build and count the shortest route to the all known destination. OSPF distributes routing information between system autonomous routers (AS). The focus of OSPF is in the processor activity, memory needs and bandwidth consumption.  There are needs to optimize OSPF routing protocol activity by determining OSPF routing network area and model especially to the bandwidth influence. Key words: routing, dynamic routing, OSPF
LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS DALAM PENINGKATAN DAYA SAING UNIVERSITAS MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI Masrur, Mukhamad
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 1, No 2 (2011): July
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.332 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v1i2.57

Abstract

ABSTRAK Teknologi Informasi mempunyai peranan sangat penting dalam upaya peningkatan daya saing perguruan tinggi saat ini. Salah satu bentuk teknologi informasi yang sering digunakan adalah internet beserta aplikasinya. Upaya peningkatan daya saing perguruan tinggi melalui internet adalah dengan cara membangun website universitas yang bisa disebut sebagai web portal sebagai ujung tombak dalam merealisasikan cita cita sebagai universitas nomer satu di dunia, didukung dengan Search Engine Optimization (SEO) sebagai cara untuk memudahkan website universitas untuk dicari melalui mesin pencari seperti google, serta adanya webometric sebagai aplikasi berbasis web yang berguna untuk pemeringkatan website universitas seluruh dunia.Website universitas tentunya harus terdaftar pada perangkat teknologi informasi yang telah disebutkan, sehingga kita bisa memantau dan menindak lanjuti hasil dari pemeringkatan webometric. Oleh karena itu seluruh sumberdaya yang berada dilingkungan universitas hendaknya diberdayakan sesuai dengan tri dharma perguruan tingg, baik staft, pimpinan, dosen maupun mahasiswa turut berperan dalam upaya meningkatkan peringkat website universitas pada webometric. Demikianlah langkah strategis yang bisa diambil dalam upaya peningkatan daya saing universitas secara global Kata kunci : teknologi informasi, website, SEO, webomatric ABSTRACT Nowadays, the information technology has a very large and important usefulness in the competitive escalation effort in universities. One of the very vast information technology used is the internet together with its applications. One of the universities competitive escalation effort troughs the internet applications is by universities website making called to be a portal web as a top point in realizing a number one university in the world, supported by the Search Engine Optimization (SEO) as the way to facilitating university website search i.e. Google, and webometric as a web application for universities web ranks in all over the world. The university website, definitely, should be listed in the information technology sets mentioned so the webometric’s ranks can be monitored and followed up. For aiming that goal, all the university’s sources and all the manpower i.e. the staff, lecturers, deans and also students, should be carried out. Key words: information technology, website, SEO, webomatric
LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS DALAM PENINGKATAN DAYA SAING UNIVERSITAS MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI Masrur, Mukhamad
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 1, No 2 (2011): July
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v1i2.57

Abstract

ABSTRAK Teknologi Informasi mempunyai peranan sangat penting dalam upaya peningkatan daya saing perguruan tinggi saat ini. Salah satu bentuk teknologi informasi yang sering digunakan adalah internet beserta aplikasinya. Upaya peningkatan daya saing perguruan tinggi melalui internet adalah dengan cara membangun website universitas yang bisa disebut sebagai web portal sebagai ujung tombak dalam merealisasikan cita cita sebagai universitas nomer satu di dunia, didukung dengan Search Engine Optimization (SEO) sebagai cara untuk memudahkan website universitas untuk dicari melalui mesin pencari seperti google, serta adanya webometric sebagai aplikasi berbasis web yang berguna untuk pemeringkatan website universitas seluruh dunia.Website universitas tentunya harus terdaftar pada perangkat teknologi informasi yang telah disebutkan, sehingga kita bisa memantau dan menindak lanjuti hasil dari pemeringkatan webometric. Oleh karena itu seluruh sumberdaya yang berada dilingkungan universitas hendaknya diberdayakan sesuai dengan tri dharma perguruan tingg, baik staft, pimpinan, dosen maupun mahasiswa turut berperan dalam upaya meningkatkan peringkat website universitas pada webometric. Demikianlah langkah strategis yang bisa diambil dalam upaya peningkatan daya saing universitas secara global Kata kunci : teknologi informasi, website, SEO, webomatric ABSTRACT Nowadays, the information technology has a very large and important usefulness in the competitive escalation effort in universities. One of the very vast information technology used is the internet together with its applications. One of the universities competitive escalation effort troughs the internet applications is by universities website making called to be a portal web as a top point in realizing a number one university in the world, supported by the Search Engine Optimization (SEO) as the way to facilitating university website search i.e. Google, and webometric as a web application for universities web ranks in all over the world. The university website, definitely, should be listed in the information technology sets mentioned so the webometric’s ranks can be monitored and followed up. For aiming that goal, all the university’s sources and all the manpower i.e. the staff, lecturers, deans and also students, should be carried out. Key words: information technology, website, SEO, webomatric
PERAN STRATEGIS CHIEF INFORMATION OFFICER (CIO) DI PERGURUAN TINGGI DALAM MEMBANGUN COMPETITIVE ADVANTAGE Murtadho, Mohamad Ali
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 1, No 2 (2011): July
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.088 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v1i2.58

Abstract

ABSTRAK Perguruan tinggi tergolong dalam industri  quasi-commercial, selain memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, juga menerapkan prinsip-prinsip manajemen industri komersial untuk mendapatkan dana sebagai pendukung keberlangsungan hidup universitas. Karakteristik perguruan tinggi yang demikian itu, menjadikan teknologi informasi (TI) menjadi sangat penting. Adanya kegagalan dalam implementasi  TI  dalam Universitas akan dipandang negatif oleh banyak pihak. Karenanya, IT governance saat ini menjadi salah satu critical success factor (CSF) bagi para pemimpin dan mitra perguruan tinggi untuk mengoptimalkan peran IT dalam efektifitas peningkatan aset, capaian kinerja, sasaran, tujuan, visi dan visi organisasi. Sejalan dengan perubahan keberadaan fungsi TI dari level operasional menjadi strategis di dalam suatu organisasi, muncul pula suatu manajerial baru yang disebut sebagai Chief Information Officer (CIO). Keberadaan CIO untuk organisasi yang sangat menggantungkan aktivitas bisnisnya sehari-hari pada sistem informasi dan teknologi Informasi (SITI) merupakan suatu keharusan. Tanpa adanya fungsi strategis dari sistem dan teknologi informasi, perusahaan yang bersangkutan akan mengalami permasalahan yang sangat serius. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimana karakteristik dan peranan TI di perguruan tinggi sehingga membutuhkan tata kelola yang baik dan bagaimana peran strategis CIO  dalam organisasi. Tulisan ini berusaha menjawab kedua pertanyaan tersebut. Kata kunci: IT governance, chief information officer (CIO), teknologi informasi (TI), sistem informasi dan teknologi informasi (SITI) ABSTRACT Universities belong to the quasi-commercial industry, in addition to provide educational services to the community, also apply the principles of management of commercial industry to raise funds to support the survival of the university. Characteristics of such universities, making information technology (IT) becomes very important. The failure have occurred in the implementation of IT within the university would be viewed negatively by many. Therefore, IT governance is now a critical success factor one (CSF) for leaders and college partners to optimize the role of IT in increasing asset effectiveness, achievement of performance, goals, objectives, vision and the vision of the organization. In line with changes in the presence of IT functions from operational to strategic level within an organization, there are also some new managerial known as the Chief Information Officer (CIO). The existence of CIO for an organization that is dependent activities of dailybusiness in the information systems and information technology (SITI) is a must.Without the strategic function of the system and information technology, the company concerned will have a very serious problem. The question that arises thenis how the characteristics and role of IT in higher education and thus require good governance and how the CIO's strategic role within the organization. This article tries to answer both questions. Key words: IT governance, chief information officer (CIO), information technology (IT), systems information and technology information (SITI)
PERAN STRATEGIS CHIEF INFORMATION OFFICER (CIO) DI PERGURUAN TINGGI DALAM MEMBANGUN COMPETITIVE ADVANTAGE Murtadho, Mohamad Ali
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 1, No 2 (2011): July
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v1i2.58

Abstract

ABSTRAK Perguruan tinggi tergolong dalam industri  quasi-commercial, selain memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, juga menerapkan prinsip-prinsip manajemen industri komersial untuk mendapatkan dana sebagai pendukung keberlangsungan hidup universitas. Karakteristik perguruan tinggi yang demikian itu, menjadikan teknologi informasi (TI) menjadi sangat penting. Adanya kegagalan dalam implementasi  TI  dalam Universitas akan dipandang negatif oleh banyak pihak. Karenanya, IT governance saat ini menjadi salah satu critical success factor (CSF) bagi para pemimpin dan mitra perguruan tinggi untuk mengoptimalkan peran IT dalam efektifitas peningkatan aset, capaian kinerja, sasaran, tujuan, visi dan visi organisasi. Sejalan dengan perubahan keberadaan fungsi TI dari level operasional menjadi strategis di dalam suatu organisasi, muncul pula suatu manajerial baru yang disebut sebagai Chief Information Officer (CIO). Keberadaan CIO untuk organisasi yang sangat menggantungkan aktivitas bisnisnya sehari-hari pada sistem informasi dan teknologi Informasi (SITI) merupakan suatu keharusan. Tanpa adanya fungsi strategis dari sistem dan teknologi informasi, perusahaan yang bersangkutan akan mengalami permasalahan yang sangat serius. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimana karakteristik dan peranan TI di perguruan tinggi sehingga membutuhkan tata kelola yang baik dan bagaimana peran strategis CIO  dalam organisasi. Tulisan ini berusaha menjawab kedua pertanyaan tersebut. Kata kunci: IT governance, chief information officer (CIO), teknologi informasi (TI), sistem informasi dan teknologi informasi (SITI) ABSTRACT Universities belong to the quasi-commercial industry, in addition to provide educational services to the community, also apply the principles of management of commercial industry to raise funds to support the survival of the university. Characteristics of such universities, making information technology (IT) becomes very important. The failure have occurred in the implementation of IT within the university would be viewed negatively by many. Therefore, IT governance is now a critical success factor one (CSF) for leaders and college partners to optimize the role of IT in increasing asset effectiveness, achievement of performance, goals, objectives, vision and the vision of the organization. In line with changes in the presence of IT functions from operational to strategic level within an organization, there are also some new managerial known as the Chief Information Officer (CIO). The existence of CIO for an organization that is dependent activities of dailybusiness in the information systems and information technology (SITI) is a must.Without the strategic function of the system and information technology, the company concerned will have a very serious problem. The question that arises thenis how the characteristics and role of IT in higher education and thus require good governance and how the CIO's strategic role within the organization. This article tries to answer both questions. Key words: IT governance, chief information officer (CIO), information technology (IT), systems information and technology information (SITI)

Page 1 of 2 | Total Record : 14