cover
Contact Name
Aditya Mahatidanar Hidayat
Contact Email
adityamahatidanar@gmail.com
Phone
+6281379843467
Journal Mail Official
tekniksipil@ubl.ac.id
Editorial Address
Jl. Z.A. Pagar Alam No 26, Labuhan Ratu, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20872860     EISSN : 27456110     DOI : http://dx.doi.org/10.36448/jts.v14i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil ini memberikan para peneliti dan praktisi di bidang teknik struktural dan sipil dengan forum unik untuk menyebarkan ide dan teknik baru dengan dampak potensial yang signifikan. Jurnal Teknik Sipil mengundang pengajuan makalah asli, empiris, dan teoretis serta studi kasus dan resensi buku yang mencakup berbagai bidang Teknik Sipil yang terdaftar (namun tidak terbatas pada) sebagai berikut: 1. Konstruksi dan Bahan Bangunan 2. Rekayasa Struktur dan Gempa 3. Mekanika Batuan dan Rekayasa Geoteknik 4. Teknik Lingkungan 5. Ilmu dan Teknik Air 6. Rekayasa Transportasi 7. Teknik Kelautan dan Kelautan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2021): April" : 5 Documents clear
IDENTIFIKASI MORFOMETRI DAERAH ALIRAN SUNGAI DENGAN ANALISIS DIGITAL ELEVATION MODEL SRTM (DEM SRTM) MENGGUNAKAN SOFTWARE ARCGIS 10.3 ( Studi Kasus: DAS Way Sekampung ) Ilyas Sadad; Ahmad Ridlo
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v12i1.2097

Abstract

Pada era teknologi yang berkembang pesat sekarang ini, metode yang digunakan untuk menganalisis daerah aliran sungai (DAS) semakin berkembang pesat sesuai perkembangan teknologi. Salah satu bukti perkembangan metode yang digunakan untuk menganalisis DAS yakni dengan memanfaatkan SIG ( Sistem Informasi Geografi ) sehingga analisis dari pengolahan data spasial dapat dilakukan lebih mudah, efisien, dan ekonomis. Salah satunya yakni analisis morfometri DAS di mana menurut (Supangat, 2012) morfometri DAS sendiri merupakan karakteristik dasar alami suatu DAS. Analisis morfometri DAS yang memanfaatkan sistem informasi geografis dan data dasar atau model berupa DEM pada dasarnya bertujuan untuk mengidentifkasi parameter kuantitatif DAS yang dianalisis seperti yang telah disebutkan seperti, luas, keliling, dan batas DAS. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi morfometri daerah aliran sungai ( DAS ) Way Sekampung, menggunakan data DEM SRTM (Digital Elevation Model Shuttle Radar Thopography Mission) yang mana data tersebut kemudian di analisis menggunakan software ArcGIS 10.3. Hasil dari analisis kemudian direkap sebagai hasil untuk menjawab permasalahan pada penelitian ini. Dari hasil dari analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil parameter morfometri DAS Way Sekampung yaitu luas sebesar 4795.73 km2 dengan keliling sepanjang 621.91 km . Untuk parameter morfometri sungai diperoleh panjang sungai utama Way Sekampung sebesar 189.99 km dengan koordinat di hulu sungai adalah x = 475251.030 m dan y = 9419393.882 m serta koordinat di hilirnya adalah x = 590844.999 m dan y = 9379076.134 m. Data morfometri DAS Way sekampung hasil analisis tersebut kemudian dibandingkan dengan data dari BPDASHL Way Seputih Sekampung. Dan untuk data mormofetri sungai dibandingkan dengan data dari BIG ( Badan Informasi Gospasial ). Hasilnya menunjukan bahwa data DEM SRTM memiliki akurasi sebesar 93.69 % dalam mengidentifikasi morfometri DAS.
PENGGUNAAN LINK SLAB UNTUK PERBAIKAN JEMBATAN KOMPOSIT Hermansyah .
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v12i1.2100

Abstract

Sebagian besar jembatan di Indonesia yang menggunakan sistem perletakan sederhana, struktur antara lantai kendaraan atau plat slab lantai jalan yang satu dengan yang lainnya selalu terpisah dengan siar. Siar tersebut biasanya ditutup dengan menggunakan konstruksi yang dinamakan expantion joint biasanya berbahan besi atau baja. Permasalahan yang muncul dengan adanya siar tersebut sering terjadinya ketidaknyamanan bagi pengguna jalan karena terasa adanya ketidak mulusan saat melintasi sebuah jembatan saat berkendaraan. Untuk memperbaiki masalah diatas dapat digunakan link slab karena dapat menutupi celah pada slab jalan jembatan. Dalam penelitian ini dijelaskan bagaimana merencanakan sebuah konstruksi link slab yang didahului dengan pemeriksaan terhadap adanya tumpuan tambahan didasarkan atas bentang jembatan dan gelagar baja yang akan digunakan. Penelitian ini memisalkan menggunakan profil baja WF.400.300.10.16, tebal slab 20 cm, tulangan slab Ø20-200, berat air hujan 1000 kg/m3 , beban garis 15 ton. Menurut analisa baja tersebut hanya dapat digunakan untuk bentang jembatan 3 s/d 5 meter, lebih dari panjang bentang tersebut memerlukan tumpuan tambahan untuk menumpuh di tengah bentang. Panjang link slab yang dihasilkan antara 60 s/d 75 cm, dengan rasio L/Ldz antara 16 s/d 20%, deformasi rotasi yang dihasilkan 0,00034 s/d 0,00061 radians, dan tegangan yang dihasilkan 430,05 s/d 576,63 kg/cm2 . Deformasi yang dihasilkan telah memenuhi ambang batas yang disyaratkan yaitu sebesar 0,00375 radians. Semakin kecil rasio L/Ldz semakin besar tegangan yang dihasilkan, dan sebaliknya semakin besar L/Ldz semakin kecil tegangan yang dihasilkan.
ANALISA BIAYA PEMBUATAN PAVING BLOCK MUTU K-200 DENGAN POTONGAN KAWAT BENDRAT SEBAGAI BAHAN TAMBAH Agus Juara; Alvo Budi Setiawan
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v12i1.2093

Abstract

Perkembangan pengetahuan dan tenologi untuk beton juga terus berkembang, produk ini memiliki beberapa struktur dari paving block pembuatannya melputi hasil campur dari agregat kasar (kerikil), agregat halus (pasir), semen, air, dan juga bahan tambah sesuai keinginan. Penambahan paving block berupa potongan kawat bendrat dimana salah satu permasalahannya terjadinya pecah atau retak yang disebabkan oleh tegangan tarik dan desak akibat beban yang melebihi kemampuannya.Penambahan ini diharapkan mampu berpengaruh dalam sifat mekanik campurannya. Dengan prinsip untuk mengikat antar agregat pada paving block tersebut sehingga membentuk ikatan yang lebih baik dari komponen penyusun paving block pada umumnya. Pada penelitian yang akan dilakukan ini bahan paving block yang digunakan adalah agregat kasar ukuran 5 mm yang yang seragam, agregat halus, semen, prosentase kawat bendrat 5 gr, 10 gr dan 15 gr dan prosentase air yang dapat digunakan untuk mencapat mutu beton K-200. Analisis biaya merupakan perkiraan pada saat kita pembuatan sebuah atau beberapa paving block dengan harga yang relatif rendah dengan kualitas baik. Dari hasil pengujian kuat tekan paving beton, trial and error (normal) di dapatkan kuat tekan paving sebesar 17.64 MPa (K-212), maka memenuhi kuat tekan rencana, akan tetapi secara waktu untuk produkasi paving block membutuhkan waktu yang lebih panjang, sehingga tidak menguntungkan. Dicoba dari jobmix di atas, proporsi kebutuhan air di gunakan 30% dari jobmix. Dari trial and error ke dua dengan proporsi air 30% dari jobmix di dapatkan nilai kuat tekan sebesar 16,64 MPa (K-200). Dengan hasil ini jobmix yang digunakan memenuhi syarat dan waktu yang dibutuhkan lebih pendek sehingga dapat digunakan untuk produksi paving. Dari hasil uji tekan paving block yang dilakukan menunjukkan nilai prosentasi penambahan potongan kawat bendrat semakin besar semakin tinggim nilai kuat tekannya, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penggunaan potongan kawat bendrat dengan prosentasi yang lebih tinggi dari 15%. Agar diperoleh benda uji yang baik perlu diperhatikan pada saat pengadukan dan pemadatan, karena apabila dalam pemadatan tidak baik, benda uji akan keropos sehingga mempengaruhi hasil uji kuat tekan.
ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL (ANTARA Jl. IMAM BONJOL – Jl. SULTAN BADARUDIN– Jl. MANGKUBUMI) KOTA BANDAR LAMPUNG A Ikhsan Karim
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v12i1.2094

Abstract

Persimpangan adalah bagian dari ruas jalan dimana arus dari berbagai arah atau jurusan bertemu. Itulah sebabnya di persimpangan terjadi konflik antara arus dari jurusan yang berlawanan dan saling memotong, sehingga mengakibatkan terjadinya kemacetan di sepanjang lengan simpang. Begitu juga yang terjadi di Simpang Empat Tak Bersinyal (Jl.Imam Bonjol – Jl.Mangkubumi – Jl.Sultan Badarudin), Kecamatan Langkapura Baru, Bandar Lampung. Kemacetan disebabkan oleh tingginya volume kendaraan baik transportasi roda dua maupun roda empat yang memadati seluruh bagian bagian jalan tersebut terutama pada jam sibuk. Masalah ini muncul karena adanya ketidakseimbangan antara peningkatan kepemilikan kendaraan dan pertumbuhan prasarana jalan serta kurang nya kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan yang ada. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja simpang empat lengan tak bersinyal tersebut berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan menganalisa persimpangan untuk meningkatkan kinerja simpang empat lengan tak bersinyal tersebut. Data volume lalu lintas diperoleh dengan cara survey dan mencatat secara manualjumlah kendaraan yang melewati lokasi penelitian,penelitian dilakukan selama 2 hari yaitu hari kerja pada hari senin, 7 Desember 2020 dan pada akhir pekan pada hari Sabtu, 12 Desember 2020. Di waktu pagi pukul 06.00 – 08.00 dan sore pukul 16.00 – 18.00. Selanjutnya dilakukan analisi kinerja lalu lintas simpang. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan menunjukan kinerja simpang untuk kondisi simpang tak bersinyal Bersinyal (Jl.Imam Bonjol – Jl.Mangkubumi – Jl.Sultan Badarudin) didapat jumlah arus total paling besar yaitu pada hari Senin, 7 Desember 2020 pada sore hari sebanyak 16829.2 smp/jam , kapasitas (C) = 3822,19 smp/jam dan derajat kejenuhan (DS) = 1,1.Melebihi batas kejenuhan yang disarankan oleh Manual Kapasitas Jalan Indonesia yaitu > 0,75 dan 0,803 sudah menunjukan tanda kepadatan kapasitas Jalan Imam Bonjol. Makanya perlu adanya kajian ulang untuk kinerja simpang tersebut untuk memperbaiki kondisi simpang saat ini.
STUDI PERMASALAHAN DRAINASE DAN SOLUSI AIR GENANGAN (BANJIR) DI DAERAH DR. MANSYUR MEDAN Dea Amelia Syafira; Rizky Franchitika
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v12i1.2096

Abstract

Kawasan Jalan Dr. Mansyur yang merupakan salah satu lokasi tempat tinggal, tempat usaha atau bekerja maupun tempat menuntut ilmu masih menemui berbagai permasalahan yang harus segera dibenahi. Masalah yang selalu dialami adalah ketika curah hujan tinggi di kawasan tersebut terjadi genangan air di badan maupun di bahu jalan serta kurang berfungsinya saluran drainase yang akhirnya menyebabkan tidak mengalirnya aliran drainase pembuangan limbah yang mengakibatkan kegiatan dan aktifitas penduduk maupun pengguna jalan terganggu. Studi ini dilakukan dengan mengacu pada data sekunder. Data curah hujan diambil dari Balai Wilayah Sungai Sumatera I. Analisis data untuk mendapatkan intensitas curah hujan yaitu dengan menggunakan Rumus Mononobe dan debit banjir dengan menggunakan Rumus Metode Rasional. Nilai curah hujan digunakan untuk perhitungan intensitas curah hujan adalah nilai rata-rata curah hujan harian maksimum tahun 2007-2016 Pos Helvetia Kota Medan. Perhitungan debit eksisting pada aliran hulu Sungai Putih tepatnya di Jl. Dr. Mansyur (Simpang Jl. Pembangunan) adalah 14,84 m3/det dimana lebih kecil dari debit banjir rencana dengan kala ulang 2 tahun yaitu 14,95 m3/det; 5 tahun yaitu 16,79 m3/det; 10 tahun yaitu 17,83 m3/det; 25 tahun yaitu 19,02 m3/det; 50 tahun yaitu 19,83 m3/det. Direncanakan lubang resapan biopori sebanyak 125 lubang dengan diameter 10 cm dan kedalaman 200 cm. Satu lubang biopori mampu mengalirkan air kedalam tanah sebanyak 40 l/det atau 0,04 m3/det. Debit total yang mampu ditampung yaitu 5000 l/det atau 5 m3/det. Ini dapat menjadi solusi untuk menangani banjir di wilayah tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5