cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 467 Documents
Fungsi Carnitine dalam Olahraga Retno, Endang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan kerja otot selama olahraga tergantung pada penggunaan energi dalam bentuk ATP. Sehingga berbagai macam unsur dalam metabolik dan biokimia berhubungan dengan prestasi olahraga. Pemanipulasian bionergi berfungsi untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan dalam berolahraga. Salah satunya adalah dengan penggunaan carnitine. Diharapkan dengan penggunaan carnitine dapat meningkatkan prestasi olahraga atlet.Kata Kunci: carnitine; olahraga; latihan The muscle ability during exercise depends on ATP energy using. That is means many kind of unsure in biochemistry and metabolic any relation with sport achievment. Bioenergy manipulation aims to increase of ability and endurance in sport. One of them is using of carnitine. The carnitine can increase the sport achievments of athleteKeywords: carnitine; sport; exercise
Tingkat Kesegaran Jasmani, Status Gizi dan Asupan Zat Gizi Makan Pagi pada Siswa SMP Negeri di Kota Yogyakarta Ulvie, Yuliana Noor Setiwati
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan makan pagi dan status gizi dalam menentukan tingkat kesegaran jasmani siswa SMPN di Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan observasional rancangan kroseksional dan rancangan kasus kontrol. Sampel penelitian adalah siswa SMP usia 13-15 tahun, dengan teknik randong sampling. Analisa data menggunakan uji t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik adalah 63,17%. Tidak ada perbedaan yang bermakna asupan zat gizi energi dan protein makan pagi pada siswa laki-laki antara kelompok yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik dan baik (nilai p>0,05). Ada perbedaan yang bermakna asupan zat gizi energi dan protein makan pagi pada siswa perempuan antara kelompok yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik dan baik (nilai p < 0,05). Ada perbedaan yang bermakna status gizi antara kelompok yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik dan baik (nilai p<0,05). Terdapat perbedaan tingkat kesegaran jasmani antara siswa laki-laki dan perempuan. Status gizi dan asupan makan pagi mempengaruhi perbedaan tingkat kesegaran jasmani.Kata Kunci: latihan fisik aerobik submaksimal; lipolisis; trigliseralida plasmaThe purpose of this research to determine the role of breakfast and nutritional status in determining the level of physical fitness of junior high school students in the city of Yogyakarta. The Method is observational study using crossectional design and case-control design. The sample is students in junior high school age 13-15 years old, within random sampling technique. Analysis of data using t-test. The result of research showed that prevalence of physical fitness level which is not good is 63.17%. There is no significant difference in nutrient intake of energy and protein breakfast on the male students between the groups that have good and not good physical fitness level (p> 0.05). There is a significant difference in nutrient intake of energy and protein breakfast on the female students between the groups that have good and not good physical fitness level (p-value <0.05). There is significant differences between the nutritional status of groups that have good and not good physical fitness level (p-value <0.05). There is a difference between students physical fitness level of male and female students. Nutritional status and intake of breakfast affects different levels of physical fitness.Keywords: nutrient intake; breakfast; nutritional status and the level of physical fitness
Coaching Athletes with Disabilities - Guidelines and Principles in Training Methodology Abdullah, Nagoor Meera; Ampofo-Boateng, Koame; Latif, Rozita Abdul; Mat, Hisyam Che
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang atlet penyandang cacat dan bagaimana kondisi mereka dapat diadaptiskan dengan kegiatan yang cocok untuk memungkinkan mereka berpartisipasi dalam aktivitas fisik dan olahraga. Tujuan yang diharapkan adalah untuk membantu pelatih dalam melakukan pelatihan untuk para penyandang cacat, 1) Untuk memahami kondisi mereka, 2) Merancang program yang tepat untuk kondisi mereka, 3) Menyoroti hambatan dan kondisi yang mempengaruhi atlet dengan partisipasi penyandang cacat dalam olahraga, terutama yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan dan pertimbangan medis yang pelatih harus memahami dan mengelola hati-hati. Artikel ini menawarkan rekomendasi tentang bagaimana pelatih harus melatih atlet dengan cacat.Kata Kunci: pelatihan atlet kebutuhan khususAbstract The article briefly discusses athletes with disabilities and how their condition can be matched with suitable activities to allow them to participate in physical activity and sports. The article also aims at assisting coaches who conducts training for people with disability to understand their condition first, and then devise programs that are appropriate for their condition. Furthermore, it highlights the barriers and conditions that affect athletes with disabilities participation in sports, especially those related to the health, safety, and medical considerations that coaches should understand and manage carefully. The article offers recommendations on how coaches should train athletes with disability.Keywords: disability athletes coaching
Upaya Membangun Industri Sepak bola di Indonesia -, Sulistiyono
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penulisan adalah untuk meningkatkan pengelolaan Industri olahraga khususnya sepak bola (dari pengelolaan, penyediaan dan pemasaran produk atau jasa dibidang olahraga. Konsep industri sepakbola pada dasarnya adalah bagaimana sepakbola sebagai sebuah event mampu menguntungkan semua pihak yang terlibat mulai dari pemain, panitia pelaksana, klub, hingga penikmat sepakbola sebagai sebuah tontonan. Klub bisa memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan berbagai aset yang dimilki klub seperti penjualan pemain, penjualan tiket pertandingan, penjualan berbagai merchandise dan untuk menarik minat investor atau perusahan swasta mau memberikan dana promosinya. Pengelolaan sepakbola di Indonesia jika diamati  secara lebih cermat masih jauh dari apa yang menjadi visi pengurus PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) yaitu terciptanya industri sepakbola. Industri sepakbola di Indonesia baru berada pada tingkatan akibat dari kegiatan utama pertandingan sepakbola atau kompetisi. Klub sebagai pelaku utama kegiatan industri sepakbola kenyataannya belum mampu mengelola kegiatannya untuk menghasilkan keuntungan. Klub sepakbola di Indonesia secara keuangan sebagian besar masih dibantu subsidi oleh pemerintah propinsi atau pemerintah daerah. Kebijakan yang tepat harus segera diambil PSSI dan pemerintah, swasta dan masyarakat jika industri sepakbola benar-benar menjadi tujuan dan cita-cita bersama dalam membangun sepakbola Indonesia selain prestasi tim nasional.Kata Kunci: industri; sepakbola;  IndonesiaThe aims of this review is to increase of management of Sports industry as specially is soccer (management, the provision of products, services in sport. The concept of soccer industry is basically how football as an event can benefit all parties involved from players, executive committee, club, to the connoisseurs of football as a spectacle. Clubs can benefit by utilizing a variety of clubs being owned assets such as the sale of players, game ticket sales, sales of various merchandise and how to attract investors or companies willing to provide funds swsata promotion. Management of football in Indonesia if it is observed more closely still far from what the vision board PSSI (Football Association Of Indonesia) namely the creation of football industry. New football industry in Indonesia is at the level of activity due to major football matches or competitions. Club as the main industrial activity is the reality of football has not been able to manage its operations to generate profits. Football clubs in Indonesia remains largely financially supported by the provincial government subsidies or local government. Appropriate policy should be taken PSSI and the government, private individual and society if the industry truly into football goals and ideals of football together in building Indonesias national team in addition to achievement.Keywords: industrial; football; Indonesia
Latihan Fisik Aerobik Submaksimal dan Respon Lipolisis Trigliserida Plasma pada Atlit dan Non Atlit -, Sugiharto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan respon lipolisis melalui peningkatan tingkat trigliserida serum pada atlit dan atlit non pengaruh latihan aerobik submaksimal. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah "faktorial pretest posttest-desain". Sampel 18-21 tahun, 5 wanita dan 5 wanita atlit atlit non. Kedua kelompok tunduk pada perlakuan yang sama, yaitu; Ergometer olahraga bersepeda dimuat. Loaded Ergometer olahraga bersepeda dilakukan per 3 menit semakin mencapai 70-80% Hrmax dan dipertahankan di kisaran ± 15 menit. Trigliserida tingkat diukur dengan menggunakan metode GPO / PAP. Tidak ada perbedaan yang signifikan (P=0.612) antara tingkat trigliserida sebelum berolahraga (rata-rata = 139,8 mg / dl) dan setelah latihan (rata-rata=158,6 mg/dl) setelah latihan. Itu menyimpulkan bahwa: 1) tingkat trigliserida serum meningkat setelah latihan aerobik submaximal, tetapi tidak perbedaan yang signifikan untuk tingkat trigliserida meningkat antara twogroups. 2) tingkat trigliserida serum setelah latihan aerobik submaximal di atlet lebih tinggi dari non atlit, tetapi tidak signifikan.Kata Kunci: latihan fisik aerobik submaksimal; lipolisis; trigliseralida plasma The objective of this study was to demonstrate the lipolysis response through increase of serum triglycerides level in atlit and non atlit the effect of aerobik submaksimal exercise. Design used in this study was “faktorial pretest-posttest design”. Samples were 18-21 years old, 5 atlit  women and 5 non atlit women. Both groups were subject to the same treatment, i.e; loaded ergometer cycling exercise. Loaded ergometer cycling exercise was done increasingly per 3 minutes to reach 70-80% Hrmax and maintained in that range ± 15 minutes. Triglycerides level was measured using GPO/PAP method. No significant differences (P=0,612) between triglycerides level before exercise (mean = 139,8 mg/dl) and after exercise (mean=158,6 mg/dl) after exercise. It be conclude that: 1) Serum triglycerides level increased after aerobik submaximal exercise, but does not significant differences for triglycerides level increased between twogroups. 2) Serum triglycerides level after aerobik submaximal exercise in atlet higher than non atlit, but does not significant.Keywords: aerobik submaximal exercise; lipolysis; triglycerides serum
Kasbols untuk Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Irawan, Fajar Awang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan permainan kasbols merupakan model pembelajaran penjasorkes yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Model permainan ini merupakan variasi pembelajaran agar siswa tidak merasa bosan dengan permainan yang sudah ada. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Analisis menggunakan ANOVA satu faktor. Aspek kognitif, afektif dan psikomotor dalam kategori sedang, sedangkan untuk ketertarikan terhadap permainan kasbols sebagian besar siswa mempunyai ketertarikan yang positif dan dapat menerima permainan ini.Kata Kunci: pengembangan; permainan kasbols; penjasorkesKasbols game development is penjasorkes learning model that can be used as a learning medium that appeals to students. This game is a variation model of learning that students do not feel bored with the games that already exist. This study is a research development. Analysis using ANOVA single factor. Aspects of cognitive, affective and psychomotor the category of being, while for the interest in the game kasbols most students have a positive interest and can accept this game.Keywords: development; kasbols game; penjasorkes
Kondisi Fisik dan Prestasi Belajar Siswa (Studi Kasus di Mts Al Asror ) -, Zaeni; Subiono, Hadi Setyo
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi pendahuluan menunjukkan bahwa mahasiswa yang berada di SKBM (Kelengkapan Studi Standar Minimum) untuk kelas 2 hanya hanya 74,3%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebugaran fisik, status hemoglobin, status gizi, kebiasaan sarapan dan prestasi belajar siswa kelas II di Semarang MTs Al Asror Gunungpati. Desain yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 65 siswa. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kebugaran fisik, status hemoglobin, status gizi dan kebiasaan sarapan. Univarite dan analisis bivariat dilakukan. Tiga variabel yang memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar, yaitu: hemoglobin status, status gizi, kebiasaan sarapan. Dalam studi ini, kebugaran fisik tidak memiliki signifikan dengan prestasi belajar. Berdasarkan temuan penelitian, menunjukkan bahwa MTs Al Asror untuk menentukan variabel kesehatan (hemoglobin status, status gizi dan kebiasaan sarapan) dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa.Kata Kunci: kondisi fisik; prestasi belajarAbstract Preliminary study showed that student who were in SKBM (Standard Completeness Minimum Study) for 2nd grade just only 74,3%. The aim of the research is to  know the association between physical fitness, hemoglobin status, nutrition status, breakfast habits and learning achievement of grade II students in MTS Al Asror Gunungpati Semarang. The design used is cross sectional. Sixty five students were studied. The independent variables in this research are physical fitness, hemoglobin status, nutrition status, and breakfast habits. Univarite and bivariate analysis were performed. Three variables have significant association with learning achievement, those are: hemoglobin status, nutrition status, breakfast habits. In this study, physical fitness has no significant with learning achievement. Based on research finding, suggested that MTs Al Asror to determine health variable (hemoglobin status, nutrition status, and breakfast habit) in order to increase the learning achievement of student.Keywords: physical fitness; learning achievement
Variasi Tipologi dan Prestasi Atlet (Ditinjau dari Atlet Jawa Timur pada PON XVII) Sumartiningsih, Sri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi tipologi terhadap prestasi atlet. Sampel yang digunakan sebanyak 25 orang atlet PON XVII Jawa Timur terdiri dari 12 orang atlet wanita dan 13 orang atlet pria kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata IMT pada wanita 22.147 kg/m2,  sedang pada pria 25.198 kg/m2. Prestasi atlet cabang gulat dan wushu di dominasi oleh pria, sedangkan atlet wanita pada cabang anggar dan judo. Variasi tipologi atlet baik pria dan wanita memberikan kontribusi prestasi yang seimbang tergantung dari cabang olahraga dan kelas yang dipertandingkan. Kata kunci: Tipologi; prestasi; atlet   The aims of this study is to know about  the variation of  typology to athletes achievement.  The sample are 25 athletes, consist of 12 women athletes, and 13 man athletes. The data had been analyze using descriptive analyze technique. The result of study showed that mean IMT of women is 22.147 kg/m2, than mean IMT of man athletes is 25.198 kg/m2. Athletes achievement in wrestling and Wushu had domination for man, than women had domination in fencing and judo. The variation of  typology athletes for man or woman had balance impact depend of sports and class games. Keywords: typology; achievement; athletes
Backhand Volley dari Bola Groundstroke dan Penempatan pada Petenis Pemula Nugroho, Prapto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan Backhand Volley dari bola Groundstroke dan Figure Eight Volley. Metode: Populasi sebesar 68 orang, sedangkan sampel yang digunakan 40 orang dengan teknik random sampling. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Varians (ANOVA) faktorial 2x2. Untuk memisahkan 2 kelompok yang ada digunakan cara memasangkan nilai yang sama atau hampir sama (Matching by Subject) dengan pola AB-BA, sehingga pada akhirnya ada 2 kelompok latihan dengan kondisi awal yang sama atau hampir sama. Berhubung dalam penelitian ini masing-masing kelompok akan diturunkan menjadi 2 taraf, maka secara keseluruhan dalam penelitian ini ada 4 kelompok latihan. Berdasarkan hasil perhitungan ANOVA diketahui bahwa tingkat koordinasi berpengaruh secara singnifikan terhadap keterampilan Backhand Volley FA= 5, 325 > FB 0,05 (1,36) = 4,11. Bentuk latihan tidak terbukti secara signifikan berpengaruh terhadap keterampilan Backhand Volley FB = 3,760 < Ftabel  0,05 (1,36) = 4,11, dan tidak ada interaksi antara tingkat koordinasi dengan bentuk latihan FAB = 1,424 < Ftabel  0,05 (1,36) = 4,11. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka disarankan kepada pelatih dan pembina untuk memperhatikan faktor tingkat koordinasi dalam upaya meningkatkan keterampilan Backhand Volley dalam tenis lapangan.Kata Kunci: backhand volley; bola grondstroke; figure eight voleyAbstract The aims of the research is to out the influent differences of Backhand Volley Exercise from Groundstroke Ball and Figure Eight Volley. Methode: The population is 68 people, than the sample is 40 people, with random sampling technique. Analysis data used in this research is variant Analysis (ANOVA) factorial 2 x 2 The researchers niatch the same or almost same value (Matchina by Subject) with AB-BA pattern to separate two kinds of group in order to get two exercise groups which have the first same condition. Because each group will be into two stages/lavels. The groups needed for this research are 4 exercise groups.Based on ANAVA computation/ calculation, it found that coordination level will influence significantly towards the ability of backhand volley FA= 5, 325 > F table 0,05 (136)= 4,11. It proven that exercise pattern not influence significantly towards the ability of Backhand Volley  FB= 3,760 < F table 0,05 (136)= 4,11 and there is no interaction between coordination level and exercise pattern FAB = 1,424 < F table 0,05 (136) = 4,11. Based on the result of this research, the suggest is to the trainers and the coachs to give much attention to the coordination level factor in improving the ability of backhand volley in tennis.Keywords: backhand volley; grounstreke ball; figure eight volley
Kondisi Atlet Panahan Program Atlet Andalan Nasional Indonesia Emas (Prima) -, Soegiyanto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memberikan perbaikan pada kondisi kekurangan fisik untuk atlet panahan anggota dari Program Unggulan Nasional Indonesia Atlet Indonesia Emas (PRIMA). Tipe penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian tindakan olahraga, sedikit pun dibagi menjadi 2 siklus, yang dilakukan di pusat pembinaan atlet andalan Indonesia yang national memanah emas di Jakarta. Metode yang digunakan adalah teknik analisis diskriptif, dengan Instrumennya pengujian concisting Program PRIMA dari 20 item. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 20 item tes, ada beberapa komponen area fisik yang telah diteliti dalam kategori yang sempurna, sangat baik, baik dan memadai. Tapi ada area masih dikategorikan sebagai kurang dari mereka memaksa otot tangan menarik dan mendorong, kekuatan otot punggung, otot-otot kaki yang kekuatan daya tahan kemampuan. Effors Refrom melalui pelatihan berat gabungan antara latihan isometrik yang isotonik yang toiloret dengan pergerakan memanah dan untuk meningkatkan kemampuan pelatihan ketahanan dilakukan berongga sprint yang berjalan berkesinam-bungan. Kesimpulan penelitian ini, kondisi atlet andalan  nasional Indonesia emas, masih perlu untuk mendapatkan perbaikan pada beberapa komponen kondisi dominan fisik.Kata Kunci: kondisi fisik atlet; Program Indonesia EmasThe purpose is to provide improvements in the deficiencies of physicsl condition for the archery athlete who are member of Indonesias national flagship program athletes Indonesia Gold (PRIMA). Types of research can be categorized as sport action research, whit is divided into 2 cycles, It was conduced at the centre of coaching athletes mainstay of Indonesias national archery gold in Jakarta. The method used descriptive analysis technique, instrument used to determine the condition of athletes that is using the physical condition of athletes testing program PRIMA concisting of 20 items. The results showed that of 20 test items, there are physical components that have reached the category of perfect, excellent, good and sufficient. But there are still categorized as less of them force the hand muscles pull and push, the strength of back muscles, leg muscles strength ang endurance capability. Refrom effors through a combined weight training between isotonic ang isometric exercises are toiloret to the movement of archery, and to improve the ability of endurance training performed Hollow Sprint ang Continuos running. The Conclution is the physical condition of athletes mainstay of Indonesias national archery gold, stell need to get repair on several componens of the dominan physical condition.Keywords: physical condition of athlete; Indonesia Gold Program

Page 1 of 47 | Total Record : 467