cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
TAMBANG
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2014): PROMINE" : 6 Documents clear
ESTIMASI GEOLOGICAL STRENGTH INDEX (GSI) SYSTEM PADA LAPISAN BATUGAMPING BERONGGA DI TAMBANG KUARI BLOK SAWIR TUBAN JAWA TIMUR ., Srijono; Karnawati, Dwikorita; Erwin Wijaya, R. Andy; Wilopo, Wahyu; Isnawan, Dianto
PROMINE Vol 2, No 2 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan FT UBB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

The limestone mine activity needs a good mine plan design with the result that saved for the environment. Mine design is determined by rock mass quality. The rock mass quality in each mine location is different and that is  influenced by the geological conditions. Research area is located in limestone quarry Sawir Block of Kerek District, Tuban Regency, East Java Province. In limestone quarry area, there is cavity zone which consists cavity limestone layer at the wall of quarry bench. This cavity layer in limestone quarry has occurred by solution process. The cavity layer zone has more potential as weak zone which caused failure of bench in limestone quarry area.  To analyze of the research of rock mass quality in cavity limestone layer using Geological Strength Index (GSI) system. Final result of the research is rock mass characterization specifically for cavity limestone layer. Keywords: Geological strength index, limestone, cavity layer
KAJIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN FISIK AKIBAT PENAMBANGAN PASIR DAN BATU DI KECAMATAN TEMPEL KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Dwi Sutrisno, Agung
PROMINE Vol 2, No 2 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan FT UBB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

Penambangan pasir dan batu (sirtu) di tiga desa di Kecamatan Tempel semakin marak pasca meletusnya Gunung Merapi pada 2010 yang lalu. Selain berdampak positif bagi masyarakat, penambangan juga berdampak pada rusaknya lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kerusakan fisik akibat penambangan sirtu di Desa Pondokrejo, Lumbungrejo, dan Merdikorejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman dan merumuskan strategi untuk meminimalisasikan kerusakan fisik akibat penambangan tersebut. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode pengamatan langsung di lapangan dan survey. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan cara pembobotan dan skoring lalu dikualitatifkan. Setiap parameter diberi bobot sesuai dengan standar kerusakan lingkungan yang ditetapkan oleh Gubernur DIY dalam SK No 63 tahun 2003 tentang baku mutu kerusakan lingkungan akibat penambangan batuan. Setiap bobot dijumlahkan, lalu dijumlah dan dibuat range untuk menentukan apakah lokasi tersebut rusak ringan, sedang atau berat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan akibat penambangan sirtu di Desa Pondokrejo, Lumbungrejo, dan Merdikorejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman adalah rusak ringan untuk penambangan di sungai dengan skor rata-rata 10,8. Sedangkan untuk penambangan di tegalan terkategori rusak sedang dengan skor rata-rata 29,5.Kata kunci : tambang, sirtu, rusak, lingkungan, fisik
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM REVEGETASI EKS LAHAN TAMBANG PT TIMAH (Persero) Tbk DI WILAYAH DESA RIDING PANJANG KECAMATAN MERAWANG-KABUPATEN BANGKA1 (PUBLIC PERCEPTION OF USED LAND MINES REVEGETATION PROGRAM’S PT TIMAH (Persero) Tbk IN RIDING PANJ Tono, E.P.S.B. Taman; Ibrahim, Eddy; Yustian, Indra
PROMINE Vol 2, No 2 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan FT UBB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

Reclamation of former mining areas is the end of mining activities (mine closure), aims torestore the function of the land according to the function and designation. The failure of former mining land revegetation program PT Timah (Persero), Tbk was influenced also by the behavior of the people around the former mining areas. Based on the theory of the environment, and human behavior that can affect the continuity of lives and welfare of the environment, so that the necessary research regarding public perceptions of the revegetation program.This study was conducted to analyze the public perception of the success of revegetation programs and the relationship revegetation program on the role of the community around the area of the former mining areas. Research conducted including descriptive qualitative research method and quote purpose sample through questionnaires, direct observations and interviews. The number of respondents was 88 people, that is: 10% of the number of families in the village of Long Riding totaling 878 households. Processing Stage data through a validation test, reliability test, then performed a correlation analysis using Spearman Rank correlation coefficient.The results showed a very strong correlation (0.771 **), the direction and the significance level of 0.01 to the statement PT Timah (Persero) Tbk has been invited and continue to exclude public participation in the implementation of all the ex-mining land reclamation with respondents not amounted to 51.14% agreed with the statement PT Timah (Persero) Tbk, always doing training, coaching and guidance for achieving succession hoarding activities, leveling and replanting former mining land to executors of the community around the former mining areas by the number of respondents 60.23 % disagree.It can be concluded that the tendency of the public perception of PT Timah (Persero), Tbk to include community participation in the implementation of all revegetation programs and training activities, coaching and direction to the achievement by implementing revegetation succession of communities around the former mining areas are still considered less and can not meet the expectations. Suggestions of this study should be of PT Timah (Persero), Tbk to improve and enhance community development methods in revegetation programs and training activities, coaching and direction to the community around the former mining areas.Key words: reclamation, revegetation, perception, participation, used land mine
ANALISIS PENILAIAN RESIKO TERHAHAP EVALUASI RENCANA PASCATAMBANG BATUBARA MENGGUNAKAN SKALA LIKERT Aprilia Rande, Shilvyanora; Erwin Wijaya, R. Andy
PROMINE Vol 2, No 2 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan FT UBB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

Mining business activities must be implemented by taking into account the principle of the living environmnet transparency, and public participation. In order to create sustainable development, the activity of mining if it is Research is done at a coal mine, and the district tabalong balangan district, south kalimantan. The results of risk assessment obtained program that has the potential negative impact of three of which is handling of the remaining fuel oil obtained score 39, a lubricant, as well as chemical the recovery of land contaminated chemical, oil, and yet obtained score 39 and monitoring of surface water and ground water obtained score 39. The aspect of the sustainability of high that is the economic aspect and social, if applied to the plan of construction is highly supportive of the map. The aspect of environmental the possibility of small Sustainable this needs to handling, the management and monitoring so that between a map extension of reclamation and post-mine plan can support each other.Keywords: Sustainable, Post-mine, Risk Assessment
KEBIJAKAN PERTAMBANGAN LAUT TIMAH YANG BERDAMPAK PADA LINGKUNGAN Noviyanti Manik, Jeanne Darc
PROMINE Vol 2, No 2 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan FT UBB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

Tidak ada pertambangan tidak merusak lingkungan, baik di darat maupundi laut. Kerusakan akan membawa dampak bagi beberapa dekade mendatangbahkan bisa menjadi permanen. Penambangan timah lepas pantai tanpa dasarhukum, terumbu karang dengan jelas telah merusak, mencemari pantai, danmengganggu perkembangan perikanan dan mengganggu sistem sosial. Potensibesar dalam jangka panjang akan habis, hanya untuk mengisi nafsu keuntunganyang sesaat. Sebagai wilayah kepulauan, Provinsi Bangka Belitung memilikipotensi yang sangat besar di sektor ekosistem pesisir, terutama di ekosistemterumbu karang. Kekeruhan karena penambangan timah lepas pantai akanmenyebabkan kondisi karang menjadi sengsara dan akhirnya menderita kematianmasal. Tidak ada kerusakan seperti di darat, kerusakan di laut sulit dikendalikankarena lubang digali tersembunyi di dasar perairan. Kerusakan ekosistem,khususnya terumbu karang karena pertambangan lepas pantai sangat mudahdijelaskan secara ilmiah. Jika hal ini terus berlanjut, pada titik klimaks, bukantidak mungkin bahwa akan ada perselisihan atau penjarahan yang dilakukan olehnelayan yang merasa dirugikan dengan penambang. Di sisi lain, aturan saat inihanya Peraturan ESDM Nomor 7 Tahun 2012 tentang pengolahan mineraltambang (tidak dalam bentuk mentah) selain Undang-Undang No. 4 Tahun 2009tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Masalah yang datang adalahmengelola upaya penambangan laut, reklamasi dan rehabilitasi yang dilakukanoleh masyarakat atau pemerintah dalam upaya bantuan kerusakan lingkunganakibat penambangan laut serta faktor-faktor yang mempengaruhi reklamasi danrehabilitasi upaya yang harus dilakukan. Kegiatan penambangan timah berbedadengan kejahatan konvensional, kejahatan lingkungan adalah kejahatan yangmemiliki karakteristik unik, seperti reaksi sosial yang diberikan masyarakat tidaklangsung. Dampak dari kegiatan ini akan terasa sekitar dekade mendatang,misalnya pada saat seluruh lingkungan laut di Bangka Belitung akan rusak dantidak ada pasokan timah. Oleh karena itu, kerusakan kegiatan penambangan timahdi wilayah laut Kepulauan Bangka Belitung memberikan kerugian besar bagimasyarakat setempat. Peraturan bahkan tidak mencoba untuk melindungilingkungan dan masyarakat sekitar laut / pantai, baik selama dan setelahpenambangan.Kata kunci: pertambangan, kelautan, lingkungan, pasca tambang, kebijakan, timah
PENERAPAN METODE KRITERIA RUNTUH HOEK & BROWN DALAM MENENTUKAN FAKTOR KEAMANAN PADA ANALISIS KESTABILAN LERENG DI LOOP 2 PT. KALTIM BATU MANUNGGAL KALIMANTAN TIMUR Amalia, Yasmina
PROMINE Vol 2, No 2 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan FT UBB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

PT. Kaltim Batu Manunggal merupakan perusahaan tambang batubara diKabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan Penambangandilakukan dengan membuat lereng berjenjang. Pembuatan lereng di perusahaantersebut tidak didasarkan pada kajian geoteknik, sehingga geometri lereng dibuatsama tanpa memperhatikan perbedaan karakterisasi massa batuandi lokasi penelitian.Perlakuan yang sama mempunyai tingkat keyakinan terhadap kestabilan lereng yangrendah.Penelitian dilakukan untuk mengklasifikasi massa batuan dengan sistem rockmass rating (RMR) dan geological strength index (GSI). RMR yang didapatkan padaloop 2 = 63. Nilai GSI merupakan nilai pengurangan 8 dari nilai RMR (Saptono,2012), sehingga didapat GSI = 55. Untuk mendapatkan nilai kohesi dan sudut gesekdalam digunakan pendekatan criteria runtuh Hoek and Brown (2002). Nilai kohesidan sudut gesek dalam pada loop 2 adalah 35 kN/m2 dan 26,99º.Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penentuan GSI untuk loop2adalah dengan tinggi 6 m dengan sudut kemiringan 35º. Untuk geometri lerengkeseluruhan dengan tinggi 42 m dan lebar jenjang 5 m.Keyword : Lereng, Hoek&Brown

Page 1 of 1 | Total Record : 6