cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
ISSN : 19780419     EISSN : 26558394     DOI : -
Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal Teknik Kimia meliputi semua aspek yang berhubungan dengan bidang teknik kimia, ilmu kimia. dan semua proses reaksi kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA" : 7 Documents clear
KARAKTERISASI EDIBLE FILM DARI BERBAGAI MACAM PATI BIJI BERAS DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN Pitaloka, Nidya; Wibisono, Dimas Aryo Bramantyo; Wahyusi, Kindriari Nurma
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2840

Abstract

Penggunaan plastik untuk pengemas makanan yang tidak sesuai dapat memicu rusaknya jaringan tubuh manusia bahkan memicu kanker. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan plastik berbahan dasar gas alam dan minyak bumi. Hingga saat ini, bahan tersebut masih digunakan namun mulai dikurangi kuantitasnya karena tidak ramah lingkungan serta berpotensi mengganggu kesehatan. Salah satu inovasi plastik yang dapat diterapkan yaitu plastik dari bahan organik yang dapat dimakan (Edible Film). Pengembangan bahan edible film diantaranya adalah senyawa polimer dari tumbuhan seperti pati. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi terbaik dalam pembuatan edible film menggunakan berbagai macam biji beras dengan rasio pemberian kasein dan kitosan cangkang udang. Pati yang digunakan berasal dari biji beras putih, biji beras merah, biji beras hitam, biji beras ketan putih dan biji beras ketan hitam. Biji beras yang telah dihaluskan disaring dengan 100 mesh dan dilakukan pengadukan bersama kasein, kitosan dan gliserol untuk menjadi edible film. Studi pembuatan edible film dilakukan dengan variasi jenis biji beras dan variasi penambahan kitosan : kasein dengan rasio = 20:4, 25:4, 30:4, 35:4, 40:4 dalam gram. Pengujian menunjukkan semakin tinggi kandungan kitosan dan amilosa pada pati, akan meningkatkan nilai Tensile Strength (TS) edible film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible film terbaik didapatkan dari pati beras ketan putih dengan variasi kitosan 1,25 gram. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2840
SINTESIS MEMBRAN KITOSAN UNTUK PEMISAHAN ION PB DALAM LIMBAH CAIR Wahyusi, Kindriari Nurma; Nikmah, Shokhibatul; Anggraini, Garin Rifdah
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2841

Abstract

Limbah cair industri yang mengandung logam berat berbahaya seringkali dibuang ke badan sungai secara langsung, sehingga dapat mencemari air sungai. Upaya pengolahan limbah cair industri perlu dilakukan untuk mengurangi kandungan logam berat di dalamnya. Salah satu cara menurunkan kadar logam Timbal (Pb) dalam limbah cair adalah dengan cara menggunakan membran dengan komposisi kitosan, zeolit dan larutan PVA (Polyvinyl Alcohol). Penelitian ini bertujuan dapat membentuk serta mengetahui kemampuan membran dengan komposisi kitosan, zeolit dan PVA dalam proses filtrasi ion Timbal (Pb) dalam limbah cair. Metode penelitian ini menggunakan proses pembuatan membran kitosan dengan teknik inversi fasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran terbaik diperoleh pada variable kitosan: zeolit: PVA 2gr:1,5gr:30ml. Memiliki nilai fluks terbesar yaitu sebesar 323,809 L/m2.jam yang dapat memfiltrasi limbah PbNO3 dari kadar Pb awal sebanyak 12239,7 mg/L hingga menjadi 7520,4 mg/L dan diperoleh nilai rejeksi sebesar 38,5573%. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2841
ANALISIS PENENTUAN DESAIN INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) DI KABUPATEN MUSI RAWAS (MURA) Sefentry, Aan; Masriatini, Rully
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2842

Abstract

Instalasi Pengolahan lumpur tinja (IPLT) merupakan bangunan pengolahan khusus lumpur tinja sebelum dibuang ke lingkungan atau badan air. Pengolahan lumpur tinja bertujuan untuk mengurangi dampak pencemaran terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah Tersedianya perencanaan desain sistem IPLT di kabupaten Musi Rawas yang menyeluruh untuk jangka pendek, menengah dan panjang yang ditinjau dari pertumbuhan jumlah masyarakat. Dari data yang didapat Jumlah proyeksi penduduk yang akan dilayani pada tahun 2026 sebanyak 65.623 jiwa maka di pilih Alternatif II yaitu Pengolahan Lumpur Tinja Dengan Jumlah Jiwa < 100.000. Berdirinya IPLT ini direncanakan di Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas. Sistem pengolahan yang akan diterapkan untuk IPLT Kabupaten Musi Rawas direncanakan terdiri dari Tangki Imhoff dengan dimensi panjang 2 m dan lebar 1 m, Kolom Anaerobic panjang 19 m, lebar 9,5 m, Kolam Fakultatif dengan panjang 32 m dan lebar 16 m,, kolam Maturasi panjang 46 m dan lebar 2 3m. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2842
TEH HIJAU BUBUK DARI DAUN ASHITABA MENGGUNAKAN PROSES SPRAY DRYING M, Endang Srihari; Lingganingrum, Farid Sri
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2843

Abstract

Agar daun Ashitaba dapat disimpan dalam waktu yang lama dan mudah dikonsumsi, maka dibuat dalam bentuk bubuk ekstrak teh hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan massa daun ashitaba dan volume pelarut (air) yang terbaik, mengetahui suhu udara inlet pengeringan yang terbaik, serta mengetahui konsentrasi bahan pengisi maltodekstrin terbaik berdasarkan uji organoleptik, kadar air, viskositas, kadar antioksidan, bulk density, solubility, dan wettability. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu : Penentuan perbandingan massa daun ashitaba dan volume pelarut (air) yang terbaik dalam ekstraksi daun ashitaba. Kedua, penentuan suhu udara inlet pengeringan ekstrak daun ashitaba yang terbaik dengan spray dryer. Sedangkan ketiga adalah penentuan konsentrasi maltodekstrin dalam ekstrak daun ashitaba yang terbaik berdasarkan analisa organoleptik, kadar air, bulk density, wettability, solubility, dan kadar antioksidan. Kesimpulan yang diperoleh adalah perbandingan massa daun ashitaba terhadap pelarut air yang tebaik adalah 1 : 5 dengan kadar air 98,9%. Suhu udara inlet spray dryer adalah 170oC dengan penambahan 1,5% maltodekstrin DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2843
DETEKSI KAPSUL GELATIN IMUNITAS ANTICOVID19 DENGAN SENSOR QUARTZ CRYSTAL MICROBALANCE (QCM) YANG JUAL DI PASAR X KOTA SURABAYA ., Syukrianto; ., Umarudin; Madurani, Kartika Anoraga; Kurniawan, Fredy
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2844

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan porcine (babi) atau bovine (sapi) pada kapsul gelatin imunitas anticovi19 yang dijual di Pasar X Surabaya Utara. Metode yang digunakan untuk membedakan gelatin babi dan gelatin sapi adalah dengan alat Quartz crystal microbalance (QCM). Pada penelitian ini pendeteksian kapsul gelatin imunitas anticovid19 dilakukan dengan alat QCM. Metode penelitian ini dilakukan secara true eksperimental, dan pengambilan sampel dengan teknik quota sebesar 3 gram pada masing-masing sampel dengan merk yang berbeda. Hasil penelitian yang dilakukan pada 4 sampel dengan merk berbeda yang berasal dari pasar X daerah Surabaya Utara, menunjukkan hasil pendeteksian sebanyak 2 sampel dengan hasil negatif (-) dan 2 sampel dengan hasil positif (-), artinya sampel negatif mengandung gelatin sapi (bovine) dan sampel positif mengandung babi (porcine). Pada sampel kapsul gelatin imunitas yang mengandung gelatin sapi ditandai dengan penurunan frekuensi, sedangkan sampel kapsul gelatin imunitas yang mengandung gelatin babi ditandai dengan kenaikan frekuensi. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2844
BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR TEPUNG TERIGU DENGAN PROSES FERMENTASI MENGGUNAKAN TURBO YEAST Bachtiar, Sofi; Wahyuningtiyas, Retno; Sari, Ni Ketut
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2845

Abstract

Kebutuhan akan tepung terigu di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, menyebabkan industri tepung terigu meningkatkan kapasitas produksinya sehingga jumlah limbah yang dihasilkan juga semakin meningkat, solusi adalah dengan mengubah limbah cair tepung terigu menjadi produk bioetanol. Bioetanol adalah etanol yang dibuat dari biomassa yang mengandung komponen pati atau selulosa. Bahan yang digunakan untuk pembuatan bioetanol dalam penelitian ini yaitu limbah cair tepung terigu serta ragi yang digunakan yaitu Alcotec 48 Turbo Yeast. Pada penelitian pembuatan bioetanol dari limbah cair tepung terigu dengan proses fermentasi menggunakan Turbo Yeast akan menghasilkan suatu bioetanol yang akan dianalisis kadar alkoholnya menggunakan refraktometer alkohol. Kandungan glukosa limbah cair tepung terigu setelah proses hidrolisis sebesar 11% (v/v). Hasil terbaik pada proses fermentasi yaitu pada kadar turbo yeast 10% dan berlangsung pada hari ke 5 yang menghasilkan kadar bioetanol sebesar 37% (v/v). Setelah dilakukan proses optimasi hasil dengan metode Response Surface Methodology (RSM) menggunakan aplikasi Minitab 17 didapatkan kadar turbo yeast optimum sebesar 11.6569% dan waktu optimum fermentasi 5 hari dihasilkan kadar alkohol sebesar 37.2073%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2845
PRODUKSI GARAM INDUSTRI DARI GARAM RAKYAT Redjeki, Sri; ., Iriani
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2846

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia dengan panjang pantai 99,093 km, luas laut 3.257.357 km², dimana hasil garam seharusnya cukup melimpah. Kendala yang dihadapi negara Indonesia adalah hanya sebagian laut/pantai yang dapat menghasilkan garam. Hampir 90% garam di Indonesia berasal dari garam rakyat yang kadar garamnya hanya sekitar 84%, dan ini hanya bisa digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga. Untuk dapat memproduksi garam farmasi atau industri, Indonesia membutuhkan garam dengan persentase kandungan garam yang lebih banyak, padahal kebutuhan garam untuk industri dan farmasi cukup menjanjikan. Oleh karena itu perlu dicari inovasi teknologi untuk dapat menjadikan garam rakyat menjadi garam sesuai standar industri yaitu sekitar 99%. Dalam larutan garam yang diambil dari laut kandungan garamnya mengandung NaCl dan senyawa lain antara lain magnesium, kalsium, dan kalium. Proses peningkatan kadar NaCl hingga 99% sesuai standar garam industri dapat dilakukan dengan cara menurunkan kadar air dan garam lain yang terkandung dalam larutan (MgSO4, CaSO4, CaCl2, MgCl2). Tujuan Penelitian tahun adalah melakukan proses JART Test untuk mengetahui penambahan reagen NaOH dan Na2CO3 yang terbaik dalam pengendapan bahan kimia yang ditambahkan pada proses penghilangan garam selain NaCl dari garam rakyat. Variabel penambahan reagen: 5%, 10%, 15%, 20% berlebih kondisi stokiometri. Penambahan reagen Na2CO3 dan NaOH diperoleh hasil terbaik pada penambahan berlebih 20%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2846

Page 1 of 1 | Total Record : 7