cover
Contact Name
yosa fiandra
Contact Email
pichaq@telkomuniversity.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalrekam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jalan Parangtritis Km 6,5 Sewon, Bantul, Yogyakarta Tlp. (62) 0274 384107, HP (62) 089649387947 Email: jurnalrekam@gmail.com
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Rekam : Jurnal, Fotografi, Televisi Animasi
ISSN : 18583997     EISSN : 27453901     DOI : 10.24821
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi is a scientific journal published by the Asosiasi Dosen Seni Media Rekam Indonesia in collaboration with the Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. This journal contains articles on research results, conceptual ideas (results of thought), creation, and the results of community service in the fields of photography, television, and animation.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2016): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi" : 6 Documents clear
Analisis Aisas Model Terhadap Product Placement dalam Film Indonesia Studi Kasus: Brand Kuliner di Film Ada Apa Dengan Cinta 2 FA. Wisnu Wirawan; Prima Dona Hapsari
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 12, No 2 (2016): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v12i2.1424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis AISAS Model atas product placement dari brand(tempat) kuliner pada film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2. Film ini menjadi objek penelitiankarena tingginya minat menonton dari masyarakat hingga membuatnya menjadi salah satufilm terlaris di Indonesia pada tahun 2016. Penelitian ini mengambil dua teori utama dalambidang komunikasi pemasaran, yaitu teori AISAS dan product placement. Jenis penelitian iniadalah kualitatif deskriptif, dengan teknik observasi dan wawancara mendalam kepada 12orang informan yang telah menonton film tersebut minimal 1 kali dan berdomisili di JakartaTimur. Hasil dalam penelitian ini menyebutkan bahwa berdasarkan analisis AISAS, productplacement atas brand (tempat) kuliner dalam film membantu promosi brand kuliner tersebut.Poin Search, Action, dan Share memberikan peluang besar dan sangat baik dalam keberhasilanpromosi sehingga konsumen dapat dekat, mengalami, dan merasakan brand.The Analysis of AISAS Model towards Product Placement of Indonesia Movie: A CaseStudy on the Culinary Brand of Ada Apa Dengan Cinta 2 Movie. This study aims to analyzeAISAS Model on product placement of culinary brand on Ada Apa Dengan Cinta (AADCWhat’sup with Cinta) 2 movie. The movie becomes the object of research because of the highinterest from the public to watch, making it one of the best-selling movies in 2016 in Indonesia.This study takes two main theories in the field of marketing communications, namely AISASand product placement. The research is a qualitative descriptive by observation and in-depthinterviewtechnique to 12 informants staying in East Jakarta who have seen the film at leastonce. The result of study mentions that based on the AISAS analysis, product placement ofculinary brand (places) on the film helped the promotion of the culinary brands. Some pointssuch as Search, Action, and Share provide great opportunities to the success of the campaignso consumers can be close, experience and feel the brand.
Imajinasi Ke Imajinasi Visual Fotografi Edial Rusli
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 12, No 2 (2016): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v12i2.1426

Abstract

AbstrakImaji visual fotografi merupakan media rekam visual yang objektif dan representatifkebenarannya dalam merekam suatu realitas. Revolusi teknologi menyebabkan perubahandari teknologi fotografi analog sebagai salah satu media yang menyatakan kebenaran ataubukti dan sebagai media yang representatif kebenarannya ke teknologi digital yang dapatmemungkinkan untuk merekayasa gambar digital melalui perangkat lunak. Teknologi digitaltelah menjadikan kebenaran dalam sebuah foto tidak lagi absolut. Akhirnya fotografi sebagaialat perekam imaji yang representatif kebenarannya semakin diragukan. Karena semakin sulituntuk membedakan foto asli atau palsu, bahkan sebuah foto asli bisa saja dikatakan sebagaihasil manipulasi. Penciptaan imajinasi visual fotografi ini dihasilkan dari suatu olah daya pikirmanusia. Dalam proses tersebut dibutuhkan suatu kreativitas dari penggabungan imaji-imajisebelumnya atau sekarang ini untuk diimajinasikan. Pemaknaan akan bergeser dari imaji visualfotografi menjadi imaji visual fotografi yang baru. Proses artistik imajinasi visual ini diciptakandengan didasarkan pada artistik yang berdasarkan imajinasi, artistik berdasarkan imajinasi danartistik didasarkan pada kombinasi antara kenyataan dan imajinasi. Penciptaan Imajinasi visualfotografi merupakan daya untuk mengonstruksi ataau menggabungkan kembali dari berbagaiimaji-imaji atau foto- secara imajinatif dan kreatif dengan persepsi yang menyertainya untukmenjadi imaji baru yang utuh, logis, dan mungkin terjadi dengan menggunakan teknik danefek fotografi. Proses mengonstruksi membutuhkan suatu kemampuan berimajinasi untukmenggabungkan dan menyatukannya untuk menjadi satu kesatuan (unity) yang utuh dalam satupermukaan gambar/imaji secara ekspresif dan imajinatif melalui proses estetis yang kreatifberdasarkan ciri personal penciptanya. Dengan demikian, hasil dari proses konstruksi tersebutsudah tidak tampak lagi imaji sebelumnya dan pemaknaannya sudah bergeser menjadi karyaimaji dengan pemaknaan baru.AbstractImage to Photography Visual Imagination. Visual image of photography is a visual recordingmedia which is objective and representative in revealing the truth when recording a reality. Thetechnology revolution led to the change in photography, from analog photographic technologyas one of the media for promoting truth or evidence and as media representing truth to thedigital technology which allow people to manipulate digital images through software. Digitaltechnology has made the truth in a photograph is no longer absolute. In the end, photographyas an images recording tool representing truth is doubted. It is getting harder and moredifficult to distinguish the original or fake photo, even an original photo can be said as aresult of manipulation.The creation of visual imagination photography is produced by thepower of human thought. The process requires a creativity of merging the previous or recentimages to imagine. The meanings will be shifted from visual image photography into a newvisual image photography. Visual imagination of the artistic process is created on the basisof artistic imagination, artistic imagination and artistic are based on a combination of realityand imagination.The creation of visual photography imagination is a power to construct orrecombine from multiple images or pictures imaginatively and creatively with the perceptionto be a whole new image, logical, and may occur with the use of techniques and photographiceffects. The process of constructing requires an ability of imagining to combine and unitethem into a single unit as a unity which is intact on s single surface of the picture/image,expressively and imaginatively through an aesthetic creative process based on the personalcharacteristics of the creator. By doing so, the construction process will no longer visible onthe former image and the meaning will shift into an image with a new meaning.
Penciptaan Fotografi Surealisme Human and Time Marventyo Amala
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 12, No 2 (2016): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v12i2.1430

Abstract

AbstrakWaktu adalah sebuah konsep yang sepenuhnya tergantung pada persepsi manusia. Waktuadalah sebuah konsep yang tergantung pada kejadian-kejadian yang dapat diperbandingkandengan apa yang dialami. Seseorang, bahkan setiap manusia tidak bisa terlepas dari entitaswaktu ini. Sekuat apa pun ingin melepaskan diri, manusia tidak akan pernah lepas dari“sang” waktu, bahkan saat mati pun masih dilingkupi oleh waktu. Berlandaskan pada konseptentang waktu, maka terbesit sebuah ide mengenai penciptaan fotografi dengan tema waktuyang bergaya surealis. Karakteristik karya fotografi ini lebih menekankan pemotretan subjekmanusia dibalut dengan kain putih sebagai representasi waktu. Unsur pencahayaan menjadihal yang sangat diperhatikan agar ekpresi dari subjek dapat terekam dengan baik. Sementaraitu, sifat momen, pilihan arah cahaya, dan eksplorasi dengan menggunakan teknik multipleexposure, menjadi bagian yang juga ditekankan pada karya ini. AbstractThe Creation of Surrealism Photography: Human and Time. Time is a concept that isentirely dependent on human perception. Time is a concept that depends on events that canbe compared with what happened. Someone, even every man cannot be separated from theentity of time. No matter how someone wants to get away, he would never be separated from“his” time, even death is still surrounded by time. Based on the concept of time, then an ideaabout the creation of photography with the theme of time and surrealist styles popped up. Thecharacteristis of this photography project emphasizes on shooting human subjects wrappedin a white cloth as a representation of time. Lighting element is very highly considered toshow the expressions of the subject that it could be recorded properly. In the meanwhile, themoment, the choice of light direction, and exploration using multiple exposure technique, areessential parts of this work.
Penjejakan Fitur Berbasis Koherensi Temporal dalam Sistem Animasi Ekspresi Wajah Samuel Gandang Gunanto; Mochamad Hariadi; Eko Mulyanto Yuniarno
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 12, No 2 (2016): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v12i2.1425

Abstract

AbstrakTingginya permintaan produktivitas industri animasi di Indonesia menuntut adanya perubahandi sektor produksi. Teknologi motion capture merupakan penerapan prinsip visi komputeryang mengadaptasi indera mata manusia untuk mengenali fenomena gerakan yang tertangkapkamera dan memetakannya dalam pola gerak virtual. Tulisan ilmiah ini akan membahas metodepenjejakan fitur penanda di wajah manusia untuk mendapatkan informasi mengenai ekspresiwajah. Teknik penjejakan menggunakan penerapan prinsip koherensi temporal. Asumsi yangdigunakan pada penelitian ini berargumentasi bahwa dengan menggunakan pendekatankoherensi temporal, maka proses penjejakan fitur di citra sekuensial dapat disederhanakandengan perhitungan nilai kedekatan pada penanda di setiap frame-nya. Hasil yang didapatmenunjukkan bahwa proses penjejakan fitur yang diusulkan memiliki hasil yang handal untukmenangani banyak frame. Komputasi yang digunakan juga sangat efisien dan hemat karenaprosesnya tidak memerlukan tahap pembelajaran terlebih dahulu. Kumpulan hasil penjejakanparameter fitur penanda secara sekuensial akan membentuk sebuah basis data ekspresi visualdari wajah manusia. AbstractTemporal Coherence Based Feature Tracking in the Animation System of Facial Expression.High demand on the productivity of the animation industry in Indonesia requires a changein the existing production process. Motion capture technology is the implementation of acomputer vision principle to adopt the human eye senses to understand the phenomenon ofmotion results from a camera and to map the virtual movement patterns. This paper willdiscuss a method for tracking marker features in the human face to obtain information aboutfacial expressions. The tracking technique is using implementation of temporal coherenceprinciple. This research assumes that by using temporal coherence approach, the trackingprocess in sequential images can be simplified by calculating similarity on markers in eachframe. The result shows that this feature-tracking process have reliable result to handle alot of frames. The computation used is very efficient and cheap because it does not requirea learning process in advance. The precision accuracy of tracking parameters generated adatabase of good visual expression.
Fundamental Kewirausahaan sebagai Media Penciptaan Lapangan Kerja di Bidang Fotografi Syamyatmoko Syamyatmoko
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 12, No 2 (2016): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v12i2.1429

Abstract

AbstrakLahir dari keajaiban teknologi dan terus berevolusi mengikuti jiwa zamannya, menegaskanbahwa fotografi adalah instrumen penghasil rupiah yang efektif. Terobosan berbagai mediaakhir guna display dan booming media sosial berbasis internet merangsang pertumbuhanpengguna fotografi, baik bersifat profesional maupun amatir. Terbukanya peluang besar untukmenciptakan lapangan kerja yang menjanjikan dan meningkatnya kebutuhan ilmu fotografiditandai munculnya berbagai lembaga edukasi, komunitas, dan ruang diskusi. Memicuterjadinya persaingan ketat dalam medan bisnis fotografi, sebagian mencoba membangundan jatuh, sebagian lagi tetap berproses demi sebuah mimpi. Satu dua orang telah menjadiraja, dan kebanyakan masih berkutat masalah teknis tanpa mampu merealisasikan peluangyang ada. Menciptakan lapangan kerja menurut para ahli sangat penting guna menekan angkapengangguran di suatu negara. Jika peluang terbuka lebar, seyogianya para insan fotografiikut serta membantu pemerintah mewujudkannya, paling tidak mampu membuka lapangankerja untuk dirinya sendiri. Menjadi seorang wirausaha di bidang fotografi bukan hal sulit,walaupun karena digitalisasi kompetitor semakin banyak, kesempatan selalu ada bagi yangmau menumbuhkan fundamental kewirausahaan dalam dirinya. Belajar dan mencoba adalahkunci untuk menjawab tantangan bisnis fotografi masa depan.AbstractEntrepreneurship Fundamentals as Employment Creation Media in the Field ofPhotography. Born from the miracle of technology and continues to evolve following thespirit of its era, emphasizing photography as an effective instrument for earning money. Thebreakthrough in various user end media for display, as well as the booming of internet-basedsocial media stimulate the growth of photography users both professional and amateur. Theopportunity in creating promising employmens is widely opened, flagged by the bloomingof education institution, community, and discussion forum. Hence, they trigger a tightcompetition in photography business, some may try and fail while some may keep on progressfor the sake of their own dream. One or two may become successful, while others still workon the technique without being able to realize the given opportunity. Creating employment,according to some experts, is very important in lowering the unemployment in a country.When there is an opportunity, hopefuly the photographers could help the governemnt creatingan employment opportunity, at least for themselves. Being an entrepreneur in photographyis not really difficult, eventhough the numbers of competitors in digitalization is gettingmore each day,because an opportunity is always open for those who want to develop theirown entrepreneur fundamental. Learning and trying are the keys to answer the challenge inphotography business in the future.
Semut Rangrang (Oecophylla Smaragdina) dan Benda-benda Berteknologi dalam Fotografi Ekspresi Syafriyandi Syafriyandi
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 12, No 2 (2016): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v12i2.1427

Abstract

AbstrakFotografi ekspresi merupakan ungkapan jiwa yang mengutamakan ekspresi jati diri pribadiseseorang yang diekspresikan dalam karya seni murni. Penulis mengekspresikan apa yang adadalam pikiran berupa fantasi dan kebebasan yang tidak membatasi ide penciptaan. penciptaanini menggunakan metode ide, referensi, dan eksplorasi. Foto ini menampilkan objek semutrangrang (Oecophylla smaragdina) yang merespons benda-benda berteknologi seperti halnyamanusia sekarang yang hampir tidak dapat dipisahkan lagi dengan perkembangan teknologi.Semut adalah representasi manusia karena semut memiliki makna sebagai serangga yangtergolong serangga sosial yang kehidupannya saling bekerja sama dan saling menolong sepertihalnya manusia. Karya yang penulis ciptakan diharapkan memiliki daya ganggu yang memicuemosional dan memunculkan berbagai interpretasi kepada khalayak ramai.AbstractWeaver Ants (Oecophylla Smaragdina) and High Technology Objects in Fine ArtPhotography. Fine art photography is an expression of one’s soul that promotes the expressionof personal identity as expressed in a work of fine art. The author expresses what is in the mindin the form of fantasy and freedom that does not restrict the idea of creation. The creationitself involves ideas, references and exploration. The photos depict weaver ants (OecophyllaSmaragdina) responding to hi-tech objects just like human who cannot be separated fromthe development of technology. Ants are representations of human being because ants areincluded in the group of social insects that work in groups and help each other as human beingdo. The works created here are expected to have a certain interference power which couldtrigger emotional feeling and raise various interpretations for the general public.

Page 1 of 1 | Total Record : 6