cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
TAMBANG
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2014): PROMINE" : 7 Documents clear
PEMODELAN AKUIFER AIR TANAH UNTUK MASYARAKAT PESISIR LINGKUNGAN BAHER KABUPATEN BANGKA SELATAN S.T., M.Eng., Mardiah,; M.Si., Franto,
PROMINE Vol 2, No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan FT UBB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

Keterbatasan mata air tanah dan sebarannya yang tidak merata disetiap tempat menjadi persoalan utama. Perkembangan teknologi dapat membantu menanggulangi berbagai masalah berkenaan dengan air sebagai kebutuhan pokok kehidupan, salah satunya dengan cara memetakan dan menginterpretasi keberadaan mata air tanah melalui prediksi keberadaannya dihubungkan dengan litologi atau jenis batuan yang terkandung didalamnya. Dari data-data inilah diharapkan nantinya dapat memberikan gambaran nyata akan keterdapatan akuifer ( lapisan penyimpan air tanah) untuk mencukupi kebutuhan masyarakat terutama diwilayah pesisir, dimana sulit sekali mendapatkan sumber air tawar karena impasan air asin dari lautan. Metode pemetaan akuifer ini menggunakan alat geolistrik dengan metode wenner dimana dapat diinterpretasikan pemodelan akuifer air tanah daerah penelitian. Hasil analisis data sekunder dan primer yang berupa data resistivitas batuan.
TIPE SEISMIK YANG MENGGAMBARKAN ADANYA PROSES TEKTONIK PADA SUATU FORMASI S.Si, MT, Jusfarida,
PROMINE Vol 2, No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan FT UBB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

Pada suatu formasi sering terjadi proses tektonik yang mengakibatkan terganggunya formasi tersebut, sehingga mengakibatkan kenaikan atau penurunan suatu cekungan. Pada daerah yang terjadi reaktif (terjadi proses tektonik pada cekungan yang stabil)biasanya ditandai oleh bentuk karakter seismic yang melengkung (seismic sag), dimana pada daerah tersebut mengalami proses tektonik yang mengakibatkan terganggunya lingkungan sekitar formasi tersebut.  Akibat dari proses tektonik sering mengakibatkan terhalangnya hidrokarbon untuk ber migrasi, sehingga hidrokarbon terperangkap pada area tersebut. Suatu area dikatakan prospek mengandung hidrokarbon , bisa direkomendasikan untuk dilakukan pengeboran.Analisa seismik bisa mengidentifikasi anomali amplitudo pada lapisan tipis sekalipun. Analisa atribut seismik banyak dipakai untuk mengetahui karakter anomaly amplitudo atau karakterisasi sekuen, mengidentifikasi perubahan litologi atau pasir gas, membedakan lapisan yang concordant, hummocky, dan chaotic.
PENENTUAN PENGARUH AIR TERHADAP KOHESI DAN SUDUT GESEK DALAM PADA BATUGAMPING Saptono, Singgih; Hariyanto, Raden; Thaib Siri, M.Sc, Ir. H. Hasywir; Wahyudi, M. Dadang
PROMINE Vol 2, No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan FT UBB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

Keberadaan air pada batuan dapat mempengaruhi sifat mekanik batuan seperti kuat tekan, kuat tarik dan karakteristik kuat geser batuan.Pada operasi penambangan, baik tambang terbuka maupun tambang bawah tanah, hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena perubahan sifat mekanik tersebut dapat menyebabkan penurunan faktor keamanan baik pada lereng maupun terowongan tambang.Penurunan faktor keamanan ini dapat menyebabkan terjadinya longsoran ataupun runtuhan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, terancamnya keselamatan jiwa serta kerugian dari segi ekonomi dan waktu.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh air terhadap kohesi dan sudut gesek dalam yang berdampak pada kekuatan geser batuan.Contoh batuan berupa batugamping diambil dari lokasi penambangan batugamping di daerah Dusun Diran Desa Sidorejo Kecamatan Lendah Kabupaten Kulonprogo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Uji geser langsung dilakukan pada contoh batugamping dengan tiga kondisi yaitu kondisi jenuh,natural dan kering, pada contoh batugamping yang telah dipatahkan (uji geser sisa).Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa peningkatan kadar air pada batugamping menyebabkan nilai kohesi sisa dan sudut gesek dalam sisa hasil uji geser langsung mengalami penurunan. Penurunan nilai kohesi sisa dan sudut gesek dalam sisa hasil uji geser langsung disebabkan karena adanya penambahan kandungan air yang menyebabkan ikatan antar partikel pada batugamping akan melemah seiring dengan meningkatnya kadar air yang terkandung pada batugamping.Kata kunci : Kohesi, Sudut Gesek Dalam, Kuat Geser
ANALISIS RECOVERY GAS PADA PROSES DEWATERING SUMUR CBM 2# LAPANGAN XX PT YY CBM SEKAYU, KABUPATEN MUSI BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Setyowati, Indah; Nusanto, Gunawan; ., Hartono; Ferdian, Rizky Ferdian
PROMINE Vol 2, No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan FT UBB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

PT YY CBM Sekayu telah melakukan lima pengeboran sumur eksplorasi yang dilanjutkan dengan pengeboran eksploitasi untuk memproduksi gas methane batubara di Blok Sekayu.Kelima sumur tersebut yaitu sumur CBM 1# , sumur CBM 2# , sumur CBM 3# , sumur CBM 4 # dan sumur CBM 5 #. Dari kelima sumur tersebut hanya sumur CBM 2 # yang sudah berproduksi, dengan dipasang pompa untuk kegiatan dewateringdan sudah menghasilkan gas.Sumur CBM 2# memiliki kedalaman 594,36 m dan terdapat tiga lapisan batubara yaitu lapisan batubara A pada kedalaman 271,88 – 305,71 m , lapisan batubara B pada kedalaman 318,21 – 339,24 m serta lapisan batubara C pada kedalaman 521,21 – 564,79 m. Kegiatan eksploitasi CBM di sumur CBM 2# menggunakan metode cased hole completion , yaitu air dan gas diproduksi bersamaan dari ke tiga lapisan batubara tersebut. Dari hasil perhitungan gas storage capacity dengan menggunakan persamaan Langmuir , maka laposan batubara A mempunyai storage capacity sebesar 114,72 scf/ton dan storage capacity pada lapisan batubara B sebesar 332,54 scf/ton. Banyaknya kandungan air dalam lapisan butubara di sumur CBM 2# yaitu 351.212.755,44 barel.Proses dewatering bertujuan untuk menurunkan tekanan reservoir dengan cara melakukan pemompaan air dari dalam lapisan batubara, dengan turunnya tekanan reservoir maka gas methane dapat keluar dari lapisan batubara dan mengalir melalui cleat menuju sumur pengeboran. Dari data hubungan antara tekanan reservoir dengan laju produksi air dan gas pada tekanan reservoir 1000 psia produksi air sebesar 2.703,2 barel sedangkan produksi gas 398,9 scf.Seiring dengan menurunnya tekanan reservoir dari kegiatan dewatering, maka produksi gas menjadi lebih besar dibandingkan dengan produksi air. Hal ini terlihat pada saat tekanan reservoir menurun sampai pada tekanan 500 psia maka produksi gas meningkat menjadi 59.284 scf sedangkan produksi air sebesar 32.351,6 barel.Untuk menghitung recovery gas pada saat produksi gas methane batubara dapat dihitung berdasarkan grafik Langmuir yang dihasilkan.
ANALISIS KEBERHASILAN PRODUKTIVITAS JIG TERTIER PADA PROSES KONSENTRASI BIJIH TIMAH DI KAPAL KERUK BEMBAN PT. KOBA TIN, KOBA, BANGKA TENGAH Sukamto, Untung; Rosita, Alfitri
PROMINE Vol 2, No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan FT UBB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

Criteria of Jig Tertier’s productivity success, namely grade, recovery, and ratio of concentration in order to qualify the target of the company, which  is having 30-40% Sn grade and recovery ≥ 97%.Regarding the initial condition of jig tertier in the concentrating process on the dredge, there is often a deadlock in the screening due to the clogging of gravels. There is also a lot of ragging whose shape and relative density do not match. The length and the frequency of the stroke is also too fast, leaving the soft tin minerals with no chance to precipitate, thus it is carried away into tailing. This problem  leads  the  researcher  to  make  a  study  that  aims  to  enhance  the performance of jig, so that the company can accomplish its target, by doing an experiment of change in variables of jig tertier, which are length and frequency of the  stroke  as  well  as  the  maintenance  of  the  ragging  and  the  screen.  Other variables are assumed constant.Initially, the length of the stroke in jig tertier port is 4-5 mm, and in jig tertier starboard 5-5 mm. The frequency of jig tertier port and jig tertier starboard is around180-190 spm. The grade and recovery in jig tertier port are not meeting the desired target which is 24,25% grade with 76,6% recovery. The grade in Jig Tertier Starboard is 39,13% with 46,0% recovery.An experiment is done by altering the stroke length variable into 7-8 mm in jig tertier port, and 7-7 mm in starboard, with port’s or starboard’s frequency of 160-180 spm. The maintenance in ragging is done by selecting the size and weight of the hematite stones ragging from 4,2-4,5. The experiment resulted in an improvement in jig tertier port’s grade, which increased to 42.18% Sn with 98.2% recovery. The grade in jig tertier starboard turned into 45,49% Sn with 98.1% recovery, thus the company has achieved the desired target. Key Word : Concentration, Jig, Grade, Ratio of Concentration and Recovery
PEMETAAN POTENSI BENCANA ALAM (GEO-DISASTER) AKIBAT PENAMBANGAN BIJIH TIMAH DI KECAMATAN JEBUS DAN PARIT TIGA, KABUPATEN BANGKA BARAT S.T., M.Eng., Irvani,; Tono, S.T., E.P.S.B. Taman
PROMINE Vol 2, No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan FT UBB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

The study area is a tin mining region in hundred years, located in Jebus and Parit Tiga District, West Bangka Regency, Bangka Belitung Archipelago Province. Identifying some geo-disaster potential, in order that the geo-disaster mapping caused by tin mining activity is done.    The research is done by observing geological, geomorphological, erosion dan sedimentation conditions, mass movement, abrasion, dan floods. Geo-disaster potential is ilustratrated in map as result of work using geographic information system (GIS) software.    Geo-disasters that come from tin mining at study area are erosion, sedimentation, mass movement, floods and abrasion on the beach, which is about 67% area.Keywords: Geo-disaster, Mapping, Mining, Potential.
PENYELIDIKAN PENDAHULUAN MANIFESTASI PANASBUMI NGEBEL PONOROGO, JAWA TIMUR Paramita Haty, Intan
PROMINE Vol 2, No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan FT UBB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

Penyelidikan pendahuluan panasbumi yang dilakukan di Daerah Ngebel,Propinsi Jawa Timur menemukan indikasi keberadaan potensi panasbumidengan pemunculan manifestasi panasbumi berupa mataair panas yangmuncul di batuan breksi.Berdasarkan pengamatan lapangan diketahui suhu mataair panas di KaliPadosan sebesar 62°C, suhu udara sekitar 22°C, debit mataair panas <1L/spada ketinggian 662m. Berdasarkan analisis senyawa kimia, ditunjukkanbahwa konsentrasi SiO2 hanya 262,44 mg/L, sedangkan konsentrasi Cl danNa relatif lebih tinggi, Cl = 529,25 mg/L; Na = 461,60 mg/L, dengan pH7,22 dan DHL 3810(umhos/cm). dan termasuk tipe air klorida (Cl-SO4-HCO3), terletak pada zona partial equilibrium (Na-K-Mg).Data hasil analisa geokimia dapat digunakan untuk menentukan jenisfluida manifestasi dan menghitung geothermometer.Kata kunci: panasbumi, manifestasi, mataairpanas, geothermometer.

Page 1 of 1 | Total Record : 7