cover
Contact Name
Aditya Mahatidanar Hidayat
Contact Email
adityamahatidanar@gmail.com
Phone
+6281379843467
Journal Mail Official
tekniksipil@ubl.ac.id
Editorial Address
Jl. Z.A. Pagar Alam No 26, Labuhan Ratu, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20872860     EISSN : 27456110     DOI : http://dx.doi.org/10.36448/jts.v14i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil ini memberikan para peneliti dan praktisi di bidang teknik struktural dan sipil dengan forum unik untuk menyebarkan ide dan teknik baru dengan dampak potensial yang signifikan. Jurnal Teknik Sipil mengundang pengajuan makalah asli, empiris, dan teoretis serta studi kasus dan resensi buku yang mencakup berbagai bidang Teknik Sipil yang terdaftar (namun tidak terbatas pada) sebagai berikut: 1. Konstruksi dan Bahan Bangunan 2. Rekayasa Struktur dan Gempa 3. Mekanika Batuan dan Rekayasa Geoteknik 4. Teknik Lingkungan 5. Ilmu dan Teknik Air 6. Rekayasa Transportasi 7. Teknik Kelautan dan Kelautan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2015): April" : 5 Documents clear
Penerapan Biaya Dan Waktu Dengan Konsep Nilai Hasil (Earned Value) Pada Proyek Jalan Terbanggi Besar-Bujung Tenuk Kabupaten Tulang Bawang Dirwansyah Sesunan
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2015): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.362 KB) | DOI: 10.36448/jts.v6i1.908

Abstract

Masalah yang dihadapi dalam suatu proyek selain bidang teknis adalah faktor lingkungan dan cuaca sehingga pelaksaan suatu proyek dapat mengalami kemunduran. Pada konsep nilai hasil ini suatu proyek dapat memperkirakan berapa keterlambatannya pada akhir proyek, bila kondisi masih seperti pada saat laporan maka dapatkah proyek menyelasaikan dengan dana sisa yang ada. Sehingga didalam membuat konsep nilai hasil ( earned value concept ) suatu proyek akan memikirkan pengendalian biaya dan waktunya.Proyek adalah suatu rangkaian pekerjaan yang dilakukan pada saat tertentu dengan tujuan yang khusus.Kegiatan proyek pada umumnya berlangsung dalam jangka waktu yang pendek, sedangkan kegiatan rutin terus menerus dikerjakan dan berlangsung lama. Dengan demikian yang membedakan proyek dengan pekerjaan lain adalah sifatnya yang khusus dan tidak bersifat rutin pengadaannya, sehingga dalam sistem pelaksanaannya memerlukan perhatian cukup besar. Menggunakan "Konsep Nilai Hasil" dalam setiap Proyek terutama sekali untuk pengendalian biaya dan waktu.Mempertahankan konsistensi pelaksanaan pekerjaan sampai akhir Proyek sesuai dengan estimasi yang telah diperoleh.Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan pada bulan Desember sampai dengan Maret pelaksanaan Proyek baik biaya dan waktu mengalami keuntungan Maka penggunaan Konsep Nilai Hasil (Earned Value) dalam menganalisa kemajuan proyek sangat membantu, terutama untuk memperkirakan pada akhir Proyek rugi atau tidaknya.
Pengendalian Banjir Sungai Way Raman Dikecamatan Metro ( Lampung Tengah) Nur Hadiyanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2015): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.109 KB) | DOI: 10.36448/jts.v6i1.909

Abstract

Masalah yang dihadapi dalam suatu proyek selain bidang teknis adalah faktor lingkungan dan cuaca sehingga pelaksaan suatu proyek dapat mengalami kemunduran. Pada konsep nilai hasil ini suatu proyek dapat memperkirakan berapa keterlambatannya pada akhir proyek, bila kondisi masih seperti pada saat laporan maka dapatkah proyek menyelasaikan dengan dana sisa yang ada. Sehingga didalam membuat konsep nilai hasil ( earned value concept ) suatu proyek akan memikirkan pengendalian biaya dan waktunya.Proyek adalah suatu rangkaian pekerjaan yang dilakukan pada saat tertentu dengan tujuan yang khusus.Kegiatan proyek pada umumnya berlangsung dalam jangka waktu yang pendek, sedangkan kegiatan rutin terus menerus dikerjakan dan berlangsung lama. Dengan demikian yang membedakan proyek dengan pekerjaan lain adalah sifatnya yang khusus dan tidak bersifat rutin pengadaannya, sehingga dalam sistem pelaksanaannya memerlukan perhatian cukup besar. Menggunakan "Konsep Nilai Hasil" dalam setiap Proyek terutama sekali untuk pengendalian biaya dan waktu.Mempertahankan konsistensi pelaksanaan pekerjaan sampai akhir Proyek sesuai dengan estimasi yang telah diperoleh.Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan pada bulan Desember sampai dengan Maret pelaksanaan Proyek baik biaya dan waktu mengalami keuntungan Maka penggunaan Konsep Nilai Hasil (Earned Value) dalam menganalisa kemajuan proyek sangat membantu, terutama untuk memperkirakan pada akhir Proyek rugi atau tidaknya.
Pengaruh Penggunaan Semen Pozzolan Tipe-A Terhadap Kuat Tekan Beton Hery Riyanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2015): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.972 KB) | DOI: 10.36448/jts.v6i1.905

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan bangunan konstruksi yang banyak digunakan dalam berbagai struktur.Salah satu bahan pembentuk beton adalah semen.Semen memegang peranan penting dalam pembentukan beton yang memiliki kwalitas dan mutu yang baik.Menurut SK SNI S-04-1989-F mengenai bahan semen, semen yang boleh digunakan untuk pembuatan beton harus dari jenis semen yang ditentukan dalam standar Umum Bahan Bangunan Indonesia dan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam standar tersebut dan jika menggunakan semen pozzolan, maka semen tersebut harus memenuhi syarat mutu, kimia dan fisika.Lebih lanjut, Rancangan Standar Nasional Indonesia mengenai Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung menyebutkan bahwa semen yang dapat digunakan pada pekerjaan konstruksi harus sesuai dengan semen yang digunakan pada perancangan proporsi campuran.Pemilihan proporsi campuran harus ditentukan untuk menghasilkan kelecakan atau konsistensi yang menjadikan beton mudah dicor, ketahanan terhadap pengaruh lingkungan seperti ketahanan terhadap sulfat, perlindungan korosi. Berdasarkan dari hasil penelitian dan pengujian terhadap kuat tarik balok beton bertulang menggunakan semen pozzolan tipe A didapat kesimpulan sebagai berikut: (1) Penggunaan semen pozzolan tipe A mengakibatkan beton berwarna keputih-putihan, hal ini disebabkan kadar kapur yang dimiliki oleh semen pozzolan tipe A, (2) Penggunaan semen pozzolan tipe A, lebih banyak membutuhkan air dibandingkan dengan semen portland baturaja serta kandungan semen Portland lebih cepat dalam waktu pengikatan awal pada beton, 150 menit pada semen portland baturaja dan 180 menit pada semen pozzolan tipe A dengan penambahan air sebanyak 30%, (3)Pada komposisi 1 semen : 2 pasir : 3 agregat dalam perbandingan volume dengan dimensi diameter 7,1 cm dan tinggi 14,2 cm, pada umur 18, 21 dan 28 hari semakin besar penggunaan pozzolan maka semakin kecil kuat tekan beton tersebut.
Perencanaan Embung Tejomartani Desa Branti Raya Natar, Lampung Selatan Aprizal APRIZAL
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2015): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.369 KB) | DOI: 10.36448/jts.v6i1.906

Abstract

Pada musim penghujan sering terjadi banjir. Hal ini disebabkan meluapnya air sungai sebagai akibat kemampuan alur sungai lebih kecil dari debit yang harus dialirkan.    Kondisi hidrologis daerah pengaliran sungai mengalami perubahan (menjadi krisis).Perubahan terutama terjadi pada vegetasi yang tumbuh.Secara alami fungsi vegetasi yang tumbuh pada daerah aliran sungai adalah untuk menahan aliran limpasan permukaan yang kemudian secara perlahan meresapkan air tersebut ke dalam tanah.Perubahan vegetasi pada daerah aliran sungai ini mempengaruhi keseimbangan antara besarnya curah hujan dengan besarnya air yang meresap ke dalam tanah (menjadi lebih kecil) yang mengakibatkan aliran limpasan permukaan (surface run off) bertambah besar. Berdasarkan data-data pendukung dan analisa serta perhitungan yang dilakukan pada perencanaan Embung Tejomartani Desa Branti Raya - Natar Lampung Selatan dengan tujuan untuk mendapatkan dimensi bangunan embung yang memenuhi persyaratan teknis dan dapat digunakan untuk menunjang ketersedian air baku penduduk Desa Branti Raya pada musim kemarau, khususnya Dusun Tejomartani dan dusun lain disekitar embung, maka dapat disimpulkan tubuh embung dinyatakan aman.
Pengaruh Gradasi Dan Derajat Kejenuhan Terhadap Nilai CBR Untuk Material Granular Lilies Widojoko
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2015): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.645 KB) | DOI: 10.36448/jts.v6i1.907

Abstract

Konstruksi jalan adalah suatu struktur yang berapis yang terdiri dari lapisan tanah dasar (sub grade), lapis pondasi bawah (sub base course), lapis pondasi atas (base course) dan lapis permukaan (surface course). Masing-masing lapisan harus saling mendukung dan mengunci karena kelemahan salah satu strukturnya maka dapat mengakibatkan kerusakan struktur jalan secara total. Salah satu faktor yang mempengaruhi dan menentukan mutu jalan secara keseluruhan adalah lapisan pondasi bawah (sub base). Penelitian ini hanya sebatas gradasi agregat, kadar air dan pada satu gradasi agregat terdapat tiga jenis sampel kadar air saja juga perlu menambahkan jenis sampel agar mendapatkan ketelitian hasil yang lebih baik.Dari penelitian ini didapatkan bahwa: (1) Perubahan perilaku butiran tanah (agregat) seperti perbedaan berat jenis yang dipengaruhi oleh kekasaran gradasi agregat dari agregat lebih kasar, agregat didalam spesifikasi, dan agregat lebih halus dari spesifikasi, (2) Penambahan nilai kadar air optimum yang dibutuhkan akibat dari semakin halusnya gradasi agregat (butiran tanah), (3) Menurunnya nilai CBR (California Bearing Ratio) karena tidak sesuai dengan spesifikasi agregat bina marga, dan semakin halus butiran tanah maka nilai CBR semakin kecil seperti agregat dalam keadaan kering gradasi didalam spesifikasi nilai CBR 48,51, gradasi yang lebih kasar dari spesifikasi nilai CBR menurun menjadi 36,10, nilai CBR yang terkecil saat gradasi agregatnya lebih halus dari spesifikasi yaitu 29.

Page 1 of 1 | Total Record : 5