cover
Contact Name
yosa fiandra
Contact Email
pichaq@telkomuniversity.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalrekam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jalan Parangtritis Km 6,5 Sewon, Bantul, Yogyakarta Tlp. (62) 0274 384107, HP (62) 089649387947 Email: jurnalrekam@gmail.com
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Rekam : Jurnal, Fotografi, Televisi Animasi
ISSN : 18583997     EISSN : 27453901     DOI : 10.24821
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi is a scientific journal published by the Asosiasi Dosen Seni Media Rekam Indonesia in collaboration with the Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. This journal contains articles on research results, conceptual ideas (results of thought), creation, and the results of community service in the fields of photography, television, and animation.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2020): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi" : 6 Documents clear
Sejarah dan Makna Fotografi Karya Pelukis Istana, Dullah Mikke Susanto; Irwandi Irwandi
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 16, No 1 (2020): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v16i1.3847

Abstract

History and Meaning of Photography of a Palace Painter, Dullah. The existence of Dullah the painter is equal with other famous painters, such as Affandi, Basoeki Abdullah, S. Soedjojono and Hendra Gunawan. In 1950 to 1960, he was appointed by President Sukarno as a palace painter. Apart from painting, he also liked to take pictures. His object was around his work as a palace painter and President Sukarno's figure. Reviewed from the historical approach and the meaning explored in it, the photos have an interesting connection. Those photos hold important narratives, especially in the field of history for the Indonesian people. Dullah's photography was able to record the life of President Sukarno while at the palace and outside the presidential palace. The photos clearly illustrate the human side of Sukarno, as a father, a leader, and an art lover. By knowing the connection,, photographs of Dullah's work need to be socialized to the public and can be used as a means of national education for Indonesia, especially for prospective leaders.  ABSTRAKEksistensi pelukis Dullah sejajar dengan pelukis ternama lain, seperti Affandi, Basoeki Abdullah, S. Soedjojono, dan Hendra Gunawan. Pada tahun 1950 hingga 1960, ia ditunjuk Presiden Sukarno sebagai pelukis istana. Selain melukis, ia juga hobi memotret dengan objek sekitar pekerjaannya sebagai pelukis istana dan figur Presiden Sukarno. Setelah dikaji dari pendekatan sejarah dan digali makna di dalamnya, foto-foto tersebut memiliki simpul menarik. Foto-foto tersebut menyimpan narasi penting, khususnya dalam bidang sejarah bagi bangsa Indonesia. Fotografi Dullah mampu merekam kehidupan Presiden Sukarno pada saat di istana dan di luar istana presiden. Sisi kemanusiaan Sukarno digambarkan dalam foto-foto tersebut, baik sebagai ayah, pemimpin, maupun penyuka seni. Dengan mengetahui simpul tersebut, foto-foto karya Dullah ini perlu disosialisasikan kepada publik dan dapat digunakan sebagai sarana pendidikan kebangsaan bagi Indonesia, terutama bagi para calon pemimpin. 
Analisis Foto Udara dengan Multicopter di Daerah Penghasil Pasir Besi Karangwuni, Temon, Kulon Progo Indreswari Suroso
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 16, No 1 (2020): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v16i1.3474

Abstract

 Aerial Photo Analysis Using Multicopters in the Iron-Sand Producing Area in Karangwuni, Temon, Kulon Progo. This research was conducted in areas that have the potential for iron-sand, which is in Karangwuni village, Temon Subdistrict,  Kulon Progo regency. The aim of this research is to examine the surface of the largest iron-sand producing areas in Kulon Progo. The specifications of the drones used in this research are as follows: frame :F450Flight Control: DJI Naza M-Lite; Propeller: 1045 Prop; Motorcycle: brushless sunnsky 980 kVa; ESC: Skywalker 40 Ampere 3s; Battery: Ace 3s Gens 5000mAH; Remote: Turnigy 9XR together with Frsky Tanseiver; and Camera: Xiaomi Yi 4k international edition. The drone made the mapping by recording the surface of the area.  Once the drone was assembled, it was tested to fly. When the drone has flown perfectly, a camera was added on the lower side. So, the image of the surface were mapped using the camera which was attached to the drone. Before mapping the area using the drone, drone was tested again. The initial step of assembling was to choose the component.  The drone could fly up to 70 meters until 100 meters with a duration up to 10 minutes using the payload drone multicopter weighed 1.5 kilograms. The result of this aerial photo analysis on mapping the largest iron-sand producing area in Kulon Progo regency showed that the area mapped are very sandy and very arid, therefore it cannot be used for an agricultural land. The government of Kulon Progo regency sets a regulation that this area could be used as an iron-sand mining because this land is no longer suitable for an agricultural land as in previous times. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di daerah yang memiliki potensi pasir besi, yaitu di daerah Karangwuni, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti permukaan wilayah daerah penghasil pasir besi terbesar di Kulon Progo. Spesifikasi drone yang digunakan penelitian ini adalah dengan spesifikasi frame: F450; pengendali penerbangan: DJI Naza M-Lite; propeller: 1045 Prop; sepeda motor: brushless sunnsky 980 kVa; ESC: Skywalker 40 Ampere 3s; baterai: Ace 3s Gens 5000mAH; remote: Turnigy 9XR dengan Frsky Tanseiver; dan kamera: Xiaomi Yi 4k edisi Internasional. Cara drone melakukan pemetaan adalah dengan merekam gambar permukaan wilayah.  Drone selesai dirakit, lalu diuji terbang. Jika drone telah terbang dengan sempurna, dilanjutkan dengan penambahan kamera di sisi bawah. Gambar permukaan area menggunakan kamera yang dipasang pada drone. Sebelum memetakan dengan drone, drone terlebih dahulu diuji lagi. Tahap awal perakitan adalah pemilihan komponen. Drone ini memiliki ketinggian dari 70 hingga 100 m dengan durasi hingga 10 menit menggunakan payload drone multicopter 1,5 kg. Drone ini  menggunakan kamera DJI  Naza M-Lite sehingga drone dapat memotret area seluas 1,5 km. Hasil penelitian foto udara pada pemetaan di daerah penghasil pasir besi terbesar di Kulon Progo ini adalah ternyata daerah tersebut berpasir dan sangat gersang sehingga tidak dapat dijadikan lahan pertanian. Pemerintah Kulon Progo memberikan izin untuk penambangan pasir besi dikarenakan lahan ini sudah tidak cocok untuk lahan pertanian seperti dahulu lagi.  
Eksplorasi Jukstaposisi Visual dalam Novel Grafis ‘The Photographer’ Adya Arsita; Daru Tunggul Aji
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 16, No 1 (2020): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v16i1.3853

Abstract

The Exploration of Visual Juxtaposition in a Graphic Novel titled ‘The Photographer’. Comic as a story book full of drawings is now popular under the name of graphic novel, which in its development begins to vary.  A graphic novel titled ‘The Photographer: Into War-Torn Afghanistan with Doctors without Borders’ presents two types of pictorial texts, which are drawings in comic styles and photographic works.  The study of this graphic novel aims to explore the visual juxtaposition of the comics and photographs by establishing the graphic novel as the narrative medium in delivering the message and context as well as how they intertwine with each other since there are two types of pictorial texts.  The development of technology in photography has made it possible to actuate photography juxtaposed with other visual media which have come to popularity in advance, to blend, and to combine a unique and specific narrative combination.  The method employed in this research is a qualitative method that believes in a holistic reality as a result of a construction of comprehension of case by case since the characteristic of each case is different one to another. Besides that, the multimodal discourse is also employed as an approach proportionally to evaluate the effectiveness of the message and the contextual meaning of its visual juxtaposition. Therefore, the result is expected to bridge over the understanding of various visual texts given sequentially by using the approach of multimodal discourse as the instrument for an effective communication in enhancing the visual literacy.  ABSTRAKKomik sebagai sebuah buku cerita bergambar yang kini lebih dikenal dengan istilah  novel grafis, makin hari makin berkembang keragamannya.  Dalam sebuah novel grafis yang berjudul The Photographer: Into War-Torn Afghanistan with  Doctors without Borders disajikan dua jenis teks piktorial, yaitu dalam gambar komik dan karya foto.  Pengkajian novel grafis ini akan mencoba mengeksplorasi jukstaposisi visual yang berupa gambar komik dan hasil karya fotografi dengan menempatkan novel grafis sebagai media naratif dalam menyampaikan pesan dan makna serta menilik saling keterkaitannya satu sama lain dengan munculnya dua ragam jenis teks piktorial.  Perkembangan teknologi dalam dunia fotografi membuat fotografi mampu menyandingkan diri dengan media visual lain yang lebih dahulu populer, melebur dengan saksama, dan menciptakan kombinasi naratif yang unik dan spesifik. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan prinsip bahwa suatu realitas yang bersifat menyeluruh adalah sebagai hasil konstruksi dari pemahaman terhadap kasus per kasus karena sifat suatu masalah yang satu berbeda dari yang lain.  Selain itu, pendekatan kajian dengan multimodal discourse juga akan diaplikasikan untuk meninjau efektivitas pesan dan pemaknaan jukstaposisi visualnya. Dengan demikian, hasil analisis diharapkan akan membantu menjembatani  pemahaman teks visual yang hadir secara beragam secara sekuensial dengan pendekatan wacana multimodal sebagai upaya komunikasi yang efektif dalam meningkatkan literasi visual.  
Menanamkan Pendidikan Karakter Melalui Media Augmented Reality Animasi Dua Dimensi Lakon Dewa Ruci kepada Remaja Dwiki Setya Prayoga; I Nyoman Lodra; Autar Abdillah
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 16, No 1 (2020): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v16i1.3482

Abstract

Implanting Character Education Values through the Augmented Reality of Two-Dimensional Animation of Dewa Ruci to Teenagers. Teenagers are the next generation for the nation and country. However, teenagers tend to have bad behaviors and act out of control that can threat the nation and the country, such as being involved in a fight, violence, drug abuse, alcohol addict, and even free sex. It is very important to instill the values of character education to the teenagers such as honesty, mutual respect, courtesy, and perseverance. Character education is often related to culture with regards to the mind and common senses. This is because human's life cannot be separated from culture and the traditions. One of the cultural things is wayang (shadow puppetry).  Shadow puppetry is a symbol of human beings and the shadow of their humanity. Lakon Dewa Ruci (Dewa Ruci play) tells a story of a student who is obedient to his teacher.  As implied in the story, a student is supposed to be obedient to his teacher, while the teacher must be discipline yet patient in dealing with the students. A teacher with his responsibility in education is demanded to enhance  his quality and his expertise. In the effort to educate the life of a nation, the role of technology is needed in order to make the teenagers have a broader knowledge as well as to have an interest and a passion to keep learning.   Nowadays animated videos are often preferred by the teenagers in general, not to mention in the field of education. Animation has become media or instruments to deliver the most updated information.  Evaluation conducted in this research had used a questioner and the result showed 98% for the media quality from the material aspects and for the post test obtained 63%.  Therefore, the results could define whether this product of animation is eligible, or in other words, no revision is needed.  ABSTRAK Remaja merupakan generasi penerus bagi bangsa dan negara. Namun, remaja juga berpotensi mempunyai perilaku buruk dan di luar kendali yang dapat mengancam bangsa dan negara, seperti perkelahian, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan seks bebas. Sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada remaja seperti kejujuran, saling menghormati, sopan santun, dan pantang menyerah. Pendidikan karakter sering dikaitkan dengan kebudayaan yang berhubungan dengan budi dan akal manusia. Hidup manusia tidak lepas dari kebudayaan dan adat istiadat. Salah satu contoh kebudayaan adalah wayang. Wayang merupakan simbol manusia dan bayangan dari kemanusiaan itu sendiri. Lakon Dewa Ruci bercerita tentang murid yang patuh kepada gurunya. Sebagai murid hendaknya menghormati gurunya, sedangkan guru hendaknya tegas dan sabar dalam menghadapi muridnya. Guru dalam dunia pendidikan dituntut untuk meningkatkan kualitas dan mutunya. Dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, peranan teknologi sangat diperlukan supaya remaja memiliki wawasan yang luas serta dapat memiliki minat dan ketertarikan untuk terus tetap belajar. Saat ini video animasi seringkali digemari oleh remaja umumnya apalagi dalam dunia pendidikan. Animasi digunakan sebagai media atau alat untuk menyampaikan informasi yang lebih terkini. Evaluasi yang dilakukan dalam animasi ini menggunakan angket dan diperoleh hasil uji kualitas media aspek materi mendapatkan hasil 98% dan pada post test mendapatkan hasil 63%. Dari data angket tersebut dapat dikatakan produk ini layak dan tidak perlu direvisi.  
Strategi Peningkatan Kompetensi Pengarah Acara TVRI Jawa Barat Sesuai SKKNI Yuni Wulandari; Ade Wahyudin
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 16, No 1 (2020): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v16i1.3585

Abstract

Strategy for Improving the Competency of Program Directors of TVRI in West Java Complying with SKKNI. A television program production is a complex creative process and it requires a good teamwork. Therefore, it needs a competent program director having the skill in broadcasting and leadership in directing a television program. An effective development of human resources is also needed to enhance the competency and professionalism of a television program director. Based on an interview and an observation at TVRI station in West Java, a fact was found that none of the television program directors has a SKKNI certificate, even though they have mastered the skill and have been knowledgeable.  This is due to the lack of encouragement from the policy makers at TVRI station to improve the human resource's competency with a professional certificate. With a SKKNI certification, a television program director can show his competence related to the profession and is valid for a lifetime. Therefore, using the SWOT approach, it can be concluded that there is a need for a socialization regarding the importance of the SKKNI professional certification for TVRI Station in West Java that will promote the development of the competency for television program directors. It will surely need a great support from the television station itself.  In addition, a cooperation of the Professional Certification Institution with the television and multimedia industries is highly needed, so that the television program directors are able to produce high quality television programs.  ABSTRAKSebuah produksi program acara televisi merupakan hasil proses kreatif yang rumit dan memerlukan kerja sama tim yang baik. Untuk itu, diperlukan seorang pengarah acara yang memiliki kompentensi dalam hal kemampuan skill penyiaran dan kepemimpinan dalam mengatur jalannya sebuah program acara televisi. Pengembangan SDM yang efektif juga dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengarah acara televisi. Berdasarkan wawancara dan observasi di Stasiun TVRI Jawa Barat didapatkan suatu fakta bahwa tidak ada seorang pun pengarah acara televisi yang memiliki sertifikasi profesi SKKNI pengarah televisi, walaupun secara pengetahuan dan kemampuan sudah mumpuni. Hal ini dikarenakan kurangnya dorongan dari pemangku kebijakan di Stasiun TVRI untuk meningkatkan kompetensi SDM melalui sertifikasi profesi. Dengan sertifikasi SKKNI, seorang pengarah acara dapat menunjukkan kompetensi yang berkaitan dengan profesi dan berlaku seumur hidup. Hasil analisis menggunakan pendekatan SWOT menghasilkan kesimpulan bahwa perlu adanya sosialisasi yang mendalam mengenai pentingnya sertifikasi profesi SKKNI di Stasiun TVRI Jawa Barat yang mendorong pengembangan kompetensi pengarah acara televisi. Hal ini perlu dukungan dari pihak stasiun televisi. Selain itu, perlu ditingkatkan kerja sama Lembaga Sertifikasi Profesi dengan industri televisi dan multimedia sehingga seorang pengarah acara televisi mampu menghasilkan karya program acara televisi yang baik dan berkualitas.  
Era Baru Televisi dalam Pandangan Konvergensi Media Rizca Haqqu
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 16, No 1 (2020): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v16i1.3721

Abstract

New Era of Television in the Perspective of Media Convergence. The development of internet technology has led to changes and developments in the world of mass communication. Because of the internet, new media emerges. The emergence of new media is changing the way people get information through the media. Initially, people got information and news through conventional media, such as newspapers, radio, or television. To be able to continue competing as a source of information demanded by the public, television media also innovates by converging. Convergence is a combination of several types of media and is present in the form of a digital platform. This research is a library research that aims to find out media convergence conducted by television media, especially in changing platforms from conventional television to digital media. Media convergence enables professionals in the mass media field to deliver news and present information and entertainment using a variety of media. The government as the regulator is fully responsible for creating regulations that can protect all elements of society from the bad influence of the media. Regulation becomes a logical consequence of the game of cultural symbols displayed by convergent media. The goal is clear, which is to avoid a conflict of interests that makes one party harmed, especially the users or the public, for they usually become the victim of the implementation of a convergence. ABSTRAKPerkembangan teknologi internet telah menimbulkan perubahan dan perkembangan dalam dunia komunikasi massa. Karena internet, muncullah media baru atau new media. Kemunculan media baru tersebut mengubah cara masyarakat mendapatkan informasi melalui media. Awalnya, masyarakat mendapatkan informasi dan berita melalui media konvensional, seperti surat kabar, radio, atau televisi. Untuk dapat terus berkompetisi sebagai sumber informasi yang diminati masyarakat, media televisi pun melakukan inovasi dengan cara berkonvergensi. Konvergensi adalah penggabungan dari beberapa jenis media dan hadir dalam bentuk platform digital. Penelitian ini adalah penelitian library research yang bertujuan untuk mengetahui konvergensi media yang dilakukan oleh media televisi khususnya dalam mengubah platform dari konvensional ke media digital. Konvergensi media memungkinkan para profesional di bidang media massa untuk menyampaikan berita dan menghadirkan informasi dan hiburan, dengan menggunakan berbagai macam media. Pemerintah selaku regulator bertanggung jawab penuh menciptakan regulasi yang dapat melindungi segenap elemen masyarakat dari pengaruh buruk media. Regulasi menjadi konsekuensi logis dari permainan simbol budaya yang ditampilkan oleh media konvergen. Tujuannya jelas, yakni agar tidak terjadi tabrakan kepentingan yang menjadikan salah satu pihak menjadi dirugikan. Terutama bagi kalangan pengguna atau publik, pihak ini biasanya menjadi pihak yang paling sering menjadi korban dari implementasi konvergensi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6