cover
Contact Name
Prasetyo
Contact Email
totem.arsitektur45@gmail.com
Phone
+62811585804
Journal Mail Official
tote.arsitektur45@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda 75124
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Totem : Architecture, Environment, Region and Local Wisdom
ISSN : 27213226     EISSN : 27220095     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Totem menerbitkan hasil penelitian, kajian atau telaah ilmiah kritis dan komprehensif atas isu penting dan terkini, dengan makalah penelitian asli, komunikasi singkat, dan ulasan artikel dari para peneliti yang mencakup penelitian-penelitian di bidang arsitektur, lingkungan, wilayah dan kearifan lokal. Jurnal Totem membahas bidang-bidang berikut : teori arsitektur, sejarah dan desain ilmu dan teknologi arsitektur perumahan dan pemukiman arsitektur lansekap dan desain perkotaan desain arsitektur dengan kearifan lokal
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2020)" : 5 Documents clear
PERENCANAAN KAWASAN CAGAR BUDAYA MASJID SHIRATHAL MUSTAQIEM DI SAMARINDA DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR LANSEKAP Mauliditha Arli, Dini Aqmarani
Jurnal Totem : Architecture, Environment, Region and Local Wisdom Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Shirathal Mustaqiem yang berlokasi di Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang, cukup dikenal sebagai masjid tertua yang terletak di kawasan tepi Sungai Mahakam. Karena Masjid Shirathal Mustaqiem ini adalah peninggalan sejarah dan termasuk Masjid tertua yang ada di Samarinda dengan konstruksi masjid yang sangat unik dan masih berdiri kokoh dari tahun 1891. Tujuan dari perancangan ini dilakukan adalah untuk memberikan gambaran terhadap kondisi eksisting masjid, memberikan fasilitas sarana dan prasarana penunjang untuk pengunjung yang ingin berwisata untuk studi, wisata religi dan beribadah di Masjid tertua di Samarinda. Dengan penerapan konsep arsitektur lansekap berupa Softscapes dan Hardscapes. Dari hasil pembahasan analisa besaran ruang dengan luas Koefisien Dasar Bangunan 4355 m2, luas Koefisien Dasar Hijau 5231,25 m2 dari 10 massa yang sudah termasuk bangunan Masjid Shirathal Mustaqiem. Dengan menerapkan konsep Arsitektur Lansekap di Masjid Shirathal Mustaqiem menggunakan material Softscapes seperti jenis tanaman apa saja yang digunakan pada perencanaan dan Hardscapes yang akan diterapkan pada motif pattern islami untuk keramik di sekitar taman masjid. Dan menjadikan Masjid sebagai “Vocal Point” di Kawasan tersebut, karena banyak para pengunjung yang pergi kesana hanya bisa memotret Masjid tersebut dari satu sisi.Kata Kunci : Masjid tertua, Samarinda, Vocal Point.
PERENCANAAN GEDUNG REHABILITASI SOSIAL ANAK JALANAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS DI SAMARINDA Warlia, Warlia
Jurnal Totem : Architecture, Environment, Region and Local Wisdom Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan anak jalanan di berbagai daerah semakin meningkat salah satunya di Kota Samarinda. Pada tahun 2013 memiliki jumlah anak jalanan sebanyak 187 orang, kemudian ditahun 2015 jumlah anak jalanan semakin bertambah yaitu sebanyak 200 orang. Ada tiga faktor utama penyebab timbulnya anak jalanan yaitu kurangnya perhatian dari keluarga, pengaruh lingkungan teman, serta faktor kemiskinan menjadikan anak terpaksa menanggung beban ekonomi keluarga. Pada penelitian ini bertujuan untuk membuat gedung rehabilitasi dengan pendekatan arsitektur tropis melalui deskriptif dan rancangan design bangunan gedung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan gedung rehabilitasi untuk anak jalanan berlokasi di Jalan Ruhui Rahayu, dengan luas ±16.265 m2, dengan kriteria anak jalanan mulai dari umur 4 hingga 16 tahun. Selain itu, daya tampung untuk anak jalanan dan pengelolaanya berjumlah 250 orang. Konsep bangunan berupa banyaknya bukaan dan sunshading untuk meminimalisir cahaya matahari terhadap bangunan.Kata Kunci : Rehabilitasi, Anak Jalanan, Arsitektur Tropis
PERANCANGAN MONUMEN PERJUANGAN SEBAGAI IDENTITAS KOTA SANGA-SANGA Sefrina, Elida
Jurnal Totem : Architecture, Environment, Region and Local Wisdom Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

       Perancangan Monumen Perjuangan Sebagai Identitas Kota Sanga-sanga berperan memperkenalkan sejarah dan potensi kota sebagai destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara.  Memperkuat identitas kota melalui monumen dengan tujuan memunculkan potensi alam serta sejarah perjuangan.  Metode penelitian yaitu meliputi pengumpulan data, analisis, konsep dan drawing.  Bentuk tampilan mengambil simbolis perjuangan yaitu tangan dan kobaran api menandakan berkobarnya semangat dalam memperjuangkan Sanga-sanga dengan lima kobaran menandakan 5 kelurahan di Sanga-sanga. Serta minyak bumi melambangkan potensi minyak bumi di kota Sanga-sanga.  Hasil pembahasan menunjukkan besaran kebutuhan ruang 13548.81 m2 dengan 2 bangunan sudah ada pada lokasi yaitu museum Merah Putih dan gedung Sandisa.  Luas lahan 52000 m2, KDB 14700 m2 dan KDH 34300 m2. Pola gubahan massa terpusat terdiri dari bentuk-bentuk sekunder mengitari bangunan utama.  Dengan meninjau konsep matahari diterapkan pada bangunan, jam 12 siang kepala monumen bersinar terang sehingga memperindah dan memberi point tambahan keagungan pada perancangan monumen perjuangan sebagai identitas kota Sanga-sanga.Kata Kunci : Monumen, Perjuangan, Minyak Bumi.
PERENCANAAN KAWASAN WISATA SENTRAL TENUN DI KAWASAN KAMPUNG TENUN SAMARINDA Farisy, Fadhel AL
Jurnal Totem : Architecture, Environment, Region and Local Wisdom Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Wisata Tenun merupakan salah satu wisata di Kota Samarinda yang memiliki potensi budaya dan perekonomian masyarakat. Tujuan dari penelitian yaitu merencanakan Wisata Sentral Tenun sebagai kawasan wisata edukatif dilengkapi dengan sarana, prasarana dan fasilitas penunjang pariwisata. Dalam proses perencanaan Kawasan Wisata Sentral Tenun ada beberapa tahapan, yaitu tahap pengumpulan data, tahap analisis dan tahap konsep pada perancangan bangunan. Pada konsep bangunan mengambil konsep modern berupa penggunaan material sechondary skin. Dari hasil pembahasan menunjukkan besaran ruang dengan luas koefisien dasar bangunan 1.980,024 m2, luas koefisien dasar hijau 4.619,976 m2 dengan pembagian 62 ruangan dari 8 massa dengan konsep perencanaan menggabungkan konsep bangunan modern dengan unsur khas bugis , transformasi bentuk konsep subtraktif dengan bentuk massa memanjang, penerapan atap segitiga khas rumah adat suku bugis menambah konsep fasade pada bangunan dan untuk gubahan massa bangunan yaitu terpusat karena kegiatan utama berada pada bangunan galeri. Kampung tenun memiliki ciri khas pada sarungnya, menjadi ikon Samarinda yaitu corak Kamummu Hatta yang warna biru dikombinasikan dengan warna hitam.Kata kunci : Kampung Tenun, Samarinda, modern
PERENCANAAN AGROWISATA BUAH DI KOTA SAMARINDA DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR ANALOGI Andira Dharmawan, Imam
Jurnal Totem : Architecture, Environment, Region and Local Wisdom Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Samarinda mempunyai potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan, hal ini menjadi daya tarik minat wisatawan. Untuk itulah perlunya perencanaan agrowisata sebagai ikon pariwisata dan mengenalkan budidaya buah khas Kalimantan. Maka tujuan penelitian adalah membuat agrowisata buah dengan menerapkan arsitektur analogi, dimana persamaan antara bangunan dengan dianalogikan. Pada hasil pembahasan menunjukkan besaran ruang sebesar 20.005,79 m2, dengan perbandingan KDB dan KDH yaitu 32% dan 68%. Dengan hubungan ruang yang terbagi menjadi 2 kategori yaitu Indoor dan Outdoor. Untuk analisa site terpilih berada di Jalan Samarinda -  Bontang, pada analisa struktur yaitu menggunakan pondasi batu kali pondasi foodplat, struktur Kolom beton, pasangan dinding bata, struktur atap spaceframe dan penutup atap ACP, Spandek, dan memberan. Untuk analisa utilitas dengan air bersih menggunakan PDAM dan pengairan tanaman buah menggunakan air Waduk yang ditampung dalam Groundtank. Pada konsep perencanaan agrowisata untuk gubahan massa bangunan menggunakan transformasi bentuk yang dianalogikan dari bentuk buah-buahan.Kata kunci :  Agrowisata Buah, Analogi, Bentuk Bangunan

Page 1 of 1 | Total Record : 5