cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INTEGRALISTIK
ISSN : 08537208     EISSN : 25495011     DOI : -
Core Subject :
Integralistik is a peer reviewed journal that covers the fields of scientific knowledge or academic that civics education studies. The Integralistik is a academic journal that centered in citizenship studies i.e. civic education (curriculum, teaching, instructional media, and evaluation), political education, law education, moral education, and multicultural education.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 2 (2017): Juli 2017" : 20 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BATAKO JUMBO UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATERI GLOBALISASI BAGI SISWA KELAS IXF SMP NEGERI 1 SAYUNG SEMESTER GENAP TAHUN 2015/2016 Untari, Sri
Integralistik Vol 28, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i2.13736

Abstract

Implementasi kurikulum 2006 meniscayakan pelaksanaan pembelajaran yang mengadopsi prinsip pembelajaran abad 21, yaitu Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation yang dikenal dengan 4C. Penerapan model pembelajaran Batako Jumbo dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IXF SMP Negeri 1 Sayung dalam mempelajari materi globalisasi semester genap tahun 2015/2016, dengan bukti adanya peningkatan dari pra siklus, siklus I sampai siklus II. Penerapan model pembelajaran Batako Jumbo juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IXF SMP Negeri 1 Sayung dalam mempelajari materi globalisasi semester genap tahun 2015/2016. Dampak yang teramati bahwa Pembelajaran Batako Jumbo meningkatkan aktivitas siswa yang semakin bermakna terutama dalam mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, komunikatif, kolaboratif, serta berfikir kritis dan pemecahan masalah.
IMPLEMENTASI BUDAYA SEKOLAH SEBAGAI WAHANA PENGEMBANGAN KARAKTER PADA DIRI SISWA Wahono, Margi; Priyanto, AT Sugeng
Integralistik Vol 28, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i2.13723

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan identifikasi dan mendeskripsikan kondisi pengembangan pendidikan karakter dalam budaya sekolah di SMP se-Kota Semarang. Tema penelitian ini sejalan dengan visi dan missi Universitas Negeri Semarang yang mengembangkan ―wawasan konservasi‖, mestinya di dalamnya terkandung muatan penguatan pendidikan karakter dalam konservasi nilai-nilai sosial. Temuan yang didapat dari hasil penelitian ini adalah 1). bahwasannya sekolah yang telah menerapkan budaya sekolah secara optimal memiliki prestasi akademik dan non-akademik yang lebih baik dibandingkan dengan sekolah yang belum menerapkan budaya sekolah sebagai pengembangan karakter siswa; 2) Budaya sekolah memiliki peran strategis dalam mengembangkan karakter pada diri siswa. Rekomendasi dari penelitain ini salah satunya adalah bahwa pendidikan karakter perlu terus dikembangkan dipersekolahan agar tercipta siswa yang memiliki good character dan menjadi smart and good citizen
SOLUSI PERMASALAHAN PROSES DEMOKRASI DI INDONESIA MODERN MELALUI PENINGKATAN KEMAMPUAN MUSYAWARAH SEJAK DINI Suyahmo, Suyahmo; Munandar, Moh Aris
Integralistik Vol 28, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i2.13737

Abstract

Ketika reformasi bergulir di Indonesia, tampilah aktor politik yang memiliki karakter yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia seperti egois, memikirkan dirinya dan golongannya, dominasi terhadap ide dan pengambilan keputusan. Kondisi ini menjadikan kehidupan politik sebagai  kehidupan yang penuh intrik untuk memenangkan kepentingannya yang muaranya adalah status ekonomi dan sosial. Berbeda dengan filosofi politik yang sebenarnya yakni berargumentasi guna mencapai suatu kebijakan yang mementingkan rakyat. Dalam penelitian tentang Peningkatan Kemampuan Musyawarah Sebagai Lokus Pengamalan Sila Ke 4 Pancasila Pada Jenjang SMP di Kota Semarang, kami menemukan bahwa Sekolah juga berfungsi  sebagai penyuplai tokoh-tokoh politik yang otoriter dan mementingkan golongannya. Sekolah membiarkan siswa yang dominan terus menerus mendominasi, serta siswa yang apatis terus menerus didiamkan. Model Peningkatan Musyawarah Sebagai Solusi Permasalahan Politik Indonesia Modern adalah sebagai berikut sebagai berikut: a) Guru memberi pengertian dulu, apa itu musyawarah; b) Guru menyiapkan materi yang akan dimusyawarahkan; c)  Kelas dibagi menjadi lima kelompok besar, yang masing-masing terdiri dari 5 sampai dengan  10  siswa; d) Setiap siswa diberi tiga token (kupon), kupon tersebut ditulis nama siswa, kelompok serta no absen siswa.  Setiap pemegang kupon memiliki hak bicara maksimal lima menit. Setiap siswa akan bertanya dan menyanggah pembicaraan maka siswa harus menyerahkan token (kupon) tersebut pada guru; e) Guru mempersilahkan siswa untuk membahas bahan musyawarah; f) Guru mempersilahkan salah satu siswa untuk memaparkan hasil musyawarah kelompok; g) Siswa diajak untuk mencari yang terbaik dari setiap pendapat; h) Siswa dilatih sensitifitasnya terhadap emosi dirinya serta emosi kelompoknya; i) Siswa diajak untuk menganalisis berbagai pendapat dari Sudut Pandang Diri Sendiri (SPDS) serta dari Sudut Pandang Orang Lain (SPOL); j) Siswa kemudian mengemukakan pendapatnya; k) Siswa mengambil kesimpulan.
KONFERENSI: ALTERNATIF MODEL PEMBIMBINGAN PPL UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PRAKTIKAN MAHASISWA DI SMP NEGERI 2 BOJA KABUPATEN KENDAL Susanti, Martien Herna; Setiajid, Setiajid
Integralistik Vol 28, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i2.13724

Abstract

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan. Fungsi Guru Pamong (Gumong) dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sangat srategis dalam membimbing praktikan selama melaksanakan PPL di sekolah, namun terkadang ditemui kesulitan bagaimana cara Gumong memandu atau membimbing praktikan dalam mempraktekkan keterampilan dasar dalam proses pembelajaran dikarenakan belum adanya tahapan yang jelas dan konkrit tentang fungsi serta peran Gumong dan DPL selama PPL. Oleh karena itu diperlukan dukungan skenario mekanisme pembimbingan yang disebut konferensi sebagai salah satu alternatif model pembimbingan yang diharapkan mampu meningkatkan kompetensi praktikan PPL sekaligus menyajikan penilaian yang obyektif dan transparan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah: 1) memahami mekanisme konferensi sebagai salah satu cara pembimbingan reflektif untuk meningkatkan kompetensi peserta PPL secara berkelanjutan, 2) mengidentifikasi langkah-langkah konferensi, dan 3) merancang Strategi implementasi konferensi dalam Program Pembimbingan PPL. Target utama kegiatan pengabdian ini adalah menghasilkan produk berupa laporan pengabdian kepada masyarakat. Metode pengabdian yang digunakan disingkat menjadi ―I CARE‖ (Introduction, Conection, Aplication, Refelction, Extention)
PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PERKULIAHAN DENGAN SISTEM E-LEARNING Wiyanto, Wiyanto
Integralistik Vol 28, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i2.13738

Abstract

Pendekatan saintifik adalah pendekatan pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa mulai dari proses mengamati, menanya, mengumpulkan data/informasi, mengasosiasi, dan mengkemonikasikan, sehingga mendorong perkembangan dan pengembangan kompetensi sikap, pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa menjadi lebih baik serta memenuhi kaidah ilmiah. Pengetahuan yang dimiliki dan yang akan tercipta dapat berbentuk faktual, konseptual, prosedural atau metakognitif yang dapat diperoleh melalui pengalaman indrawi mahasiswa dari berbagai sumber. Hadirnya teknologi informasi juga memberikan ruang belajar yang lebih luas, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Karena dapat diakses dimana saja dan kapan saja selama ada akses internet. Pendekatan saintifik pada perkuliahan dengan sistem e-learning menjawab kebutuhan tersebut. Pada tulisan ini akan diuraikan mengenai pendekatan saintifik pada perkuliahan dengan sistem e-learning dari teori ke praktik.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER KEDISIPLINAN DAN KEJUJURAN PADA SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 KOTA SEMARANG Chomsatun, Chomsatun
Integralistik Vol 28, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i2.13718

Abstract

tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Implementasi Pendidikan Karakter (Kedisiplinan dan Kejujuran) di MAN 1 Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik, instrument dimana peneliti berperan sebagai peneliti sendiri. Tehnik pengumpulan data dalam dokumentasi, wawancara dan observasi. Tahapan pra-lapangan, pekerjaan lapangan dan penyusunan laporan. Teknis analisis data dilakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Adapun pengecekan keabsahaan data melalui kredibility, transferability, dependability, dan konfirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama kemampuan sumber daya manusia dalam pemahaman Pendidikan Karakter di MAN 1 Kota Semarang sudah mendukung pelaksanaan KBM mengintegrasikan pendidikan karakter, tetapi sebagian guru dalam pelaksanaan KBM belum sesuai dengan RPP pendidikan karakter. Kedua organisasi pendidikan karakter di MAN 1 Kota Semarang telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku di buku panduan madrasah. Ketiga sarana dan prasarana MAN 1 Kota Semarang sudah tersedia dan mencukupi kebutuhan, Keempat pendidikan Karakter melalui pelaksanaan pembelajaran di MAN 1 Kota Semarang sudah terlaksana dengan adanya tata tertib madrasah yang dipatuhi seluruh warga madrasah. Kelima Pelaksanaan Pendidiian Karakter melalui kegiatan Ekstrakulikuler, Ko-kulikuler dan tata tertib sudah dilaksanakan dengan adanya kegitaan ekstrakuikuler yang memiliki karakter seperti PMR, Pramuka dan Paskibra. 
POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT ADAT DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN BALI Kristiono, Natal
Integralistik Vol 28, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i2.13734

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Tenganan Pegringsingan Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Tenganan merupakan kawasan berupa desa tradisional yang masih memegang teguh adat-istiadat dan kebudayaan warisan leluhur yaitu sebagai Bali Asli atau Bali Aga. Di desa adat Tenganan terdapat Awig-awig yang merupakan suatu norma yang mengatur tatanan sebuah kehidupan masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan, termasuk pula dalam hubungannya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan dan manusia dengan tuhannya. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan antara lain, (1) Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan hukum adat di Desa Tenganan. (2) Untuk mengetahui bagaimana pola kehidupan masyarakat Desa Tenganan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif kualitatif dimana dalam hal ini peneliti berusaha untuk mengungkap, membuat gambaran serta deskripsi tentang kondisi atau fenomena sosial dalam hal ini mengungkap dan menggambarkan tentang hukum adat dan pola kehidupan masyarakat desa Tenganan Pegringsingan Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di desa Tenganan terdapat awig-awig yang mengatur antara lain tentang pemanfaatan lingkungan, perkawinan, kekerabatan, perceraian, dan waris. Dimana awig-awig tersebut menjadi dasar dalam pola kehidupan masyarakat adat Tenganan. Terkait dengan pola kehidupan di desa adat Tenganan, terdapat nilai-nilai, norma, pengetahuan agama, hukum-hukum, kepercayaan, warisan para leluhur, tata cara tradisional yang digunakan untuk membantu mengatasi berbagai masalah sehari-hari sehingga mencapai suatu keharmonisan dan kesejahteraan dalam kehidupan.
MODEL INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA OLEH GURU PPKN JENJANG SMP DI KOTA SEMARANG Wiratomo, Giri Harto; Wahono, Margi; Kristiono, Natal
Integralistik Vol 28, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i2.13721

Abstract

Materi PPKn didalamnya memuat nilai-nilai Pancasila. Berbagai informasi akhir-akhir ini menimbulkan keprihatinan bersama. Salah satu cara melestarikan ideologi Pancasila adalah melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila. Situasi nasional dan global yang berkembang sangat cepat perlu disiasati oleh guru PPKn. Salah satu materi di SMP kelas VIII adalah mengenai pembelajaran Pancasila. Penelitian ini bertujuan mengetahui model internalisasi pembelajaran nilai-nilai Pancasila dan implementasinya di sekolah serta kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran Pancasila. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran nilai-nilai Pancasila jenjang SMP di Kota Semarang menggunakan berbagai model yang bervariasi dalam setiap pembelajarannya, seperti model ceramah, diskusi, problem solving, jigsaw, audio visual, studi kasus, dan bermain peran. Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran materi Pancasila di sekolah adalah keterbatasan waktu, jadwal mengajar siang, minat belajar peserta didik, dan keadaan variatif peserta didik pada saat pembelajaran. Upaya yang dilakukan oleh guru PPKn untuk mengatasi kendala tersebut adalah mempersiapkan sejak awal model pembelajaran jauh hari sebelum masuk ke kelas, mempersiapkan diri mengajar jam siang, memanfaatkan waktu mengajar seoptimal mungkin, kondisioning peserta didik, memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi yang terbaru, pendekatan komunikatif dengan peserta didik, menciptkan suasana kelas yang kondusif, dan memberikan keteladanan kepada warga sekolah.
PENANAMAN NILAI-NILAI MULTIKUTURISME PADA SEKOLAH BACKGROUND AGAMA Habibah, Siti Maizul
Integralistik Vol 28, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i2.13735

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pentingnya penanaman nilai – nilai multikulturisme pada sekolah dengan background agama. Penelitian ini berawal dari hasil observasi yang telah dilakukan dan menunjukkan bahwa masih banyak sekolah yang lebih menitik beratkan golongan agama dalam sistem pengajarannya daripada menggambarkan multikultur yang ada di indonesia maupun disekitarnya. Kemudian yang menjadi dasar hukum dalam mendirikan sekolah dengan background agama atau sosial mengacu pada Undang – undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Artikel ilmiah ini menggambarkan bahwa pentingnya menanamkan nilai-nilai multikultural pada sekolah –sekolah dengan background agama karena dianggap minim sekali dalam menghargai dan saling menghormati perbedaan yang ada yang berpeluang besar terjadinya radikalisme di indonesia.
PERAN PMR (PALANG MERAH REMAJA) DALAM MEMBANGUN GENERASI PANCASILA Astuti, Indri
Integralistik Vol 28, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i2.13722

Abstract

The concept of education is developed through the mechanism of the teaching-learning process called school, in which the role of the school as an intermediary link and the media of self-development, intelligence, creative imagination, and the formation of the character or character of the students. Extracurricular activities should not be positioned as a supplement, but rather a part that needs to be considered parallel to the teaching and learning activities in the classroom, because the extracurricular benefits and impact on the behavior and mindset of students, meaning that education outside the classroom has the same weight with the learning process in class. Extracurricular activities that can build the generation of Pancasila is one of them PMR. To know the activity is done through qualitative research method with technique of analysis through stages as follows: (1) Data collection; (2) data reduction; (3) Presentation of data; (4) Withdrawal of Conclusion/ Verification. The development of attitudes in accordance with the values of Pancasila is carried out through extracurricular activities of PMR covering Blood Student Donor activities (DORAS), health care in UKS, World HIV / AIDS Day, raising donations for natural disasters, Social service in the community, training with the KSR at PMI, assisting in the preparation of logistics for natural disasters at PMI. Development of attitude The planting of Pancasila principles in PMR activities is done by Moral Knowing, Moral Feeling and Moral Action. Activities carried out in extracurricular PMR provide valuable experience in real life so that it is

Page 1 of 2 | Total Record : 20