cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan (Journal of Health Science)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
PERILAKU PEMELIHARAAN KESEHATAN LINGKUNGAN DALAM MENCEGAH KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA KRAKITAN KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN -, Setianingsih; -, Mawardi; Murtana, Agus
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan (Journal of Health Science) Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah salah satu penyakit menular yang dipengaruhi lingkungan dan perilaku masyarakat. DBD masih merupakan masalah kesehatan yang penting karena sifat penyebaran wabah pada saat­-saat tertentu, patofisiologi renjatan masih belum jelas, belum ditemukan vaksin yang ampuh, belum diketahui faktor-faktor risiko yang mempengaruhi suatu daerah terhadap terjadinya suatu ledakan wabah dan masih kurangnya partisipasi masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan diskusi kelompok terarah (DKT) dan wawancara. Analisa data dengan mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema suatu hipotesa kerja. Berdasarkan hasil diskusi kelompok terarah dan wawancara diperoleh tema­tema pengertian DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti, ditandai dengan demam lebih dari 7 hari, tanda - tanda pendaraharan dan kelemahan, karakteristik nyamuk berwarna hitam putih, loreng loreng, tempat perindukan di air yang tergenang, dan bersarang di tempat yang lembab. Pencegahan DBD melalui PSN, yaitu dengan melaksanakan 3M, dengan ikan pemakan jentik, insektisida pembasmi jentik, dan dengan pengelolaan lingkungan. Kesehatan lingkungan adalah lingkungan yang tidak menimbulkan pengaruh yang merugikan terhadap kesehatan, pelaksanaan pemeliharaan lingkungan dalam mencegah DBD di Desa Krakitan adalah dengan melaksanakan 3M, melibatkan peran serta masyarakat, mengelola lingkunan, ikan pemakan jentik dan insektisida pembasmi jentik. Sikap ibu terhadap tindakan tidak memelihara kesehatan lingkungan adalah tidak setuju. Untuk itu perlu lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda dan gejala penyakit DBD, sehingga jika ada kasus DBD dapat dideteksi dini dan segera ditindaklanjuti oleh petugas kesehatan. 
STUDI FENOMENOLOGIS TENTANG PEMAHAMAN PASIEN HIPERTENSI DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM PENGOBATAN DI POLIKLINIK RSUD AMBARAWA Yuli Hastuti, Retno; Zukhri, Saifudin; Natalya, Wiwiek
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan (Journal of Health Science) Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, karena jika tidak terkendali akan berkembang dan menimbulkan komplikasi. Hipertensi bagi banyak orang bukan lagi hanya sekedar keluhan kronis, melainkan suatu jalan hidup yang tergantung pada obat-obatan dan kunjungan teratur ke dokter untuk resep ulang dan chek-up. Untuk melaksanakan ini sangat diperlukan pemahaman dari pasien hipertensi tentang pelaksanaan program pengobatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data in dept interview dan observasi tidak terstruktur. Hasil penelitian dengan mengunakan wawancara yang dikelompokkan dalam tema, tema pertama tentang pengertian hipertensi menurut responden adalah penyakit dengan tensi tinggi dengan istirahat dan minum obat, sedangkan tema ketiga yaitu mempertahankan kestabilan tekanan darah dengan melaksanakan program pengobatan. Dari tema yang ada menunjukkan bahwa pasien hipertensi sudah melaksanakn program pengobatan dengan baik ditandai dengan pengetahuan dan sikap pasien dalam mengatasi hipertensi yang diderita. Pelaksanaan ini selain karena pemahaman dari pasien sendiri juga adanya dukungan dari keluarga dan masyarakat sekitar sehinggapasien dapat menjalaninya. Peran dari petugas kesehatan dalam hal ini perawat dan dokter yang selalu memberi perawatan, pendidikan kesehatan juga sangat mempengaruhi dalam keberhasilan pelaksanaan program pengobatan.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN LAMA PERSALINAN KALA I PADA PRIMIPARA DI RUANG SANTA ANA MARIA RUMAH SAKIT PANTI NIRMALA MALANG Sat Titi Hamranani, Sri; Anwar, Khairil; -, Supardi
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan (Journal of Health Science) Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melahirkan merupakan pengalaman yang istimewa bagi ibu-ibu yang pertama kali melahirkan. Meskipun melahirkan merupakan peristiwa fisiologis tetapi faktor psikologis juga mempunyai peranan penting, sehingga melahirkan lebih merupakan peristiwa psikomatis. Proses persalinan pada primipara dapat berjalan normal (13-14 jam) atau memanjang (> 14 jam) karena adanya beberapa faktor yang berperan dalam proses persalinan, salah satu faktor tersebut adalah faktor psikologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah diskriptif korelasional, dilakukan untuk melihat hubungan antara tingkat kecemasan dengan lama persalinan kala I. Sampel ditentukan dengan purposive sampling yaitu menggunakan batasan waktu selama satu bulan. Dalam penelitian ini jumlah responden sebanyak 27 orang. Penentuan tingkat kecemasan dengan menggunakan kuesioner dan lama kala I dengan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpanjangan kala I dapat terjadi pada berbagai tingkat kecemasan yaitu kecemasan ringan 6,25%, kecemasan sedang 81,25% dan kecemasan berat 12,5%. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan antara tingkat kecemasan dengan lama persalinan kala I.
STUDI KUALITATIF TERHADAP SIKAP IBU UNTUK MENDAPAT IMUNISASI BAYI PERTAMA KALI BCG TERKAIT DENGAN GENDER DI KLINIK BPS “BAHAGIA” SURAKARTA -, Soetarmi; Wahyuningsih, Endang; -, Sutaryono
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan (Journal of Health Science) Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap Ibu untuk mendapatkan imunisasi bayi pertama kali BCG berbda-beda antara satu dengan yang lainya. Adanya budaya patriarkhi dan subordinasi gender yang di anut dalam lingkungan keluarga maupun social budaya masyarakat setempat akan mempengaruhi sikap ibu untuk mendapatkan imunisasi pertama kali BCG bagi bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena sikap ibu dalam mendapatkan imunisasi bayi pertama kali BCG terkait dengan subordinasi gender. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan ethnografi dilaksanakan pada ibu yang telah mengimunisasikan bayinya pertama kali BCG di klinik PBS (Bidan Praktik Swasta) “Bahagia” Surakarta dari bulan Juni 2003-Mei 2004. Sampel sebanyak 6 ibu yang di ambil secara purposive sampeling. Teknik pengumpulan data dengan indepth interview. Analisa data menggunakan domain analisis dan keabsahan data menggunakan standart triagulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa di dalam mengambil keputusan untuk mendapatkan imunisasi bayi pertama kali BCG terkait dengan subordinasi gender, pengambilan keputusan dilakukan sendiri oleh ibu dengan segala konsekuensinya. Dan ibu berpendapat bahwa setiap pengambilan keputusan tidak selalu diputuskan oleh suami, dan pengambilan keputusan yang  terkait dengan subordinasi gender telah di upayakan sendiri oleh ibu.
PERSEPSI AKSEPTOR KB SUNTIK TENTANG EFEK SAMPING KB SUNTIK DI BIDAN PRAKTIK SWASTA “DWI KUSUMA” DESA POJOK KECAMATAN TAWANGSARI KABUPATEN SUKOHARJO Wahyuni, Sri; Handayani, Sri; Pujiastuti, Endang
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan (Journal of Health Science) Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efek samping penggunaan KB suntik dirasakan oleh lebih dari 60 % akseptor KB suntik pada tahun 2003. Hal ini menjadi keluhan utama bagi akseptor KB suntik karena ketidaktahuan tentang efek samping KB suntik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi akseptor KB suntik tentang efek samping KB suntik di BPS “Dwi Kusuma” Desa Pojok Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo tahun 2004. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 45 orang yang daimbil secara purposif dari seluruh akseptor KB suntik di BPS “Dwi Kusuma”  Desa Pojok Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo pada bulan Juli 2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 responden (6,00%) saja yang mempunyai persepsi kurang baik tentang efek samping KB suntik. Untuk itu perlu adanya penelitian tentang faktor- faktor yang mempengaruhi persepsi akseptor KB suntik tentang efek samping KB suntik dengan jumlah responden yang lebih banyak dan dengan metode-metode penelitian yang lebih baik dan lebih lengkap.
PENGARUH PEMBERIAN AIR PERASAN KUBIS (Brasica Oleraceae var. Capitata L.) TERHADAP DAYA ANALGETIK JAMU PEGAL LINU PADA MENCIT JANTAN DENGAN METODE RANGSANG KIMIA Oktavianingtyas, Yetti; -, Sunyoto; Hana M, Choiril
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan (Journal of Health Science) Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pengaruh sayuran terhadap obat atau jamu yang diminum oleh manusia masih terbatas, salah satunya adalah kubis. Pengaruh konsumsi kubis dengan obat tradisional yaitu jamu pegal linu “PL” sebagai obat untuk menghilangkan lelah, pegal linu, nyeri otot, encok dan penambah tenaga baru belum banyak diketahui masyarakat. Penelitian lain menyebutkan bahwa kubis mengandung senyawa indol yang dapat menginduksi enzim biotranformasi sehingga dapat menurunkan daya anti inflamasi dari diklofenak. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh air perasan kubis apabila dikonsumsi secara bersamaan dengan jamu pegal linu sebagai penghilang rasa nyeri. Penelitian menggunakan uji acak lengkap pola searah, dengan 5 kelompok perlakuan dan masing-masing terdiri dari 8 ekor mencit putih jantan. Data yang diperoleh menunjukkan adanya penurunan jumlah geliat mencit pada tiap kelompok perlakuan bila dibandingkan dengan kontrol negatif (p<0.05), kemudian dihitung prosentase adanya analgetiknya. Daya analgetika jamu pegal linu “PL” 31,8% lebih rendah dibanding asam mefenamat 65,12%. Praperlakuan air perasan kubis dosis 25ml/kg BB 1 jam sebelum pemberian suspensi jamu pegal linu mampu menaikkan daya analgetik jamu pegal linu 41,28% (p<0.05), sedangkan perlakuan air perasan kubis dosis 25 ml/kg BB 1 kali sehari selama 3 hari sebelum pemberian suspensi jamu pegal linu tidak mempengaruhi daya analgetik jamu pegal linu “PL” 25,39%
HUBUNGAN PERSEPSI ORANG TUA TENTANG PENYAKIT HEPATITIS B DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI HEPATITIS B DENGAN ANAKNYA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIKOTES KLATEN -, Istiana; -, Daryani; Winarti, Ambar
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan (Journal of Health Science) Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi hepatitis pada anak-anak akan berkembang menjadi kronik (pengidap) dan sebagian pengidap ini akan berkembang menjadi sirosis hati, dan bahkan menjadi karsinoma hepatoseluler primer. Program imunisasi dari Departemen Kesehatan RI hanya diberikan pada bayi umur 1 tahun kebawah, ini masih menunjukan angka droup out yang tinggi pada puskesmas kalikotes yaitu sebesar 31 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan persepsi orang tua tentang penyakit hepatitis B terhadap kelengkapanimunisasi hepatitis B dan bagaimana peran serta orang tua tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory  research dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sempel dengan teknik, urposive sampling, diambil dari orang tua yang datang keposyandu. Dalam penelitian ini jumlah responden adalah 30 orang. Persepsi diukur dengan menggunakan kuesioner. Sedangkan kelengkapan imunisasi dilihat dari KMS balita. Analisa data dengan menggunakan pearson product moment. Hasil penelitian didapatkan 46,67% responden mempunyai persepsi yanga cukup dan 20% responden mempunyai persepsi yang baik tentang imunisasi hepatitis B, serta 60% responden telah melakukan imunisasi hepatitis B secara lengkap pada balitanya. Hasil uji statistik pearson product moment didapatkan r = 0,644, p= 0,000 dan □ = 0,05 yang berarti ada korelasi positif antara persepsi orang tua tentang imunisasi hepatitis B dengan kelengkapan imunisasi hepatitis B. Untuk itu  peran aktif orang tua dalam imunisasi perlu ditingkatkan melalui penyuluhan tentang arti penting imunisasi.
HUBUNGAN ANTARA KADAR TIMAH (Pb) HITAM DALAM DARAH DENGAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) (The Relationship Of Blood Lead Leveland Hemoglobin Level) -, saifudin zukhri; -, Bambang Soempeno; -, Doeljacman Moeljohardjo Moeljohardjo
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan (Journal of Health Science) Vol 2, No 4 (2007)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increased number of motor vehicles which not balace by widing or prolonging of road will accumulate emission on the air. One of the emission component was lead (Pb). Some researchs indicated that had negative effects to health. This study was aimed to know the relationship between blood lead level and hemoglobin level of the street boys in Yogyakarta. This was an analytical observasional (non experimental) research with cross sectional study. The subjects of this study were 30 street boys (10-18 years old) which resided in special cross roads of main road in Yogyakarta, i.e.Malioboro (post office), PKU Muhammadiyah Hospital, Gramedia Book Store and Mirota Campus. Two milliliters of blood were drawn up from the cubital vein of the subject to examine the blood lead level (ug/dl) with Atomic Absorbent Spectrophotometry, and to examine the hemoglobin level (g/dl) with cyanmethemoglobin metode by microlab spectrophotometry 300. There were only 26 of 30 subjects which fulfilled the criterions to be analyzed. Data were analyzed by Spearman’s Rho correlation test and multiple regression. A p value af d”0,05 was set as a significant level. The result showed that the average of streer boy’s blood lead level were 150,8 ± 41,20 ug/dl. All of the street boys had the blood lead level more than 10 ud/dl (the blood leadlevel threshold for children was defined by ATSDR). The average of hemoglobin level of the street boys were 10,28 ± 1,51 g/dl, which 70,08 % of them suffered anemia (hemoglobin level <12g/dl). Bivariate Spearman’s Rho correlations test result demontrated thatblood lead level and history of alcohol intake had negative correlation with the hemoglobin level (r = -0,663 and -0,396 respectively). Age,nutrition status, smoking habit, and expose duration had no correlation significantly with the hemoglobin level. Multiple regression test result showed that blood lead level was the only factor that predict the hemoglobin level. Contributions of blood leaf level were 36,7 % toward hemoglobin level, so the contributions of other factory that influenced hemoglobin level were 63,3 %. Increased of  1 ug/dl of blood lead level was responsible to 0,22 g/dl decreased of hemoglobin level. It was concluded that blood lead level had negative linier correlation with the hemoglobin level.   Key word : lead, hemoglobin, anemia
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEBISINGAN DENGAN GANGGUAN STRES MASYARAKAT DI PEMUKIMAN SEKITAR REL KERETA API SRAGO GEDE Kusumaningrum, Sri Indah; -, Sigid Sudaryanto; -, sri Handayani
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan (Journal of Health Science) Vol 2, No 4 (2007)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemukiman sehat merupakan suatu tempat tinggal secara permanen, yang berfungsi sebagai tempat bermukim, beristirahat, berekreasi dan berlindung dari pengaruh lingkungan. Salah satu perubahan lingkungan adalah adanya kebisingan yang dapat mengakibatkan gangguan pendengaran, gangguan komunikasi, gangguan tidur dan stres.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kebisingan dengan gangguan stres di permukiman sekitar rel kereta Srago Gede. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga di pemukiman disekitar rel kereta api Srago Gede. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi square.   Hasil penelitian menunjukkan, 50% responden terpapar kebisingan yang tidak memenuhi syarat. Dan 43% responden mengalami gangguan stress tinggi, 27% responden mengalami gangguan stress rendah. Hasil uji chi square diperoleh nilai value = 0.034 (p<0.05) yang berarti ada hubungan antara tingkat kebisingan dengan gangguan stress.   Untuk mengurangi kebisingan, masyarakat disarankan untuk memasang gorden di jendela dan menanam tanaman tembok.   Kata kunci : Kebisingan gangguan stress
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI KLIEN DIABETESB MELITUS UNTUK MELAKUKAN LATIHAN FISIK DI DINAS KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL KABUPATEN KLATEN Purnomo, Romadhani Tri; -, Supardi -
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan (Journal of Health Science) Vol 2, No 4 (2007)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan 8,4 juta jiwa penderita diabetes melitus pada tahun 2000,menjadikan Indonesia menempati urutan keempat sebagai negara berpenduduk diabetes terbanyak di dunia.Tindakan pencegahan komplikasi diantarana adalah latihan fisik untuk mengontrol kadar glukosa darah.Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang terjadi seumur hidup,maka penderita diabetes sering mengalami depresi dan kecemasan akibat perubahan pola hidup yang drastis unyuk mengelola penyakitnya,sehingga diperlikan dukungan keluarga.Diwilayah kerja DKKS Klaten ada penderita diabetes sudah mengalami komplikasi akibat kurangnya tindakan pencegahan terutama latihan fisik,padahal mereka masih bersama dengan keluarganya. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif korelatif dengan rancangan Crossectional.Jumlah sampel sebanyak 53 responden .Pengumpulandata dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahw aterdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan motivasi klien diabetes mellitus untuk melakukan latihan fisik dengan perhitunagn uji korelasi Rank Spearman diperoleh nilai r =  0,6000 dan p value  = 0,000. Hasil penelitian menggambarkan bahwa 56,6 % responden memiliki motivasi kuat untuk untuk melakukan latiha fisik.Faktor yang dapat meningkatkan motivasi diantaranya adalah dukungan keluarga.Penelitian selanjutnya dapat meneliti tentang hubungan tingkat pengetahuan  dengan motivasi klien diabetes untuk melakukan  latihan fisik.   Kepustakaan   : 35 Kata Kunci      : dukungan keluarga,motivasi,latihan fisik