cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 732 Documents
MEMILIH LOKASI UNTUK BANGUNAN PADA LERENG PERBUKITAN AMAN LONGSOR (STUDY KASUS DI SEKITAR SEMARANG) -, Lashari
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Building is a place for people to do activities which becomes one of their needs. When desire arises to build at hills, e.g. SekaranGunungpatiSemarang topography, it will be better to be aware of landslide. It is easier if safety criteria is known at hills area. Landslide safety criteria is useful to help the authorized people or the society to choose/use a location at hills/slope with known landslide safety level.Research was done by taking a soil sample 4 m below surface at several location in Sekaran hills. Next, land slide resistance parameter is tested. To observe the structure of lower soil layer a geoelectrical examination data is used. A sliding area model is used for analysis with assumption critical area at hard  soil transition layer is around 3 m below surface.Research shows that Sekaran hills at 21o inclination angle is its critical slope  for landslide. At this angle building construction is not preferable, it will be better for solid vegetation. Safe slope angle for building is below 9o in here. Meanwhile, slope angle between 9o to 21o is still considerable for building by keeping soil water content from saturation through greens, good water channel, and some soil strengthening required.Keywords: slope, landslide, SekaranAbstrak: Bangunan adalah salah satu tempat untuk beraktifitas yang menjadi kebutuhan hidup manusia. Jika keinginan dalam mewujudkan suatu banguan tertuju pada perbukitan, seperti topografi perbukitan Sekaran Gunungpati Semarang, sebaiknya dipersiapkan kecermatan terhadap bahaya longsor. Akan lebih mudah bila di wilayah perbukitan diketahui kreteria keamanan. Kreteria  keamanan longsor dapat bermanfaat untuk membantu pihak yang berkompeten atau masyarakat dalam memilih/menggunakan lokasi perbukitan/lereng dengan diketahui tingkat keamanan longsor. Metode pelaksanaan dilakukan dengan mengambil sampel tanah sedalam 4 m di beberapa titik perbukitan Sekaran. Selanjutnya dilakukan pengujian parameter ketahanan longsor tanah.  Untuk mengetahui struktur lapisan tanah bagian bawah digunakan data penyelidikan geolistrik. Analisis digunakan model sliding area dengan anggapan daerah kritis pada lapisan perubahan tanah keras sedalam berkisar 3 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbukitan Sekaran pada kemiringan 21° adalah kemiringan lereng yang mulai tidak aman dari kelongsoran. Kemiringan sebesar ini tidak dianjurkan untuk didirikan bangunan, sebaiknya dimanfaatkan untuk hutan tanaman keras. Kemiringan lereng yang aman untuk didirikan bangunan adalah lereng dibawah kemiringan 9°. Sedangkan Kemiringan lereng dengan kisaran 9° sampai 21°, dapat didirikan bangunan dengan persyaratan mengusahakan kandungan air tanah yang tidak cepat berubah menjadi jenuh, dengan beberapa cara : mempertahankan penghijauan, kelancaran saluran lingkungan, dan beberapa perkuatan tanah yang diperlukan.Kata Kunci: lereng, longsor, Sekaran.
KAJIAN KUALITAS GENTENG KERAMIK DENGAN PENAMBAHAN PASIR SUNGAI (Studi Kasus Pasir Sungai Blorong, Boja, Kabupaten Kendal) -, Tugino
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:  Ceramic roof tiles production process that uses basic ingredients of clay with high plasticity resulting in reduced quality of roof tiles, many of the cracked tiles and the shape deviation is high, so the value of quality ceramic tiles do not satisfy or are below the average standardSNI.03-2905-1998. The purpose of this study is to investigate the effect of river sand Blorong to quality ceramic roof tiles. The samples were ceramic roof tiles with a mixture of river sand Blorong 0%, 3% and 5%. Data collection method used is the method of observation. This observation method to observe the testing process in the field and in laboratory BBTPPI Semarang. The process of making sample was taken three tile craftmen, craftmen create each roof tiles with a mixture of Blorong river sand as experimental group and ceramic tile without Blorong sand mixture as the control group. The results found that the quality of ceramic roof tile observed from the outside view of the river sand ceramic tile without Blorong with ceramic tile using Blorong river sand shows that the view out the same, the surface of the roof tiles are not smooth, hair cracks, and the composition of the top batten both neat and good. The study also found that there is the influence of Blorong river sand of assessment length and width, height relationship, assessment forms, the quality of water absorption, and impact on the resistance to bending loads.Keywords: ceramic roof tiles, plasticity, bending loadsAbstrak: Proses produksi genteng keramik yang menggunakan bahan dasar tanah liat dengan keplastisan tinggi mengakibatkan kualitas genteng berkurang, banyak genteng yang retak*retak dan penyimpangan bentuknya tinggi, sehingga nilai kualitas genteng keramik belum memenuhi atau masih di bawah rata*rata standar SNI.03*2905*1998. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan pasir sungai Blorong terhadap kualitas genteng keramik. Sampel penelitian adalah genteng keramik dengan campuran pasir sungai Blorong sebesar 0%, 3%, dan 5%. Metode pengumpulan data yang digunakan  adalah metode observasi. Metode observasi ini untuk mengamati proses pengujian di lapangan dan di laboratorium BBTPPI Kota Semarang. Proses pembuatan sampel dilakukan di tiga pengrajin genteng, masing*masing pengrajin membuat genteng dengan campuran pasir sungai Blorong sebagai kelompok eksprimen dan genteng keramik tanpa campuran pasir Blorong sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian didapat bahwa kualitas genteng keramik ditinjau dari pandangan luar antara genteng keramik tanpa pasir sungai Blorong dengan genteng keramik dengan  menggunakan pasir sungai Blorong menunjukkan bahwa pandangan luar sama, permukaan genteng tidak mulus, retak*retak rambut, dan susunan di atas reng keduanya sama rapih dan baik. Penelitian ini juga menemukan bahwa ada pengaruh penggunaan pasir sungai Blorong terhadap ketetapan ukuran panjang dan lebar, ukuran tinggi kaitan, ketetapan bentuk, kualitas penyerapan air, dan pengaruh terhadap kekuatan dalam menahan beban lentur.Kata Kunci: genteng keramik, keplastisan, beban lentur
MODEL KUAT TEKAN, POROSITAS DAN KETAHANAN AUS PROPORSI LIMBAH PELEBURAN BESI DAN SEMEN UNTUK BAHAN DASAR PAVING BLOCK Dermawan, Moch. Husni
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Utilization of iron smelting waste has not been fully utilized for building materials, especially as an ingredient in the manufacture of paving block stacking. The purpose of this study was to characterize the slag and to determine compressive strength, porosity, wear resistance of paving blocks by using slag as a sand substitute. The method used by experimental methods. Preparation of specimens made 2 types of test object without slag and specimens with slag content. The specimens made 4 treatment research slag content of 20%, 40%, 60%, and 80%. Each group was made of samples, 5 for compressive strength, 5 porosity and 5 wear resistance. Testing is done at BPIK Semarang. Test results from block paving with slag content of 0% shows the compressive strength of 204.24 kg / cm ², 4.95% porosity, resilience auas 0.145 mm / min. Slag content of 20%, compressive strength of 192.13 kg / cm ², 6.150% porosity, wear resistance 0.186 mm / min. Slag content of 40%, compressive strength of 179.33 kg / cm ², 7.657% porosity, wear resistance 0.259 rnm / min. Slag content of 60%, compressive strength of 164.94 kg / cm ², 8.509% porosity, wear resistance 0.3482. 80% slag content of compressive strength of 149.06 kg / cm ², 9.911% porosity, wear resistance 0.448 mm / min. Compressive strength of paving blocks with slag content of 20% and 40% belong to the quality of III, the porosity of the paving block 20% slag content is categorized in the quality of III, and wear resistance of paving blocks slag content of 20%belong to the quality of III.Keywords: compressive strength, wear resistance, porosity, paving block Abstrak: Pemanfaatan limbah peleburan besi belum dimanfaatkan secara maksimal untuk bahan bangunan, khususnya sebagai bahan susun dalam pembuatan paving block. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik terak dan untuk mengetahui kuat tekan, porositas, ketahanan aus paving block dengan menggunakan terak sebagai bahan substitusi pasir. Metode yang digunakan dengan metode eksperimen. Pembuatan benda uji dibuat 2 jenis yaitu benda uji tanpa terak dan benda uji dengan kandungan terak. Benda uji penelitian dibuat 4 perlakuan kandungan terak yaitu 20%, 40%, 60%, dan  80%. Tiap kelompok dibuat benda uji, 5 untuk kuat tekan, 5 porositas dan 5 ketahanan aus. Pengujian dilakukan di BPIK Semarang. Hasil pengujian dari paving block dengan kandungan terak 0% menunjukkan kuat tekan 204,24 kg/cm², porositas 4,95%, ketahanan auas 0,145 mm/menit. Kandungan terak 20%, kuat tekan 192,13 kg/cm², porositas 6,150%, ketahanan aus 0,186 mm/menit. Kandungan terak 40%, kuat tekan 179,33 kg/cm², porositas 7,657%, ketahana aus 0,259 rnm/menit. Kandungan terak 60%, kuat tekan 164,94 kg/cm², porositas 8,509%, ketahanan aus 0,3482. Kandungan 80% terak kuat tekan 149,06 kg/cm², porositas 9,911%, ketahanan aus 0,448 mm/menit. Kuat tekan paving block dengan kandungan terak 20% dan 40% tergolong dalam mutu III, porositas paving block kandungan terak 20% tergolong dalam mutu III, dan ketahanan aus paving block kandungan terak 20% tergolong dalam mutu III.Kata Kunci: kuat tekan, keausan, porositas, paving block
PENGARUH KECEPATAN ALIRAN TERHADAP GERUSAN LOKAL PADA PILAR JEMBATAN DENGAN PERLINDUNGAN GROUNDSILL -, Sucipto
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Local scouring which occurred on a bridge pillar at the bottom of rivers that are granular (sand) can cause degradation of construction that result in instability of the bridge construction itself. Along with the influence liquifaction due to vibration from construction vehicles crossing thebridge, local scour will cause damage and the collapse of the bridge. The process of scouring characterized by the migration of sediment that covers the basic pillars of the bridge and river erosion that occurred would follow the pattern of flow. Effect of flow velocity will be more dominant so that the cause of exit and entry occurs elementary particles into the scour hole, but the depth is fixed or constant. In an equilibrium state the maximum depth will be greater than the mean depth of scour. Research the influence of flow velocity on local scour at bridge pier with groundsill protection is done in clear-water-Scour. The result showed that the maximum scour depth at cylindrical pillar for running the model (M1) occurred at a speed of 0.267 m / s is equal to 42 mm while the minimum scour depth occurs at a speed of 0.157 m / s is equal to 3 mm. At the same flow rate, placement on the downstream groundsill pillar causes the depth of the flow around a cylinder pillar is higher than the model (M1) so that the depth of scour around cylindrical pillar is smaller than the model (M1) with an average reduction rate of the overall running on various velocity variation of 61.49%.Keywords: the flow velocity, local mashed, pillar bridge, groundsill Abstrak: Gerusan lokal yang terjadi pada pilar jembatan yang berada pada dasar sungai yang yang bersifat granuler (pasir) dapat menyebabkan terjadinya degradasi konstruksi yang berakibat pada ketidakstabilan konstruksi jembatan itu sendiri. Bersamaan dengan pengaruh  liquifactionakibat getaran dari kendaraan yang melintasi konstruksi jembatan, gerusan lokal akan dapat menyebabkan kerusakan dan keruntuhan jembatan. Proses terjadinya gerusan ditandai dengan berpindahnya sedimen yang menutupi pilar jembatan serta erosi dasar sungai yang terjadi akan mengikuti pola aliran. Pengaruh kecepatan aliran akan lebih dominan sehingga menjadi penyebab terjadi keluar dan masuknya partikel dasar ke dalam lubang gerusan, namun kedalaman tetap atau konstan. Dalam keadaan setimbang kedalaman maksimum akan lebih besar dari rerata kedalaman gerusan. Penelitian pengaruh kecepatan aliran terhadap  gerusan lokal pada pilar jembatan dengan perlindungan groundsill ini dilakukan pada clear-water-scour. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kedalaman gerusan maksimum pada pilar silinder untuk model running (M1) terjadi pada kecepatan 0,267 m/s yaitu sebesar 42 mm sedangkan kedalaman gerusan minimum terjadi pada kecepatan 0,157 m/s yaitu sebesar 3 mm. Pada kecepatan aliran yang sama, penempatan groundsill pada hilir pilar menyebabkan kedalaman aliran di sekitar pilar silinder lebih tinggi dari model (M1) sehingga kedalaman gerusan di sekitar pilar silinder lebih kecil dari model (M1) dengan angka reduksi rata6rata dari keseluruhan running pada berbagai variasi kecepatan sebesar 61,49 %.Kata Kunci: kecepatan aliran, gerusan lokal, pilar jembatan, groundsill.
RESPON MASYARAKAT TERHADAP METODE PNPM P2KP : PENGALAMAN MASYARAKAT SADANG SERANG KOTA BANDUNG Indrianingrum, Lulut
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: PNPM P2KP  (national program of community empowerment – urban poverty alleviation program) has been changing the community’s habit in managing the neighbourhood. The method is new, covering many  locations of  implementation-as national program,  limited  time of socialization and demanding a real output in short period. These backgrounds  lead  to a critical question of how does  the community  response  to manage PNPM P2KP within  the  traditional way of managing  the neighbourhood?. This paper aims  to describe  the community’s  response  to participatory planning (as  the spirit of PNPM P2KP) when  they are  implementing  the program’s method. The  location of study  is  in  Sadang  Serang  Sub  District  in  Bandung  Municipality.  Sadang  Serang  has  been participating  in  this  program  since  2004.  During  the  project  period,  the  community  found  a complicated way of  implementing  the program’s method. They have not been acquainted with  the participatory method but  the program did not give  them enough  time  to understand  the rogram’s objective.  In  the other words, The program  that should be participatory-based was  implemented  in project-based.  Time  is  the  keyword  of  this  matter  because  participatory  method  will  give  the community unlimited time to interact with the program. Community’s responses were collected from interviews with  the community’s board  (BKM) as  the  local comitee of PNPM P2KP and community member in Sadang Serang.   Keywords: Community’s response, PNPM P2KP Method   Abstrak:  PNPM  P2KP  (Program  Penanggulangan  Kemiskinan  Perkotaan)  yang  dilaksanakan  di Indonesia  telah  banyak  mengubah  kebiasaan-kebiasaan  masyarakat  dalam  mengelola lingkungannya.  Metode  yang  diterapkan  dalam  P2KP  dianggap  baru  oleh  masyarakat  yang  meliputi banyak lokasi pelaksanaan sebagai program nasional, waktu sosialisasi yang terbatas dan menuntut  keluaran  yang  nyata  pada  periode  yang  singkat  (pada  program  partisipasi).  Hal-hal tersebut  merupakan  fakta  yang  melatarbelakangi  pertanyaan  kritis  bahwa  bagaimana  respon masyarakat dalam mengelola program PNPM P2KP ditengah  cara-cara  konvensional  yang biasa dilakukan masyarakat dalam mengelola  lingkungannya. Artikel  ini bertujuan untuk mendiskripsikan respon masyarakat  pada metode  perencanaan  partisipatif  (sebagai  inti  dari  PNPM  P2KP)  ketika program ini dijalankan. Lokasi studi terletak di Kelurahan Sadang Serang Kota Bandung. Kelurahan ini telah melaksanakan program P2KP sejak 2004. Selama periode program, masyarakat menemui kesulitan dalam menjalankan metode program yang diterapkan. Masyarakat belum terbiasa dengan metode P2KP namun waktu yang diberikan pada masyarakat belum cukup untuk memahami tujuan program.  Dengan  kata  lain,  program  yang  seharusnya  dilaksanakan  dengan  dasar  partisipatif, dilaksanakan dengan dasar proyek. Waktu merupakan kunci dari permasalahan  ini karena metoe partisipatif akan memberikan waktu yang tidak terbatas bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan program.  Respon-respon  dari  masyarakat  dianalisa  dari  wawancara  dengan  BKM  (Badan Keswadayaan Masyarakat) sebagai pegelola P2KP dan anggota masyarakat di Sadang Serang.   Kata kunci : respon masyarakat, metode PNPM P2KP
EVALUASI SIMPANG UTAMA KORIDOR SELATAN KOTA SEMARANG STUDI KASUS SIMPANG BANYUMANIK Nugroho, Untoro
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: The position of Semarang  reviewed  in national and  regional scale  is very strategic,  theimpacts of  traffic growth are sustained  locally and are quite  large. That growth  traffic  flows should be assessed  continuously  so as  to avoid negative  impacts. The pattern of  traffic  flows  in a  road section can be seen from the intersection arrangement pattern that is on the segment. Parameters studied include:  the number of vehicles out of each arm, current conditions and  time of the signal. This  analysis  includes:  the  basic  saturation  flow,  traffic  flow,  cycle  time,  green  time,  capacity, degree of saturation and traffic behavior. From the results of research on the signalized intersection at  the  intersection Banyumanik, obtained by  the basic saturation  flow on  the northern approach of 5310 pcu/h, east of 3060 pcu/h, south of 4740 pcu/h. Saturation flow rate on the northern approach of 4117 pcu/h, east of 2100 pcu/h, south of 4064 pcu/h. Comparison of  the current  intersection of 0.857. green  time of 161 seconds. Capacity on  the northern approach of 2474 pcu/h, east of 681 pcu/h, south of 2442 pcu/h. Degree of Saturation on  the northern approach of 0.7284 pcu/h, east .9261 pcu/h, south of 0.9261 pcu/h. The number of queues on the approach north of 58 pcu, pcu 32 east, south 96.3 pcu. Long queues at the northern approach of 180 meters, 178 meters east, south 294  yards.  The  number  of  stopped  vehicles  throughout  intersections  0.80  stop/pcu.Tundaan crossing  by  an  average  of  40.76  sec/pcu.  The  amount  of  capacity  and  degree  of  saturation  is almost past the recommended limit, so that wide approach needs to change. Keywords:  evaluation, optimization, intersection, Banyumanik   Abstrak:  Posisi  kota  Semarang  ditinjau  dalam  skala  nasional maupun  regional  sangat  strategis akan menimbulkan  dampak  pertumbuhan  lalu  lintas  yang  bersifat  lokal maupun  menerus  yang cukup besar. Pertumbuhan  lalu  lintas yang cukup besar menghasilkan arus  lalu  lintas yang harus dikaji  terus  menerus  sehingga  tidak  menimbulkan  dampak  negatif.  Arus  lalu  lintas  yang  cukup besar  tanpa  disertai  pengaturan  pola  lalu  lintas  yang  sesuai  akan menyebabkan  tundaan  yang cukup  lama dan antrian yang cukup panjang. Pola arus  lalu  lintas suatu ruas  jalan dapat kita  lihat dari  pola  pengaturan  simpang  yang  berada  pada  ruas  tersebut.  Parameter  yang  diteliti eliputi jumlah  kendaraan  yang  keluar  dari masing.masing  lengan,  kondisi  saat  ini  dan waktu  sinyalnya. Analisis ini meliputi : arus jenuh dasar, arus lalu lintas, waktu siklus, waktu hijau, kapasitas, derajat kejenuhan dan perilaku  lalu  lintas. Dari hasil penelitian pada simpang bersinyal di persimpangan banyumanik, diperoleh arus  jenuh dasar pada pendekat utara sebesar 5310 smp/jam,  timur 3060 smp/jam,  selatan  4740  smp/jam.  Nilai  arus  jenuh  pada  pendekat  utara  sebesar  4117 smp/jam, timur  2100  smp/jam,  selatan  4064  smp/jam.  Perbandingan  arus  simpang  sebesar  0,857.  waktu hijau  sebesar  161  detik.  Kapasitas  pada  pendekat  utara  sebesar  2474  smp/jam,  timur  681 smp/jam, selatan 2442 smp/jam. Derajat Kejenuhan pada pendekat utara sebesar 0,7284 smp/jam, timur 0,9261 smp/jam, selatan 0,9261 smp/jam. Jumlah antrian pada pendekat utara sebesar 58 smp,  timur 32 smp, selatan 96,3 smp. Panjang antrian pada pendekat utara sebesar 180 meter, timur  178  meter,  selatan  294  meter.  Jumlah  kendaraan  terhenti  seluruh  simpang  0,80 stop/smp.Tundaan persimpangan rata.rata sebesar 40,76 det/smp. Besarnya kapasitas dan derajat kejenuhan hampir melewati batas yang disarankan, sehingga perlu perubahan lebar pendekat. Kata kunci : evaluasi, optimalisasi, simpang, Banyumanik
MODEL KUAT TEKAN DAN TARIK PROPORSI TRAS MURIA DENGAN KAPUR UNTUK BAHAN DASAR MORTAR -, Tugino
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:  mortar is a mixture of binder and sand with a certain ratio, a binder of cement, lime and trace. Portland cement prices in the market higher. This lead to the high price of construction products, including a simple house sans house is very simple. Then necessary to study the use of other building materials with Portland cement substitute qualified quality and reasonably priced by the community. The object of this research: how much the mechanical properties of mortar with tie material trace (Pozolan). The purpose of this research is to explain the bond between the mattress, lime, and sand and know the basic compressive strength of mortar using a binder tras.As object in this study were from a mixture of trace mortar, lime, and sand. Samples of mortar specimens of size 5 x 5 x 5 cm 3 and 2.5 x 5 x 7.5 cm 3, the composition mix 1 trace: 1 lime: 1 sand: 1 trace: 1 lime: 2 sand and 1 trace: 1 lime: 3 sand. Variablel in this research is a mixture of variable composition and compressive strength / tensile strength. How to capture data with quality test materials, compressive strength, tensile strength test in the laboratory. Data analysis using the average. Results showed the test results of material quality mortar qualify, the average test results mix 1 trace: 1 lime: 1 sand = 47.93 kg/cm2 compressive strength, tensile strength of 4.17 kg/cm2; mix 1 trace: 1 lime : 2 sand = 40.33 kg/cm2 compressive strength, tensile strength of 3.23 kg/cm2; composition mattress is 1 lime: 3 sand = 29.85 kg/cm2 compressive strength, tensile strength of 2.23 kg/cm2. From this research it is advised to wash the mud content mattress for less than 14.04% and the composition mixture thinner for compressive strength and tensile strength can be enhanced Keywords: trace muria, lime, mortar.   Abstrak: mortar merupakan campuran bahan pengikat dan pasir dengan perbandingan tertentu, bahan pengikat berupa semen, kapur dan tras. Harga semen Portland di pasaran semakin tinggi. Hal ini berakibat tingginya harga jual produk-produk konstruksi termasuk rumah sederhana san rumah sangat sederhana. Maka perlu dikaji penggunaan bahan bangunan lain pengganti semen Portland dengan mutu yang memenuhi syarat dan harga terjangkau oleh masyarakat. Obyek kajian dalam penelitian ini : seberapa besar sifat mekanis mortar dengan bahan ikat tras (Pozolan). Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan ikatan antara tras, kapur, dan pasir serta mengetahui kuat  tekan dasar mortar yang menggunakan bahan pengikat tras.sebagi obyek dalam penelitian ini adalah mortar dari campuran tras, kapur, dan pasir. Sampel benda uji mortar dengan ukuran 5 x 5 x 5 cm3 dan 2,5 x 5 x 7,5 cm3, komposisi campuran 1 tras : 1 kapur : 1 pasir;  1 tras : 1 kapur : 2 pasir dan 1 tras : 1 kapur : 3 pasir. Variablel dalam penelitian ini adalah variable komposisi campuran dan kuat tekan / kuat tarik. Cara pengambilan data dengan uji mutu bahan, uji kuat tekan, uji kuat tarik di laboratorium. Analisis data menggunakan rerata. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji mutu bahan mortar memenuhi syarat, hasil uji rata-rata campuran 1 tras : 1 kapur : 1 pasir kuat tekan = 47,93 kg/cm2, kuat tarik 4,17 kg/cm2; campuran 1 tras : 1 kapur : 2 pasir kuat tekan = 40,33 kg/cm2, kuat tarik 3,23 kg/cm2; campuaran 1 tras : 1 kapur : 3 pasir kuat tekan = 29,85 kg/cm2, kuat tarik 2,23 kg/cm2. Dari penelitian ini disarankan perlu pencucian tras agar kandungan lumpurnya lebih kecil dari 14,04% dan komposisi campuran lebih kurus agar kuat tekan dan kuat tarik dapat ditingkatkan. Kata Kunci: tras muria, kapur, mortar
KORELASI ANTARA CBR, PI DAN KUAT GESER TANAH LEMPUNG Purnomo, Mego
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In a practical planning sometimes does not need to do a soil test as a whole. Therefore requires  an  approach  from  the  soil  properties.  To  obtain  an  approach  tersebutperlu  holding  of repeated experiments in the laboratory, so it can be described in a graphical form of the elationship between naturesifaat  land. From garfik  if one of  the  factors  / characteristics are known  then  the other properties can be determined. This study used clay from  the site Pucang  Ivoire (Semarang), Jalan  PedurunganGenuk  (Semarang),  Karangawen  (Demak),  Hut  (Purwodadi),  Godong (Purwodadi).  And  conducted  research  in  soil  mechanics  laboratory.  From  the  research  results obtained by  the  relationship between CBR and PI  is PI = 137.866.792 CBR and PI = 90.796  to 4.574 CBR, CBR at an angle with the shear angle in the ground: Ф = 18.379 + 1.155 CBR and 1.71 Ф = 10.496 + CBR , CBR connection and cohesion, namely: CBR C = 0.165 0.279 and C = 0.174 CBR 0.5996, and PI relationship with the land gesr angle Ф = 49.9160.4 PI Keywords: Plastic Index, California Bearing Ratio, Strength Scroll, Clay Soil   Abstrak: Dalam suatu perencanaan praktis kadang tidak perlu melakukan percobaan tanah secara keseluruhan. Oleh karena itu membutuhkan suatu pendekatan dari sifat,sifat tanah tersebut. Untuk memperoleh  suatu  pendekatan  tersebutperlu  diadakannya  percobaan  yang  berulang,ulang  di laboratorium, sehingga dapat digambarkan dalam suatu bentuk grafis hubungan antara sifat,sifaat tanah tersebut. Dari garfik tersebut jika salah satu faktor /sifat diketahui maka dapat ditentukan sifat yang  lain.  Penelitian  ini  menggunakan  tanah  lempung  dari  lokasi  Pucang  Gading  (Semarang), Jalan  Pedurungan,Genuk  (Semarang),  Karangawen  (Demak),  Gubuk  (Purwodadi),  Godong (Purwodadi).  Dan  penelitian  dilakukan  di  laboratorium  mekanika  tanah.  Dari  hasil  penelitian diperoleh  hubungan  antara  CBR  dan  PI  yaitu  PI  =  137,86  –  6,792CBR  dan  PI  =90,796  – 4,574CBR, CBR dengan sudut dengan sudut geser  tanah dalam yaitu  : Ф = 18,379 + 1,155CBR dan Ф=10,496 + 1,71CBR, hubungan   CBR dan kohesi yaitu  : C = 0,165 CBR – 0,279 dan C = 0,174CBR – 0,5996, dan Hubungan PI dengan sudut gesr tanah dalam Ф = 49,916 – 0,4PI Kata kunci: Plastik Indek, California Bearing Ratio, Kuat Geser, Tanah Lempung
ANALISIS GERUSAN LOKAL DI SEKITAR SEMI-CIRCULAR-END ABUTMENT DENGAN PERLINDUNGAN GROUNDSILL PADA FROUD NUMBER (Fr) 0,2 -, Sucipto
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Local scouring may occur due to changes in flow patterns to reach equilibrium due to the influence of river morphology (can be bend or narrowing the river channel) or blocked by a hydraulic structur. In studying the process of development and as an ingredient pertimbanngan scour in the planning and bridge construction and maintenance, then conducted research on local scour around bridge abutmen which aims to study the milling process, the influence of basic material, protection groundsill, froud number and other flow parameters on the pattern of scour and scour depth and the evaluation of research data to empirical equations. The study of local scour patterns around abutmen is done in clear-water-Scour. The depth of scour observed at specified intervals for a maximum of 180 minutes for each experiment, use equipment that is equipped Recirculating flume sediment bed and movable rigid bed and abutmen of wood. The result showed that the basic material and flow parameters for sub-critical flow conditions with fr = 0.2 affected the depth of scour and scour patterns that occur. Placement groundsill as controlling scour very influential in reducing the scour that occurred. Reduction of the depth of scour that occurs in sand base material a maximum diameter of 2 mm at a distance X1 (B) = 31.25%, and X2 (2B) = 58.33%. On the basis of material maximum diameter of 1 mm sand depth of scour reduction occurs only pad distance X2 (2B) = 48.78%. Distance groundsill good placement in reducing the depth of scour is a 2B-4B. Keywords: local mashed, abutment, groundsill, froud number   Abstrak: Gerusan lokal dapat terjadi karena perubahan pola aliran untuk mencapai kesetimbangan akibat pengaruh morfologi sungai (dapat berupa tikungan atau bagian penyempitan alur sungai) atau terhalang oleh suatu konstruksi bangunan air.  Dalam mempelajari proses perkembangan gerusan dan sebagai bahan pertimbanngan dalam perencanaan dan pembangunan jembatan serta pemeliharaan, maka dilakukan penelitian gerusan lokal di sekitar abutmen jembatan yang bertujuan untuk mempelajari proses penggerusan, pengaruh material dasar, perlindungan  groundsill,  froud number dan parameter aliran lainnya terhadap pola gerusan dan kedalaman gerusan serta evaluasi data hasil penelitian terhadap persamaan empiris. Penelitian pola gerusan lokal di sekitar abutmen ini dilakukan pada  clear-water-scour. Kedalaman gerusan diamati pada selang waktu tertentu selama maksimal 180 menit untuk setiap percobaan, digunakan peralatan Recirculating sediment flume yang dilengkapi  rigid bed dan  movable bed serta abutmen dari bahan kayu. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa material dasar serta parameter aliran untuk kondisi aliran sub kritik dengan fr= 0,2 berpengaruh terhadap kedalaman gerusan serta pola gerusan yang terjadi. Penempatan groundsill sebagai pengendali gerusan sangat berpengaruh dalam mereduksi gerusan yang terjadi. Reduksi kedalaman gerusan yang terjadi pada material dasar pasir berdiameter maksimum 2 mm pada jarak X1(B)= 31,25%, dan X2 (2B)= 58,33%. Pada material dasar pasir berdiameter maksimum 1 mm reduksi kedalaman gerusan hanya terjadi pad jarak X2 (2B)= 48,78%. Jarak penempatan groundsill yang baik dalam mereduksi kedalaman gerusan adalah 2B-4B. Kata Kunci: gerusan lokal, abutment, groundsill, froud number
EKSPLORASI MODEL TINGKAT KECELAKAAN LALU Haryadi, Bambang
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objectives of the presents study was  to explore mathematical models that could be used  to  estimate  the  number  of  accidents  on  interurban  toll  roads.  Preditive  models  were developed  by  relating  traffic  exposure  (average  daily  traffic  and  road  section  length)  with  the number  of  accidents  per  unit  of  time.Accident,  roadway  section  and  traffic  volume  data  were obtained  from  Jagorawi,  JakartaCikampek,  padaleunyi,  and  palikanci  toll  road.  Accident  rate models were developed from those data using  generalized linear modelling (GLM) techniques. The conclusions  from  the  study were:  (1)  linier  regression model was  not  appropriate  to  be  used  to predict  accidents  number,  because  accident  occurence  did  not  follow  normal  distribution,  (2) Poisson regression possessed accident occurence characteristics: descrete, rare and random, and (3)  Negative  Binomial  distribution  was  more  appropriate  to  represent  accident  occurence phenomenon with overdispersion. Keywords: accident rate, generalized linear modelling, Poisson regression, nagative binomial regression.  Abstrak: Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengeksplorasi model matematis  yang  dapat  digunakan untuk  meramalkan  jumlah  kecelakaan,  pada  suatu  ruas  jalan  tol  antar  kota.  Model  prediksi dikembangkan  dengan  menghubungkan  paparan  lalulintas,  yang  dinyatakan  dengan  volume lalulintas dan panjang ruas jalan, dengan keselamatan, yang dinyatakan dalam jumlah kecelakaan per satuan waktu. Data  jalan, kecelakaan, dan  lalulintas selama dua  tahun, diambil dari  jalan  tol antar  kota  Jagorawi,  Jakarta0Cikampek,  Padaleunyi  dan  Palikanci.  Model  tingkat  kecelakaan dikembangkan dari data tersebut dengan teknik generalized linear modelling (GLM), dan dikalibrasi dengan  menggunakan  teknik0teknik  statistik.  Beberapa  kesimpulan  yang  dapat  ditarik  dari penelitian  ini  adalah:  (1)  Model  regresi  linier  dengan  distribusi  normal  tidak  memadai  untuk memprediksi  kecelakaan;  tingkat  kecelakaan  tidak  terbukti  mengikuti  distribusi  normal;  (2) Penggunaan  regresi Poisson  lebih mencerminkan karakteristik kejadian kecelakaan: diskrit, acak, langka;    dan  (3)  Distribusi  Binomial  Negatif  paling  baik merepresentasikan  kejadian  kecelakaan dengan adanya gejala overdispersi pada data. Kata kunci: tingkat kecelakaan, generalized linear modelling, regresi poisson, regresi binomial negatif.

Page 1 of 74 | Total Record : 732


Filter by Year

2006 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue