cover
Contact Name
Aditya Mahatidanar Hidayat
Contact Email
adityamahatidanar@gmail.com
Phone
+6281379843467
Journal Mail Official
tekniksipil@ubl.ac.id
Editorial Address
Jl. Z.A. Pagar Alam No 26, Labuhan Ratu, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20872860     EISSN : 27456110     DOI : http://dx.doi.org/10.36448/jts.v14i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil ini memberikan para peneliti dan praktisi di bidang teknik struktural dan sipil dengan forum unik untuk menyebarkan ide dan teknik baru dengan dampak potensial yang signifikan. Jurnal Teknik Sipil mengundang pengajuan makalah asli, empiris, dan teoretis serta studi kasus dan resensi buku yang mencakup berbagai bidang Teknik Sipil yang terdaftar (namun tidak terbatas pada) sebagai berikut: 1. Konstruksi dan Bahan Bangunan 2. Rekayasa Struktur dan Gempa 3. Mekanika Batuan dan Rekayasa Geoteknik 4. Teknik Lingkungan 5. Ilmu dan Teknik Air 6. Rekayasa Transportasi 7. Teknik Kelautan dan Kelautan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2023): April" : 6 Documents clear
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR TERHADAP STABILITAS TANAH GAMBUT DENGAN PENGUJIAN KONSOLIDASI Muhammad Alman Falathi; Tika Ermita Wulandari
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v14i1.3065

Abstract

Tanah gambut merupakan tanah oraganik yang terbentuk dari pelapukan tumbuh- tumbuhan dengan usia sekitar 18.000 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik tanah gambut, menentukan klasifikasi tanah gambut danmenentukan koefisiean konsolidasi dan indeks pemampatan tanah gambut. Penelitian ini dilakukan melalui pengujian konsolidasi dengan memberikan beban secara langsung serta memberikan beban secara bertahap.Sampel tanah gambut diambil di desa Pekan Labuhan, kec. Medan labuhan, kota Medan Sumatera Utara. Terletak dekat rel kereta api, di samping PT. Pertamina, dekat pelabuhan Belawan dan tidak jauh dari stasiun PT.KAI lama belawan.Tanah gambut didesa pekan labuhan memiliki kadar air (w) yaitu 125%,Berat Spesifik (GS) 1.695, .Adapunberbandingan angka Pori (e) di setiap kadar kapur antar lain yaitu, kadar kapur 0 % =12.53, kadar kapur 2% = 7.04, kadar kapur 5%= 6.25, kadar kapur 8 % = 5.88, kadar kapur 10% = 5,52 .Adapun Koefisien konsolidasi (CV) yaitu sampel kadar kapur 0% =1,830, kadar kapur 2% =1.296, kadar kapur 5% =1.049, kadar kapur8% = 0,698, kadar kapur 10% = 0.395. kecepatan penurunan terjadi akibat besar nyapembebanan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar kapur sangat perpengaruhterhadap Stabilitas Tanah gambut Kata Kunci : Stabilitas, Tanah Gambut, Konsolidas
ANALISIS PERBANDINGAN TEBAL PERKERASAN KAKU DAN PERKERASAN LENTUR METODE MDPJ 2017 Gilang Prasojo; Alfa Narendra
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v14i1.3060

Abstract

Proyek Paket I.4 Pembangunan Jalan Kawasan Industri Terpadu Batang merupakan salah satu akses penghubung dari Tol Trans Jawa, Jalan Nasional Pesisir Utara, dan Kabupaten Batang. Jenis perkerasan yang digunakan adalah perkerasan kaku dengan tipe perkerasan beton bersambung tanpa tulangan dengan panjang per segmen 5 m, lebar pelat 4 m, dan lebar median 2 m. Dengan konfigurasi lajur 4/2 D pada struktur jalan utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan perkerasan kaku dan perkerasan lentur metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 dan membandingkan kedua jenis perkerasannya untuk kemudian dipilih jenis pekerasan yang lebih ekonomis. Hasil tebal perencanaan kaku yang didapat yaitu 300 mm untuk tebal pelat beton, 100 mm untuk lean concrete, 150 mm untuk lapis drainase, dan sambungan dowel Ø38-30, L = 45 cm dan Tie bars Ø16-60, L = 70 cm. Sementara hasil tebal perencanaan lentur yang didapat yaitu 40 mm untuk AC-WC, 60 mm untuk AC-BC, 125 mm untuk AC Base, 150 mm untuk Cement Treated Base, dan 150 mm untuk lapis drainase. Hasil anggaran biaya yang dibutuhkan untuk perencanaan perkerasan kaku yaitu sebesar Rp 31.658.413.000,00 sementara untuk perkerasan lentur yaitu sebesar Rp 23.164.262.000,00. Dari kedua hasil perencanaan tersebut, perkerasan kaku lebih cocok dikarenakan untuk distribusi beban lalu lintas berat akses kawasan industri.
DOMINASI HALANGAN SAMPING TERHADAP ARUS BERJALAN DI SIMPANG ATAS FLYOVER KEMILING (STUDI KASUS: FLYOVER KEMILING DAN JALAN PRAMUKA KOTA BANDAR LAMPUNG) Doni Firdaus; A. IKHSAN KARIM
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v14i1.3061

Abstract

Kota Bandar Lampung berkembang dengan pesat. Salah satunya pada simpang Flyover Kemiling dan Jalan Pramuka yang merupakan salah satu kawasan komersil di kota Bandar Lampung. Kawasan ini terdapat pusat permukiman dan pendidikan seperti: SD 5 Sumber Rejo, Perumahan Monic Kluster Kemiling, dan lain-lain. Pada simpang ruas jalan ini adalah salah satu simpang terpadat di Kota Bandar Lampung, jalan ini berada di kecamatan Kemiling yang menghubungkan Jalan Imam Bonjol, Jalan Teuku Cik Ditro dan Jalan Pramuka. Mandek ini juga terjadi dikarenakan adanya alat angkutan berhenti di sekitar pulau jalan depan flyover kemiling akibat adanya tundaan antrian yang disebabkan jalan dari arah terminal tidak satu arah lagi sehingga banyak terjadi tundaan antrian dari arah terminal menuju bawah dan atas flyover kemiling dan sebaliknya. Lokasi penelitian yaitu terletak di Jalan atas Flyover Kemiling Kota Bandar Lampung dan Jalan Pramuka Kota Bandar Lampung. Analisis data dilakukan setelah semua data rakitan survei terkumpul. Dalam pengolahan data untuk mengetahui nilai arus berjalan dan halangan samping dianalisis dengan menggunakan PKJI 2014 dan pengolahan data untuk mengetahui dominasi halangan samping terhadap arus berjalan dianalisis dengan bantuan program SPSS. Arus berjalan tertinggi sebesar 910 skr/jam pada pukul 14.00-15.00 WIB pada datum Senin tanggal 30 Mei 2022 di ruas Jalan Flyover Teuku Cik Ditiro Arah ke Tanjung Karang Kota Bandar Lampung, sedangkan halangan samping tertinggi di Jalan Flyover Teuku Cik Ditiro Kota Bandar Lampung sebesar 472.2 kejadian/jam pada jam 17.00-18.00WIB pada datum Senin tanggal 30 Mei 2022 dengan kelas halangan samping sedang (S). Arus berjalan tertinggi sebesar 965.4 skr/jam pada pukul 16.00-17.00 WIB pada datum Minggu tanggal 29 Mei 2022 di ruas Jalan Pramuka Arah ke Tanjung Karang Kota Bandar Lampung, sedangkan halangan samping tertinggi di Jalan Pramuka sebesar 557.2 kejadian/jam pada jam 17.00-18.00WIB pada datum Senin tanggal 30 Mei 2022 dengan kelas halangan samping tinggi (T). Dari rakitan regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS diperoleh regresi linier berganda yang positif, yaitu: sebesar 66.7% di Jalan Pramuka Kota Bandar Lampung.
ANALISIS PEMANFAATAN LIMBAH DAUN NANAS DENGAN PENGUJIAN KUAT TARIK BELAH BETON Muhammad Khadafi; Hermansyah Hermansyah; Denny Meisandy Hutahuruk
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v14i1.3063

Abstract

Beton merupakan bahan yang banyak digunakan dan menjadi unsur utama pada bangunan. Waktu normal yang diperlukan beton untuk mencapai 100% kekuatan maksimumnya adalah 28 hari, sedangkan pembebanan dimulai pada umur beton minimal 7 hari dan 14 Hari. Dengan demikian pada penelitian ini di pilih serat dari daun nanas sebagai bahan tambah dalam campuran beton. Tujuannya adalah untuk megetahui pengaruh kekuatan tarik dari pemakaian serat daun nanas terhadap campuran beton. Variasi penambahan serat daun nanas pada campuran beton adalah kuat tekan 0% beton normal dan kuat tarik 0% (beton normal), 0,6%, 0,9% dan 1,2% dari berat Total keseluruhan Campuran beton dengan ukuran 1,5 cm. Hasil percobaan dalam 14 hari menunjukkan bahwa variasi 0% mendapatkan nilai tekan 12,4575 Mpa, nilai tersebut sudah mendekati standarisasi SNI 14 hari yang di konversikan senilai 12,496 Mpa sedangkan 28 hari maksimalnya adalah 14,1225 Mpa dan sudah mendekati Standart SNI yaitu 14,2 Mpa. Hasil percobaan untuk kuat tarik belah dalam 14 hari menunjukkan bahwa variasi 0% mendapatkan nilai kuat tarik belah yang di konversikan rata-rata senilai 1.535 Mpa, , 0.6% sebesar 1,65 Mpa, 0,9% Sebesar 1,75 Mpa dan 1,2% sebesar 1,985 Mpa. Kenaikan kuat uji tarik belah dari normal ke kuat tarik belah maximum adalah 29,32 % . Sedangkan Hasil percobaan untuk kuat tarik belah dalam 28 hari menunjukkan bahwa variasi 0% mendapatkan nilai kuat tarik belah yang di konversikan rata-rata senilai 2,44 Mpa, , 0.6% sebesar 2,665 Mpa, 0,9% Sebesar 2,7 Mpa dan 1,2% sebesar 3,01 Mpa. Kenaikan kuat uji tarik belah dari normal ke kuat tarik belah maximum adalah 23,36 %. Berdasarkan hasil pengujian yang tertera dia atas baik pada umur 14 hari maupun 28 hari disini menunjukan bahwa semakin besar penambahan serat serat daun nenas maka semakin meningkat kuat tarik belah yang di hasilkan
Analisiss Ability To Pay dan Willingness To Pay Kapal Penyebrangan Eksekutif Rute Bakauheni-Merak Yulfriwini Yulfriwini; Faris Dinda Fasha
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v14i1.3064

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui seberapa besar keinginan masyarakat untuk menggunakan Kapal Eksekutif saat ini (ATP) 2. Untuk mengetahui seberapa besar kemampuan masyarakat untuk membayar biaya Kapal Eksekutif saat ini (WTP) 3. Untuk menentukan besarnya nilai tarif ideal Kapal Eksekutif rute Pelabuhan Bakauheni – Pelabuhan Merak. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dengan jumlah responden 50 penumpang kapal eksekutif rute Bakauheni-Merak, maka dihitung nilai kemampuan dan kemauan penumpang untuk membayar tarif kapal eksekutif rute Bakauheni-Merak. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Nilai Ability To Pay (ATP) pada penelitian ini mempunyai nilai minimum ATP yaitu sebesar Rp 1.200,- dan nilai maksimum sebesar Rp 600.0000,00. Dengan nilai rata-rata ATP sebesar Rp.59.177.31,-. 2. Hasil dari penelitian ini mendapatkan nilai Willingness To Pay (WTP) dengan nilai minimum sebesar Rp 15.000,- dan memiliki nilai maksimum yaitu sebesar Rp290.000 dengan nilai WTP rata-rata sebesar Rp 52.7602,-. 3. Pada penelitian ini nilai tarif ideal kapal eksekutif Bakauheni-Merak jika dilihat dari hasil WTP dan hasil ATP maka tarif yang ideal ada pada Tarif Rp 50.000,- dikarenakan WTP responden dan ATP responden terbesar pada range tersebut.
ANALISIS PEMANFAATAN LIMBAH DAUN NANAS DENGAN PENGUJIAN KUAT TARIK BELAH BETON Muhammad Khadafi; Hermansyah .; Denny Meisandy Hutauruk
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v14i1.3076

Abstract

Beton merupakan bahan yang banyak digunakan dan menjadi unsur utama pada bangunan. Waktu normal yang diperlukan beton untuk mencapai 100% kekuatan maksimumnya adalah 28 hari, sedangkan pembebanan dimulai pada umur beton minimal 7 hari dan 14 Hari. Dengan demikian pada penelitian ini di pilih serat dari daun nanas sebagai bahan tambah dalam campuran beton. Tujuannya adalah untuk megetahui pengaruh kekuatan tarik dari pemakaian serat daun nanas terhadap campuran beton. Variasi penambahan serat daun nanas pada campuran beton adalah kuat tekan 0% beton normal dan kuat tarik 0% (beton normal), 0,6%, 0,9% dan 1,2% dari berat Total keseluruhan Campuran beton dengan ukuran 1,5 cm. Hasil percobaan dalam 14 hari menunjukkan bahwa variasi 0% mendapatkan nilai tekan 12,4575 Mpa, nilai tersebut sudah mendekati standarisasi SNI 14 hari yang di konversikan senilai 12,496 Mpa sedangkan 28 hari maksimalnya adalah 14,1225 Mpa dan sudah mendekati Standart SNI yaitu 14,2 Mpa. Hasil percobaan untuk kuat tarik belah dalam 14 hari menunjukkan bahwa variasi 0% mendapatkan nilai kuat tarik belah yang di konversikan rata-rata senilai 1.535 Mpa, , 0.6% sebesar 1,65 Mpa, 0,9% Sebesar 1,75 Mpa dan 1,2% sebesar 1,985 Mpa. Kenaikan kuat uji tarik belah dari normal ke kuat tarik belah maximum adalah 29,32 % . Sedangkan Hasil percobaan untuk kuat tarik belah dalam 28 hari menunjukkan bahwa variasi 0% mendapatkan nilai kuat tarik belah yang di konversikan rata-rata senilai 2,44 Mpa, , 0.6% sebesar 2,665 Mpa, 0,9% Sebesar 2,7 Mpa dan 1,2% sebesar 3,01 Mpa. Kenaikan kuat uji tarik belah dari normal ke kuat tarik belah maximum adalah 23,36 %. Berdasarkan hasil pengujian yang tertera dia atas baik pada umur 14 hari maupun 28 hari disini menunjukan bahwa semakin besar penambahan serat serat daun nenas maka semakin meningkat kuat tarik belah yang di hasilkan

Page 1 of 1 | Total Record : 6