cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INTEGRALISTIK
ISSN : 08537208     EISSN : 25495011     DOI : -
Core Subject :
Integralistik is a peer reviewed journal that covers the fields of scientific knowledge or academic that civics education studies. The Integralistik is a academic journal that centered in citizenship studies i.e. civic education (curriculum, teaching, instructional media, and evaluation), political education, law education, moral education, and multicultural education.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020" : 12 Documents clear
Implementasi Pemenuhan HAM Sebagai Upaya Penguatan Positive Peace di Indonesia Habibah, Siti Maizul
Integralistik Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v31i1.20127

Abstract

Artikel ini dilatar belakangi oleh Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari berbagai macam adat istiadat maupun budaya. Keanekaragaman ini menumbuhkan nilai-nilai keberagaman yang ada dimasyarakat dimana mereka mempunyai kewajiban dalam menghargai nilai-nilai keberagaman tersebut. Hidup bermasyarakat tidak mungkin terhidar dari konflik. Baik konflik intrapersonal, interpersonal. Hal tersebut dapat diselesaikan dengan salah satu cara diantaranya dengan cara ang lebih bermartabat yaitu menumbuhkan kesadaran pada warganegara akan pentingnya hidup berdampingan yang bisa kita lakukan melalui pendidikan perdamaian. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran pentingnya pendidikan perdamaian kepada seluruh bangsa Indonesia baik melalui tingkatan pendidikan maupun pendidikan dan pelatihan diluar pendidikan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ilmiah ini adalah deskriptif kualitatif dan pengumpulan data secara literatur review yang menghasilkan gagasan tentang upaya penguatan Positive Peace yang sering kali terabaikan. Pertama, perlu dilakukan upaya pencegahan dini konflik sosial. Kedua, pemetaan konflik dapat membantu menggambarkan konflik secara grafis yang berguna untuk melihat secara keseluruhan aktor-aktor konflik dan hubungan-hubungannya. Ketiga, perlu dirumuskan sistem pengawasan secara terus menerus terhadap wilayah-wilayah dan masyarakatnya, yang rawan terjadi konflik.
Implementasi Pendidikan Anti Korupsi dI SMK Texmaco Pemalang Kristiono, Natal; Astuti, Indri; RafiUddin, Hafiz
Integralistik Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v31i1.21618

Abstract

PERSEPSI WANITA TUNARUNGU DARI HWDI MENGENAI PENGGUNAAN BAHASA ISYARAT DALAM VIDEO “MAKE IT BRONZE” Talia, Mei; Muharman, Deddy; Catherina, Casey
Integralistik Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v31i1.21545

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari para penyandang tunarungu mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara verbal/lisan dikarenakan keterbatasan yang mereka miliki, sehingga diciptakanlah Bahasa Isyarat untuk membantu mereka dalam berkomunikasi. Para penyandang tunarungu juga mengalami kesulitan untuk menerima sebuah informasi melalui video yang tidak menyediakan terjemahan bahasa isyarat maupun subtitle. Pada bulan Juni 2018, L’Oreal Indonesia melalui akun YouTube L’Oreal Indonesia meluncurkan sebuah video makeup tutorial dengan judul “Make It Bronze” yang merupakan video makeup tutorial pertama di Indonesia yang menggunakan terjemahan bahasa isyarat. Penelitian ini meneliti mengenai persepsi yang dimiliki wanita penyandang tunarungu dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia mengenai video “Make It Bronze” dan pesan yang mereka terima melalui video tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif dan paradigma post-positivistik. Penelitian ini menemukan bahwa wanita penyandang tunarungu Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia memiliki persepsi yang positif terhadap video “Make It Bronze” sedangkan untuk pesan yang diterima melalui video “Make It Bronze” berbeda pada setiap narasumber.
Strategi Komunikasi Dalam Upaya Penyelesaian Konflik Nelayan Pantai Utara Di Kabupaten Batang Arumsari, Nugraheni; Paradita, Wenny Dwika; Wijayanti, Tutik
Integralistik Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v31i1.21442

Abstract

Abstrak: Konflik adalah gejala kemasyarakatan yang akan senantiasa melekat dalam kehidupan setiap masyarakat. Oleh karena itu konflik tidak mungkin dilenyapkan (Nasikun, 2003). Sebagai gejala kemasyarakatan yang melekat di dalam kehidupan setiap masyarakat, konflik hanya akan lenyap bersama lenyapnya masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, konflik yang terjadi hanya dapat dikendalikan agar tidak beralih dalam bentuk kekerasan. Seperti konflik nelayan dengan pemerintah yang menentang adanya Peraturan Menteri nomor 2/2015 tentang pelarangan penggunaan cantrang atau pukat bala. Seperti yang terjadi di Kabupaten Batang terdapat aksi protes yang dilakukan oleh nelayan didepan kantor bupati Batang dengan melakukan long march di jalan pantura dekat alun-alun kota Batang yang berakhir dengan sebuah bentrokan dengan aparat kepolisian setempat yang dikarenakan ketidaksetujuan nelayan terhadap peraturan menteri yang dianggap merugikan kaum nelayan. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode metode wawancara mendalam (in-depth interview), observasi dan studi dokumen dengan fokus terkait upaya manajemen konflik sebagai salah satu strategi komunikasi penyelesaian konflik yang efektif.Strategi komunikasi dalam penyelesaian konflik nelayan di pantai utara Kabupaten Batang, dengan mengacu pada beberapa indikator yaitu (1) kepemimpinan yang berupa strategi pemimpin dalam pengelolaan konflik dengan menggunakan bentuk forum terbuka melalui komunikasi secara langsung atau face to face, (2) strategi komunikasi yang digunakan dengan pendekatan komunikasi kelompok dan komunikasi persuasif melalui pelatihan dan penyuluhan sehingga komunikasi interpersonal antara kedua belah pihak dapat berjalan dengan efektif, dan (3) partisipasi masyarakat dalam penyelesaian konflik melalui penyediaan sarana dan prasarana. Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Konflik, Nelayan
Penggunaan Model Pembelajaran Make a Match pada Mata Pelajaran PPKn di MTsN 3 Ponorogo Harmanti, Sri -; -, Sulton -; Asmaroini, Ambiro Puji
Integralistik Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v31i1.22067

Abstract

Respon Mahasiswa Pada Pembelajaran Daring Bagi Mahasiswa Mata Kuliah Pengantar Hukum Indonesia UNESA Rusdiana, Emmilia; Nugroho, Arianto
Integralistik Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v31i1.21834

Abstract

Proses pembelajaran sebaiknya sesuai dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang sudah disusun dosen di awal perkuliahan, tetapi dosen terkadang mengalami beberapa hambatan sehingga perkuliahan tidak berjalan dengan baik. Perkuliahan dilakukan 15x tatap muka dengan pertemuan ke 8 adalah UTS dan pertemuan ke 16 adalah UAS, dan dosen harus kesulitan mengganti waktu perkuliahan untiuk memenuhi 15 tatap muka. Beberapa tahun ini, Unesa menyediakan fasilitas daring  sebanyak 4x. Fasilitas perkuliahan dalam jaringan (daring) merupakan bagian penting dalam pembelajaran saat ini, karena perkuliahan daring bisa menggantikan pembelajaran tatap muka saat dosen berhalangan hadir, sehingga hal ini menjadi alasan pengembangan perkuliahan secara daring. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan perguruan tinggi terhadap tantangan digital dan respon mahasiswa adanya kegiatan perkuliahan daring. Adapun penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pengumpulan data menggunakan angket dan dilanjutkan dengan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa pengembangan perkuliahan dengan daring pada mata kuliah Pengantar Hukum Indonesia (PHI) dengan menggunakan bahan ajar yang praktis dan mudah dipahami oleh mahasiswa S1 Hukum melalui beberapa tahap mulai dari pemetaan, pelaksanaan pembuatan media daring, pelaksanaan perkuliahan secara daring dan evaluasi yang dilakukan melalui tugas. Pelaksanaan  kuliah daring memerlukan evaluasi persiapan perguruan tinggi juga memerlukan evaluasi dari mahasiswa.  Hasil penelitian dan pembahasan  menunjukkan bahwa Interaksi mahasiswa dengan dosen melalui pembelajaran daring PHI memerlukan dukungan dari perguruan tinggi dan dosen, dukungan perguruan tinggi dalam menyediakan sarana dan prasarana dan dosen menyiapkan materi ajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran daring tersebut diberikan Sementara mahasiswa telah mennunjukkan motivasi yang cenderung meningkat  sebab mahasiswa memerlukan variasi tersendiri yang berbeda dengan perkuliahan tatap muka,   dan mereka  lebih menyukai  pembelajaran daring sebagai variasi cara mengembangkan  dan penyampaian materi. Kata kunci : respon mahasiswa, Pengantar Hukum Indonesia, perkuliahan daring
Strategi Komunikasi Dalam Upaya Penyelesaian Konflik Nelayan Pantai Utara Di Kabupaten Batang
Integralistik Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v31i1.21442

Abstract

Abstrak: Konflik adalah gejala kemasyarakatan yang akan senantiasa melekat dalam kehidupan setiap masyarakat. Oleh karena itu konflik tidak mungkin dilenyapkan (Nasikun, 2003). Sebagai gejala kemasyarakatan yang melekat di dalam kehidupan setiap masyarakat, konflik hanya akan lenyap bersama lenyapnya masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, konflik yang terjadi hanya dapat dikendalikan agar tidak beralih dalam bentuk kekerasan. Seperti konflik nelayan dengan pemerintah yang menentang adanya Peraturan Menteri nomor 2/2015 tentang pelarangan penggunaan cantrang atau pukat bala. Seperti yang terjadi di Kabupaten Batang terdapat aksi protes yang dilakukan oleh nelayan didepan kantor bupati Batang dengan melakukan long march di jalan pantura dekat alun-alun kota Batang yang berakhir dengan sebuah bentrokan dengan aparat kepolisian setempat yang dikarenakan ketidaksetujuan nelayan terhadap peraturan menteri yang dianggap merugikan kaum nelayan. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode metode wawancara mendalam (in-depth interview), observasi dan studi dokumen dengan fokus terkait upaya manajemen konflik sebagai salah satu strategi komunikasi penyelesaian konflik yang efektif.Strategi komunikasi dalam penyelesaian konflik nelayan di pantai utara Kabupaten Batang, dengan mengacu pada beberapa indikator yaitu (1) kepemimpinan yang berupa strategi pemimpin dalam pengelolaan konflik dengan menggunakan bentuk forum terbuka melalui komunikasi secara langsung atau face to face, (2) strategi komunikasi yang digunakan dengan pendekatan komunikasi kelompok dan komunikasi persuasif melalui pelatihan dan penyuluhan sehingga komunikasi interpersonal antara kedua belah pihak dapat berjalan dengan efektif, dan (3) partisipasi masyarakat dalam penyelesaian konflik melalui penyediaan sarana dan prasarana. Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Konflik, Nelayan
Penggunaan Model Pembelajaran Make a Match pada Mata Pelajaran PPKn di MTsN 3 Ponorogo
Integralistik Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v31i1.22067

Abstract

PPKn memuat materi sosial bersifat hafalan. Sifat pelajaran PPKn tersebut membawa konsekuensi guru menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran make a match merupakan cara yang efektif dalam proses pembelajaran PPKn MTs Kelas VIII. Tujuan penelitian untuk memahai penggunaan model pembelajaran Make a match dan untuk memahami kelebihan penggunaan model pembelajaran make a match pada mata pelajaran PPKn di MTsN 3 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode penelitian kualitatif. Mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Make a Match dan mendeskrpsikan kelebihan penggunaan model pembelajaran Make a Match pada mata pelajaran PPKn di MTsN 3 Ponorogo. Hasil dan pembahasa menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran make a match langkah-langkahnya: guru menyiapkan kartu berjumlah 11 kartu soal dan 11 kartu jawaban dengan materi makna hubungan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Proklamasi Kemerdekaan. Kemudian siswa mendapatkan satu buah kartu. Siswa memikirkan kartu yang diperoleh kemudian mencari pasangannya yang cocok dengan kartunya. Semua siswa mampu menemukan pasangannya dan mendapatkan nilai 100. Dan yang terakhir, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran secara bersama-sama. Adapun untuk kelebihan model pembeajaran make a match yaitu menumbuhkan suasana kegembiraan siswa dalam proses pembelajaran, terwujudnya kerja sama di dalam kelas dan munculnya dinamika gotong rotong siswa kels VIII B seluruhnya.
Respon Mahasiswa Pada Pembelajaran Daring Bagi Mahasiswa Mata Kuliah Pengantar Hukum Indonesia UNESA
Integralistik Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v31i1.21834

Abstract

Proses pembelajaran sebaiknya sesuai dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang sudah disusun dosen di awal perkuliahan, tetapi dosen terkadang mengalami beberapa hambatan sehingga perkuliahan tidak berjalan dengan baik. Perkuliahan dilakukan 15x tatap muka dengan pertemuan ke 8 adalah UTS dan pertemuan ke 16 adalah UAS, dan dosen harus kesulitan mengganti waktu perkuliahan untiuk memenuhi 15 tatap muka. Beberapa tahun ini, Unesa menyediakan fasilitas daring  sebanyak 4x. Fasilitas perkuliahan dalam jaringan (daring) merupakan bagian penting dalam pembelajaran saat ini, karena perkuliahan daring bisa menggantikan pembelajaran tatap muka saat dosen berhalangan hadir, sehingga hal ini menjadi alasan pengembangan perkuliahan secara daring. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan perguruan tinggi terhadap tantangan digital dan respon mahasiswa adanya kegiatan perkuliahan daring. Adapun penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pengumpulan data menggunakan angket dan dilanjutkan dengan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa pengembangan perkuliahan dengan daring pada mata kuliah Pengantar Hukum Indonesia (PHI) dengan menggunakan bahan ajar yang praktis dan mudah dipahami oleh mahasiswa S1 Hukum melalui beberapa tahap mulai dari pemetaan, pelaksanaan pembuatan media daring, pelaksanaan perkuliahan secara daring dan evaluasi yang dilakukan melalui tugas. Pelaksanaan  kuliah daring memerlukan evaluasi persiapan perguruan tinggi juga memerlukan evaluasi dari mahasiswa.  Hasil penelitian dan pembahasan  menunjukkan bahwa Interaksi mahasiswa dengan dosen melalui pembelajaran daring PHI memerlukan dukungan dari perguruan tinggi dan dosen, dukungan perguruan tinggi dalam menyediakan sarana dan prasarana dan dosen menyiapkan materi ajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran daring tersebut diberikan Sementara mahasiswa telah mennunjukkan motivasi yang cenderung meningkat  sebab mahasiswa memerlukan variasi tersendiri yang berbeda dengan perkuliahan tatap muka,   dan mereka  lebih menyukai  pembelajaran daring sebagai variasi cara mengembangkan  dan penyampaian materi. Kata kunci : respon mahasiswa, Pengantar Hukum Indonesia, perkuliahan daring
Implementasi Pemenuhan HAM Sebagai Upaya Penguatan Positive Peace di Indonesia
Integralistik Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v31i1.20127

Abstract

Artikel ini dilatar belakangi oleh Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari berbagai macam adat istiadat maupun budaya. Keanekaragaman ini menumbuhkan nilai-nilai keberagaman yang ada dimasyarakat dimana mereka mempunyai kewajiban dalam menghargai nilai-nilai keberagaman tersebut. Hidup bermasyarakat tidak mungkin terhidar dari konflik. Baik konflik intrapersonal, interpersonal. Hal tersebut dapat diselesaikan dengan salah satu cara diantaranya dengan cara ang lebih bermartabat yaitu menumbuhkan kesadaran pada warganegara akan pentingnya hidup berdampingan yang bisa kita lakukan melalui pendidikan perdamaian. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran pentingnya pendidikan perdamaian kepada seluruh bangsa Indonesia baik melalui tingkatan pendidikan maupun pendidikan dan pelatihan diluar pendidikan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ilmiah ini adalah deskriptif kualitatif dan pengumpulan data secara literatur review yang menghasilkan gagasan tentang upaya penguatan Positive Peace yang sering kali terabaikan. Pertama, perlu dilakukan upaya pencegahan dini konflik sosial. Kedua, pemetaan konflik dapat membantu menggambarkan konflik secara grafis yang berguna untuk melihat secara keseluruhan aktor-aktor konflik dan hubungan-hubungannya. Ketiga, perlu dirumuskan sistem pengawasan secara terus menerus terhadap wilayah-wilayah dan masyarakatnya, yang rawan terjadi konflik.

Page 1 of 2 | Total Record : 12