cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
ISSN : 20873832     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
Peningkatan Kualitas Kekuatan Bahan Plat Dinding Corong Tuang (Hopper) Melalui Proses Chromizing Untuk Meningkatkan Jumlah Produksi Batu Bara . Najamudin; Bambang Pratowo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.433 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan Kualitas Kekuatan Bahan (kekerasan dan ketahanan aus permukaan Plat Baja Lapisan Dinding Corong Tuang (Hopper) Pada Sistem Produksi Batu Bara, yaitu dengan cara Proses Perlakuan Panas Chromizing  sehingga terjadi difusi atom-atom Chrom yang berlangsung pada temperatur tinggi. Proses perlakuan panas Chromizing akan dilakukan pada temperatur pemanasan 900oC, 1000oC dan 1100o C, dengan waktu penahanan selama 4, 5 dan 6 jam, dengan campuran serbuk terdiri dari Chromium    (Cr 2O3) dan Garam Halida (NH4Cl), Sedangkan pendinginan dilakukan diudara terbuka.Dari proses ini akibatnya akan dihasilkan permukaan yang keras dan tahan aus sehingga dapat memperpanjang umur Plat Baja tersebut. Pada umumnya Plat yang digunakan untuk corong tuang adalah plat baja hardox yang mempunyai kekerasan rata-rata 400 HB, namun akibat benturan dan gesekan antara plat dan batu bara maka plat baja tersebut cepat sekali mengalami keausan dan harus diganti plat yang baru sehingga memerlukan biaya penggantian dan perawatan yang besar, maka dengan peningkatan kekerasan tersebut hal ini dapat memperpanjang umur plat dan menurunkan biaya produksi dan biaya perawatan, serta dapat meningkatkan jumlah produksi batu bara.
Penentuan Daya Kompresor Air Conditioning (AC) Pada Kendaraan Bus Zein Muhamad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.955 KB)

Abstract

Kendaraan  merupakan sarana transportasi yang vital bagi masyarakat guna mempermudah dan mempercepat perpindahan manusia dari suatu tempat/ daerah ketempat/daerah lain dengan lebih cepat, aman dan nyaman.  Bus dengan kapasitas yang besar dengan penumpang di atas 50 orang yang beroperasi antar kota ataupun antar propinsi, memerlukan performance tertentu guna dapat memberikan   keamanan dan kenyamanan bagi penumpang dalam perjalanan.       Perusahan Bus yang memiliki kurang lebih 300 Bus angkutan antar kota dan antar propinsi ada yang dilengkapi dengan system penyegaran udara (AC) dan ada pula yang tidak. Pada kendaraan Bus yang menggunakan penyegaran udara ada pula yang tidak menggunakan komponen-komponen utama standard yang terpasang dari pebrikannya; seperti kompresor, kondensor, katup ekspansi dan lainnya.   Kompresor dalam system penyegaran  udara  dapat  dianalogikan  dengan  jantung  pada  tubuh  manusia,  yang berfungsi mengisap dan memompa zat pendingin (refrigerant) yang bersirkulasi dalam system.       Dalam  penelitian  ini  ditemukan bahwa ada beberapa  bus  yang kompresornya  bukan merupakan kompresor standard dari pebrikan.  Untuk itu dilakukan perhitungan terutama terhadap beban pendinginan, koefisien prestasi dan daya kompresor.       Dari hasil penelitian dan perhitungan yang dilakukan maka deperoleh parameter- parameter sebagai berikut:     Kalor ekuivalen sebagai kerja kompresor sebesar 9,452 kkal/kg; jumlah refrigeran yang bersirkulasi sebesar 289,25 kg/jam; beban pendinginan evaporator sebesar 4154,66 kkal/jam;   daya kompresor hasil perhitungan sebesar 5,71 kW; daya kompresor aktual sebesar 11,95 kW dan koefisien prestasinya (COP) sebesar 3,94.  Sedangkan daya kompresor yang dipersyaratkan  adalah sebesar 10 s/d 15 Kw.
Pengaruh Perlakuan Quenching-Tempering Terhadap Kekuatan Impak Pada Baja Karbon Sedang Muhamad Yunus; . Najamudin; . Kurniadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.668 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh perlakuan panas terhadap kekuatan impak logam baja karbon sedang. Proses perlakuan panas yang diterapkan pada penelitian ini yaitu proses quenching dan tempering, dimana pada proses quenching pemanasan terhadap spesimen dilakukan hingga mencapai temperatur austenit yaitu 910°C yang kemudian ditahan selama 30 menit. Setelah itu spesimen tersebut didinginkan secara cepat dengan menggunakan media oil quenching. Selanjutnya, spesimen dipanaskan kembali (tempering) hingga mencapai temperatur 300°C, 400°C, 500°C, 600°C. Yang kemudian pada masing-masing temperatur tempering tersebut ditahan selama 60 menit. Setelah itu spesimen tersebut didinginkan pada temperatur ruangan.       Pada spesimen-spesimen yang telah mengalami proses perlakuan panas tersebut dilakukan pengujian impak. Kekuatan impak rata-rata baja karbon yang tidak mengalami proses perlakuan panas adalah 0,166 J/mm2. Pada baja yang hanya mengalami proses quenching kekuatan impak rata-rata yang dimiliki adalah 0,142 J/mm2. Pada baja karbon sedang yang mengalami proses tempering 300°C adalah 0,422 J/mm2. Pada tempering 400°C adalah 0,525 J/mm2. Pada tempering 500°C adalah 0.604 J/mm2. Pada tempering 600°C adalah 1,249 J/mm2 dengan masing-masing waktu penahanan selama 60 menit. Dari hasil pengujian tersebut, baja karbon yang memiliki kekuatan impak tertinggi memiliki sifat mekanik ulet, sedangkan baja karbon yang memiliki kekuatan impak terrendah memiliki sifat mekanik getas.
Serat Tebu (Bagasse) Sebagai Bahan Pengisi Pada Komposit Dengan Matriks Resin Poliester . Kunarto; Indra Sumargianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.859 KB)

Abstract

Penggunaan material komposit dengan  filler serat alam mulai banyak  dikenal dalam  industri  manufaktur. Material  yang  ramah  lingkungan,  mampu  didaur ulang, serta mampu dihancurkan sendiri oleh alam merupakan tuntutan teknologi sekarang ini. Salah satu material yang diharapkan mampu memenuhi hal tersebut adalah material komposit dengan material pengisi (filler) serat alam. Penelitian dilakukan dengan pengujian tarik berstandar ASTM D 638 M (M-I). Serat yang digunakan pada komposit adalah serat tebu (bagasse) dengan matriks resin poliester.                  Berdasarkan  variabel  yang  diteliti,  kekuatan  tarik (Ftu) dengan  nilai  rata-rata tertinggi terjadi pada komposit dengan fraksi volume 85% matriks : 15% serat yaitu  sebesar 3,35  MPa sedangkan  kekuatan tarik (Ftu) dengan  nilai  rata-rata terendah terjadi pada komposit dengan fraksi volume 95% matriks : 5% serat yaitu   sebesar   2,54   MPa.   Kekuatan   tarik   mengalami   kenaikan   terhadap peningkatan fraksi volume serat.Spesimen uji yang mengalami regangan dan patah pada titik load yaitu spesimen uji dengan fraksi volume 85% matriks : 15% serat dengan nilai kekuatan tarik sebesar 2,95 MPa, regangan sebesar 8% dan modulus young sebesar 36,875 MPa.
Sifat Mekanis Komposit Serat Acak Limbah Sabut Kelapa Bermatriks Polyester Resin Indra Surya; . Suhendar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.758 KB)

Abstract

Salah satu komoditas pertanian yang memiliki posisi strategis di Indonesia adalah tanaman kelapa (Cocos nucifera. L). Kelapa merupakan tanaman tropis yang sudah dikenal lama oleh masyrakat Indonesia. Hal ini terlihat dari peyebaran tanaman kelapa di hampir seluruh wilayah Nusantara. Limbah serat sabut kelapa sangat potensial digunakan sebagai penguat bahan baru pada material komposit.       Pada penelitian ini bahan yang dipergunakan adalah serat sabut kelapa dengan variasi fraksi volume 0%, 20%, 30%, 40%, dan arah orientasi serat acak dengan perlakuan alkali (NaOH) selama 60 menit, kemudian dibilas dengan air aquades, drying oven dengan suhu 100oC selama 8 jam sebagai alat pengering serat, menggunakan resin polyester YUKALAC 157 BQTN sebagai matriksnya dan katalis metyl etyl keton peroksida (MEKPO) sebagai bahan penggeras. Proses pembuatan komposit dilakukan dengan metode hand lay-up, serta proses pemvakuman spesimen komposit selama 5 menit dan pengujian bending yang dilakukan dengan acuan standar ASTM D 790-10.       Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan bending yang optimal dari komposit serat sabut kelapa dengan variasi fraksi volume 0%, 20%, 30%, 40% (Serat), dan 100%, 80%, 70%, 60% (Resin) serta mengetahui hasil patahan pada spesimen yang memiliki harga optimal dari pengujian bending.       Dari hasil pengujian komposit serat sabut kelapa polyester didapat Kekuatan Bending terbaik pada fraksi volume 30% serat dan 70% resin dengan harga 29,00 N/mm² dan Modulus Elastisitas Bending terbaik pada fraksi volume 0% serat dan 100% resin dengan harga 2166,40 N/mm². Pengamatan hasil patahan didapatkan jenis patahan tunggal dan patahan banyak (splitting in multiple area).
Analisis Kekuatan Fatik Baja Karbon Rendah SC10 Dengan Tipe Rotary Bending Bambang Pratowo; Novran Apriansyah
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.553 KB)

Abstract

Fatigue atau kelelahan adalah kerusakan material yang diakibatkan oleh adanya tegangan yang berfluktuasi yang besarnya lebih kecil dari tegangan tarik maksimum (ultimate tensile strength). Akibat beban yang berulang-ulang (tegangan atau regangan) dalam jangka waktu lama dapat merubahan struktur material sehingga terjadi retak (crack) ataupun patah. Patah lelah diawali dengan tumbuhnya inti retak akibat pergerakan dislokasi siklik, dilanjutkan dengan perkembangan menjadi microcrack yang kemudian tumbuh menjadi macrocrack dan selanjuinya berkembang (propagasi) hingga terjadi patah lelah.       Uji lelah dilakukan terhadap baja karbon rendah SC10 tanpa mendapatkan perlakuan panas. Pengujian dilakukan sebanyak empat kali dengan variasi pembebanan 40 %,50 %, 60 %, 70 % dari ultimate tensile stress material. Spesimen yang digunakan adalah berdasarkan standar ASTM E466. Pembuatan spesimen dilakukan dengan menggunakan mesin bubut. Uji lelah dilakukan dengan menggunakan mesin uji fatik tipe rotary bending.       Dari pengujian yang dilakukan diperoleh siklus patah pada masing-masing variasi pembebanan semangkin besar beban yang diberikan semangkin kecil siklus yang terjadi dan sebaliknya. Pembebanan 40% dari ultimate tensile stress diperoleh 112.252 siklus sedangkan pada pengujian 70% dari ultimate tensile stress diperoleh 35.196 siklus. Siklus patah disajikan dalam bentuk kurva S-N.
RANCANG BANGUN ALAT PEMISAH AIR DAN GARAM DARI AIR LAUT DENGAN MEMANFAATKAN ENERGI PANEL SURYA Catur Wahyudi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2017): april
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.603 KB)

Abstract

Garam dan air tawar sangatlah penting untuk kebutuhan hidup manusia, garam sendiri mempunyai banyak manfaat seperti untuk mengawetkan makanan, pengikat rasa masakan dan untuk pelengkap nutrisi kandungan dalam tubuh manusia, sedangkan air tawar selain untuk dikosumsi juga di gunakan untuk keperluan hidup lainnya. Indonesia adalah negara maritim yang mempunyai banyak pulau dan lautan yang luas, sumber daya alam yang melimpah seperti sumber daya lautnya. Rancang bangun alat pemisah air dan garam dari air laut dengan memanfaatkan energi panel surya mempunyai rumusan masalah bagaimana merancang, mendesain dan menguji alat pemisah air dan garam dari air laut dengan memanfaatkan energi panel surya. Tujuan rancang bangun alat ini adalah untuk memanfaatkan sumber daya laut yaitu air laut yang dapat diolah menjadi garam dan air tawar sehinngga dapat membantu masyarakat yang ingin mendapatkan garam dan air tawar. Rancang bangun alat ini meggunakan energi panel surya sebagai pembangkit listrik agar dapat menjalan kan sistem distilasi. Pengujian alat menggunakan sample air laut dengan volume 400 ml di dapatkan hasil garam 21.2 gram dan air tawar 300 ml dengan waktu 72 menit dari suhu 30 °C.
Analisis Sistem Alat Uji Gaya Gesek Oli . Najamudin; Indra Surya; Dian Sutiantoro
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2010): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1448.767 KB)

Abstract

-
PERANCANGAN MESIN PEMOTONG SINGKONG UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PEMBUATAN KERIPIK Desi Natalia
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.352 KB)

Abstract

Singkong adalah sejenis buah dari tanaman umbi-umbian yang tumbuh di dalam tanah. Singkong memiliki tekstur daging yang keras. Singkong juga dijadikan bahan pendamping di beberapa masakan seperti gorengan, sayur bayam kampong, berbagai jajanan pasar, kripik dan aneka masakan lainnya. Keripik adalah makanan ringan yang digemari masyarakat.  Keripik merupakan tergolong jenis makanan craker yaitu makanan yang bersifat kering dan renyah dengan kandungan lemak yang tinggi. Mesin pemotong singkong merupakan alat bantu untuk memotong singkong menjadi lembaran-lembaran tipis dengan ketebalan ± 1 s.d 2 mm. Bukan hanya itu saja, mesin juga dapat menghasilkan hasil potongan dengan ketebalan yang sama,dan waktu pemotongan menjadi cepat. Perancangan adalah kegiatan awal dari suatu rangkaian dalam proses pembuatan produk. Tahap perancanagna tersebut dibuat keputusan-keputusan penting yang mempengaruhi kegiatan-kegiatan lain menyusul. Sehingga, sebelum sebuah produk dibuat terlebih dahulu dilakukan proses perancangan yang nantinya menghasilkan sebuah gambar sketsa atau gambar sederhana dari produk yang akandibuat.
KOROSI PADA PEREDAM SUARA (MUFFLER) TOYOTA KIJANG GRAND 94 Witoni WITONI
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.676 KB)

Abstract

Dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang kini berkembang pesat, khususnya dalam bidang otomotif, banyak ahli melakukan penelitian ataupun modifikasi untuk mencapai hasil yang lebih sempurna. Yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah tentang saluran gas buang khususnya tipe konvensional, yaitu pada bagian Peredam Suara (Muffler) yang sering mengalami kerusakan berupa terjadinya korosi.Hasil penelitian yang didapat dari analisa dan percobaan yang dilakukan maka didapatkan bahwa penyebab utama korosi pada logam disamping air, juga disebabkan oleh udara yang berada di sekitar logam, yang berinteraksi secara langsung dengan logam tersebut. Korosi yang terjadi pada Muffler (peredam suara) yaitu berupa keropos atau retakan- retakan pada dinding muffler yang disebabkan aliran sisa gas pembakaran yang mengendap pada bagian dasar Muffler, perubahan temperatur pada saluran buang yang menyebabkan kelembaban relatif pada dinding Muffler, serta sifat bahan yang digunakan untuk membuat Muffler. Jenis korosi yang selama ini terjadi pada saluran pembuangan khususnya pada bagian Muffler ialah berupa korosi celah.Saran yang diberikan untuk dapat menghambat laju korosi bahan adalah, dengan galvanasi, dengan pengecatan, penambahan unsur-unsur paduan pada baja karbon rendah, pergantian bahan dengan menggunakan Stainless Stell atau baja tahan karat, serta dengan memodifikasi saluran peredam suara (Muffler) agar pengendapan air dalam Muffler berkurang.