cover
Contact Name
yosa fiandra
Contact Email
pichaq@telkomuniversity.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalrekam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jalan Parangtritis Km 6,5 Sewon, Bantul, Yogyakarta Tlp. (62) 0274 384107, HP (62) 089649387947 Email: jurnalrekam@gmail.com
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Rekam : Jurnal, Fotografi, Televisi Animasi
ISSN : 18583997     EISSN : 27453901     DOI : 10.24821
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi is a scientific journal published by the Asosiasi Dosen Seni Media Rekam Indonesia in collaboration with the Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. This journal contains articles on research results, conceptual ideas (results of thought), creation, and the results of community service in the fields of photography, television, and animation.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2020): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi" : 6 Documents clear
Analisis Peran Perubahan Karakter Tokoh Utama Untuk Membangun Tahapan Tangga Dramatik Dalam Film "SPLIT" Ratih Juwita Sari
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 16, No 2 (2020): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v16i2.4244

Abstract

Split merupakan sebuah film yang bercerita tentang seorang pria yang mengalami gangguan identitas disosiatif atau memiliki kepribadian ganda. Tokoh utama pada cerita ini mempunyai 24  karakter yang berbeda, dari perubahan karakter dalam diri tokoh utama inilah kemudian menjadi konflik dalam cerita ini. Karya tulis ini bertujuan untuk mengetahui peranan perubahan karakter yang dialami oleh tokoh utama dalam mengkonstruksikan proses  tangga dramatik cerita pada film Split ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk memahami fenomena mengenai apa yang tengah dialami oleh subjek dalam penelitian ini seperti perilaku, persepsi, motivasi dan tindakan. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang perubahan karakter di kemukakan oleh Lajos Egri, Aristoteles pada tangga dramatik serta fungsi karakter dalam narasi yang dicetuskan Vladimir Propp. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah berlangsung dapat disimpulkan bahwa setiap karakter mempunyai peran berbeda dalam narasi, bahkan pada satu karakter dapat memiliki lebih dari satu peran dan peran yang disimilaritas antara peran satu dengan yang lainnya. Pada tiap perubahan karakter yang terjadi, ada yang memberikan korelasi dalam pembentukan tahapan tangga dramatik tetapi terdapat juga perubahan karakter yang tidak memberikan hubungan pada proses tangga dramatik. AbstractSplit is a film about a man who has a dissociative identity disorder or has a dual personality. The main character in this story has 24 different characters, from the change of character in the main character to the conflict in the story. This paper aims to determine the role of character changes experienced by the main character in constructing the dramatic ladder process of the story in this Split film. The method used in this study is qualitatively descriptive with the aim of understanding phenomena regarding what the subjects in this study are experiencing such as behaviour, perception, motivation, and action. The cornerstone of the theory used in this study is the theory of character change put forward by Lajos Egri, Aristotle on the dramatic ladder as well as the character's function in Vladimir Propp's narrative. Based on the results of the research that has been conducted it can be concluded that each character has a different role in the narrative, even in one character can have more than one role and the role is dissimilarities between one role and another. In each character change that occurs, there is a correlation in the formation of dramatic ladder stages but there are also character changes that do not provide a connection to the dramatic ladder process.
Seksualitas Dalam Tubuh Bergender Khairil Anwar; Ratna Noviani
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 16, No 2 (2020): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v16i2.3484

Abstract

Media populer seperti film animasi atau anime menawarkan arena kontestasi. Penelitian ini menganalisis anime berjudul Kimi no Na Wa (2016) sebagai sebuah arena dengan melihat beberapa adegan tertentu. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana subjektivitas gender dan perbedaan seksual itu dibentuk di dalam anime ini. Dengan menggunakan metode psikoanalisis feminis film dari Laura Mulvey dan Kaja Silverman, penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur naratif dalam anime ini masih dipengaruhi oleh male bias. Hal ini berpengaruh pada bagaimana pembentukan subjektivitas gender yang menjadikan perempuan sebagai objek tatapan sedangkan laki-laki sebagai subjek yang menatap. Selain itu, kamera yang bias gender berpotensi menciptakan tatapan yang sama dari penonton (terutama laki-laki heterseksual) kepada karakter perempuan. Ketika Taki bertransgresi ke tubuh Mitsuha, ia melakukan bentuk fetis untuk memuaskan hasratnya pada tubuh perempuan. Tetapi sebaliknya, ketika Mitsuha yang berada di tubuh Taki, hampir tidak adegan yang menunjukkan secara langsung bentuk fetis yang dilakukan perempuan terhadap tubuh laki-laki. Hal ini dimungkinkan karena tubuh perempuan bisa dibicarakan secara seksual namun pemikirannya dilarang untuk berpikiran seksual. Sebaliknya, tubuh laki-laki jarang untuk dibicarakan secara seksual tapi ia memiliki kebebasan untuk berpikir secara seksual. Pada akhirnya, struktur naratif anime ini seolah mereproduksi sistem patriarki masyarakat Jepang dalam pembentukan subjektivitas gender di sepanjang cerita.  AbstractPopular media such as animation or anime offer a contested arena. This study analyzes the anime titled Kimi no Na Wa (2016) as an arena by looking at certain scenes. The aim is to see how gender subjectivity and sexual differences are formed in this anime. Using the film feminist psychoanalysis method from Laura Mulvey and Kaja Silverman, this study concludes that the narrative structure in this anime is still influenced by male bias. This has an effect on how the formation of gender subjectivity which makes women as the to be looked at while men as the bearer of the looking. In addition, gender-biased cameras have the potential to create the same gaze from the audience (especially male heterosexual) towards female characters. When Taki transgresses into Mitsuha's body, she performs a fetish form to satisfy her desires for a woman's body. But on the contrary, when Mitsuha was in Taki's body, there was hardly a scene that directly shows the fetish form that women do to a man's body. This is possible because women's bodies can be discussed sexually, but their thoughts are forbidden to have sexual thoughts. In contrast, a man's body is rarely talked about sexually but he has the freedom to think sexually. In the end, the narrative structure of this anime seems to reproduce the patriarchal system of Japanese society in the formation of gender subjectivity throughout the story.
Representasi Islami dalam animasi “Nussa” sebagai media pembelajaran untuk anak Fathin Hanifah Langga; Hafiz Aziz Ahmad; Alvanov Zpalanzani Mansoor
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 16, No 2 (2020): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v16i2.3612

Abstract

Pendidikan Islami merupakan tuntunan dalam kehidupan umat muslim. Media film/video/animasi di YouTube dianggap sebuah media yang efektif dalam menyampaikan pendidikan Islam. Animasi Nussa merupakan serial animasi dengan konten edutainment Islami untuk orang tua dan anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk membahas representasi visual keislaman dalam animasi Nussa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis visual. Representasi Islami pada animasi Nussa ini tidak hanya dapat dilihat dari segi cerita saja atau visual saja, namun juga dapat dilihat dari berbagai kombinasi seluruh konsep elemen atau atribut yang terkait didalamnya. Hal ini dapat dilihat dari pemilihan warna, adegan, penampilan tokoh (kostum), dialog dan pemilihan nama tokoh. Berbagai penggunaan elemen dan atribut tersebut didominasi oleh lambang keislaman. Islamic representation in “Nussa” animation as learning media for childrenAbstractIslamic education is a guide in the lives of Muslims. Films/videos/animations media on YouTube is considered an effective media in conveying Islamic education. Nussa animation is an animated series with Islamic edutainment content for parents and children. This study aims to discuss Islamic visual representation in Nussa animation. The research method used is discourse analysis based on Gillian Rose‟s visual analysis. The Islamic representation in Nussa animation can not only be seen in term of the story or visual but also can be seen from various combinations of all concepts of elements or related attributes in it. This can be seen from the selection of colours, scenes, the appearance of characters (costumes), dialogue and character name selection. Various uses of these elements and attributes are dominated by Islamic symbols.
Makna Multikultural Photomotion Motion [e] Motion Karya Andang Iskandar Yosa Fiandra
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 16, No 2 (2020): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v16i2.3813

Abstract

Multikultural adalah berbagai kehidupan dan budaya yang ada dalam kehidupan masyarakat yang menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya dan adat istiadat yang ada di sekitar lingkungan, dalam penelitian karya fotografi ini, penampilan gerak penari yang baik dan penampilan menjadi objek penelitian sebagai hubungan antara tubuh-gerak-budaya-zaman, dalam mencari makna multikultural melalui photomotion teknologi media. Ekspresi gerakan tarian seorang penari yang bergerak dalam ritme ekspresif dan ritmis ke dalam bentuk karya fotografi, sehingga gerak tubuh, gerakan, penampilan dan mimik para penari dapat direkam dengan detail dan halus, melalui media Visual dua Fotografi -dimensi. Karya ini memberikan rangsangan kepada para pecinta karya tentang, makna multikultural Photomotion yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, hasil penelitian dalam bentuk studi fase multicuting dan fotografi estetika dengan teknik fotografi gerak. ABSTRACTMulticultural is a variety of life and culture that exists in the life of society that concerns the values, system, culture and customs that exist around the environment, in the research of this work of photography, the appearance of a good motion dancer and appearance became the object of research as a relationship between body-motion-culture-epoch, in search of a multicultural significance through the media technology photomotion. The expression of the dance movement of a dancer who moves in an expressive and rhythmic rhythm into the form of photographic works, so that the gesture, movement, appearance and mimic of the dancers can be recorded with detail and subtle, through the media Visual two-dimensional photography. This work provides the stimulus to the connoisseurs of the work about, the multicultural meanings of Photomotion contained therein. This research uses qualitative methods, research results in the form of multicuting phase studies and aesthetic photography with motion photography techniques.
Analisis pesan perdamaian pada film “Cahaya dari Timur (Beta Maluku)”: Pendekatan semiotika Roland Barthes Tulus Rega Wahyuni E
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 16, No 2 (2020): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v16i2.4248

Abstract

Di Indonesia konflik terjadi dalam skala yang besar dan kecil yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti Suku, Agama dan Ras. Konflik terjadi karena salah satu pihak berusaha mempertahankan pendapatnya. Untuk menghentikan sebuah konflik tentu ada solusi yaitu toleransi dan perdamaian. Salah satu upaya untuk menyerukan perdamaian yaitu melalui film. Berangkat dari hal tersebut penulis mengambil subjek penelitian film “Cahaya Dari Timur : Beta Maluku” karya sutradara Angga Sasongko dengan pesan perdamaian sebagai object penelitiannya. Kemudian diangkat judul skripsi “Pesan Perdamaian Dalam Film Cahaya Dari Timur : Beta Maluku”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pesan perdamaian dalam film “Cahaya Dari Timur : Beta Maluku. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan semiotik Roland Barthes. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, kemudian scene-scene dianalisis dengan analisis semiotik Roland Barthes. AbstractConflict is a common thing that occurs in society. Indonesia, the conflict happens in both large small scales caused by various factors such as tribe, religion and race. The conflict happens because one of the parties tries to defend is an argument. In order to stop the conflict, there is a solution which tolerance and peace. Since conflicts happen frequently, then there are a lot of efforts to proclaim for peace. On of the efforts to proclaim peace is through the movie. Therefore, the researcher the research subject from the movie entitled “Cahaya Dari Timur: Beta Maluku” created by Angga Sasongko as the director with the peace message as his research object. Then the thesis title is “Peace Message from The Movie Cahaya Dari Timur: Beta Maluku”. This study aims to discover the peace message from the movie “Cahaya Dari Timur: Beta Maluku”. The research method used in this study was qualitative using Roland Barthes semiotics approach. The data gathering technique used documentation, while the scenes were analyzed using Roland Barthes semiotics analysis.
Jurnalisme Investigasi Televisi di Kompas TV Jakarta (Studi Analisis Isi Kuantitatif pada Naskah Berita “Berkas Kompas”) Siti Sarifah; Purwanto Purwanto
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 16, No 2 (2020): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v16i2.4054

Abstract

 Lembaga penyiaran Televisi berupaya menyiarkan program yang diminati penonton. Program berita televisi disajikan dengan menyelidiki fakta dari sumber informasi yang kompeten. Agar dapat dipertanggungjawabkan, wartawan melakukan investigasi untuk mengetahui kebenaran informasi sebelum disiarkan. Program Berkas Kompas telah memperoleh penghargaan Piala Adinegoro pada tahun 2011 dan 2014., Winner Agrarian Reform Media Award 2018 dan Winner Anugerah Jurnalistik Polri 2018. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Isi Kuantitatif dengan syarat tertulis dan terdokumentasi, menggunakan rumus Slovin untuk menentukan sampel. Teknik analisa data Uji Reliabilitas dengan Rumus Holsti. Penyajian berita pada acara “Berkas Kompas” dilihat dari sumber berita investigasi beritanya mayoritas berita melihat langsung  dari media online. Reporter Berkas Kompas sebelum memilih materi berita melakukan hunting ke lapangan dan mencari materi melalui media online. Penyajian berita “Berkas Kompas” di Kompas TV Jakarta dilihat dari penelusuran narasumber memiliki ciri khas harus seimbang atau cover both side. Penyajian berita “Berkas Kompas” dilihat dari kualifikasi program investigasi mayoritas berita dengan sinkronisasi audio video terjaga dengan baik, dilihat dari keragaman/variasi narasumber, berita cukup seimbang, dan dilihat dari keragaman visual dan ungkapan narasi, berita cukup netral. Penyajian berita “Berkas Kompas” dilihat dari jenis kasus investigasi mayoritas dari sosial. Pertimbangan kebijakan redaksi liputan yang dilakukan berdasarkan pada mayoritas isu apa yang sedang berkembang. Television Investigation Journalism (Quantitative Content Analysis Study on the News Script "Berkas Kompas" AbstractTelevision broadcasting institutions try to broadcast programs that are of interest to the audience. Television news programs are served by investigating facts from competent sources of information. In order to be accounted for, journalists conduct investigations to find out the truth of the information before it is broadcast. Berkas Kompas Program has been awarded the Adinegoro Cup in 2011 and 2014, Winner of the 2018 Agrarian Reform Media Award and Winner of the 2018 National Police Journalistic Award. This research is a Quantitative Content Analysis Method research with written and documented requirements, using the Slovin formula to determine the sample. Data analysis techniques of Reliability Test is calculated with the Holsti Formula. The news presented in "Berkas Kompas" program, seen from investigative news sources, the majority of the news refer to online media. Before selecting the news materials, Berkas Kompas reporter is to get right in the field and search the news material through online media. The presentation of the "Berkas Kompas" news at Kompas TV Jakarta seen from the sources searching has a characteristic that must be balanced or cover both sides. The presentation of the "Berkas Kompas" seen from investigation program qualification shows that the majority of the news has well-maintained audio-video synchronization, seen from the diversity/variation of the sources, the news is quite balanced and seen from the visual diversity and narrative expressions, the news is quite neutral. The presentation of "Berkas Kompas" news seen from investigation case type shows that the majority is related to social issues. The considerations of the coverage editorial policy are based on the majority of issues that are developing. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6