cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,101 Documents
STUDI PENGARUH NORMALISING TERHADAP KARAKTERISTIK DAN SIFAT MEKANIK SAMBUNGAN LAS SMAW PADA PLAT JIS SM 41B MENGGUNAKAN ELEKTRODA E 7016 DAN E 6013 Muhammad Romdhon; Solechan Solechan; Samsudi Raharjo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan adalah proses penyambungan logam menggunakan energi panas.  Akibatnya sambungan las mengalami siklus termal cepat sehingga terjadi perubahan metalurgi, deformasi dan tegangan sisa. Hal ini erat kaitannya dengan ketangguhan, cacat las, retak dan sebagainya yang  berpengaruh  fatal terhadap keamanan konstruksi las. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pola struktur mikro, kekerasan dan kekuatan tarik sambungan las sebelum dan sesudah proses normalising untuk di analisa dan dibandingkan. Sehingga dapat diketahui pengaruh normalising terhadap karakteristik dan sifat mekanik daerah  pengelasan  dan holding time normalising yang efektif. Metodologi yang dipakai adalah uji laboratorium terhadap sambungan las Shield Metal Arc Welding (SMAW) baja karbon rendah plat JIS SM 41B tebal 10 mm dengan elektroda E 6013 dan E 7016. Pengelasan menggunakan variasi arus 85, 95 dan 100 A. Temperatur normalising 9250C dengan holding time 30, 60 dan 90 menit. Hasil penelitian struktur mikro sambungan las menjadi homogen dan berbutir kecil setelah normalising. Paling homogen pada arus 95 A holding time 60 menit.  Struktur mikro HAZ sebelum normalising didominasi Widmanstaten Ferit berbentuk columnar dendrit rawan pada rambatan retak. Setelah normalising struktur didominasi Ferit dan Perlit dan beberapa Grand Boundary Ferit. Kekerasan dan kekuatan tarik sambungan las menurun. Terbesar pada logam las 100 A holding time 90 menit mencapai 11,72% dan 10 %. Daerah HAZ harga kekerasan rata – rata tertinggi 161,2 HVN pada Arus 95 A holding time 30 menit. Sedangkan harga kekerasan rata - rata terendah daerah HAZ 149,9 HVN pada arus 100 A holding time 90 menit. Kata kunci : SMAW, baja karbon rendah, normalising, arus, holding time.
PENINGKATAN KUALITAS MATA PISAU BAJA MESIN CRUSHER PLASTIK DENGAN PROSES HEAT TREATMENT MELALUI BAJA FASA GANDA Faishol Muhammad; Samsudi Raharjo; Solechan Solechan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dasawarsa terakhir ini, penggunaan cutting tool atau pisau potong mengalami peningkatan di berbagai Negara. Pada bulan Juni 2012, AS manufaktur teknologi melakuakan pemesanan  cutting tool sebesar    $418.507.  Menurut  AMT  –Asosiasi  Untuk  Teknologi Manufaktur  total  dilaporkan oleh  perusahaan yang berpartisipasi dalam  program USMTO, naik 4,7%  atau sebesar  $18.834  dari Mei    dan  naik    2,47%  atau sebsesar $10.097  bila dibandingkan dengan total dari $408.410 yang dilaporkan untuk Juni 2011. Dengan total year to date  dari  $2.427.620,  2012 adalah  naik  8,3%  dibandingkan  dengan 2011  yang hanya $2.241.030.  Tujuan penelitian ini dilakukan untuk  mendapatkan metode peningkatan kekerasan pada baja karbon tinggi yang merupakan salah satu bahan dari cutting tool untuk bahan pisau dari mesin cruser plastik melalui baja fasa ganda dengan parameter utama temperatur pemanasan dan waktu penahanan yang tepat. Baja fasa ganda merupakan hasil proses laku panas pada temperatur pemanasan daerah campuran antara ferrit dan austenit yang didinginkan dengan laju pendinginan di atas laju pendinginan kritisnya, dengan tujuan merubah sifat mekanik bahan. Metodologi  penelitian yang digunakan dengan eksperimen skala laboratorium, maka pada langkah proses pembuatan baja fasa ganda dibuat spesimen untuk temperatur pemanasan 725°C dengan variasi waktu penahan 10 , 20, dan 30 menit.  Selanjutnya setiap spesimen ditemper pada temperatur 200°C waktu penahanan 20 menit untuk mengurangi tegangan dalam dan menaikkan keuletannya Hasil  penelitian ini menunjukkan  peningkatan  kekerasan disertai peningkatan tegangan tarik,  tegangan tarik  meningkat  sebesar  20%  (dari  106.1 Kg/mm2 sampai 131.0  (Kg/mm2) dan kekerasan 23,44% (dari 307.77 HV menjadi 379.94 HV), dengan proses  treatment di pemanasan 725oC suhu dengan waktu selama 20 menit. Hasil ini menunjukkan bahwa metode ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan  sifat mekanik baja karbon tinggi. Kata Kunci : cutting tool, pisau, crusher plastik, baja karbon tinggi, baja fasa ganda.
ANALISA PENINGKATAN SIFAT MEKANIK MATERIAL RING PISTON TOP KOMPRESI YAMAHA JUPITER Z DENGAN PROSES HEAT TREATMENT Herawan Eva Krisdianto; Solechan Solechan; Samsudi Raharjo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat dua produk suku cadang ring piston di pasaran,  yaitu ring piston produk keluaran pabrikan resmi  (genuine parts)  dan ring piston barang kualitas menyerupai barang pabrik resmi disebut  kualitas 1 disingkat KW 1. Tetapi dari segi kwalitas KW 1 jauh dari kwalitas piston original. Maka pada penelitian ini, ingin meningkatkan kwalitas KW 1 menyamai piston original dengan proses heat treatment atau perlakuan panas.  Tahap awal penelitian  untuk  mengetahui  karakteristik material ring piston berdasarkan.  kekerasan, strukturmikro dan komposisi kimia  ring piston top kompresi Yamaha Jupiter Z.  Tahap kedua  pengaruh  heat treatment  pada ring piston top kompresi KW 1 untuk meningkatkan sifat mekanik. Metode penelitian yaitu komparasi sifat mekanik beberapa ring piston top kompresi Yamaha Jupiter  Z  yang nantinya akan dianalisa. Adapun variabel bebas yang digunakan dari ring piston Yamaha Jupiter genuine part, KW 1 merk Indopart dan sudah mengalami perlakuan panas, suhu austenisasi 900 °C waktu penahanan 2 jam, media quenching oli SAE 75-90, austempering di dalam tungku suhu 400 °C waktu penahanan divariasikan 1,5,  3 dan 4,5 jam. Sedangkan variabel bebas pengujian  yaitu komposisi kimia, kekerasan dan struktur mikro. Hasil pengujian komposisi kimia terjadi perbedaan yang signifikan antara ring piston Yamaha Jupiter  Z genuine part, KW 1 merk Indopart dan penahanan 1,5,  3 dan 4,5 jam khususnya unsur besi (Fe) dan karbon (C). Ini berpengaruh terhadap kekerasan dan kekuatan tarik yang semakin tinggi, tetapi keuletan dan ketangguhan semakin rendah. Hasil pengujian struktur mikro menunjukkan bentuk grafit dari beberapa material memiliki perbedaan, baik dalam bentuk maupun ukuran grafit. Ring piston Kw 1, dengan penahanan waktu 4,5 jam kekerasannya meningkat 36,66 %  dibanding dengan ring piston tanpa heat treatment, dan  masih dibawah nilai kekerasan ring piston genuine part.  Kata kunci : ring piston  Jupiter Z, heat treatment, sifat mekanik.
KARAKTERISASI KOMPOSIT DARI SERBUK GERGAJI KAYU ( SAWDUST ) DENGAN PROSES HOTPRESS SEBAGAI BAHAN BAKU PAPAN PARTIKEL Sugeng Slamet
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM) sangat pesat. Perlu adanya dukungan penerapan teknologi tepat guna yang diharapkan dapat meningkatkan produktifitas, dimana efisiensi bahan baku dan biaya dapat diturunkan. Penggunana mesin dan otomatisasi merupakan kebutuhan utama saat ini untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Salah satu mesin yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk papan partikel dari serbuk kayu adalah mesin hotpress dengan sistem penggerak hidrolis dan elemen pengering pada cetakan.  Metode penelitian dilakukan dengan menganalisa produk papan partikel yang dihasilkan dari  pengepresan pada mesin hotpress. Adapun jenis komposit papan partikel yang dihasilkan menggunakan serbuk kayu jati  ( Tectona grandis  ), serbuk kayu randu  ( Ceiba pentandra  ), dengan matrik pengikat partikel menggunakan tapioka + urea dan resin epoksi PVAC. Variabel  yang diuji adalah kerapatan/density papan partikel dan porositas, sifat mekanis/bending dan impak dengan kombinasi campuran antara 70% : 30% dan 60% : 40%. Hasil pengujian komposit serbuk kayu yang telah dipress dengan mesin hotpress menunjukkan bahwa partikel kayu jati menunjukkan nilai densitas 0,48 gr/cm3 termasuk jenis papan partikel dengan kerapatan sedang ( Medium Density particleboard ).  Sedangkan kerapatan papan partikel kayu randu 0,39 g/cm3 termasuk kerapatan rendah ( Low Density particleboard ).  Sifat mekanis bending meliputi nilai Modulus of Rupture ( MOR ) dan Modulus of Elastisitas (MOE) lebih tinggi dibandingkan dengan partikel kayu randu. Pemilihan matrik juga sangat berpengaruh, dimana resin epoksi PVAC mampu meningkatkan sifat mekanis bending dan impak komposit papan partikel lebih tinggi dibandingkan dengan matrik tapioka + urea pada komposisi campuran 60 % : 40%.   Terdapat kenaikan nilai MOR sebesar 72,98% dan nilai MOE sebesar 93,92%  pada komposit papan partikel kayu jati dengan matrik  resin epoksi PVAC.  Kata kunci :  Bending, Densitas, Hotpress, Impak, Sawdust
ANALISA KERUGIAN KALOR SERTA SISA UMUR OPERASI KERUSAKAN ISOLASI PIPA UAP INDUSTRI PROSES Hariyotejo Pujowidodo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh hasil pemeriksaan lokasi terjadinya korosi permukaan pipa di bawah isolasi (CUI, Corrosion Under Insulation) pada jalur distribusi uap pada sebuah industry proses. Hasil tersebut digunakan sebagai acuan untuk tindakan perawatan untuk mendukung kelancaran proses (reliability). Pemeriksaan menggunakan teknik monitoring termal kamera Termografi Inframerah, sehingga didapatkan hasil berupa peta distribusi panas dan temperature dalam bentuk gambar termal (Thermogram/Thermal Imaging). Lokasi terjadinya kerusakan korosi ditunjukkan oleh kenaikan temperature signifikan relative terhadap normal operasi. Guna memperkuat estimasi diberikan analisa perhitungan kerusakan isolasi yang diakibatkan oleh perubahan dimensi/properties fisik dan termal yang mengakibatkan terjadinya kehilangan kalor (heat loss)  dan berkurangnya umur operasi. Sehingga dapat menjadi langkah pencegahan yang diperlukan untuk menghindari kegagalan atau gangguan pada system proses. Kata kunci: korosi bawah insulasi, kehandalan, Thermogram, dimensi/properties kehilangan kalor
PEMANFAATAN LIMBAH KILANG MINYAK MFO 1000 cSt YANG DIENCERKAN DENGAN SOLAR, SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PENGGANTI SOLAR PADA DRY KILN INDUSTRI KECIL GARAM DESA KALIORI KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH Ilyas Rochani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah  penggantian bahan bakar solar yang semakin mahal dengan bahan bakar dari limbah kilang minyak MFO 1000 cSt yang diencerkan dengan solar, sebagai bahan bakar alternatif pada  Dry Kiln Industri Kecil Garam   yang lebih mempunyai nilai ekonomis. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan alat uji yang terdiri Rangka alat uji  untuk penempatan dari bak pencampur, motor listrik penggerak baling-baling pengaduk, motor listrik penggerak pompa bahan bakar, alat ukur tekanan yang disertai katup pengatur tekanan pada sisi balik aliran bahan bakar, 2 (dua) buah katup Solenoid yang dipasang sebelum nozle, Nozle dengan sudut semprotan 80o, pengukur panjang semprotan dan Box Panel. Pencampuran bahan bakar dengan variasi campuran 50%,  60%. 70%, 80% MFO dengan Solar,. Pencampuran ini dilakukan pada bak pencampur untuk mendapatkan titik tuang bahan bakar tersebut. Kemudian minyak campuran ini mengalir secara gravitasi ke pompa penyemprot bahan bakar.dan  disemprotkan melalui Nozle, dengan variasi tekanan pompa bahan bakar mulai 5 Bar sampai 13 Bar. Secara visual dilihat pengabutan pada ujung Nozle dan panjang semprotan   Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak campuran 80% MFO dengan 20% Solar pada tekanan 11 Bar mendapatkan panjang semprotan sepanjang 1,35 m. Hasil campuran bahan bakar ini diuji  di Oil Fired Boiler Fulton tipe E 30( ruang bakarnya mirip dengan Dry Kiln) yang ada di Laboratrium Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Semarang. Dengan menggunakan combustion effisiensi chart dan boiler instrumentation, bahan bakar Solar dengan tekanan 7 Bar didapatkan effisiensi pembakaran adalah 77 %, sedangkan dengan menggunakan minyak campuran effisiensi pembakaran 77,50 %. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan minyak campuran, effisiensi pembakaran lebih baik dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar solar . Sehingga minyak campuran 80% MFO dengan Solar 20% Solar, dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti solar dengan harga lebih ekonomis. Kata kunci: Effisiensi Pembakaran Boiler, Minyak Campuran MFO 1000 cSt dengan Solar,   Panjang semprotan.
KAJIAN MOTOR ARUS SEARAH TANPA SIKAT 1600 W 48 V SEBAGAI PENGGERAK MOBIL LISTRIK Margana margana
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan motor jenis ini hampir tidak menimbulkan polusi di jalan karena energi yang dipergunakan adalah energi listrik, sehingga selain  kenyamanan karena nyaris tidak menimbulkan kebisingan juga ramah lingkungan. Sejalan dengan menipisnya cadangan minyak dunia  di bidang transportasi menimbulkan  inovasi untuk mengembangkan  motor listrik jenis ini. Teknologi dari motor ini tanpa menggunakan sikat sehingga rugi gesekan pada sikat dapat dihilangkan  Tujuan dari  penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji kinerja motor BLDC sebagai penggerak mobil listrik  dengan menggunakan 2 buah  motor BLDC  masing-masing mempunyai daya 800 Watt 48 Volt dilengkapi pengatur kecepatan.  Adapun metode yang digunakan adalah melakukan  kajian terhadap  penggunaan motor listrik pada mobil listrik kapasitas satu penumpang dengan berat keseluruhan 182.1  kg, lebar 135 cm dengan panjang 2,1 m  menggunakan pipa. Hasil yang diperoleh yaitu dapat menempuh jarak  7,5 km dengan waktu tempuh 14,5 menit  dengan kecepatan maksimum 31,03 km/jam dengan energy yang diperlukan sebesar   386.67 Watt  jam. Adapun jarak tempuh yang dapat dicapai tergantung dari batere yang ada, dengan batere 48 V/35 A Jam dapat mencapai jarak 31,5 km.  Kata kunci: BLDC motor, Mobil listrik
KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH BENTUK GEOMETRI SUDUT CONVERGING DUCT DAN PANJANG CONSTANT-AREA SECTION PADA PERFORMA SISTEM REFRIGERASI STEAM EJECTOR Muhammad Subri; Tony Suryo Utomo; Berkah Fajar TK
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Refrigerasi steam ejector merupakan sistem refrigerasi dengan memanfaatkan limbah panas sebagai sumber energi utamanya. Steam ejector berperan sebagai pengganti kompresor pada siklus kompresi uap. Refrigerasi steam ejector memiliki koefisien kinerja (Coefisien of performance, COP) yang rendah, sehingga perlu dilakukan penelitian karakteristik dengan membuat desain geometri  steam ejector untuk memperbaiki dan mengoptimalkan kinerja dari steam ejector-nya. Kinerja steam ejector dapat dilihat dari besarnya nilai entrainment ratio yaitu perbandingan laju aliran massa suction dari evaporator dengan laju aliran massa motive dari boiler. Meningkatnya nilai entrainment ratio steam ejector dapat meningkatkan COP sistem refrigerasi tersebut.  Pada penelitian ini dilakukan eksperimen dengan memodifikasi bentuk geometri sudut converging duct dari 3°, 5°, 7,5°, 10°, 15°, dan 18° dan panjang constant area section (throat section) dari 2D(36 mm), 3D(54 mm), 4D(72 mm), dan 5D(90 mm), panjang constant area section merupakan kelipatan dari diameter throat dengan memperluas diameter  throat ejector dari 18 mm. Jenis steam ejector yang digunakan adalah Constant-pressure mixing dan uap  air  (R-718b) digunakan sebagai  fluida  kerja.  Kondisi awal operasi tekanan boiler (tekanan motive) konstan pada tekanan 5 kg/cm2. Temperatur air evaporator 97°C.  Hasil eksperimen menunjukkan bahwa perubahan bentuk  geometri sudut converging duct dan panjang constan-area section mempengaruhi nilai  entrainment ratio steam ejector dan COP sistem. Nilai optimal entrainment ratio steam ejector dan  COP sistem diperoleh pada sudut converging duct 7,5° dengan panjang constan area section  4D(72 mm) dengan nilai masing-masing 0,5172 dan 0,5619. Kata kunci:  Constan-area section, Converging duct, COP, entrainment ratio, Steam  ejector.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI LABORATORIUM (SILAB) BERBASIS WEB DI TEKNIK INFORMATIKA UNSOED Lasmedi Afuan; Ipung Permadi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi dan Komunikasi berkembang dengan pesat. Saat ini, TIK telah dimanfaatkan diberbagai  aspek kehidupan manusia. Salah satu pemanfaatan TIK yaitu dibidang pendidikan. Teknik Informatika Universitas Jenderal Soedirman, secara aktif mengikuti  perkembangan  dan  pemanfaatan teknologi informasi.  Partisipasi tersebut ditunjukan  melalui kegiatan penelitian  merancang  bangun Sistem Informasi Laboratorium (SILAB) yang akan diterapkan di Prodi Teknik Informatika, kemudian mempublikasikan melalui makalah ini .Makalah ini berisi tentang sistem informasi laboratorium (SiLab). SiLab ini dibangun dengan menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman dan MySql sebagai DBMSnya. Sistem ini dirancang menggunakan DFD, kemudian dilanjutkan dengan membuat CDM ( Conseptual Data Model ). Silab ini bertujuan untuk mempermudah Prodi TI dalam hal pengelolaan kegiatan praktikum.  Fasilitas yang terdapat didalam sistem ini antara lain : pengelolaan data peserta praktikum,  pengelolaan jadwal, pengelolaan asisten/dosen, pengelolaan  presensi kegiatan  praktikum  baik asisten maupun praktikan, pengelolaan nilai  serta fasilitas  rekap vakasi (honor) kegiatan praktikum. Selain bertujuan untuk mempermudah pengelolaan kegiatan praktikum, sistem ini diharapkan  dapat memberikan nilai tambah bagi prodi Teknik Informatika Unsoed  dalam menerapkan paperless office dan    lebih  kompetitif serta memungkinkan menghasilkan keunggulan baru bagi prodi TI Unsoed. Kata kunci: Sistem Informasi, web, PHP, MySql, SiLab
PEMODELAN STANDAR SISTEM INFORMASI PADA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA Cuk Tho; Meiliana Meiliana; Rosmina Rosmina
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dibahas mengenai model sistem informasi yang dapat digunakan oleh perguruan tinggi di Indonesia sebagai langkah awal untuk membangun sistem informasi yang terintegrasi. Model yang dikembangkan mencakup tiga bagian Utama yaitu Course Design and Development, Class and Practicum serta Examination. Model tersebut dibuat berdasarkan value chain dari universitas, serta dilengkapi dengan rancangan database yang diperlukan. tersebut juga dihasilkan berdasarkan value chain dari universitas. Diharapkan model ini dapat menjadi panduan bagi perguruan tinggi yang akan memulai membangun sistem informasi yang terintegrasi.  Kata kunci: model sistem informasi, sistem informasi, sistem integrasi, universitas

Page 1 of 111 | Total Record : 1101