cover
Contact Name
yosa fiandra
Contact Email
pichaq@telkomuniversity.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalrekam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jalan Parangtritis Km 6,5 Sewon, Bantul, Yogyakarta Tlp. (62) 0274 384107, HP (62) 089649387947 Email: jurnalrekam@gmail.com
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Rekam : Jurnal, Fotografi, Televisi Animasi
ISSN : 18583997     EISSN : 27453901     DOI : 10.24821
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi is a scientific journal published by the Asosiasi Dosen Seni Media Rekam Indonesia in collaboration with the Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. This journal contains articles on research results, conceptual ideas (results of thought), creation, and the results of community service in the fields of photography, television, and animation.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2015): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi" : 6 Documents clear
Peranan Pemilihan Strategi dan Stilistika dalam Iklan di Televisi Mezia Kemala Sari
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 11, No 1 (2015): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v11i1.1290

Abstract

Televisi adalah salah satu media terbaik saat ini yang dapat menghubungkan tujuan-tujuan dari para produsernya dengan kebutuhan konsumen. Tayangan televisi sangat penting sehingga konsumen dapat dengan mudah mendapatkan hal-hal baru melalui tayangan televisi seperti iklan. Iklan menjadi sangat penting ketika produser ingin menawarkan produk atau jasa. Hal ini dapat dengan mudah dicapai dengan membuat iklan di televisi untuk mendapatkan perhatian pembeli yang potensial. Tujuan utamanya adalah untuk menyampaikan pesan iklan tersebut dengan menarik yang dikemas untuk menjaring konsumen. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih strategi adalah relevansi akan produk itu sendiri, pesaing dan target pasar juga harus jelas. Iklan harus memerhatikan aspek iklan, yaitu stilistika. Dalam mendapatkan keunikan gaya, produsen dapat menggunakan penggunaan strategi bahasa seperti slogan, pemilihan karakter yang menarik, pemilihan strategi yang tepat dan juga menggunakan elemen iklan lainnya. Pemilihan strategi iklan akan menentukan penyampaian gaya bahasa pesan melalui bentuk kreativitas untuk mendapatkan respons konsumen yang lebih baik.The Role of Selection and Stylistics Strategies in Advertising on Television. Television is one of the best medium today that can connect producers’goals with consumers' needs. The televisions’ impressions are crucial so that consumers can easily get new things through the television’s impressions like advertisment. Advertisment becomes very important when producer wants to offer product or service. It can be easily achieved by making advertisment on television to get potential buyers’attention.The main goal is to deliver advertising messages by using attractive packaged to stimulate consumers. The things that should be considerated in choosing strategies are the relevancies to product itself, competitors and also clear target market. Advertisement should pay attention to the Stylistics’ advertising aspects. In getting the uniqueness of style, producers can  use language strategies usage like slogans, selection of interesting characters, selection of appropriate strategies and also using other advertising elements. The selection advertisements’ strategies  will determine conveying stylistics’ messages through form of creativity to get the better consumer response.
Perjalanan Fantasi Menembus Ruang dan Waktu (Analisis Semiotika Film The Time Machine) Sudjadi Tjipto R
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 11, No 1 (2015): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v11i1.1292

Abstract

Cerita klasik usaha manusia untuk menaklukkan ruang dan waktu sudah menjadi impian sejak dahulu. Novel fiksi ilmiah terkenal The Time Machine (1895) karya H.G. Wells merupakan salah satu cerita klasik fantasi ilmiah manusia menembus batasan ruang dan waktu. Film sebagai hasil kreativitas insan menjadi media hiburan yang digemari karena mampu mewujudkan imajinasi mengarungi waktu. Hal ihwal yang belum dapat tercapai saat ini, lewat media film terwujudkan. Film fiksi ilmiah (science fiction) adalah genre film yang muncul sebagai medium realisasi imajinasi. Pada tahun 2002 industri film Hollywood memproduksi kembali cerita klasik populer The Time Machine. Dengan menggunakan metode analisis semiotika penelitian ini berkeinginan mengkaji film fiksi ilmiah The Time Machine untuk membongkar kepalsuan pencapaian teknologi yang dilakukan Hollywood sebagai kapanjangan tangan negara adidaya. Dari hasil penelitian diharapkan muncul kesadaran kritis penonton untuk tidak secara langsung mempercayai apa yang ditontonnya dan menyadari bahwa yang dilihatnya adalah sebuah imajinasi palsu.Fantasy Trip Entering the Space and Time (Semiotics Analysis on Film The Time Machine). Classic stories about human’s dreams to conquer space and time have been existing since long time ago. One of the most known science fiction novel about space and time wanderers is The Time Machine (1895) by H.G. Wells. This novel was than adapted in the movie  with the same title (2002) by movie industry in Hollywood. This movie is both a form of a creative work  and on the other hand is entertaining. This movie was very popular at the time because it could express the human imagination of time wanderers and the technology used and at the same time could realize it although only in a movie form. The technology of the time wandering itself is impossible at the time, even nowaday. Science fiction is then known as a genre of movie which could realize human imaginations. Using semiotic analysis, this study is trying to review this movie to show the fake thruths that Hollywood is than just a part of super power state (US)  statements. The result of the study is trying to give references to audience that the movie they might watch might be just a fake imagination.
Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer sebagai Dasar Penciptaan Skenario Philipus Nugroho Hari Wibowo
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 11, No 1 (2015): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v11i1.1291

Abstract

Penciptaan ini mengadaptasi novel Gadis Pantai karya Pramoedya  Ananta Toer (Pram) menjadi skenario. Kepiawaian Pram dalam menulis novel tidak diragukan lagi. Banyak karya Pram yang menjadi best seller, dari tangannya lahir karya-karya yang hebat, berbagai penghargaan pernah ia dapatkan, hingga nominasi nobel.  Karya Pram sampai saat ini belum ada yang berhasil difilmkan,  mungkin masa lalu Pram yang dekat dengan Lekra yang membuat seperti ini. Ide menjadi hal yang paling penting dalam sebuah skenario (film), Ide mengadaptasi novel menjadi pilihan yang jitu. Mengingat banyak film yang memenangkan penghargaan merupakan film adaptasi dari novel-novel best seler.Gadis Pantai Pramoedya Ananta Toer’s Novel as a Basic Scenario Creation. The creation is adapting the novel Gadis Pantai by Pramoedya Ananta Toer into a scenario. There is no doubt about Pram expertise in writing novels, many works of Pram considered as best seller, many great works were born from his hands, he has received the various awards, moreover, he was nominated as a nobel nominee. To this moment, there is no such works of Pram which is successfully filmed,it is  probably because in his past time, Pram has been considered as a person who is “near” to LEKRA. An idea becomes the most important thing in making a screenplay (movie), The idea of adapting the novel becomes a workable option. As there have been many films that are also adaptated from the best seller novels.
Pemanfaatan Single Flash External dengan Guide Number Rendah untuk Pemotretan Ruang Bambang M. Soewito; Kartika K. Wardani
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 11, No 1 (2015): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v11i1.1288

Abstract

Dalam teknik fotografi, cahaya merupakan elemen dasar dalam pembentukan image. Pemahaman tata pencahayaan saat pemotretan mutlak diperlukan karena akan memengaruhi mutu gambar yang didapat. Optimalisasi pencahayaan pada objek dapat diperoleh dengan cara memahami karakternya. Hal itu bisa dilakukan dengan menggolongkan cahaya berdasarkan sumbernya atau mengenal sifat-sifatnya, juga memahami pola terapan cahaya tersebut. Pemotretan interior merupakan salah satu terapan fotografi yang mengeksplorasi detail objek dan suasana ruangan sehingga suatu saat bias saja dibutuhkan lampu tambahan yang berupa flash. Dalam memenuhi tujuan itu, beberapa di antaranya masih banyak yang membutuhkan penggunaan lebih dari satu titik lampu flash beserta aksesorisnya sehingga akan memengaruhi biaya operasionalnya juga. Pada penulisan ini akan disampaikan hasil percobaan tentang pemotretan ruang yang hanya menggunakan sebuah lampu flash eksternal berintensitas kecil, yang bisa dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas foto sehingga dirasa dapat menekan biaya operasionl pemotretan.Application of Single Flash External Using Low Guide Number for Interior Photography. Light is the basic element of photographic technique in formation of the image. Understanding of the lighting system is important when taking the picture, because it will affect the quality of the image. Optimization of the lighting on the object can be obtained by understanding its character. This can be done by categorize light based source, identify light feature and figure out the pattern of the light. Interior photography is one of applied photography which explores the details of the object and the circumstances of the room, so that it needs extra light in the form of flash. To obtain that objective, usually a much needed to use more than one point of the flash and its accessories, so it affect operational costs as well. In this paper, the author presents the results of experiments on interior photography, which by using a small intensity of light from external flash optimally can improve the quality of the image and also reduce costs of interior photo shoot’s operasional
Ansel Adams Easton (Kajian Karya, Kesenimanan, dan Aspek Sosialnya) Irwandi Irwandi
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 11, No 1 (2015): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v11i1.1289

Abstract

Ketenaran seorang seniman kadang-kadang diakui sebagai refleksi dari dirinya dan fitur karyanya saja. Seniman sering dianggap memiliki peran yang sangat sentral dalam upaya untuk mencapai reputasinya di masyarakat. Sering tidak disadari bahwa di balik popularitas seorang seniman, ada sejumlah faktor sosial budaya yang juga memengaruhi hal itu. Ansel Adams adalah contoh bagaimana posisi seorang seniman dalam konstelasi sosial budaya Amerika. Selain memiliki sebuah karya yang indah, kemampuan teknis dan konsep karya yang baik, ia juga mampu menempatkan dirinya dalam peta sosial pada zamannya. Diskusi tentang Ansel Adams akan dilakukan dengan mempertimbangkan pekerjaan sampingan, kapasitas, dan peran yang dianggap eksternal yang membantu mendorong popularitasnya. Dalam perspektif ini akan terlihat bagaimana pentingnya faktor sosial dalam mempertahankan eksistensi seorang seniman. Ansel Easton Adams (Assessment work, artistry, and its Social Aspects). The fame of an artist is sometimes recognized as a reflection of himself and his work features alone. The artist often regarded as a highly central role in efforts to achieve its reputation.The public do not  realize that behind the popularity of an artist, there are a number of socio-cultural factors that also affect it. Ansel Adams is an example of how the position of an artist in the  constellation of socio-cultural America. Besides having a beautiful work, technical ability and concept of good works, he is also able to put himself in a social map of his era. Discussion of Ansel Adams will be conducted  by considering the workside, the capacity and roles deemed external helped push his popularity. In this perspective will be seen how the importance of social factors in maintaining the existence of an artist.
Fotografi, Pariwisata, dan Media Aktualisasi Diri Tendi Antopani
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 11, No 1 (2015): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v11i1.1293

Abstract

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang tidak lepas dari orang yang ada di sekitarnya. Hal tersebut mempengaruhi gaya hidup seseorang. Gaya hidup berkaitan erat dengan perkembangan masyarakat, yang didalamnya terkandung nilai-nilai seperti strata sosial, pencitraan, dan aktualisasi diri yang semua itu demi pencarian identitas baru. Seperti halnya melakukan perjalanan wisata pada saat ini merupakan kebutuhan bagi sebagian orang. Perjalanan wisata tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan kepuasan semata, tetapi menjadi sebuah keharusan dan menjadi penting karena aktivitas tersebut melibatkan banyak hal yang ingin dicapai untuk menunjukkan eksistensi diri. Dorongan seseorang untuk menunjukkan eksistensi diri yang tidak terlepas dari berkembangnya teknologi dan informasi saat ini. Sejak ditemukan teknologi fotografi, aktivitas pariwisata terkait erat dengan dokumentasi sebagai suatu sarana untuk mengenang peristiwa wisata. Photography, Tourism, and Self-Actualitation Media. Humans are essentially social beings that cannot be separated from those that exist in their neighborhood. It affects a person's lifestyle. Lifestyle is bounded closely with the development of society, that it contains values such as social strata, imaging, and self-actualization are all for the sake of search of new identities. Traveling at this time is a necessity for some people. Sightseeing trips not only for the needs of satisfaction, but it becomes a necessity and is important because these activities involve a lot of things to be achieved to demonstrate the existence of self. Urge someone to show the existence of self that is inseparable from the development of technology and information today. Since the discovery of technology of photography, tourism activity is closely related to documentation as a tool for remembering traveling events.

Page 1 of 1 | Total Record : 6