cover
Contact Name
Siti Mutrofin
Contact Email
sitimutrofin@ft.unipdu.ac.id
Phone
+6287852416880
Journal Mail Official
teknologi@ft.unipdu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Sistem Informasi, Unipdu Kompleks Ponpes Darul 'Ulum Peterongan, Jombang, Jawa timur, 61481
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
ISSN : 20878893     EISSN : 25273671     DOI : -
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi published by the Department of Information Systems Unipdu Jombang. TEKNOLOGI published twice a year, in January and July, TEKNOLOGI includes research in the field of Information Technology Design and Development of Information Systems; Business intelligence; Functions and Organization Management Information Systems; and others. Editors invite lecturers researchers, reviewers, practitioners, industry, and observers to contribute to this journal. The language used in the form of Indonesian and English. TEKNOLOGI is the national scientific journals are open to seeking innovation, creativity and novelty. Either in the form of letters, research notes, Articles, supplemental Articles Articles or reviews in the field of information systems and information technology. TEKNOLOGI aims to achieve state-of-the-art in the theory and application of this field. TEKNOLOGI provide a platform for scientists and academics across Indonesia to promote, share, and discuss new issues and the development of information systems and information technology.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2020): January" : 11 Documents clear
Pengembangan sistem otomatisasi pembangkitan kasus uji dengan algoritma genetika dan test case generation method Setyawan, Moh Arsyad Mubarak; Pradana, Fajar; Priyambadha, Bayu
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2305.448 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.1912

Abstract

Pengujian perangkat lunak merupakan salah satu bagian penting dari pembuatan perangkat lunak. Pada pengujian perangkat lunak terdapat pengujian unit. Pengujian unit merupakan proses pengujian komponen yang berfokus untuk memverifikasi unit terkecil pada perancangan perangkat lunak. Pada tahap pengujian unit terdapat proses pembangkitan kasus uji. Selama ini, pembangkitan kasus uji dari suatu kode program dilakukan secara manual se-hingga membutuhkan waktu yang lama. Hal ini dikarenakan banyaknya kemungkinan jalur pada kode sumber yang akan diuji.  Dalam penelitian ini dibangun suatu sistem otomatis untuk membangkitkan kasus uji. Alur kerja sistem dimulai dari analisa kode sumber dengan Spoon Library, selanjutnya dibentuk CFG (Control Flow Graph) dan DDG (Dynamic Directed Graph). Dari DDG tersebut akan dibangkitkan jalur layak yang terdapat pada DDG, dengan menggunakan algoritma genetika diharapkan dapat mengoptimalkan penentuan jalur independen. Dari masing-masing jalur independen akan dibangkitkan kasus ujinya dengan metode test case generation. Pengujian akurasi sistem pada sistem otomatisasi pembangkit kasus uji dengan jumlah populasi 5, 10 dan 15 serta jumlah maksimum generasi 50, 100, 200 dan 250 dihasilkan jumlah populasi paling optimal yaitu 10 dan maksimum generasi optimal yaitu 200 dengan akurasi 93,33%. Pada jumlah populasi dan maksimum generasi sesudahnya tidak terjadi peningkatan akurasi yang signifikan. Tiap peningkatan jumlah populasi dan maksimum generasi dapat meningkatkan akurasi sistem.  Software testing is one of the most important part of making software. On the software testing there are unit testing. Unit Testing is a process for verifying component, focusing on the smallest unit of software design. In the unit testing phase contained test case generation process. During this time, the generation of test cases of a program code is done manually. In this study, constructed an automated system to generate test cases. The workflow system starts from the analysis of the source code with the library spoon and then create CFG (Control Flow Graph) and DDG (Dynamic Directed graph). From the DDG will be raised feasible path using a genetic algorithm. Furthermore, from fea-sible path sought independenth path which is a path base d on the level of uniqueness of the path to the other path. From each independenth path raised the test case with a test case generation method. Testing accuracy of the system on the automation system generating test cases with populations of 5,10 and 15 as well as the maximum number of generations 50, 100, 200 and 250 produced the most optimal population number is 15 and the most optimal maximum generation is 200 with accuracy 93.33%. Each increase in the number of population and maximum generation can improve the accuracy of the system. Level accuracy with population number over 10 and maximum generation over 200 has no increace accuracy significant.
Pengembangan sistem otomatisasi pembangkitan kasus uji dengan algoritma genetika dan test case generation method Setyawan, Moh Arsyad Mubarak; Pradana, Fajar; Priyambadha, Bayu
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.1912

Abstract

Pengujian perangkat lunak merupakan salah satu bagian penting dari pembuatan perangkat lunak. Pada pengujian perangkat lunak terdapat pengujian unit. Pengujian unit merupakan proses pengujian komponen yang berfokus untuk memverifikasi unit terkecil pada perancangan perangkat lunak. Pada tahap pengujian unit terdapat proses pembangkitan kasus uji. Selama ini, pembangkitan kasus uji dari suatu kode program dilakukan secara manual se-hingga membutuhkan waktu yang lama. Hal ini dikarenakan banyaknya kemungkinan jalur pada kode sumber yang akan diuji.  Dalam penelitian ini dibangun suatu sistem otomatis untuk membangkitkan kasus uji. Alur kerja sistem dimulai dari analisa kode sumber dengan Spoon Library, selanjutnya dibentuk CFG (Control Flow Graph) dan DDG (Dynamic Directed Graph). Dari DDG tersebut akan dibangkitkan jalur layak yang terdapat pada DDG, dengan menggunakan algoritma genetika diharapkan dapat mengoptimalkan penentuan jalur independen. Dari masing-masing jalur independen akan dibangkitkan kasus ujinya dengan metode test case generation. Pengujian akurasi sistem pada sistem otomatisasi pembangkit kasus uji dengan jumlah populasi 5, 10 dan 15 serta jumlah maksimum generasi 50, 100, 200 dan 250 dihasilkan jumlah populasi paling optimal yaitu 10 dan maksimum generasi optimal yaitu 200 dengan akurasi 93,33%. Pada jumlah populasi dan maksimum generasi sesudahnya tidak terjadi peningkatan akurasi yang signifikan. Tiap peningkatan jumlah populasi dan maksimum generasi dapat meningkatkan akurasi sistem.  Software testing is one of the most important part of making software. On the software testing there are unit testing. Unit Testing is a process for verifying component, focusing on the smallest unit of software design. In the unit testing phase contained test case generation process. During this time, the generation of test cases of a program code is done manually. In this study, constructed an automated system to generate test cases. The workflow system starts from the analysis of the source code with the library spoon and then create CFG (Control Flow Graph) and DDG (Dynamic Directed graph). From the DDG will be raised feasible path using a genetic algorithm. Furthermore, from fea-sible path sought independenth path which is a path base d on the level of uniqueness of the path to the other path. From each independenth path raised the test case with a test case generation method. Testing accuracy of the system on the automation system generating test cases with populations of 5,10 and 15 as well as the maximum number of generations 50, 100, 200 and 250 produced the most optimal population number is 15 and the most optimal maximum generation is 200 with accuracy 93.33%. Each increase in the number of population and maximum generation can improve the accuracy of the system. Level accuracy with population number over 10 and maximum generation over 200 has no increace accuracy significant.
Pengembangan dan analisis kualitas sistem monitoring kegiatan belajar mengajar siswa tingkat sekolah menengah atas negeri di jombang Kurniawan, Fajar Indra; Akbar, Ronny Makhfuddin
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.063 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.1941

Abstract

Monitoring siswa merupakan bentuk proses pengawasan sekolah terhadap kegiatan belajar mengajar siswa, salah satunya di tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri atau SMAN Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Monitoring siswa tersebut meliputi jurnal kelas, presensi siswa dan capaian kompetensi dasar siswa. Proses pengolahan monitoring yang berjalan selama ini memiliki beberapa kendala, diantaranya 1) Belum tersedianya rekapitulasi absensi per mata pelajaran, sehingga guru mata pelajaran kesulitan memonitor kehadiran siswa ketika mata pelajaran sedang berlangsung; dan 2) Tidak terdokumentasi dengan baik capaian kompetensi dasar yang telah diajarkan pada tiap mata pelajaran, yang akhirnya mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar. Berdasarkan kendala yang dialami, perlu dibangun sebuah sistem informasi yang mampu mengakomodasi pengelolaan proses aktivitas belajar mengajar meliputi pelaporan jurnal kelas, rekapitulasi absesi kehadiran siswa per mata pelajaran, dan laporan capaian kompetensi dasar. Pengembangan sistem informasi pada penelitian ini menggunakan Waterfall. Sistem monitoring ini menggunakan tiga aspek pengujian, diantaranya efficiency, reliability, dan usability berdasarkan Web Quality Evaluation Method (WebQEM). Hasilnya menunjukkan rata-rata loadtime 2,78 detik dan rata-rata pagesize 190,52 KB pada kecepatan internet 20,98 Mbps, serta persentase session, pages dan hits dengan nilai 99% dengan 25 data pada pengujian efficiency. Pengujian reliability menunjukkan performa yang baik karena mampu mengakomodasi 600 user yang menangani 1.085 request dan throughput 227,098/menit dengan 0% error dari total 5.322 data yang tersimpan. Sedangkan pengujian usability yang melibatkan 322 responden memiliki persentase 76,72% yang masuk kategori baik. Dari hasil pengujian tersebut aplikasi mampu menangani permintaan data dalam jumlah besar dan memastikan kehandalan server mengakomodasi akses seluruh siswa SMAN Mojoagung. Student monitoring is the form of school's supervision process on the teaching and learning activities at SMAN Mojoagung, Jombang, East Java, Indonesia, which  includes the class journals, student's attendance, and students' achievement of basic competencies. However, the recent monitoring process has had some obstacles, including 1) The absence of recapitulation of students' attendance in each lesson which makes it difficult for the teacher to monitor the students' attendance in the teaching and learning process; and 2) poor documentation of the students' achievements of basic competencies in each lesson, which ultimately affects the quality of the teaching and learning process. Based on the obstacles, it is crucial to build a web-based information system which is capable to accommodate the supervision process of the teaching and learning activity involving class journal report, recapitulation of the students' attendance in each lesson and the report of basic-competence achievement. The approach of this current research in this information system development used Waterfall method. The approach of this current research in this information system development used Waterfall method. The developed monitoring system used three aspects of testing, including efficiency, reliability, and usability based on the Web Quality Evaluation Method (WebQEM). The results showed an average loadtime of 2.78 seconds and an average pagesize of 190.52 KB at 20.98 Mbps internet speed as well as a percentage of sessions, pages, and hits of 99% in the efficiency testing on 25 data. The reliability testing showed proper performance since it could accommodate 600 users which handle 1,085 Request and 227.098/minute Throughput with 0% Error from the total of 5,322 saved data. Meanwhile, the usability testing involving 322 respondents showed a percentage of 76.72% and were categorized as good. Based the test results, the application was able to handle a large amount of data demand and ensured the reliability of the server in accommodating the access to all students of SMAN Mojoagung.
Pengembangan dan analisis kualitas sistem monitoring kegiatan belajar mengajar siswa tingkat sekolah menengah atas negeri di jombang Kurniawan, Fajar Indra; Akbar, Ronny Makhfuddin
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.1941

Abstract

Monitoring siswa merupakan bentuk proses pengawasan sekolah terhadap kegiatan belajar mengajar siswa, salah satunya di tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri atau SMAN Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Monitoring siswa tersebut meliputi jurnal kelas, presensi siswa dan capaian kompetensi dasar siswa. Proses pengolahan monitoring yang berjalan selama ini memiliki beberapa kendala, diantaranya 1) Belum tersedianya rekapitulasi absensi per mata pelajaran, sehingga guru mata pelajaran kesulitan memonitor kehadiran siswa ketika mata pelajaran sedang berlangsung; dan 2) Tidak terdokumentasi dengan baik capaian kompetensi dasar yang telah diajarkan pada tiap mata pelajaran, yang akhirnya mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar. Berdasarkan kendala yang dialami, perlu dibangun sebuah sistem informasi yang mampu mengakomodasi pengelolaan proses aktivitas belajar mengajar meliputi pelaporan jurnal kelas, rekapitulasi absesi kehadiran siswa per mata pelajaran, dan laporan capaian kompetensi dasar. Pengembangan sistem informasi pada penelitian ini menggunakan Waterfall. Sistem monitoring ini menggunakan tiga aspek pengujian, diantaranya efficiency, reliability, dan usability berdasarkan Web Quality Evaluation Method (WebQEM). Hasilnya menunjukkan rata-rata loadtime 2,78 detik dan rata-rata pagesize 190,52 KB pada kecepatan internet 20,98 Mbps, serta persentase session, pages dan hits dengan nilai 99% dengan 25 data pada pengujian efficiency. Pengujian reliability menunjukkan performa yang baik karena mampu mengakomodasi 600 user yang menangani 1.085 request dan throughput 227,098/menit dengan 0% error dari total 5.322 data yang tersimpan. Sedangkan pengujian usability yang melibatkan 322 responden memiliki persentase 76,72% yang masuk kategori baik. Dari hasil pengujian tersebut aplikasi mampu menangani permintaan data dalam jumlah besar dan memastikan kehandalan server mengakomodasi akses seluruh siswa SMAN Mojoagung. Student monitoring is the form of school's supervision process on the teaching and learning activities at SMAN Mojoagung, Jombang, East Java, Indonesia, which  includes the class journals, student's attendance, and students' achievement of basic competencies. However, the recent monitoring process has had some obstacles, including 1) The absence of recapitulation of students' attendance in each lesson which makes it difficult for the teacher to monitor the students' attendance in the teaching and learning process; and 2) poor documentation of the students' achievements of basic competencies in each lesson, which ultimately affects the quality of the teaching and learning process. Based on the obstacles, it is crucial to build a web-based information system which is capable to accommodate the supervision process of the teaching and learning activity involving class journal report, recapitulation of the students' attendance in each lesson and the report of basic-competence achievement. The approach of this current research in this information system development used Waterfall method. The approach of this current research in this information system development used Waterfall method. The developed monitoring system used three aspects of testing, including efficiency, reliability, and usability based on the Web Quality Evaluation Method (WebQEM). The results showed an average loadtime of 2.78 seconds and an average pagesize of 190.52 KB at 20.98 Mbps internet speed as well as a percentage of sessions, pages, and hits of 99% in the efficiency testing on 25 data. The reliability testing showed proper performance since it could accommodate 600 users which handle 1,085 Request and 227.098/minute Throughput with 0% Error from the total of 5,322 saved data. Meanwhile, the usability testing involving 322 respondents showed a percentage of 76.72% and were categorized as good. Based the test results, the application was able to handle a large amount of data demand and ensured the reliability of the server in accommodating the access to all students of SMAN Mojoagung.
Pengukuran usability pada learning management system perguruan tinggi menggunakan pedoman system usability scale Setiawan, Dimas; Rafianto, Naufal
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2106.561 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.2010

Abstract

Kebijakan pemerintah di masa pandemi berdampak pada perubahan kegiatan pembelajaran di Universitas PGRI Madiun, di mana keseluruhan proses dilaksakan secara daring, salah satunya dengan memanfaatkan ELMA (e-learning Universitas PGRI Madiun). Dalam praktiknya, pengguna mengeluh ketika menggunakan platform tersebut, salah satunya terdapat beberapa tombol yang malfungsi, beberapa menu dashboard membuat bingung pengguna, dan masih banyak permasalahan lainnya. Namun, keluhan tersebut belum bisa terakomodasi dengan baik, sehingga membuat pengguna merasa kurang nyaman dalam menggunakan platform tersebut, sehingga diperlukan evaluasi untuk mengungkap kondisi usability ELMA. Hal ini perlu dilakukan mengingat salah satu misi dari ELMA adalah mendukung pembelajaran online melalui fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Adapaun evaluasi usablity yang bisa dilakukan salah satunya dengan menggunakan SUS (System Usability Scale). SUS merupakan salah satu instrumen evaluasi yang digunakan untuk melihat usability dari sebuah produk perangkat lunak. Berdasarkan hasil evaluasi usability terhadap 30 responden mahaiswa di berbagai lintas angkatan program studi sistem informasi, platform ELMA memiliki skor rata-rata sebesar 44 dengan rating rendah dan nilai huruf F. Hal ini menunjukkan bahwa ELMA masih memiliki tingkat kegunaan/usability yang masih rendah. Sehingga perlu adanya perbaikan, diantaranya menghilangkan menu yang dirasa tidak diperlukan, memperbaiki tampilan dari forum diskusi, perbaikan plug-in fitur live conference, perbaikan terhadap tombol yang sering terjadi malfungsi, serta percepatan loading page pada paltform tersebut.  Government policy during the pandemic has an impact on changes in learning activities at the University of PGRI Madiun, where the whole process is carried out online, one of them by utilizing ELMA (E-learning of Madiun PGRI University). In practice, users complain when using the platform, one of which is a number of useless buttons, some dashboard menus that confuse users, and many other problems. However, these complaints have not been well accommodated, so it makes users feel uncomfortable using the platform, so an evaluation is needed to understand the usability condition of ELMA. It is necessary to remember one of the ELMA's mission is to support online learning through the features according to user needs. The usablity evaluation can be done either by using SUS (System Usability Scale). SUS is one of the evaluation instrument used to look at the usability of a software product. Based on the results of usability evaluation of the 30 respondents from various forces student information system study program, ELMA platform has an average score of 44 with a "Awful" and letter grade F. This shows that ELMA still has a low level of usability. So there needs improvement, including removing the menu that was deemed unnecessary, improve the appearance of the discussion forum, repair plug-in features of a live conference, improvements to frequent malfunctions button and speed up page loading on the platform.
Pengukuran usability pada learning management system perguruan tinggi menggunakan pedoman system usability scale Setiawan, Dimas; Rafianto, Naufal
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2106.561 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.2010

Abstract

Kebijakan pemerintah di masa pandemi berdampak pada perubahan kegiatan pembelajaran di Universitas PGRI Madiun, di mana keseluruhan proses dilaksakan secara daring, salah satunya dengan memanfaatkan ELMA (e-learning Universitas PGRI Madiun). Dalam praktiknya, pengguna mengeluh ketika menggunakan platform tersebut, salah satunya terdapat beberapa tombol yang malfungsi, beberapa menu dashboard membuat bingung pengguna, dan masih banyak permasalahan lainnya. Namun, keluhan tersebut belum bisa terakomodasi dengan baik, sehingga membuat pengguna merasa kurang nyaman dalam menggunakan platform tersebut, sehingga diperlukan evaluasi untuk mengungkap kondisi usability ELMA. Hal ini perlu dilakukan mengingat salah satu misi dari ELMA adalah mendukung pembelajaran online melalui fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Adapaun evaluasi usablity yang bisa dilakukan salah satunya dengan menggunakan SUS (System Usability Scale). SUS merupakan salah satu instrumen evaluasi yang digunakan untuk melihat usability dari sebuah produk perangkat lunak. Berdasarkan hasil evaluasi usability terhadap 30 responden mahaiswa di berbagai lintas angkatan program studi sistem informasi, platform ELMA memiliki skor rata-rata sebesar 44 dengan rating rendah dan nilai huruf F. Hal ini menunjukkan bahwa ELMA masih memiliki tingkat kegunaan/usability yang masih rendah. Sehingga perlu adanya perbaikan, diantaranya menghilangkan menu yang dirasa tidak diperlukan, memperbaiki tampilan dari forum diskusi, perbaikan plug-in fitur live conference, perbaikan terhadap tombol yang sering terjadi malfungsi, serta percepatan loading page pada paltform tersebut.  Government policy during the pandemic has an impact on changes in learning activities at the University of PGRI Madiun, where the whole process is carried out online, one of them by utilizing ELMA (E-learning of Madiun PGRI University). In practice, users complain when using the platform, one of which is a number of useless buttons, some dashboard menus that confuse users, and many other problems. However, these complaints have not been well accommodated, so it makes users feel uncomfortable using the platform, so an evaluation is needed to understand the usability condition of ELMA. It is necessary to remember one of the ELMA's mission is to support online learning through the features according to user needs. The usablity evaluation can be done either by using SUS (System Usability Scale). SUS is one of the evaluation instrument used to look at the usability of a software product. Based on the results of usability evaluation of the 30 respondents from various forces student information system study program, ELMA platform has an average score of 44 with a "Awful" and letter grade F. This shows that ELMA still has a low level of usability. So there needs improvement, including removing the menu that was deemed unnecessary, improve the appearance of the discussion forum, repair plug-in features of a live conference, improvements to frequent malfunctions button and speed up page loading on the platform.
Pengukuran usability pada learning management system perguruan tinggi menggunakan pedoman system usability scale Setiawan, Dimas; Rafianto, Naufal
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.2010

Abstract

Kebijakan pemerintah di masa pandemi berdampak pada perubahan kegiatan pembelajaran di Universitas PGRI Madiun, di mana keseluruhan proses dilaksakan secara daring, salah satunya dengan memanfaatkan ELMA (e-learning Universitas PGRI Madiun). Dalam praktiknya, pengguna mengeluh ketika menggunakan platform tersebut, salah satunya terdapat beberapa tombol yang malfungsi, beberapa menu dashboard membuat bingung pengguna, dan masih banyak permasalahan lainnya. Namun, keluhan tersebut belum bisa terakomodasi dengan baik, sehingga membuat pengguna merasa kurang nyaman dalam menggunakan platform tersebut, sehingga diperlukan evaluasi untuk mengungkap kondisi usability ELMA. Hal ini perlu dilakukan mengingat salah satu misi dari ELMA adalah mendukung pembelajaran online melalui fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Adapaun evaluasi usablity yang bisa dilakukan salah satunya dengan menggunakan SUS (System Usability Scale). SUS merupakan salah satu instrumen evaluasi yang digunakan untuk melihat usability dari sebuah produk perangkat lunak. Berdasarkan hasil evaluasi usability terhadap 30 responden mahaiswa di berbagai lintas angkatan program studi sistem informasi, platform ELMA memiliki skor rata-rata sebesar 44 dengan rating rendah dan nilai huruf F. Hal ini menunjukkan bahwa ELMA masih memiliki tingkat kegunaan/usability yang masih rendah. Sehingga perlu adanya perbaikan, diantaranya menghilangkan menu yang dirasa tidak diperlukan, memperbaiki tampilan dari forum diskusi, perbaikan plug-in fitur live conference, perbaikan terhadap tombol yang sering terjadi malfungsi, serta percepatan loading page pada paltform tersebut.  Government policy during the pandemic has an impact on changes in learning activities at the University of PGRI Madiun, where the whole process is carried out online, one of them by utilizing ELMA (E-learning of Madiun PGRI University). In practice, users complain when using the platform, one of which is a number of useless buttons, some dashboard menus that confuse users, and many other problems. However, these complaints have not been well accommodated, so it makes users feel uncomfortable using the platform, so an evaluation is needed to understand the usability condition of ELMA. It is necessary to remember one of the ELMA's mission is to support online learning through the features according to user needs. The usablity evaluation can be done either by using SUS (System Usability Scale). SUS is one of the evaluation instrument used to look at the usability of a software product. Based on the results of usability evaluation of the 30 respondents from various forces student information system study program, ELMA platform has an average score of 44 with a "Awful" and letter grade F. This shows that ELMA still has a low level of usability. So there needs improvement, including removing the menu that was deemed unnecessary, improve the appearance of the discussion forum, repair plug-in features of a live conference, improvements to frequent malfunctions button and speed up page loading on the platform.
Creativepreneur: Optimalisasi produk animasi "simbah" dalam komersialisasi kekayaan intelektual Saputra, Dhanar Intan Surya; Udianti, Asih; Rosyidi, Rahman; Berlilana, Berlilana
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.2015

Abstract

Creativepreneur merupakan entrepreneur dengan jiwa kreatif, selalu melahirkan dan menciptakan inovasi, gagasan, dan berpikir secara “out of the box”. Ampu Kreatif Studio (Ampu Studio) merupakan salah satu studio animasi sebagai unit bisnis di Universitas Amikom Purwokerto yang memiliki produk kreatif berupa Serial Animasi 3D siMbah (siMbah). Animasi ini mengenalkan budaya dan adat Jawa Tengah. Tantangan industri yang dihadapi Ampu Studio yaitu pemasaran produk dan jasa animasi yang belum maksimal, belum banyak masyarakat yang telah mengenal siMbah saat ini, serta adanya peluang value produk kreatif berupa merchandise dari hasil komersialisasi siMbah. Data penelitian diperoleh melalui metode yaitu observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi serta studi pustaka. Dalam penelitian juga dilakukan identifikasi digital marketing dari hasil komersialisasi kekayaan intelektual dan analisis bauran pemasaran. Analisis bauran pemasaran menunjukkan produk yang tepat untuk dipasarkan, penentuan harga yang tepat, saluran distribusi yang akan digunakan untuk memasarkan produk, dan promosi untuk mengenalkan produk. Analisis bauran pemasaran yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah untuk analisis value produk berupa merchandise dari hasil komersialisasi. Kategori produk merchandise untuk siMbah yaitu produk hardlines, produk softlines, produk homeliness dan produk groceries. Pembuatan akun media sosial siMbah dilakukan dengan tujuan untuk mengenalkan siMbah kepada masyarakat luas. Dari analisis yang telah dilakukan pada Ampu Studio untuk siMbah didapatkan hasil berupa perencanaan strategi untuk produk kreatif berupa produk-produk merchandise. Hasil strategi digital marketing yaitu melalui sosial media berupa Facebook, Instagram, YouTube, marketplace, dan web toko online untuk pemasaran produk. Penelitian ini dapat dikembangkan oleh peneliti berikutnya dengan membuat web e-commerce untuk produk-produk kreatif merchandise siMbah. Hasil penelitian ini diharapkan dijadikan sebagai bahan pertimbangan Ampu Studio dalam pengambilan adanya keputusan untuk mencapai tujuan bisnis dengan memproduksi produk kreatif berupa merchandise siMbah yang akan menjadi peluang bisnis yang akan datang.   Creativepreneur is an entrepreneur with a creative spirit, always giving birth and creating innovations, ideas, and thinking "out of the box". Ampu Kreatif Studio is one of the animation studios as a business unit at the University of Amikom Purwokerto which has a creative product in the form of the SiMbah 3D Animation Series. This animation introduces Central Javanese culture and customs. The industrial challenges by Ampu Studio are the marketing of products and animation services that have not been maximized, not many people are familiar with this animation at every time, as well as the opportunity for creative product value in the form of merchandise from the commercialization of the SiMbah. The research data were obtained through methods of observation, questionnaires, interviews, and documentation and literature study. The research also identified digital marketing from the results of the commercialization of intellectual property and marketing mix analysis. The marketing mix analysis shows the right product to market, the right pricing, the distribution channel, and the promotion to introduce the product. The marketing mix analysis determined to analyze the product value in the form of merchandise from the results of the commercialization of this animation. Merchandise product categories are hardlines products, softlines products, homeliness products, and groceries products. Making a social media account is carried out with the aim to introduce this animation to the wider community. From the analysis done at Ampu Studio, the results obtained are in the form of strategic planning for creative products in the form of merchandise products. The results of digital marketing strategies are through social media in the form of Facebook, Instagram, YouTube, Marketplace, and online shop for product marketing. This research can be developed by subsequent researchers by creating e-commerce websites for creative products of the merchandise. The results of this research are expected to be used as material for consideration by Ampu Studio in making decisions to achieve business goals by producing creative products in the form of siMbah merchandise which will become future business opportunities.
Creativepreneur: Optimalisasi produk animasi "simbah" dalam komersialisasi kekayaan intelektual Saputra, Dhanar Intan Surya; Udianti, Asih; Rosyidi, Rahman; Berlilana, Berlilana
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.2015

Abstract

Creativepreneur merupakan entrepreneur dengan jiwa kreatif, selalu melahirkan dan menciptakan inovasi, gagasan, dan berpikir secara “out of the box”. Ampu Kreatif Studio (Ampu Studio) merupakan salah satu studio animasi sebagai unit bisnis di Universitas Amikom Purwokerto yang memiliki produk kreatif berupa Serial Animasi 3D siMbah (siMbah). Animasi ini mengenalkan budaya dan adat Jawa Tengah. Tantangan industri yang dihadapi Ampu Studio yaitu pemasaran produk dan jasa animasi yang belum maksimal, belum banyak masyarakat yang telah mengenal siMbah saat ini, serta adanya peluang value produk kreatif berupa merchandise dari hasil komersialisasi siMbah. Data penelitian diperoleh melalui metode yaitu observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi serta studi pustaka. Dalam penelitian juga dilakukan identifikasi digital marketing dari hasil komersialisasi kekayaan intelektual dan analisis bauran pemasaran. Analisis bauran pemasaran menunjukkan produk yang tepat untuk dipasarkan, penentuan harga yang tepat, saluran distribusi yang akan digunakan untuk memasarkan produk, dan promosi untuk mengenalkan produk. Analisis bauran pemasaran yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah untuk analisis value produk berupa merchandise dari hasil komersialisasi. Kategori produk merchandise untuk siMbah yaitu produk hardlines, produk softlines, produk homeliness dan produk groceries. Pembuatan akun media sosial siMbah dilakukan dengan tujuan untuk mengenalkan siMbah kepada masyarakat luas. Dari analisis yang telah dilakukan pada Ampu Studio untuk siMbah didapatkan hasil berupa perencanaan strategi untuk produk kreatif berupa produk-produk merchandise. Hasil strategi digital marketing yaitu melalui sosial media berupa Facebook, Instagram, YouTube, marketplace, dan web toko online untuk pemasaran produk. Penelitian ini dapat dikembangkan oleh peneliti berikutnya dengan membuat web e-commerce untuk produk-produk kreatif merchandise siMbah. Hasil penelitian ini diharapkan dijadikan sebagai bahan pertimbangan Ampu Studio dalam pengambilan adanya keputusan untuk mencapai tujuan bisnis dengan memproduksi produk kreatif berupa merchandise siMbah yang akan menjadi peluang bisnis yang akan datang.   Creativepreneur is an entrepreneur with a creative spirit, always giving birth and creating innovations, ideas, and thinking "out of the box". Ampu Kreatif Studio is one of the animation studios as a business unit at the University of Amikom Purwokerto which has a creative product in the form of the SiMbah 3D Animation Series. This animation introduces Central Javanese culture and customs. The industrial challenges by Ampu Studio are the marketing of products and animation services that have not been maximized, not many people are familiar with this animation at every time, as well as the opportunity for creative product value in the form of merchandise from the commercialization of the SiMbah. The research data were obtained through methods of observation, questionnaires, interviews, and documentation and literature study. The research also identified digital marketing from the results of the commercialization of intellectual property and marketing mix analysis. The marketing mix analysis shows the right product to market, the right pricing, the distribution channel, and the promotion to introduce the product. The marketing mix analysis determined to analyze the product value in the form of merchandise from the results of the commercialization of this animation. Merchandise product categories are hardlines products, softlines products, homeliness products, and groceries products. Making a social media account is carried out with the aim to introduce this animation to the wider community. From the analysis done at Ampu Studio, the results obtained are in the form of strategic planning for creative products in the form of merchandise products. The results of digital marketing strategies are through social media in the form of Facebook, Instagram, YouTube, Marketplace, and online shop for product marketing. This research can be developed by subsequent researchers by creating e-commerce websites for creative products of the merchandise. The results of this research are expected to be used as material for consideration by Ampu Studio in making decisions to achieve business goals by producing creative products in the form of siMbah merchandise which will become future business opportunities.
Risiko pengembangan perangkat lunak di indonesia: Temuan studi delphi Nuswantoro, Setio Ardy; Wahid, Fathul; Putro, Hanson Prihantoro
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.2066

Abstract

Proyek pengembangan perangkat lunak telah berhasil digunakan di berbagai bidang, tetapi persentase kegagalan masih cukup tinggi. Di Indonesia tingkat keberhasilan proyek hanya mencapai 50%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko pengembangan perangkat lunak dengan konteks Indonesia. Penelitian menjawab dua pertanyaan: (a) Apa risiko dalam proyek pengembangan perangkat lunak, dan (b) Apakah terdapat perbedaan tahap pengembangan perangkat lunak untuk risiko yang ditemukan. Metode Delphi digunakan untuk memperoleh pendapat ahli dengan serangkaian kuesioner berulang yang bertujuan untuk mencapai konsensus. Penelitian ini menggunakan metode Delphi dengan melibatkan 41 panelis dengan beragam latar belakang peran dalam proyek pengembangan perangkat lunak, penelitian ini menemukan 17 risiko berdasar konsensus panelis. Pemetaan risiko untuk setiap tahap pengembangan perangkat lunak (perencanaan, analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan pemeliharaan) menemukan bahwa setiap tahap mempunyai risiko dominan yang bervariasi. Pada tahap perencanaan, risiko perencanaan sistem tidak jelas menjadi risiko yang paling mendominasi.  Software development projects have been used successfully in various fields, but failure percentage is still high. In Indonesia, project's success rate is only 50%. This research aims to identify software developments risk with Indonesia context. This research answered two questions. (a) What are the risks in a software development project; (b) Is there any difference stages of software development for the risk found. The Delphi method is used to obtain expert opinion by a series of repeated questionnaires aimed at reaching consensus. This research uses the Delphi method involving 41 panelists with various background of roles in software development projects. This study found 17 risks based on panelist consensus. Risk mapping for each sofware development stage, (planning, analysis, design, development, implementation, and maintenance) found that each stage has various dominant risks. At the planning stage, the risk of system planning is not clear to be the most dominating risk.

Page 1 of 2 | Total Record : 11