cover
Contact Name
Siti Mutrofin
Contact Email
sitimutrofin@ft.unipdu.ac.id
Phone
+6287852416880
Journal Mail Official
teknologi@ft.unipdu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Sistem Informasi, Unipdu Kompleks Ponpes Darul 'Ulum Peterongan, Jombang, Jawa timur, 61481
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
ISSN : 20878893     EISSN : 25273671     DOI : -
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi published by the Department of Information Systems Unipdu Jombang. TEKNOLOGI published twice a year, in January and July, TEKNOLOGI includes research in the field of Information Technology Design and Development of Information Systems; Business intelligence; Functions and Organization Management Information Systems; and others. Editors invite lecturers researchers, reviewers, practitioners, industry, and observers to contribute to this journal. The language used in the form of Indonesian and English. TEKNOLOGI is the national scientific journals are open to seeking innovation, creativity and novelty. Either in the form of letters, research notes, Articles, supplemental Articles Articles or reviews in the field of information systems and information technology. TEKNOLOGI aims to achieve state-of-the-art in the theory and application of this field. TEKNOLOGI provide a platform for scientists and academics across Indonesia to promote, share, and discuss new issues and the development of information systems and information technology.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2016): January" : 16 Documents clear
MODEL ARSITEKTUR ENTERPRISE INSTITUSI PENGUJIAN DAN KALIBRASI ALAT KESEHATAN Santoso, Jatmoko B.; Affandi, Achmad
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 6, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.733 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v6i1.554

Abstract

ABSTRAKArsitektur Enterprise dapat digunakan sebagai alat perencanaan pengembangan Teknologi Informasi (TI) yang selaras dengan strategi bisnis organisasi. Model yang dikembangkan dalam makalah ini menggunakan TOGAF ADM dan ArchiMate. TOGAF adalah sebuah standar yang menjelaskan proses penyusunan arsitektur enterprise secara detail. ArchiMate adalah standar bahasa pemodelan Arsitektur Enterprise. Model arsitektur yang dikembangkan dapat menjadi kerangka dasar bagi Laboratorium Pengujian dan kalibrasi dalam pengembangan arsitektur enterprise yang mendukung pemenuhan standar SNI ISO/IEC 17025.       Kata Kunci: ArchiMate, Enterprise Architecture, TOGAF. ABSTRACTEnterprise architecture can be used as a planning tool the development of IT that aligned with business strategy organization. The model developed in this paper using TOGAF ADM and ArchiMate. TOGAF is a standard that describes the process of preparing the enterprise architecture in detail. ArchiMate is an Enterprise Architecture modeling language standards. The Enterprise architectural model developed can be the reference model for testing and calibration laboratory of medical device that supports fulfill standard SNI ISO/IEC 17025.            Keywords: ArchiMate, Enterprise Architecture, TOGAF.
MODEL ARSITEKTUR ENTERPRISE INSTITUSI PENGUJIAN DAN KALIBRASI ALAT KESEHATAN Santoso, Jatmoko B.; Affandi, Achmad
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 6, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v6i1.554

Abstract

ABSTRAKArsitektur Enterprise dapat digunakan sebagai alat perencanaan pengembangan Teknologi Informasi (TI) yang selaras dengan strategi bisnis organisasi. Model yang dikembangkan dalam makalah ini menggunakan TOGAF ADM dan ArchiMate. TOGAF adalah sebuah standar yang menjelaskan proses penyusunan arsitektur enterprise secara detail. ArchiMate adalah standar bahasa pemodelan Arsitektur Enterprise. Model arsitektur yang dikembangkan dapat menjadi kerangka dasar bagi Laboratorium Pengujian dan kalibrasi dalam pengembangan arsitektur enterprise yang mendukung pemenuhan standar SNI ISO/IEC 17025.       Kata Kunci: ArchiMate, Enterprise Architecture, TOGAF. ABSTRACTEnterprise architecture can be used as a planning tool the development of IT that aligned with business strategy organization. The model developed in this paper using TOGAF ADM and ArchiMate. TOGAF is a standard that describes the process of preparing the enterprise architecture in detail. ArchiMate is an Enterprise Architecture modeling language standards. The Enterprise architectural model developed can be the reference model for testing and calibration laboratory of medical device that supports fulfill standard SNI ISO/IEC 17025.            Keywords: ArchiMate, Enterprise Architecture, TOGAF.
PENINGKATAN PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI MAN TAMBAKBERAS JOMBANG DENGAN SISTEM INFORMASI BIMBINGAN KONSELING BERBASIS WEB Balafif, Nufan; Budiman, Budiman; Muttaqin, Zainal
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 6, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.883 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v6i1.555

Abstract

ABSTRAKBimbingan dan konseling pada sekolah tingkat menengah adalah sebagai suatu proses pelayanan kepada siswa untuk mengontrol perkembangan serta aktifitas siswa di sekolah. Selama ini data-data hasil bimbingan konseling siswa hanya bisa disampaikan secara periodik semester kepada siswa dan orang tua siswa, sehingga orang tua kesulitan untuk memantau perkembangan putra-putrinya secara cepat. Sehingga perlu dibangun sebuah sistem informasi berbasis web yang mampu memberikan informasi hasil bimbingan konseling siswa kepada orang tua siswa secara cepat yang tidak terbatas dengan tempat maupun waktu. Dalam penelitian ini metode pengembangan sistem informasi yang digunakan adalah dengan menggunakan metode USDP (Unified Software Development Process), yang merupakan salah satu metode rekayasa perangkat lunak berorientasi objek yang secara konsisten mencoba beradaptasi dengan semakin besar dan semakin kompleknya sistem-sistem/perangkat lunak yang dikembangkan oleh para vendor perangkat lunak di seluruh dunia. Kemudian untuk desain (rancangan struktural) dari sistem informasi menggunakan UML (Unified Modelling Language), dan untuk pembuatan antarmuka menggunakan bahasa pemrograman  PHP dan penyimpanan data dengan database MySQL. Diharapkan dengan adanya aplikasi sistem informasi tersebut dapat membantu proses layanan serta pelaporan terhadap hasil bimbingan dan konseling yang nantinya semua pihak yang terkait dapat mengetahuinya dengan mudah.Kata Kunci: Bimbingan dan konseling, sistem informasi,  PHP, MySQL, Unified Modelling Language. ABSTRACTGuidance and counseling in junior secondary schools is as a process of service to the students to control the development and activity of the students in schools. During this data to the results of the guidance counseling students only can be delivered periodically semester to students and parents so that the parents difficulty to monitor the development of their sons and daughters quickly. So that needs to be built a web-based information system that is able to provide information on the results of the guidance counseling students to parents quickly that is not limited by place and time. In this research information system development methods used is using USDP method (Unified Software Development Process) which is one of the methods of engineering device object-oriented consistently tries to cope with the greater and more complex systems/software developed by the software vendor in the whole world. And then to the design (structural design) from information systems using UML (Unified Modeling Language) and for the creation of interfaces using  PHP programming language and data storage with MySql database. It is expected that with the existence of the information system applications can help service process and reporting on the outcome of the guidance and counseling which later all related parties can know it easily.Keywords: Guidance and counseling, information system,  PHP, MySQL, UML.
PENINGKATAN PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI MAN TAMBAKBERAS JOMBANG DENGAN SISTEM INFORMASI BIMBINGAN KONSELING BERBASIS WEB Balafif, Nufan; Budiman, Budiman; Muttaqin, Zainal
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 6, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v6i1.555

Abstract

ABSTRAKBimbingan dan konseling pada sekolah tingkat menengah adalah sebagai suatu proses pelayanan kepada siswa untuk mengontrol perkembangan serta aktifitas siswa di sekolah. Selama ini data-data hasil bimbingan konseling siswa hanya bisa disampaikan secara periodik semester kepada siswa dan orang tua siswa, sehingga orang tua kesulitan untuk memantau perkembangan putra-putrinya secara cepat. Sehingga perlu dibangun sebuah sistem informasi berbasis web yang mampu memberikan informasi hasil bimbingan konseling siswa kepada orang tua siswa secara cepat yang tidak terbatas dengan tempat maupun waktu. Dalam penelitian ini metode pengembangan sistem informasi yang digunakan adalah dengan menggunakan metode USDP (Unified Software Development Process), yang merupakan salah satu metode rekayasa perangkat lunak berorientasi objek yang secara konsisten mencoba beradaptasi dengan semakin besar dan semakin kompleknya sistem-sistem/perangkat lunak yang dikembangkan oleh para vendor perangkat lunak di seluruh dunia. Kemudian untuk desain (rancangan struktural) dari sistem informasi menggunakan UML (Unified Modelling Language), dan untuk pembuatan antarmuka menggunakan bahasa pemrograman  PHP dan penyimpanan data dengan database MySQL. Diharapkan dengan adanya aplikasi sistem informasi tersebut dapat membantu proses layanan serta pelaporan terhadap hasil bimbingan dan konseling yang nantinya semua pihak yang terkait dapat mengetahuinya dengan mudah.Kata Kunci: Bimbingan dan konseling, sistem informasi,  PHP, MySQL, Unified Modelling Language. ABSTRACTGuidance and counseling in junior secondary schools is as a process of service to the students to control the development and activity of the students in schools. During this data to the results of the guidance counseling students only can be delivered periodically semester to students and parents so that the parents difficulty to monitor the development of their sons and daughters quickly. So that needs to be built a web-based information system that is able to provide information on the results of the guidance counseling students to parents quickly that is not limited by place and time. In this research information system development methods used is using USDP method (Unified Software Development Process) which is one of the methods of engineering device object-oriented consistently tries to cope with the greater and more complex systems/software developed by the software vendor in the whole world. And then to the design (structural design) from information systems using UML (Unified Modeling Language) and for the creation of interfaces using  PHP programming language and data storage with MySql database. It is expected that with the existence of the information system applications can help service process and reporting on the outcome of the guidance and counseling which later all related parties can know it easily.Keywords: Guidance and counseling, information system,  PHP, MySQL, UML.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENDUKUNG UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS KONSULTAN LOKAL DALAM MENANGANI PROYEK PASCA BENCANA ALAM Agustiawan, Yosi
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 6, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.65 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v6i1.556

Abstract

ABSTRAKBencana alam dapat terjadi setiap saat dan sering menyebabkan korban, baik harta benda maupun nyawa manusia. Pengelolaan kebencanaan perlu diperbaiki terus menerus oleh pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi resiko akibat bencana. Artikel ini mengkaji kemampuan konsultan lokal dalam mengelola proyek pasca bencana dan bagaimana peran teknologi informasi dalam meningkatkan kapasitas kebencanaan mereka. Pada proses rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana, banyak pihak yang ingin terlibat untuk membantu. Namun demikian biasanya mereka menghendaki untuk menggunakan prosedur, standar yang mereka biasa lakukan, sehingga membuat banyak prosedur dan standar yang berbeda pada saat pelaksanaan suatu proyek. Hal ini mengakibatkan banyak konsultan lokal tidak mampu terlibat dalam banyak proyek rekonstruksi dan rehabilitasi karena kurangnya kapasitas mereka. Agar konsultan lokal dapat terlibat dalam proyek pasca bencana, program pelatihan peningkatan kinerja yang terprogram dengan baik, pengetahuan kebencanaan, dan penggunaan teknologi informasi mampu meningkatkan kapasitas kebencanaan mereka.Kata Kunci: Bencana alam, konsultan, teknologi informasi. ABSTRACTSince natural disaster usually occurs unpredictable and often causes large-scale disruptions the disaster management must be developed by the government together with the community. This article examines the ability of local engineering firms in managing post-disaster projects and how the role of information technology in improving their capacity. Many organizations are keen to get involved in the reconstruction and rehabilitation projects. However, they tend to use their standard operations procedure that might present many different procedures and standards during reconstruction projects. As a result, many local consultants are unable to bid post-disaster projects. In order to improve the ability of local consultants in disaster management, training program to enhance the performance and improve the capacity of managing disaster have to be continuously maintained. Information technology is also the most important tool that can be used to increased their capacity.Keywords: Disaster, local consultant, information technology.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENDUKUNG UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS KONSULTAN LOKAL DALAM MENANGANI PROYEK PASCA BENCANA ALAM Agustiawan, Yosi
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 6, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v6i1.556

Abstract

ABSTRAKBencana alam dapat terjadi setiap saat dan sering menyebabkan korban, baik harta benda maupun nyawa manusia. Pengelolaan kebencanaan perlu diperbaiki terus menerus oleh pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi resiko akibat bencana. Artikel ini mengkaji kemampuan konsultan lokal dalam mengelola proyek pasca bencana dan bagaimana peran teknologi informasi dalam meningkatkan kapasitas kebencanaan mereka. Pada proses rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana, banyak pihak yang ingin terlibat untuk membantu. Namun demikian biasanya mereka menghendaki untuk menggunakan prosedur, standar yang mereka biasa lakukan, sehingga membuat banyak prosedur dan standar yang berbeda pada saat pelaksanaan suatu proyek. Hal ini mengakibatkan banyak konsultan lokal tidak mampu terlibat dalam banyak proyek rekonstruksi dan rehabilitasi karena kurangnya kapasitas mereka. Agar konsultan lokal dapat terlibat dalam proyek pasca bencana, program pelatihan peningkatan kinerja yang terprogram dengan baik, pengetahuan kebencanaan, dan penggunaan teknologi informasi mampu meningkatkan kapasitas kebencanaan mereka.Kata Kunci: Bencana alam, konsultan, teknologi informasi. ABSTRACTSince natural disaster usually occurs unpredictable and often causes large-scale disruptions the disaster management must be developed by the government together with the community. This article examines the ability of local engineering firms in managing post-disaster projects and how the role of information technology in improving their capacity. Many organizations are keen to get involved in the reconstruction and rehabilitation projects. However, they tend to use their standard operations procedure that might present many different procedures and standards during reconstruction projects. As a result, many local consultants are unable to bid post-disaster projects. In order to improve the ability of local consultants in disaster management, training program to enhance the performance and improve the capacity of managing disaster have to be continuously maintained. Information technology is also the most important tool that can be used to increased their capacity.Keywords: Disaster, local consultant, information technology.
PERENCANAAN PORTOFOLIO APLIKASI PADA PERGURUAN TINGGI XYZ Satyareni, Diema H.
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 6, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.882 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v6i1.557

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang perencanaan portofolio aplikasi yang nantinya akan digunakan oleh Perguruan Tinggi (PT) XYZ untuk mendukung proses bisnisnya dalam mencapai tujuan. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini menggunakan metode Ward Peppard, metode SWOT dan Mc. Farlan Strategic Grid. Metode Ward dan Peppard digunakan untuk model strategis sistem informasi, metode SWOT digunakan untuk analisis kondisi lingkungan internal dan eksternal PT XYZ, dan Mc Farlan Strategic Grid digunakan untuk pemetaan aplikasi. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi portofolio aplikasi mendatang yang terdiri dari 9 aplikasi yang termasuk aplikasi key operational, 4 aplikasi sebagai aplikasi support, 10 aplikasi sebagai aplikasi strategic, dan 3 aplikasi sebagai aplikasi high potential.            Kata Kunci: Mc Farlan Strategic Grid, PT XYZ, portofolio aplikasi, SWOT, Ward Peppard. ABSTRACTThis study discusses the planning application portfolio that will be used by the late high College XYZ to support their business processes to achieve goals. The method used in this study using Peppard Ward, SWOT method and Mc. Farlan Strategic Grid. Ward and Peppard methods used to model information systems strategic, SWOT method used for the analysis of environment conditions internal and external college XYZ, and Mc Farlan Strategic Grid is used for mapping ap-likasi. The results of this research is a recommendation that the application portfolio consists of 9 applications that are entered key operational applications, 4 applications as application support, 10 applications as a strategic application, and 3 ap-likasi as high application potential.Keywords: Application portfolio, college XYZ, SWOT, McFarlan Strategic Grid, Peppard Ward.
PERENCANAAN PORTOFOLIO APLIKASI PADA PERGURUAN TINGGI XYZ Satyareni, Diema H.
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 6, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v6i1.557

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang perencanaan portofolio aplikasi yang nantinya akan digunakan oleh Perguruan Tinggi (PT) XYZ untuk mendukung proses bisnisnya dalam mencapai tujuan. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini menggunakan metode Ward Peppard, metode SWOT dan Mc. Farlan Strategic Grid. Metode Ward dan Peppard digunakan untuk model strategis sistem informasi, metode SWOT digunakan untuk analisis kondisi lingkungan internal dan eksternal PT XYZ, dan Mc Farlan Strategic Grid digunakan untuk pemetaan aplikasi. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi portofolio aplikasi mendatang yang terdiri dari 9 aplikasi yang termasuk aplikasi key operational, 4 aplikasi sebagai aplikasi support, 10 aplikasi sebagai aplikasi strategic, dan 3 aplikasi sebagai aplikasi high potential.            Kata Kunci: Mc Farlan Strategic Grid, PT XYZ, portofolio aplikasi, SWOT, Ward Peppard. ABSTRACTThis study discusses the planning application portfolio that will be used by the late high College XYZ to support their business processes to achieve goals. The method used in this study using Peppard Ward, SWOT method and Mc. Farlan Strategic Grid. Ward and Peppard methods used to model information systems strategic, SWOT method used for the analysis of environment conditions internal and external college XYZ, and Mc Farlan Strategic Grid is used for mapping ap-likasi. The results of this research is a recommendation that the application portfolio consists of 9 applications that are entered key operational applications, 4 applications as application support, 10 applications as a strategic application, and 3 ap-likasi as high application potential.Keywords: Application portfolio, college XYZ, SWOT, McFarlan Strategic Grid, Peppard Ward.
KLASIFIKASI MASSA PADA CITRA MAMMOGRAM MENGGUNAKAN KOMBINASI SELEKSI FITUR F-SCORE DAN LS-SVM Rosadi, Muhammad I.; Arifin, Agus Z.; Yuniarti, Anny
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 6, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.373 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v6i1.558

Abstract

ABSTRAKKanker payudara adalah penyakit yang paling umum diderita oleh perempuan pada banyak negara. Pemeriksaan kanker payudara dapat dilakukan menggunakan citra Mammogram dengan teknologi sistem Computer-Aided Detection (CAD). Analisis CAD yang telah dikembangkan adalah ekstraksi fitur GLCM, reduksi/seleksi fitur, dan SVM. Pada SVM (Support Vector Machine) maupun LS-SVM (Least Square Support Vector Machine) terdapat tiga masalah yang muncul, yaitu: Bagaimana memilih fungsi kernel, berapa jumlah fitur input yang dioptimalkan, dan bagaimana menentukan parameter kernel terbaik. Jumlah fitur dan nilai parameter kernel yang diperlukan saling mempengaruhi, sehingga seleksi fitur diperlukan dalam membangun sistem klasifikasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi massa pada citra Mammogram berdasarkan dua kelas yaitu kelas kanker jinak dan kelas kanker ganas. Ekstraksi fitur menggunakan Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM). Hasil proses ekstraksi fitur tersebut kemudian diseleksi mengunakan metode F-Score. F-Score diperoleh dengan menghitung nilai diskriminan data hasil ekstraksi fitur di antara data dua kelas pada data training. Nilai F-Score masing-masing fitur kemudian diurutkan secara descending. Hasil pengurutan tersebut digunakan untuk membuat kombinasi fitur. Kombinasi fitur tersebut digunakan sebagai input LS-SVM. Dari hasil uji coba penelitian ini didapatkan, bahwa menggunakan kombinasi seleksi fitur sangat berpengaruh terhadap tingkat akurasi. Akurasi terbaik didapat dengan menggunakan LS-SVM RBF dan SVM RBF baik dengan kombinasi seleksi fitur, maupun tanpa kombinasi seleksi fitur dengan nilai akurasi yaitu 97,5%. Selain itu juga seleksi fitur mampu mengurangi waktu komputasi.Kata Kunci: F-Score, GLCM, kanker payudara, LS-SVM.ABSTRACTBreast cancer is the most common disease suffered by women in many countries. Breast cancer screening can be done using a mammogram image. Computer-aided detection system (CAD). CAD analysis that has been developed is GLCM efficient feature extraction, reduction / feature selection and SVM. In SVM (Support Vector Machine) and LS-SVM (Support Vector Machine Square least) there are three problems that arise, namely; how to choose the kernel function, how many input fea-tures are optimal, and how to determine the best kernel parameters. The number of fea-tures and value required kernel parameters affect each other, so that the selection of the features needed to build a system of classification. In this study aims to classify image of masses on digital mammography based on two classes benign cancer and malignant cancer. Feature extraction using gray level co-occurrence matrix (GLCM). The results of the feature extraction process then selected using the method F-Score. F-Score is obtained by calculating the value of the discriminant feature extraction results data between two classes of data in the data training. Value F-Score of each feature and then sorted in descending order. The sequenc-ing results are used to make the combination of fea-tures. The combination of these features are used as input LS-SVM. From the experiments that use a combination of feature selection affects the accuracy ting-kat. Best accuracy obtained using LS-SVM and SVM RBF RBF with combi-nation or without the combination of feature selection with accuracy value is 97.5%. It also features a selection able to curate the computa-tion time.Keywords: Breast Cancer, F-Score, GLCM, LS-SVM.
KLASIFIKASI MASSA PADA CITRA MAMMOGRAM MENGGUNAKAN KOMBINASI SELEKSI FITUR F-SCORE DAN LS-SVM Rosadi, Muhammad I.; Arifin, Agus Z.; Yuniarti, Anny
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 6, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v6i1.558

Abstract

ABSTRAKKanker payudara adalah penyakit yang paling umum diderita oleh perempuan pada banyak negara. Pemeriksaan kanker payudara dapat dilakukan menggunakan citra Mammogram dengan teknologi sistem Computer-Aided Detection (CAD). Analisis CAD yang telah dikembangkan adalah ekstraksi fitur GLCM, reduksi/seleksi fitur, dan SVM. Pada SVM (Support Vector Machine) maupun LS-SVM (Least Square Support Vector Machine) terdapat tiga masalah yang muncul, yaitu: Bagaimana memilih fungsi kernel, berapa jumlah fitur input yang dioptimalkan, dan bagaimana menentukan parameter kernel terbaik. Jumlah fitur dan nilai parameter kernel yang diperlukan saling mempengaruhi, sehingga seleksi fitur diperlukan dalam membangun sistem klasifikasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi massa pada citra Mammogram berdasarkan dua kelas yaitu kelas kanker jinak dan kelas kanker ganas. Ekstraksi fitur menggunakan Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM). Hasil proses ekstraksi fitur tersebut kemudian diseleksi mengunakan metode F-Score. F-Score diperoleh dengan menghitung nilai diskriminan data hasil ekstraksi fitur di antara data dua kelas pada data training. Nilai F-Score masing-masing fitur kemudian diurutkan secara descending. Hasil pengurutan tersebut digunakan untuk membuat kombinasi fitur. Kombinasi fitur tersebut digunakan sebagai input LS-SVM. Dari hasil uji coba penelitian ini didapatkan, bahwa menggunakan kombinasi seleksi fitur sangat berpengaruh terhadap tingkat akurasi. Akurasi terbaik didapat dengan menggunakan LS-SVM RBF dan SVM RBF baik dengan kombinasi seleksi fitur, maupun tanpa kombinasi seleksi fitur dengan nilai akurasi yaitu 97,5%. Selain itu juga seleksi fitur mampu mengurangi waktu komputasi.Kata Kunci: F-Score, GLCM, kanker payudara, LS-SVM.ABSTRACTBreast cancer is the most common disease suffered by women in many countries. Breast cancer screening can be done using a mammogram image. Computer-aided detection system (CAD). CAD analysis that has been developed is GLCM efficient feature extraction, reduction / feature selection and SVM. In SVM (Support Vector Machine) and LS-SVM (Support Vector Machine Square least) there are three problems that arise, namely; how to choose the kernel function, how many input fea-tures are optimal, and how to determine the best kernel parameters. The number of fea-tures and value required kernel parameters affect each other, so that the selection of the features needed to build a system of classification. In this study aims to classify image of masses on digital mammography based on two classes benign cancer and malignant cancer. Feature extraction using gray level co-occurrence matrix (GLCM). The results of the feature extraction process then selected using the method F-Score. F-Score is obtained by calculating the value of the discriminant feature extraction results data between two classes of data in the data training. Value F-Score of each feature and then sorted in descending order. The sequenc-ing results are used to make the combination of fea-tures. The combination of these features are used as input LS-SVM. From the experiments that use a combination of feature selection affects the accuracy ting-kat. Best accuracy obtained using LS-SVM and SVM RBF RBF with combi-nation or without the combination of feature selection with accuracy value is 97.5%. It also features a selection able to curate the computa-tion time.Keywords: Breast Cancer, F-Score, GLCM, LS-SVM.

Page 1 of 2 | Total Record : 16