cover
Contact Name
Kurnia Rahmad Dhani
Contact Email
kurniadhani@isi.ac.id
Phone
+6281362081363
Journal Mail Official
kurniadhani@isi.ac.id
Editorial Address
Jl. Parangtritis No.KM.6, RW.5, Glondong, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
EKSPRESI: INDONESIAN ART JOURNAL
ISSN : 14114305     EISSN : -     DOI : DOI: https://doi.org/10.24821/ekp.v1i11
EKSPRESI is a double-blind peer-reviewed international journal published twice a year in April and October. Ekspresi published by Institut Seni Indonesia Yogyakarta. This journal contains articles on research results, conceptual ideas, art creation, and community service activities in the fields of arts and humanities.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2022)" : 5 Documents clear
Pengelolaan Organisasi Saraswati Drum Corps Institut Seni Indonesia Yogyakarta Ditinjau dari Fungsi Manajemen Puput Meinis Narselina
EKSPRESI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.451 KB) | DOI: 10.24821/ekp.v11i1.7116

Abstract

AbstrakManajemen sumber daya manusia (SDM) merupakan hal yang sangat penting dalam mempertahankan keutuhan dan jalannya sebuah organisasi. Organisasi voluntir seperti unit kegiatan mahasiswa marching band yang membutuhkan banyak anggota tentunya memerlukan pengelolaan SDM yang khusus pula. Penelitian ini hendak mendeskripsikan fungsi manajemen organisasi pada organisasi unit kegiatan mahasiswa (UKM) Saraswati Drum Corps Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Fungsi manajemen yang digunakan untuk menjelaskan pengelolaan organisasi ini menggunakan teori manajemen Hill dan McShane (2008). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara serta dokumen UKM Saraswati Drum Corps. Penelitian ini menunjukkan bahwa UKM Saraswati Drum Corps berusaha menerapkan fungsi manajemen organisasi dengan baik yang utamanya adalah untuk mempertahankan jumlah anggota dan tetap berjalannya kegiatan organisasi. Setiap unit atau divisi dalam organisasi memiliki fungsi dan peran yang sangat penting demi berjalannya organisasi. Setiap anggota dapat memberikan ide dan saran sesuai fungsi dan posisinya untuk mengembangkan program kegiatan maupun keorganisasian. Kata kunci: Fungsi Manajemen, Organisasi Seni Pertunjukan, Saraswati Drum Corps  AbstractHuman resource management (HRM) is essential in maintaining the integrity and running of an organization. Volunteer organizations such as the student marching band require many members require human resource management as well. This study aims to describe the function of organizational management in the Saraswati Drum Corps student organization, in the Indonesian Institute of the Arts, Yogyakarta. The management function used to explain this organization uses the management theory of Hill and McShane (2008). This study uses a descriptive qualitative approach. The data were obtained through interviews and documents from the Saraswati Drum Corps. This study shows that the Saraswati Drum Corps UKM is trying to implement the organizational management function properly, which is primarily to maintain the members and keep the organization's activities running. Each unit or division within the organization has a critical function and role in the organization. Each member can provide ideas and suggestions according to their function and position to develop program activities and for the organizations as a whole. Keywords: Management Function, Performing Arts Organization, Saraswati Drum Corps
Representasi Anak Muda pada Iklan Good Day “Cari Terus Rasamu” Amelia Fratini; Indah Wenerda
EKSPRESI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.298 KB) | DOI: 10.24821/ekp.v11i1.7004

Abstract

AbstrakKeberadaan penikmat kopi tidak pernah pudar bahkan terus bertumbuh menjadi sebuah lifestyle atau gaya hidup. Kegiatan ngopi kian digemari oleh anak muda di berbagai kota khususnya di Kota Yogyakarta. Kedai kopi pun hadir kian menjamur meskipun pada saat pandemi Covid-19. Kopi Good Day selaku salah satu brand kopi terkenal yang turut ada di pasar,  menggunakan beragam strategi periklanan yang unik dan segar  melalui berbagai media untuk menguasai pasar. Tema-tema iklan dan promosinya kemudian dikaitkan dengan kegiatan anak muda sebagai mayoritas pasar di Yogyakarta. Penelitian ini hendak mengupas makna iklan dan anak muda dalam iklan Kopi Good Day.  Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk menganalisis makna pada iklan Godd Day “Cari Terus Rasamu”. Hasil penelitian yaitu delapan unit denotasi, konotasi, dan mitos dari masing-masing iklan yang menggambarkan gaya hidup anak muda melalui berbagai macam hobi, penokohan, kepribadian, adegan, percakapan, berbagai properti, serta kegiatan aktivitas keseharian anak muda. Gaya hidup dalam iklan yang direpresentasikan dalam iklan menunjukan identitas diri anak muda sebagai pusat perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Kata kunci: iklan, Good Day, representasi, semiotika, gaya hidup, anak muda AbstractThe existence of a coffee lover never fades and even continues to grow into a lifestyle. Coffee drinking activities are increasingly popular among young people in various cities, especially in Yogyakarta. The number of coffee shops also growing even during the Covid19 pandemic. Good Day Coffee as one of the well-known coffee brands on the market uses a variety of unique and fresh advertising strategies through various media to dominate the market. The advertising and promotion themes representing the young people as the majority of the market in Yogyakarta. This research aims to uncover the hidden meaning of the Coffee Good Day advertisement. This study uses Roland Barthes' semiotic approach to analyze the Good Day advertisement "Search for Your Feelings." Denotation, connotation, and myth from each advertisement describing the young people lifestyle through various hobbies, characterizations, personalities, scenes, conversations, and young people's daily activities. The lifestyle represented in advertisements shows young people as the center of attention from the people around them. Keywords: advertising, Good Day, representation, semiotics, lifestyle, youth
Jelajah Kreativitas Seni Menuju New Normal Nensi Listiowati
EKSPRESI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.207 KB) | DOI: 10.24821/ekp.v11i1.6994

Abstract

AbstrakHampir seluruh bidang kegiatan manusia, termasuk seni rupa, terdampak oleh wabah Covid-19. Berbagai alternatif cara dicoba untuk mempertahankan berjalannya industri di tengah situasi pandemi. Pameran fisik dan residensi seniman harus berubah bentuk menjadi pameran dan interaksi termediasi teknologi. Beragam platform digital kemudian hadir untuk menggantikan pameran secara fisik. Tulisan ini hendak membahas mengenai dampak pandemi Covid-19 terhadap para pelaku seni, serta bagaimana solusi yang dilakukan untuk menghadapi proses era New Normal. Tulisan ini mengeksplorasi beberapa pendekatan khususnya melalui media internet yang dapat dimanfaatkan  para seniman untuk tetap dapat berkarya. Eksplorasi berbagai alternatif upaya berkesenian serta kolaborasi dibutuhkan guna kepentingan bersama untuk membangkitkan kembali dinamika seni rupa dengan memanfaatkan berbagai kebaruan dan teknologi. Kata kunci: Seni Rupa, Era New Normal, Residensi, Pameran Rupa Fisik, Teknologi.  AbstractAlmost all fields of human activity, including fine arts, have been affected by the Covid-19 outbreak. Various alternative conducted to keep the industry running in the midst of a pandemic situation. Physical exhibitions and artist residencies must transform into technology-mediated art exhibitions and interactions. Various digital platforms then came to replace the physical art exhibition. This paper try to discuss the Covid-19 pandemic impacts and the alternative solutions to deal with the process of the New Normal era. This paper explores several approaches utilized by fine artists to continue their work, primarily through the internet media. Exploration of various artistic endeavors, as well as collaboration is needed for the common interest to revive the dynamics of art by utilizing various novelties and technologies. Keywords: Visual Arts, New Normal Era, Residency, Visual Arts Exhibition, Technology.
Memaknai Ungkapan Musik Melalui Dimensi Linguistik Lintang Pramudia Swara
EKSPRESI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.469 KB) | DOI: 10.24821/ekp.v11i1.6983

Abstract

Ungkapan musik kerap diasosiasikan dengan ungkapan yang diekspresikan oleh bahasa. Hal ini membuat musik memiliki koneksi yang kuat dengan dunia linguistik. Ungkapan yang diekspresikan antara musik dan bahasa memang berbeda akan tetapi sama-sama tertuju pada emosi manusia dan dimaknai secara intensional. Artikel ini akan menjabarkan mengenai bagaimana ungkapan musik dimaknai  lewat dimensi linguistik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yakni melalui metode studi literatur dan wawancara.  Melalui studi literatur disoroti empat hal yakni mood linguistik,  semantik, bahasa referensial, dan arousal theory. Keempat poin ini berperan dalam menentukan karakter linguistik dari musik. Wawancara dilakukan dengan menggali impresi yang dirasakan subjek terhadap salah satu karya musik yang ia sukai. Hasil wawancara menunjukkan adanya  koneksi yang kuat antara musik dan linguistik yang kunci utamanya dibangun dari bagaimana pengalaman subjek dalam menghayati musiknya. Penghayatan ini menjadi dasar dari terkonstruksinya makna yang spesifik atas karya musik yang subjek deskripsikan selama wawancara.Kata kunci: ungkapan musik, makna, linguistik, impresi, penghayatan The expressions given by music are often associated with expressions conveyed by language. This makes music has a strong connection with the field of linguistics. The expressions that are conveyed between music and language are different, but they are  lead to human emotions and are interpreted in an intentional way. This article is intended to describe how musical expressions are interpreted through the linguistic dimension. This research was conducted using a qualitative approach, namely through the method of literature study and interviews. Through the literature study, four things were highlighted, namely linguistic mood, semantic aspects, referential properties, and arousal theory. These four points play a role in determining the linguistic character of music. The interview was conducted by exploring the impressions felt by the subject on one of the musical works that he liked. The results of the interview show that there is a strong connection between music and linguistics whose main key is built on how the subject experiences the enjoyment through the music. This enjoyment is the basis for the construction of specific meanings for the musical works that the subject described during the interview.Keywords: music expressions, meaning, linguistic, impression 
Cendayam: Interpretasi Cengkok Ayu Kuning dalam Komposisi Karawitan Gangsar Yogi Armansyah; Anon Suneko; Setya Rahdiyatmi Kurnia Jatilinuar
EKSPRESI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1175.081 KB) | DOI: 10.24821/ekp.v7i1.7075

Abstract

AbstrakMusik karawitan Jawa mengenal istilah cengkok. Cengkok adalah abstrak yang tidak terdengar maupun terwujud sedangkan cengkok yang terwujud dinamakan wiled. Cengkok yang berasal dari nada vokal salah satunya adalah Ayu Kuning. Cengkok Ayu Kuning memiliki lagu yang menonjol seperti nada lagu tinggi kemudian ke rendah. Cengkok ini memiliki ciri khas tersendiri pada garap sindhen, gender, maupun rebab dibanding cengkok lain. Penelitian ini mengunakan metode Practice as Research through Performance (praktik sebagai penelitian melalui pertunjukan) yang terdiri dari pragarap (observasi, studi pustaka, analisis sumber terkait, wawancara, diskografi, konteks musikal), garap (instrumentasi musikal, tafsir garap, presentasi musikal), dan pascagarap. Karya ini juga menggunakan medium tradisi dan idiom baru. Penelitian ini bertujuan untuk  menafsirkan dan memaknai cengkok Ayu Kuning dalam karya komposisi karawitan. Karya komposisi “Cendayam” yang diciptakan merupakan karya komposisi karawitan yang mengambil subtansi dasar karawitan tradisi sebagai ide dasar dan konsep penciptaan karya. Karya ini menginterpretasikan dan mengembangkan cengkok Ayu Kuning sebagai tema penciptaan dan menggunakan pola garap kreasi baru dengan mengolah aspek harmoni dan unsur-unsur dalam musik seperti melodi, ritme, dan dinamika. Cengkok Ayu Kuning juga dilihat dari dua sudut pandang, yaitu dasar cengkok Ayu Kuning yang biasa digunakan dalam karawitan dan pemaknaan dari epistimologi kata Ayu Kuning. Kata kunci : cengkok, Ayu Kuning, wanita, pengembangan, pemaknaan, interpretasi AbstractJavanese karawitan music has cengkok term. Cengkok is an abstract that is neither heard nor manifested while the manifested one is called "wiled." Cengkok comes from a vocal tone, one of which is Ayu Kuning. Cengkok Ayu Kuning has a unique song with a high and then a low tune. This cengkok has its characteristics in working on sindhen, gender, and fiddle compared to other cengkok. This study uses the Practice as Research through Performance method which consists of pragarap (observation, literature study, analysis of related sources, interviews, discography, musical context), garap (musical instrumentation, interpretation of garap, musical presentation), and pascagarap. This work also uses the medium of tradition and new idioms. This study aims to interpret and interpret the cengkok Ayu Kuning in musical composition works. The compositional work "Cendayam" is a musical composition work that takes the basic substance of traditional music as the basic idea and concept of creating the work. This work interprets and develops the Ayu Kuning cengkok as the theme of creation and uses a new creation work pattern by processing aspects of harmony and elements in music such as melody, rhythm, and dynamics. Cengkok Ayu Kuning is also seen from two points of view, namely the basis of the Cengkok Ayu Kuning which is commonly used in karawitan, and the meaning of the epistemology of the word Ayu Kuning. Keywords : cengkok, Ayu Kuning, women, develompment, meaning, interpretation

Page 1 of 1 | Total Record : 5