cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 16938666     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JIF merupakan jurnal yang dikelola oleh Prodi Farmasi Universitas Islam Indonesia, dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini dirancang sebagai sarana publikasi penelitian yang mencakup secara rinci sejumlah topik dalam bidang farmasi yang berkaitan dengan farmasi sains dan teknologi serta klinik dan komunitas. Jurnal ini menyediakan sebuah forum sebagai sarana pertukaran gagasan dan dan informasi antar peneliti, akademisi dan praktisi sehingga diharapkan mampu mendukung dan menginisiasi berbagai penelitian terkini yang terkait dengan ilmu kefarmasian. Hasil penelitian yang disajikan dalam jurnal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu di bidang farmasi dan kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 198 Documents
STUDI PELEPASAN SENYAWA POLIFENOL EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L. ) MATRIK PATCH MUKOADESIF METHOCEL® A15 Eka Indra Setyawan; Putu Oka Samirana; Putu Eka Masmita U.D.; I Gusti Ngurah Agung D.P.
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract Mucoadhesive patch is systemic circulation drug delivery system. The drug is placed on gingival or buccal. The drug release is controlled by the polymer. This research was aimed to determine the effect of PEG 400 as a plasticizer and Menthol as a permeation enhancer to release of polyphenol compound. Simplex Lattice Design (SLD) was used to determine the effect of PEG 400 and Menthol by placed the Efficiency Dissolution percent (%DE) as a response. The result showed a special cubic equation, y=4,40674(A) +5,05156(B)+4,92658(AB)+4,01144AB(A-B). PEG 400 and Menthol component both synergistic gave a positive effect to the polyphenol release of the mucoadhesive patch. ANOVA test showed the probability value of its equation of 0,0223 (p<0,05). It means the response of each formula is significantly different. The formula was generated by composition of PEG 400 and Menthol (1,5:0,5) exhibit the higest %DE of 15,23%. The coefficient correlation value (R) of formula that generated from Korsmeyer-Peppas equation is 0.985 and the flux of 0.997 mg/jam.cm2. The release mechanism is following Fickian, which the diffusion is slower than relaxation. Keyword : PEG, menthol, drug release, polyphenol Intisari Patch mukoadesif adalah sistem penghantaran zat aktif menuju sirkulasi sistemik dengan cara peletakkan obat pada mukosa gusi atau membran pipi bagian dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pemakaian PEG 400 sebagai plasticizer dan mentol sebagai permeation enhancher terhadap pelepasan senyawa polifenol ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) yang terkandung dalam patch mukoadesif berbahan Methocel® A15. Pengaruh tersebut dapat digambarkan melalui persamaan special cubic yang dihasilkan dari Simplex Lattice Design (SLD) dengan cara memasukkan persen disolusi efisiensi (% DE) sebagai respon. Persamaan yang dihasilkan yaitu y= 4,40674(A) +5,05156(B) +4,92658(AB) +4,01144AB(A-B) yang bermakna bahwa komponen PEG 400 dan mentol bekerja sinergis memberikan pengaruh yang positif terhadap pelepasan senyawa polifenol dari patch mukoadesif. Hasil perhitungan ANOVA menyatakan bahwa masing-masing formula berbeda secara signifikan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0223 (p<0,05). Formula dengan perbandingan PEG 400 dan mentol (1,5:0,5) memperlihatkan hasil pelepasan senyawa polifenol yang paling besar dengan nilai %DE sebesar 15,23% dan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0.985 yang dihasilkan oleh persamaan Korsmeyer-Peppas dengan kecepatan pelepasan (fluks) sebesar 0.997 mg/jam.cm2. Hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa mekanisme pelepasan zat mengikuti Fickian, dimana laju difusi lebih kecil dari relaksasi. Kata kunci : PEG, mentol, pelepasan obat, polifenol 
STUDI UJI DAYA ANTIINFLAMASI DAN ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN LENGKENG (Dimocarpus longan Lour) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR Ebta Narasukma Anggraeny; Anastasia Setyopuspito Pramitaningastuti
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Inflammation and fever are a normal protective response of tissue injury. Inflammation and fever usually treated with nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). This drug has analgesic and antipyretic effect. At higher doses this drug can act as anti-inflammatory agent. Longan leaves (Dimocarpus longan Lour) contains flavonoid which assumed has anti-inflammatory and antipyretic effects. This study aims to determine the effect of anti-inflammatory and antipyretic effects of ethanol extract of Longan leaves (Dimocarpus longan Lour) in male white rats (Rattus norvegicus). Longan leaves were extracted using ethanol 96% with ratio 1:10. The effect of anti-inflammatory and antipyretic of this extract was tested in each group of rats : the negative control, the positive control and the test group which was given with extract  (200 mg/kg and 400 mg/kg). Carrageenan and DPT-Hb vaccine used as induction of inflammatory and pyretic reaction in this experiment. The results showed that ethanol extract of Longan leaves (Dimocarpus longan Lour)  has antipyretic effects at dose 200mg/kgBW, and antipyretic effect at dose  400mg/kgBW. Keywords: Longan leaves (Dimocarpus longan Lour), anti-inflammatory, antipyretic, carregeenan, DPT-Hb vaccine Intisari Peradangan (inflamasi) dan demam adalah respon protektif normal pada cedera jaringan. Penanganan inflamasi dan demam biasanya dapat dilakukan dengan diberikan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini memiliki efek analgesik, antipiretik, dan pada dosis tinggi dapat berefek sebagai anti-inflamasi. Daun lengkeng (Dimocarpus longan Lour) mengandung flavonoid yang diduga memiliki efek anti-inflamasi dan antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efek anti-inflamasi dan antipiretik ekstrak etanol daun lengkeng (Dimocarpus longan Lour) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Ekstrak daun lengkeng didapatkan dengan cara ekstraksi menggunakan etanol 96% dengan rasio 1:10. Pengujian efek antiinflamasi dan antipiretik masing-masing dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif dan kelompok uji ekstrak etanol daun lengkeng (Dimocarpus longan Lour) dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Induksi pada uji antiinflamasi dan antipiretik menggunakan karegenan 1% dan vaksin DPT-Hb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun lengkeng (Dimocarpus longan Lour) dosis 200mg/kgBB menghasilkan efek antipiretik, sedangkan ekstrak etanol daun lengkeng (Dimocarpus longan Lour) dosis 400mg/kgBB menghasilkan efek anti-inflamasi. Kata kunci: Daun Lengkeng (Dimocarpus longan Lour), antiinflamasi, antipiretik, karegenan, vaksin DPT-Hb 
IDENTIFIKASI pH OBAT-OBAT YANG DIGUNAKAN DI PEDIATRIC INTENSIVE CARE UNIT (PICU) UNTUK PENCEGAHAN INKOMPATIBILITAS INTRAVENA Suci Hanifah
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 11 No. 2 (2015): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intisari Pasien anak-anak di unit perawatan intensif sering mendapatkan banyak obat dalam satu jalur infus. Presipitasi akibat perbedaan pH obat-obat yang bertemu i jalur intravena cenderung terjadi secara cepat sehingga menimbulkan masalah di jalur infus. Oleh karena itu, data pH sangat penting bagi praktisi untuk membuat panduan dalam menentukan jenis jalur yang tepat sehingga inkompatibilitas tidak terjadi. Penelitian ini bertujuan  untuk mengidentifikasi obat-obat yang sering digunakan di PICU dan mengukur pH dari obat-obat yang umum digunakan di ICU. Data obat dikumpulkan dari dokumen logistic farmasi selama tahun 2013. Keempat puluh obat injeksi yang siap diberikan, diuji nilai pHnya dengan pH meter. Berdasarkan nilai pH yang diperoleh, potensi inkompatibilitas banyak terjadi pada obat-obat pH asam seperti kardiotonik dan antikolinergik dan obat-obat yang memiliki pH tinggi (basa) misalnya misalnya Asiklovir, Ampisilin, Ampi-Sulbaktam, Fenobarbital, Fenitoin, Furosemid, dan Omeprazo. Berdasarkan hasil identifikasi pH masing-masing obat, untuk mencegah inkompatibilitas, sedikitnya diperlukan tiga jalur; jalur obat asam, jalur obat basa, dan jalur khusus. Jalur yang spesifik digunakan untuk cairan yang cenderung tidak bisa melalui jalur asam maupun basa, karena hiperosmolar atau sulit larut misalnya mannitol dan diazepam.  Kata Kunci : pH, intravena, pediatric intensive care unit, inkompatibilitas
SIFAT FISIK DAN DAYA IRITASI KRIM TIPE A/M MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH (Syzigium aromaticum) DENGAN BERBAGAI VARIASI KONSENTRASI Erma Pranawati; Nining Sugihartini; Tedjo Yuwono
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract  Eugenol contained in the essential oil of clove (Syzygium aromaticum) has pharmacological effects as anti-inflammatory agent. This study aims to develop a topical dosage forms such as creams with type A / M. One important factor in the development of formulations is the determination of the concentration of the active substance. The purpose of this study was to determine the effect of the concentration of essential oil of clove preparations cream type M / A in the physical and its irritative effect. Cream type A / M contained clove essential oil is made by melting method with concentration of clove essential oil : 5%, 10%, and 15%. Evaluation cream type A / M includes the physical properties of scattered power, adhesion, and pH.  The irritation test also conducted using test animals guinea pigs with Remington method. Data obtained from the experiment were analyzed using ANOVA test continued statistical t-test with a level of 95%. Physical properties test results indicate that increased concentrations of clove essential oils in the cream type A / M led to an increase in adhesion (p <0.05), the scatter (p <0.05) and pH (p> 0.05). The experimental results showed that the irritation test of the type A / M cream with a concentration of 5%, 10% and 15% of clove essential oil does not cause irritation to the skin of guinea pigs. Keywords: Eugenol, cream, irritation index, physical properties Intisari Eugenol yang terkandung dalam minyak atsiri bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) memiliki efek farmakologi sebagai antiinflamasi. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan untuk mengembangkan bentuk sediaan topikal berupa krim dengan tipe A/M. Salah satu faktor penting dalam pengembangan formulasi adalah penentuan konsentrasi zat aktif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi minyak atsiri bunga cengkeh sediaan krim tipe M/A terhadap sifat fisik dan daya iritasinya.Krim tipe A/M minyak atsiri bunga cengkeh dibuat dengan metode peleburan dengan konsentrasi minyak atsiri bunga cengkeh yaitu 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi krim tipe A/M meliputi uji sifat fisik yaitu uji daya sebar, daya lekat, dan pH. Selain itu juga dilakukan uji iritasi dilakukan menggunakan hewan uji marmut dengan metode Remington data yang diperoleh dari percobaan dianalisis dengan statistika menggunakan uji ANOVA dilanjut uji-t dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil uji sifat fisik menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi minyak atsiri bunga cengkeh dalam krim tipe A/M menyebabkan peningkatan daya lekat (p<0,05), daya sebar (p<0,05) dan pH (p>0,05). Hasil percobaan uji iritasi menunjukkan bahwa krim tipe A/M dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% tidak menimbulkan iritasi pada kulit marmut. Kata kunci : Eugenol, Krim, Indeks iritasi, Sifat fisik 
PENGARUH PRAPERLAKUAN JUS PISANG AMBON ( Musa paradisiaca L. ) TERHADAP BIOAVAILABILITAS SULFAMEZATIN PADA TIKUS PUTIH JANTAN Farida Hayati; Arief Rahman Hakim; Rhatna Dewi Riptasari
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 1 No. 1 (2004)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The influence of ambon banana’s fruit ( Musa paradisiaca L. ) juice on the bioavailability of sulfamezathin on the rat that aim to know there are interaction result from their consumption together has been studied. The study was using experiment’s animal is white rats Wistar’s spesies that have age around 3-4 months and their weight 200-300 g. This experimental was used completely randomized design with three group’s test, each group’s test is contain seven rats. The first group is pretreatment single dose sulfamezathin (60 mg/kg ww; peroral ), second is sullfamezathin and banana ( 12,6 g/kg ww; peroral ) together and third group is sulfamezathin after one hour dose banana like second group. Respectively blood samples take up from tail vein of rat at 15, 30, 45, 60, 90, 120, 150, 180, 240, 360, 480 and 600 minutes. Consentrations of Sulfamezatin were measured use Bratton Marshall methode with spektrofotometer instrument at 545 mn wavelength. Consentrations of sulfamezathin versus times by software of Stripe used to calculate pharmacokinetics parameters in each group’s test and the value parameters of pharmacokinetics have statistic analysis by ANOVA and if there are difference’s significant ( p < 0,05 ) from calculated value, statistic analysis continued by Tukey test. The results from experimental banana at second and third groups in compare with control at the first group can increased significant ( p < 0,05 ) parameters C maks, t maks, AUC0- .Bioavailability, Sulfamezathin, Ambon banana, Musa paradisiaca L.
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN SRIKAYA (Annona squamosa. L) TERHADAP UDEMA KAKI TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Anastasia Setyopuspito Pramitaningastuti; Ebta Narasukma Anggraeny
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract Inflammation is the body's defense mechanism in a response of a tissue injury and another external factor. Flavonoids in leaves of Annona squamosa. L suspected produces anti-inflammatory effects. This study aims to evaluated the anti-inflammatory effects of ethanol extract from leaves of  Annona squamosa. L. on edema at rat’s foot which induced with 5% of white egg solution. The treatments were carried out on four groups. The negative control group was administered with CMC Na suspension, the positive control group was administered with sodium diclofenac suspension, and the extract groups were administered with 100 mg/kgBW and 200 mg/kgBW of A. squamosa leaves  extract. This study was conducted using Rat hind paw edema method. An artificial inflammation in foot of rats was created by using egg whites (5%). The volume of edema was measured by plestimometer every 30 minutes for 3 hours. Data were analyzed statistically (ANOVA). In conclusion, ethanol extract of A. squamosa leaves produces anti-inflammatory effects in male rats induced egg whites. The effective dose of ethanol extract of A. squamosa leaf as an anti-inflammatory agent in the male rat was 200 mg/kgBW. Keywords :  Annona squamosa. L. leaves, anti-inflammantory, edema Intisari Peradangan merupakan mekanisme pertahanan tubuh sebagai respon jaringan terhadap cidera dan faktor eksternal lainnya. Flavonoid dalam daun Srikaya (Annona squamosa L) diduga memiliki efek antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antiinflamasi ekstrak etanol dari daun Srikaya (Annona squamosa. L) terhadap udema kaki tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi dengan larutan putih telur 5%. Perlakuan dilakukan pada empat kelompok, kelompok kontrol negatif diberikan suspensi CMC Na, kelompok kontrol positif diberikan suspensi natrium diklofenak, dan kelompok ekstrak diberikan ekstrak daun Srikaya (Annona squamosa. L) dosis 100 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Rat hind paw udema atau pembentukan radang buatan di kaki tikus putih jantan dengan menggunakan putih telur 5%. Volume udema diukur dengan menggunakan alat plestimometer setiap 30 menit selama 3 jam. Data dianalisis secara statistik (ANOVA). Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol daun Srikaya memiliki efek anti-inflamasi pada tikus jantan yang diinduksi putih telur 5%. Dosis efektif ekstrak etanol daun Srikaya sebagai agen anti-inflamasi pada tikus jantan yang diinduksi putih telur 5% yaitu 200 mg / kgBB. Kata kunci : Daun Srikaya (Annona squamosa. L.), antiinflammasi, udema 
STUDI STUDI AKTIVITAS DAN ANALISIS KANDUNGAN SENYAWA ANTIOKSIDAN BATANG Jatropha multifida L. Annisa Fitria; Suparmi Suparmi; Dina Nur Upziah; Satria Lakna Widya L.
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract Wound healing process involves a variety of complex mechanisms, one of them is the inflammation that stimulate the release of free radicals to destroy pathogenic microorganisms which also affects the skin cell damage. One of the plants that can be used as a supply of antioxidants to reduce cell damage is Jatropha multifida L. .Latex from its stem is traditionally used to treat wounds. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity, total phenol content and total flavonoid content and antioxidant screening compounds contained in extracts of Jatropha multifida L. stem bark. Extraction is done by gradually using the solvent n-hexane, ethyl acetate and ethanol by the sokhletation method. Test of antioxidant activity using DPPH free radical scavenging methods and linoleic-isothiocyanate, while the antioxidant compound screening was conducted using TLC-DPPH. The results showed that the most effective antioxidant compounds extracted using ethyl acetate solvent. Ethyl acetate extract showed the highest antioxidant activity than extracts n-hexane and ethanol, with IC50 value of 201.61 ppm and percentage inhibition of peroxide formation amounted to 39.69%. The extract also resulted in the highest levels of flavonoids and phenols with a value of 121.8 g RE / g and 86.5 g. Results chromatogram TLC-DPPH showed some antioxidant compounds that are included in phenols, flavonoids, terpenoids and alkaloids group. Key word : Jatropha multifida L., antioxidant, DPPH, linoleat isotiocyanat Intisari Proses penyembuhan luka melibatkan berbagai mekanisme yang kompleks, salah satu diantaranya adalah inflamasi yang menstimulus pelepasan radikal bebas untuk memusnahkan mikroorganisme patogen yang sekaligus berdampak pada kerusakan sel kulit. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai suplai antioksidan untuk mengurangi kerusakan sel tersebut adalah Jatropha multifida L. yang secara tradisional getah pada batangnya digunakan untuk mengobati luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan, kadar fenol total dan kadar flavonoid total serta melakukan skrining senyawa antioksidan yang terkandung dalam ekstrak batang Jatropha multifida L. Ekstraksi dilakukan dengan secara bertahap menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol dengan metode sokhletasi. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode  penangkapan radikal bebas DPPH dan linoleat-isotiosianat, sedangkan skrining senyawa antioksidan dilakukan dengan metode KLT-DPPH. Hasil menunjukkan bahwa senyawa antioksidan paling efektif diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat. Hal tersebut didasarkan pada hasil pengujian terhadap ekstrak etil asetat yang menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dibandingkan ekstrak n-heksan dan etanol, dengan nilai IC50 201,61 ppm dan presentase penghambatan pembentukan peroksida sebesar 39,69%. Ekstrak tersebut juga menghasilkan kadar flavonoid dan fenol tertinggi dengan nilai 121,8 µg RE/g dan 86,5 µg. Hasil kromatogram KLT-DPPH menunjukkan beberapa senyawa yang bersifat antioksidan tersebut termasuk dalam golongan fenol, flavonoid, terpenoid dan alkaloid. Kata Kunci : Jatropha multifida L., antioksidan, DPPH, linoleat isotiosianat 
AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAWA ISOLAT DAUN MUNDU (Garcinia dulcis) TERHADAP BAKTERI PATOGEN GRAM POSITIF Hady Anshory Tamhid; Triana Hertiani; Subagus Wahyuono
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 11 No. 2 (2015): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UJI STABILITAS DAN UJI IRITASI PRIMER SEDIAAN KOSMETIK MIKROEMULSI VITAMIN C PALMITAT (ASCORBYL PAMITATE) Dimas Adhi Pradana; Bambang Hernawan Nugroho
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract Ascorbyl palmitate is a derivative of ascorbic acid which has a more lipophilic propertis. Ascorbic acid as a hydrophilic compound in topical formulation has low penetration through the skin. Ascorbyl palmitate has better penetration through the skin than that of ascorbic acid. Problem of ascorbic acid and its derivatives that it has a low stability in topical formulation. Microemulsion may increase stability of drugs and have better penetration through the skin. Microemulsion has high surfactant concentration in the formula which followed irritation. The aim of this research was to evaluate stability and primary irritation ascorbyl palmitate microemulsion. Ascorbyl palmitate microemulsion was made by low energy process. Physical stability of microemulsion was examined for viscosity, phase separation and homogeneities. Stress testing was also performed to the  drug for hydrolisis (0.1 N HCl, water and 0.1 N NaOH) and oxidation (3% H2O2). Primary irritation test conducted with techniques on rabbits skin patch test. Rabbits were divided into 2 groups on the incision (n = 5) and not in the incision (n=5). Each group consisted of distilled water control, base control and treatment groups with dose variations 0.25 ml / inch, 0.50 ml / inch, 1 ml / inch and 2 ml / inch. Ascorbyl palmitate microemulsion change in colour, viscosity and pH values during storage at temperature of 25°C and of 40°C. The stability of microemulsion, ascorbyl palmitate underwent degradation by route of hydrolysis and by oxidation. Primary irritation index values obtained respectively 1.275, 1.825, 1.875 and 1.350.  Ascorbyl palmitate microemulsion produce irritation index slightly irritating. Keyword:  Ascorbil palmitate, mikroemulsion, stability, surfactan,skin irritation   Intisari Vitamin C memiliki beberapa turunan, antara lain berupa askorbil palmitat yang  memiliki kepolaran yang rendah, salah satu kendala dalam membuat sediaan vitamin C topikal adalah rendahnya stabilitas dan penetrasi ke dalam kulit. Mikroemulsi memiliki keunggulan antara lain mempunyai kestabilan yang baik, serta dapat meningkatkan penetrasi obat ke dalam kulit. Penelitian ini bertujuan mengetahui kestabilan mikroemulsi askorbil palmitat dan tingkat toksisitas dengan mengukur indeks iritasi pada kulit kelinci. Mikroemulsi askorbil palmitat dibuat dengan teknik low energy, dilakukan uji stabilitas fisik meliputi pH, visikositas, pemisahan fase dan homogenitasnya. Uji stabilitas kimia dilakukan dengan prosedur uji hidrolisis (0,1 N HCl, air dan 0,1 N NaOH) dan oksidasi (H2O2 3%). Uji iritasi primer dilakukan dengan teknik uji tempel pada kulit kelinci yang terbagi menjadi 2 kelompok yang di insisi (n=5) dan tidak di insisi (n=5).  Tiap kelompok terdiri dari kontrol akuades, kontrol basis dan perlakuan dengan variasi dosis pengolesan 0,25ml/inci, 0,50 ml/inci, 1 ml/inci dan 2 ml/inci. Hasil stabilitas fisik dari mikroemulsi mengalami perubahan pH, visikositas, warna dan homogenitas. Stabilitas kimia menunjukan askorbil palmitat mengalami degradasi secara hidrolisis dan secara oksidasi. Bedasarkan uji iritasi primer skor eritma dan edema pada kulit yang di insisi lebih besar daripada kulit yang tidak diinsisi, sedangkan berdasarkan dosis pengolesan didapatkan nilai indeks iritasi primer berturut-turut 1,275; 1,825; 1,875 dan 1,350 sehingga dapat disimpulkan sediaan tersebut memiliki indeks iritasi dengan kategori sedikit mengiritasi. Kata kunci : Askorbil palmitat, mikroemulsi, stabilitas, surfaktan, iritasi kulit
EFEK ANTI PROLIFERATIF EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG TANAMAN CANGKRING (Erythrina fusca Lour) TERHADAP SEL MYELOMA Edy Meiyanto; Sismindari Sismindari; Asih Triastuti
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 1 No. 1 (2004)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTErythrina fusca Lour has been traditionally used to cure hepatosis, malaria, hematuria, andcancer. The bark of this plant contains  carotene, polifenol, thiamin, saponin, and alkaloiderythralin and erythramin. The aim of this research was to know the underlying mechanism of itseffect as antiproliferative against Myeloma cells. The bark powder was extracted using ethanol(70%) and was used for the experiment after freezed drying. Citotoxicity test of this extractperformed LC50 of 0,367 mg/ml. The rate of proliferation was observed by doubling time effectagainst proliferating cells. The cells were exposed with ethanolic extract in RPMI 1640 mediumcontaining 1) 0,25 mg/ml 2) 6,25x10-2mg/ml, and 3) 1,56x10-2mg/ml and every 0, 6, 12, 24, 48,and 72 hours cell were counted. The result showed that extract treated cells delayed proliferation atall concentration with doubling time dose 2) of 161, 38 hours, and dose 3) of 93,91 hours, whereasdoubling time of control cells were 69,86 hours. Ethidium bromide staining of extract treated cellsshowed apoptosis like profile. These results indicated that ethanolic extract of the bark of Erythrinafusca Lour has an antiproliverative effect on Myeloma cell line. Several mechanisms might accountfor this effect, like inhibiting cell cycle progression, signal transduction, causing delayed andapoptosisKeywords: Erythrina fusca Lour, atiproliferative, Myeloma

Page 1 of 20 | Total Record : 198