cover
Contact Name
Aditya Mahatidanar Hidayat
Contact Email
adityamahatidanar@gmail.com
Phone
+6281379843467
Journal Mail Official
tekniksipil@ubl.ac.id
Editorial Address
Jl. Z.A. Pagar Alam No 26, Labuhan Ratu, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20872860     EISSN : 27456110     DOI : http://dx.doi.org/10.36448/jts.v14i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil ini memberikan para peneliti dan praktisi di bidang teknik struktural dan sipil dengan forum unik untuk menyebarkan ide dan teknik baru dengan dampak potensial yang signifikan. Jurnal Teknik Sipil mengundang pengajuan makalah asli, empiris, dan teoretis serta studi kasus dan resensi buku yang mencakup berbagai bidang Teknik Sipil yang terdaftar (namun tidak terbatas pada) sebagai berikut: 1. Konstruksi dan Bahan Bangunan 2. Rekayasa Struktur dan Gempa 3. Mekanika Batuan dan Rekayasa Geoteknik 4. Teknik Lingkungan 5. Ilmu dan Teknik Air 6. Rekayasa Transportasi 7. Teknik Kelautan dan Kelautan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2011): Oktober" : 7 Documents clear
Pengaruh Resolusi Sistem Zona Dan Jaringan Dalam Estimasi Matriks Asal Tujuan Angkutan Pribadi Dan Angkutan Umum Di Bandar Lampung Ikarini Widayati; Rahayu Sulistyorini
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2011): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.692 KB) | DOI: 10.36448/jts.v2i2.268

Abstract

Kebutuhan pergerakan merupakan gambaran sejumlah potensi pergerakan dari sebuah daerah/zona tertentu. Pola perjalanan di dalam suatu sistem transportasi biasanya digambarkan dalam bentuk arus (kendaraan, orang maupun barang) yang bergerak dari lokasi asal menuju titik tujuan, di dalam suatu wilayah studi dan dalam rentang periode waktu tertentu. Pola perjalanan/pergerakan ini dikenal dengan istilah Matriks AsalTujuan (MAT), dimana isi selnya merepresentasikan jumlah perjalanan dari tiap asal ke tiap tujuan dalam satuan waktu dan tiap moda transportasi. Metode untuk mendapatkan MAT dapat dikelompokkan menjadi dua bagian utama, yaitu Metode Konvensional dan Metode berdasarkan data arus lalu lintas (biasanya disebut Metode Tidak Konvensional). Metode konvensional membutuhkan survei yang sangat besar, biaya mahal, waktu proses sangat lama, membutuhkan banyak tenaga kerja serta mengganggu arus lalu lintas yang ada. Sementara itu, metode estimasi MAT berdasarkan data arus lalu lintas yang termasuk kelompok Metode Tidak Konvensional (MTK) merupakan suatu metode estimasi yang cukup efektif dan ekonomis karena data utama yang dibutuhkannya adalah data arus lalu lintas yang cukup murah, banyak tersedia dan mudah didapat. Sehingga metode estimasi MAT dengan menggunakan data arus lalu lintas menjadi sangat menguntungkan untuk dipakai. Pada penelitian ini, metode kebutuhan yang digunakan adalah model gravity (GR) dikombinasikan dengan Multinomial Logit. Sedangkan metode estimasi yang digunakan adalah estimasi kuadrat-terkecil (KT) dan teknik pemilihan rute menggunakan metode equilibrium assignment. Indikator uji statistik dengan menggunakan koefisien determinasi (R2) dengan cara membandingkan MAT model dengan MAT prior dan membandingkan volume lalu lintas model dengan volume lalu lintas survey. Kajian ini difokuskan pada 2 (dua) buah moda, yaitu kendaraan pribadi dan angkutan umum (bis). Pemodelan yang dilakukan dikomputasi dengan bantuan paket program EMME/2. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat akurasi MAT dalam pemodelan. Salah satu dari faktor tersebut adalah pengaruh tingkat resolusi sistem zona dan sistem jaringan, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan terhadap tingkat akurasi MAT dengan melakukan skenario perubahan sistem zona dan sistem jaringan pada daerah kajian. Semakin detail suatu zona dan jaringan, semakin bagus model yang dihasilkan, namun konsekuensinya, semakin dalam resolusi zona dan jaringan, memerlukan biaya dan waktu yang cukup besar.
Pemodelan Bangkitan Perjalanan (Trip Generation) Kota Pangkalpinang Menggunakan Jica Strada Ver.3 Ormuz Firdaus
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2011): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.673 KB) | DOI: 10.36448/jts.v2i2.264

Abstract

Kota Pangkalpinang yang merupakan ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat mengandalkan sektor transportasi baik transportasi darat sebagai penggerak secara intern dalam mengakses ruang gerak aktifitasnya. Sehingga diperlukan perencanaan transportasi yang berisikan data utama untuk perencanaan dan kebijaksanaan transportasi seperti data asal tujuan perjalanan dan data lalu lintas. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data, baik data primer yang terdiri dari survei asal tujuan dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Pemodelan Bangkitan Perjalanan Kota Pangkalpinang dimodelkan menggunakan software JICA-Strada Ver.3. Hasil analisa diperoleh Matrik Asal Tujuan Kota Pangkalpinang tahun 2010 terbesar terjadi di kecamatan Bukit Intan dengan tujuan bekerja menggunakan motor dengan 858 perjalanan. Prediksi kondisi transportasi Kota Pangkalpinang untuk masa 5 (lima) dan 10 (sepuluh) tahun kedepan menggunakan software JICA-Strada Ver.3, menunjukkan bahwa tahun 2015 bangkitan perjalanan terbesar terjadi di kecamatan Pangkalbalam sebesar 3231 perjalanan dan tarikan perjalanan terbesar pada kecamatan Bukit intan sebesar 5810 perjalanan, begitu juga pada tahun 2020 bangkitan perjalanan terbesar terjadi di kecamatan Pangkalbalam sebesar 5534 perjalanan dan tarikan perjalanan terbesar pada kecamatan Bukit intan sebesar 9946 perjalanan dalam satu hari. Hal ini dipengaruhi oleh aspek jenis tata guna lahan dan jumlah aktifitas pada tata guna lahan tersebut.
Analisis Penggunaan Metode Pembebanan All Or Nothing Dan Equilibrium Assignment Dalam Mengestimasi Parameter Matriks Asal Tujuan Berdasarkan Arus Lalulintas Untung Suhendro; Rahayu Sulistyorini
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2011): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.956 KB) | DOI: 10.36448/jts.v2i2.269

Abstract

Pergerakan sebagai bagian dari suatu sistem transportasi terjadi setiap hari karena hampir selalu kebutuhan hidup masyarakat tidak dapat dipenuhi di tempat tinggalnya. Kebutuhan pergerakan (demand) selalu menimbulkan permasalahan, khususnya pada saat beberapa/kelompok orang ingin bergerak dengan tujuan dan saat yang sama di dalam suatu daerah tertentu. Diperlukan sistem sediaan (supply) atau prasarana transportasi seperti jaringan jalan yang cukup sebagai sarana bagi kebutuhan pergerakan. Sehingga memperkirakan jumlah kebutuhan pergerakan merupakan bagian awal yang terpenting dalam sebuah proses perencanaan transportasi selanjutnya. Untuk mengurangi masalah-masalah tersebut, perlu dibuat perencanaan transportasi yang dapat meramalkan bahwa kebutuhan pergerakan dalam bentuk perjalanan orang, barang atau kendaraan dapat ditunjang oleh sistem prasarana transportasi yang tersedia. Konsep Matriks Asal Tujuan (MAT) oleh para perencana transportasi dianggap mampu untuk memaparkan suatu pola perjalanan. MAT adalah sebuah matriks dua dimensi yang berisi informasi tentang jumlah perjalanan antar setiap bagian daerah (zona) dalam wilayah studi. Baris pada matriks menunjukkan asal sedangkan kolom menunjukkan tempat tujuan sehingga setiap isi sel matriks tersebut mewakili jumlah aliran dari pasangan zona asal dan tujuan yang sesuai. Notasi Tid menyatakan jumlah total perjalanan dari zona asal i menuju zona tujuan d. Tujuan dari penelitian ini adalah mencoba memanfaatkan data traffic count (TC) untuk membuat MAT yang selama ini dilakukan dengan survey yang mahal dan mendapatkan metode yang sesuai di kota Bandar Lampung serta mengetahui pembebanan yang ideal sehingga didapatkan rute efektif dengan biaya yang paling efisien. Pemodelan yang dilakukan dikomputasi dengan bantuan paket program EMME/2 dengan menganalisis dua metode pembebanan yaitu all or nothing dan equilibrium.
Kajian Ketersediaan Air Das Kabal Untuk Pengairan Sawah Desa Sebagin, Kabupaten Bangka Selatan Roby Hambali
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2011): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.394 KB) | DOI: 10.36448/jts.v2i2.265

Abstract

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air Kementerian Pertanian Republik Indonesia memberikan perhatian serius dengan melakukan ekstensifikasi lahan untuk budidaya pertanian di seluruh wilayah Indonesia. Upaya untuk memperluas baku lahan pertanian masih terhambat antara lain oleh keterbatasan lahan dan ketersediaan air. Penelitian ini akan membahas tentang ketersediaan air untuk lahan sawah Desa Sebagin Kecamatan Simpangrimba, Kabupaten Bangka Selatan melalui simulasi aliran menerus (continuous flow) DAS Kabal menggunakan model Mock. Data yang digunakan berupa data klimatologi rerata bulanan hasil pengukuran di stasiun klimatologi Pangkalpinang tahun 2000-2010 dan data hujan bulanan tahun 1998-2010 dari stasiun yang sama. Hasil penelitian menunjukkan besar debit andalan DAS Kabal untuk keperluan pertanian (Q,80)Desa Sebagin berkisar antara 0,698 m3/det hingga 1,373 m3/det. Nilai terkecil terjadi pads bulan Oktober dan nilai terbesar pads bulan Maret. Rasio runoff-rainfall rata-rata DAS Kabal sebesar 0,37 dengan nilai maksimum sebesar 0,48 terjadi pads tahun 2002 dan nilai minimum sebesar 0,2 terjadi pada tahun 1998.
Studi Mengenai Metode Superposisi Ragam Efektif Untuk Struktur Dengan Redaman Non-Klasik Dennie Supriatna; Bambang Suryoatmono
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2011): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.104 KB) | DOI: 10.36448/jts.v2i2.270

Abstract

Metode percepatan ragam dan metode truncation augmentation, memperbaiki cara metode superposisi ragam standar dengan melengkapi bagian ragam yang terpotong. Kedua metode ini sudah digunakan untuk struktur teredam secara klasik. Untuk mengaplikasikan kedua metode ini pada sistem dengan redaman non-klasik, sistem ini harus didekati dengan sistem redaman klasik.Setiap metode merupakan suatu ekspansi menuju sistem teredam secara non-klasik untuk analsisis yang efisien dan akurat tanpa memodelkan struktur sebagai sistem teredam secara non-klasik. Pendekatan state space digunakan untuk ekspansi pada kedua metode.Keabsahan kedua metode diverifikasi secara analisis dan numerik. Kestabilan metode modal truncation augmentation bergantung pada beban luar. Sehingga stabiltas metode ini sangat ditentukan oleh pembebanan tersebut. Sedangkan untuk metode percepatan ragam tidak dideterminasi oleh kondisi kestabilan tersebut. Pada kondisi stabil, kedua metode menghasilkan output yang sama.
Perubahan Daya Dukung Tanah Akibat Penambahan Air Garam Terhadap Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Kapur Adolf Situmorang
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2011): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.011 KB) | DOI: 10.36448/jts.v2i2.266

Abstract

Stabilisasi perlu dilakukan pada tanah lempung ekspansif sebelum didirikan suatu bangunan atau konstruksi diatas tanah tersebut. Salah satu cara menstabilisasi tanah lempung yang banyak dilakukan adalah dengan menggunakan kapur, semen dan lain-lain, tetapi dalam penelitian ini penulis mencoba menggunakan kapur padam (CaOH2) dan garam dapur (NaCl) secara bersamaan. Metode pengujian yang dilakukan mengacu pada ASTM diantaranya meliputi pengujian sifat-sifat mekanis dan sifat sifat fisik tanah. Dalam penelitian ini kapur yang digunakan sebesar 5% dan garam sebesar 0%, 2% dan 3%, dengan waktu pemeraman 0, dan 7 hari. Hasil positip yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan penambahan garam terhadap lempung dapat menurunkan batas cair, indeks plastisitas dan berat jenis. Namun penurunan kuat tekan bebas dan CBR yang diperoleh kemungkinan karena reaksi pozzolan antara kapur dan lempung belum terjadi sampai pengamatan 7 hari, yang mengakibatkan butiran lolos saringan No 200 semakin meningkat.
Flood Analysis On The Tailing Dam At Way Linggo, Lampung Province Lilies Widojoko
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2011): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.576 KB) | DOI: 10.36448/jts.v2i2.267

Abstract

Abstract : The Soil Conservation Service (SCS) runoff Curve Number (CN) was developed as an index that represents the combination of a hydrologic soil group and a land use and treatment class.Tailling Dam Way Linggo is located in Lampung Province.Due to the absence of an automatic water level recorder in the project site , another recorder in neighbouring catchment that is Banjaragung, catchment, which is the smallest catchment area in the Way Seputih Sekampung River basin, had to be selected.Calibration of model parameters for Banjaragung catchment to validate the CN method for use at the Tailing location. Reconstitution of two Flood Hydrographs for the 1981 and 1982 events are are sufficient for conclusion that parameters are representing actual hydrological conditions for losses composed in Curve Numbers, Baseflow parameters and unit hydrograph of Soil Conservation Service (SCS) parameters (time lag depending on river length) in Tailling Dam Way Linggo, or in other words, the Curve Number can also be applied in the Tailing Dam catchment.

Page 1 of 1 | Total Record : 7