cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INTEGRALISTIK
ISSN : 08537208     EISSN : 25495011     DOI : -
Core Subject :
Integralistik is a peer reviewed journal that covers the fields of scientific knowledge or academic that civics education studies. The Integralistik is a academic journal that centered in citizenship studies i.e. civic education (curriculum, teaching, instructional media, and evaluation), political education, law education, moral education, and multicultural education.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 30, No 1 (2019): Januari 2019" : 14 Documents clear
RUMAH PUSPO BUDAYA NUSANTARA SEBAGAI PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI TARI NUSANTARA Digdoyo, Eko
Integralistik Vol 30, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i1.20778

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian adalah turut serta memublikasikan keragaman budaya nusantara, sebagai model penyelenggaraan pendidikan karakter bagi anak dan remaja berbasis budaya kearifan lokal. Kajian ini menunjukkan melalui pesan moral seni tari perlu ditranformasikan dan diimplementasikan baik pada substansi maupun model pembelajaran yang mengakui dan menghormati keanekaragaman dan karakter budaya di masyarakat. Rumah Puspo Budaya Nusantara telah memiliki andil dalam mencerdasakan kehidupan bangsa melalui model pendidikan karakter anak dan remaja khususnya melalui ketrampilan seni tari nusantara. Hal ini terbukti melalui fasilitas yang dimiliki Rumah Puspo Budaya Nusantara senantiasa terbuka untuk umum bagi pegiat seni budaya. Eksistensi Rumah Puspo Budaya Nusantara melalui pendidikan informal maupun formal yang diselenggarakan dapat dikatakan mampu membentuk karakter anak dan remaja. Secara sadar maupun tidak sadar, pendidikan karakter mengacu pada; etika, moral, nilai, religius, budi pekerti, dan pendidikan karakter itu sendiri. Untuk itu, pendidikan baik formal, informal, dan non-formal pada hakekatnya memiliki dua tujuan, yaitu membantu manusia untuk menjadi cerdas dan pintar (smart), dan membantu menjadi manusia yang baik (good). 
DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PERILAKU BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI 1 CIANJUR Agustinah, Siti Wulan; Indriyani, Dina
Integralistik Vol 30, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i1.20767

Abstract

Abstrak: Revolusi industri 4.0 merupakan cita-cita pemerintah untuk membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa lain. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, dengan menekankan pada kesadaran dalam berpendidikan salah satunya. Revolusi industri sendiri merupakan dampak dari terjadinya proses globalisasi. Globalisasi adalah terbukanya kebudayaan dan berkembangnya ilmu pengetahuan di seluruh belahan dunia yang sampai saat ini menjadi ketergantungan. Melalui pendidikan, siswa harus memanfaatkan dampak positif dari globalisasi sehingga dapat menumbuhkan perilaku belajar yang baik dan mampu menghindari dampak negatifnya. Perilaku belajar yang baik mampu membawa siswa menjadi pribadi yang unggul, bahkan akan memiliki kualitas yang baik pula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMK Negeri 1 Cianjur dampak globalisasi terhadap perilaku belajar siswa sangat meningkat dari sebelumnya
Telaah Muatan Karakter Pembelajaran IPS Berbasis Kelas di Sekolah Menengah Pertama Kecamatan Batang Fitria, Putri Nur; Priyanto, Agustinus Sugeng
Integralistik Vol 30, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i1.18374

Abstract

Implementasi pendidikan karakter menjadi suatu keharusan karena pendidikan tidak hanya menjadikan siswa cerdas, tetapi juga mempunyai budi pekerti dan sopan santun, sehingga keberadaannya menjadi bermakna baik bagi dirinya maupun orang lain. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi pendidikan karakter berbasis kelas dalam pembelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama Kecamatan Batang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari informan guru dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini dilakukan dengan analisis interaktif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling guna memilih partisipan terkait pengalaman yang diteliti sesuai dengan implementasi karakter dalam pembelajaran IPS. Hasil temuan menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis kelas ditunjukkan melalui pencantuman nilai karakter di dalam kurikulum, manajemen kelas, metode pembelajaran, serta pada gerakan literasi. Terlihat bahwa siswa memiliki nilai karakter yang ada dalam struktur kurikulum melalui proses modelling yang ditiru saat proses pembelajaran. Penelitian ini berkesimpulan bahwa teori kognitif sosial dengan proses modelling berdampak baik terhadap karakter seorang siswa, karena dapat menumbuhkan contoh karakter yang baik juga untuk siswa lainnya.
Analisa Terhadap Pengetahuan Remaja Dalam Mengenakan Helm SNI Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 (Di Lingkungan Universitas Ngudi Waluyo Kabupaten Semarang) Sacipto, Rian; Handitya, Binov; Rufaida, Khifni Kafa
Integralistik Vol 30, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i1.18375

Abstract

Perlu kita ketahui dan sadari bahwa Helm digunakan untuk melindungi kepala bila terjadi kecelakaan lalu-lintas kepada para pengguna sepeda motor. Telah  diatur dan diwajibkan oleh pemerintahan Indonesia bahwa helm merupakan syarat mutlak untuk dipakai seta di anjurkan bagi siapapun pengguna sepeda motor yang akan berpergian kemanapun dan dimanapun. Melihat perkembangan masyarakat Indonesia saat ini sering kita temui dan jumpai, kebanyakan warga di Indonesia, khususnya para anak muda, pelajar atau mahasiswa masih enggan dan tidak mau memakai helm, dan beberapapun diantaranya juga masih asal-asalan menggunakan helm karena merk atau mengikuti tren dan gaya masa kini. Padahal jika kita lihat dan ketahui baik untuk keselamatan maupun keamanan berkendara, helm sangat berfungsi dan berpengaruh sekali sebagai pelindung atau pengaman dalam berkendara. Untuk itulah kita harus sadari penuh, apakah helm-helm tersebut atau yang kita gunakan selama ini sudah sesuai peraturan yang telah ditetapkan mengenai  kewajiban menggunakan helm standar nasional Indonesia bagi pengendara sepeda motor yang diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 dan sesuai ketentuan Pasal 3 huruf  b Peraturan Menteri Perindustrian No. 40/M-IND/PER/6/2008 Tahun 2008 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) termasuk helm pengendara kendaraan bermotor roda dua secara wajib. Sebagai pengguna sepeda motor khususnya para anak muda (remaja) yaitu pelajar dan mahasiswa di lingkungan Universitas Ngudi Waluyo kabupaten Semarang yang sering kita jumpai atau temukan dalam berkendara, perlu kita berikan pengetahuan yang lebih mendalam agar mengetahui serta mematuhi peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah tentang kewajiban menggunakan helm ber standar SNI agar penggunaan dalam berkendara dapat dijadikan pelindung atau mengantisipasi cidera yang parah saat terjadi kecelakaan lalu lintas.
Implementasi Pendekatan Pembelajaran Saintifik pada Pembelajaran PPKn di Kelas X Maradila, Diah Ayu; Wahono, Margi
Integralistik Vol 30, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i1.18370

Abstract

Curriculum 2013 aims to create productive, creative, innovative, affective Indonesian people by strengthening the integration of attitude, skill and knowledge. This curriculum points out scientific approach as the implemented approach in education, especially Civic Education learning. The approach is believed as the best way to develop attitude, skill and knowledge of students.  The objective of this study is to find out the implementations, obstacles, and methods to resolve scientific approach’s problem in Civic Education learning Class X in SMA Negeri 1 Kradenan. This study uses qualitative methods. The techniques of collecting data are: observation, interview, and documentation. The validity of study is examined by triangulation technique. The techniques of analyzing data are: reduction, presentation and conclusion. This study shows: (1) the implementations scientific approach in Civic Education learning Class X in SMA Negeri 1 Kradenan which are started from planning, implementation of 6M activities (Observing, Questioning, Experimenting, Associating, Communicating, and Creating ), and scoring. This learning method involves introduction, main activity, and conclusion. (2) the obstacles of implementing scientific approach in Civic Education learning are experienced by Civic Education’  teachers and students. There are some obstacles in every steps of the scientific approach, they are: observing, questioning, collecting information, reasoning, and communicating. (3) teachers implement some methods to overcome obstacles of implementing scientific approach in Civic Education learning. The methods which are implemented in every step are: observing, questioning, collecting information, reasoning, and communicating.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Pengertian dan Pentingnya Peraturan Perundang-Undangan Tingkat Pusat dan Daerah Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Siswa Kelas V di SDN 2 Ngembak Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan Semester 1 Tahun Pelajaran 2015 / 2016 Sriwahyuni, D
Integralistik Vol 30, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i1.18377

Abstract

Proses pembelajaran PKn kurang sesuai yang tujuan yang diharapkan. Hal ini juga terjadi pada kelas V di SD Negeri 2 Ngembak. Peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Prosedur penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Robbin MC Taggart yang terdiri dari empat komponen yaitu: 1) Perencanaan (planning), 2) Aksi/tindakan (acting), 3) Observasi (observing), 4) Refleksi (refleting). Indikator kinerja dalam penelitian ini adalah melalui model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) adalah (1) Adanya peningkatan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas V dalam Peraturan Perundang-undangan dari kondisi awal ke siklus I, dan dari siklus I ke siklus II; (2) Nilai rata-rata hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas V pada materi Peraturan Perundang-undangan minimal 71, atau masuk predikat baik; (3) Ketuntasan belajar individual minimal sebesar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75, dengan ketuntasan klasikal minimal 80% dari hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas V pada materi Peraturan Perundang-undangan, dan masuk predikat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada siswa Kelas V di SD Negeri 2 Ngembak, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan Semester I Tahun Pelajaran 2015/ 2016 pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi Peraturan Perundang-undangan dapat meningkat.
Meningkatkan Hasil Pembelajaran PKn dengan Metode Detektif (Debat Secara Aktif) pada Materi Budaya Demokrasi pada Siswa Kelas XI – IPA1 SMAN 14 Semarang Tahun Pelajaran 2016-2017 Mulyaningrum, Suci
Integralistik Vol 30, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i1.18376

Abstract

Civic of senior high school is not a subject that attract the students. Besides that, there are some reason why students’ KKM scores are bellow the other subjects’ score. At least, students aren’t active during the lesson. Often, a teacher is not putting the highest the effort while using novel educational media and the most important is, the teacher is not courageous enough to apply innovative model of lesson leading. Based on previous experience when the students were passive, teaching civics in Budaya Demokrasi at XI – IPS 1 SMAN 14 Semarang requires a special handling from the teacher.     Based on our research, debate method that the ones method at discussion is very important to improve students’ academic abilities. The kind of this research which was conducted in two cycles, to enchance their creativity and improve their grade score in civics.The result show that after 2 cycles accompained with teachers’ reflection ther was an increase of proportion of students who passed the average grade in 2 variables, enthusiasm to study and activity during civics lesson. With culivate the descriptif of data for amount of students’ who complete increase in  variable 98% and 100%. And the activity during lessons increased to 80% and 100%. The echancement come about students’ academic score. The grade score on first cycle and second cycle increased to average score of 79,56% and 84,72%. Percentage of completeness of students’ score in particular in first cycle and two is 80% and 100%.With the result, we can conclude that the debate methode can be used to improve the activity and ability of students to understand concept of problem solving education in the civics in class XI – IPS 1 SMAN 14 Semarang.Although intially the students experience is awkward in expressing their opinion on debate method, in the end the student adapted and got achievements based on the good result.
Telaah Muatan Karakter Pembelajaran IPS Berbasis Kelas di Sekolah Menengah Pertama Kecamatan Batang
Integralistik Vol 30, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i1.18374

Abstract

Implementasi pendidikan karakter menjadi suatu keharusan karena pendidikan tidak hanya menjadikan siswa cerdas, tetapi juga mempunyai budi pekerti dan sopan santun, sehingga keberadaannya menjadi bermakna baik bagi dirinya maupun orang lain. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi pendidikan karakter berbasis kelas dalam pembelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama Kecamatan Batang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari informan guru dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini dilakukan dengan analisis interaktif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling guna memilih partisipan terkait pengalaman yang diteliti sesuai dengan implementasi karakter dalam pembelajaran IPS. Hasil temuan menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis kelas ditunjukkan melalui pencantuman nilai karakter di dalam kurikulum, manajemen kelas, metode pembelajaran, serta pada gerakan literasi. Terlihat bahwa siswa memiliki nilai karakter yang ada dalam struktur kurikulum melalui proses modelling yang ditiru saat proses pembelajaran. Penelitian ini berkesimpulan bahwa teori kognitif sosial dengan proses modelling berdampak baik terhadap karakter seorang siswa, karena dapat menumbuhkan contoh karakter yang baik juga untuk siswa lainnya.
Analisa Terhadap Pengetahuan Remaja Dalam Mengenakan Helm SNI Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 (Di Lingkungan Universitas Ngudi Waluyo Kabupaten Semarang)
Integralistik Vol 30, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i1.18375

Abstract

Perlu kita ketahui dan sadari bahwa Helm digunakan untuk melindungi kepala bila terjadi kecelakaan lalu-lintas kepada para pengguna sepeda motor. Telah  diatur dan diwajibkan oleh pemerintahan Indonesia bahwa helm merupakan syarat mutlak untuk dipakai seta di anjurkan bagi siapapun pengguna sepeda motor yang akan berpergian kemanapun dan dimanapun. Melihat perkembangan masyarakat Indonesia saat ini sering kita temui dan jumpai, kebanyakan warga di Indonesia, khususnya para anak muda, pelajar atau mahasiswa masih enggan dan tidak mau memakai helm, dan beberapapun diantaranya juga masih asal-asalan menggunakan helm karena merk atau mengikuti tren dan gaya masa kini. Padahal jika kita lihat dan ketahui baik untuk keselamatan maupun keamanan berkendara, helm sangat berfungsi dan berpengaruh sekali sebagai pelindung atau pengaman dalam berkendara. Untuk itulah kita harus sadari penuh, apakah helm-helm tersebut atau yang kita gunakan selama ini sudah sesuai peraturan yang telah ditetapkan mengenai  kewajiban menggunakan helm standar nasional Indonesia bagi pengendara sepeda motor yang diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 dan sesuai ketentuan Pasal 3 huruf  b Peraturan Menteri Perindustrian No. 40/M-IND/PER/6/2008 Tahun 2008 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) termasuk helm pengendara kendaraan bermotor roda dua secara wajib. Sebagai pengguna sepeda motor khususnya para anak muda (remaja) yaitu pelajar dan mahasiswa di lingkungan Universitas Ngudi Waluyo kabupaten Semarang yang sering kita jumpai atau temukan dalam berkendara, perlu kita berikan pengetahuan yang lebih mendalam agar mengetahui serta mematuhi peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah tentang kewajiban menggunakan helm ber standar SNI agar penggunaan dalam berkendara dapat dijadikan pelindung atau mengantisipasi cidera yang parah saat terjadi kecelakaan lalu lintas.
Implementasi Pendekatan Pembelajaran Saintifik pada Pembelajaran PPKn di Kelas X
Integralistik Vol 30, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i1.18370

Abstract

Curriculum 2013 aims to create productive, creative, innovative, affective Indonesian people by strengthening the integration of attitude, skill and knowledge. This curriculum points out scientific approach as the implemented approach in education, especially Civic Education learning. The approach is believed as the best way to develop attitude, skill and knowledge of students.  The objective of this study is to find out the implementations, obstacles, and methods to resolve scientific approach’s problem in Civic Education learning Class X in SMA Negeri 1 Kradenan. This study uses qualitative methods. The techniques of collecting data are: observation, interview, and documentation. The validity of study is examined by triangulation technique. The techniques of analyzing data are: reduction, presentation and conclusion. This study shows: (1) the implementations scientific approach in Civic Education learning Class X in SMA Negeri 1 Kradenan which are started from planning, implementation of 6M activities (Observing, Questioning, Experimenting, Associating, Communicating, and Creating ), and scoring. This learning method involves introduction, main activity, and conclusion. (2) the obstacles of implementing scientific approach in Civic Education learning are experienced by Civic Education’  teachers and students. There are some obstacles in every steps of the scientific approach, they are: observing, questioning, collecting information, reasoning, and communicating. (3) teachers implement some methods to overcome obstacles of implementing scientific approach in Civic Education learning. The methods which are implemented in every step are: observing, questioning, collecting information, reasoning, and communicating.

Page 1 of 2 | Total Record : 14