cover
Contact Name
Wara Dyah Pita Renga
Contact Email
wdpitar@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wdpitar@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran Gunungpati, Semarang, Central Java
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran
ISSN : 02165631     EISSN : 25276964     DOI : https://doi.org/10.15294/rekayasa
Core Subject : Engineering,
REKAYASA journal publishes exciting articles from all fields of research and Engineering Science. The journals primary focus is on research practice and engineering processes utilizing biomass or factory waste. The engineering journal is an open-access peer-reviewed journal that publishes articles from all areas of Engineering and Science research.
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018" : 32 Documents clear
PELATIHAN PEMBUATAN BUKU AJAR BERBASIS LIMBAH DI GUGUS LARASATI GUNUNGPATI SEMARANG Samadhy, Umar; Jaino, Jaino; Mujiyono, Mujiyono
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v16i2.17510

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan secara umum untuk memberikan pelatihan mengelola limbah kertas koran, majalah, dan buku ajar lama, menjadi sebuah bahan ajar baru dengan teknik montase. Keterampilan yang akan didapatkan oleh guru adalah memadukan dan membuat bahan ajar dengan  teknik montase. Teknik montase merupakan penggunaan dan pemanfaatan gambar  jadi (bersumber dari limbah) yang dikomposisikan dengan media gambar (pewarna), ditempelkan di atas kertas, dan diberikan keterangan atau materi ajar yang disesuaikan dengan pembelajaran di sekolah dasar. Target khusus yang ingin dicapai, menghasilkan guru yang berbakat dan terampil menghasilkan buku ajar dengan mengelola limbah kertas. Dengan pengelolaan limbah kertas dengan baik, menekan elemen perusak bumi, sebagai wujud konservasi dan peduli lingkungan yang diprogramkan oleh Universitas Negeri Semarang. Selain itu, bahan ajar dengan tampilan visual (gambar), memberikan efektifitas tersampainya materi pembelajaran lebih tinggi pada para peserta didik. Diharapkan, pengabdian ini memberikan dampak terhadap peningkatan bahan ajar di kelas, dan berkorelasi positif atas hasil belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah pelatihan, praktik, dan pendampingan membuat buku ajar dengan mengelola limbah kertas. Pertemuan akan diselenggarakan sebanyak 15 kali, di dalamnya terdapat 3 pertemuan dilakukan untuk memberikan pengantar dan evaluasi kegiatan, serta penguatan keterampilan dengan ilmu pengetahuan pendukung. Sebanyak 12 pertemuan, peserta pelatihan didampingi mengelola limbah kertas dengan teknik montase untuk dijadikan sebagai bahan ajar, sesuai dengan materi pembelajaran di sekolah dasar. Evaluasi ketercapaian materi dengan cara penilaian buku ajar yang dihasilkan oleh peserta pelatihan. Pelaksaan pengabdian di hari Sabtu, dalam acara rutin KKG yang diselenggarakan oleh Gugus Larasati di Gunungpati Semarang. Seluruh kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 8 bulan, menghasilkan luaran, yaitu: peningkatan keterampilan guru membuat bahan ajar, jurnal, dan publikasi dimedia massa.
POS INFORMASI LEPTOSPIROSIS DI KAWASAN AIR ROB KOTA SEMARANG Zam, Mahalul; Handayani, Oktia Woro Kasmini; Sugiharto, Sugiharto
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v16i2.17519

Abstract

Kasus Leptospirosis di Kota Semarang selalu mengalami peningkatan. Puskesmas Bandarharjo adalah Puskesmas yang wilayahnya merupakan zona rawan Leptospirosis. Tahun 2015, di wilayah Puskesmas Bandarharjo ditemukan 22 kasus Leptospirosis, meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 14 kasus pada tahun 2014. Kasus Leptospirosis tersebut paling banyak terjadi di Kelurahan Tanjung Mas. Fakta ini menempatkan Puskesmas Bandarharjo tertinggi kasus Leptospirosis di kota Semarang. Wilayah ini termasuk endemis, karena wilayah ini merupakan daerah rawan banjir dan merupakan daerah yang sering terdampak rob (kawasan rob). Banyak genangan air pada musim penghujan maupun akibat rob menyebabkan banyak selokan-selokan yang menggenang, sampah-sampah menumpuk yang menjadi tempat berkembangbiaknya tikus. Studi awal oleh tim pengabdi, diketahui bahwa tingginya kasus penyakit Leptospirosis di wilayah tersebut selain karena faktor lingkungan yang rawan banjir dan rob, juga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang belum menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Pengetahuan masyarakat yang kurang tentang penyakit Leptospirosis. Penyakit ini penting untuk diketahui secara lengkap oleh masyarakat serta harus mendapatkan prioritas dalam pengendalian dan pemberantasannya terutama menjelang musim hujan tiba dan khususnya pada wilayah-wilayah rawan terjadi banjir. Pembentukan pos informasi Leptospirosis di kawasan terdampak air rob dipilih sebagai bentuk inovasi pola pemberian informasi kepada masyarakat. Pos Informasi Leptospirosis ini sebagai wadah komunikasi dan informasi kesehatan dengan konsep pengembangan masyarakat dalam rangka penanggulangan Leptospirosis di kawasan rawan banjir dan kawasan terdampak air rob. Pos Informasi Leptospirosis menjadi pusat kegiatan penyebaran informasi penyakit Leptospirosis di masyarakat. Hasil evaluasi kegiatan Pos Informasi Leptospirosis telah mampu meningkatkan peran Kader Kesehatan dalam edukasi masyarakat, dapat meningkatkan pengetahuan, serta kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyakit Leptospirosis.
PEMBUATAN APLIKASI SOAL BERBASIS ANDROID DI SD LABSCHOOL UNNES Nugraheni, Nursiwi; Sari, Elok Fariha; Sismulyasih, Nugraheti; Ansori, Isa
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v16i2.17504

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu Guru SD Labschool UNNESdalam mengembangkan penilaian kognitif untuk latihan siswa mengunakan aplikasi berbasis android. Pelatihan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan guru SD dalam memodifikasi pembuatan soal di SD. Metode yang akan digunakan dalam pengabdian ini adalah metode pelatihan dengan ceramah dan diskusi dilanjutkan dengan workshop pembuatan soal latihan siswa mengunakan aplikasi berbasis android. Pendampingan oleh tim pengabdi dilakukan sampai dengan tahap pembuatan aplikasi soal berbasis android. Dari 4 kelompok yang dibuat, 3 kelompok diantaranya sudah berhasil membuat aplikasi penilaian berbasis android. Hal ini sesuai target pengabdi yaitu 75% peserta dapat membuat aplikasi soal berbasis android. Para peserta pengabdian dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuannya dalam pembelajarannya.
PENDIDIKAN KONSERVASI BERBASIS JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) DI SEKOLAH DASAR SE-KELURAHAN SEKARAN KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Kartijono, Nugroho Edi; Rahayuningsih, Margareta; Abdullah, Muhammad
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v16i2.17511

Abstract

Kesadaran dan kepedulian lingkungan harus ditanamkan ke masyarakat sejak usia dini, salah satunya melalui pendidikan konservasi. Anak usia dini masih sangat sensitif secara psikologi, sehingga pembentukan sikap dan karakter sangat tepat dimulai pada usia ini. Dalam pembelajaran pendidikan konservasi, sumber belajar yang dapat digunakan sebagai alternatif adalah lingkungan di sekitar sekolah atau lingkungan di sekitar tempat tinggal siswa. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dengan melakukan jelajah alam sekitar (JAS) diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang konkret karena dapat mengamati langsung objek yang dipelajari. Tahapan kegiatan yang sudah dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pengenalan materi pendidikan konservasi kepada guru dan siswa, pembelajaran pendidikan konservasi dengan memanfaatkan lingkungan sekolah menggunakan pendekatan JAS, pendampingan dan penyusunan modul pendidikankonservasi am:“Eksplorasi Panduan LapanganAl bagi.Rencana selanjutnya Penjelajah adalah pendampingan secara berkelanjutan terhadap SD di Kelurahan Sekaran dan sekolah lain dalam skala yang lebih luas.
PENYUSUNAN MODUL DAN PELATIHAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MGMP BAHASA INGGRIS SMP SUB RAYON 1 UNGARAN: PENGEMBANGAN KOMPETENSI SIKAP, PENGETAHUAN, DAN KETERAMPILAN PESERTA DIDIK Astuti, Puji; Margawati, Prayudias; Pangestu, Anjar
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v16i2.17520

Abstract

ermasalahan yang dihadapi oleh guru-guru MGMP bahasa Inggris SMPSub Rayon 1 Ungaran (mitra) adalah bahwa mereka membutuhkan hal-hal berikut: 1) panduan praktis dalam melaksanakan Kurikulum 2013 (Kurtilas), khususnya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, 2) pelatihan kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan dan dapat mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik, dan 3) pelatihan tentang kegiatan pembelajaran yang dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan kompetensi komunikatif dalambahasa Inggris. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat iniadalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru MGMP mitradalam Kurtilas. Lebih spesifik, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuandan keterampilan guru-guru dalam MGMP tersebut dalam menerapkanpembelajaran kooperatif.
IBM KKG SD GUGUS DIPAYUDA BANJARNEGARA Wadiyo, Wadiyo; Haryono, Slamet
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v16i2.17505

Abstract

KKG SD gugus Dipayuda merupakan salah gugus yang ada di Banjarnegara. KKG SD untuk setiap gugus di Kabupaten Banjarnegara semuanya aktif menjalankan tugas kegugusannya, termasuk gugus Dipayuda. Banyak hal yang dilakukakan dalam upaya meningkatkan keprofesionalan guru itu termasuk keinginan untuk dapat menciptakan lagu-lagu yang bertema pendidikan. Permasalahan yang muncul dalam pengabdian ini adalah “bagaimana para guru gugus Dipayuda dapat membuahkan karya cipta lagu yang sesuai dengan tema pembelajaran?”. Metode kegiatan pada pengabdian kepada masyarakat dijalankan dengan cara pelatihan pembuatan lagu secara klasikal. Hasil pengabdian kepada masyarakat menujukkan, keantosiasan para peserta pengabdian sebagai insan gugus Diayuda untuk dapat mencipta lagu sesuai tema pembelajaran  sangat tinggi terlihat dari usaha-usaha mereka dalam proses pelatihan. Sekalipun demikian para peserta masih perlu belajar keras agar karya ciptanya dapat mudah diterima oleh para murid dengan sekali dinyanyikan merangsang siswa untuk menirukan.
IBM PENGEMBANGAN DESA WISATA GOGIK KECAMATAN UNGARAN BARAT, KABUPATEN SEMARANG Yuwono, Cahyo; Dwijanto, Dwijanto
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v16i2.17512

Abstract

 Potensi wisata yang begitu besar belum bisa dimanfaatkan oleh warga  sekitar karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang potensi wisata yang dimilikinya. Selain itu,kurangnya partisipasi masyarakat menjadi salah satu penghambat dalam mengembangkan potensi wisata yang ada. Masyarakat cenderung lebih memilih bekerja di pabrik daripada mengembangkan potensi wisata yang dinilai belum tentu keuntungannya. Tujuan pengabdian ini adalah memberdayaan potensi wisata di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang, antara lain (1) Pengembangan potensi wisata alam unggulan daerah Kabupaten Semarang yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara ke Desa Gogik kecamatan Ungaran Barat(2) pemetaan potensi wisata dan fasilitas pendukung seperti papan informasi, petunjuk arah, pusat kuliner serta  factor lainnya., (3) publikasi wisata yang ada di gogik melalui pengembangan objek wisata dan media social. (4) Pembentukan kelompok sadar wisata (POKDARWIS); (5) Menjalin kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, industry (UKM), dan masyarakat luas. Berdasarkan Permasalahan dan solusi yang ditawarkan, Kegiatan pengabdian ini memiliki luaran sebagai berikut: Publikasi ilmiah di Jurnal/proseding, publikasi di media masa/cetak/elektronik, peningkatan  omset dibidang ekonomi, peningkatan keterampilan dan pemahaman masyarakat, peningkatan ketentraman/kenyamanan masyarakat. dan masyarakat dapat mandiri mengelola sumberdaya yang ada di Desa Gogik kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Pelaksanaan kegiatan melalui beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Tim pelaksana pengabdi dipilih dari berbagai bidang ilmu yang relevan sehingga dapat menunjang terlaksananya program dan sudah memiliki pengalan dibidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sehingga program yang didudun dapat berjalan lancer dan sesuai target yang diharapkan.
POS KELUARGA SIAGA UNTUK RISK MAPPING DAN MICRO COUNSELING KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI DAERAH PEDESAAN KABUPATEN KENDAL Azinar, Muhammad; Wahyuningsih, Anik Setyo
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v16i2.17559

Abstract

Target penurunan angka kematian ibu (AKI) menjadi 102/100.000 kelahiran hidup belum tercapai belum tercapai sampai berakhirnya MDGs tahun 2015. Dalam dua tahun terakhir, kasus kematian ibu di kabupaten Kendal meningkat. Pada tahun 2015 terjadi 23 kasus, naik dari tahun sebelumnya yaitu 19 kasus. Wilayah Singorojo merupakan wilayah yang belum bisa menekan kasus kematian ibu secara signifikan. Dua tahun terakhir terjadi 2 kasus kematian ibu. Penyebab utamanya adalah perdarahan, hipertensi dan anemia. Faktor yang memperberat terjadinya kematian ibu. Kondisi geografis, sosiokultural, letak serta wilayah yang masih pedesaan dan jauh dari pusat layanan kesehatan rujukan turut berpengaruh terhadap kejadian kematian ibu. Pemetaan awal oleh Tim Pengabdi diketahui bahwa faktor risiko gangguan kehamilan dan komplikasi persalinan banyak terjadi di desa Singorojo kecamatan Singorojo kabupaten Kendal. Deteksi dini terhadap faktor risiko gangguan kehamilan menjadi informasi yang wajib diketahui oleh setiap ibu hamil dan masyarakat sejak sedini mungkin untuk menurunkan jumlah kasus kematian ibu khususnya di wilayah pedesaan.Pemerintah telah melakukan upaya menurunkan kematian ibu melalui peran Bidan Desa. Namun, keterbatasan jumlah Bidan dan cakupan wilayah yang cukup luas menjadi kendala dalam memberikan informasi secara komprehensif kepada ibu hamil. Pos Keluarga Siaga menjadi alternatif solusi permasalahan tersebut. Melalui peningkatan peran serta masyarakat khususnya Kader Posyandu, Pos Keluarga Siaga ini dapat menjadi wadah edukasi, pemetaan kehamilan berisiko (risk mapping) sekaligus menjadi media untuk melakukan konseling (micro counseling) terhadap ibu hamil berisiko. Melalui kegiatan Pos Keluarga Siaga di wilayah pedesaan ini, Kader telah mampu melakukan kegiatan pemetaan kehamilan berisiko, terampil menggunakan instrumen surveilans factor risiko kehamilan, serta memahami seluruh isian yang ada dalam instrumen tersebut. Kader juga telah mampu melakukan interpretasi hasil pemetaan menurut skor risiko kehamilan. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Kader di masing-masing wilayah di desa Singorojo, diketahui hasil bahwa dari 69 ibu hamil yang telah diidentifikasi melalui kegiatan surveilans kehamilan berisiko diketahui 31,88% (22 orang) di antaranya masuk dalam kategori kehamilan risiko tinggi (KRT), dan terdapat 6 ibu hamil (8,69%) dalam kategori risiko sangat tinggi.
MINIMALISASI PENCEMARAN UDARA MELALUI PENYETELAN PERANGKAT PEMBAKARAN MOTOR SESUAI DENGAN BAKU MUTU EMISI Sudarman, Sudarman; Saputra, Danang Dwi; Karnowo, Karnowo; Febrian, Febrian
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v16i2.17507

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan tentang mendeteksi dan menyetel perangkat pembakaran kendaraan bermotor agar emisi yang dikeluarkan sesuai dengan baku mutu emisi. Kegiatan ini dilakukan di kampus UNNES dengan khalayak sasaran pemuda yang berdomisili di sekitar kampus. Berdasarkan hasil kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mendeteksi dan menyetel perangkat pembakaran kendaraan bermotor agar emisi yang dikeluarkan sesuai dengan baku mutu emisi.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM SPEAKING ENGLISH FOR INSTRUCTIONAL PURPOSES UNTUK PENGAJARAN BILINGUAL DI SD ISLAM AL AZHAR 29 BSB SEMARANG Fitriati, Sri Wuli; Farida, Alief Noor
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v16i2.17515

Abstract

Memperkuat Sejak tahun 2016, SD Islam Al Azhar 29 BSB Semarang merintis pengajaran bilingual (yaitu, pengajaran dalam dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) untuk mata pelajaran Matematika dan IPA. Tantangan utama program ini adalah kompetensi guru dalam berbahasa Inggris. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan peningkatan kemampuan guru berbahasa Inggris, khususnya Speaking English for Instructional Purposes. Pelatihan yang bertujuan untuk mempersiapkan penyelenggaraan kelas bilingual ini dilaksanakan dalam lima kali pertemuan. Setiap pertemuan berlangsung selama 2 – 2,5 jam. Teknik kegiatan meliputi: pronunciation drills, group and class discussions, modelling, penyusunan skenario pengajaran (teaching scenario), dan microteaching. Peserta selalu antusias dalam setiap kegiatan. Setiap sesi microteaching berakhir, dilakukan refleksi. Feedback dari peserta lain terhadap guru yang melakukan microteaching sangat supportif dan konstruktif. Pada akhir pelatihan, terdapat peningkatan kompetensi guru-guru peserta pelatihan dalam menggunakan ungkapan-ungkapan bahasa Inggris untuk tujuan pengajaran. Mereka tampak lebih percaya diri dan lebih lancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Pihak sekolah mengharapkan pelatihan berkelanjutan untuk menyukseskan program pengajaran bilingual di sekolah.  

Page 1 of 4 | Total Record : 32